Produsen sarana perkeretaapian global Alstom secara resmi telah merampungkan pengiriman seluruh 106 rangkaian kereta MRT baru pesanan Land Transport Authority (LTA) Singapura. Armada anyar ini dihadirkan untuk memperkuat sekaligus menggantikan rangkaian kereta lama di dua jalur tersibuk di Singapura, yakni North-South Line dan East-West Line (NSEWL), sebagai bagian dari program peremajaan armada MRT terbesar di negara tersebut.
Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pengadaan 636 unit gerbong yang terbagi ke dalam 106 rangkaian kereta, di mana masing-masing rangkaian terdiri dari enam gerbong. Pesanan ini berawal dari kontrak pertama sebanyak 66 rangkaian berbasis platform Movia yang ditandatangani LTA pada 2018, yang kemudian berlanjut dengan pesanan tambahan 40 rangkaian pada 2019.
Pengadaan dan perakitan seluruh rangkaian MRT ini dilakukan di fasilitas pabrik Changchun Alstom Railway Vehicles Co. Ltd. di Cina dengan melibatkan kolaborasi lintas negara bersama operator SMRT Trains.
Dirancang khusus untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar, setiap rangkaian kereta enam gerbong ini mampu menampung hingga 220 tempat duduk dengan konfigurasi kursi memanjang (longitudinal) untuk mengoptimalkan ruang berdiri serta memperlancar arus alir penumpang. Kereta yang sanggup melaju hingga kecepatan maksimum 90 km/jam ini juga dilengkapi dengan desain step-free access serta area serbaguna yang ramah bagi pengguna kursi roda maupun penumpang dengan keterbatasan mobilitas.
Dari sisi teknologi dan keberlanjutan, armada baru ini dibekali bogie Flexx Urban yang hemat energi, sistem propulsi Mitrac, serta fitur pengereman regeneratif. Tak hanya itu, rangkaian kereta ini juga dilengkapi dengan kamera inspeksi jalur otomatis yang bekerja mengumpulkan data kondisi rel secara real-time saat kereta beroperasi untuk mendukung perawatan presisi.
Sebagai komitmen terhadap lingkungan, sekitar 95 persen material yang digunakan pada konstruksi kereta ini dapat didaur ulang dan lebih dari 96 persen materialnya dapat dipulihkan kembali pada akhir masa pakainya.
Pertahankan Nuansa Komuter, Rangkaian Singapore MRT (SMRT) Disulap Jadi Hotel Co-living
