Periode Angkutan Pra dan Pasca Lebaran, PT KAI Tawarkan Diskon Hingga 30 Persen Bagi Agen Travel

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan diskon tiket kereta api hingga 30 persen bagi agen travel yang mem-bundling layanannya dengan kereta api. Program promo bagi agen travel ini terdiri dari Program Yuk Lebaran di Jakarta aja dan Program Wisata Senin–Kamis.

Baca juga: Daop 2 Siapkan 6 KA Tambahan Masa Angkutan Lebaran 2024, Total 365.692 Tiket Lebaran

“Promo ini sebagai wujud kolaborasi sekaligus apresiasi kepada para agen travel dan pelanggan setia KAI yang setia menggunakan layanan kereta api. Kami harap pelaku usaha agen travel dapat memanfaatkan promo ini sebaik-baiknya dan kepada masyarakat yang akan memanfaatkan kesempatan ini dapat segera menghubungi agen travel kepercayaannya,” kata EVP of Passenger Transport Marketing and Sales KAI Ririn Widi Astutik.

Program Yuk Lebaran di Jakarta aja merupakan program berkelanjutan KAI dalam mengoptimalkan aksesibilitas kereta api di tengah momentum liburan. Tidak hanya bagi mereka yang bertolak menuju kampung halaman, melainkan juga bagi masyarakat dari daerah yang ingin mengunjungi kerabat sekaligus menikmati momen Lebaran di Jakarta.

Program ini merupakan wujud kolaborasi KAI dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) dalam rangka menunjang pencapaian target pergerakan wisatawan Nusantara tahun 2024 sebesar 1,2 sd 1,5 miliar melalui penawaran paket paket perjalanan lengkap dengan akomodasi hotel, drop off/pick up, meals serta wisata.

Berikut kereta api, rute dan tanggal keberangkatan yang dapat digunakan pada Program Yuk Lebaran di Jakarta aja.

A. Kelas Eksekutif:
1. KA (107) Jayabaya relasi Malang – Pasarsenen. Tanggal 1 – 3 April
2. KA (108) Jayabaya relasi Pasarsenen – Malang. Tanggal 17 – 21 April
3. KA (57) Brawijaya relasi Malang – Gambir. Tanggal 31 Maret – 4 April.
4. KA (58) Brawijaya relasi Gambir – Malang. Tanggal 13 – 21 April.
5. KA (55) Gajayana relasi Malang – Gambir. Tanggal 31 Maret – 10 April.
6. KA (56) Gajayana relasi Gambir – Malang. Tanggal 13 – 21 April.
7. KA (111) Brantas relasi Blitar – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 4 April.
8. KA (112) Brantas relasi Pasarsenen – Blitar. Tanggal 16 – 21 April.
9. KA (103) Singasari relasi Blitar – Pasarsenen. Tanggal 1 – 4 April.
10. KA (104) Singasari relasi Pasarsenen – Blitar. Tanggal 15 – 21 April.
11. KA (77F) Pandalungan relasi Jember – Gambir. Tanggal 1 – 4 April.
12. KA (78F) Pandalungan relasi Gambir – Jember. Tanggal 16 – 21 April.
13. KA (71) Purwojaya relasi Cilacap – Gambir. Tanggal 31 Maret – 11 April.
14. KA (72) Purwojaya relasi Gambir – Cilacap. Tanggal 11 -21 April.
15. KA (11) Argo Sindoro relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir.
16. KA (12) Argo Sindoro relasi Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng.
17. KA (13) Argo Sindoro relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir.
18. KA (15) Argo Muria relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir.
19. KA (14) Argo Muria relasi Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng. Tanggal 12 – 21 April.
20. KA (16) Argo Muria relasi Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng. Tanggal 12 – 21 April.
21. KA (19F) Argo Merbabu relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir. Tanggal 31 Maret – 12 April.
22. KA (20F) Argo Merbabu relasi Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng. Tanggal 12- 21 April.
23. KA (151) Tawang Jaya Premium relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Pasarsenen. Tanggal 1 – 4 April.
24. KA (152) Tawang Jaya Premium relasi Pasarsenen – Semarang Tawang Bank Jateng. Tanggal 15 – 21 April.
25. KA (147) Sawunggalih relasi Kutoarjo/Kebumen/Gombong – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 11 April.
26. KA (149) Sawunggalih relasi Kutoarjo/Kebumen/Gombong – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 11 April.
27. KA (148) Sawunggalih relasi Pasarsenen – Kutoarjo/Kebumen/Gombong. Tanggal 13 – 21 April.
28. KA (150) Sawunggalih relasi Pasarsenen – Kutoarjo/Kebumen/Gombong. Tanggal 13 – 21 April.
29. KA (123) Bangunkarta relasi Jombang/Nganjuk – Pasarsenen. Tanggal 1 – 5; 7 – 11 April.
30. KA (124) Bangunkarta relasi Pasarsenen – Jombang/Nganjuk. Tanggal 16 – 21 April.

B. Kelas Ekonomi:
1. KA (233) Matarmaja relasi Malang – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 4 April.
2. KA (234) Matarmaja relasi Pasarsenen – Malang. Tanggal 15 – 21 April.
3. KA (107) Jayabaya relasi Malang – Pasarsenen. Tanggal 1 – 3 April.
4. KA (108) Jayabaya relasi Pasarsenen – Malang. Tanggal 17 – 21 April.
5. KA (215) Majapahit relasi Malang – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 12 April.
6. KA (216) Majapahit relasi Pasarsenen – Malang. Tanggal 12 – 21 April.
7. KA (111) Brantas relasi Blitar – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 4 April.
8. KA (112) Brantas relasi Pasarsenen – Blitar. Tanggal 16 – 21 April.
9. KA (103) Singasari relasi Blitar – Pasarsenen. Tanggal 1 – 4 April.
10. KA (104) Singasari relasi Pasarsenen – Blitar. Tanggal 15 – 21 April.
11. KA (151) Tawang Jaya Premium relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Pasarsenen. Tanggal 1 – 4 April.
12. KA (152) Tawang Jaya Premium relasi Pasarsenen – Semarang Tawang Bank Jateng. Tanggal 15 – 21 April.
13. KA (257) Tawang Jaya relasi Semarang Poncol – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 11 April.
14. KA (258) Tawang Jaya relasi Pasarsenen – Semarang Poncol. Tanggal 12 – 21 April.
15. KA (225F) Menoreh relasi Semarang Tawang Bank Jateng – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 12 April.
16. KA (226F) Menoreh relasi Pasarsenen – Semarang Tawang Bank Jateng. Tanggal 12 – 21 April.
17. KA (147) Sawunggalih relasi Kutoarjo/Kebumen/Gombong – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 11 April
18. KA (149) Sawunggalih relasi Kutoarjo/Kebumen/Gombong – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 11 April.
19. KA (148) Sawunggalih relasi Pasarsenen – Kutoarjo/Kebumen/Gombong. Tanggal 13 – 21 April.
20. KA (150) Sawunggalih relasi Pasarsenen – Kutoarjo/Kebumen/Gombong. Tanggal 13 – 21 April.
21. KA (223) Kutojaya Utara relasi Kutoarjo/Kebumen/Gombong – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 11 April.
22. KA (224) Kutojaya Utara relasi Pasarsenen – Kutoarjo/Kebumen/Gombong. Tanggal 14 – 21 April.
23. KA (123) Bangunkarta relasi Jombang/Nganjuk – Pasarsenen. Tanggal 1 – 5; 7 – 11 April.
24. KA (124) Bangunkarta relasi Pasarsenen – Jombang/Nganjuk. Tanggal 16 – 21 April.
25. KA (217) Jayakarta relasi Madiun – Pasarsenen. Tanggal 1 – 5 ; 7 – 11 April.
26. KA (218) Jayakarta relasi Pasarsenen – Madiun. Tanggal 13 – 21 April.
27. KA (221) Jaka Tingkir relasi Purwosari/Klaten – Pasarsenen. Tanggal 31 Maret – 10 April.
28. KA (222) Jaka Tingkir relasi Pasarsenen – Purwosari/Klaten. Tanggal 15 – 21 April.

Adapun Program Wisata Senin – Kamis yaitu upaya kami untuk meningkatkan tingkat keterisian kereta api utamanya di weekday melalui pemberian diskon khusus sampai dengan 30 persen pada hari Senin – Kamis kepada agen travel yang mem-bundling layanannya dengan kereta api pada periode pasca angkutan Lebaran 2024.

“Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan aktivitas wisata pada weekday, jadi tidak hanya terkonsentrasi pada weekend saja. Program ini juga sekaligus menjadi bentuk peran serta KAI dalam mendukung peningkatan Pariwisata Nasional,” kata Ririn.

Sejarah RMS Queen Elizabeth – Legenda Pelayaran Transatlantik, Angkut 750.000 Pasukan Selama Perang Dunia Kedua

Ketimbang RMS Titanic, maka RMS Queen Elizabeth, namanya masih kalah tenar, namun RMS Queen Elizabeth yang sering disebut sebagai “The Queen of the Seas” atau “Queen of the Atlantic” karena statusnya sebagai salah satu kapal penumpang terbesar, tercepat, dan paling mewah pada masanya. Julukan ini mencerminkan reputasi kapal ini sebagai salah satu yang paling istimewa dan ikonik dalam sejarah pelayaran transatlantik.

Baca juga: 1 September 1985, Bangkai Kapal Titanic Ditemukan, Banyak Barang Masih Utuh

RMS Queen Elizabeth, bersama dengan kapal saudarinya RMS Queen Mary, adalah hasil dari kompetisi sengit antara perusahaan pelayaran utama pada awal abad ke-20 untuk membangun kapal penumpang terbesar, tercepat, dan paling mewah. Cunard Line, salah satu perusahaan pelayaran terkemuka pada saat itu, memimpin dalam upaya ini.

Pembangunan RMS Queen Elizabeth dimulai pada tahun 1936 di John Brown & Company di Clydebank, Skotlandia. Kapal ini dirancang untuk menjadi yang terbesar, terpanjang, dan tercepat di dunia pada saat itu. Desainnya mencakup fitur-fitur inovatif untuk meningkatkan kecepatan dan kenyamanan penumpang, termasuk lambung yang panjang dan ramping serta mesin yang kuat.

Pada tanggal 27 September 1938, RMS Queen Elizabeth diluncurkan oleh Ratu Elizabeth (yang saat itu adalah istri Raja George VI), dan kapal ini mulai diuji coba sebelum akhirnya masuk ke layanan pada tahun 1940. Namun, perang dunia kedua memaksa kapal ini untuk digunakan dalam peran militer, terutama sebagai kapal transportasi tentara.

Meskipun RMS Queen Elizabeth memiliki banyak fitur dan fasilitas mewah yang mirip dengan kapal pesiar modern, istilah “kapal pesiar” masih tidak sepenuhnya mencakup fungsi utamanya. RMS Queen Elizabeth, bersama dengan kapal saudarinya RMS Queen Mary, awalnya dirancang dan dioperasikan sebagai kapal transatlantik, yang memiliki tujuan utama untuk mengangkut penumpang antara Eropa dan Amerika Serikat dalam layanan reguler.

Meskipun kapal transatlantik juga menawarkan pengalaman mewah kepada penumpangnya, terutama di kelas atas, fokus utamanya adalah pada transportasi antar benua, bukan pada tujuan rekreasi atau liburan semata seperti yang dilakukan oleh kapal pesiar modern. Oleh karena itu, sementara RMS Queen Elizabeth memiliki banyak kemiripan dengan kapal pesiar, istilah “kapal transatlantik” mungkin lebih tepat untuk menggambarkan fungsinya.

RMS Queen Elizabeth memiliki kapasitas penumpang sekitar 2.283 orang dalam tiga kelas yang berbeda. Kapal ini juga dapat mengangkut awak kapal sekitar 1.100 orang. Total kapasitasnya dapat bervariasi tergantung pada konfigurasi kabin dan penggunaan ruang lainnya di dalam kapal.

Pada akhir Perang Dunia Kedua, RMS Queen Elizabeth pernah ditugaskan untuk membawa pulang ribuan prajurit asal AS yang akan pulang dari Eropa menuju New York. Dalam suatu pelayaran kapal ini pernah membawa 15.000 penumpang (pasukan) dengan 900 awak. Pelayaran dari Inggris ke Pantai Timur AS membutuhkan waktu 5 sampai 7 hari. Selama Perang Dunia Kedua, RMS Queen Elizabeth menangkut total 750.000 pasukan dengan total pelayaran sejauh 800.000 km.

RMS Queen Elizabeth memiliki spesifikasi yang mengesankan untuk masanya. Berikut adalah beberapa detail spesifikasi kapal ini:

Panjang: Sekitar 314 meter
Lebar: Sekitar 36 meter
Tinggi: Sekitar 53 meter
Berat: Sekitar 83.673 ton

Setelah perang, RMS Queen Elizabeth dipulihkan dan kembali ke layanan pelayaran transatlantik pada tahun 1946. Kapal ini menjadi sangat populer di antara penumpang karena kenyamanan dan kemewahan fasilitasnya. Namun, dengan perkembangan pesawat terbang yang semakin maju, permintaan akan perjalanan laut menurun, dan pada tahun 1960-an, kapal ini beralih ke rute pelayaran yang lebih eksotis.

Sayangnya, pada tahun 1972, kapal ini mengalami kebakaran hebat yang menghancurkan sebagian besar strukturnya. Setelah insiden itu, kapal ini dijual dan akhirnya dibongkar pada tahun 1975. Meskipun telah lama tidak berlayar, RMS Queen Elizabeth tetap menjadi salah satu kapal paling ikonik dalam sejarah pelayaran transatlantik.

Ini 15 Lokasi Persinggahan Favorit Kapal Pesiar

Apa itu RMS?
Seperti halnya Titanic, “RMS” juga melekat pada Queen Elizabeth. RMS merupakan singkatan dari “Royal Mail Ship” atau “Royal Mail Steamer.” Awalan ini menunjukkan bahwa kapal tersebut dioperasikan oleh Royal Mail Steamship Company dan dijadwalkan untuk mengangkut surat-surat dan kargo pos, selain juga sebagai kapal penumpang. Titanic dianggap sebagai kapal pesiar mewah pada masanya, tetapi juga dirancang untuk membawa surat-surat dan kargo pos dalam perjalanannya.

Hari ini, 64 Tahun Lalu, Indonesia Jadi Pengguna Pertama C-130B Hercules di Luar AS

Siapa yang tak kenal dengan nama C-130 Hercules, inilah pesawat angkut berat bermesin turboprop legendaris. Diproduksi oleh Lockheed Martin, keluarga Hercules telah mewarnai jahad penerbangan di Tanah Air. Meski dominan dioperasikan oleh TNI AU, di masa lalu varian Hercules pernah dioperasikan oleh maskapai sipil, sebut saja Merpati Nusantara Airlines dan Pelita Air Service. Dan, tepat di hari ini, 64 tahun lalu, Indonesia tercatat dalam rekaman sejarah sebagai pengguna pertama C-130B Hercules pertama di luar Amerika Serikat.

Baca juga: GMF AeroAsia Jadi Pelaksana Program Modernisasi Digital Armada C-130H Hercules TNI AU

Tepat hari ini, 64 tahun lalu yang bertepatan dengan 18 Maret 1960. Indonesia tercatat dalam sejarah sebagai negara pertama di luar Amerika Serikat yang secara resmi mengoperasikan pesawat angkut C-130B Hercules.

Dikutip dari Indomiliter.com, dalam sebuah upacara di Lanud Kemayoran, Jakarta, C-130B pertama diserahkan oleh Wakil Presiden Lockheed Corp Carl Squier, kepada Menteri/Pangau Laksamana Udara Suryadarma pada 18 Maret 1960. Sejak itulah TNI AU (d/h AURI) memasuki babak baru dalam penggunaan pesawat angkut berat.

Karena merupakan peristiwa penting bagi sejarah penerbangan Indonesia, acara penyerahan tersebut dihadiri pula oleh Menteri Keamanan Nasional Jenderal AH. Nasution, Jenderal Kehormatan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Wakasad Mayor Jenderal Gatot Subroto, dan Mr. Henderson yang mewakili Duta Besar AS untuk Indonesia beserta stafnya.

Yang lebih menarik lagi, ternyata C-130 Hercules T-1301 diterbangkan dari AS ke Indonesia oleh awak TNI AU (d/h AURI). Penerbangan pertama ini melalui jarak lebih dari 21 ribu km dan melintasi tiga lautan besar, seperti Pasifik, Laut Cina dan Laut Jawa. Pada jaman tersebut, apa yang dilakukan awak TNI AU merupakan delivery flight terjauh yang pernah dilakukan oleh suatu Angkatan Udara.

Beragam operasi militer dan operasi militer bukan perang seolah tak bisa dilepaskan dari sosok pesawat ini. Di setiap gelaran kekuatan militer, terutama yang melibatkan unsur linud (lintas udara) maka dipastikan disitu ada C-130 Hercules, medan operasi Trikora, Dwikora, dan operasi Seroja menjadi tinta emas atas battle proven-nya pesawat ini.

Bicara operasi bantuan bencana alam, hingga menyemai hujan buatan pun banyak dipasrahkan pada pesawat bermesin turbo propeller ini. Menyadari kebutuhan yang tinggi akan pesawat ini, jelas TNI AU masih kekurangan Hercules dalam hal kuantitas. Dari dua skadron C-130 Hercules yang saat ini dimiliki, minimal untuk negara seluas Indonesia dibutuhkan 5 skadron Hercules.

Mengapa Pesawat Angkut Militer Gunakan Desain Sayap Tinggi? Ini Jawabannya

Sejak Diluncurkan, Kereta Semi Cepat Cina-Laos Telah Layani 30,2 Juta Penumpang

Selain sama-sama negara di Asia Tenggara, ada kesamaan antara Indonesia dan Laos dalam pembangunan jaringan kereta api, yaitu sama-sama mengandalkan investasi asing, khususnya pinjaman dari Cina untuk membuka jaringan kereta cepat. Di Laos sejak 3 Desember 2021, telah beroperasi kereta semi berkecepatan tinggi yang menghubungkan Cina dengan Laos.

Gara-gara Dialeg, Nama Jembatan Krekweg Menjadi “Kretek Kewek”

Apakah Anda  pernah mendengar nama Kretek Kewek? Atau tahu apa itu Kretek Kewek? Bukan bebek yang kwek kwek yaa. Ini adalah nama unik dari salah satu jembatan yang ada di Yogyakarta. Jembatan ini juga dekat dengan surga belanja Malioboro di Kota Pelajar tersebut.

Baca juga: Sakalibel, Jejak Sejarah Jembatan Kereta Kedua Terpanjang di Indonesia

Nama jembatan ini sendiri aslinya adalah Kerkweg yang berarti ‘Jalan Gereja’. Yang mana Kretek dalam Bahasa Jawa berarti jembatan dan Kewek adalah nama tempat. Salah satu alasan penamannya seperti itu karena keberadaan Gereja Katolik Santo Antonius di ujung jalan di kawasan Kota Baru.

Jembatan ini bukan untuk dilewati semua kendaraan tetapi hanya kereta api dan melintasi di atasi Kali Code dan di atas jalan menuju arah Jalan Abu Bakar Ali di kawasan Kota Baru. Konstruksi rel kereta ini berada di atas jalan raya dan dibangun untuk menghindari perlintasan sebidang antara rel dengan jalan raya sehingga disebut juga dengan Viaduk.

Viaduk Kereta Api Kewek, dibangun oleh NIS (Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij) pada tahun 1872. Panjang bentang Viaduk Kewek 72 meter, terdiri atas empat pilar konstruksi. Letaknya antara Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan.

Kehadiran Kretek Kewek sendiri sembari membangun kawasan perumahan orang Eropa di Kota Baru. Nama Kretek Kewek yang terdengar tak biasa ini tidaklah berhubungan dengan kereta api maupun perumahan di Kota Baru.

Permasalahannya karena orang Jawa saat itu kesulitan menyebut nama asli jembatan yang berasal dari Bahasa Belanda. Di mana dialeg Jawa yang sulit mengikuti penyebutan yang terlalu singkat sehingga lama kelamaan disebut dengan Kretek Kewek.

Baca juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Sayangnya kini nama jembatan tersebut tak lagi banyak diketahui warga asli Yogyakarta maupun pelancong. Kebanyakan hanya menyebutnya sebagai kawasa dekat Stasiun Tugu atau Taman Parkir Abu Bakar Ali saja. Selain itu, jembatan yang awalnya hanya satu, sudah punya kembaran di sebelahnya untuk memperlancar lalu lintas di sekitar kawasan wisata itu.

Hindari Sanksi Barat, Rusia Bangun Jaringan Kereta Api Jarak Jauh ke Iran dan Turki

Lupakan kapal laut, Rusia beralih ke transportasi kereta api untuk menghindari sanksi Barat. Moskow sudah menggelontorkan miliaran dolar untuk meningkatkan dua jalur kereta api utama di timur yang menghubungkan Rusia dengan Cina.

Baca juga: Dari Citra Satelit, Jalur Kereta Api Korea Utara – Rusia Mulai Hidup

Dan sekarang jalur tersebut juga akan dikembangkan dengan menghubungkan ke selatan menuju India dan negara-negara di Teluk Persia, The New York Times melaporkan pada hari Rabu. Hal ini termasuk jalur kereta api baru sepanjang 100 mil yang menelan biaya $1,7 miliar dan dirancang untuk menghubungkan Rusia dan pelabuhan di Iran – yang pada gilirannya akan membantu Rusia terhubung ke pusat perdagangan India di Mumbai. Pembangunan jalur kereta api tersebut rencananya akan dimulai tahun ini.

Rusia memuji jalur kereta apinya dengan Iran sebagai jalur baru yang dapat menyaingi Terusan Suez sebagai jalur perdagangan utama, menurut laporan Reuters pada bulan Mei ketika kedua belah pihak menandatangani kesepakatan untuk jalur kereta api tersebut.

Selain itu, Rusia juga memulihkan jalur kereta api lain yang memungkinkannya mengakses Turki. Dorongan Rusia untuk membangun angkutan kereta api menyusul sanksi Barat selama dua tahun terhadap negara tersebut terkait perang di Ukraina. Pembatasan ini berdampak pada perdagangan Rusia dengan Eropa, yang secara tradisional merupakan pasar terbesar Rusia.

Rusia sejauh ini telah berhasil menjaga perekonomiannya tetap baik dengan mengalihkan perdagangannya ke pasar alternatif termasuk India, Cina, dan Iran, yang terakhir juga mendapat sanksi berat dari Barat. Sambungan jaringan kereta api baru ini bertujuan membantu Rusia mempertahankan impor di tengah sanksi.

David Szakonyi, profesor ilmu politik di Universitas George Washington, mengatakan kepada Business Insider, bahwa hubungan perdagangan baru ini tidak hanya akan membantu penjualan minyak dan gas Rusia ke pasar alternatif tetapi juga akan membantu negara tersebut mengimpor barang-barang yang tidak dapat mereka beli. memproduksi sendiri karena kurangnya teknologi maju atau tenaga kerja.

“Agar perekonomian ini tidak runtuh, pemerintah Rusia perlu terus membina hubungan yang kuat dengan negara mana pun yang belum terkena sanksi,” katanya.

Elektrifikasi Jalur Kereta ke Iran, Mayoritas Pendanaan Dikucurkan Rusia

Mengapa Pesawat Tidak Terbang Lurus? Inilah 5 Alasannya

Bagi travelers yang sering bepergian menggunakan pesawat, terkadang pesawat kerap melintas tidak garis lurus. Rute Jakarta ke wilayah-wialayh di Sumatera, misalnya, umumnya pesawat mengambil rute di atas laut. Bila dilihat di radar, pesawat mengambil rute melengkung dan hampir tidak mengambil rute garis lurus. Padahal, menurut kebanyak orang, tentu saja terbang lurus dari satu titik ke titik lainnya lebih dekat ketimbang rute melengkung.

Baca juga: Evolusi Sayap Pesawat dari Waktu ke Waktu – Mulai dari Kayu Hingga Material Komposit

Akan tetapi, persepsi seperti itu rasanya belum ada dasar pijakan yang cukup. Nyatanya, selain pesawat memang tidak pernah terbang lurus ke tempat tujuan,yang menandakan adanya alasan rasional terkait penerbangan dengan mengambil rute melengkung, juga terdapat banyak faktor yang melatarbelekanginya, mulai dari soal efisiensi, jarak, efektivitas, hingga cuaca. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, berikut 5 alasan mengapa pesawat tidak terbang lurus.

1. Bumi Bulat
Penjelasan pesawat tidak terbang lurus mungkin sangat erat kaitannya dengan masalah bumi bulat. Di samping itu, alasan lainnya juga lekat dengan fisika dan matematika sederhana. Dikutip dari laman forbes.com, bumi kita pada dasarnya memang tidak datar seperti yang terlihat di peta. Oleh karenanya, rute terdekat bukanlah garis lurus, namun mengikuti lekuk bumi.

Selain itu, bumi juga berputar pada porosnya. Hal itu memaksa bagian tengah bumi sedikit menonjol keluar. Lengkungan bumi dan lebarnya khatulistiwa berarti bahwa melengkung ke arah kutub adalah jarak yang lebih pendek daripada terbang dalam garis lurus. Jadi, rute penerbangan terdekat dari Vancouver ke Paris (49 derajat utara) adalah melalui Greenland (68 derajat utara).

2. Cuaca
Dikutip dari Simple Flying, jarak terdekat bukan berarti selalu merupakan yang tercepat. Angin yang berhembus terlalu kencang juga dapat memperpanjang waktu tempuh. Angin paling ekstrem adalah di wilayah Atlantik. Oleh karena itu, sering kali pilot memilih untuk terbang 100 km lebih utara atau lebih Selatan dari Atlantik. Selain angin, awan cumulonimbus yang biasanya memicu badai juga harus dihindari.

3. Teritorial
Teritorial atau zona terbang di masing-masing ruang udara memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Pada umumnya, ada yang membolehkan pesawat sipil melintas dan ada pula yang tidak. Selain itu, jikapun boleh melintas, saat ruang udara di sebuah wilayah tengah konflik atau tengah diperebutkan oleh dua negara atau lebih, hal itu mungkin bisa menjadi alasan sangat kuat untuk pesawat tidak melintas daerah tersebut. Pada beberapa kasus, pesawat pun akhirnya terbang tidak pada garis lurus untuk menghidari teritorial rawan tersebut.

Baca juga: Ini Dia Jawaban Kenapa Pesawat Dilarang Melintas di Atas Ka’bah!

4. Air Navigation Charge
Air navigation charge atau tarif yang harus dibayar maskapai untuk terbang melalui kawasan udara di suatu negara juga menjadi salah satu alasan mengapa pesawat tidak terbang lurus. Sebab, bila terbang lurus, terlepas dari tiga faktor yang disebutkan sebelumnya, pesawat mau tak mau harus melewati beberapa ruang udara suatu negara yang mungkin saja tarifnya lebih mahal dibanding negara lainnya.

Hal ini berlaku untuk beberapa negara di Eropa dan beberapa jenis pesawat. Contohnya, harga terbang melewati Jerman dua kali lebih mahal daripada melewati Polandia. Maka pesawat dari Stockholm, Swedia yang hendak menuju Pisa, Italia biasanya lebih memilih melewati kawasan udara Polandia dengan rute yang lebih panjang.

5. Air Traffic
Traffic mungkin juga jadi salah satu faktor mengapa pesawat tidak terbang lurus. Pasalnya, bila pesawat melewati satu rute yang sama, kepadatan lalu lintas udara mungkin tak terhindarkan. Maka dari itu, jika terlalu banyak jumlah penerbangan melalui rute yang sama, maka beberapa pesawat harus menunda take off atau memilih rute alternatif. Tentu saja hal tersebut sangat dihindari maskapai dan otoritas bandara karena dapat mengurangi efektivitas ruang udara.

Hari Ini 105 Tahun Lalu, HMS Furious Jadi Kapal Induk Pertama yang Dilengkapi Lift

Pada hari ini, 105 tahun lalu, bertepatan dengan 15 Maret 1918, HMS Furious, dinobatkan menjadi kapal induk pertama yang dilengkapi dengan lift atau elevator. Meskipun di masa sekarang lift sangat mudah dijumpai, namum, di masa itu, lift bagaikan berlian yang sulit ditemukan dan tentu saja memiliki sederet manfaat, di antaranya mengangkut pesawat dari dalam atau perut kapal menuju dek atas kapal.

Baca juga: Hari Ini, 89 Tahun Lalu, Kapal Induk Terbang Pertama di Dunia USS Akron ZRS-4 Mulai Beroperasi

Dikutip dari naval-history.net, HMS Furious pertama kali dibangun pada 5 Juni 1915 oleh Armstrong Whitworth ‘s Low Walker, perusahaan galangan kapal di Newcastle upon Tyne, Inggris. Ketika itu, kapal ini didesain untuk mengangkut bahan bakar atau menjadi kapal tongkang berkapasitas 3.160 ton. Dalam keadaan muatan penuh, kapal ini mampu berlayar sejauh 11.110 km dengan kecepatan 37 km per jam.

Setelah setahun lamanya, HMS Furious akhirnya resmi diluncurkan pada tahun 15 Agustus 1916 dan menjalani tugas pertamanya sebagai kapal tongkang pada 26 Juni 1917. Seiring berjalannya waktu, ketika situasi Perang Dunia I tengah memanas, Inggris memutuskan untuk memodifikasi HMS Furious menjadi kapal induk dengan kategori battlecruiser untuk dioperasikan oleh Royal Navy.

Tak hanya itu, kapal induk ini menjadi spesial bukan hanya karena dimodifikasi menjadi kapal induk dari sebelumnya kapal tongkang, melainkan dilengkapi dengan lift, menjadikannya sebagai kapal induk pertama di dunia yang dilengkapi lift.

Usai dimodifikasi, kapal induk yang memiliki panjang keseluruhan 239,8 meter, beam setinggi 26,8 meter, dan draft 7,6 meter ini langsung menjadi andalan Britania Raya di penghujung Perang Dunia I. Disebutkan, kapal induk ini mulanya dioperasikan untuk uji coba pendaratan pesawat Sopwith Pup oleh Komandan Skuadron, Edwin Dunning, pada 2 Agustus 1917, menjadikannya sebagai pilot pertama di dunia yang berhasil mendaratkan pesawat di atas kapal yang bergerak.

Pada Oktober di tahun yang sama, HMS Furious dan beberapa kapal light cruisers serta destroyers atau kapal penghancur dikirim ke Laut Utara untuk mencegat kapal-kapal Jerman. Sayangnya, karena kapal-kapal Jerman melaju lebih cepat, HMS Furious dan tim tidak berhasil menjalani misi tersebut.

Sadar ada begitu banyak kekurangan di HMS Furious, kapal induk ini dikirim kembali ke galangan untuk beberapa perbaikan, mulai dari memindahkan turret belakang dan tambahan dek untuk pesawat lepas landas dan mendarat.

Baca juga: Mengenal “Gouverneur Generaal Loudon,” Kapal Penantang Tsunami Krakatau yang Kandas Ditelan Laut Flores

Selain itu, kapal ini juga mulai dilengkapi lift untuk mengangkut pesawat dari dalam kapal menuju ke dek atas untuk meluncur. HMS Furious akhirnya kembali beroperasi pada 15 Maret 1918, mengukuhkannya sebagai kapal induk pertama di dunia yang dilengkapi dengan lift. HMS Furious diplot untuk melaksanakan misi patroli anti Zeppelin di Laut Utara.

Puncaknya, pada Juli 1918, HMS Furious turut berpartisipasi dalam penyebuan hanggar Zeppelin di Tonder, Denmark, dengan menerbangkan tujuh Sopwith Camels, dari kapasitas maksimum 36 pesawat. Tak hanya sebagai kapal pengakut, kapal induk yang ditenagai oleh empat turbin uap ini juga dilengkapi dengan sistem persenjataan canggih di dek atas dan samping kiri kanan kapal.

Mengapa di Setiap Negara Membutuhkan Halte Bus?

Kehadiran halte bus di sektor transportasi memang memberikan keuntungan tersendiri kepada para pengguna jasa moda darat berbadan besar ini. Tidak hanya bagi para pengguna jasa bus saja, tidak bisa dipungkiri bahwa halte bus kerap kali dijadikan tempat berteduh sebagian orang kala hujan atau panas terik yang menyengat – bahkan di Indonesia sendiri, halte bus sering dijadikan ‘rumah’ oleh para penyandang tuna wisma.

Baca Juga: Di Hyderabad, Halte Bus Hampir Hilang di Semua Tempat

Berbeda dengan halte TransJakarta yang terkesan lebih ‘eksklusif’, halte-halte konvensional di tepi jalan Ibukota biasanya memiliki bentuk yang sudah tidak lagi bisa dikatakan layak. Bangku dari bahan semen berlapiskan ubin yang mulai lepasan, atap halte yang mulai bolong, hingga aroma tidak sedap yang sering bersemayam di halte-halte konvensional ini perlahan mulai berubah menjadi stigma di masyarakat.

Hanya sebatas stigma, tentu ini berbeda jauh dengan aktivis di Buffalo dan Cincinnati yang juga menghadapi masalah serupa dengan di Indonesia. Namun mereka yang juga sudah muak dengan faslitas penunjang operasional bus ini malah merenovasinya dengan biaya swadaya – dimana tindakan ini telah mengundang pertanyaan dari sejumlah golongan: “Mengapa Pemerintah malah menyerahkan pekerjaan semacam ini kepada kelompok amal? Bukankah Pemerintah Amerika memiliki dana yang sangat cukup untuk membangun halte bus di sejumlah titik?”

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman denver.streetsblog.org, dibutuhkan sekira US$5.500 atau yang setara dengan Rp83,7 juta untuk membangun sebuah halte bus standar di Cleveland, sementara kocek yang dirogoh untuk membangun sebuah halte bus serupa di Detroit adalah sebesar US$6.000 atau yang setara dengan Rp91,3 juta. Itu hanya merupakan gambaran yang akan membuka pikiran Anda bahwa setiap negara membutuhkan halte bus.

Baca Juga: Di Halte Bus Ini Anda Bisa Lakukan “Breath Test”

Mengapa seperti itu? Karena pada dasarnya bus merupakan sarana transportasi berbasis massal yang memiliki pasarnya sendiri. Ragam jenis penumpang akan Anda temui di dalam bus – mulai dari yang muda hingga yang tua, yang normal hingga penyandang disabilitas. Jika tidak ada halte, dimana para orang tua atau penyandang disabilitas menunggu untuk naik bus? Tentu saja orang-orang ini membutuhkan ruang untuk duduk dan berlindung dari panas atau hujan – bukan berarti yang muda dan yang sehat tidak membutuhkan, namun di sini skala prioritas yang menjawab.

Jadi ini semua bukan tentang masalah berapa dana yang harus dikeluarkan untuk membangun sebuah halte bus, namun lebih kepada kesejahteraan para pengguna layanan yang bisa dibilang heterogen seperti yang sudah disebutkan di atas.

Terlepas dari itu semua, sudah seyogyanya bagi kita semua untuk sama-sama saling menjaga dan merawat halte-halte bus yang sudah ada agar tidak dirusak oleh tangan-tangan tidak bertanggungjawab – dimana masalah seperti ini akan terus berulang jika tidak ada kesadaran dari kita untuk menjaga salah satu fasilitas publik ini.

 

 

Raih Sertifikasi Operasi Udara, BBN Airlines Segera Ramaikan Penerbangan Domestik di Indonesia

Didirikan di Jakarta pada Agustus 2022, maskapai baru BBN Airlines belum lama ini telah mendapatkan Sertifikat Operasi Udara atau AOC penerbangan komersial penumpang dari Kementerian Perhubungan. Yang artinya bakal ada layanan penerbangan domestik baru di Indonesia dalam waktu dekat.

Baca juga: Terdengar Mirip, di Indonesia ada Surya Airways Maka di Nepal ada Saurya Airways

“Kemenhub telah menyatakan bahwa BBN Airlines Indonesia layak dan memenuhi standar regulasi untuk membuka layanan penerbangan komersial penumpang yang akan mulai beroperasi segera pada Maret 2024,” kata Chairman BBN Airlines Indonesia Martynas Grigas di Jakarta, Senin, 11 Maret 2024.

Martynas Grigas mengatakan dengan adanya AOC ini, Kemenhub telah menyatakan bahwa BBN Airlines Indonesia layak dan memenuhi standar regulasi untuk membuka layanan penerbangan komersial penumpang yang akan mulai beroperasi segera pada Maret 2024. Nantinya, BBN Airlines Indonesia akan menghadirkan pengalaman perjalanan udara dengan standar keamanan dan pelayanan yang tinggi.

BBN Airlines Indonesia, sebagai bagian dari Avia Solutions Group, baru saja mendapatkan penambahan Sertifikat Operasi Udara (AOC) penerbangan komersial penumpang dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia. Penambahan sertifikat ini menegaskan kesiapan maskapai untuk mengoperasikan pesawat udara dengan tujuan komersial, serta memperkuat komitmen perusahaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dalam menghadirkan layanan penerbangan aman, handal, dan efisien.

Martynas menjelaskan, penambahan sertifikat itu menegaskan kesiapan maskapai untuk mengoperasikan pesawat udara dengan tujuan komersial. Kemenhub juga menilai BBN Airlines Indonesia akan menghadirkan pengalaman perjalanan udara dengan standar keamanan dan pelayanan yang tinggi.

BBN Airlines Indonesia merupakan maskapai penerbangan kargo yang berbasis di Indonesia dengan spesialisasi di bidang ACMI Leasing, Air Charter Flights, dan Air Freight Services. Maskapai ini berfokus pada penyewaan ACMI serta layanan charter udara.

Dengan fokus pada penyewaan ACMI serta charter udara, BBN Airlines Indonesia melayani maskapai penerbangan di Asia Tenggara untuk memenuhi kebutuhan kapasitasnya. Berlokasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, BBN Airlines Indonesia juga menjadi penghubung para pelanggan di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.

Bagaimana Cara Mendirikan Maskapai Baru Sampai Berhasil? Ini Jawabannya

BBN Airlines telah menyiapkan tiga armada Boeing 737-800 untuk melayani permintaan carter passenger penumpang dan tiga pesawat kargo dengan armada Boeing 737-800 dan Boeing 737-400 untuk melayani penerbangan domestik maupun internasional. Maskapai menargetkan mengoperasikan 40 pesawat armada pada 2027.