Inilah 5 Bandara Tertua di Dunia Yang Masih Beroperasi

Selain menjadi saksi sejarah pada masanya, bandara-bandara ini masih beroperasi hingga kini. Pengabdian mereka selama lebih dari 80 tahun di dunia aviasi memberikan cerita tersendiri bagi para calon penumpang yang singgah di sana. Berikut, KabarPenumpang.com himpun lima bandara aktif tertua di dunia versi laman airport-technology.com.

Baca Juga: Bandara Tempelhof, Megastruktur NAZI Yang Kini Jadi Taman Kota Besar di Berlin

College Park Airport (KCGS), Amerika

Sumber: washingtonpost.com


Bandara yang terletak di City of College Park, di Prince George’s County, Maryland, Amerika ini dibangun pada bulan Agustus 1909. Didirikan oleh United States Army Signal Corps, bandara ini awalnya berfungsi sebagai lapangan pelatihan bagi Wright Bersaudara yang dikenal sebagai penemu, pengembang, dan orang yang berhasil menerbangkan pesawat pertama di dunia.

Pada tahun 1973, College Park Airport diakuisisi oleh Maryland-National Capitol Park and Planning Commission (M-NCPPC) dan didaftarkan sebagai salah satu National Register of Historic Places empat tahun berselang. Bandara dengan landas pacu tunggal dengan panjang 792 meter dan lebar 18 meter ini berdiri di atas lahan seluas 28 hektar, dan memiliki beberapa fasilitas penunjang penerbangan, seperti stasiun pengisian bahan bakar hingga lounge khusus untuk pilot. Adapun hanggar bersejarah yang berada di bandara ini dialihfungsikan menjadi Prince George’s County Police Divisi Operasi Khusus.

Hamburg Airport (HAM), Jerman

Sumber: hamburg-airport.de

Bandara yang juga dikenal sebagai Flughafen Hamburg ini mulai beroperasi pada 1911 dan menjadikannnya bandara kedua tertua yang masih beroperasi di dunia. Tidak hanya itu, Hamburg Airport juga menyandang predikat sebagai bandara terbesar kedua di Jerman. Terletak 8,5 km sebelah utara pusat kota Fuhlsbüttel dan diketahui bandara ini berfungsi sebagai basis untuk beberapa maskapai asal Negeri Bavaria, seperti Germanwings, Condor dan easyJet.

Bandara ini juga dikenal sebagai bandara tersibuk kelima di Jerman dengan catatan 16.223.968 penumpang dan 160,904 pergerakan pesawat pada tahun 2016. Pada Juli 2017, Hamburg Airport menyuguhkan 130 destinasi penerbangan, empat diantaranya merupakan rute penerbangan jarak jauh, yaitu ke Dubai, Newark, Tabriz dan Teheran.

Bandara ini sempat mengalami renovasi besar-besaran di antara tahun 2001 hingga 2009. Proyek senilai €356 juta ini menghasilkan dua terminal baru, jalan akses yang lebih luas, lahan parkir, dan koneksi rel metro baru yang menjadikannya sebagai salah satu bandara paling modern di Eropa.

Bucharest Baneasa ‘Aurel Vlaicu’ International Airport (BBU), Romania

Sumber: istimewa

Bandara yang juga dikenal sebagai Bandara Baneasa ini terletak di distrik Baneasa, 8,5 km sebelah utara dari kota Bucharest, Rumania. Penerbangan pertama di bandara ini dimulai pada tahun 1909, namun seiring didirikannya sebuah sekolah penerbangan di lokasi tersebut pada tahun 1912, maka secara resmi pula lokasi tersebut menjadi sebuah bandara.

Bucharest Baneasa ‘Aurel Vlaicu’ International Airport merupakan satu-satunya bandara internasional yang ada di Rumania, setidaknya sampai tahun 1968, bandara ini harus melepas predikatnya dan bersanding dengan Bandara Internasional Henri Coandă. Angka tertinggi yang pernah dicapai oleh bandara ini dalam urusan melayani penumpang adalah 2,398,911 orang pada tahun 2011 silam.

Per 25 Maret 2012, semua operasi penerbangan komersial telah dipindahkan Bandara Internasional Henri Coandă. Kini, Bucharest Baneasa ‘Aurel Vlaicu’ International Airport hanya menangani penerbangan charter dan jet pribadi.

Baca Juga: Bandara Internasional Tegel, Berlin: Terus Beroperasi Atau Berubah Jadi Pusat Bisnis

Bremen Airport (BRE), Jerman

Sumber: airliners.de

Bandara yang terletak 3,5 km sebelah selatan kota Bremen ini didirikan pada tahun 1913 dan menjadikannya bandara aktif tertua keempat di dunia. Bremen Airport sempat dikelola oleh militer Jerman selama periode Perang Dunia I, dan dibuka kembali pada tahun 1920 untuk penerbangan komersial.

Tidak hanya berfungsi sebagai hub untuk maskapai Germania dan Ryanair, bandara ini juga menawarkan penerbangan non-stop ke 50 destinasi yang mencakup 20 negara di Eropa dan Afrika Utara. Selain itu, Bremen Airport juga merupakan bandara terdekat dari pusat kota di Eropa, karena hanya membutuhkan waktu 11 menit saja dari pusat kota. Infrastruktur bandara saat ini terdiri dari empat terminal (1, 2, 3 dan E), dua landasan pacu serta fasilitas transportasi darat.

Rome Ciampino Airport (CIA), Roma

Sumber: airport-data.com


Bandara yang terletak 12 km dari pusat kota Roma ini dibuka pada tahun 1916, merupakan bandara aktif tertua kelima di dunia. Rome Ciampino Airport saat ini berfungsi sebagai hub utama maskapai-maskapai bertarif rendah.

Bandara ini menawarkan penerbangan internasional ke sekitar 20 destinasi dan saksi mata dari sekitar 5,5 juta penumpang setiap tahunnya. Pertumbuhan lalu lintas udara yang cepat dewasa ini memaksa Kementerian Transportasi Italia untuk mencari bandara baru untuk Roma dengan kapasitas yang lebih besar. Setelah pembukaan Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino, Rome Ciampino Airport menangani hampir secara eksklusif penerbangan charter dan penerbangan eksekutif lainnya selama lebih dari tiga dekade.

Perhatian! LRT Jabodebek Mulai Terapkan Tarif Maksimal Tap In dan Tap Out di Stasiun yang Sama

Rupanya tidak sedikit pengguna layanan LRT Jabodebek yang melakukan perjalanan untuk sebatas jalan-jalan, namun tanpa meninggalkan stasiun (tujuan). Alih-alih keluar stasiun, pengguna yang telah sampai di tujuan, justru kembali lagi naik kereta ke stasiun asal. Dengan kondisi tersebut, LRT Jabodebek melakukan penerapan tarif bagi pengguna yang melakukan tap in dan tap out di stasiun yang sama.

Baca juga: Layani 1,7 Juta Penumpang di Bulan Mei, LRT Jabodebek Catatkan Jumlah Pengguna Bulanan Tertinggi

Bagi pengguna yang melakukan tap in dan tap out di stasiun yang sama dengan durasi kurang dari 60 menit dikenakkan tarif minimum, sedangkan durasi lebih dari 60 menit akan dikenakan tarif maksimum.

Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengatakan kebijakan ini berlaku untuk mendorong efisiensi penggunaan layanan serta meminimalkan potensi penyalahgunaan fasilitas.

Rincian Tarif
1. Tarif Maksimal:
a. Rp10.000: Berlaku untuk waktu tap in dan tap out lebih dari 60 menit di stasiun yang sama pada hari kerja (Senin s.d Jumat) saat off peak hour, serta pada hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional.
b. Rp20.000: Berlaku untuk waktu tap in dan tap out lebih dari 60 menit di stasiun yang sama pada hari kerja (Senin s.d Jumat) saat peak hour.

2. Tarif Minimum:
a. Rp5.000: Berlaku untuk waktu tap in dan tap out kurang dari 60 menit di stasiun yang sama.

Para pengguna dapat melakukan pembayaran LRT Jabodebek menggunakan KMT KAI Commuter maupun KUE (Katru Uang Elektronik) Perbankan. LRT Jabodebek mengimbau pengguna memperhatikan waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan agar dapat menghindari biaya tambahan yang tidak perlu.

“LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna. Sosialisasi mengenai penerapan tarif ini akan dilakukan secara intensif melalui berbagai media agar pengguna dapat memahami dan mematuhi kebijakan yang berlaku,” tutup Mahendro.

PT KAI Tambah Jumlah Perjalanan LRT Jabodebek, Jadi 336 Perjalanan Setiap Hari

Bell Textron Unggul dalam Survei Kepuasan Pelanggan di Indonesia

Bell Textron Inc., anak perusahaan Textron Inc, meraih hasil yang sangat memuaskan dalam survei kepuasan pelanggan yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar terkemuka, MarkPlus, Inc.

Baca juga: Bell Textron Serahkan Helikopter ‘Mewah’ Bell 429 Designer Series Pertama di Indonesia

Survei yang dilaksanakan dari November 2023 hingga Februari 2024 tersebut dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 21 dari 28 operator helikopter Bell di Indonesia. Secara umum, para operator helikopter Bell yang disurvei memiliki jam terbang rata-rata 354 jam per tahunnya dan telah mengoperasikan helikopter Bell selama lebih dari 10 tahun dalam beragam segmen penggunaan seperti pariwisata, evakuasi medis, transportasi perusahaan dan pemadaman kebakaran.

Menurut laporan yang diterbitkan MarkPlus tersebut, Bell meraih indeks kepuasan yang tinggi secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan pelanggan terbaik dengan produk-produk yang berkualitas. Meski menunjukkan kinerja Bell memuaskan, laporan tersebut juga menemukan beberapa area yang dapat lebih diperkuat, yang menandai pendekatan proaktif Bell terhadap peningkatan kinerja dan kepuasan pelanggan.

“Kami senang sekali Bell meraih hasil yang sangat baik dalam survei kepuasan pelanggan MarkPlus,” kata Yudhi Nugraha, business development manager, Indonesia, Bell. “Pengakuan ini menegaskan dedikasi kami terhadap upaya memenuhi dan melampaui ekspektasi pelanggan, sehingga mendorong kami untuk secara konsisten memperbaiki berbagai layanan dan solusi kami.”

Survei ini juga menyoroti fokus Bell untuk memahami kebutuhan pelanggan serta komitmennya terhadap optimalisasi kegiatan penjualan dan pemasaran agar bisa meraih peluang-peluang pasar baru secara efektif. Dengan roadmap strategis yang dimilikinya, Bell bertujuan untuk memperkuat posisi kepemimpinannya di industri helikopter dengan memberikan solusi-solusi khusus dan dukungan pelanggan yang terbaik.

Bell Textron Tandatangani Dua Kesepakatan Kerjasama dengan Operator Helikopter Indonesia

Electric Multiple Unit, Inilah Basis Teknologi KRL di Indonesia

Electric multiple unit (EMU) atau lebih dikenal dengan kereta listrik sendiri merupakan kereta yang digerakkan dengan tenaga listrik sebaga sumbernya. Di Indonesia sudah memiliki kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dan MRT Jakarta.

Baca juga: Digadang Beroperasi Akhir 2020, Turki Siap Uji Coba Kereta Listrik Produksi Lokal Pertama

Kereta rel listrik sangat mudah diidentifikasi karena menggunakan saluran listrik di atasnya. Ini berbeda dengan kereta yang digerakkan dengan tenaga diesel. Kereta rel listrik bisa menggunakan dua macam sumber listrik yakni sumber dc atau ac. Namun yang umum adalah motor dc yakni 1500 Volt dan untuk kereta super cepat memakai motor ac hingga 25 kV.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, KRL akan melintas di rel dan listrik disalurkan untuk menjalankannya melalui pantograf. Pantograf sendiri harus bisa kontak secara kontinyu dengan konduktor sumber tanpa cepat aus. Selain itu harus aerodinamis karena dipakai dengan kecepatan relatif tinggi terus menerus.

KRL pada awal perkembangannya lebih dominan menggunakan motor dc karena mudah pengaturannya. Di mana cara klasik pengaturan KRL motor dc adalah dengan membatasi tegangan yang masuk ke motor dc menggunakan rheostat sehingga kecepatan motor dc dapat diatur. Efisiensi yang rendah akibat rheostat dan berkembangnya teknologi saklar statis (thyristor) mengakibatkan cara ini sudah tidak lagi dipakai.

Dikutip dari konversi.wordpress.com, sekarang ini untuk mengatur tegangan dc pada KRL motor dc digunakan konverter dc-dc atau sering disebut chopper dc. Sehingga dengan konverter dc-dc pengaturan tegangan lebih mudah dan efisiensi lebih baik. Penggunaan konverter dc-dc dimulai pada KRL generasi tahun 1970.

Pada motor dc, komutator, sikat dan cincin belah merupakan sesuatu yang harus ada, sayangnya banyak kejadian ground fault yang terjadi ketika komutator kontak dengan sikat pada kecepatan putar yang tinggi. Hal ini termasuk salah satu yang mendasari penggunaan motor ac pada KRL.

Kerugian tadi dan semakin berkembangnya teknologi saklar statis untuk rangkaian elektronika daya mengakibatkan KRL generasi selanjutnya lebih memanfaatkan motor ac daripada motor dc. Untuk menggerakkan motor ac pada KRL, apabila sumber yang digunakan berupa sumber dc maka pengaturan kecepatan menggunakan inverter VVVF (variable voltage, variable frequency) untuk mendapatkan tegangan ac tiga fasa yang bisa diubah-ubah tegangan sekaligus frekuensinya sehingga kecepatan motor ac dapat berubah-ubah.

Pada kasus sumber yang dipakai adalah sumber ac satu fasa, diperlukan tambahan penyearah untuk mengubah sumber ac menjadi dc, kemudian baru diubah lagi menjadi tegangan tiga fasa menggunakan vvvf. Pada umumnya sumber ac yang dipakai merupakan sumber satu fasa sedangkan motor ac yang digunakan adalah motor tiga fasa, sampai saat ini konversi satu fasa ke tiga fasa langsung belum bisa.

Penggunaan motor ac pun terbagi menjadi dua macam, ada KRL yang menggunakan mesin ac asinkron dan ada juga yang menggunakan mesin ac sinkron. Contoh terkenal dari KRL yang menggunakan mesin ac sinkron adalah TGV di Perancis. Alasan penggunaan motor ac sinkron pada TGV adalah pada saat generasi TGV pertama rilis, dengan menggunakan mesin ac sinkron, komutasi dan pemadaman thyristor dapat dilakukan secara natural.

Hal ini akan menghilangkan rangkaian tambahan untuk memadamkan thyristor. Alasan lain adalah adanya peraturan berat maksimum dari boogie pada TGV. Teknologi KRL sekarang lebih banyak yang memanfaatkan mesin ac asinkron sebagai motor traksinya. Terdapat dua jenis KRL, terpusat (locomotive-hauled) atau terdistribusi (electric multiple unit/EMU).

Kereta cepat di Eropa kebanyakan menganut sistem terpusat dengan hanya satu gerbong yang memiliki sistem penggerak, seperti lokomotif pada kereta konvensional. Keuntungan dari sistem ini adalah biaya produksi yang lebih rendah karena hanya satu gerbong saja yang berisi peralatan, disamping itu getaran dan kebisingan yang lebih rendah bagi para penumpang.

Sebaliknya KRL yang banyak dipakai di Jepang menganut tipe terdistribusi, termasuk shinkansen (bullet train), sebagai gambaran satu unit KRL biasanya terdiri dari lima gerbong dimana tiga gerbong memilki sistem penggerak dan dua gerbong tanpa penggerak. Keuntungan sistem terdistibusi adalah penyebaran berat yang merata, peluang kegagalan yg lebih rendah karena penggerak yang tersebar, pengereman regeneratif, dan lainnya.

Baca juga: Budi Karya: Kereta Listrik Dipastikan Akan Ada di Ibukota Baru

Pemilihan apakah sistem penggerak terpusat atau terdistribusi murni bebas, bahkan alasan geografis pun bisa dipakai, seperti sistem KRL di Jepang yang jarak antar stasiun berdekatan tentu saja sistem terdistribusi akan lebih baik karena akselerasi dan deselerasi dalam waktu singkat.

Enam Maskapai ini Dikenal Punya Layanan Ekonomi Premium Terbaik

Bagi kebanyakan orang, tidak selalu mudah untuk membedakan antara kelas ekonomi, ekonomi plus, dan ekonomi premium. Semisal dengan memilih ekonomi premium, umumnya menawarkan lebih dari beberapa inci ruang kaki ekstra. Ekonomi premium yang ideal sebagai semacam opsi “kelas bisnis ringan”, dengan makanan yang lebih baik, sajian kuliner yang lebih mewah, kursi yang lebih lapang, dan fasilitas yang ditingkatkan, seperti check-in khusus dan akses ke lebih banyak ruang penyimpanan.

Baca juga: Hadirkan Kelas Ekonomi Premium, Emirates Galau untuk Pesawat yang Digunakan 

Meski berasal dari pembagian kelas ekonomi yang didasarkan atas posisi kursi yang lebih baik, namun tidak semua maskapai menghadirkan ketiga sub kelas di atas. Biasanya maskapai internasional dan rute jarak jauh memiliki kabin ekonomi premium yang menawarkan fasilitas paling banyak, dengan pesawat baru seperti Airbus A350, Airbus A380, Boeing 777, dan Boeing 787 Dreamliner, umumnya dihadirkan ketiga pilihan sub kelas ekonomi tadi.

Dikutip dari cntraveler.com, berikut adalah enam maskapai internasional yang selama ini dianggap menyajikan layanan ekonomi premium terbaik di dunia.

1. Emirates
Emirates memulai debutnya dengan kelas ekonomi premium pada tahun 2021, khususnya, pada pesawat Airbus A380. Fasilitasnya dimulai di bandara, dengan meja check-in terpisah, jatah tas jinjing yang lebih besar, dan pemilihan kursi gratis. Di dalam kabin, Emirates menggunakan elemen desain yang sama dengan kabin kelas bisnis ikonik maskapai, seperti kulit krem ​​dengan detail jahitan dan aksen kayu.

Penumpang juga mendapatkan bantal besar, sandaran kepala enam arah yang dapat disesuaikan, sandaran betis dan kaki, dan layar hiburan dalam penerbangan berukuran lebar 13,3 inci, serta meja makan dengan meja koktail samping, dan port pengisian daya.

Untuk santapan dalam penerbangan, nikmati makan malam tiga menu yang disajikan di peralatan makan porselen Royal Doulton dengan sendok garpu stainless steel. Emirates selalu menyertakan hidangan lokal ke tujuan penerbangan pada menu ekonomi premium—seperti daging sapi lada Thailand dengan nasi melati dan pak choi.

2. Qantas
Kabin ekonomi premium Qantas tersedia di Boeing 787 Dreamliners dan Airbus A380 dan benar-benar terpisah dari kelas ekonomi reguler dengan kursi dalam tata letak dua-tiga-dua. Kursi lebih lebar dan memiliki lebih banyak ruang untuk kaki daripada pelatih, tetapi mereka juga memiliki sandaran tangan yang lebih lebar dengan kompartemen penyimpanan, dua outlet USB, sandaran kepala yang ergonomis, dan sandaran kaki.

Penumpang ekonomi premium akan disambut dengan anggur bersoda, koktail, atau jus gratis saat naik. Makanan disajikan di atas peralatan makan yang dirancang khusus. Fasilitas dalam penerbangan lainnya termasuk headphone peredam bising, bantal besar, selimut wol 100 persen, dan perlengkapan kenyamanan bermerek Napoleon Perdis. Penumpang di kabin juga memiliki akses ke konter check-in khusus dan boarding prioritas.

3. All Nippon Airways (ANA)
Penumpang yang memesan kelas ekonomi premium di ANA akan menerima banyak manfaat yang sama seperti terbang di kelas bisnis mewah maskapai penerbangan Jepang. Pada penerbangan internasional, penumpang kelas ekonomi premium mendapatkan jaminan akses ke ruang tunggu ANA di bandara utama, termasuk bandara Haneda dan bandara Narita di Tokyo, bandara Kansai Osaka, dan bandara Honolulu. Juga menerima prioritas penanganan bagasi.

Kursi ekonomi premium terbaru ANA, yang terdapat di pesawat Airbus A380, Boeing 787-10, dan Boeing 777-300ER, memiliki pitch 38 inci yang lapang, sandaran kaki yang menopang betis, monitor pribadi besar 15,6 inci, dan lampu baca yang dapat disesuaikan terpasang pada sandaran kepala.

Selama penerbangan, mereka yang duduk di kelas ekonomi premium dapat memesan dari menu minuman kelas bisnis, yang mencakup pilihan pilihan Champagne, sake, anggur merah dan putih, anggur plum Umeshu, dan shochu. Saat waktu makan tiba, penumpang akan disuguhi hidangan favorit maskapai yang memadukan masakan Asia dan Barat, termasuk roti buatan sendiri yang disajikan di kelas bisnis.

4. Virgin Atlantic
Di dalam kabin pesawat Virgin Atlantic yang dirancang dengan apik, ada banyak hal yang bisa dirayakan—seperti kabin Kelas Atas yang diperbarui pada pesawat Airbus A350 milik maskapai dengan lounge The Loft.

Penumpang premium mendapatkan jalur check-in dan drop bagasi khusus, ditambah boarding prioritas. Setelah naik, penumpang diberikan segelas sampanye selamat datang gratis. Penerbangan tertentu juga mencakup layanan teh sore khas Virgin, yang menyajikan sandwich, kue teh, dan scone hangat dengan selai dan krim beku.

5. Singapore Airlines
Singapura, yang dikenal dengan suite kelas satu yang luar biasa, juga memiliki produk ekonomi premium yang solid yang tersedia di pesawat A350, A380, dan Boeing 777.

Tempat duduknya luas dengan lebar hingga 19,5 inci, sandaran delapan inci, serta sandaran betis dan kaki. Setiap tempat juga memiliki dua port USB dan layar 13,3 inci yang dilengkapi dengan headphone peredam bising. Ada juga area penyimpanan individu yang dirancang khusus untuk botol air, laptop, dan headphone. Sementara sebagian besar kursi berada dalam tata letak dua-empat-dua, pesawat A350-900ULR maskapai memiliki enam kursi tunggal yang tersedia, yang akan memberikan pengalaman lebih seperti kelas bisnis.

Baca juga: Dalam Penerbangan, Pilih Kelas Ekonomi Premium Atau Ekonomi Biasa?

6. Cathay Pacific
Selain kelas bisnis maskapai penerbangan Hong Kong Cathay Pacific secara konsisten menempati peringkat favorit, namun ekonomi premiumnya pada Boeing 777 dan A350 juga patut diperhatikan.

Terletak di kabin terpisah dalam tata letak dua-empat-dua, kursi memiliki ruang yang cukup dengan lebar hingga 20 inci dan ketinggian hingga 40 inci, menurut Seat Guru. Ada juga sandaran betis panjang penuh dan sandaran kaki berlapis kulit pada A350 dan Boeing 777-300ER, dan meja baki yang lebih besar. Selain itu, ada meja koktail mini terpisah, yang dapat menampung minuman selamat datang gratis yang diterima penumpang saat boarding.

Penumpang ekonomi premium memesan dari menu yang ditingkatkan, diberikan boarding prioritas, dan memiliki akses ke konter check-in khusus di bandara tertentu.

 

Singapore Airlines Naikkan Biaya Pemilihan Kursi di Kelas Ekonomi dan Ekonomi Premium

0

Singapore Airlines (SIA) menghadapi reaksi keras dari netizen menyusul kenaikan biaya pemilihan kursi baru-baru ini, dengan beberapa orang menyatakan “tidak masuk akal untuk menggunakan SQ lagi.” Menurut Mainly Miles, maskapai ini memperbarui struktur biayanya mulai tanggal 1 Juli 2024, yakni dengan memberlakukan kenaikan biaya pada kursi kelas ekonomi dan kelas ekonomi premium.

Baca juga: Penumpang Wajib Tahu, Ini Tips Mendapatkan Upgrade Kelas Kursi Secara Gratis dari Pramugari!

Langkah ini dilakukan kurang dari tiga tahun setelah penyesuaian terakhir SIA terhadap biaya pemilihan kursi terakhir pada tahun 2021.Biaya yang direvisi sekarang mengkategorikan pilihan kursi ke dalam lima kelompok harga berbeda berdasarkan jarak penerbangan.

Untuk rute pendek di Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam, memilih kursi standar di kelas ekonomi kini dikenakan biaya US$10 (S$13,53), naik dari US$8. Kursi dengan ruang kaki ekstra pada penerbangan ini juga mengalami peningkatan menjadi US$30, dibandingkan sebelumnya sebesar US$25.

Pada rute yang lebih jauh ke tujuan seperti Hong Kong, Cina, India, Jepang, dan Korea Selatan, biaya kursi kelas ekonomi standar meningkat menjadi US$15 dari US$10. Kursi dengan ruang kaki ekstra tetap seharga US$60.

Untuk penerbangan ke Amerika Serikat dan Kanada, biaya kursi kelas ekonomi standar meningkat menjadi US$35, naik dari US$25, sementara kursi Extra Legroom kini berharga US$130, sebelumnya US$120.

Berita mengenai kenaikan harga ini telah memicu kritik di dunia maya, dengan banyak warganet yang menyatakan ketidakpuasan atas apa yang mereka anggap sebagai kenaikan biaya yang signifikan tanpa adanya perbaikan dalam layanan.

Seorang pengguna mengeluh, “Tidak masuk akal lagi menggunakan SQ.” Salah satu komentator menyindir, “Sepertinya mereka bertahan dalam perjalanan korporat ke luar Singapura dan jelas membuat perbedaan besar antara pelancong korporat dan pelanggan “normal” yang harus membayar sendiri. Pertanyaannya adalah apakah ini strategi yang tepat?”

Enam Maskapai ini Dikenal Punya Layanan Ekonomi Premium Terbaik

Thailand Akan Menutup Duty Free Shops di Bandara Internasional

Duty free Shops atau toko-toko bebas bea di area kedatangan Bandara Internasional di Thailand akan ditutup untuk mendorong lebih banyak pengunjung berbelanja di toko-toko domestik. Langkah ini diperkirakan akan menghasilkan belanja ritel lokal baru hingga THB3,5 miliar (US$96 juta) setiap tahunnya.

Baca juga: Tak Ada Lagi ‘Duty Free Shop’ di Bandara New Delhi

Seperti dikutip Vnexpress.net, Rudklao Intawong Suwankiri, wakil juru bicara Pemerintah Thailand, mengatakan bahwa para menteri minggu ini mengakui pedoman untuk mempromosikan Thailand sebagai pusat pariwisata dan belanja, seperti yang diusulkan oleh Kementerian Keuangan.

Ia mencatat bahwa ketiga operator bisnis bebas bea masuk telah sepakat untuk menangguhkan operasi di delapan bandara internasional, yaitu Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Phuket, Hat Yai, U-tapao, Samui, dan Krabi. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk mendorong belanja di toko dalam negeri.

Statistik dari Departemen Bea Cukai menunjukkan bahwa penjualan dari toko bebas bea masuk berjumlah THB3,02 miliar pada tahun 2023. Rudklao mengatakan kemampuan wisatawan untuk membeli barang dari toko bebas bea masuk mengurangi peluang belanja barang dalam negeri.

Kementerian Keuangan negara tersebut memperkirakan bahwa penutupan toko bebas bea masuk akan meningkatkan pengeluaran wisatawan asing sebesar THB570 per orang dalam setiap perjalanan.

“Duty Free” Pada Minuman Keras, Untung Yang Dihasilkan Sedikit

Joint Venture antara Singapore Airlines dan Garuda Indonesia Mendapat Lampu Hijau

Singapore Airlines dan Garuda Indonesia telah mendapat persetujuan dari Competition and Consumer Commission of Singapore (CCCS) untuk perjanjian usaha patungan komersial.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Bentuk ‘Joint Venture’ Rute Penerbangan

Dengan persetujuan CCCS, kedua maskapai penerbangan ini akan dapat memperdalam kemitraan strategisnya dalam aktivitas komersial yang lebih luas seperti mengoperasikan penerbangan bagi hasil bersama antara Singapura dan Indonesia, mengoordinasikan jadwal penerbangan untuk menawarkan lebih banyak pilihan dan konektivitas tanpa batas kepada wisatawan, dan menjajaki penjualan bersama. dan inisiatif pemasaran.

Selain itu, kedua maskapai juga telah melakukan inisiatif termasuk memberikan anggota KrisFlyer dan GarudaMiles opsi untuk memperoleh dan menukarkan miles pada rute codeshare. Saat ini, maskapai penerbangan ini melakukan codeshare pada penerbangan antara Singapura dan kota-kota di Indonesia seperti Bali, Jakarta, Medan dan Surabaya. Mereka juga melakukan codeshare pada rute jarak jauh antara Singapura dan Johannesburg, London (Heathrow) dan Mumbai.

“Kemitraan strategis yang kuat antara Garuda Indonesia dan Singapore Airlines telah memungkinkan kami memperluas layanan codeshare selama beberapa tahun terakhir, menawarkan lebih banyak pilihan penerbangan kepada pelanggan kami. Dengan persetujuan CCCS, kami siap untuk memperdalam kolaborasi kami di cakupan aktivitas komersial yang lebih luas,” kata Goh Choon Phong, CEO Singapore Airlines.

“Seiring dengan upaya yang sedang berlangsung untuk memperkuat hubungan antara program keanggotaan frequent flyer kami, hal ini akan memberikan pelanggan kami lebih banyak pilihan dan peningkatan nilai. Kemitraan ini menggarisbawahi komitmen kedua maskapai untuk meningkatkan konektivitas antara Indonesia dan Singapura dan sekitarnya, sehingga meningkatkan bisnis keduanya. dan perjalanan rekreasi, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” tambah Goh.

“Kami sangat senang menerima persetujuan ini, karena hal ini menandai kemajuan signifikan terhadap komitmen kami untuk meningkatkan kualitas layanan serta memperluas jaringan Garuda Indonesia dan Singapore Airlines melalui kemitraan yang semakin mendalam,” kata Irfan Setiaputra, presiden dan CEO, Garuda Indonesia.

Inisiatif joint venture yang tengah dipersiapkannya saat ini menjadi salah satu strategi untuk memastikan penciptaan nilai yang luas bagi pelanggan setianya. “Memiliki persetujuan regulasi sebagai langkah awal dalam perjanjian komersial akan memberikan lebih banyak peluang untuk mengembangkan ide-ide strategis yang dijalankan dengan baik,” kata Irfan.

Singapore Airlines dan Garuda Indonesia pertama kali mengumumkan rencana untuk mengadakan perjanjian usaha patungan pada Mei tahun lalu. Pengaturan tersebut harus menunggu persetujuan regulator dan akan memperluas nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua maskapai pada November 2021.

Saat itu, usulan usaha patungan mencakup rute antara Singapura dan Denpasar, Jakarta dan Surabaya dan memungkinkan Singapore Airlines dan Garuda Indonesia untuk mengoordinasikan jadwal, menjajaki penerapan inisiatif baru, dan banyak lagi.

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja sama dalam Frequent Flyer Program

Hindari Dampak Turbulensi, Korean Air Hentikan Layanan Kabin Lebih Awal Jelang Pendaratan

Buntut dari beberapa insiden yang terkait turbulensi ekstrim telah membuat maskapai penerbangan internasional untuk lebih bersiap diri. Selain membuat video keselamatan baru yang lebih menarik dan tepat sasaran, langkah terbaru dilakukan oleh maskapai Korean Air, yang belum lama ini mengumumkan standar baru dalam pelayanan kabin.

Baca juga: Marak Turbulensi Ekstrim, Emirates Rilis Video Keselamatan Terbaru yang Lebih “To The Point”

Seperti dikutip Business Insider (3/7/2024), Korea Air disebut akan menghentikan layanan kabin lebih awak guna melindungi diri dari meningkatnya turbulensi. Korean Air mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan menyelesaikan layanan kabin 20 menit lebih awal untuk rute jarak menengah dan jauh.

Ini artinya layanan kabin kini berakhir 40 menit sebelum mendarat. Korean Air mengatakan perubahan tersebut akan memungkinkan layanan dalam penerbangan dihentikan sebelum pesawat turun untuk mendarat.

Sebagai salah satu dari 10 maskapai penerbangan yang mendapat peringkat bintang lima oleh Skytrax, maka keputusan Korean Air dapat mempengaruhi maskapai lain untuk melakukan tindakan serupa.

Hal ini terjadi setelah Singapore Airlines – yang juga mendapat peringkat bintang lima – mengubah protokol layanan kabinnya. Hal ini menyusul insiden turbulensi parah di salah satu pesawatnya pada bulan Mei, yang menewaskan seorang pria berusia 73 tahun dan puluhan lainnya luka-luka.

Beberapa hari kemudian, Singapore Airlines mengatakan tidak akan lagi menyajikan makanan ketika lampu sabuk pengaman menyala.

Dalam pengumumannya pada hari Senin, Korean Air mengatakan turbulensi telah “menjadi masalah yang terus-menerus dan terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.” Ia menambahkan bahwa jumlah insiden meningkat dua kali lipat pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019.

Maskapai ini juga menyatakan bahwa krisis iklim mempunyai dampak. “Turbulensi menjadi lebih sering terjadi, terutama saat pesawat turun, karena perbedaan suhu yang besar antar ketinggian,” katanya. Turbulensi terjadi akibat gesekan antar molekul udara yang disebabkan oleh perbedaan kecepatan angin. Iklim yang memanas memberikan lebih banyak energi ke udara, sehingga menciptakan lebih banyak gesekan.

Hal ini terutama terlihat di sekitar aliran jet, di mana turbulensi udara jernih paling sering terjadi. Dalam studi tahun 2023, para peneliti dari University of Reading menemukan turbulensi semakin sering terjadi di Atlantik Utara, di sekitar aliran jet kutub utara.

Kurangi Efek Turbulensi, Sebaiknya Pilih Kursi di Dekat Sayap

Garuda Indonesia Sajikan “Nasi Kapau” Sebagai In-Flight Meals di Rute Jakarta – Amsterdam

Nasi Kapau menjadi salah satu dari ragam pilihan menu baru program “Garuda Rasa” yang akan diperkenalkan pada pilihan menu Garuda Indonesia. Menu tersebut merupakan bagian dari improvement signature meals yang kedepannya akan dihadirkan Garuda Indonesia secara bertahap pada layanan penerbangannya.

Baca juga: Sajikan 77 Juta In-flight Meals Setiap Tahun, Inilah Strategi yang Diterapkan Emirates

Garuda Indonesia memperkenalkan ragam menu pilihan baru khas nusantara pada program bertajuk “Garuda Rasa” yang merupakan wujud komitmen berkelanjutan Perusahaan untuk memperkenalkan menu kuliner khas berbagai daerah dari Aceh sampai Papua. Terdapat 3 program dalam Garuda Rasa ini yaitu Signature Indonesia Dish (Hidangan Nusantara), Thematic Local Dish (Hidangan Khas Daerah), dan Local Snack (Kudapan Nusantara) yang nantinya akan disesuaikan dengan rute dan durasi penerbangan.

Adapun Signature Indonesian Dish yang secara bertahap mulai diperkenalkan adalah Menu Khas Sumatera, Bali dan Jawa pada rute Jakarta – Singapura dan Jakarta – Denpasar.

Salah satu menu baru inflight meals yang juga turut diperkenalkan pada rute Jakarta – Amsterdam pp di Business Class adalah “Nasi Kapau” yang mulai disajikan pada penumpang penerbangan GA 88 rute Jakarta – Amsterdam pada hari Minggu (23/6). Lebih lanjut, pilihan menu “Nasi Padang” juga turut dihadirkan pada penerbangan kembali dari Amsterdam menuju ke Jakarta melalui penerbangan GA 89. Kedepannya ragam menu khas Nusantara ini ini juga akan turut diperkenalkan pada beberapa rute internasional lainnya.

Sebelumnya Garuda Indonesia juga memperkenalkan Thematic Local Dish khas Kalimantan seperti Lontong Banjar, Ketupat Kandangan, Nasi Kuning Samarinda, dan sebagainya dengan total 12 menu yang di rotasi setiap periode pada penerbangan dari dan menuju Balikpapan sejak 15 Juni 2024.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa program “Garuda Rasa” tersebut merupakan wujud komitmen Garuda Indonesia sebagai national flag carrier dalam mendukung pengembangan kuliner khas nasional dengan memperkenalkan berbagai makanan daerah dalam penerbangan Garuda Indonesia baik pada penerbangan domestik maupun internasional.

“Merupakan komitmen berkelanjutan bagi kami di Garuda Indonesia sebagai national flight carrier tidak hanya dalam menyediakan layanan transportasi udara yang aman dan nyaman untuk para pengguna jasa, melainkan juga turut membawa berbagai ciri khas terbaik bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan kebudayaan, pariwisata, kuliner, hingga produk-produk kreatif,” jelas Irfan.

Lebih lanjut, nantinya melalui program “Garuda Rasa” tersebut, Garuda Indonesia juga akan memperkenalkan Thematic Local Dish Aceh dan Sumatera Utara pada penerbangan dari dan menuju Banda Aceh dan Medan khususnya dalam menyambut pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) pada bulan September mendatang. Serta untuk sajian Local Snack rencananya akan dihadirkan pada rute Jakarta – Solo pp di Business Class. dengan menu-menu khas kudapan nusantara.

“Dengan mulai diperkenalkannha ragam menu khas nusantara baru dalam in-flight meals Garuda Indonesia, kami harapkan akan dapat membawa kuliner Indonesia semakin dikenal ke berbagai penjuru dunia. Kedepannya, kami akan menjajaki berbagai opsi kuliner nusantara yang dapat kami optimalkan menjadi menu signature baru dalam in-flight meals Garuda Indonesia,” tutup Irfan.

Dengan Dalih Kurangi Makanan Terbuang, JAL Tawarkan Penumpang untuk ‘Skip Meals’