Italia (2): Berburu Wisata di Florence dalam Satu Hari

Melanjutkan kisah perjalanan di Italia, hari kedua kami tak membuang-buang waktu hanya di Venesia, kami melanjutkan perjalanan ke kota Florence. Dalam perjalanan menuju Florence kami memilih naik kereta api dari stasiun Santa Lucia, Venesia menuju stasiun Santa Maria Novella, Florence. Dari geografi, Florence berada di sebelah selatan Venesia, dan perjalanan dengan kereta cepat dapat kami tempuh selama lebih kurang 3 jam.

Baca juga: Italia (1) – Menjajal Transportasi di Venesia, Tak Beda Jauh dengan TransJakarta

Perjalanan menggunakan kereta menuju Florence menjadi yang paling popular dan diminati para pelancong. Untuk berkerata, kami sudah membeli tiket online kurang lebih tiga bulan sebelum jadwal keberangkatan. Tiket kereta Venesia – Florence (PP) sekitar 60 Euro bila dibeli secara online. Tetapi saat berada di stasiun, ada tiket box online bagi penumpang yang mau membeli secara langsung. Penasaran dengan harga tiket, saat itu kami coba melihat dan ternyata harga yang ditawarkan untuk pembelian langsung memiliki perbedaan cukup besar, yakni lebih mahal sekitar 30-40 Euro per tiketnya. Memang, sebelum kami menuju ke Eropa, kami melakukan searching, apakah ada tiket yang bisa di beli di online atau tidak, karena memang ada, maka kami membelinya dan bisa dikatakan cukup beruntung. Tiketnya dibeli melalui website Italiarail.

Perjalanan dari Venesia menuju ke Florence menggunakan kereta kelas ekonomi. Selama tiga jam menikmati panorama Italia, makan dan minum tentu diiperbolehkan, termasuk membawa bekal makanan yang dibeli dari luar kerera. Di kereta ekonomi, tidak diberikan fasilitas apapun kecuali bacaan majalah. Untungnya, kami sempat mendapat upgrade tiket ke kelas bisnis sehingga mendapat snack berupa roti dan minuman seperti kopi atau pun teh.

Baca juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun

Menikmati perjalanan melihat sisi kanan dan kiri dengan kereta, kereta api di sini juga tak jauh berbeda dengan kereta di Indoensia dengan duduk berhadap-hadapan. Sesampai di Florence, kami langsung menuju terminal bus dan membeli tiket wisata yang bernama Hop On Hop Off. Hop On Hop Off ini adalah bus wisata mirip double dekker (bus tingkat khas Inggris) hanya saja atapnya di lantai dua terbuka sehingga wisatawan bisa menikmati pemandangan kota Florence.

Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London

Untuk tiket bus Hop On Hop Off ini seharga 23 Euro dan bisa digunakan selama 24 jam nonstop. Dengan 23 Euro, jalur bus terbagi tiga sesuai arah dan tujuan landmark yang ditelusuri. Karena tujuan awal kami menuju gereja Santa Croce, maka kami menggunakan bus yang menuju ke sana dan tempat wisata yang searah. Sayangnya, kami tidak sempat mengantri untuk masuk kedalam gereja, pasalnya di hari kedatangan telah dipenuhi para pelajar dari berbagai daerah di Italia.

Bus Hop On Hop Off

Baca juga: Berkereta Lebih dari 8 Jam, Siapkan Jurus Ini Agar Anda Survive!

Mengenai Santa Croce, memiliki makam Florentis penting dan juga menjadi makan seperti tokoh-tokoh terkenal yakni Michelangelo, Rossini hinnga Galileo Galilei. Disini kami disuguhkan dengan lukisan-lukisan nan atistik yang menceritakan kehidupan Santo Fransiskuus dan Santo Yohanes dari Evangelista. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan menuju Piazzale Michelangelo, yang lokasi lebih tinggi dari pusat kota Florence.

Berpose dengan latar Santa Croce.

Di sini, kami bisa melihat kota Florence secara keseluruhan dari ketinggian. Kemudian kami mengunjungi jembatan Vecchio Bridge yang terkenal di kota Florence. Sayangnya lagi, kami hanya sebentar di Florence karena harus mengejar kereta kembali menuju Venesia. Padahal di Florence banyak sekali tempat wisata yang tak cukup untuk didatangi dalam waktu satu hari.

Piazzale Michelangelo.

Florence, ibu kota provinsi Firenze, regional Tuscana, Italia ini dibelah oleh sungai Arno di kaki perbukitan Apennine dengan populasi sekitar 400ribu jiwa. Kota ini, sejak abad 14 hingga ke 16 dikenal sebagai pusat budaya, ekonomi dan keuangan penting di Italia. Tak hanya itu, kota ini juga dijuluki sebagai Athena Barat karena keindahannya dan dianggap sebagai salah satu pelopor kelahiran seni budaya di Italia.

Perjalanan kami belum berakhir di Italia, kota berikutnya yang akan kami sambangi adalah kota mode Milan. Nantikan kelanjutan cerita perjalanan ini di KabarPenumpang.com(Dessyta Octavera Santi – karyawati swasta di Jakarta)

Baca juga: Italia (3) – Akhirnya, Menatap Langsung Piazza Duomo di Milan