“Zero Mistake dan Tahan Tekanan,” Jadi Keharusan Bagi Petugas Menara ATC

Untuk mengatur lalu lintas penerbangan, kebanyakan bandara dilengkapi fasilitas menara ATC, suatu struktur bangunan yang menjulang tinggi dan begitu mudah dilihat. Mengatur lalu lintas penerbangan, itu artinya keselamatan nyawa banyak orang digantungkan oleh petugas ATC. Sudah barang tentu ATC bukan tempatnya orang-orang yang punya jiwa lemah, pasalnya tuntutan zero mistake selalu dikedepankan oleh para “pegawai tinggi” ini.

Baca Juga: Mengenal Serba Serbi dan Peran Air Traffic Controller

Sebagaimana yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, sistem menara ATC terbagi ke dalam tiga bagian: Aerodrome Control Service (biasanya berpartner dengan petugas darat untuk memberikan isyarat kepada pesawat untuk take-off atau landing), Approach Control Service (mengatur ketinggian pesawat), dan Area Control Sevice (memberikan clearance kepada pesawat yang sedang menjelajah ).

Bagi bandara kecil yang lalu lintas udaranya tidak terlalu padat, tentu menjadi seorang petugas ATC akan terasa sangat membosankan – berbanding terbalik dengan bandara yang memiliki tingkat lalu lintas udara yang padat, pekerjaan ini akan terasa sangat melelahkan. Lagi, satu poin yang membuat pekerjaan ini terasa semakin berat adalah prinsip zero mistake – dimana salah informasi sedikit saja, maka kekacauan hingga kecelakaan pesawat bisa saja menanti dalam jangka waktu beberapa menit ke depan.

“Sebenarnya yang diperlukan di ATC bukanlah orang-orang brilian, tetapi orang yang mampu menghadapi stress condition yang disebabkan oleh rutinitas pekerjaan dalam mengatur gerak pesawat. Tidak bisa dipungkiri, ini merupakan pekerjaan dengan risiko yang sangat tinggi,” ujar petugas menara ATC di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Gatot Sugiarto, dikutip KabarPenumpang.com dari majalah Angkasa bulan Januari 1991.

“Mengingat sifat dari pekerjaannya yang memerlukan ketekunan dan ketelitian tingkat tinggi, maka petugas ATC tidak boleh membawa konflik ke dalam ruang kerja. Harus diselesaikan dulu, baru bisa lanjut bekerja,” ujar rekan Gatot, Bagyo Mardianto.

Ya, dikhawatirkan jika seorang petugas ATC membawa masalah ke dalam ruang kerja, maka itu akan mengganggu fokusnya ketika bekerja – dan tidak menutup kemungkinan akan membahayakan pesawat yang diatur olehnya.

Belum lagi soal kondisi alat yang mungkin saja lebih buruk ketimbang fasilitas yang didapatkan oleh seorang petugas ATC ketika masih dalam masa pelatihan – kasus seperti ini juga tidak sedikit ditemukan di kalangan pengatur pesawat.

Baca Juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Namun kini jaman sudah berkembang, dimana modernisasi sudah merambah segala sektor – tidak terkecuali di menara ATC. Teknologi Digital Air Traffic Solutions telah dirilis oleh SAAB AB, manukfaktur asal Swedia yang kondang sebagai pemasok sistem senjata mutakhir pada awal tahun 2017 silam.

Lewat solusi ini, indera penglihatan sang pengatur lalu lintas ‘diperpanjang’ dengan perangkat kamera yang terpasang pada tower. Dengan teknologi ini, maka tidak ada lagi aktivitas petugas ATC yang mengawasi seluruh pergerakan di sekitaran bandara dari atas menara. Petugas pengatur lalu lintas pun tak harus berada dekat atau di dalam area bandara alias remote.

Dan jika teknologi semacam ini sudah benar-benar ‘terdistribusikan’ secara sempurna ke seluruh dunia, bagaimana nasib para pegawai menara ATC kelak?

 

Dalam Bahasa Ceko, ‘SMRT’ Ternyata Punya Arti ‘Kematian’

Apa jadinya saat Singapore Mass Rapid Transit atau yang sering dikenal SMRT saat di cari dalam Google Translate memilik arti yang berbeda? Ya, SMRT bila di terjemahkan dengan menggunakan bahasa Ceko dan Slovakia ternyata adalah kematian.

Baca juga: Bukan SMRT, Ternyata Taipei Metro Lebih Andal dalam Sistem MRT di Dunia

Cukup menakutkan memang, tetapi arti itu sepertinya memang tidak berpengaruh ke Singapura. Namun simbolisasi yang sedikit menakutkan ini dikaitkan dengan beberapa insiden berbahaya hingga fatal dan terjadi saat menggunakan SMRT.

Arti SMRT dalam bahasa Ceko adalah Kematian

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theindependent.sg, SMRT yang artinya kematian dalam bahasa Ceko tersebut ternyata memiliki topik seru tersendiri. Pasalanya seorang warganet pengguna Reddit jxjxjxx menggunggah tangkapan layar pada 31 Maret kemarin dari Google Translate yang menunjukan “SMRT” berarti “kematian” dalam bahasa Ceko.

“Haha. Terjemahan ini epik, ‘yang dengan sendirinya menjawab sendiri,’ Bukan hanya epik tapi benar,” ujar seorang warganet dengan akun trolledgt.

Bahkan bagi warganet yang haus berita sebuah lama citocam memberikan sesuatu yang menarik dengan berita seorang karyawan SMRT yang meninggal setelah tertabrak kereta itu karena dirinya tidak mengikuti protokol keamanan yang diberikan oleh staf SMRT. Adapun ketidakmampuan lainnya dimana melibatkan penandatanganan formulir kerja untuk pekerjaan yang sebenarnya tidak pernah dilakukan.

Hal ini bahkan menyebabkan stasiun bawah tanah ditutup karena ada air di lintasan kereta. Bahkan ada sambungan rel ketiga yang copot dan tidak diselidiki atau dipelihara.

Ini yang membuat kerusakan diketahui tahun 2011 lalu dimana akhirnya Komite Penyelidikan siap melakukan pemeriksaan kerusakan itu. Tak hanya itu, baru-baru ini SMRT sendiri melaju tetapi beberapa pintu kereta masih terbuka.

Adapula beberapa kasus kebocoran refrigeran di kabin kereta serta masalah lainnya. Seorang pengguna Reddit lainnya yakni naka2323 juga ikut membagikan pengalamannya saat berada di dalam kereta SMRT dan masinis setengah tertidur.

“Oh ya, saya baru ke Singapura, tetapi hari ini saya berada di kereta SMRT dan pengemudi setengah tidur. Saya benar-benar tidak tahu bagaimana ini diperbolehkan,” tulisnya.

Baca juga: Hantam Panel Penutup Eskalator, Penumpang SMRT Dilarikan ke Rumah Sakit. Lukanya Bikin Merinding!

Citocam memberikan beberapa saran dan merekomendasikan untuk merekam video kejadian tersebut, jika hal itu terjadi lagi, dan melaporkannya ke LTA dan SMRT.

“Yah, lain kali coba catat nomor bus, arah, tanggal dan kira-kira. Waktu ketika Anda menghadapi masalah semacam ini. Cobalah umpan balik ke SMRT, dan mungkin LTA. Ada CCTV di dalam bus, Otoritas dapat memeriksanya untuk menyelidiki laporan. Juga lebih baik jika Anda juga punya video. Tetap aman,” kata citocam

Siemens dan DB Cargo Tampilkan Lokomotif Hybrid Baru, Kurangi 25.000 Ton Emisi Karbon per Tahun

Siemens Mobility telah meluncurkan lokomotif hybrid terbarunya, model ringan Vectron Dual Mode, yang dirancang untuk DB Cargo Jerman. Sebanyak 150 lokomotif, yang dirancang dengan fokus pada pengurangan emisi, akan dibangun untuk anak perusahaan kargo kereta api Deutsche Bahn (DB) yang berencana menggunakannya sebagai bagian dari “rantai pasokan yang hampir bebas CO2”.

Baca juga: Progress Rail Pasok 54 Unit Lokomotif ‘Ramah Lingkungan’ CC205 ke PT KAI

Sigrid Nikutta, Kepala DB Cargo, mengatakan: “Lokomotif generasi baru ini penting bagi DB Cargo. Banyak pelanggan yang akan mendapatkan keuntungan dari hal ini dan – yang penting bagi kita semua – lingkungan adalah pemenangnya. “Jika kami mengoperasikan lokomotif ini dengan listrik ramah lingkungan dan diesel HVO dari minyak goreng, kami menawarkan kepada pelanggan kami rantai pasokan yang hampir bebas CO2 dari awal hingga akhir – tanpa pemberhentian di tengah jalan.”

Lokomotif ini beberapa ton lebih ringan dibandingkan model Vectron Dual Mode asli dan dapat dengan mudah beralih antara penggerak bertenaga listrik dan diesel untuk mempertahankan pengoperasian di seluruh bagian jaringan kereta api tanpa saluran udara.

Kendaraan baru pertama, yang dikirimkan berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada tahun 2020, akan digunakan di pangkalan marshalling Halle (Saale) di Saxony-Anhalt, Jerman dan di negara bagian tetangga Saxony.

Michael Peter, CEO Siemens Mobility, berkata: “Kami mendukung DB Cargo dalam menerapkan rantai pasokan ramah iklim hingga ‘last mile’. Dengan armada awal lokomotif yang berkekuatan 150 unit, DB Cargo berharap dapat menghemat sekitar 12 juta liter bahan bakar dan mengurangi emisi karbon sebesar 25.000 ton per tahun.

Armada ini juga mewujudkan tujuan perusahaan untuk melengkapi 70% lokomotif dieselnya dengan “penggerak inovatif” pada tahun 2030 sebagai bagian dari target DB yang lebih luas untuk menjadi netral karbon pada tahun 2040.

“Pasumai,” Lokomotif Ramah Lingkungan dengan Pilihan Tenaga Listrik Pantograf atau Baterai

Museum Kereta Api Bondowoso, Saksi Sejarah Gerbong Maut Pengangkut 100 Pejuang Kemerdekaan

Menjadi salah satu dari tiga stasiun kereta api di Indonesia setelah Ambarawa dan Sawahlunto, Bondowoso juga merupakan museum kereta pertama di Jawa Timur. Stasiun ini pernah menjadi saksi sejarah pengangkutan 100 pejuang yang menjadi tawanan penjajah Belanda dan dikenal dengan peristiwa gerbong maut.

Baca juga: Di Sawahlunto, Ternyata Juga Ada Museum Kereta Api

Uniknya museum kereta Bondowoso diresmikan pada perigatan Kemerdekaan Indonesia ke-71 atau pada 17 Agustus 2016 yang juga sekaligus peringatan hari jadi Bondowoso ke 197. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa stasiun Bondowoso diresmikan menjadi museum oleh bupati Bondowoso Amin Said Husni yang saat itu menjabat.

Museum kereta api Bondowoso sendiri saat ini juga berstastus cagar budaya dan dibagi beberapa ruang pamer. Ruang pamer pengantar, pamer utama, pamer gerbong maut, pamer komoditas dan kedepannya ada ruang PPKA. Koleksi museum Bondowoso ini terdiri dari peralatan kerja yang pernah digunakan kereta api dari masa ke masa seperti Edmonson, mesin cetak tanggal karcis, lampu Hansen, stempel, mesin tik, telepon, topi PPKA, pluit, foto dan reglement.

Stasiun Bondowoso masa lalu

Adapula beberapa miniatur lokomotif, berbagai foto pejuang dan pernak pernik peninggalan masa perjuangan pahlawan Indonesia di Bondowoso. Tak hanya melihat koleksi, para pengunjung museum juga bisa menikmati film suasana kereta api tempo dulu di museum kereta api Bondowoso.

Menjadi salah satu destinasi baru, museum ini juga menjadi sarana pendidikan untuk mengenal sejarah terutama sejarah perkeretaapian Indonesia. Membahas Bondowoso, di ruang museum komoditas, pengunjung akan mendapat informasi tentang peristiwa gerbong maut yang terjadi pada 23 November 1947, saat 46 dari 100 pejuang yang ditawan mati lemas setelah perjalanan 16 jam dengan menahan lapar serta dahaga. Saat itu diketahui, gerbong kereta ketiga tersebut terbuat dari plat baja tanpa ventilasi dan memberangkatkan pejuang yang ditawan dari Bondowoso menuju Surabaya.

Pemindahan tahanan dilakukan dengan menggunakan kereta api. Setiap satu gerbong diisi sekitar 30 orang. Gerbong pertama GR5769 dan gerbong kedua GR4416 masih memiliki lubang ventilasi udara meskipun sangat kecil, namun gerbong ketiga GR10152 tidak ada ventilasi sama sekali meski baru dibuat.

Kini, meski tinggal kenangan, kisah ini menjadi salah satu bukti kepahlawanan anak bangsa melawan penjajah. Stasiun Bondowoso sendiri merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kademangan, Bondowoso.

Stasiun ini berada di ketinggian +253 meter dan masuk dalam Daerah Operasional IX Jember. Dulu sempat melayani kereta lokal tujuan Jember-Panarukan (PP) dan tahun 2004 lalu kereta api tersebut di nonaktifkan karena prasarana yang sudah sangat tua. Berada hanya satu kilometer dari alaun-alun kota, stasiun ini memiliki enam jalur kereta dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Namun sebelum akhirnya di nonaktifkan, jalurnya hanya tersisa dua saja.

Gerbong maut pembawa pejuang Indonesia

Jalur stasiun Bondowoso ini tahun 2017 lalu sempat akan diaktifkan kembali dengan tujuan ke Tamanan dan akan digunakan sebagai angkutan wisata loko uap Bondowoso-Tamanan (PP) sembari menunggu pembangunan kembali jalur kereta api Kalisat-Panarkan yang masih tertunda.

Baca juga: Gandeng Belanda Lestarikan Kereta Jadul, PT KAI Optimis Museum Ambarawa Jadi Yang Terbesar di Asia

Bangunan stasiun Bondowoso memiliki gaya Indische Empire Style yang merupakan gaya arsitektur kolonial pada abad ke-18 dan ke-19 sebelum terjadinya westernisasi pada kota-kota di Indonesia awal abad ke-20. Gaya ini sendiri dibangun dan disesuaikan dengan iklim, teknologi dan bahan bangunan setempat.

Namun Indische Empire Style mengalami perubahan karena di abad ke-19, kota Bondowoso semakin padat sehingga, gaya tersebut yang memerlukan lahan luas terpaksa harus menyesuaikan diri dengan keadaan.

Felo TOOZ – Sepeda Motor (Moge) Listrik Terbesar di Dunia, Sekali Charge Bisa Tempuh 720 Kilometer

Tawarkan efisiensi biaya operasional dan ramah lingkungan, penggunaan sepeda motor listrik kini tengah menjamur di banyak negara, termasuk Indonesia, yang debutnya kian laris berkat dukungan kebijakan fiskal dari pemerintah. Nah, dari Thailand, ada kabar telah meluncur sepeda motor listrik terbesar di dunia, lantaran disebut terbesar, bisa disebut ini adalah Moge (Motor Gede) bertenaga listrik.

Dianggap sebagai sepeda motor touring listrik masa depan, Felo TOOZ memiliki kecepatan tertinggi 125 mph (setara 201 km per jam), jarak menengah yang luar biasa, dan jangkauan 720 kilometer sekali pengisian daya (450 mil). Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa ini akan menjadi salah satu sepeda motor terbesar di jalan raya, apapun jenis mesinnya, karena dibutuhkan banyak kapasitas baterai untuk dapat melaju sejauh itu dengan sekali pengisian daya.

Pertamax Naik Rp12.500, CEO Volta Ajak Pengendara Beralih ke Motor Listrik: Ini Saat yang Tepat!

Janji terbesar yang diberikan TOOZ adalah konektivitas teknologi tingkat tinggi ke ponsel Anda (AKA life), dan kemampuan untuk mengeluarkan multimedia melalui dasbor TFT 12 inci dengan suara melalui sistem speaker suara surround 6 saluran.

Layar seukuran laptop itu juga digunakan oleh sistem navigasi, dan sistem kamera tampilan 360 derajat yang diusulkan ditampilkan. Ada juga Sistem Pemantauan Tekanan Ban (TPMS), ABS dan sistem kontrol traksi.

TOOZ juga mendukung pengisian daya TYPE2 (dari 20% hingga 80% dalam 20 menit) dan literatur singkat Thailand yang tersedia menyebutkan kotak pendingin opsional 8 liter yang dapat dipasang ke salah satu keranjang beban. Penggunaan kata “opsional” menunjukkan bahwa produksinya sudah direncanakan, jadi kita tidak sabar menunggu seri berikutnya.

Seperti kebanyakan mobil dan sepeda motor saat ini, Anda dapat mengisi daya perangkat listrik Anda dari TOOZ, tetapi TOOZ juga memiliki teknologi V2L yang berarti Anda dapat menggunakan baterai sepeda untuk memasok listrik ke rumah Anda. Kita belum tahu kapasitas aki sepeda motornya, tapi yang jelas pasti besar.

Smartech adalah salah satu bintang di sektor kendaraan listrik Thailand, dengan merek sepeda motor listrik barunya Felo dan Rapid yang memulai dengan awal yang bersih dan perusahaan tersebut memiliki pendanaan dan sumber daya yang baik serta ahli.

Memproduksi sepeda motor di Thailand nampaknya merupakan ide yang bagus, karena sebagian besar produsen sepeda motor terbesar di dunia sudah memproduksi sepeda motor di sana. Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, BMW, Triumph dan Ducati semuanya memproduksi sebagian dari produk global mereka di Kerajaan Arab Saudi.

BMW Siap Hadirkan ‘Satu Paket Komplit’ Sepeda Motor Listrik

Xian MA60 – Dicap Sebagai Pesawat Gagal Tapi Masih Dioperasikan oleh Lima Maskapai

Lantaran banyaknya kecelakaan, ditambah dengan dugaan kasus korupsi dalam pengadaannya, membuat pesawat turboprop komuter Xian MA60 dicap sebagai pesawat gagal di Indonesia. Tapi bukan hanya di Indonesia, pesawat penumpang yang setanding dengan ATR 72 series ini nyatanya juga jauh dari sukses di pasar internasional, di negeri asalnya, MA60 masih terbang saat ini, meski sangat terbatas.

Baca juga: Xian MA60, Pesawat Cina Jiplakan Antonov An-24 yang Bikin Merpati Airlines Bangkrut

Xian MA60 terbang perdana pada tanggal 21 Maret 2000. Pesawat ini merupakan versi yang diperbarui dari pesawat sebelumnya, yaitu Xian Y-7, dengan peningkatan dalam hal kinerja, keselamatan, dan kenyamanan. Xian Aircraft Company selaku manufaktur telah memproduksi sekitar 100 unit pesawat Xian MA60. Meskipun beberapa maskapai penerbangan masih mengoperasikan MA60, namun seiring waktu, banyak maskapai yang mulai menggantinya dengan pesawat yang lebih modern dan efisien. Beberapa maskapai yang masih mengoperasikan MA60 atau varian lainnya termasuk:

1. Air Zimbabwe
2. Lao Skyway
3. Myanma Airways
4. Joy Air (Cina)
5. TAAG Angola Airlines

Namun, beberapa maskapai seperti Merpati Nusantara Airlines dan Air Mandalay telah menggantikan MA60 dengan pesawat lain atau telah menghentikan operasi mereka dengan pesawat tersebut karena berbagai alasan, termasuk masalah keandalan dan keselamatan.

MA60 telah mengalami beberapa insiden dan kecelakaan yang melibatkan pesawat ini, termasuk kecelakaan fatal. Ini menciptakan citra negatif tentang keselamatan pesawat di kalangan maskapai penerbangan dan penumpang. Beberapa operator mengeluh tentang kinerja pesawat ini, terutama terkait dengan kebisingan mesin, konsumsi bahan bakar yang tinggi, dan kenyamanan penumpang yang kurang.

MA60 juga telah dianggap kurang dapat diandalkan dalam operasi sehari-hari, dengan beberapa insiden terkait dengan masalah teknis dan kegagalan sistem. Pesawat ini juga minim dalam Sertifikasi Internasional, beberapa negara atau wilayah tidak memberikan sertifikasi kepada MA60 karena kekhawatiran tentang standar keselamatan dan kinerja pesawat ini.

Antonov An-24, Jawara Pesawat Penumpang Propeller Soviet yang ‘Dijiplak’ Menjadi Xian MA60

Lampu Sabuk Pengaman Mati, Waktu Yang Tepat Gunakan Toilet

Saat berada dalam penerbangan, dan Anda merasa harus pergi ke toilet, mestinya itu bisa dilakukan dengan mudah. Namun tak jarang Anda dibuat ragu, “Apakah ini waktu yang tepat untuk ke toilet, bagaimana jika nanti ada guncangan selagi di berada bilik toilet.” Bila dalam penerbangan jarak dekat, Anda masih bisa menahan kebutuhan ke toilet sampai di bandara tujuan. Sayangnya pada penerbangan jarak jauh Anda tidak akan mungkin menahan untuk ke toilet.

Baca juga: Dirancang Tahan Tekanan dan Tarikan, Sabuk Keselamatan Penumpang Pesawat Terbuat dari Bahan Ini

Dilansir dari travelandleisure.com, penumpang akan mencari waktu yang tepat untuk ke toilet, selain menghindari ke khawatiran penumpang lain yang menunggu, juga untuk kenyamanan Anda saat menggunakan toilet tersebut. Erika Roth mantan pramugari memberikan saran, waktu yang tepat untuk ke toilet saat lampu sabuk pengaman mati dan sebelum pramugari menyajikan layanan makanan dan minuman. Menurutnya, kedua waktu ini adalah waktu terbaik untuk pergi ke toilet saat berada di pesawat.

Sebenarnya ada peraturan tidak tertulis yang mengatakan bila Anda berada di toilet lebih dari 20 menit, maka pintu akan diketuk dan sebaliknya Anda harus menunggu 5-10 menit ketika orang baru masuk ke toilet.

Tak hanya menyangkut pada kesempatan yang tepat dalam menggunakan toilet, kebersihan toilet pada pesawat juga harus diperhatikan dan biasanya berfokus pada bau di toilet. Jangan pernah sepelekan masalah bau pada toilet pesawat karena bisa menjadi masalah bagi keamanan penerbangan, akibat masalah sepele yakni bau pada toliet, ada beberapa pesawat yang harus mendarat darurat atau kembali kebandara asal.

Roth memberikan tips untuk mengatasi permasalahan bau di toilet pesawat dengan sesendok bubuk kopi yang dimasukkan kesebuah wadah kecil untuk di gantung di dalam toilet. Menurut Roth, bubuk kopi dapat menyerap bau tak sedap yang ada di dalam toilet dan bisa menyelamatkan penerbangan dari pendaratan darurat akibat bau menyengat .

Salah satu kejadian Awal Bulan Maret lalu, penerbangan maskapai SpiceJet terpaksa melakukan pendaratan darurat karena bau yang menyengat keluar dari toilet hingga ke ruang kokpit.

Sejarah Panjang Sabuk Pengaman di Pesawat, Ternyata Karena “Iri” Pada Mobil

Mulai 29 Maret, KA Argo Bromo Anggrek Gunakan Kereta Eksekutif New Generation

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasarturi pp dengan menggunakan jenis Kereta Eksekutif New Generation terhitung mulai Jumat, (29/3/2024). Kereta New Generation tersebut merupakan bagian dari pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation periode 2023 s.d 2026 yang didatangkan dari PT INKA.

Baca juga: KA Argo Bromo Anggrek, Sejarah Pertama Varian Keluarga Kereta “Argo”

“Pengoperasian Kereta Eksekutif New Generation ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan jelang arus mudik Lebaran 2024, khususnya pelanggan KA Argo Bromo Anggrek. Ke depan, Kereta New Generation akan kami operasikan untuk KA-KA lainnya secara bertahap,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Sebelumnya, KAI telah mengoperasikan Kereta Eksekutif New Generation pada KA Argo Dwipangga (Gambir – Solo Balapan pp) sejak 13 Desember 2023, KA Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan pp) sejak 18 Desember 2023, dan KA Taksaka (Gambir – Yogyakarta pp) sejak 18 Januari 2024.

Keunggulan Kereta Eksekutif New Generation ini di antaranya pintu masuk kereta dan pintu penghubung antar kereta sudah menggunakan pintu elektrik otomatis. Hal ini akan semakin memudahkan pelanggan dalam membuka ataupun menutup pintu tanpa mengeluarkan banyak energi. Suara aktivitas buka-tutup pintu pun menjadi lebih senyap.

“Di samping itu, Passenger Information Display System (PIDS) yang tersedia di masing-masing kereta dapat menampilkan informasi stasiun terdekat, kecepatan, dan suhu ruangan. PIDS tersebut membantu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan menyediakan informasi yang penting bagi pelanggan selama perjalanan,” kata Joni.

Jendela Kereta Eksekutif New Generation juga telah di-upgrade menjadi tempered double glass dari sebelumnya tempered glass. Sehingga tingkat keamanan lebih tinggi, membantu mengurangi masuknya panas berlebih dan sinar UV ke dalam ruangan, serta mereduksi kebisingan lebih baik.

Untuk kebutuhan mengisi daya gawai pelanggan, KAI menambah USB charger port pada masing-masing kursi, di samping stop kontak yang telah tersedia di dinding kereta. Adanya tambahan fasilitas pengisian daya tersebut membuat penumpang dapat terus menggunakan perangkat HP, laptop, dan smart watch mereka tanpa khawatir kehabisan daya, sesuai dengan kebutuhan modern.

Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas Mewahnya

“Keunggulan lain pada Kereta Eksekutif New Generation yaitu pada toilet dimana tersedia keran di bagian bawah untuk membasuh kaki saat wudu. Khusus di toilet wanita, KAI menambah meja lipat yang berfungsi untuk dudukan mengganti popok bayi,” ungkap Joni.

Kereta Makan di rangkaian New Generation ini juga turut diperbarui menjadi lebih mewah dengan interior dan furnitur premium. Kereta Makan tersebut didominasi sentuhan kayu serta kursi makan yang lebih empuk dan lembut. PIDS yang sama juga tersedia di Kereta Makan.

Serba-serbi Bunyi “Gedebuk” saat Pendaratan Keras (Hard Landing)

Dalam pendaratan keras (hard landing), maka lazimnya penumpang akan mendengar bunyi “gedebuk” atau “thump” yang terjadi akibat roda pendaratan yang menyentuh landasan dengan keras. Ini biasanya terjadi ketika pesawat mendarat dengan sedikit terlalu cepat atau terlalu keras. Kejadian ini sering kali merupakan hal yang normal dan tidak selalu menunjukkan adanya masalah.

Baca juga: Meski Berusaha Daratkan Pesawat Sehalus Mungkin, Tapi ini Alasan Pilot Terpaksa Daratkan Pesawat Secara ‘Hard’

Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan bunyi “gedebuk” tersebut menjadi lebih terdengar atau lebih keras dari biasanya, termasuk, dan hal ini terjadi karena hal berikut ini:

Pendaratan keras
Jika pesawat mendarat dengan terlalu cepat atau terlalu keras, roda pendaratan dapat menyentuh landasan dengan lebih keras dari biasanya, menghasilkan bunyi yang lebih keras.

Kondisi landasan
Landasan yang tidak rata atau tidak halus juga dapat menyebabkan bunyi “gedebuk” yang lebih terdengar saat pesawat mendarat.

Beberapa roda
Pesawat yang memiliki lebih dari dua roda pendaratan, seperti pesawat komersial, dapat menghasilkan bunyi “gedebuk” yang lebih keras karena semua roda pendaratan harus menyentuh landasan secara bersamaan.

Intensitas “dentuman” tersebut dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti ukuran dan berat pesawat, kecepatan penurunan, kekencangan pendaratan, dan kondisi landasan pacu. Dalam beberapa kasus, pilot mungkin dengan sengaja melakukan pendaratan yang lebih kencang, yang dikenal sebagai “firm touchdown”, untuk memastikan kontak positif dengan landasan pacu dan mengurangi risiko memantul atau melayang selama pendaratan.

Meskipun bunyi “gedebuk” ini umum terjadi dan seringkali tidak menimbulkan masalah, pendaratan yang terlalu keras secara konsisten dapat menyebabkan keausan yang lebih cepat pada roda pendaratan dan sistem pendaratan pesawat. Oleh karena itu, pilot biasanya berusaha untuk mendaratkan pesawat sehalus mungkin untuk mengurangi dampak pendaratan terhadap pesawat.

Dinilai Krusial Selamatkan Penerbangan, Berikut Empat Penyebab Hard Landing

KAI Tawarkan Hak Penamaan (Naming Right) untuk 18 Stasiun LRT Jabodebek

Seolah mengikuti jejak komuter MRT Jakarta, KAI sebagai operator LRT Jabodebek memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk memperoleh hak penamaan atau Naming Rights 18 stasiun LRT Jabodebek yang strategis di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Baca juga: MRT Jakarta Buka Naming Right Tahap 2, Semua Perusahaan Indonesia Bisa Ambil Bagian

Manager Public Relations Divisi LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono menegaskan bahwa program Naming Rights ini menawarkan peluang kolaborasi yang substansial bagi perusahaan dalam meningkatkan brand awareness mereka.

“Sebagai penyedia layanan transportasi massa, KAI memiliki jangkauan luas dengan memiliki 18 stasiun seperti Stasiun Dukuh Atas, Stasiun Jati Mulya dan Stasiun Harjamukti yang merupakan stasiun awal dan akhir, Stasiun Halim dan Stasiun Cikoko sebagai Stasiun yang terintegrasi dengan Kereta Cepat Whoosh dan KAI Commuter, serta Stasiun Cawang yang merupakan stasiun central akan sangat menguntungkan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan eksposure merek mereka,” ujar Mahendro.

Melalui program Naming Rights ini, mitra perusahaan yang bekerja sama akan mendapatkan berbagai keuntungan, termasuk tampilan nama brand mereka akan diimplementasikan di berbagai media seperti aplikasi Access by KAI, website KAI dan penempatan pada signage, wayfinding, peta jalur, announcement, dan publikasi lainnya terkaitstasiun-stasiun LRT Jabodebek yang dikelola oleh KAI.

Sejak mulai beroperasi pada 28 Agustus, LRT Jabodebek telah berhasil mengangkut lebih dari 7 juta penumpang, menjadikannya sebagai pilihan yang menarik bagi mitra bisnis yang potensial untuk menjalin kerja sama yang produktif dan berkelanjutan.

“Kami sangat terbuka terhadap program Naming Rights ini, karena merupakan pemanfaatan aset untuk menciptakan pendapatan diluar angkutan penumpang dan meningkatkan pelayanan kami secara keseluruhan,” tambah Mahendro.

Tiga Stasiun MRT Jakarta Kini Telah Miliki “Naming Right”

Program Naming Rights ini juga merupakan bagian dari upaya optimalisasi pendapatan melalui komersialisasi aset perusahaan yang telah dijalankan oleh KAI sebagai induk perusahaan dengan contoh Stasiun BNI City dan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. Diharapkan program ini dapat menjadi langkah positif bagi pertumbuhan dan pengembangan layanan transportasi di wilayah Jabodetabek.