Boeing dan Angkasa Pura Indonesia Bekerja sama Memperkuat Operasional Bandara

Boeing resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Angkasa Pura Indonesia untuk menjajaki inisiatif dalam memperluas kemampuan bandara di seluruh Indonesia, dengan fokus pada peningkatan keselamatan dan efisiensi operasional.

Baca juga: Perluas Pasar Dirgantara Indonesia, Boeing Resmikan Kantor Baru di Jakarta

MoU ini menggabungkan keahlian teknik Boeing dengan inisiatif utama dari pemerintah Indonesia terkait operasional bandara. Boeing dan Angkasa Pura Indonesia akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia, maskapai penerbangan, operator bandara, serta pemangku kepentingan penerbangan lainnya untuk memberikan solusi yang meningkatkan sektor penerbangan nasional.

Presiden Direktur Angkasa Pura Indonesia, Faik Fahmi, mengatakan, “Angkasa Pura Indonesia fokus untuk menjadi operator bandara kelas dunia dengan fasilitas, proses, dan sumber daya manusia yang setara dengan standar global. Kesiapan infrastruktur udara sangat penting, dan kami menantikan kerja sama dengan Boeing.”

“Boeing telah membangun hubungan selama 75 tahun dengan Indonesia, menghubungkan 17.000 pulau di negara ini dengan dunia. Sebagai salah satu pasar penerbangan terbesar di dunia, Indonesia merupakan peluang pertumbuhan yang sangat penting,” ujar Zaid Alami, Country Managing Director Boeing Indonesia. “Kami berkomitmen untuk mendukung industri penerbangan Indonesia dan sangat antusias untuk bekerja sama dengan Angkasa Pura Indonesia dalam mencari solusi untuk memperluas operasi dan kapabilitas bandara secara aman.”

Boeing telah hadir di Indonesia sejak tahun 1949 ketika Garuda Indonesia, maskapai nasional Indonesia, memulai operasi penerbangan dengan pesawat khusus Douglas DC-3. Saat ini, kehadiran Boeing di Indonesia mencakup penerbangan komersial, pertahanan, satelit komersial, rantai pasokan, pelatihan teknis, kerja sama dengan universitas, dan inisiatif dampak komunitas di seluruh industri lokal. Investasi Boeing di Indonesia telah membantu mengembangkan sektor kedirgantaraan lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong inovasi.

Dijamin Nyambung ke Sudut Kota, Berikut Daftar Koneksi-Integrasi Transportasi di Stasiun LRT Jabodebek

Interkoneksi dan integrasi transportasi saat ini menjadi kunci meningkatkan pelayanan. Hal ini yang menjadi salah satu fokus dari PT KAI. Stasiun LRT Jabodebek terhubung dengan berbagai moda transportasi lain, seperti Commuter Line, Whoosh, dan Transjakarta, Biskita, serta moda transportasi lain untuk mempermudah pengguna dalam melanjutkan mobilisasi dengan lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Long Weekend Maulid Nabi, LRT Jabodebek Diserbu Ratusan Ribu Penumpang

“Integrasi ini memungkinkan pengguna LRT Jabodebek untuk melanjutkan perjalanan mereka ke berbagai tujuan dengan mudah. Kami fokus untuk memberikan akses yang lebih baik, sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih terhubung dan efisien,” ujar Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono.

Adapun daftar koneksi transportasi di Stasiun LRT Jabodebek sebagai berikut:

1. Stasiun Dukuh Atas: KA Bandara Soekarno-Hatta, Commuter Line, MRT Jakarta, dan Transjakarta.
2. Stasiun Setiabudi: Transjakarta.
3. Stasiun Rasuna Said: Transjakarta.
4. Stasiun Kuningan: Transjakarta.
5. Stasiun Pancoran Bank BJB: Transjakarta.
6. Stasiun Cikoko: Commuter Line dan Transjakarta.
7. Stasiun Ciliwung: Transjakarta.
8. Stasiun Cawang: Transjakarta.
9. Stasiun Halim: Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), Transjakarta, dan Damri.
10. Stasiun TMII: Transjakarta, Bus Kota, dan Angkot.
11. Stasiun Kampung Rambutan: Transjakarta, Bus Kota, Bus Antar Kota, dan Angkot.
12. Stasiun Ciracas: Transjakarta dan Angkot.
13. Stasiun Harjamukti: Trans Depok, Trans Pakuan, Bus Kota, Angkot 121, Biskita, Transjakarta, Allegra Feeder Bus, Mikrotrans, Feeder Citra Indah, Feeder Bukit Golf, dan Shuttle Cimanggis.
14. Stasiun Cikunir 2: Angkot.
15. Stasiun Bekasi Barat: Transjakarta, Trans Patriot, Bus Kota, dan Angkot.
16. Stasiun Jati Mulya: Transjakarta, Trans Patriot, Bus Kota, dan Angkot.

“Dengan adanya koneksi di setiap stasiun ini, kami berharap dapat mempermudah masyarakat dalam memilih moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan,” tambah Mahendro.

KAI juga fokus pada transportasi yang ramah lingkungan, sejalan dengan upaya untuk mendukung keberlanjutan.

Baca juga: Ada Andil Jokowi, Penumpang LRT Jabodebek Meningkat Ribuan Orang

“Kami percaya bahwa layanan transportasi yang terintegrasi ini tidak hanya akan mempercepat perjalanan, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi beban lalu lintas dan emisi karbon di Jabodetabek,” ujar Mahendro.

Dengan terus mengembangkan integrasi antar moda dan meningkatkan kualitas layanan, KAI berharap LRT Jabodebek dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam meningkatkan mobilitas masyarakat perkotaan.

Bali International Airshow 2024 Resmi Dibuka, Bakal Digelar Rutin Setiap Dua Tahun

Indonesia secara resmi membuka perhelatan udara bergengsi, Bali International Airshow 2024, setelah hampir 30 tahun absen. Acara yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, ini menjadi simbol keterbukaan Indonesia kepada dunia serta bertujuan untuk meningkatkan sektor kedirgantaraan dan pertahanan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Pameran ini juga merupakan bukti dari kecakapan Indonesia yang terus berkembang di lanskap penerbangan.

Baca juga: Hanya Hadir dalam Model Skala, Embraer Ramaikan Bali Airshow 2024

Acara ini mempertemukan para pemimpin kedirgantaraan global, pemain ternama di bidang pertahanan, pakar industri, dan inovator untuk memamerkan kemajuan terbaru dalam teknologi penerbangan, sistem pertahanan militer, dan solusi kedirgantaraan yang berkelanjutan. Sebagai acara terbesar sektor aviasi di kawasan ini, Bali International Airshow 2024 mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam lanskap penerbangan Asia-Pasifik.

Luhut Pandjaitan, didampingi oleh beberapa pejabat senior lainnya, termasuk Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Sumber Daya, Jodi Mahardi.

Saat peresmian tersebut, Luhut mengatakan, “Bali International Airshow membuktikan ketangguhan kita untuk bersaing dan menjadi pemain terkemuka di industri kedirgantaraan global. Saya juga menggarisbawahi upaya kami untuk memetakan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan untuk sektor penerbangan. Peningkatan sektor kedirgantaraan Indonesia sangat penting bagi masa depan Indonesia. Hal ini bukan hanya merupakan kebutuhan strategis, tetapi juga merupakan pendorong utama bagi kemajuan ekonomi dan sosial bangsa.

“Investasi kami di sektor penerbangan akan memastikan konektivitas yang lancar, mendorong perdagangan barang dan jasa, mendorong sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi yang maju, dan yang lebih penting lagi, sebagai negara yang memiliki kepentingan geopolitik yang strategis, kekuatan industri kedirgantaraan akan menentukan kesiapan pertahanan kita dalam menjaga kedaulatan nasional dan menjaga stabilitas regional.”

Selain itu, tercatat hampir 1.000 orang hadir dalam acara pembukaan, termasuk para pejabat tinggi negara dari berbagai negara, seperti menteri, pejabat pertahanan, dan pemimpin industri dari lebih dari 20 negara, termasuk Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Korea Selatan, Australia, India, Amerika Serikat, Jepang, Selandia Baru, Tiongkok, Papua Nugini, dan Turki.

Acara ini juga ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) Bali International Airshow antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perhubungan; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Kementerian Pertahanan; PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney); TNI AU; dan PT Inaro Tujuh Belas.

Melalui LOI tersebut, Kemenkomarves mengusulkan pembentukan perjanjian kerja sama di antara para pemangku kepentingan terkait yang akan memperkuat kolaborasi antara para pemain industri secara global. Harapannya, ini akan mewujudkan misi Indonesia dalam memajukan bidang teknologi, inovasi, dan pariwisata. Bali International Airshow juga akan menjadi acara dua tahunan di Indonesia, yang diselenggarakan setiap tahun ganjil.

Dengan partisipasi dari Airbus, Bell Helicopters, Boeing, Brahmos, Dassault Aviation, Embraer, Garuda Group, Leonardo (diwakili oleh Helitech Asia – distributor Asia-Pac), Lion Air, MBDA, PT Dirgantara Indonesia, Textron Aviation, dan Thales, pameran penerbangan dan pertahanan ini menandakan pertumbuhan Indonesia sebagai pusat inovasi kedirgantaraan dan pertahanan yang terus meningkat.

Forum Transportasi Udara Asia Pasifik 2024 dengan tajuk “Scaling Up Sustainable Aviation Fuels and Integrated Airspace Solutions for a Greener Future” akan membahas masa depan penerbangan berkelanjutan. Forum ini menampilkan diskusi utama mengenai perluasan produksi dan penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuels/SAF) dan mengintegrasikan teknologi mobilitas udara yang canggih, termasuk drone dan sistem Kontrol dan Pemandu Mobilitas Udara Perkotaan (Urban Air Mobility Control and Guidance/SAC), ke dalam kerangka kerja ruang udara yang ada.

Bali International Airshow 2024 juga merupakan platform untuk memperkuat hubungan bilateral dan multilateral antara Indonesia dan negara-negara lain. Pameran ini akan menampilkan 16 display statis dari pesawat komersial hingga pesawat militer, serta teknologi mutakhir yang menentukan masa depan penerbangan. Pameran statis tersebut menampilkan, antara lain F16 Fighting Falcon, C130J Super Hercules, C-212 Aviocar, EC725, dan EMB-314 Super Tucano. F-35A Lightning II dan A400M Atlas yang termutakhir juga akan memeriahkan variasi pesawat yang ditampilkan.

Tim Aerobatik Jupiter dari TNI AU dan Tim Aerobatik Neptunus TNI AL yang terkenal dari Indonesia, serta pertunjukan terbang solo F-35A Lightning II dari Australia akan menampilkan serangkaian pertunjukan yang memukau. Demonstrasi terbang ini dijadwalkan terbang empat kali setiap hari, membuktikan keahlian dan dedikasi dan kemajuan luar biasa mereka dalam teknologi kedirgantaraan.

Tim Aerobatik Jupiter akan menerbangkan enam pesawat KT-1B Wongbee dan Tim Aerobatik Neptunus akan menerbangkan enam pesawat ringan Bonanza G36 untuk melakukan formasi manuver-manuver yang kompleks di langit Bali. Sementara itu, Angkatan Udara Australia akan menerbangkan pesawat F-35A Lightning II secara solo.

Sejarah Farnborough Airshow, Awalnya Fokus pada Industri Kedirgantaraan Inggris

Pameran udara ini juga terbuka untuk umum pada Sabtu, 21 September. Penggemar penerbangan dan masyarakat umum dapat membeli tiket masuk dan tiket Shuttle Bus di Loket.com hingga 21 September 2024.

Tiket Public Day bisa didapatkan dengan harga Rp165.000, sementara tiket Shuttle Bus pulang-pergi dijual dengan harga Rp111.000. Penawaran “Beli 5 Gratis 1” tersedia selama periode penjualan reguler. Semua harga sudah termasuk pajak, dan anak-anak di bawah usia enam tahun serta manula berusia di atas 65 tahun dapat hadir secara gratis.

Pusat Gempa 5 SR Kab. Bandung Dekat Jalur Whoosh, PT KCIC: Sensor dan CCTV Deteksi Tak Ada Kerusakan

PT KCIC menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan sejumlah perjalanan kereta cepat Whoosh sebagai dampak terjadinya gempa bumi yang terjadi pada pukul 09.41 WIB dengan kekuatan 5 skala richter (SR) dengan titik lokasi gempa di Kabupaten Bandung yang berdekatan dengan lokasi jalur kereta cepat Whoosh.

Baca juga: Belum Genap Setahun Beroperasi, Penumpang Whoosh Sudah Tembus 5 Juta dari 154 Negara

Pembatalan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh perjalanan kereta cepat Whoosh.

Pada saat kejadian sistem pendeteksi gempa yang terpasang di jalur rel dan sarana Whoosh berfungsi dengan baik, getaran bahkan terdeteksi hingga wilayah karawang.

Berdasarkan informasi dari BMKG terjadi delapan kali gempa susulan dengan kekuatan yang berbeda. Atas kondisi tersebut, untuk keselamatan dan keamanan perjalanan kereta maka tim prasarana KCIC langsung melakukan pemeriksaan keseluruhan pada prasarana kereta cepat Whoosh menggunakan Rail Car atau kereta perawatan.

Meskipun konstruksi prasarana jalur kereta cepat Whoosh tahan terhadap gempa hingga kekuatan delapan skala richter (SR), tetapi dikhawatirkan ada kondisi eksternal yang berdampak pada jalur kereta Whoosh, seperti potensi longsor di area luar jalur, pohon tumbang ataupun pergerakan kondisi tanah di luar jalur rel atau dampak alam lainnya.

Pemeriksaan menyeluruh membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang dapat mengganggu Jalur KCJB, seperti: longsoran bukit batu di kanan kiri trase, longsoran tanah atau dampak alam lainnya.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk semua Jalur sepanjang 144 Km dengan kondisi jalur yang sebagian besar melalui area perbukitan, adapun jalur kereta Whoosh terdiri :
– Struktur jembatan dengan total panjang 82 km,
– 13 terowongan dengan total panjang 17 km
– Jalur KA diatas tanah sepanjang 42 km

Sementara ini, berdasarkan pantauan awal di OCC (Operation Controll Center) Tegalluar atas semua sensor yang terpasang dan visualisasi dari pantauan 1.399 CCTV yang tersebar di semua jalur, sampai dengan saat ini tidak terlihat kerusakan di Prasarana KCJB

Berikut daftar sejumlah jadwal perjalanan Whoosh yang dibatalkan :
Rute Halim – Tegalluar
1. KA G1223 keberangkatan 09.47
2. KA G1225 keberangkatan 10.20
3. KA G1227 keberangkatan 10.55
4. KA G1269 keberangkatan 11.30
5. KA G1229 keberangkatan 12.00
6. KA G1231 keberangkatan 13.02
7. KA G1233 keberangkatan 14.02

Rute Tegalluar – Halim
1. KA G1224 keberangkatan 09.47
2. KA G1226 keberangkatan 10.20
3. KA G1228 keberangkatan 10.55
4. KA G1230 keberangkatan 12.00
5. KA G1232 keberangkatan 13.00
6. KA G1274 keberangkatan 13.30
7. KA G1234 keberangkatan 14.00

Untuk masyarakat yang sudah membeli tiket dan terdampak pembatalan jadwal dapat melakukan proses pembatalan dengan bea tiket yang akan dikembalikan 100 persen.

Baca juga: Gempa Jepang M 7,3, Teknologi Ini Bikin Kereta Shinkansen Berhenti Otomatis Sebelum Celaka

Proses pembatalan dapat dilakukan di seluruh loket Stasiun Whoosh Halim, Padalarang, Tegalluar Summarecon, dan Hall KA Feeder Stasiun Bandung.

Pembatalan dapat dilakukan hingga 3 hari setelah jadwal keberangkatan, pengguna yang tidak menunggu disarankan dapat melanjutkan perjalanannya menggunakan moda lain dan melakukan proses pembatalan di hari selanjutnya.

Pindad V-16, Vooridjer di Atas Rel Berlapis Baja Buatan Dalam Negeri

Jauh sebelum dikenal istilah KAIS (Kereta Api Inspeksi) yang digunakan sebagai tim pembuka (vooridjer) untuk rombongan Presiden dan tamu VVIP (Very Very Important Person), sejatinya di dekade tahun 50/60-an di Indonesia sudah ada kereta dengan fungsi serupa, hanya saja karena ditugaskan untuk mengawal rombongan kereta di jaman pergolakan yang marak gangguan keamanan, kereta vooridjer bukan sekedar melakukan inspeksi, melainkan kereta yang dimaksud dilengkapi persenjataan dan bodi berlapis baja.

Baca juga: KAIS RailOne, Mengenal Vooridjer Kereta Kepresidenan RI

Dikutip dari Indomiliter.com, yang dimaksud sebenarnya adalah panser rel V-16, lantaran hakekatnya mirip panser, hanya saja berada dalam platform rel. Ada kesamaan antara panser rel dengan KAIS RailOne, yakni mampu bergerak secara mandiri, tak lain keduanya dilenglapi mesin penggerak.

Panser rel buatan Bengkel Peralatan Angkatan Darat (PAL) atau saat ini dikenal sebagai PT Pindad. Berbeda dengan panser beroda ban, maka panser rel sifatnya khusus untuk misi perlindungan, yaitu pada konvoi dan jalur kereta dari ancaman gerombolan bersenjata. Hebatnya hasil karya Anak Bangsa ini sudah pula dilengkapi tenaga penggerak sendiri, panser rel V16 disokong mesin diesel Ford VBA65HI. Karena punya tenaga sendiri, panser rel V16 mampu melaju dengan kecepatan maksimum 80 km per jam.

Tidak dijelaskan berapa level ketebalan lapis baja pada Panser Rel V-16, namun ranpur roda rel yang kini bisa dilihat di Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Bandung, nampak dipersenjatai senapan mesin ringan pada sisi depan dan belakang. Tidak lupa, sebagai ranpur panser ini juga telah dilengkapi perangkat komunikasi berupa radio. Sementara pada sisi kiri dan kanan lambung panser ini dilengkapi lubang intip. Diatasnya terdapat palka yang dapat dibuka untuk sirkulasi udara, dan tentunya bantuan tembakkan dari awak bila diperlukan.

Debut Panser Rel V16 hadir dalam masa konflik DI/TII di daerah Jawa Barat pada periode 1955 – 1962. Sebagai ranpur lapis baja, sudah barang tentu operatornya adalah Satuan Kavaleri Kodam VI Siliwangi (sekarang Kodam III). Panser Rel ini digunakan untuk mengawal kereta api dari Ciawi ke Cicalengka (PP) yang sering mendapat gangguan dan penggulingan oleh gerombolan DI/ TII.

Baca juga: Berpendingin Es Balok, Inilah Kereta Kepresidenan Soekarno

Sebagai gambaran gawatnya suasana pada saat itu, mulai dari tahun 1948 sampai 1962, Anda yang ingin berangkat dari Jakarta,harus berangkat pagi dan harus yakin bahwa sebelum jam 4 sore sudah sampai di Bandung. Dari Bandung bila ada kendaraan yang berangkat keluar kota pada waktu agak sore, di perbasan kota, tentara akan melarang Anda untuk meneruskan perjalanan karena tidak aman.

Untungnya masa penuh teror berakhir pada 1962, yakni saat Kompi C Batalion 328 Kujang II Siliwangi menyergap pimpinan DI/ TII Sekarmaji Maridjan Kartosoewirjo di Gunung Geber Majalaya di selatan Kota Bandung. Semenjak itu KA ke Bandung berangsur aman dan tidak perlu lagi dikawal oleh panser.

18 September 1899, Pembukaan Jalur Kereta Api Perdana di Semenanjung Korea

Hampir semua negara di Asia seperti Indonesia, Cina dan Jepang memiliki jalur kereta api sejak pertengahan abad ke-19. Namun Korea Selatan baru muncul di akhir abad ke-19, yakni kereta api Seoul dan Jemulpo yang mana tidak banyak yang dipublikasi dalam bahasa Inggris meski dimulai sebagai perusahaan Amerika Serikat.

Baca juga: Kim Jong Un Mulai Membuka Diri, Jalur Kereta Trans Siberia Diharapkan Bisa Berakhir di Seoul

Dirangkum KabarPenumpang.com dari koreatimes.co.kr, sebuah buku baru oleh Patrick R. O’Donnell dengan judul “Seoul & Chemulpo Railroad: The First Railroad of Korea,” menceritakan kehadiran kereta pertama di Korea Selatan. Dalam buku ini memberikan banyak foto yang tidak diterbitkan atau jarang terlihat dari pembangunan rel kereta api dan orang-orang yang bertanggung jawab untuk membangunnya.

Buku setebal 331 halaman ini dibagi menjadi delapan bab dan tujuh lampiran. Tiga bab pertama didedikasikan untuk sejarah umum Korea termasuk yang membahas pembunuhan Ratu Korea. Dua bab berikutnya menjelaskan konstruksi rel kereta api dan akuisisi selanjutnya oleh kepentingan Jepang. Bab-bab ini diisi dengan informasi menarik dan anekdot termasuk asal mula Hari Kereta Nasional Korea 18 September.

Menurut O’Donnell, pada pagi hari tanggal 18 September 1899, sebuah kereta api khusus dikirim ke Yeongdeungpo untuk menjemput pejabat Korea dan asing yang diundang dan mengangkut mereka ke upacara pembukaan kereta api di Jemulpo (sekarang bagian dari Incheon). Setibanya di Jemulpo kereta disambut oleh banyak orang Jepang, Korea dan lainnya.

Menteri Luar Negeri Korea, Hayashi, Menteri Jepang Adachi, diidentifikasi sebagai kepala manajer dan insinyur kereta apimenyatakan bahwa jalur tersebut telah dimulai oleh Amerika dan sedang diselesaikan oleh Jepang. Ada pula pernyataan harapan bahwa kereta api akan memberikan ikatan persatuan di antara semua negara yang berkepentingan Setelah demonstrasi oleh pegulat Jepang dan susunan yang rumit.

Pada perjalanan perdana tersebut ada enam gerbong kereta yang diproduksi di Amerika Serikat. Kelas satu dan dua ada di gerbong sama dan kelas tiga berada di gerbong terpisah dengan akomodasi yang lebih sederhana. Ini terbukti dari foto-foto O’Donnell, acara ini berlangsung cukup meriah dan cukup sukses.

O’Donnell menggunakan sejumlah besar sumber untuk enam bab pertama ini terutama artikel dari surat kabar dan majalah berbahasa Inggris yang diterbitkan di Korea dan Jepang, artikel dari jurnal perkeretaapian dan pertambangan yang diterbitkan di Amerika Serikat dan laporan diplomatik dari perwakilan Amerika dan Inggris .

Bab tujuh, adalah bagian paling menarik dari buku ini, dengan halaman demi halaman dihiasi gambar-gambar indah dari koleksi O’Donnell. Menurutnya, foto-fotonya berasal dari album yang disusun pada tahun 1901 oleh Mr. T. Adachi, manajer kereta api Jepang, dan diberikan kepada Baldwin Locomotive Works sebagai hadiah penghargaan.

Baca juga: Hilangkan Kepenatan Karena Pandemi, Kereta Komuter Seoul Hadirkan Festival Film Kereta Bawah Tanah Internasional

Selain koleksinya sendiri, O’Donnell menyertakan gambar dari Terry Bennett pendiri dan pemilik Old Asia Photography dan dari Lusia I-A Park Foundation. Dikatakan bahwa sebuah gambar bernilai seribu kata, tetapi saya membutuhkan lebih dari itu untuk menggambarkannya. Sementara kebanyakan dari mereka berhubungan dengan kereta api, ada juga yang menggambarkan kehidupan sehari-hari di Seoul dan Jemulpo.

Long Weekend Maulid Nabi, LRT Jabodebek Diserbu Ratusan Ribu Penumpang

Selama periode libur panjang bertepatan dengan libur Maulid Nabi (14-16 September 2024), PT KAI Divisi LRT Jabodebek melayani 112.834 pengguna. Rata-rata harian pengguna LRT Jabodebek selama periode ini mencapai 37.611, meningkat sebesar 10 persen atau 3.447 pengguna dibandingkan dengan rata-rata harian pada akhir pekan sebelumnya (7-8 September 2024).

Baca juga: Jadwal LRT Jabodebek Agustus Terbaru, Keberangkatan Terakhir Jam 11 Malam

Selain itu, terdapat peningkatan sebesar delapan persen atau 2.629 pengguna jika dibandingkan dengan rata-rata pengguna harian saat akhir pekan pada bulan Agustus 2024.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyatakan bahwa LRT Jabodebek terus menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian selama libur panjang.

“Peningkatan jumlah pengguna ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang memilih untuk memanfaatkan LRT Jabodebek selama libur Maulid Nabi. Lokasi stasiun yang strategis serta integrasi dengan moda transportasi lainnya menjadikan LRT Jabodebek pilihan yang praktis dan efisien,” ujarnya.

Selain itu, waktu tunggu antar kereta yang singkat turut mendorong minat masyarakat. Saat ini, waktu tunggu di lintas Cawang – Dukuh Atas pada jam sibuk adalah enam menit, sedangkan di lintas Jati Mulya – Cawang dan Harjamukti – Cawang mencapai 12,5 menit.

Baca juga: LRT “Bali Urban Subway” Resmi Dibangun, Fase Pertama Ditargetkan Tuntas Tahun 2028

KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna yang terus mempercayai layanan ini selama periode libur Maulid Nabi.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan serta memastikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna LRT Jabodebek,” tutup Mahendro.

Demo Statis, PT DI Pamerkan Pesawat N219 di Bali Airshow 2024

Pameran produk dan teknologi penerbangan bertaraf internasional digelar di Indonesia, Bali International Airshow 2024, yang akan dibuka sepanjang tanggal 18-21 September 2024 di General Aviation Terminal (Apron Selatan) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Baca juga: Hanya Hadir dalam Model Skala, Embraer Ramaikan Bali Airshow 2024

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) bersama Pemprov Bali dan beberapa partner strategisnya hadir sebagai exhibitor di Hall B No. 21, menyoroti inisiatifnya dalam mengembangkan ekosistem dirgantara di Bali Utara, dalam rangka mendukung program Transformasi Ekonomi Kerthi Bali yang diusung oleh Kementerian PPN RI/Bappenas.

Pada kesempatan ini, PT DI menerbangkan pesawat N219 dari PT DI Bandung ke Bali yang akan ditampilkan di area static display sebagai ikon yang dipamerkan dalam inisiatif pengembangan ekosistem dirgantara di Bali Utara. Adapun saat ini pesawat N219 tersebut juga sedang dilakukan pengembangan lanjutan menjadi versi amphibious untuk memenuhi kebutuhan pariwisata, yang dalam pelaksanaannya PTDI juga mendorong lokalisasi produk dan optimalisasi kontribusi industri dirgantara nasional.

Disampaikan oleh Gita Amperiawan, Direktur Utama PT DI bahwa “Secara geografis, Indonesia memiliki prospek yang sangat cerah bagi kemajuan industri dirgantara nasional. Didasari oleh potensi konektivitas yang ada di Indonesia, merupakan kesempatan baik bagi PTDI untuk melakukan langkah progresif dalam mengembangkan ekosistem dirgantara di beberapa daerah, seperti contohnya di Bali Utara, yang kemudian dapat mendorong pembangunan nasional dan perekonomian daerah itu sendiri. Yang mana itu bisa kita upayakan melalui pesawat N219, bahkan N219 amphibious untuk mendukung pariwisatanya.”

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi RI selaku penyelenggara perhelatan ini menilai bahwa industri penerbangan di Indonesia merupakan pilar ekonomi inti dan perannya diantisipasi tumbuh secara signifikan dalam mewujudkan Indonesia Emas. Pasar dirgantara dan pertahanan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dan menjadi fokus Pemerintah dalam penguatan kemampuan pertahanan dan keamanan.

Melalui kehadirannya di Bali International Airshow 2024, PT DI menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri dirgantara di Bali Utara yang akan berpusat di Bandara Letkol Wisnu, Buleleng, bersama-sama dengan beberapa industri dirgantara yang terlibat, yaitu Bali International Flight Academy (BIFA), PT Mulya Sejahtera Technology (MS Tech) dan PT Nusantara Turbin Propulsi (PT NTP), dimana PTDI adalah sebagai lead ekosistem.

“Dengan dukungan penuh dari Bappenas dan Pemprov Bali, PT DI bersama industri yang terlibat berkomitmen untuk membentuk ekosistem industri dirgantara yang berkelanjutan di Bali Utara. Kami percaya bahwa seluruh pihak baik dari Pemerintah dan sektor industri, akan memperkuat kolaborasi dan memfasilitasi dialog yang konstruktif untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menjadikan Bali Utara sebagai hub penerbangan pariwisata melalui pemanfaatan pesawat terbang karya anak bangsa, N219 dan N219 Amphibious,” tambah Gita Amperiawan.

PT DI Umumkan Penjualan Lima Unit Pesawat N219 untuk Republik Kongo

Swiss Freitag Ciptakan Tas Travel yang Bisa Dilipat!

Walaupun sudah berkecimpung di dunia produksi tas selama kurang lebih 24 tahun dan menghasilkan banyak varian seperti tas laptop, hand bag, ransel, hingga dompet, namun dua orang dibalik nama Swiss Freitag, Daniel dan Markus Freitag masih memiliki satu jenis tas yang hingga kini masih belum bisa mereka produksi, yaitu tas travel dengan bobot yang ringan.

Baca Juga: Baca Ini Dulu Sebelum Anda Beli Koper

“Kami belum pernah berhasil membuat tas travel ringan,” ungkap Daniel sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman wired.com. Dalam memproduksi barang-barangnya, Swiss Freitag menggunakan bahan upcycled tarpaulin, bahan yang sama dengan penutup bagian atas sebuah truk. Bahan yang lebih dikenal sebagai terpal di Indonesia ini terkenal dengan bahannya yang anti air dan cukup kuat.

Sedangkan untuk menghasilkan daya tampung yang cukup banyak, perusahaan tersebut harus menggunakan bingkai logam dan roda agar tas travel tersebut bisa diseret layaknya koper, namun ide tersebut bertentangan dengan salah satu tujuan mereka, yaitu menciptakan tas travel yang ringan. Ide tersebut lalu dibiarkan mengendap selama bertahun-tahun, hingga pada musim semi 2016, salah satu perancang di Swiss Freitag menemukan solusinya, yaitu menggantikan peran bingkai logam dengan tabung sepeda yang notabene jauh lebih ringan daripada bingkai logam.

Sumber: wired.com

Adalah Nicola Staeubli, pemberi solusi pergantian bahan tersebut yang akhirnya berhasil menelurkan The Zippelin, sebuah koper berkapasitas 22 gallon yang terbuat dari bahan terpal, sama seperti kebanyakan tas produksi mereka. Kelebihannya adalah tas travel ini bisa digulung seukuran sebuah kotak sepatu, sehingga tidak menghabiskan ruang penyimpanan ketika tidak digunakan. Untuk menghasilkan kapasitas maksimal, Anda bisa memompanya dan tas tersebut akan mengembang hingga mencapai ukuran maksimal.

Nicola yang diketahui pernah belajar tentang dunia arsitektur mengemukakan bahwa prinsip yang ia aplikasikan pada tas travel ini hampir serupa dengan inflatables, sebuah struktur yang kerap kali digunakan untuk menunjang pembangunan sebuah jembatan dan bangunan. Tabung sepeda tersebut akan membentuk bagian belakang tas dan dapat mengembang hingga 30 psi, atau setara dengan tekanan sebuah ban mobil. Setelah dikembangkan, tabung tersebut akan berperan sebagai bingkai tas yang memungkinkan Anda memasukkan barang bawaan yang lebih banyak.

Baca Juga: Supaya Tak Kehujanan Saat Bersepeda, Payung Under Cover Solusinya

Tanpa kerangka pembentuk tas, bahan terpal tersebut tidak akan bisa berdiri. “Salah satu tantangan terbesarnya adalah merancang tas agar bisa tegak berdiri setelah diisi penuh,” ungkap Nicola. Masalahnya, tas tersebut bukan jenis tas kaku karena bisa digulung serta bagian alasnya yang tidak berbentuk persegi panjang layaknya kebanyakan tas atau koper.

Jika diperhatikan, bagian bawah Zippelin berbentuk sedikit diagonal dengan roda terpasang berada di bagian atasnya, sehingga memungkinkan tas dapat digulung, dan dapat diberdirikan dengan sempurna setelah dipompa. Untuk mendapatkan tas travel ini, Anda bisa membuka laman Kickstarter karena tas ini masih diproduksi berdasarkan pesanan dan masih membutuhkan dana besar untuk memasarkannya.

Hanya Hadir dalam Model Skala, Embraer Ramaikan Bali Airshow 2024

Embraer, produsen pesawat terbang terbesar ketiga di dunia asal Brasil, bakal memamerkan pesawat terbang dan solusi inovatifnya dari sejumlah portofolio penerbangan komersial, pertahanan, dan jet eksekutif di ajang Bali Airshow 2024 di Bandara Internasional Ngurah Rai pada 18-21 September.

Baca juga: Setelah Scoot Airlines, Giliran Virgin Australia Order Delapan Unit Embraer E190-E2

Model skala pesawat terbaru Embraer, seperti seri jet berbadan sempit kecil E2 dan C-390 Millennium akan dipamerkan di stan Embraer di B11, Hall B.

Pesawat Embraer hadir di Indonesia – TNI AU Indonesia mengoperasikan armada A-29 Super Tucano dan armada jet bisnis Embraer yang cukup besar juga beroperasi di negara ini. PT Wira Jasa Angkasa (WJA) adalah pusat layanan resmi yang ditunjuk Embraer Executive Jets di Indonesia.

Model skala yang dipamerkan di stan Embraer adalah seri jet berbadan sempit kecil E2. Ini terdiri dari E190-E2 dan E195-E2, masing-masing mampu menampung hingga 114 dan 146 penumpang. Seri E2 adalah seri pesawat lorong tunggal yang paling senyap dan paling hemat bahan bakar yang diproduksi saat ini.  Selain keunggulan efisiensi dan keberlanjutannya yang terdepan di kelasnya, seri E2 menawarkan daya tahan terbang lebih dari enam jam sehingga memungkinkan maskapai penerbangan memiliki fleksibilitas operasional untuk menghubungkan kota-kota baru di seluruh wilayah, baik yang dekat maupun yang jauh. Contoh penting perkembangan konektivitas ini terjadi di Indonesia. Scoot, anak perusahaan Singapore Airlines, akan memulai penerbangan pada 28 September 2024 antara Singapura dan Bandara Internasional Kertajati (KJT) menggunakan pesawat Embraer E190-E2.

Pesawat C-390 mampu mengangkut muatan lebih banyak (26 ton) dibandingkan dengan pesawat angkut militer berukuran sedang lainnya dan terbang lebih cepat (470 knot) dan lebih jauh, serta mampu melakukan berbagai misi seperti mengangkut dan menurunkan kargo dan pasukan, evakuasi medis, pencarian dan penyelamatan (SAR), pemadam kebakaran, dan misi kemanusiaan. Pesawat ini bisa beroperasi di landasan pacu sementara atau tidak beraspal. Pesawat yang dikonfigurasikan dengan peralatan pengisian bahan bakar antar pesawat di udara, dengan nama KC-390, dapat beroperasi baik sebagai pesawat tanker maupun sebagai penerima. Pesawat ini bisa menerima bahan bakar dari KC-390 lain menggunakan pod yang terpasang di bawah sayap.

Armada pesawat saat ini yang beroperasi di Angkatan Udara Brasil dan Angkatan Udara Portugal telah mengumpulkan lebih dari 14.000 jam terbang, dengan tingkat keberhasilan misi sebesar 93% dan tingkat penyelesaian misi di atas 99%. Pesawat ini menunjukkan produktivitas luar biasa di kelas tersebut.

Mengenal Embraer Legacy 600, ‘Pesawat Terakhir’ Bos Wagner Yevgeny Prigozhin