KAIS RailOne, Mengenal Vooridjer Kereta Kepresidenan RI

KAIS Wijayakusuma

Adalah wajar bila jalur yang bakal dilintasi rombongan Presiden atau Pejabat di level VVIP (Very Very Important Person) mendapat pengamanan khusus. Dan diantara bentuk pengamanan tersebut adalah prosedur inspeksi yang dilakukan oleh tim pembuka (vooridjer), peran vooridjer tak lain untuk memastikan jalur yang akan dilewat rombongan telah aman dari ancaman dan gangguan.

Baca juga: Berpendingin Es Balok, Inilah Kereta Kepresidenan Soekarno 

Bila menggunakan jalur jalan raya, pihak Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) dapat lebih dinamis melakukan tindak antisipasi pada rombongan VVIP, namun lain halnya jika rombongan Presiden atau Wakil Presiden menggunakan kereta api jenis KLB (Kereta Luar Biasa). Karena berada dalam platform rel, sudah barang tentu model inspeksi oleh tim pembuka jalan harus disesuaikan dengan moda yang digunakan, tak lain digunakan vooridjer yang diberi label RailOne, atau publik akrab menyebutnya sebagai KAIS (Kereta Api Inspeksi).

Rupanya bila ditilik dari sejarah, penggunaan kereta vooridjer sudah dikenal di Indonesia sejak era Presiden Soekarno. Seperti salah satunya kehadiran panser rel lapis baja V16 buatan Pindad yang dilengkapi persenjataan. Namun beda dengan kereta vooridjer saat ini, RailOne tidak berbekal senjata dan tidak punya lapisan proteksi khusus. Dan yang perlu jadi catatan, karena sifat kereta yang relatif sulit dipindahkan, maka untuk mendukung mobilitas Presiden dan VVIP yang bisa berlangsung sewaktu-waktu, maka di setiap Daerah Operasi (Daops) PT KAI terdapat RailOne yang siap digunakan.

Meski dioperasikan oleh awak dari PT KAI, RailOne statusnya adalah milik Kementerian Perhubungan. Beberapa nama RailOne yang dikenal adalah KAIS Wijayakusuma, KAIS Sindoro, KAIS Semeru dan KAIS Sriwijaya. Yang disebut terakhir tidak berada di Pulau Jawa, KAIS Sriwijaya ditempatkan di Divisi Regional 3 Sumatra Selatan.

KAIS Wijayakusuma boleh dibilang yang paling dekat dengan posisi Kepresidenan, lantaran KAIS Wijayakusuma dioperasikan oleh Daops 1 Jakarta. Sebelum menjadi KAIS, Kereta ini ialah KRD untuk angkutan komuter Bogor – Sukabumi. Pada tahun 1980-an, KRD ini dibawa ke PT INKA untuk dimodifikasi menjadi Kereta Inspeksi. Setelah selesai dimodifikasi, kereta ini diberi nama KAIS Wijayakusuma dengan nomor KD1-82201 atau SI 3 82 01 THB. KAIS Wijayakusuma ini sekarang berada di Dipo Lokomotif Tanah Abang. Sebelum berada di Dipo Lokomotif Tanah Abang, KAIS ini sempat juga di mutasi ke Dipo Lokomotif Solo.

Baca juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

Pada akhir 30 Mei 2007, interior dan eksteriornya dimodifikasi oleh Balai Yasa Manggarai supaya lebih elegan, designer interiornya seorang mahasiswi ITB bernama Mita Ningrum Setiasih, yang kini menjadi konsultan desain PT Kereta Api (Persero). Interior Kereta Inspeksi Wijayakusuma dilengkapi dengan AC, Lounge, Ruang Rapat, genset, Mini Bar, dan Pantry. Secara resmi KAIS Wiyakusuma mulai bertugas perannya sebagai vooridjer di atas rel pada 10 Juli 1982.

Ruang conference di KAIS Wijayakusuma

Serupa dengan KAIS Wijayakusuma, di Daratan Sumatera ada KAIS Sriwijaya milik Divisi Regional 3 Sumatra Selatan, dengan kode seri KD1 82202, Merupakan hasil modifikasi rangkaian MCW-302 dengan kapasitas angkut 30 orang, yang memiliki double cabin, Awalnya bernama KA ‪‎Pasopati‬ dari dipo Bandung, kemudian dipindahkan ke Divre 3, berganti nama menjadi KAIS Sriwijaya, Interior depan terdapat kabin dan sofa, ruang tengah dengan multimedia dan meja panjang untuk rapat/makan, Memiliki livery yang sama dengan ‪‎KAIS Wijaya Kusuma‬, hanya berbeda warna striping, untuk KAIS Sriwijaya berwarna emas.

KAIS Sriwijaya

Sementara KAIS Sindoro dan KAIS Semeru adalah tipe DMU (Diesel Multiple Unit), buatan PT. INKA, Madiun. Mengacu pada rancang KRD-I, memiliki panjang 20 m, lebar 2,9 meter, tinggi 3,5 meter dan berat kosong 46 ton. Memiliki kecepatan maksimal 100 km per jam, dengan kapasitas angkut 30 orang, terdapat ruang inspeksi dan rapat.

KAIS Semeru

Baca juga: Mewah Bak Limousine, Berlapis Baja Laksana Tank, Inilah Kereta Diktator Korea Utara

KAIS ini dilengkapi kamera di ujung kereta untuk memantau kondisi rel yang dilalui, GPS, webcam untuk tele-conference, Mesin bawah dengan D2676LUE-LE621 atau DIWA dan mesin atas CAT C11 ACERT, dilengkapi Hydro-Mechanical Transmission. Namun, pada 16 Juli 2014 KAIS Sindoro mengalami kecelakaan dengan truk crane di Sidoarjo, mengakibatkan kerusakan yang cukup parah dan harus di perbaiki di PT INKA, dan setelah itu diubah namanya menjadi KAIS Kaldera Toba.