Ini 5 Faktor Tarif Bus Melonjak Saat Mendekati Lebaran

Menjadi tradisi tahunan, mudik Lebaran sangat dinanti para perantau diberbagai kota. Bahkan sejak awal puasa sudah banyak yang membeli tiket mudik demi berburu tiket murah ke kampung halaman.

Tapi bila mendekati Lebaran, tiket pun tarifnya berangsung naik. Ini kemudian jadi keluhan penumpang yang hendak membeli tiket bus. Penasaran kenapa bisa melonjak tarif bus saat mendekati Lebaran?

Berikut dirangkum KabarPenumpang.com alasan Utama di balik fenomena tarif tiket bus melonjak mendekati Lebaran.

1. Permintaan Tinggi, Harga Melonjak
Prinsip ekonomi sederhana berlaku di sini. Saat permintaan meningkat drastis, harga pun naik. Menjelang mudik, jumlah calon penumpang melonjak berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa. Operator bus melihat ini sebagai peluang untuk menyesuaikan tarif sesuai dengan tingginya permintaan.

2. Biaya Operasional Meningkat
Kenaikan harga tiket juga dipengaruhi oleh lonjakan biaya operasional. Beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan ini antara lain, BBM lebih mahal, karena saat musim mudik, harga bahan bakar cenderung naik atau penggunaan bahan bakar meningkat karena kemacetan parah.

Biaya tol dan retribusi bagi penggunaan jalur tol yang lebih sering serta adanya biaya tambahan di terminal dan perhentian tertentu juga memengaruhi harga tiket. Perawatan kendaraan demi keamanan dan kenyamanan penumpang, perusahaan bus melakukan perawatan ekstra pada armada mereka menjelang mudik.

3. Tarif Resmi dan Kebijakan Pemerintah
Pemerintah sering kali menetapkan tarif batas atas dan bawah untuk tiket bus selama musim mudik. Meskipun begitu, operator tetap memiliki ruang untuk menaikkan harga dalam batas yang ditentukan. Selain itu, adanya kebijakan tambahan seperti kenaikan tarif retribusi terminal juga berdampak pada harga tiket.

4. Sistem Tiket Musiman
Beberapa perusahaan bus menerapkan sistem tarif musiman, di mana harga tiket menyesuaikan waktu keberangkatan. Misalnya, semakin dekat dengan puncak arus mudik, harga tiket cenderung lebih mahal dibandingkan hari-hari biasa.

5. Faktor Spekulasi dan Calo
Tidak bisa dimungkiri, adanya peran spekulan dan calo juga mempengaruhi kenaikan harga tiket. Tiket yang sudah dipesan lebih awal sering kali dijual kembali dengan harga lebih tinggi, terutama jika tiket resmi mulai sulit didapatkan.

Ini Delapan Tips Berburu Tiket Bus untuk Mudik Lebaran

Hari Ini 34 Tahun Lalu, Pembajakan Singapore Airlines Flight 117 – Salah Satu Operasi Anti Terorisme Tercepat dan Paling Efektif

Hari ini 34 tahun lalu, bertepatan dengan 26 Maret 1991, adalah momen bersejarah bagi dunia penerbangan Singapura, yakni untuk pertama kalinya maskapai Singapore Airlines mengalami drama pembajakan. Insiden pembajakan tersebut menimpa Singapore Airlines Flight SQ117 dengan pesawat Airbus A310.

Adalah sebuah pesawat Airbus A310-300 milik Singapore Airlines dibajak oleh empat teroris asal Pakistan dari kelompok Pakistan Peoples’ Party (PPP – kelompok oposisi terhadap pemerintah Pakistan saat itu). Saat itu, SQ117 berangkat dari Kuala Lumpur (Malaysia) menuju Singapura, dengan 123 penumpang dan 11 awak kabin.

Pesawat dibajak sekitar pukul 21:15, ketika sedang dalam perjalanan menuju Bandara Changi, Singapura. Empat pria bersenjata yang mengaku sebagai anggota PPP mengambil alih pesawat dan memaksa pilot untuk mendarat di Changi. Mereka mengklaim menuntut pembebasan mantan Perdana Menteri Pakistan, Benazir Bhutto, yang saat itu berada dalam tahanan di Pakistan.

Keempat pembajak membawa pisau lipat dan bahan peledak. Mereka memaksa pilot Captain Stanley Lim untuk mendarat di Bandara Changi pada pukul 22:25 waktu setempat. Setelah pesawat mendarat, mereka menyampaikan tuntutan mereka kepada otoritas Singapura. Para pembajak mengancam akan membunuh penumpang jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

40 Tahun Lalu, Pembajakan Pesawat DC-9 “Woyla” Garuda Indonesia Jadi yang Pertama dalam Sejarah

Di hari berikunya, Pemerintah Singapura memutuskan untuk melakukan operasi militer karena tidak mau bernegosiasi dengan teroris. Pasukan khusus SAF (Singapore Armed Forces Commandos) melancarkan serangan kilat. Mereka meledakkan pintu pesawat, masuk ke dalam kabin, dan menembak mati keempat pembajak dalam waktu 30 detik.

Tidak ada penumpang atau awak kabin yang tewas, tetapi beberapa mengalami luka ringan akibat operasi penyelamatan.

SQ117 menjadi satu-satunya insiden pembajakan dalam sejarah Singapore Airlines. Operasi penyelamatan berhasil dilakukan tanpa korban jiwa dari sandera, menjadikannya salah satu operasi anti-terorisme tercepat dan paling efektif dalam sejarah penerbangan.

Pemerintah Singapura dalam hal ini mengambil kebijakan keras terhadap segala bentuk terorisme dan pembajakan di wilayahnya. Sejak saat itu, protokol keamanan penerbangan diperketat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Inikah Lokasi Pesawat Bersejarah DC-9 “Woyla” PK-GNJ Garuda Indonesia Berada Saat Ini?

Fiks! Perjalanan MOTIS, Batavia dan Java Priority Mulai Dijalankan Hari Ini

Jadwal perjalanan tambahan kereta api untuk angkutan Lebaran 2025 pun dilakukan hari ini, Rabu (26/3). Kereta api tambahan berikutnya yakni, KA Motis (Angkutan Motor Gratis), KA Batavia, dan KA Java Priority. Untuk KA Motis pun perjalanannya dibagi dua, yaitu KA Motis Utara dengan rute Pasar Senen – Semarang Tawang pp dan KA Motis Tengah dengan rute Pasar Senen – Lempuyangan via Purwokerto pp.

Namun sayangnya, angkutan KA Motis Selatan rute Pasar Senen – Madiun via Bandung tidak lagi dijalankan seperti jadwal beberapa tahun lalu, belum diketahui informasi lanjutnya mengenai hal tersebut.

Untuk ketersediaan tiket KA yang disebutkan, khususnya keberangkatan per hari ini, sayanngnya dengan cepat tiket sudah terjual habis. Tapi untuk ketersediaan KA Motis, bisa dibeli pada H-1 hanya untuk pembelian secara online diaplikasi maupun pembelian secara langsung di stasiun.

Seperti diketahui rangkaian KA Motis terdiri dari kelas ekonomi (106 tempat duduk per kereta) dengan dirangkaikan kereta angkutan bagasi yang berisi motor penumpang KA itu sendiri. Karena pendaftaran KA Motis masih berlanjut, dengan tentu penumpang bisa mendapatkan tiket KA secara gratis maksimal 2 orang dewasa dan 1 orang usia dibawah 3 tahun. Namun, untuk penumpang yang ingin menggunakan KA Motis tanpa pendaftaran kendaraan bermotor, masih bisa membeli tiket dengan harga mulai dari Rp37.000 sampai dengan Rp59.000. Harga tersebut berlaku untuk KA Motis Utara maupun KA Motis Tengah.

Sementara untuk KA Batavia masih dengan rute Gambir – Solo Balapan pp di hargai mulai dari Rp285.000 hingga Rp380.000 untuk kelas ekonomi dan untuk kelas eksekutif mulai dari Rp415.000 hingga Rp550.000. Dan yang terakhir KA Java Priority yang merupakan rangkaian KA Kelas Wisata dengan rute Gambir – Yogyakarta pp dihargai mulai dari Rp499.000 hingga Rp799.000. Untuk jadwal perjalanan dan pemesanan tiket, bisa dilihat melalui aplikasi online di Access by KAI.

Jangan lupa, sebelum melakukan pembayaran diharapkan untuk melihat kembali nama, nomor identitas, jadwal keberangkatan, dan tujuannya agar saat melakukan boarding di stasiun, sudah sesuai dengan yang tertera di tiket.

‘Terjebak’ di Pelabuhan Saat Mudik? Lakukan Tips ini Agar Mudik Lebih Aman & Berkah

Jelang Hari Raya Idul Fitri 2025, sejumlah pemudik tampak mulai bertolak ke kampung halaman. Mereka mulai memenuhi sarana transportasi, salah satunya pelabuhan, untuk bisa sampai ke tujuang masing-masing. Antrean kendaraan hingga penumpukan calon penumpang diprediksi akan terus meningkat hingga puncak arus mudik yang diprediksi akan jatuh pada tanggal 27 Maret 2025 mendatang. Bukan tidak mungkin jika akan ada banyak calon penumpang yang terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam mereka di pelabuhan.

Baca Juga: Mudik Naik Ferry Tapi Tidak Ingin Terlalu Mengantri? Datang di Rentang Jam Ini!

KabarPenumpang.com mengutip dari laman cnnindonesia.com (24/3), tampak antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mulai mengular, menandakan puncak arus mudik akan segera tiba. Menurut laman tersebut, antrean kendaraan tersebut membutuhkan waktu hingga 6 jam untuk bisa masuk ke dalam kapal dan menyeberang.

Di lain sisi, penumpukan kendaraan juga terpantau di Pelabuhan Merak pada Jumat (21/3) kemarin. Opsi untuk mudik lebih awal sebenarnya sudah dianjurkan sejak awal Ramadhan mengingat sejumlah perusahaan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA), jadi para pemudik bisa bertolak ke kampung halaman lebih awal dan bekerja dari sana.

Kepadatan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk. Sumber:cnnindonesia.con

Nah, bagi Anda yang kini sedang atau baru akan mudik ke kampung halaman masing-masing, berikut KabarPenumpang.com berikan beberapa tips yang dapat Anda lakukan saat tengah terjebak di arus mudik, terlebih jika Anda sedang menunggu giliran menyeberang di pelabuhan.

Istirahat

NgeHits.net

Tidak bisa dipungkiri, mudik merupakan aktivitas yang melelahkan tapi juga menyenangkan. Jika Anda ‘terperangkap’ di pelabuhan, ada baiknya Anda gunakan waktu menunggu giliran menyeberang dengan beristirahat. Selain dapat memulihkan energi yang sudah terkuras di perjalanan sebelumnya, beristirahat juga akan meningkatkan fokus Anda selama berkendara setelah menyeberang, dengan harapan Anda akan selamat sampai di kampung halaman.

Beribadah

Ilustrasi sholat di kapal. Sumber: tempo.co

Walaupun menempuh perjalanan jauh, ibadah tetap tidak boleh ditinggalkan! Gunakan waktu senggang Anda dengan mendirikan sholat (baik wajib ataupun sunnah), mengaji, berdzikir hingga mendengarkan murottal. Selain dapat menambah pahala, beribadah juga dapat menenteramkan hati, lho! Jadi, jangan ditinggalkan ibadahnya, ya!

Memantau Informasi

Ilustrasi. Sumber: istimewa

Saat menunggu penyeberangan, Anda juga disarankan untuk memantau kondisi rute yang akan Anda lalui. Jika terpantau mulai padat, segera ambil keputusan untuk mencari rute alternatif agar waktu Anda tidak terbuang sia-sia. Anda bisa memanfaatkan siaran radio lokal, media sosial hingga aplikasi Google Maps untuk mengumpulkan informasi.

Makan

Ilustrasi. Sumber: istimewa

Jika Anda yang kebetulan sedang tidak berpuasa karena sedang berhalangan (bagi wanita) atau musafir, ada baiknya Anda untik terus mengisi perut agar terhindar dari perut kembung, mual hingga meriang. Tapi ingat, hindari makanan di tempat umum guna menghormati calon penumpang lain yang sedang berpuasa, ya!

Berlayar Saat Berpuasa? Tidak Perlu Khawatir! Simak Tips Berikut Agar Puasa Tetap Lancar

PLTD Apung: Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami Aceh yang Kini Menjadi Ikon Wisata

PLTD Apung adalah sebuah kapal pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menjadi saksi bisu dahsyatnya bencana tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Kapal dengan bobot 2.600 ton ini terseret gelombang tsunami sejauh 5 kilometer dari lokasi aslinya di Pelabuhan Ulee Lheue hingga ke tengah Kota Banda Aceh, tepatnya di Desa Punge Blang Cut.

Baca Juga: Singkil, Surga di Selatan Aceh dengan Pesona Alam yang Menakjubkan

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, PLTD Apung kini telah bertransformasi menjadi salah satu ikon wisata di Banda Aceh yang menarik banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kapal ini menjadi pengingat akan dahsyatnya bencana tsunami sekaligus simbol kekuatan dan ketahanan masyarakat Aceh dalam menghadapi musibah.

Sebelum menjadi saksi bisu tsunami, PLTD Apung merupakan kapal yang berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi di Banda Aceh dan sekitarnya. Kapal ini dibangun pada tahun 1997 dan mulai beroperasi pada tahun 2002.

Dengan panjang 63 meter dan luas sekitar 1.900 meter persegi, PLTD Apung memiliki kapasitas pembangkit listrik sebesar 10,5 megawatt. Kapal ini menjadi salah satu sumber energi penting bagi masyarakat Aceh pada masa itu.

‘Perjalanan’ PLTD Apung Saat Tsunami
Pada 26 Desember 2004, gelombang tsunami yang dipicu oleh gempa bumi dahsyat di Samudra Hindia menerjang pesisir Aceh. Gelombang setinggi 9 meter tersebut menyeret PLTD Apung dari Pelabuhan Ulee Lheue hingga ke tengah kota, menabrak dan merusak bangunan-bangunan di sekitarnya.

Peristiwa ini menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan gelombang tsunami. PLTD Apung yang berbobot ribuan ton pun tak mampu menahan terjangan air bah tersebut.

Setelah tsunami, PLTD Apung tidak lagi berfungsi sebagai pembangkit listrik. Kapal ini kemudian dijadikan monumen dan objek wisata untuk mengenang peristiwa tsunami sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana.

Pemerintah Kota Banda Aceh telah melakukan penataan kawasan di sekitar PLTD Apung menjadi tempat wisata yang nyaman dan edukatif. Pengunjung dapat melihat langsung kondisi kapal setelah diterjang tsunami, serta mempelajari informasi tentang bencana tsunami melalui berbagai media edukasi yang tersedia.

Selain itu, di sekitar kawasan PLTD Apung juga terdapat museum mini yang berisi foto-foto dan artefak-artefak yang berkaitan dengan tsunami Aceh. Museum ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang peristiwa tragis tersebut.

Bagian dalam dari Museum PLTD Apung. Sumber: istimewa

Daya Tarik PLTD Apung
* Saksi bisu dahsyatnya tsunami: PLTD Apung menjadi pengingat akan kekuatan alam yang dahsyat dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

* Objek wisata edukatif: Pengunjung dapat belajar tentang mitigasi bencana dan sejarah tsunami Aceh melalui berbagai informasi yang disajikan.

* Ikon Kota Banda Aceh: PLTD Apung telah menjadi salah satu landmark Kota Banda Aceh yang menarik banyak wisatawan.

* Tempat yang Instagramable: Dengan bentuknya yang unik dan latar belakang sejarahnya yang kuat, PLTD Apung menjadi tempat yang menarik untuk berfoto.

PLTD Apung bukan hanya sekadar objek wisata, tetapi juga simbol kekuatan dan ketahanan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana. Kapal ini menjadi pengingat bahwa meskipun bencana dapat menghancurkan, semangat dan harapan akan selalu ada untuk membangun kembali.

Garuda Indonesia Sajikan Menu Baru Khas Aceh dan Sumatera Utara

Badan SAR Selandia Baru Pesan Empat Helikopter Airbus H145 untuk Layanan Medis Darurat

Badan Pencarian dan Pertolongan Selandia Baru (Search and Rescue Services/SRSL) telah memesan empat helikopter Airbus H145 untuk mendukung operasi layanan medis darurat (emergency medical services/EMS).

Helikopter canggih ini akan memperkuat armada milik SRSL yang kini terdiri dari pesawat H145 dan BK117, sehingga semakin meningkatkan kemampuannya dalam melayani masyarakat di seluruh negeri.

“Di Airbus, kami bangga dapat mendukung upaya penyelamatan nyawa di Selandia Baru. Layanan Medis Darurat dengan Helikopter (Helicopter Emergency Medical Services/HEMS) berperan penting di negara ini, mengingat medan yang menantang dan banyaknya komunitas terpencil yang sulit dijangkau. Integrasi helikopter H145 ke dalam operasi SRSL mencerminkan visi bersama kami dalam memanfaatkan solusi helikopter canggih untuk meningkatkan kemampuan merespon berbagai kejadian, sekaligus meningkatkan standar keselamatan,” ujar Christian Venzal, Managing Director of Airbus Helicopters in Australia and New Zealand.

Helikopter H145 dikenal karena keandalan, fleksibilitas, dan teknologi canggih, menjadikannya pemimpin pasar untuk misi HEMS. Helikopter ini ditenagai oleh dua mesin Safran Arriel 2E dan dilengkapi kabin luas serta rangkaian avionik Helionix yang canggih, sehingga sangat ideal untuk menghadapi kondisi medan yang menantang dan misi darurat yang membutuhkan waktu respons cepat di kawasan Australasia. Selain itu, helikopter ini memiliki emisi CO₂ terendah dibandingkan pesaingnya.

“Helikopter H145 mengusung teknologi terbaru, termasuk desain kokpit canggih dengan human machine interface (HMI) modern, sistem avionik Helionix, serta rotor ekor anti-torsi Fenestron. Avionik Helionix Airbus, yang terhubung ke wACS, menawarkan keunggulan dalam perlindungan batas penerbangan (flight envelope), bantuan pilot, serta efisiensi dalam transfer data. Dengan meningkatkan kesadaran situasional, sistem ini memberikan tingkat keselamatan penerbangan yang belum pernah ada sebelumnya. Helionix juga memenuhi standar avionik internasional terbaru dengan sistem peringatan dan pemantauan otomatis yang inovatif.”

Saat ini, terdapat sekitar 1.740 helikopter Keluarga H145 yang beroperasi di seluruh dunia, mencatatkan lebih dari delapan juta jam terbang. Secara global, hampir 600 helikopter H145 telah digunakan untuk misi layanan medis darurat.

Airbus Tampilkan Helikopter Ringan Kelas Tiga Ton Bermesin Ganda H140

Street Gourmet, Bus Kuliner dan Wisata Sejarah di Bandung

Bandung menjadi salah satu destinasi yang cukup dekat dengan Ibukota Jakarta dan mejadi pilihan favorit pelancong. Bukan hanya wisata alamnya, kulinernya pun diminati banyak kalangan.

Nah, buat pelancong yang suka dengan wisata dan kuliner sepertinya cocok naik bus sambil keliling Bandung dan menikmati makanan khas secara bersamaan. Resto ini bernama Street Gourmet yang adalah bus pariwisata dan diubah menjadi resto wisata.

Kursi di dalam bus, diubah menjadi seperti di restoran dengan bangku dan meja nyaman. Kecepatan bus resto ini pun tidak seperti yang lainnya, karena hanya 30 km per jam.

Sehingga memungkinkan pengunjung menikmati hidangan mereka sambil bus melaju. Sebenarnya konsep bus resto ini sudah ada di beberapa kota besar di dunia seperti Paris dan Madrid serta kini bisa dinikmati di Kota Kembang.

Karena memiliki konsep wisata dan resto, Street Gourmet dilengkapi dengan pemandu wisata. Sembari menikmati makanan, pengunjung dibawa berkeliling menyusur sudut-sudut bersejarah Kota Bandung.

Pemandu dalam bus akan menerangkan tentang tempat wisata yang dilintasi Street Gourmet seperti Gedung Sate, simpang dan sepanjang jalan Dago, Bandung Indah Plaza, persimpangan Bank Indonesia, Jalan Braga, Jalan Suniaraja, Jalan Sudirman, Pasirkaliki, Jalan Padjadjaran, Jalan Cipaganti, Jalan Setiabudi, Cihampelas, dan Jalan Riau.

Bila tertarik untuk menikmati wisata sembari menikmati makanan khas di Street Gourmet, Anda bisa datang ke Kafe Mr Komot yang terletak di Jalan Citarum. Sebab, dari sanalah petualangan bersama Street Gourmet dimulai.

Perjalanan wisat ini memakan waktu sekitar 1,5-2 jam. Street Gourmet juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti bangku yang nyaman dan empuk, penyejuk udara, televisi layar lebar, wifi, dan fasilitas karaoke.

Selama perjalanan, akan ada pemutaran film dokumentasi Bandoeng Tempo Doeloe. Untuk bisa menikmati semua fasilitas tadi, Anda harus merogoh kocek Rp300 ribu untuk dua orang. Atau jika Anda datang dengan rombongan berjumlah empat orang biaya yang harus disiapkan Rp600 ribu.

Menu makanan, Street Gourmet menyediakan penganan dengan berbagai cita rasa. Menu yang ditawarkan mulai dari makanan tradisional, seperti Batagor, Colenak, Soto Bandung, dan Nasi Bakar Pasundan.

Menu lain seperti salad, potato soup, dan tiramisu juga tersedia. Bila ingin menjajal Street Gourmet, Anda harus benar-benar mengatur waktu sebaik-baiknya untuk bisa menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan bus. Sebab, kini baru ada satu bus yang melayani pelanggan Street Gourmet.

Catat jadwal keberangkatannya, setiap pukul 09.00 WIB, 12.00 WIB, 15.00 WIB, dan 18.00 WIB. Street Gourmet juga menyediakan paket bagi perusahaan atau organisasi yang ingin menyewa penuh. Bahkan, rombongan Anda bisa dijemput di tempat dan waktu yang Anda inginkan.

Tapi, ingat, lokasi penjemputan tetap di seputaran Bandung. Tertarik mencoba?

Dari Jepang Hingga Bandung Tawarkan Sensasi Makan di Atas Bus

KMP Portlink III, ‘Tulang Punggung’ Penyeberangan di Selat Sunda

Pemberitaan soal KMP Portlink III yang menabrak movable bridge di dermaga eksekutif Pelabuhan Merak pada 17 Maret 2025 kemarin sempat menghebohkan publik, pasalnya insiden ini terjadi beberapa waktu menjelang puncak arus mudik. Terlepas dari insiden tersebut, tahukah Anda bahwa KMP Portlink merupakan salah satu kapal feri terbesar yang dimiliki oleh ASDP Indonesia Ferry? Dan tahukah Anda bahwa KMP Portlink juga dinilai sangat fleksibel karena sempat membantu TNI dalam mengangkut logistik?

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Moveable Bridge dengan Garbarata di Bandara

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KMP Portlink III merupakan salah satu kapal feri terbesar dan termewah yang beroperasi di rute penyeberangan Selat Sunda, menghubungkan Pelabuhan Merak di Banten dengan Pelabuhan Bakauheni di Lampung.

KMP Portlink III mulai beroperasi pada tahun 2018 dan sejak itu menjadi salah satu kapal feri andalan di rute Merak-Bakauheni. Kapal berjenis feri Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) ini memiliki panjang 143 meter dan lebar 23 meter, dengan kapasitas angkut yang luar biasa; 1.000 penumpang, 105 truk dan 50 mobil pribadi.

Berbekal dua mesin penggerak Mitsubishi B&W 8L58/64 yang menghasilkan total daya 24.000 tenaga kuda, memungkinkan KMP Portlink III untuk mencapai kecepatan hingga 14 knot atau sekitar 26 km/jam.

Menyoal fasilitas, KMP Portlink III menawarkan berbagai fasilitas dan layanan untuk kenyamanan penumpangnya, seperti ruang penumpang yang luas dan nyaman, dilengkapi dengan AC dan tempat duduk yang empuk, restoran dan kafetaria yang menyajikan berbagai pilihan makanan dan minuman, musholla untuk penumpang yang ingin beribadah hingga area bermain anak-anak dan layanan eksekutif lainnya yang bisa memanjakan setiap penumpang.

TNI AD yang tengah loading logistik ke KMP Portlink III. Sumber: indomiliter.com

Nah, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, KMP Portlink III juga sempat ‘di-carter’ oleh TNI AD guna melayani pengangkutan personil dan alutsista dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Panjang, Lampung pada Minggu, 4 Agustus 2019 silam. Dikutip dari laman indomiliter.com, adapun tujuan dari penyewaan KMP Portlink III oleh TNI AD adalah untuk mendukung Latihan Antar Kecabangan (Ancab) TNI AD 2019 di Baturaja, Sumatera Selatan.

Tidak bisa dipungkiri, KMP Portlink III memainkan peran penting dalam transportasi antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, terlebih saat arus mudik seperti saat ini. Tidak hanya dari segi mobilitas penumpang, tapi KMP Portlink III juga berperan aktif dalam mendukung mobilisasi logistik di kedua pulau tersebut.

KRI Tanjung Kambani 971, Kapal Ferry RoRo dengan Cita Rasa Militer

Dishub Semarang Lakukan Ramp Check, 50 Bus Laik Jalan dari 70 Armada

Keika perjalanan mudik Lebaran, bukan hanya fisik yang harus disiapkan untuk melalui perjalanan yang cukup Panjang. Namun kendaraan pun juga harus dipersiapakan dengan baik agar perjalanan menjadi lancar, aman dan nyaman.

Begitupun bila menumpang bus untuk mudik Lebaran ke kampung halaman. Para operator bus haruslah juga mengecek semua unit armada mereka sebelum mengangkut penumpang pada masa jelang Lebara 2025 ini.

Selain untuk kenyamanan, keamanan adalah kunci Utama dalam perjalanan. Sehingga bila bus laik jalan, maka penumpang pun aman dan tenang untuk menikmati perjalanan ke kampung halaman.

Seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang yang baru-baru ini menjaring puluhan kendaraan yang tidak laik jalan saat menggelar Ramp Check armada bus yang melayani angkutan mudik Lebaran. Dishub melakukan pemeriksaan kelayakan bus di terminal maupun pool atau garasi bus pariwisata di Kota Semarang.

Sekretaris Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, dari 70 kendaraan yang diperiksa Dishub, 20 di antaranya tidak lolos uji. Sedangkan 50 lainnya laik operasional atau lolos uji.

Dilansir dari berbagai laman sumber, armada bus yang laik beroperasi akan ditempelkan stiket untuk operasional angkutan mudik Lebaran. Sedangkan 20 bus yang tak laik melayani angkutan Lebaran akan diberikan surat perintah untuk melakukan perbaikan.

Dari pengecekan kelayakan, bus yang tidak laik beroperasi ini memiliki masalah dari berbagai bagian. Adapun hasilnya yakni penemuan penggunaan ban vulkanisir, wiper mati dan juga fisik karoseri tidak laik untuk operasional angkutan.

Dalam Ramp Check yang dilakukan, ada dua hal yang dicek petugas yakni persyaratan administrasi seperti uji KIR kendaraan, SIM, dan persyaratan teknis lain jalan. Ini juga termasuk menyasar petugas bus BRT Trans Semarang.

Yang mana, para petugas bus ini dipastikan sudah memenuhi unsur keselamatan perjalanan.

“Ini untuk memastikan seluruh bus aman dioperasionalkan, termasuk nantinya pemasangan rambu-rambu portable di beberapa titik yang sudah kita siapkan bersama jajaran Satlantas Polrestabes Semarang, disesuaikan dengan SOP dari Korlantas Polri. Karena akan ada skenario pembatasan kendaraan saat periode Lebaran, baik di jalur tol maupun non tol, yakni one way, ganjil genap, maupun pembatasan angkutan barang, mulai dari tanggal 24 maret- 8 April 2025,” kata Danang.

Persiapan Angkutan Lebaran, KAI Gandeng DJKA dan BTP Jakarta Lakukan Ramp Check di LRT Jabodebek

Imbauan KAI: Mulai 25 Maret Perjalanan KA Lokal Merak Hanya Sampai Stasiun Cilegon

Angkutan lebaran 2025 memang tak diragukan lagi bagi para penumpang kereta api yang hendak mudik ke kampung halaman. Terlebih saat ini hingga tanggal 9 April mendatang, semua tiket KA sudah ludes terjual. Tak hanya kereta api jarak jauh, KA lokal pun jadi andalan masyarakat untuk mudik dan bersilaturahmi ke berbagai kota di Pulau Jawa. Tak hanya itu pemudik yang hendak menuju ke Pulau Sumatera pun kereta api menjadi andalan.

Seperti halnya sarana kereta api lokal dengan rute Rangkasbitung-Merak ini. Pantauan kabarpenumpang melihat tiket online di aplikasi KAI pun sudah ludes terjual di tanggal 25-30 Maret 2025. Nah, dari situlah imbauan KAI beredar di media, bahwa penumpang yang menggunakan kereta api Commuter Line Merak untuk turun di Stasiun Cilegon. Kebijakan ini berlaku 25-30 Maret 2025.

Kebijakan ini dikeluarkan oleh Pemerintah Perhubungan Provinsi Banten bersama PT KAI yang menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memperlancar arus lalu lintas di depan pintu masuk Pelabuhan Merak. Kebijakan ini telah diterapkan selama tiga tahun terakhir dan hasil evaluasi menunjukkan efektivitasnya dalam mencegah kemacetan serta kecelakaan di perlintasan kereta api di depan pelabuhan.

Meskipun tidak sampai ke Stasiun Merak, KA Commuter Line Merak tetap menjadi pilihan moda transportasi yang murah dan bebas macet bagi pemudik dari arah Jabodetabek menuju Merak. PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan 15 unit shuttle bus untuk penjemputan dan pengantaran pemudik dari dan ke Pelabuhan Merak-Stasiun Cilegon. Nantinya jadwal dan kedatangan shuttle bus tersebut akan disesuaikan dengan kedatangan dan keberangkatan KA Lokal di Stasiun Cilegon.

KA Commuter Line Merak saat ini tidak melayani perjalanan sampai Stasiun Merak.

Stasiun Merak memang teruhubung dan sangat dekat dengan pintu Pelabuhan Merak. Tak hanya penumpang, beberapa kendaraan saat mudik Lebaran sudah tentu memadati area pelabuhan. Stasiun Merak sendiri memang akses dan areanya terbilang tidak terlalu besar.

Dalam sehari saja, KA Commuter Line Merak melayani 14 kali perjalanan, dengan masing-masing 7 kali perjalanan dari Merak ke Rangkasbitung dan sebaliknya. Padahal normalnya, Commuter Line Merak berhenti di 11 stasiun, yaitu Rangkasbitung, Jambubaru, Catang, Cikeusal, Walantaka, Serang, Karangantu, Tonjongbaru, Cilegon, Kerenceng, dan Merak. Dengan kebijakan sementara ini, KAI dan pemerintah berharap bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik dan juga bisa memperlancar arus mudik di tahun ini.

Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry