Pahami Lebih Dalam Perbedaan Yacht dan Kapal Pesiar, Mirip Tapi Sangat Berbeda

Dalam dunia pelayaran mewah, istilah “yacht” dan “kapal pesiar” sering digunakan secara bergantian, tetapi sebenarnya merujuk pada dua jenis kapal yang berbeda. Memahami perbedaan antara keduanya penting untuk mengapresiasi keunikan dan fungsi masing-masing. Berikut KabarPenumpang.com sarikan beberapa perbedaan esensial dari kedua kapal ini, mengutip dari berbagai laman sumber.

Baca Juga: Pahami Bendera dari Setiap Kapal Pesiar Mewah dan Masing-Masing ‘Keuntungannya’

Ukuran dan Skala
Perbedaan paling mencolok terletak pada ukuran dan skala. Yacht umumnya lebih kecil dan dirancang untuk penggunaan pribadi atau kelompok kecil. Kapal pesiar, di sisi lain, adalah kapal besar yang dapat menampung ratusan hingga ribuan penumpang.

Tujuan Penggunaan
Yacht sering digunakan untuk rekreasi pribadi, seperti berlayar, memancing, atau bersantai. Mereka juga dapat digunakan untuk balapan atau kompetisi. Kapal pesiar, sebaliknya, dirancang untuk wisata dan pelayaran komersial, menawarkan berbagai fasilitas hiburan dan rekreasi bagi penumpang.

Tingkat Kemewahan dan Fasilitas
Kedua jenis kapal ini menawarkan tingkat kemewahan yang tinggi, tetapi dengan fokus yang berbeda. Yacht cenderung menekankan kemewahan pribadi dan eksklusivitas, dengan fasilitas seperti suite mewah, kolam renang pribadi, dan helipad. Kapal pesiar menawarkan berbagai fasilitas hiburan, seperti restoran, kasino, pertunjukan, dan aktivitas rekreasi lainnya.

Kapasitas Penumpang dan Kru
Yacht memiliki kapasitas penumpang yang lebih kecil, biasanya terbatas pada keluarga atau kelompok kecil. Kapal pesiar, di sisi lain, dirancang untuk mengangkut banyak penumpang dan membutuhkan kru yang lebih besar untuk mengoperasikan kapal dan melayani penumpang.

Anthem of the Seas, salah satu contoh kapal pesiar. Sumber: istimewa

Desain dan Konstruksi
Yacht sering dirancang dengan fokus pada kinerja dan kemampuan manuver, dengan desain yang ramping dan mesin yang kuat. Kapal pesiar, sebaliknya, dirancang dengan fokus pada kenyamanan dan stabilitas, dengan desain yang lebih besar dan lambat.

Biaya dan Kepemilikan
Yacht biasanya dimiliki oleh individu atau perusahaan swasta, dan biaya kepemilikan dan operasionalnya sangat tinggi. Kapal pesiar dimiliki oleh perusahaan pelayaran dan dioperasikan sebagai bisnis komersial.

Yacht dan kapal pesiar adalah dua jenis kapal yang berbeda dengan tujuan dan karakteristik yang berbeda. Yacht menekankan kemewahan pribadi dan fleksibilitas, sementara kapal pesiar menawarkan pengalaman pelayaran yang lebih luas dan beragam. Memahami perbedaan ini akan membantu Anda mengapresiasi keunikan dan keistimewaan masing-masing jenis kapal.

Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Perbedaan Moveable Bridge dengan Garbarata di Bandara

Gerbang Transportasi Utama Surabaya, Terminal Purbaya Punya Luas 11,9 Hektare

Terminal Purbaya yang juga dikenal dengan Terminal Bungurasih merupakan terminal terbesar dan tersibuk di Surabaya, Jawa Timur. Berada di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Terminal Purbaya menjadi gerbang Utama Kota Surabaya dari arah barat, selatan, dan timur.

Memiliki luas lahah 11,9 hektare, Terminal Purbaya berdiri sejak 11 Maret 1991 atau tepatnya 34 tahun yang lalu. Meski berada di wilayah administrasi Kabupaten Sidoarjo, tetapi pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan Kota Surabya dengan perjanjian antara kedua belah pihak sejak awal berdirinya.

Nama “Purabaya” merupakan akronim dari “gapura” (gerbang) dan “Surabaya”, mencerminkan fungsinya sebagai gerbang utama menuju Kota Surabaya. Nama terminal ini sendiri dicetuskan oleh Bupati Sidoarjo, Edi Sanyoto dan Walikota Surabaya, Poernomo Kasidi sejak awal pembangunannya pada tahun 1990.

Pada dekade sebelum tahun 1990-an, beberapa jalur trayek angkutan umum lokal di Kota Surabaya mempunyai titik terminus (ujung) paling selatan di Bundaran Aloha, dekat dengan Halte Sawotratap. Sedangkan angkutan umum lokal di Kabupaten Sidoarjo mempunyai pangkalan yang terdapat di sekitaran titik keramaian seperti Pasar Waru, Stasiun Waru dan Pabrik Paku Kedungrejo.

Berbeda dengan angkutan umum lokal, bus antarkota pada dekade sebelum tahun 1990-an masih diperbolehkan melintasi kawasan dalam kota. Hal tersebut dikarenakan seluruh jaringan trayek bus antarkota dari dan ke Kota Surabaya mempunyai titik terminus pada terminal bus eksisting yang tersedia di dalam kota pada masa tersebut.

Seluruh layanan bus antarkota dalam provinsi mempunyai pangkalan di Terminal Joyoboyo, dan sebagian lainnya di Terminal Jayengrono. Sedangkan layanan bus antarkota antarprovinsi dan bus jarak jauh mempunyai pangkalan di Terminal Bratang.

Ide pembangunan terminal bus di Desa Bungurasih sudah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Soenandar Prijosoedarmo pada tahun 1982. Ide tersebut tertuang dalam dokumen Surat Persetujuan Gubernur Jawa Timur Nomor 645.7/9605/210/82 tertanggal 2 September 1982.

Latar belakang pembangunan terminal bus ini didasari oleh kapasitas kendaraan dan penumpang pada terminal bus eksisting yang sudah tidak memadai (overloud) saat itu. Selain itu, terminal bus eksisting berdiri pada lahan tanah yang sempit di kawasan dalam kota, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut menjadi terminal induk bus antarkota di masa depan.

Langkah awalnya, pada tahun 1982–1989, Pemerintah Kota Surabaya bertanggungjawab terhadap pembiayaan pembebasan tanah di Desa Bungurasih. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turut membantu sepenuhnya pelaksanaan pembebasan tanah yang dimaksud.

Untuk diketahui, realisasi pembangunan terminal bus di Desa Bungurasih baru dilaksanakan pada tahun 1989, dengan jangka pembangunan sekitar dua tahun. Pada 11 Maret 1991, terminal bus bernama Terminal Purabaya ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan, Azwar Anas serta mulai dibuka untuk umum sejak saat itu.

65 Tahun Berdiri, ‘Terminal Kemayoran’ Menjadi Terminal Tertua di Indonesia

Bus Tingkat Jadi Alternatif Rekreasi Ekonomis dan Kreatif

Kalau di Kota Batu, Malang ada shuttle bus gratis yang berkeliling tempat wisata, di Ibu Kota Jakarta juga ada bus tingkat yang dipenuhi pengunjung. Bus tingkat yang dioperasikan oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) pada masa libur Lebaran 2025, menjadi incaran.

Bahkan bus tingkat ini menjadi primadona, karena lebih banyak penumpang dibandingkan dengan bus layanan komersil lainnya yang dioperasikan Transjakarta. Pasalnya, bus tingkat ini beroperasi tanpa dipungut biaya alias gratis dan menjadikannya alternatif rekreasi yang ekonomis dan edukatif.

Bus tingkat TransJakarta dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung kenyamanan penumpang. Desainnya yang unik dan menarik memberikan pengalaman berbeda dalam menikmati pemandangan kota dan menjadi pengalaman unik untuk menikmati Ibu Kota Jakarta dari ketinggian.

Dari dek atas, penumpang dapat menikmati panorama Jakarta dengan sudut pandang yang lebih luas. ​Selain sebagai sarana transportasi, bus tingkat ini juga menjadi daya tarik wisata tersendiri.

Seorang pengunjung bernama Anna (18) dari Bogor bersama teman-temannya menaiki bus tingkat untuk menikmati kota Jakarta dengan cara baru. Perempuan berhijab pink ini mengatakan, baru pertama kali mencoba bus tingkat di Jakarta.

“Saya sama teman-teman itu sering ke Jakarta kalua hari Sabtu atau Minggu. Tapi nggak pernah nyoba bus tingkat ini. Pas saya lagi jalan sama teman-teman di Kota Tua lihat bus tingkat, jadi kita coba deh,” kata dia.

Selain Anna, ada juga Anton yang membawa keluarga kecilnya berlibur. Menurut Anton, bus tingkat bisa membawa anak-anaknya menikmati daerah-daerah yang belum pernah di kunjungi pas ke Jakarta.

“Saya dari Serpong sama anak istri naik mobil pribadi. Kita parkir di Istiqlal dan nyobain sensasi baru naik bus tingkat yang atapnya terbuka. Angin sepoi-sepoi dan bisa lihat banyak hal dari atap bus yang terbuka,” ujar Anton.

Bus tingkat yang dioperasikan Transjakarta untuk mengangkut pengunjung ada dua macam yakni bus dengan atap tertutup dan terbuka di bagian depannya. Layanan gratis tersebut memiliki rute yang melintasi berbagai ikon dan sejarak Ibu Kota Jakarta.

Adapun rute Utama bus ini termasuk Kota Tua, Monas, hingga Pantai Indah Kapuk (PIK) 1. Selama libur Lebaran, 13 armada tersebut beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, bus tingkat TransJakarta membuktikan diri sebagai salah satu moda transportasi yang tidak hanya fungsional tetapi juga rekreatif, memperkaya pengalaman warga dan wisatawan dalam menikmati keindahan Jakarta selama libur Lebaran.

Bus Tingkat di Indonesia, Transformasi dari Moda Angkutan dan Wisata

LRT Jabodebek Layani Lebih dari 2 Juta Pengguna Selama Maret 2025

LRT Jabodebek mencatat pencapaian positif di bulan Maret 2025 dengan melayani 2.056.759 pengguna. Jumlah ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek tetap menjadi pilihan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Selama hari kerja, rata-rata jumlah pengguna mencapai 91.275 orang per hari, sementara pada akhir pekan dan hari libur nasional tercatat rata-rata 26.878 pengguna per hari. Sepanjang bulan Maret, LRT Jabodebek telah mengoperasikan 10.194 perjalanan, dengan tingkat ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) mencapai 99,65%.

“Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan para pengguna yang terus mempercayai LRT Jabodebek sebagai moda transportasi andalan. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan, kesetiaan, dan partisipasi aktif dari seluruh pengguna yang telah menjadi bagian dari perjalanan LRT Jabodebek,” ujar Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan, sejak bulan Maret LRT Jabodebek menambah 2 kereta baru yang beroperasi saat hari kerja. Dengan tambahan ini, jumlah perjalanan harian meningkat dari 348 menjadi 366 perjalanan, sehingga jarak antar kereta menjadi lebih singkat dan perjalanan menjadi lebih nyaman.

Adapun tiga stasiun dengan jumlah pengguna terbanyak selama Maret 2025 adalah:
-Dukuh Atas BNI: 558.283 pengguna
-Harjamukti: 483.940 pengguna
-Kuningan: 392.948 pengguna

Selain fokus pada operasional, LRT Jabodebek juga terus menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna. Selama bulan Maret, petugas LRT Jabodebek berhasil mengamankan 524 barang yang tertinggal di dalam kereta maupun stasiun. Barang-barang tersebut langsung ditangani oleh petugas dan bisa diambil kembali oleh pemiliknya melalui pos layanan pelanggan.

Maret 2025 juga bertepatan dengan bulan Ramadan. Untuk mendukung para pengguna yang menjalankan ibadah puasa, LRT Jabodebek menerapkan kebijakan memperbolehkan pengguna berbuka puasa di kereta dan stasiun pada waktu Maghrib hingga pukul 19.00. Kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat dan menjadi bagian dari layanan LRT Jabodebek yang semakin ramah pengguna.

Penuh dan Antre Imigrasi, Kapal Ferry dari Johor ke Tanjungpinang Delay

Musim libur Lebaran telah usai, pelancong maupun pemudik kembali pulang untuk melanjutkan aktivitas pekerjaan mereka. Bukan hanya terminal maupun stasiun kereta yang dipenuhi perantau dan pelancong, Pelabuhan di Indonesia pun juga ramai.

Seperti di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang kembali dipadati oleh penumpang yang tiba dari Malaysia dan Singapura. Jessica Windi Sari, mahasiswi asal Tanjungpinang ini tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura pada 3 April 2025 kemarin.

Ia mengatakan, kapal ferry yang ditumpanginya dari Pelabuhan Stulang Johor penuh oleh pelancong dan masyarakat Indonesia. Bahkan Jessi mengaku, saat tiba di Pelauhan Sri Bintan pura, antrean Panjang jelas terlihat tak lama dirinya keluar dari kapal.

“Jadi Jessi itu naik kapan dari Johor ke Tanjungpinang, nah pas keluar kapal, pelabuhan ramai karena ternyata kapal dari Singapura juga baru tiba,” ujar Jessi kepada KabarPenumpang.com.

Dia menjelaskan, ramainya Pelabuhan Sri Bintan Pura karena perjalanan kapal ferry baik dari Johor maupun Singapura delay atau terlambat.

Baca juga: Pelabuhan Sri Bintan Pura Tambah Dua Kapal Ferry di Momen Mudik Lebaran

“Di Pelabuhan Johor itu delay satu jam karena memang pas cap paspor di imigrasi ramai puoll,” ungkapnya.

Meski begitu, Jessi mengaku bila saat di kapal tidak berdesakan. Pasalnya tiket yang terjual dengan penumpang kapal sama totalnya dengan jumlah kursi di kapal ferry.

“Sesuai kursi di kapal ferry sih ka untuk penumpangnya. Jadi nggak desak-desakan dan semua penumpang duduk. Paling ya sama seperti di Johor desak-desakan pas mau keluar kapal dan cap paspor di imigrasi Pelabuhan Sri Bintan Pura,” ujarnya.

Baca juga: Electric Supply Boat Meluncur di Batam, PaxOcean Siap Lanjut Hadirkan Electric Tug Boat Pada Juni 2025

Sri Bintan Pura sendiri merupakan salah satu pelabuhan di Kepulauan Riau yang melayani angkutan kapal ferry penumpang menuju ke Johor, Malaysia dan Singapura. Perjalanan dari Sri Bintan Pura dari Stulang Laut Johor memakan Waktu sekitar tiga jam.

Tiketnya pun cukup terbilang murah yakni kisaran RM100-RM200 atau sekitar Rp373 ribu sampai Rp747 ribu.

Electric Supply Boat Meluncur di Batam, PaxOcean Siap Lanjut Hadirkan Electric Tug Boat Pada Juni 2025

Jembatan KA Leuwi Jurig, Benarkah Menyimpan Misteri?

Selain pemandangannya indah, Jembatan Leuwi Jurig merupakan jembatan satu-satunya yang terpanjang dan tertinggi di jalur selatan antara petak Stasiun Cipeuyeum dengan Stasiun Rajamandala.

Jembatan yang hanya dilewati KA Siliwangi dengan rute Cianjur-Cipatat ini berada diperbatasan antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat. Jembatan Leuwi Jurig ini berada di atas Sungai Citarum yang di bangun pada masa pemerintahan Hindia-Belanda ini dinamakan jembatan kereta api Leuwi Jurig.

“Leuwi” sendiri merupakan sebuah kata yang di ambil dari bahasa Sunda yang berarti lubuk. Lubuk menurut geografis memiliki arti bagian terdalam sebuah sungai atau cekungan didalam dasar sungai. Sedangkan kata “jurig” memiliki arti yaitu hantu.

Bentang jembatan awal yang memiliki rasuk berukuran kecil namun sangat rapat di ubah menggunakan rangka yang berukuran besar namun jarang. Rangka yang di gunakan untuk bentang jembatan baru merupakan rangka hasil dari pembongkaran jembatan Cisomang generasi ke-1. Perancangan bentang jembatan di lakukan di balai jembatan Kiaracondong. Setelah perancangan selesai barulah baja-baja rasuk di angkut menuju lokasi jembatan dan perakitan dilakukan di samping jembatan.

Perbandingan Jembatan Leuwi Jurig dulu dan sekarang. (Foto: Dok. Istimewa)

Dari sejarah yang melegenda, Staatspoorwegen ( SS) yang merupakan perusahaan kereta api negara Hindia-Belanda sudah mulai mengoperasikan Jembatan ini sekitar tahun 1884. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 160 meter dengan 2 buah penyangga di tengahnya. Selama ini jembatan kertas api Leuwi Jurig sudah mengalami satu kali perubahan.

Perubahan dilakukan pada tahun 1936 meliputi perubahan pada bentang jembatan dan juga pada penyangga jembatan. Pada awal dibangun tiang jembatan menggunakan rangka baja, tetapi sebelum penggantian bentang jembatan terlebih dahulu penyangga jembatan di ganti dengan kontruksi beton. Barulah setelah tiang jembatan di rubah berikutnya penggantian meliputi bentang jembatan.

Dari segi mistis jembatan ini juga termasuk kedalam jembatan kereta api yang sangat angker. Dari namanya saja sudah mewakili keangkeran jembatan ini. Warga sering mendengar tabuhan gamelan, suara orang berbincang-bincang. Bahkan menurut warga bila kita mempunyai mata batin yang kuat, setiap sore kita bisa melihat keramaian layaknya pasar di sekitar tepi aliran sungai Citarum. Warga juga pernah melihat sosok tengkorak terbang di atas kali Citarum.

Secercah Cerita di Balik Jembatan Cincin Yang Melegenda

Menurut kepercayaan warga bahwa jangan sampai sendirian lebih dari pukul lima sore di sekitar tepi sungai Citarum. Tidak di sebutkan apa yang akan terjadi bila melebihi pukul lima sore. Kemungkinan pandangan kita akan di perlihatkan terhadap sosok-sosok penghuni astral di sekitar sungai.

Fyi, di jembatan Leuwi Jurig sendiri sering terjadi peristiwa-peristiwa mengerikan. Banyaknya kecelakaan saat proyek renovasi beberapa tahun lalu, hingga suara-suara tanpa ada wujudnya. Bahkan beberapa tahun terakhir ada anak kecil yang terjatuh dari atas jembatan saat bermain.

Menurut orang yang memiliki kelebihan dalam ilmu gaib, bahwa penghuni jembatan masih meminta satu korban seorang anak kecil di area itu. Bahkan katanya untuk menjaga dari hal-hal yang tidak di inginkan, kabarnya setiap tahun petugas KAI sering melakukan syukuran di area jembatan. Ini berguna juga untuk memperlancar perjalanan kereta api yang melintas di jembatan ini. Untuk segi fotografi, Jembatan Leuwi Jurig juga menyimpan keindahan panorama bukit dan jurang di sekitar jembatan yang sayang jika terlewatkan. Karena akses jalan menuju jembatan tidak begitu sulit. Mau coba telusuri?

Alas Roban, Jalur Tengkorak Penuh Mistis di Jawa Tengah

Eva Air Mekarkan Armada dengan Tambah Jumlah Pesanan Airbus A350-1000 dan A321neo

Eva Air, maskapai asal Taiwan, telah menandatangani kontrak pemesanan (firm order) untuk enam pesawat berbadan lebar A350-1000 dan tiga pesawat lorong tunggal A321neo, menyusul komitmen yang diumumkan pada Maret 2025. Dengan tambahan ini, total pesanan pesawat Eva Air bertambah menjadi 24 unit pesawat A350-1000 dan 18 unit pesawat A321neo.

“Penambahan pesawat baru ini menegaskan komitmen kami terhadap keberlanjutan penerbangan dan pengalaman perjalanan udara yang menyenangkan bagi penumpang. Pesawat A350-1000 dan A321neo merupakan standar tertinggi di kelasnya masing-masing, menghadirkan efisiensi sekaligus kenyamanan bagi para penumpang. Seiring dengan rencana ekspansi armada dan jaringan kami, kami berharap dapat memaksimalkan jangkauan dan efisiensi pesawat-pesawat ini untuk memperkuat posisi kami di pasaran,” ujar Clay Sun, President of Eva Air.

“Pesanan baru dari Eva Air kembali menegaskan daya tarik A350-1000 Long Range Leader sebagai panutan dalam hal penerbangan antar benua, dan A321neo sebagai pemimpin di bidang efisiensi untuk penerbangan regional. Kami sangat menghargai kepercayaan EvaA Air terhadap pesawat generasi terbaru kami dan siap mendukung integrasi pesawat-pesawat ini ke dalam armada mereka untuk mendukung kelancaran operasional di masa depan,” kata Benoît de Saint-Exupéry, Airbus EVP Sales of the Commercial Aircraft business.

A350 merupakan pesawat berbadan lebar paling modern dan efisien di dunia, yang sekaligus menjadi standar baru untuk penerbangan antar benua. Pesawat ini menawarkan kemampuan terbang jarak jauh terpanjang dibanding pesawat komersial lainnya yang ada di pasaran saat ini. Ditenagai oleh mesin generasi terbaru dari Rolls-Royce, A350 mampu terbang hingga 9.700 mil laut atau 18.000 kilometer tanpa henti, dengan efisiensi konsumsi bahan bakar dan pengurangan emisi karbon 25% lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.

Sebagaimana pesawat Airbus lainnya, pesawat A350 sudah mampu beroperasi dengan campuran bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) hingga 50%. Airbus menargetkan seluruh pesawatnya dapat beroperasi dengan 100% SAF pada tahun 2030.

Hingga saat ini, keluarga A350 telah mengantongi lebih dari 1.360 pesanan dari 60 pelanggan di seluruh dunia. Lebih dari 640 unit telah beroperasi di 38 maskapai, terutama pada pelayanan rute jarak jauh.

Sementara itu, A321neo merupakan bagian dari keluarga A320neo yang menggabungkan berbagai teknologi terbaru, termasuk mesin generasi baru, Sharklets, serta efisiensi kabin yang menghasilkan penghematan bahan bakar hingga 20%. Sejak diluncurkan pada 2016, A321neo telah mencatatkan lebih dari 6.800 pesanan dari lebih dari 90 pelanggan, menguasai lebih dari 80% pangsa pasar di segmennya.

Eva Air – Anak Perusahaan Evergreen Group yang Kerap Pasang Livery Lucu di Armadanya

“Serasa Bandara”, Inilah Terminal Bus Tangkoko di Bitung

​Terminal Tangkoko, yang terletak di Kota Bitung, Sulawesi Utara, memiliki sejarah panjang dalam mendukung sistem transportasi di wilayah tersebut. Awalnya, Kota Bitung memiliki Terminal Mapalus yang berlokasi di Kelurahan Wangurer Timur, Kecamatan Madidir.

Pada tahun 1998, pemerintah setempat memutuskan untuk merelokasi terminal tersebut ke lokasi baru di Jalan H. Tumundo, Kecamatan Matuari. Terminal baru ini mulai beroperasi dan diresmikan pada awal Januari 2000 dengan nama Terminal Tangkoko, menempati lahan seluas 2,064 hektar dengan luas bangunan 4.200 m².

Terminal Tangkoko sendiri memiliki posisi yang strategis dan merupakan terminal tipe A yang melayani berbagai rute antarkota antarprovinsi. Di mana rute bus menghubungkan Bitung denga kota-kota di Sulawasi dan daerah lainnya.

Terminal ini diresmikan pada 11 April 2011 lalu oleh Kementerian Perhubungan. Kehadirannya memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Bitung, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Baca Juga: Tarif Rp15 Ribu, Penginapan Murah di Terminal Pulo Gebang Dilengkapi AC dan Shower

Memiliki konsep desain dari bentukan Gunung Tangkoko yang menjadi nama terminal tersebut. Denah bangunan pun memaksimalkan penggunaan ruang yang dibuat untuk terminal ini.
‘
Kementerian Perhubungan sendiri membuat Terminal Tangkoko sebagai terminal “serasa bandara” yang melayani penumpang bus dan juga menduking konektivitas KEK Bitung dan KSPN Manado-Likupang.

Melalui berbagai tahap perkembangan dan modernisasi, Terminal Tangkoko terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan menjadi bagian integral dalam sistem transportasi di Sulawesi Utara.

Adapun fasilitas yang dimaksud antara lain seperti ruang tunggu berpendingin udara yang dilengkapi dengan tenant seperti makanan dan penjual UMKM, ruang kesehatan dan laktasi, fasilitas difabel, ATM gallery, photo booth, mesin antrian, mesin survey kepuasan masyarakat, free wifi dan port charger, voice direction/announcement.

Terminal tersebut juga dilengkapi dengan beberapa kerajinan kesenian yang semakin menambah keindahannya dengan adanya lumosan mural pada tembok terminal, galeri seni di dalam terminal karya seniman lokal, serta tulisan filosofi “SI TOU TIMOU TUMOU TOU” yang artinya manusia hidup untuk memanusiakan orang lain.

Terminal 1 Bandara Soetta Kini Dikhususkan untuk Maskapai Berbiaya Murah (LCC)

Korea Utara dan Rusia Bangun Jembatan Raksasa Sepanjang 4,6 Km

Punya rasa kebersamaan yang kuat akibat hujan sanksi internasional, Korea Utara dan Rusia dikabarkan membangun jembatan raksasa senilai £77 juta untuk menghubungkan kedua negara

Seperti dikutip mirror.co.uk, jembatan sepanjang 2,92 mil (sekitar 4,6 km) akan selesai pada akhir tahun 2026 dan bakal menghubungkan Korea Utara bagian utara dengan Rusia timur, dekat kota Vladivostok.

Sebuah jembatan mobil raksasa senilai £77 juta sedang dalam pengerjaan, yang akan dibangun di samping jembatan kereta api yang sudah ada.

Jembatan Tumangang – Jembatan Kereta Penghubung Antara Rusia dan Korea Utara

Membentang di Sungai Tumen, yang berfungsi sebagai perbatasan alami antara Rusia, Korea Utara, dan Cina, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas di wilayah tersebut.

Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menandatangani sebuah dekrit pada bulan Februari, menyerahkan proyek ambisius tersebut kepada sebuah perusahaan yang relatif tidak dikenal dan kurang berpengalaman yang berbasis di Sochi bernama TonnelYuzhStroi, sebagaimana dilaporkan oleh NK News.

Meskipun konstruksi belum dimulai, lampu hijau diberikan setelah perjalanan Vladimir Putin ke Korea Utara pada tahun 2024.

Masih dalam tahap persiapan, jembatan penyeberangan baru akan dibangun di samping “Jembatan Persahabatan” bersejarah yang telah menghubungkan kedua negara bagian yang dikelola dengan ketat ini dengan kereta api sejak tahun 1959 “Pembangunan jembatan belum dimulai,” Alexander Matsegora, Duta Besar Rusia untuk Korea Utara, mengonfirmasi dalam sebuah percakapan dengan RIA Novosti.

Ia menjelaskan bahwa kedua pihak saat ini tengah terlibat dalam pekerjaan awal, yang meliputi penyelesaian rencana desain, penyusunan tim konstruksi, dan pengaturan peralatan.

Setelah Empat Tahun Terhenti, Jalur Kereta Rusia dan Korea Utara Dibuka Kembali

Selain Mudik, Stasiun Yogyakarta Menjadi Tujuan Destinasi Wisata Favorit Saat Lebaran

Mudik menggunakan kereta api ternyata penumpang lebih dominan pada rute dengan tujuan Yogyakarta. Tak heran banyaknya rangkaian kereta api yang melewati Yogyakarta termasuk kereta api tambahan yang disediakan PT KAI untuk memenuhi kebutuhan perjalanan.

KAI mencatat pada periode angkutan Lebaran sejak 21 Maret hingga 1 April 2025, jumlah penumpang KA jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta mencapai 86.027 orang, sedangkan yang datang mencapai 89.491 orang. Lalu, pada arus balik 2-4 April, penumpang KA jarak jauh berangkat dari Stasiun Yogyakarta mencapai 34.431 orang, sedangkan yang datang 38.550 orang.

Salah satu keunggulan stasiun tersebut yakni adanya integrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya. Selain kereta api jarak jauh juga terdapat layanan kereta rel listrik (KRL) relasi Yogyakarta-Palur dan KA Lokal Prambanan Ekspres yang menawarkan perjalanan dengan tiket terjangkau ke Stasiun Kutoarjo di Kabupaten Purworejo. Pada libur Lebaran dan arus balik dari 1-4 April 2025, pengguna KAI Commuter di Stasiun Yogyakarta meningkat signifikan.

Lokomotif Diesel Hidraulik D301 22 Kini Jadi Koleksi Stasiun Tugu Yogyakarta

Integrasi antara KRL, KA lokal, KA Bandara dan KA jarak jauh sangat membantu pemudik dari berbagai daerah di sekitar Yogyakarta. Termasuk juga pemudik yang datang ke Yogyakarta dengan pesawat, bisa melanjutkan perjalanan menggunakan KA untuk menuju Stasiun Yogyakarta dan meneruskan perjalanan ke kota tujuan.

KAI mempercayakan pengelolaannya kepada KAI Bandara yang juga merupakan anak perusahaan KAI. Total penumpang yang dilayani oleh KA Bandara pada periode masa Angkutan Lebaran dari 21 Maret hingga 4 April 2025 di Stasiun Yogyakarta sebanyak 128.488 penumpang, dengan rata-rata 8.566 penumpang KA Bandara setiap hari.

Ramainya pengunjung di Yogyakarta, makin dimudahkan dengan sarana menuju ke berbagai lokasi favorit. Dari Stasiun Yogyakarta tersedia pick-up point untuk angkutan online, selain itu tidak jauh dari stasiun juga terdapat halte bus Trans Jogja untuk angkutan lanjutan. Lokasi stasiun yang strategis di pusat kota, dekat dengan Jalan Malioboro yang ikonik, semakin menambah daya tarik

Stasiun Yogyakarta sebagai pusat transportasi dan pariwisata. Dengan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan kereta api di Stasiun Yogyakarta, KAI mendorong para pemangku kepentingan untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas, baik di dalam kota maupun menuju luar kota.

Setelah Revitalisasi, Stasiun Tugu Akan Mampu Tampung 14 Ribu Penumpang