Taksi Istanbul Punya Desain dan Warna Baru di Tahun 2025

Taksi di Istanbul tahun 2025 ini akan memiliki desain baru. Pilihan desain baru ini merupakan hasil dari proses pemungutan suara yang diikuti ratusan ribu warga Istanbul, Turki pada 2024 lalu.

Istanbul Metropolitan Municipality (İBB) telah mencapai tahap akhir dalam mendesain taksi-taksi tersebut, yang akan beroperasi secara eksklusif melalui aplikasi mobile. Ada lima pilihan desain telah dibuat, semuanya menggunakan warna putih sebagai warna dasar dan satu diantaranya menggunakan warna merah sedangkan lainnya memiliki tambahan warna kuning.

Desain-desain tersebut akan diaplikasikan pada kendaraan Fiat Egea, yang dipilih sebagai model untuk armada baru. Dari ratusan ribu warga yang memilih, desain E menjadi yang paling banyak dipilih dengan 30 ribu suara.

Baca juga: Si Tosca dari Vietnam, Ini Dia Taksi Listrik Xanh SM

Kendaraan-kendaraan tersebut, nantinya akan menggunakan balutan vinil dan bukan cat. Sehingga setelah persiapan teknis, termasuk infrastruktur, peraturan dan prosedur operasional, kendaraan akan menerima pembungkus vinil mereka di fasilitas IBB sebelum mulai beroperasi untuk melayani penumpang.

Desain dan warna baru taksi Istanbul

Untuk diketahui, desain baru tersebut meliputi perubahan warna yang sejalan dengan sistem berbasis aplikasi. Desain baru tersebut menghilangkan lampu atap tradisional.

Hal ini karena taksi sekarang hanya akan menerima penumpang melalui aplikasi berlisensi atau pangkalan taksi yang ditunjuk. Sistem aplikasi bertujuan untuk mengatasi manipulasi rute, penolakan jarak pendek, hingga biaya yang terlalu tinggi bagi para pelancong.

Tak hanya itu tujuan lainnya untuk menyederhanakan proses pemesaan taksi melalui aplikasi dengan peluncuran awal sebanyak 2500 armada. Taksi ikonik Istanbul siap untuk bertransformasi dengan penuh warna seiring dengan rencana kota ini untuk memperkenalkan 2.500 taksi berbasis aplikasi dengan desain yang lebih segar.

Desain akhir akan ditentukan oleh hasil jajak pendapat yang diselenggarakan oleh IBB. Tanggal pasti peluncuran taksi ini masih belum jelas.

Namun, para pejabat mengatakan bahwa proyek ini berjalan dengan cepat, yang bertujuan untuk memodernisasi pilihan transportasi Istanbul sekaligus memberikan tampilan baru pada taksi-taksi ikonik kota ini.

Mau Berlibur ke Istanbul? Baca Dulu Beberapa Tips Berikut Ini!

LRT Jabodebek Sosialisasikan Pin Ibu Hamil, Begini Cara Memperolehnya

Sebagai bagian dari komitmen dalam menyediakan transportasi inklusif bagi seluruh pengguna, LRT Jabodebek terus mensosialisasikan layanan Pin Ibu Hamil, sebuah layanan yang telah diterapkan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna ibu hamil saat bepergian.

Melalui layanan ini, ibu hamil dapat memperoleh Pin Ibu Hamil dengan mudah di loket stasiun. Proses pengambilan pin ini cukup sederhana, pengguna hanya perlu menunjukkan surat keterangan kehamilan dari rumah sakit, dokter, atau bidan kepada petugas di loket stasiun.

Setelah dokumen diverifikasi, ibu hamil akan menerima pin yang dapat dikenakan selama perjalanan dengan LRT Jabodebek. Pin ini berfungsi sebagai tanda pengenal agar pengguna lain lebih memahami kebutuhan ibu hamil, termasuk memberikan tempat duduk prioritas di stasiun maupun dalam kereta.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi menegaskan komitmen LRT Jabodebek dalam menghadirkan transportasi yang inklusif bagi seluruh masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pengguna termasuk ibu hamil dan ibu menyusui, merasa nyaman dan aman saat menggunakan LRT Jabodebek. Dengan adanya pin ibu hamil serta fasilitas pendukung lainnya, kami berharap perjalanan dengan LRT Jabodebek menjadi lebih mudah dan menyenangkan bagi semua,” ujarnya.

Selain itu, LRT Jabodebek juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi ibu hamil, seperti lift prioritas untuk kemudahan akses di stasiun, tempat duduk prioritas baik di dalam stasiun maupun di dalam rangkaian kereta, serta water station atau air minum gratis yang terdapat di stasiun untuk memastikan ibu hamil tetap terhidrasi selama perjalanan. Jika pengguna membutuhkan bantuan selama perjalanan, pengguna dapat langsung menghubungi petugas di stasiun maupun di dalam kereta untuk mendapatkan pertolongan dengan cepat dan sigap.

Tidak hanya bagi ibu hamil, LRT Jabodebek juga memberikan perhatian khusus kepada ibu menyusui. Seluruh stasiun LRT Jabodebek telah dilengkapi dengan ruang menyusui yang nyaman dan aman. Di dalam ruang menyusui ini, tersedia sofa, dispenser air panas, serta wastafel untuk mendukung kenyamanan pengguna dalam memberikan ASI kepada buah hati mereka.

Sebagai transportasi publik yang ramah bagi seluruh pengguna, LRT Jabodebek juga mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan tempat duduk kepada pengguna prioritas, seperti ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan pengguna dengan anak kecil. Dengan adanya kesadaran bersama, transportasi publik dapat menjadi lebih nyaman dan inklusif bagi semua kalangan.

Ibu Hamil Berdiri, Penumpang Sehat Duduki Kursi Prioritas di Kereta

Dipensiunkan, “Si Gendut” Argo Bromo Anggrek Benar-benar Tak Layak Digunakan

Ada pemandangan tak biasa di Stasiun Brumbung saat rangkaian kereta yang membawa alat berat pada 18 Februari kemarin. Ya, Crane yang didatangkan dari Cirebon ini merapat Stasiun Brumbung disamping rangkaian bekas Argo Bromo Anggrek.

Informasi yang dikabarkan bahwa Crane tersebut melakukan tugasnya untuk mengevakuasi rangkaian “gendut” Argo Bromo Anggrek tersebut yang dipindahkan dari atas rel. Sekitar 10 unit kereta yang mangkrak di stasiun tersebut dilakukan pemindahan. Ini dimaksudkan agar jalur yang berada di Stasiun Brumbung steril dari rangkaian yang tidak beroperasi.

Awalnya rangkaian Argo Bromo Anggrek direncanakan akan dikirim ke tempat pembuangan kereta yang tak layak pakai di Stasiun Cikaum. Namun, entah kenapa proses pemindahan tak kunjung dilakukan hingga saat ini. Bahkan rangkaian gendut ini dikatakan sudah tak layak di jalankan kembali, walaupun dalam kecepatan lebih lambat. Mengingat roda/bogie yang sudah berkarat dan selang rem yang tak berfungsi, sangat dikhawatirkan jika terjadi anjlok atau semacamnya.

Crane yang dioperasikan mengangkut atau memindahkan kereta atau gerbong ini paling efektif sebagai kereta penolong. Tak hanya itu Crane tersebut sempat melakukan evakuasi saat terjadinya longsor di kabupaten Grobogan beberapa bulan lalu. Saat in beberapa kereta eks Argo Bromo Anggrek satu persatu dipindahkan disamping rel Stasiun Brumbung. Belum diketahui selanjutnya rangkaian itu apakah dipindahkan lagi atau dibuat “makam” baru untuk rangkaian kereta mangkrak di Brumbung.

Ini Alasan Rangkaian “Gendut” Bekas Argo Bromo Anggrek Harus Mangkrak

Seperti diketahui kereta jenis ini memiliki desain yang berbeda dengan kereta lain. Dikutip dari roda-sayap.com, body kereta Argo Bromo Anggrek dibuat “menggembung” dengan kaca jendela yang menyatu. Pintu otomatis dengan sistem pneumatik dipasang pada setiap kereta. Kereta-kereta untuk Argo Bromo Anggrek menggunakan bogie jenis CL-234/K9 yang dilengkapi dengan air suspension, lisensi GEC-Alshtom Perancis.

Bagian coupler (alat perangkai) sendiri menggunakan jenis automatic dengan tigh lock, yang mengunci lebih sempurna dan meminimalisir guncangan pada coupler. Insulasi kereta dibuat sebaik mungkin agar suara serta panas dari luar tidak masuk ke kabin.

Argo Bromo Anggrek pada masanya masih menggunakan rangkaian “gendut” dengan bogie jenis K9.

Kereta api Argo Bromo Anggrek merupakan kereta api yang terkenal dengan rangkaian kereta yang memiliki Kereta Spesial dengan Bogie K9. Kereta api ini merupakan kebanggaan Daop VIII Surabaya.

Kini kereta api Argo Bromo Anggrek gendut tidak lagi digunakan karena sudah digantikan oleh rangkaian kereta eksekutif Stainless Steel New Generation. Rangkaian kereta baru ini mulai beroperasi pada 29 dan 30 Maret 2024. Dan kereta api ini sekarang memiliki kecepatan maksimal 120 km/jam dengan waktu tempuh yang relatif cepat dibanding rangkaian kereta api lainnya.

KA Argo Bromo Anggrek, Sejarah Pertama Varian Keluarga Kereta “Argo”

Keren! Dubai Kembali Hadirkan Moda Transportasi Tradisional Dengan Sentuhan Modern

Mungkin beberapa dari Anda masih sedikit asing dengan nama moda transportasi asal Dubai ini. Ya, Abra merupakan moda transportasi air tradisional berbentuk seperti perahu kecil yang digunakan masyarakat sekitar untuk menyeberangi atau menyusuri sepanjang sungai.

Di jaman dulu, Abra merupakan ‘tulang punggung’ transportasi di sekitaran Dubai Creek, sungai yang memisahkan 2 bagian utama kota Dubai, Deira dan Bur Dubai. Kendati Dubai sudah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan di berbagai lini, namun dikabarkan Otoritas Jalan & Transportasi Dubai (RTA) baru saja merilis Abra generasi keempat.

Baca Juga: Nyeleneh! Usung Tema Nudis, Penumpang Kapal Pesiar Bebas ‘Berkeliaran’ Tanpa Busana

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman khaleejtimes.com (17/2/2025), tujuan dari perilisan Abra generasi keempat ini adalah untuk meningkatkan jaringan transportasi air di kota tersebut. Selain itu, pihak RTA juga berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik lagi kepada setiap penggunanya, sekaligus mengintegrasikan Abra dengan jaringan transportasi umum yang lebih luas lagi.

“Hal ini juga bertujuan untuk mendorong pariwisata bahari dan lebih meningkatkan reputasi Dubai sebagai destinasi kelas dunia yang menarik jutaan pengunjung setiap tahun,” ujar salah satu pihak RTA dalam sebuah pernyataan.

Abra generasi keempat ini mendapatkan sedikit ‘modifikasi’ dari generasi sebelumnya, di mana maksimal penumpang yang dapat diangkut dalam sekali perjalanan mencapai 24 orang (sebelumnya hanya mampu menampung 20 orang). Guna memastikan keselamatan, aksesibilitas dan kenyamanan penumpangnya, ‘modifikasi’ Abra generasi keempat ini juga sudah memenuhi standar kelaikan yang berlaku di Dubai.

Abra generasi keempat. Sumber: khaleejtimes

“Peningkatan ini meliputi tempat duduk, lantai hingga tata letak yang lebih baik dan efisien, termasuk ketersediaan ruang khusus untuk penyandang disabilitas,” ujar CEO RTA, Ahmed Hashim Bahrozyan.

“Kami juga telah menerapkan berbagai peningkatan teknologi, termasuk sistem pintar yang canggih untuk transportasi umum, layar informasi penumpang secara real-time, dan peringatan keselamatan. Untuk pertama kalinya, kami memperkenalkan papan tujuan digital yang mendukung upaya RTA untuk meningkatkan jumlah penumpang transportasi laut dan memperkuat konektivitas di seluruh jaringan transportasi umum Dubai.” sambung Ahmed.

Jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi Dubai, jangan lupa untuk menyeberangi Dubai Creek dengan menggunakan Abra agar pengalaman liburan Anda semakin berkesan!

Perahu Eretan, Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Inovasi dan Modernisasi

Hari ini 37 Tahun Lalu, Boeing 737-400 Terbang Perdana, Salah Satu Narrow Body Terpopuler di Indonesia

Hari ini, 37 tahun lalu, yang bertepatan dengan 19 Februari 1988, menjadi momen penting dalam dunia dirgantara, khususnya di keluarga pesawat komersial Boeing 737 classic series, yakni dengan penerbangan perdana prototipe Boeing 737-400, seri 737-400 adalah varian yang sangat populer di Tanah Air, setidaknya Garuda Indonesia, Lion Air dan Citilink pernah atau mungkin masih mengoperasikan pesawat regional narrow body ini dalam jumlah yang lumayan banyak untuk melayani penerbangan domestik.

Baca juga: Profil Boeing 737-400 TNI AU Hibah dari Garuda Indonesia yang Evakuasi WNI di Kabul

Dari sejarahnya, penerbangan perdana Boeing 737-400 dilakukan di Renton Municipal Airport (RNT), sebuah bandara kecil yang terletak di Renton, Washington, Amerika Serikat. Renton Municipal Airport adalah fasilitas uji terbang utama untuk Boeing, dan banyak dari pesawatnya, termasuk varian-varian 737 lainnya, menjalani penerbangan perdana mereka dari bandara ini.

Boeing 737-400 dirancang untuk mengatasi kebutuhan maskapai penerbangan untuk pesawat dengan kapasitas lebih besar daripada varian sebelumnya seperti 737-300. Dengan panjang badan yang lebih panjang, 737-400 dapat mengangkut lebih banyak penumpang dan kargo, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis untuk rute-rute yang padat penumpang.

Boeing 737-400 Citilink (istimewa)

Boeing 737-400 memiliki kapasitas penumpang yang lebih besar dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, seperti 737-300. Dengan konfigurasi standar, pesawat ini dapat mengangkut hingga sekitar 168 penumpang.

Meskipun memiliki kapasitas penumpang yang lebih besar, Boeing 737-400 tetap memiliki kinerja yang baik dalam hal jarak tempuh. Pesawat ini dapat digunakan untuk rute-rute jarak menengah hingga jarak jauh dengan efisien.

Meski lebih besar dari varian sebelumnya, Boeing 737-400 tetap relatif efisien dalam konsumsi bahan bakar, terutama dibandingkan dengan pesawat berukuran serupa pada masanya. Ini membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi maskapai penerbangan dalam hal ekonomi operasional.

Boeing 737-400 diperkenalkan dengan pintu darurat tambahan di bagian belakang pesawat, yang memungkinkan evakuasi yang lebih cepat dan aman dalam keadaan darurat. Seri 737-400 dilengkapi dengan avionik yang lebih modern dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya, termasuk sistem navigasi dan pengendalian yang lebih canggih.

Ternyata Begini Sejarah Dua Pesawat Boeing 737 Misterius yang Mangkrak di Bali

Boeing 737-400 menggunakan mesin turbofan CFM56-3B1 yang diproduksi oleh CFM International, sebuah perusahaan patungan antara General Electric (GE) dari Amerika Serikat dan Safran Aircraft Engines (dahulu Snecma) dari Perancis. Mesin CFM56-3B1 memiliki daya dorong sekitar 22.000 hingga 23.500 pound (98 hingga 105 kN) dan merupakan varian dari keluarga CFM56 yang telah terbukti handal dan efisien dalam operasi pesawat komersial. Mesin ini banyak digunakan pada pesawat Boeing 737 Classic, termasuk varian -300, -400, dan -500.

Boeing 737-400 juga menghadapi beberapa kritik terutama terkait dengan kebisingan kabin dan konfigurasi kursi yang kurang nyaman. Meskipun demikian, pesawat ini tetap menjadi pilihan yang populer di kalangan maskapai penerbangan di seluruh dunia dan banyak yang masih beroperasi hingga saat ini.

Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Bagi Anda yang kelahiran dekade 70 dan 80-an, mungkin masih sempat melihat desain arsitekur Stasiun Gambir era jaman kolonial, pasalnya masuk ke tahun 1990-an, Stasiun Gambir mengalami perubahan besar, bangunan lamanya 100 persen telah dihancurkan dan diganti dengan model stasiun ‘bertingkat’ seperti yang terlihat saat ini. Padahal sebelum itu, ornamen Stasiun Gambir nampak begitu asri dengan keberadaan bangunan tua di sekitarya, sebut saja Gereja Immanuel, Gedung KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), Istana Negara dan Gedung Kesenian Jakarta.

Baca juga: Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan

Namun tuntutan jaman rupanya tak bisa dibendung, terlebih dengan lonjakan trafik perjalanan kereta, peningkatan pelayanan pada stasiun, dan upaya meredam kemacetan di Ibu Kota, maka wajah Stasiun Gambir berubah total. Persisnya seiring pembangunan lintasan rel di atas (upper ground) antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Mangga Dua, maka otomatis Stasiun Gambir yang dilalui mengusung model Stasiun ‘bertingkat,’ wahjah baru Stasiun Gambir diikuti dengan stasiun-stasiun lain di Gongdangdia, Cikini dan Pangeran Jayakarta.

Merujuk ke sejarahnya, siapa sangka bahwa dibalik kokohnya Stasiun Gambir, ternyata sebelum dibangun sebagai pra sarana transportasi, daerah Gambir adalah tanah rawa dengan pemilik tanah tersebut bernama Anthony Paviljoen. Kemudian tahun 1697 tanah ini dibeli oleh Cornelis Chastelein dan membangun sebuah rumah dengan dilengkapi dua kincir sebagai penggiling tebu. Cornelis diperkiran yang memberi nama tempat ini dengan sebutan Weltevreden yang berarti sangat puas.

KabarPenumpang.com kemudian mencoba merangkum dari berbagai sumber, tahun 1871 silam Weltevreden menjadi sebuah halte Koningspelin atau berarti halte lapangan raja dan dikelola sampai tahun 1884 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan bangunan kecil dan sangat sederhana. Halte ini kemudian digantikan menjadi stasiun Weltevreden yang dibuka pada 4 Oktober 1884 di tempat Stasiun Gambir sekarang berada.

Hingga tahun 1906, stasiun ini digunakan untuk pemberangkatan tujuan Bandung dan Surabaya. Desain bangunan stasiun ini atapnya dulu bertumpu pada bantalan besi cor dengan rancangan Staatsspoorwegen (SS). Namun tahun 1928 setelah diambil alih dari SS pada 1913, stasiun kemudian diperbesar dan satu tahun kemudian mengalami perubahan yang cukup signifikan dimana tampak luar bergaya art deco. Atap untuk penumpang di peron juga diperpanjang ke sisi utara hingga 55 meter.

Setelah itu tahun 1937 stasiun ini kemudian diresmikan sebagai stasiun Batavia Koningsplein. Hingga akhirnya 55 tahun kemudian tepatnya tahun 1992, stasiun direnovasi secara besar-besaran menjadi stasiun layang dan berubah nama menjadi stasiun Gambir serta menjadi ruas jalur kereta Jakarta Kota-Manggarai.

Stasiun Gambir sendiri saat ini berada di ketinggian +16 meter dan masuk dalam Daerah Operasional (DaOp) I Jakarta. Memiliki empat jalur dimana jalur 2 dan 3 adalah sepur lurus. Saat ini stasiun gambir memiliki tiga tingkat dimana aula utama, loket, tempat makan dan toko serta layanan perbankan ada di tingkat dasar. Tingkat dua adalah ruang tunggu dan beberapa tempat makan cepat saji. Pada tingkat tiga barulah akan ditemui peron dan jalur sepur. Stasiun Gambir saat ini termasuk salah satu stasiun besar dengan pengumuman yang digunakan bahasa Indonesia dan Inggris. Gambir juga dilengkapi dengan Rail Transit Suite, yakni hotel transit khusus untuk penumpang kereta yang hendak beristirahat.

Baca juga: Lempuyangan, Sejarah Panjang Stasiun KA Ekonomi di Yogyakarta

Dari segi pelayanan, status Stasiun Gambir yang berada tepat di jantung Ibu Kota memang terasa eksklusif, stasiun ini tak melayani pemberhentian KRL Komuter Jabodetabek. Stasiun Gambir pun dikenal khusus melayani keberangkatan dan kedatangan KA kelas Eksekutif tujuan luar kota.

Namun musim kembali akan berganti di Stasiun Gambir, kedepannya Gambir justru tidak akan melayani rute luar kota. “Enggak ada lagi di Gambir. Kereta api enggak masuk ke dalam kota, sehingga enggak ada crossing antara pergerakan (kereta api) luar kota dengan dalam kota (commuter line),” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dikutip dari Liputan6.com (24/7/2017). Sebagai gantinya untuk rute kereta luar kota akan dilayani di Stasiun Jatinegara dan Stasiun Manggarai.

Canfranc Estación, a Royal Hideaway Hotel – Transformasi dari Stasiun Kereta Ke Hotel Mewah di Perbatasan Spanyol-Perancis

Di pegunungan Pyrenees, Spanyol, dekat perbatasan dengan Perancis, terdapat sebuah hotel mewah yang baru diresmikan pada tahun 2023. Disebut sebagai Canfranc Estación, a Royal Hideaway Hotel, dulunya penginapan mewah ini adalah stasiun kereta api yang oleh banyak orang dijuluki “Titanic of the Mountains” karena ukurannya yang megah dan arsitektur spektakuler.

Meski baru dibuka pada tahun 2023, namun Canfranc Estación, a Royal Hideaway Hotel punya latar belakang sejarah yang panjang, yakni saat difungsikan sebagai stasiun kereta api.

Dari sejarahnya, Canfranc Estación, a Royal Hideaway Hotel dulunya adalah sebuah stasiun kereta api megah yang dikenal sebagai Estación Internacional de Canfranc. Stasiun ini diresmikan pada 18 Juli 1928 oleh Raja Alfonso XIII dari Spanyol dan Presiden Gaston Doumergue dari Perancis.

Stasiun ini dibangun untuk menghubungkan Spanyol dan Perancis melalui jalur kereta api internasional Zaragoza-Pau.

Namun, selama Perang Dunia II, Canfranc berada di bawah kendali Jerman setelah Prancis jatuh ke Nazi pada tahun 1940. Jalur ini kemudian digunakan untuk perdagangan emas, mata-mata, dan pelarian pengungsi dari Eropa yang diduduki Nazi ke Spanyol yang netral.

Pada 27 Maret 1970, layanan kereta api internasional dihentikan setelah sebuah kereta barang tergelincir di sisi Prancis, menyebabkan kerusakan serius. Setelah itu, stasiun ini terbengkalai dan hanya melayani jalur domestik Spanyol secara terbatas.

Baru pada 2023, setelah renovasi besar-besaran, bangunan stasiun ini dibuka kembali sebagai Canfranc Estación, a Royal Hideaway Hotel.

Hotel ini mempertahankan gaya arsitektur asli stasiun dengan sentuhan mewah, menggabungkan sejarah dengan fasilitas modern. Keunikan dari hotel ini tetap mempertahankan bangunan utama dengan desain Beaux-Arts yang dilengkapi aula besar, jendela kaca, dan ornamen khas abad ke-20.

Kamar-kamarnya dirancang dengan elegan, mengingatkan pada era kejayaan kereta api. Salah satu restoran hotel berada di dalam gerbong kereta klasik, memberikan pengalaman makan unik.

Berlokasi di pegunungan Pyrenees, hotel ini ideal untuk wisatawan yang ingin menikmati alam, ski, atau sejarah perbatasan Spanyol-Perancis.

Canfranc Estación, a Royal Hideaway Hotel memiliki 104 kamar dan suite yang dirancang dengan gaya awal abad ke-20, namun dilengkapi dengan kenyamanan modern. Hotel ini merupakan bagian dari Barceló Hotel Group, yang mengelola properti tersebut.

Gerbong Kereta Tua Dikonversi Jadi Hotel Mewah di Pinggir Pantai Inggris

Kenapa Jarak Putar Kemudi Kapal Bisa Besar? Ini Dia Penjelasannya!

Bagi Anda yang gemar menonton film action dengan latar laut, pasti Anda pernah melihat scene di mana seorang nakhoda memutar kemudi kapal dengan sangat heroik guna menghindari benturan, tabrakan atau hanya sekadar untuk mengubah jalur pelayaran. Tapi pernahkah terlintas di kepala Anda, mengapa kemudi kapal, khususnya kapal-kapal bertonase besar, memiliki jarak putar yang sangat besar?

Baca Juga: Berlayar Saat Berpuasa? Tidak Perlu Khawatir! Simak Tips Berikut Agar Puasa Tetap Lancar

Tidak seperti kemudi mobil atau kendaraan darat lainnya, kemudi kapal laut memang didesain memiliki jarak putar kemudi yang sangat besar guna mempermudah saat dioperasikan.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, inersia kapal menjadi salah satu alasan mengapa sudut putar kemudinya sangatlah besar. Kapal memiliki massa yang sangat besar, sehingga memiliki inersia yang besar pula. Inersia ini membuat kapal sulit untuk mengubah arah secara tiba-tiba. Dengan jarak putar kemudi yang besar, maka perubahan arah kapal menjadi lebih bertahap dan terkendali.

Selain perkara inersia, jarak putar kemudi yang besar juga dapat membantu menjaga stabilitas kapal saat berbelok. Perubahan arah kapal yang terlalu cepat dapat menyebabkan kapal oleng atau bahkan terbalik, terutama dalam kondisi cuaca buruk atau gelombang tinggi.

Senada dengan stabilitas kapal, ternyata manuverabilitas kapal juga dipengaruhi dari jarak putar kemudinya. Meskipun terkesan lambat, jarak putar kemudi yang besar sebenarnya memberikan manuverabilitas yang lebih baik dalam situasi tertentu. Misalnya, saat kapal hendak menghindari rintangan atau melakukan manuver kompleks di sebuah perairan yang sempit, kemudi dengan jarak putar besar memungkinkan kapal untuk bergerak dengan lebih presisi dan aman.

Uniknya, jarak putar kemudi kapal yang besar ternyata merupakan salah satu instrumen keselamatan, lho! Poin ini berkesinambungan dengan masalah inersia kapal itu sendiri. Jarak putar kemudi yang besar memungkinkan kapal untuk bermanuver secara halus dan bertahap, sebaliknya, jika jarak putar kemudi kapal kecil, tidak menutup kemungkinan kapal akan bermanuver secara ‘patah’ dan malah mengakibatkan kecelakaan atau tabrakan.

Kesimpulannya, tidak semua kapal memiliki jarak putar kemudi yang besar, ini semua bergantung pada ukuran kapal itu sendiri. Jika ukuran kapal makin besar, maka hampir dapat dipastikan jarak putar kemudinya juga akan besar, pun sebaliknya.

 

Jangan Melulu Konsumsi Obat, Inilah Makanan yang Bisa Cegah Mabuk Laut!

Gegara Insiden Air Busan, Mulai 1 Maret Korea Selatan Berlakukan Aturan Ketat Terkait Power Bank dan Rokok Elektrik

Bagi Anda yang akan bepergian menggunakan maskapai dari Korea Selatan, sepertinya harus mengetahui peraturan baru yang akan diterapkan efektif mulai 1 Maret 2025. Peraturan ini terbilang ketat yang terkait dengan power bank dan rokok elektrik.

Persisnya, mulai 1 Maret 2025 kedua perangkat yang disebut tadi akan dilarang disimpan di rak atas pesawat (bagasi kabin) dan pengisian daya baterai di dalam pesawat juga akan dilarang.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan, pada tanggal 13 Februari 2025. mengumumkan pedoman keselamatan baru untuk membawa kedua perangkat tersebut di dalam pesawat yang akan mulai berlaku pada tanggal 1 Maret.

Keputusan tersebut tampaknya sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran publik atas bahaya yang ditimbulkan oleh power bank di dalam pesawat yang dipicu oleh kebakaran pada tanggal 28 Januari di pesawat Air Busan, meskipun penyebab insiden tersebut belum diungkapkan.

Mulai bulan depan, baterai cadangan dan rokok elektrik dilarang disimpan di rak atas pesawat dan sebagai gantinya harus disimpan di badan penumpang atau di kantong kursi. Pengisian daya baterai menggunakan power bank di dalam pesawat atau dari satu baterai ke baterai lainnya juga dilarang.

Kapasitas power bank dalam penerbangan tidak boleh melebihi 160 watt-jam (Wh) untuk barang bawaan maupun barang bawaan terdaftar. Lima power bank dengan daya hingga 100 Wh atau dua power bank dengan daya antara 100 dan 160 Wh akan diizinkan.

Yoo Kyung-soo, direktur jenderal Biro Kebijakan Keselamatan Penerbangan kementerian, mengatakan, “Jika power bank dianggap sebagai penyebab kebakaran Air Busan, kami akan berdiskusi dengan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional untuk mempertimbangkan lebih banyak peraturan seperti membatasi jumlah baterai dalam barang bawaan.”

Ada Pembatasan Kapasitas mAh pada Power Bank di Dalam Kabin Pesawat, Ini Sebabnya!

Insiden Air Busan
Pada 28 Januari 2025, sebuah pesawat Air Busan mengalami kebakaran di Bandara Internasional Gimhae, Busan, Korea Selatan, saat bersiap untuk lepas landas menuju Hong Kong. Seluruh 169 penumpang dan 7 awak berhasil dievakuasi dengan selamat, meskipun tujuh orang mengalami luka ringan selama proses evakuasi.

Kebakaran tersebut diduga berasal dari kompartemen bagasi di atas kepala (overhead bin). Berdasarkan kesaksian penumpang dan laporan internal Air Busan, sebuah power bank yang disimpan dalam tas di kompartemen tersebut mungkin menjadi sumber api.

Air Busan juga telah mengambil tindakan dengan melarang penyimpanan power bank di kompartemen bagasi di atas kepala dan akan memeriksa tas jinjing penumpang di gerbang keberangkatan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan ini.

Power bank harus tetap bersama penumpang selama penerbangan untuk memungkinkan penanganan cepat jika terjadi masalah seperti panas berlebih atau kebakaran.

Kabin Airbus A320 Royal Brunei Dipenuhi Asap Tipis, Pihak Maskapai Sebut “Insiden Power Bank”

Berhasil Masuk Pasar Kereta Australia, INKA Ekspor 50 Unit Platform Lokomotif

PT Industri Kereta Api (INKA) kembali melakukan gebrakan hebat dan membanggakan produksi dalam negeri. Ya, INKA telah mengekspor 2 unit dari total pesanan sebanyak 50 unit Locomotive Platform (Platform Lokomotif) ke negeri kangguru alias Australia.

Platform lokomotif ini di ekspor untuk UGL Rail Service Pty Ltd, Australia pada 12 Februari 2025. Pengiriman pada batch-1 ini dilakukan melalui Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (TPS).

Sebagai informasi, platform lokomotif ini berupa underframe tanpa instalasi dan bogie serta coupler, yang merupakan bagian dari keseluruhan lokomotif tipe Diesel Electtic C44 ESACI oleh UGL Rail Service Pty Ltd. Pada kesempatan sebelumnya, INKA telah menyelesaikan proyek 262 unit Container Flat Top (CFT) Wagon untuk KiwiRail New Zealand pada Agustus 2023 dan tambahan 450 unit CFT Wagon di tahun 2024.

Pengiriman komponen utama ini memerlukan penanganan khusus mengingat kategorinya sebagai muatan uncontainerized (UC) dan diklasifikasikan sebagai out of gauge (OOG) atau over dimension (OD) karena ukurannya yang besar dan tidak dapat dimuat dalam kontainer standar. TPS telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, mulai dari perencanaan pemuatan, penggunaan alat bantu yang tepat, hingga melibatkan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat.

Proses pemuatan ini menggunakan alat bantu berupa 1 unit reach stacker, 2 unit spreader bar, 4 unit round sling, 4 unit lifting gear 1 set, 8 unit shackle berukuran 12 ton dan 4 unit shackle berukuran 8,5 ton. Semuanya dioperasikan oleh staf yang kompeten, di bawah supervisi staf yang besertifikat Rigger/Juru Ikat yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Ekspor ini juga memiliki nilai yang strategis bagi INKA sendiri karena menjadi showroom yang efektif untuk memasuki pasar global dan bersaing lebih luas di bidang manufaktur kereta api dunia. Kerja sama antara TPS dan INKA dalam proyek ini menjadi contoh nyata sinergi BUMN dalam mendukung pengembangan industri dalam negeri.

Kedua perusahaan berhasil membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang baik, produk-produk Indonesia mampu menembus pasar global. Keberhasilan ekspor Locomotive Platform ke Australia membuka peluang bagi PT INKA untuk memasuki pasar Eropa. Hal ini sejalan dengan komitmen PT INKA untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar ekspor.

Produksi Indonesia, Lokomotif CC203 Atau GE U20C Pernah Digunakan di Filipina dan Australia