Ioniq 5 Melaju Menjadi Taksi Listrik di Layanan Comfort

Meluncur di jalanan Indonesia, Hyundai Ioniq 5 bukan hanya digunakan personal. Namun kini resmi digunakan sebagai taksi listrik di Indonesia.

Langkah ini diambil oleh beberapa perusahaan transportasi dalam upaya mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di sektor transportasi umum. Beberapa operator taksi ternama, seperti Bluebird dan Grab, telah memasukkan Hyundai Ioniq 5 ke dalam armada mereka.

Keputusan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya kendaraan berbasis listrik untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi. Presiden Direktur PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Makmur, mengungkapkan bahwa Hyundai Ioniq 5 dipilih karena memiliki daya tahan baterai yang tinggi, kenyamanan, serta teknologi canggih yang mendukung efisiensi operasional.

Dengan jangkauan hingga 481 km dalam sekali pengisian daya, Ioniq 5 dinilai sangat cocok untuk operasional taksi yang membutuhkan mobilitas tinggi sepanjang hari. Selain itu, Hyundai juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas infrastruktur pengisian daya di berbagai kota besar, termasuk Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran operasional kendaraan listrik, sehingga para pengemudi taksi tidak mengalami kendala dalam pengisian daya. Para pengguna layanan taksi listrik Hyundai Ioniq 5 mengaku merasakan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan senyap dibandingkan dengan taksi berbahan bakar konvensional.

Selain itu, biaya operasional yang lebih rendah diharapkan dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi perusahaan transportasi. Pemerintah Indonesia sendiri telah mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan regulasi guna mencapai target netralitas karbon pada 2060.

Langkah Bluebird dan Grab dalam mengadopsi Hyundai Ioniq 5 sebagai taksi listrik sejalan dengan visi tersebut.Dengan semakin luasnya penggunaan Hyundai Ioniq 5 sebagai taksi listrik, diharapkan masyarakat semakin terbiasa dengan kendaraan listrik dan tertarik untuk beralih ke mobil ramah lingkungan di masa depan.

Untuk diketahui, Ioniq 5 digunakan pengemudi Grab biasanya untuk layanan comfort. Jadi, untuk menikmati duduk sebagai penumpang mobil listrik dengan armada Ioniq 5, Anda bisa coba memesan layanan comfort dan bukan yang reguler seperti biasanya.

BYD Melebarkan Sayap di Indonesia, Bluebird Pakai Armada Sejak 2019

Mau Jalan-jalan Naik Kereta Api Tapi Murah? Berikut Ini Daftar Harganya

Harga tiket kereta api ke berbagai kota di Jawa dan Sumatera memang berbeda-beda tergantung dari kelas yang di sediakan KAI kepada penumpang. Dari tarif terendah hingga yang tertinggi, dari kelas ekonomi hingga kelas eksekutif bahkan kelas VVIP seperti pada kereta wisata.

Namun menggunakan kereta api dalam perjalanan jarak pendek maupun jarak jauh, masyarakat biasanya paling banyak berburu harga tiket paling murah. Perjalanan memakan waktu cukup lama pun tak masalah, yang pasti perjalanan tetap aman, nyaman dan selamat sampai tujuan.

Di tahun 2025 ini, tarif tiket kereta api masih adanya tarif dengan sebutan Public Service Obligation (PSO) yakni tarif subsidi yang dikeluarkan pemerintah Kementerian Perhubungan dengan harga yang relatif murah. Nah, berikut ini nama dan harga tiket kereta api yang masih menggunakan PSO:

1. Kereta Api Serayu
Rute jalur selatan dari Stasiun Pasar Senen sampai Stasiun Purwokerto melewati Kota Bandung ini masih menggunakan tarif PSO yang berkisar mulai dari Rp63.000 hingga Rp67.000. Dengan perjalanan sekitar 10 jam, KA Serayu paling diminati masyarakat yang ingin berkunjung ke kota-kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah khususnya kawasan wisata yang tersedia di kota tersebut.

2. Kereta Api Cikuray
Dengan tarif mulai dari Rp15.000 untuk jarak dekat dan Rp 45.000 untuk jarak jauh, KA Cikuray rute Pasar Senen-Garut pp. ini juga diminati masyarakat. Biasanya penumpang menggunakan KA ini untuk transit menuju ke Kota Yogyakarta hingga Kota Solo dari Stasiun Kiaracondong. Jadwal keberangkatan KA Cikuray sangatlah efisien, yaitu jam setengah 6 sore dari Stasiun Pasar Senen dan jam 6 pagi dari Stasiun Garut.

3. Kerera Api Kutojaya Selatan
Salah satu kereta api yang cukup sedikit peminatnya walaupun menjelang keberangkatan. Padahal harga tiket KA Kutojaya Selatan ini juga terbilang murah, mulai dari Rp 58.000 hingga Rp62.000 dengan rute Kiaracondong-Kutoarjo.

4. Kereta Api Kahuripan
Ini dia kereta api yang selalu banyak peminat yang hendak melakukan perjalanan dari Kiaracondong hingga Lempuyangan, Yogyakarta. Banyaknya masyarakat menggunakan KA ini karena tarif yang murah yaitu mulai dari Rp80.000 hingga Rp84.000. Rute KA Kahuripan adalah Kiaracondong-Blitar, namun kursi mulai terlihat agak kosong mulai dari Stasiun Lempuyangan hingga Stasiun Blitar.

5. Kereta Api Airlangga
Satu-satunya kereta api bertarif murah melintasi jalur utara dengan rute Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi ini, memiliki tarif mulai dari Rp49.000-Rp104.000. KA Airlangga ini juga diminati warga yang berdomisili di Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, hingga Surabaya.

6. Kereta Api Bengawan
Bagi masyarakat, mendapatkan tiket KA Bengawan cukup sulit dan harus membeli saat tanggal tiket KA ini mulai dibuka. Bagaimana tidak sulit, rute Pasar Senen-Purwosari ini paling digemari masyarakat yang hendak ke kawasan wisata yang berada di Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, sampai dengan Solo. Dengan tarif hanya Rp70.000 hingga Rp74.000 saja, penumpang bisa menggunakan KA Bengawan dengan waktu yang relatif agak cepat.

7. Kereta Api Sri Tanjung
Dengan tarif Rp88.000 hingga Rp94.000, penumpang bisa menggunakan KA Sri Tanjung hingga ke ujung timur Pulau Jawa, yaitu sampai Stasiun Ketapang (Banyuwangi). Ada yang unik jika naik KA Sri Tanjung ini. Saat tiba di Stasiun Surabaya Kota, penumpang dipersilahkan untuk turun atau bisa tetap berada didalam kereta. Pasalnya KA ini melakukan pergerakan langsir dan pergantian lokomotif di Stasiun Surabaya Kota.

8. Kereta Api Tawang Alun
Rute Malang-Ketapang ini juga cukup diminati masyarakat. Cukup merogoh kocek mulai dari Rp58.000 hingga Rp62.000, KA Tawang Alun merupakan rangkaian kereta api kelas ekonomi yang melintas di selatan hingga ke arah timur Pulau Jawa. Meski ada beberapa pilihan ke Banyuwangi, namun KA Tawang Alun tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena masih menggunakan tarif PSO.

Hiling Murah Meriah Sambil Menikmati Jalur KA yang Bersejarah

9. Kereta Api Probowangi
Sekitar 7 jam perjalanan, KA Probowangi juga menjadi favorite penumpang KA yang ingin ke Banyuwangi. Pada umumnya adalah penumpang transit dari KA Airlangga lalu menggunakan KA Lokal dari Surabaya Pasar Turi menuju Surabaya Gubeng lanjut menggunakan KA Probowangi. Dengan tarif Rp29.000 hingha Rp56.000 penumpang dihimbau memesan tiket jauh-jauh hari, karena tiket untuk KA ini selalu terjual habis dengan cepat.

10. Kereta Api Rajabasa
Tarif PSO juga berlaku pada KA lintas Sumatera. KA Rajabasa dengan rute Stasiun Tanjung Karang hingga Stasiun Kertapati ini dihargai tarif Rp29.000 hingga Rp32.000. Minatnya masyarakat Bandar Lampung hingga Sumatera Selatan menggunakan KA Rajabasa cukup tinggi, karena tak ada kereta api lainnya dengan rute yang sama pada Gapeka 2025 ini.

11. Kereta Api Kuala Stabas
Masih di kawasan Lampung, KA Kuala Stabas terpilih sebagai tarif PSO rute Tanjung Karang-Baturaja dengan tarif Rp30.000. KA ini berangkat dua kali dari Tanjung Karang dan dua kali dari Baturaja.

12. Kereta Api Bukit Serelo
Sekitar 6 setengah jam perjalanan, KA Bukit Serelo di hargai tarif Rp 29.000 hingga Rp32.000. Minat penumpang yang luar biasa ini memiliki rute dari Stasiun Kertapati-Lubuk Linggau pp. Melewati stasiun besar seperti Prabumulih dan Lahat.

13. Kereta Api Putri Deli
Berada di Divisi Regional (Divre) I Medan, KA Putri Deli juga merupakan kereta api bersubsidi. Dengan harga tiket Rp27.000 saja, KA Putri Deli mengantarkan para penumpang dari Stasiun Medan hingga Stasiun Tanjungbalai pp. selama perjalanan sekitar 4 setengah jam.

210 Tahun Lalu, Dunia Kehilangan Sosok Penemu Kapal Uap Komersial

Namanya mungkin tidak setenar Wright bersaudara yang menemukan pesawat terbang, atau Karl Benz yang menemukan mobil modern berbahan bakar bensin pertama di dunia, tapi Robert Fulton memiliki jasa yang sangat besar di sektor transportasi, khususnya transportasi laut. Robert Fulton diketahui merupakan penemu dan pengembang kapal uap pertama di dunia. Berkat jasanya, kini transportasi laut sudah jauh berkembang dan modern.

Baca Juga: Hari Ini! 116 Tahun Lalu Penerbangan Perdana Pesawat Penumpang Rakitan Wright Bersaudara

Dilahirkan di Lancaster, 14 November 1765, Robert Fulton kecil dikenal sebagai anak yang cerdas, cerdik dan memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Kecerdikannya itulah yang membuat Robert Fulton dikenal sebagai anak yang pintar memecahkan masalah. Bisa dbilang, pendidikan formal Robert Fulton tidaklah tinggi, namun berlatar rasa keingintahuannya yang tinggi, akhirnya ia memutuskan untuk mengasah dan mengembangkan keterampilannya di berbagai bidang.

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Robert Fulton juga diketahui memiliki jiwa seni yang tinggi. Itulah mengapa di awal karirnya, ia berprofesi sebagai pelukis. Karena dirasa sudah tidak cocok dengan melukis, Robert Fulton kemudian banting setir ke bidang teknik dan di sinilah minat sesungguhnya Robert Fulton terasah sempurna.

Robert Fulton. Sumber: 39clues.fandom.com

Di masa remaja, Robert Fulton menunjukkan kecenderungan yang kuat terhadap mekanika dan penemuan. Dia dikenal karena membuat berbagai perangkat, yang mengindikasikan bakat alaminya sebagai seorang insinyur. Ia meenghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari dan bereksperimen dengan berbagai jenis kapal, termasuk pengembangan torpedo dan kapal selam.

Nasib memboyong Robert Fulton ke Perancis, tempat di mana ia mulai serius mengembangkan kapal uap. Percobaan demi percobaan Robert Fulton lewati dengan kegagalan. Hingga di tahun 1803, ia bersama Robert R. Livingston (Duta Besar AS untuk Perancis) berhasil merancang kapal uap dan akan menjajalnya di Sungai Seine. Sayangnya saat uji coba tersebut, lambung kapal uap bocor dan kapal tenggelam.

Berbekal pengalaman tersebut, Robert Fulton tidak putus asa dan membutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk mengembangkan Clermont: tonggak sejarah penting di bidang transportasi yang akhirnya mengharumkan nama Robert Fulton.

Ilustrasi Clermont. Sumber: istimewa

Clermont sendiri dibangun di galangan kapal di New York City. Dengan menggunakan mesin uap Boulton dan Watt dari Inggris, duo Robert ini akhirnya berhasil menciptakan kapal uap pertama di dunia. Sebagai informasi tambahan, mesin uap Boulton dan Watt ini digunakan untuk menggerakkan roda dayung. Dengan kabin penumpang sederhana, Clermont akhirnya berhasil memulai perjalanan perdananya dari New York City ke Albany di sepanjang Sungai Hudson, pada 17 Agustus 1807.

Perjalanan sekitar 150 mil melawan arus sungai tersebut ditempuh dalam waktu kurang lebih 32 jam, dengan waktu kembali 30 jam. Sejak saat itu, perkembangan moda transportasi berbasis uap mulai merangkak naik. Clermont yang dikembangkan oleh Robert Fulton menjadi penanda bahwa kapal uap bisa menjadi moda transportasi yang efisien.

Baca Juga: Sarah van Deman, Penumpang Wanita Pertama dalam Sejarah Kedirgantaraan

Di tahun-tahun terakhirnya, kondisi kesehatan Robert Fulton semakin menurun akibat penyakit Tuberkulosis yang ia derita sejak lama. Hingga pada akhirnya pada 24 Februari 1815, Robert Fulton menghembuskan nafas terakhirnya di New York City pada usia 49 tahun dan dimakamkan di Trinity Churchyard, New York.

Terima kasih, Robert Fulton!

Arthur Moore – Operator Radio Amatir yang Pertama ‘Tangkap’ Sinyal Darurat Titanic dari Jarak 3.200 Km!

Punya Lengkungan Ekstrem, Jembatan Ciherang Tetap Kokoh Meski Usianya 150 Tahun

Berada di petak antara Stasiun Bumiwaluya dan Stasiun Cipeundeuy, Jembatan Ciherang merupakan jembatan yang terbilang ekstem namun unik. Jembatan dengan panjang 300 meter ini tak seperti jembatan pada umumnya apalagi memiliki keunikan. Biasanya jembatan terlihat lurus memanjang, namun jembatan ini melengkung cukup tajam dan memiliki rel lengkap dengan gongsol penahan anjlok.

Jembatan yang berada di Desa Cihaurkuning, Kecamatan Malangbong ini dibangun oleh Belanda dan merupakan proyek jalur Priangan – Cilacap. Seperti jembatan khas Belanda lainnya jembatan ini ditopang oleh pilar beton yang besar khas arsitektur Belanda dan hal yang unik dari jembatan ini adalah lengkungannya.

Jembatan Ciherang ini masih beroperasi dengan baik, dan usianya sudah lebih dari 150 tahun. Jembatan Ciherang tidak sepanjang Jembatan Cikubang yang memiliki panjang 300 meter. Jembatan Ciherang ini menjadi sebuah daya tarik sendiri. Beruntungnya bangunan-bangunan terutama cagar budaya kereta api sejak jaman Kolonial masih dipertahankan bahkam masih digunakan hingga sekarang. Itulah sebabnya perawatan dan pengecekan selalu rutin dilakukan agar ketahanan bangunan itu terus terjaga. Akses menuju Jembatan Ciherang pun sedikit sulit, hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua (sepeda motor). Karena melewati beberapa jalan kecil saat memasuki pedesaan.

Spot fotografi pun cukup mudah saat mengabadikan kereta api melintas Jembatan Ciherang. Bisa dari arah Stasiun Bumiwaluya maupun dari arah Stasiun Cipeundey. Seperti jembatan lainnya, Ciherang ini memiliki jalan darurat yang berada dibawah pondasi jembatan. Dipastikan jika menyeberang jembatan tidak dianjurkan untuk melintas diatas jembatan, karena suatu saat kereta api pasti melintas. Di sekitar area jembatan memiliki curah hujan yang terkadang bisa saja mengguyur wilayah tersebut.

Jika cuaca sedang cerah, matahari menyinari seluruh area jembatan dan itu paling sangat ditunggu bagi yang suka foto-foto. Waktu yang pas untuk melihat Jembatan Ciherang adalah sore hari, karena di waktu tersebut para warginet akan melihat beberapa kereta yang dijadwalkan untuk melewati jembatan tersebut. Jika cuaca cerah dan tidak hujan maka para warginet akan melihat kereta yang berwarna keemasan karena tersorot oleh cahaya matahari sore hari yang hangat.

Jembatan Ciherang, Lintasan Melengkung dan Spot Foto Favorit Para Railfans

Minat “Beli” Stasiun LRT Jabodebek? Ternyata Segini Harganya

Bisnis naming rights atau menggunakan nama perusahaan, dalam hal ini, di stasiun LRT Jabodebek semakin diminati. Terbaru, ada tiga perusahaan yang saat ini tengah berproses untuk mendapatkan hak atas penamaan di beberapa stasiun. Lantas, berapa harga yang harus dibayar perusahaan?

Baca juga: KAI dan Bank BNI Resmikan Naming Rights “Stasiun Dukuh Atas BNI”

Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyebut biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan naming rights cukup variatif. Hal itu didasari setidaknya oleh beberapa variabel, seperti letak strategis stasiun dan negosiasi dengan perusahaan.

LRT Jabodebek, lanjutnya, biasa membuka penawaran di angka Rp12M. Pada prosesnya, penawaran tersebut akan terjadi tawar-menawar. Umumnya, angka yang disepakati setelah negosiasi berkisar Rp7M per tahun. Adapun kontrak maksimal lima tahun dan kontrak minimalnya tiga tahun.

“Untuk kontraknya maksimal 5 (lima) tahun, tapi sekarang perusahaan biasanya ini kebanyakan di 3 (tiga) tahun (membeli hak penamaan). Kalau setahun perusahaan sudah banyak yang menolak karena sayang sudah mengubah ini itu tapi hanya setahun,” katanya kepada awak media, Senin (24/2/2025).

LRT Jabodebek diketahui terakhir kali meresmikan naming rights pada 20 November 2024 lalu. Ketika itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Bank BNI meresmikan penamaan atau Naming Rights Stasiun Dukuh Atas menjadi Stasiun Dukuh Atas BNI.

Baca juga: MRT Jakarta Buka Naming Right Tahap 2, Semua Perusahaan Indonesia Bisa Ambil Bagian

Melalui program Naming Rights, mitra perusahaan yang bekerja sama akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti penempatan nama brand di media KAI, termasuk aplikasi Access by KAI, situs web resmi KAI, papan penunjuk arah (signage), peta jalur, pengumuman, hingga media publikasi lainnya.

Saat ini, Purnomosidi membocorkan, ada setidaknya tiga perusahaan yang berproses mendapatkan naming rights di tiga stasiun. Tiga itu adalah Visa, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat (AS), untuk di Stasiun Kuningan; Bank Syariah Indonesia (BSI), untuk di Stasiun Cawang; dan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk di LRT Setiabudi.

Prototipe Kereta Cepat 450 Km per Jam di Cina Kini Menjalani Fase Pengujian

Prototipe kereta berkecepatan tinggi 450 kilometer per jam milik Cina kini tengah menjalani pengujian. Model kereta berkecepatan tinggi baru, CR450, saat ini tengah menjalani pengujian dan evaluasi ekstensif pada prototipenya, yang membuka jalan bagi pengoperasian komersial kereta peluru baru ini.

Dikenal sebagai kereta berkecepatan tinggi tercepat di dunia, CR450 dapat melaju dengan kecepatan 450 kilometer per jam dalam pengujian dan pengoperasian, menurut China State Railway Group Co., Ltd (China Railway).

Teknisi di pusat pengujian telah mengawasi dengan cermat pengendalian berat prototipe CR450. Untuk mencapainya, mereka telah memasang sensor di rel, yang mengirimkan data berat waktu nyata untuk masing-masing dari delapan roda di kedua sisi setiap gerbong ke sistem komputer. Hal ini memungkinkan pemantauan dan penyesuaian yang tepat untuk memastikan kinerja yang optimal.

“Saat mengurangi berat, kita harus memastikan bahwa kekuatannya tidak berkurang, dan kita bahkan perlu meningkatkan kekuatannya karena kecepatan yang lebih tinggi. Ini seperti orang yang ingin melangsingkan tubuh sambil membangun kekuatan. Ini melibatkan perubahan struktural dan inovasi material,” kata Chen Can, peneliti asosiasi di Locomotive and Vehicle Research Institute China Academy of Railway Sciences (CARS) Corporation Limited.

Untuk mengurangi hambatan udara selama operasi kecepatan tinggi, para peneliti mengatasi tantangan, seperti resonansi dan pembuangan panas, dan untuk pertama kalinya, menutup seluruh area bogie di bawah kereta.

“Memastikan kelancaran seluruh badan kereta meminimalkan hambatan selama operasi,” kata Ha Dalei, desainer senior di National Engineering Research Center of Rail Transportation of China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Changchun Railway Vehicles Co., Ltd.

Prototipe CR450 telah menyelesaikan uji statis dan dinamis kecepatan rendah dalam traksi, pengereman, dan kebisingan. Langkah selanjutnya adalah peningkatan kecepatan secara bertahap selama uji jalan dinamis.

Saat ini, Cina adalah satu-satunya negara di dunia yang telah mencapai pengoperasian kereta api berkecepatan tinggi komersial pada kecepatan 350 kilometer per jam.

Menurut Zhang Bo, direktur Lembaga Penelitian Lokomotif dan Kendaraan di CARS sejak 2018, tim tersebut telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memvalidasi kelayakan teknis, menentukan standar teknis tingkat atas yang wajar, dan menetapkan rute teknis.

Meskipun peningkatan kecepatan 50 kilometer per jam mungkin tampak kecil, mengatasi kesulitan yang terkait dengannya merupakan hal yang signifikan. Di satu sisi, tujuannya adalah untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi dan pengoperasian yang lebih aman. Di sisi lain, banyak upaya telah dilakukan untuk mengurangi hambatan dan konsumsi energi, mengurangi getaran dan kebisingan, serta meningkatkan otomatisasi dan desain yang ringan.

Upaya-upaya ini telah membuat badan kereta lebih halus, meningkatkan aerodinamikanya, dan mengurangi hambatan secara signifikan. CR450 menggunakan langkah-langkah teknologi yang mengurangi hambatan hingga 22 persen.

Zhang mencatat bahwa kecepatan kereta api berkecepatan tinggi bukan hanya masalah teknis tetapi juga ekonomi, dan dampak lingkungannya perlu dipertimbangkan. Namun, kecepatan tetap menjadi indikator yang paling representatif dari kinerja kereta api berkecepatan tinggi.

Cina Tampilkan Prototipe CR450, Kereta Cepat Next Generation Tembus 450 Km per Jam

BYD Melebarkan Sayap di Indonesia, Bluebird Pakai Armada Sejak 2019

Siapa sih yang tak kenal dengan merek BYD Auto? Ini merupakan merek dari produsen kendaraan listrik terkemuka asal Tiongkok. Saat ini pasarannya pun sudah banyak masuk ke Indonesia dan beberapa showroom dibuat di beberapa wilayah Jakarta.

Dengan memperluas jejak globalnya dengan berbagai inisiatif strategis dan inovasi produk, BYD bahkan pada Januari 2025 kemarin mengumumkan rencana oembangunan senilai 1 miliar dolar di Subang, Jawa Barat. Pabrik tersebut ditargetkan akan beroperasi pada akhir 2025.

Kapasitas produksi tahunan pabrik BYD di Indonesia mencapai 150 ribu unit kendaraan listrik. Di mana Sebagian besar akan diekspor dan Langkah ini menegaskan komitmen BYD dalam memperkuat kehadirannya di pasar Asia Tenggara dan bersaing dengan produsen otomotif Jepang serta Korea Selatan yang telah lama mendominasi wilayah tersebut.

Selain di Indonesia, BYD juga telah membuka pabrik kendaraan listrik di Thailand pada Juli 2024. Pabrik ini merupakan fasilitas pertama BYD di luar Tiongkok yang sepenuhnya dimiliki perusahaan, dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 150.000 kendaraan. Investasi ini menunjukkan upaya BYD dalam memenuhi permintaan kendaraan listrik yang terus meningkat di kawasan tersebut.

Baca juga: Bobot Melebihi Standar, Bus Listrik Gandeng BYD Belum Bisa Diuji oleh TransMilenio di Bogota

Produk unggulan BYD, seperti BYD Seal, telah mendapatkan pengakuan internasional. Pada Desember 2024, BYD Seal menjadi mobil buatan Tiongkok pertama yang masuk dalam 10 besar nominasi “Japan Car of the Year” untuk periode 2024-2025. Selain itu, model ini juga berhasil masuk dalam tiga besar “World Car of the Year Award” 2024, menandakan kualitas dan inovasi yang diakui secara global.

Di Indonesia sendiri, PT Blue Bird Tbk (Bluebird) menggunakan sebagian besar armada taksinya dengan mobil listrik besutan BYD. Adapun tipe yang digunakan adalah BYD e6 yang sudah membersamai Bluebird sejak 2019 silam.

Sehingga bisa dikatakan, Bluebird sebagai pelopor dalam penggunaan taksi listrik di Indonesia. Pada masa awal, 25 armada BYD e6 meluncur Bersama Bluebird untuk layanan regular mereka.

Selama lima tahun beroperasi sebagai taksi, BYD e6 telah menunjukkan kinerja yang mengesankan. Setiap unit mampu menempuh jarak hingga 650 ribu km dengan performa baterai dan sistem yang tetap optimal.

Hal ini membuktikan keandalan dan efisiensi kendaraan listrik dalam operasional harian yang intensif. Untuk diketahui, BYD terus mengembangkan lini produknya dengan meluncurkan seri kendaraan listrik canggih, termasuk model seperti Dolphin, Seal, Shark, dan Sealion 7.

Sealion 7, misalnya, menawarkan performa tinggi dengan tenaga 530 hp, sistem penggerak empat roda, dan kemampuan pengisian daya cepat hingga 80 persen dalam 24 menit. Desain interiornya yang mewah dilengkapi dengan layar sentuh berputar 15,6 inci dan kursi berpemanas, memberikan kenyamanan dan teknologi mutakhir bagi penggunanya.

Dengan berbagai langkah strategis dan inovasi ini, BYD Auto menunjukkan komitmennya dalam memimpin transformasi industri otomotif menuju era kendaraan listrik yang berkelanjutan dan berteknologi tinggi.

BYD Bermitra dengan Shell untuk Perluas Jaringan Pengisian Kendaraan Listrik

“Flying Gang”, Rahasia LRT Jabodebek Bukukan OTP Tinggi Walau Terdapat Gangguan

LRT Jabodebek membukukan ketepatan waktu kedatangan dan keberangkatan kereta (OTP) mencapai 99,29 persen pada Januari 2025, atau 97,23 persen rata-rata di 2024. OTP tersebut digadang-gadang cukup tinggi mengingat gangguan perjalanan kereta yang kerap terjadi, baik pada kereta buatan INKA itu sendiri maupun dari sistem Grade of Automation (GoA) level 3 yang tergolong baru di Indonesia.

Baca juga: Capaian Positif di 2024, LRT Jabodebek Siap Tingkatkan Layanan dan Jangkauan di 2025

Executive Vice President (EVP) LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, mengungkapkan, tingginya OTP LRT Jabodebek tak lepas dari adanya geng terbang atau flying gang, utamanya saat terjadi gangguan.

Flying gang ditempatkan di beberapa lokasi, utamanya di stasiun akhir kereta. Tim yang terdiri dari teknisi ini akan langsung turun memperbaiki gangguan, sehingga perjalanan kereta tetap lancar.

“Stasiun-stasiun ujung (Stasiun Harjamukti, Jati Mulya, Dukuh Atas) dan stasiun Cawang itu itu ada flying gang. Flying gang itu adalah tugasnya apabila terjadi permasalahan mereka akan langsung menuju trainset untuk memperbaiki gangguan baik itu dari sisi sarana, persinyalan,” jelasnya dalam gelaran jumpa pers, memperingati Hari Pers Nasional, Senin (24/1/2025).

Lebih lanjut, eks EVP INKA ini menyebut bahwa flying gang LRT Jabodebek terdiri dari tiga orang atau lebih yang bertugas 24 jam on call dan secara bergantian (shifting). Flying gang tidak hanya bertugas merawat dan memastikan kelancaran sarana tetapi juga prasarana, seperti stasiun dan jalur kereta.

Mengingat pentingnya OTP sebagai magnet penarik datangnya penumpang, Purnomosidi berharap, emergency plan dengan menempatkan satu trainset di Stasiun Cawang, rescue plan, recovery plan dan perbaikan menyeluruh dari sisi sarana-prasarana, dapat mengurangi frekuensi gangguan sehingga perjalanan LRT Jabodebek menjadi lebih lancar.

Baca juga: Good News Buat ‘Pekerja Mobile’, KAI Hadirkan Coworking Space Gratis di Stasiun LRT Jabodebek Cawang

Diketahui, LRT Jabodebek dioperasikan menggunakan sistem Communication-Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) level 3, setingkat di atas MRT Jakarta (GoA level 2).

Sistem CBTC adalah pengoperasian kereta berbasis komunikasi, sehingga sistem dapat mengoperasikan kereta dan memproyeksikan jadwal secara otomatis serta disupervisi juga secara otomatis dari pusat kendali operasi.

Unik! Hotel di Pangandaran Tawarkan Berbuka Puasa di Atas Perahu

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, sudah sewajarnya kita semua mulai menjadwalkan buka puasa dengan teman atau sanak saudara. Nah, jika Anda ingin mencoba sensasi buka puasa yang tidak biasa, Anda bisa menjajal program “Ramadhan Nights in Pangandaran: Nusantara Feast” yang diadakan oleh salah satu hotel ternama yang ada di Pangandaran, Jawa Barat. Kira-kira, seperti apa konsep buka puasanya?

Baca Juga: Mudik Lebaran Gratis 2025, Kemenhub Siapkan Lebih dari 60 Ruas Trayek Jalur Laut

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman pasundannews.com (24/02/2025), adalah Hotel Horison Palma Pangandaran yang mengadakan program ini. Yang unik adalah acara buka puasa ini diadakan di atas perahu nelayan, yang akan memberikan kesan autentik dan unik kepada setiap tamu yang datang.

“Kami ingin menciptakan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya lezat tetapi juga berkesan,” ujar General Manager Horison Palma Pangandaran, Dicky T Kusumah.

“(Mulai) dari hidangan khas Nusantara yang autentik, konsep penyajian unik di atas perahu, hingga dekorasi Islami yang khas, semua kami persiapkan dengan maksimal,” sambungnya.

Selain memberikan gambaran terhadap kehidupan masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Pangandaran, para tamu juga tentunya dapat menikmati suasana khas tepi pantai: hembusan angin sepoi-sepoi, deburan ombak yang menggulung tenang, serta sajian matahari terbenam yang menandakan waktu berbuka puasa. Para tamu juga dapat menikmati dekorasi khas bulan Ramadhan yang terpasang.

Untuk soal menu, dikabarkan pihak hotel mengusung tema sajian dari berbagai daerah di Indonesia, seperti takjil tradisional-kolak pisang dan es cendol hingga hidangan utama seperti rendang Sumatra, sate maranggi, ayam betutu, dan coto Makassar. Agar tidak bosan dan monoton, mereka selalu mengganti menu buka puasa setiap harinya.

Baca Juga: Perdana Berlayar di Asia, Disney Cruise Line Siap Tawarkan Paket Liburan Tak Terlupakan Untuk Keluarga!

Agaknya konsep yang ditawarkan oleh Horison Palma Pangandaran dapat dijadikan salah satu opsi untuk Anda berbuka puasa dengan mereka yang tercinta. Sebagai tips tambahan, mungkin Anda bisa menjadwalkan berbuka puasa di sini pada saat weekend, sekalian Anda short-escape dari penatnya rutinitas sehari-hari. Jika tertarik, pastikan Anda melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum kehabisan bangku!

Momen Langka! Tiga Kapal Pesiar Internasional Sandar di Pelabuhan Benoa

Momen Langka! Tiga Kapal Pesiar Internasional Sandar di Pelabuhan Benoa

Ada pemandangan tidak biasa di Pelabuhan Benoa, Bali, pada Jumat (21/02/2025) kemarin. Di mana ada 3 kapal pesiar internasional yang bersandar secara bersamaan, yaitu Silver Nova, Queen Elizabeth, dan Viking Sky. Tentu saja momen ini sangat berharga dalam mengembangkan sektor maritim dan pariwisata di Indonesia.

Baca Juga: Pelni Kembali Digaet Perusahaan Kapal Pesiar Terkemuka untuk Dukung Operasional MV Paul Gauguin

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnbcindonesia.com, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan bahwa momen bersandarnya 3 kapal pesiar internasioal ini akan memperkukuh Pelabuhan Benoa sebagai Home Port Tourism di Indonesia. “Keberhasilan ini semakin mengukuhkan Pelabuhan Benoa sebagai destinasi utama kapal pesiar internasional dan momentum bersejarah dalam perjalanan menjadi Home Port Tourism di Indonesia,” ujar Erick Thohir.

“Ini bukti nyata Pelabuhan Benoa mampu menjadi pusat destinasi wisata kapal pesiar,” sambungnya.

Erick juga optimis bahwa di masa yang akan datang, akan semakin banyak kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Benoa. Hal ini sejalan dengan infrastruktur Pelabuhan Benoa yang terus dikembangkan dan ditingkatkan.

Sumber: istimewa

Erick juga menilai, kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa akan memberikan dampak signifikan terhadap industri pariwisata dan perekonomian Bali. Dengan banyaknya wisatawan yang mengunjungi Bali, diharapkan akan ada lonjakan pendapatan di sektor perhotelan, restoran, transportasi, serta ekonomi kreatif lokal.

Ke depannya, Pelabuhan Benoa siap menyambut lebih banyak kapal pesiar internasional seiring dengan komitmen BUMN dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sambung Erick. Dengan terus meningkatkan fasilitas dan layanan, ia yakin bahwa Pelabuhan Benoa mampu berkembang menjadi pusat wisata kapal pesiar terkemuka di Asia Tenggara.

Diketahui juga sebelumnya, Pemerintah Indonesia secara gencar telah mempromosikan Pelabuhan Benoa sebagai destinasi kapal pesiar internasional. Upaya ini bertujuan untuk menarik minat perusahaan-perusahaan pelayaran internasional untuk ‘mampir’ ke Pelabuhan Benoa. Senada dengan yang diucapkan Erick Thohir, dengan meningkatnya kuantitas pelancong mancanegara, maka diharapkan akan ada peningkatan ekonomi di sektor-sektor terkait seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Sebagai informasi tambahan, Silver Nova merupakan kapal pesiar mewah yang dioperasikan oleh Silversea Cruises yang mampu menampung hingga 728 penumpang, sudab termasuk kru pelayaran. Sementara Queen Elizabeth merupakan kapal pesiar mewah yang terkenal dengan pelayaran transatlantik dan dioperasikan oleh Cunard Line. Sedangkan Viking Sky merupakan kapal pesiar berdesain Skandinavia yang elegan dan mewah yang dioperasikan oleh Viking Ocean Cruises.

Tak Lagi ‘Mangkrak’, SS United States Siap Bertransformasi Menjadi Terumbu Karang Buatan