Baca Artikel Ini Biar Tidak Bingung Membedakan Kapal Ferry dan Kapal RoRo!

Diakui sebagai negara maritim terbesar di dunia, sudah sewajarnya jika Indonesia memiliki berbagai varian kapal untuk melayani penumpang antar pulau. Bagi Anda yang sering ‘menyeberang’ pulau dengan menggunakan kapal, ada 2 moda utama yang sering digunakan, yaitu kapal ferry dan kapal RoRo. Tahukah Anda perbedaan dari 2 kapal ini yang sering Anda jumpai di pelabuhan ini?

Baca Juga: 210 Tahun Lalu, Dunia Kehilangan Sosok Penemu Kapal Uap Komersial

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai lamaan sumber, kapal ferry adalah istilah umum untuk kapal yang mengangkut penumpang dan kendaraan melintasi perairan, biasanya dalam jarak pendek. Sementara kapal RoRo (Roll-on/Roll-off) adalah jenis kapal ferry yang dirancang khusus untuk memungkinkan kendaraan bermotor masuk dan keluar kapal dengan mudah melalui pintu rampa (ramps). Ini berarti kendaraan dapat “roll on” (masuk) dan “roll off” (keluar) kapal, sehingga mempercepat proses bongkar muat.

Kapal ferry dapat berfokus pada pengangkutan penumpang, kendaraan, atau keduanya, dengan berbagai konfigurasi, tergantung operator yang mengoperasikannya. Sementara Kapal RoRo berfokus pada pengangkutan kendaraan bermotor, seperti mobil, truk, dan bus, serta barang-barang yang dapat diangkut dengan kendaraan.

Ilustrasi Kapal ferry. Sumber: rivieramm.com

Sementara dilansir laman detik.com, kapal RoRo mempunyai sejumlah ciri khas, yaitu memiliki geladak tertutup dan terbuka di sepanjang kapal yang digunakan untuk memuat kargo, seperti sepeda motor, mobil, truk, hingga alat berat. Selain itu, ciri khas lain dari kapal RoRo adalah memiliki pintu rampa di bagian depan dan belakang yang bisa ditekuk. Ketika pintu rampa dibuka, terdapat jembatan kecil di dermaga yang terhubung ke lambung kapal, sehingga kendaraan bisa naik dan turun dari kapal dengan mudah.

Jadi bagi Anda yang masih bingung dengan penjelasan di atas, sederhananya adalah seperti ini: kapal ferry merupakan kapal yang berfokus pada angkutan penumpang yang konfigurasinya dapat diatur sesuai kebutuhan dan fungsinya. Nah, jika kapal ferry memiliki konfigurasi untuk mengangkut kendaraan-kendaraan besar dan dibekali pintu rampa untik memudahkan proses loading, itulah yang dinamakan kapal RoRo.

Kendati kapal RoRo merupakan salah satu jenis dadi kapal ferry, namun terdapat beberapa perbedaan antara 2 kapal yang sering berseliweran di lautan Indonesia ini. Mulai dari desain, di mana kapal ferry biasanya memiliki desain yang lebih ramping, kecil dan memiliki dek atas yang terbuka, sementara kapal RoRo memiliki bentuk yang lebih kaku dan mengotak yang ditujukan untuk dapat mengangkut kargo yang lebih banyak.

Baca Juga: Siap-Siap! Maldives Akan Punya Kapal Feri Tenaga Surya Pertama Pada April Mendatang

Kapal ferry juga biasanya memiliki fasilitas untuk penumpang yang jauh lebih lengkap ketimbang kapal RoRo. Biasanya Anda dapat menjumpai kafetaria, restoran, hingga pembagian kelas untuk penumpang di dalam kapal ferry. Jika menilik dari segi kapasitas, kapal RoRo menawarkan daya angkut yang lebih besar ketimbang kapal ferry.

Jadi, jangan bingung lagi ya untuk membedakan mana kapal ferry dan mana kapal RoRo!

Sebaiknya Anda Tahu, Kapal Ferry Bukan Hanya Jenis Ro-Ro Saja

Akses Internet Starlink Digunakan dalam Modernisasi Sistem Air Traffic Control (ATC) di AS

SpaceX milik Elon Musk sedang menguji terminal internet satelit Starlink untuk sistem kontrol lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) di AS. Pengujian ini dimaksudkan untuk mempercepat modernisasi infrastruktur teknologi Federal Aviation Administration (FAA). Dalam hal ini, SpaceX dalam kontrak miliaran dolar dengan Verizon dan memasang 4.000 terminal Starlink pada infrastruktur FAA.

Musk baru-baru ini mengesahkan pengiriman 4.000 terminal Starlink ke FAA, dengan yang pertama sudah terpasang di laboratorium teknologi kontrol lalu lintas udara FAA di Atlantic City, New Jersey. Dua terminal lagi sedang diuji di lokasi terpencil di Alaska.

Idenya adalah untuk memastikan koneksi telekomunikasi yang lebih andal dan memberikan informasi cuaca yang akurat kepada pilot dan pengontrol lalu lintas udara.

Inisiatif tersebut diberi nama TDM X dan bertujuan untuk beroperasi penuh dalam waktu 12 hingga 18 bulan. Namun, terlepas dari optimisme tersebut, pertanyaan yang menggantung di udara adalah bagaimana gerakan ini memengaruhi persaingan dan kontrak yang telah ditetapkan?

Starlink Sukses Uji Layanan WiFi Starlink di Boeing 777 Qatar Airways, Akses Gratis Buat Penumpang di 2025

Starlink adalah jaringan satelit SpaceX yang menyediakan internet berkecepatan tinggi ke seluruh dunia, termasuk daerah-daerah terpencil di AS. Seiring pertumbuhannya, teknologi tersebut telah memicu perdebatan tentang inovasi, persaingan, dan pengaruh Musk yang semakin besar di negara tersebut.

FAA telah memberikan Verizon kontrak senilai $2023 miliar pada tahun 2017 untuk memodernisasi infrastrukturnya. Kini, masuknya Starlink dapat membuat kontrak tersebut diragukan. Verizon bersikeras bahwa teknologinya penting untuk menjaga keamanan sistem, sementara Musk, dalam platform X-nya, telah secara terbuka mengkritik kinerja perusahaan tersebut, dengan mengklaim bahwa “sistem Verizon tidak berfungsi dan membahayakan para pelancong.”

Pertanyaan besarnya adalah: seberapa jauh Musk dapat memperluas pengaruhnya dalam industri penerbangan tanpa mengganggu keseimbangan pasar? Bagaimanapun, perusahaannya telah mendominasi eksplorasi ruang angkasa dan semakin terintegrasi dalam komunikasi global.

Kebutuhan akan kontrol lalu lintas udara modern telah menjadi sorotan setelah kecelakaan fatal pada Januari 2025 yang melibatkan jet regional dan helikopter militer di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan Washington. Mantan Presiden Donald Trump mengkritik teknologi kontrol lalu lintas udara, yang menyebutnya “usang.”

Menteri Perhubungan Sean Duffy baru-baru ini mengatakan Kantor Efisiensi Pemerintah Musk akan bekerja untuk “memikirkan kembali” wilayah udara negara itu. Kemitraan tersebut dapat mempercepat modernisasi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang pengaruh Musk yang semakin besar terhadap pemerintah AS dan infrastruktur penting.

Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Catatan Sejarah KA Taruna Ekspres, Hadirkan Layanan Khusus untuk Perwira TNI AD

Sebagai bagian mobilisasi tentara, kereta api yang dapat mengangkut jumlah lebih besar pada waktu itu mempunyai peran yang sangat penting. Seperti layaknya Kereta Luar Biasa (KLB) yang sering dijalankan secara khusus ini mengangkut penumpang yang tidak biasa dijalur kereta api wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Magelang sejak dahulu terkenal sebagai basis Akademi Militer (Akmil) yang mencetak perwira-perwira di lingkungan TNI AD. Lantaran memiliki ratusan kadet atau taruna, otoritas Akmil dan PT KAI pada dekade 1970-an menghadirkan layanan kereta khusus yang kelak diberi nama ’KA Taruna Express’.

Sesuai namanya, KA Taruna Express diperuntukkan sebagai mobilitas para taruna. Utamanya untuk tujuan perjalanan Magelang-Jogjakarta. Dimana Yogyakarta menjadi primadona para taruna untuk melakukan pesiar (berlibur). KA Taruna Ekspres dijalankan untuk mengangkut tentara, berjalan secara reguler. Hal tersebut bekerja sama antara TNI dengan perusahaan kereta api pada waktu itu.

Dengan rute Magelang-Yogyakarta inilah berdasarkan catatan sejarah, KA Taruna Express diresmikan pada 30 November 1972. Peresmian dan inisiatif hadirnya Taruna Express tak terlepas dari gagasan Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang kala itu menjabat Gubernur Akabri Udarat (Umum dan Darat).

Kereta Api Taruna Ekspres di Stasiun Lembah Tidar tahun 1972. (Foto: Dok. Perpusnas)

Bahkan, stasiun baru dijalur tersebut pun hanya untuk melayani kereta ini, yaitu Stasiun Lembah Tidar. Fyi, Lembah Tidar adalah kawasan yang terletak di kaki Gunung Tidar, sebuah bukit kecil yang memiliki tinggi 503 mdpl dan berada di tengah Kota Magelang, Jawa Tengah.

Selain itu, Lembah Tidar juga dianggap memiliki nilai sejarah dan religi, bahkan disebut sebagai “Paku Tanah Jawa”. Stasiun Lembah Tidar merupakan stasiun kereta api yang terletak di Banyurojo, Mertoyudan, Magelang; pada ketinggian +342 m, termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset VI Yogyakarta.

Karena sudah memiliki stasiun baru, KA Taruna Ekspres pun diresmikan di lokasi tersebut. Kereta api ini hanya berjalan pada hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Taruna Ekspres hanya dijalankan pada Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu karena hari itu adalah hari libur bagi para taruna Akabri Udarat. KA Taruna Ekspres hanya menyediakan 250 tempat duduk dan menggunakan kereta kelas 3 serta ditarik menggunakan lokomotif diesel hidraulik D301. Kegiatan rekreasi para taruna dilakukan secara bergilir dengan mengangkut bekal makan malam bagi taruna pada Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 15.00. Sementara itu pada hari Minggu pukul 07.30, Taruna Ekspres mengangkut bekal makan siang.

Saat itu, Daerah Magelang dan Ambarawa bisa diakses dengan kereta dari Yogyakarta. Kereta api pun membuat pergerakan pasukan memasuki Yogyakarta jadi lebih mudah. Hingga tak ada peluang menang jika penguasa atau bangsawan dari Yogyakarta beserta pengikutnya berperang melawan pemerintah kolonial. Sayangnya, fasilitas KA Taruna Ekspres inibtak berlangsung lama.

Akibat letusan Gunung Merapi pada tahun 1972 hingga 1974 yang menyebabkan banjir lahar dingin serta menyebabkan terputusnya Jembatan Krasak pada awal tahun 1975, jalur tersebut menjadi tidak memungkinkan untuk dilewati kereta api dengan lancar. Kejadian tersebut terjadi pada November 1974. Berdasarkan keterangan resmi dari KAI, jalur ini ditutup pada 5 Maret 1975 menyusul insiden banjir lahar tersebut.

KA Taruna Express, Kenangan Kereta Khusus Pesiar Taruna Akademi Militer Magelang

Member GarudaMiles dan Emirates Skywards Kini Bisa Gunakan ‘Miles’ di Ratusan Destinasi dalam Jaringan Gabungan

Member GarudaMiles dan Emirates Skywards kini dapat memperoleh dan menggunakan Miles di lebih dari 200 destinasi di jaringan gabungan kedua maskapai

Garuda Indonesia dan Emirates pada Selasa (25/2) resmi menghadirkan nilai tambah baru bagi anggota frequent flyer melalui peluncuran program loyalitas bersama. Anggota GarudaMiles dan Emirates Skywards kini dapat mengumpulkan dan menukarkan Miles saat bepergian ke lebih dari 200 destinasi dalam jaringan gabungan kedua maskapai.

Sejak tahun 2022, kedua maskapai meluncurkan perjanjian codeshare dan terus memperluas kemitraan mereka untuk menawarkan lebih banyak tujuan penerbangan, Miles, dan hadiah bagi anggota program loyalitas.

Perjanjian tersebut ditandatangani saat berlangsungnya Aviation Festival Asia 2025 oleh Rahmaniar, Miles & Ancillary Group Head Garuda Indonesia dan Dr. Nejib Ben Khedher, Divisional Senior Vice President Emirates Skywards.

Wamildan Tsani Panjaitan, Direktur Utama Garuda Indonesia, menjelaskan: “Kami sangat senang dapat menghadirkan kemitraan bernilai tambah ini bagi para pelanggan setia Garuda Indonesia dan Emirates. Dengan program loyalitas bersama ini, Garuda Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penawaran menarik kepada anggota GarudaMiles, sekaligus menambah manfaat bagi anggota Skywards.”

Inisiatif ini memberikan lebih banyak peluang bagi anggota untuk memperoleh dan menukarkan Miles dengan mudah di kedua jaringan global. Anggota Skywards kini dapat menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia melalui penerbangan domestik Garuda Indonesia, sementara anggota GarudaMiles dapat menikmati berbagai destinasi global dengan konektivitas luas yang ditawarkan oleh Emirates.

Kolaborasi strategis ini sejalan dengan visi Skywards untuk menciptakan pengalaman loyalitas global yang sesungguhnya bagi anggota kami di seluruh dunia. Hal ini akan membuka peluang baru bagi para frequent flyer untuk mengumpulkan dan menukarkan miles di jaringan gabungan, sekaligus memperluas penawaran loyalitas yang populer di Asia Tenggara.

Dengan kemitraan baru bersama Emirates Skywards, anggota GarudaMiles kini dapat menikmati berbagai manfaat eksklusif saat bepergian yakni di antaranya mulai dari kemudahan mengumpulkan dan menukarkan miles di seluruh jaringan global Emirates, termasuk hadiah tiket penerbangan di Emirates kelas ekonomi dan kelas bisnis.

Garuda Indonesia dan Emirates Kerja Sama Codeshare untuk 16 Rute di Timur Tengah dan Eropa

 

Nge-Trip KA Serayu – Tiketnya Murah, Pemandangannya Pun Indah

Naik kereta api sangat menyenangkan saat diperjalanan. Selain cepat dan nyaman, pemandangan yang disuguhkan pun luar biasa indah. Apalagi jika melewati jalur selatan di Provinsi Jawa Barat. Sudah pasti sangat menyejukkan hati bahkan bikin mata kembali segar saat melihatnya.

Untuk menikmati pemandangan tersebut, kalian tentu bisa menggunakan kereta api dari Jakarta menuju beberapa kota di Jawa Barat bahkan sampai ke Jawa Tengah. Ya, mungkin kalian sudah tau bahkan sudah sering mencoba naik Kereta Api Serayu.

Diambil dari nama salah satu sungai di Jawa Tengah, Indonesia, sekitar 300 km di tenggara ibu kota Jakarta. Membentang dari timur laut ke barat daya sejauh 181 km, sungai ini melintasi lima kabupaten yakni Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga bermuara di Samudra Hindia di wilayah Kabupaten Cilacap. Tak heran nama KA Serayu pun digunakan karena melewati Jembatan Sungai Serayu yang berada di jalur selatan antara petak Stasiun Maos dan Stasiun Kasugihan serta petak Stasiun Kebasen dan Stasiun Notog. KA Serayu merupakan satu-satunya rute cukup jauh melintasi kota-kota Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Beberapa kota yang dilewati kereta api kelas ekonomi ini adalah Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cimahi, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar sampai dengan Purwokerto.

Rangkaian kereta api Serayu di Stasiun Bandung

Awal Mula Diluncurkan
pada pertengahan 1990-an, Perumka meluncurkan kereta api Serayu yang dioperasikan pada malam hari dikenal sebagai Citrajaya oleh masyarakat yang tinggal di Daerah Operasi II Bandung. Untuk mengakomodasi penumpang dari Cilacap, Perumka sempat mengoperasikan kereta api pengumpan lintas Kroya/Maos-Cilacap sebelum layanan tersebut dihentikan mulai tahun 2000-an.

Rute kereta api Serayu diperpanjang hingga Purwokerto mulai 1 September 2013, tetapi dioperasikan sebagai kereta api pengumpan di lintas Kroya–Purwokerto. Penggabungan layanan dilakukan pada awal 2014. Kereta api Serayu menambah pemberhentian di Stasiun Cikarang mulai 1 Maret 2022 dan Stasiun Kebasen sejak 18 Desember 2024.

Saat ini KA Serayu menjadi perjalanan favorit khususnya warga Bandung maupun Purwokerto. Apalagi penumpang yang membawa peralatan mendaki hendak ke tujuan akhir menuju ke kawasan Pegunungan Slamet. Dengan harga tiket Rp63.000 (Pasar Senen-Banjar pp.) dan Rp67.000 (Pasar Senen-Purwokerto pp.) merupakan tarif Public Service Obligation (PSO) yang masih diberikan pemerintah untuk KA ini. Karena yang dilewati KA Serayu ini mayoritas masih menggunakan jalur tunggal (single track), praktis ada beberapa stasiun kecil yang mengharuskan KA ini berhenti untuk bersilang dengan KA yang berlawanan arah. Maka dari itulah KA Serayu memakam waktu sekitar 10 jam perjalanan.

Meski perjalanan yang relatif lama, namun pemandangan yang dilewati KA ini luar biasa indah. Gunung, bukit, sawah, sungai hingga pedesaan pun lengkap dilewatinya. Dalam sehari ada empat perjalanan KA Serayu. Dua keberangkatan pagi dan malam dari Jakarta dan Purwokerto. Namun, jika kalian ingin menikmati pemandangan indah, tentu saja naik KA Serayu pada perjalanan pagi hari.

Perburuan Bangkai MH370 Kembali Dimulai, Kini Libatkan Ocean Infinity, Perusahaan Robotika Kelautan asal Inggris

Satu dekade setelah hilangnya Boeing 777-200 Malaysia Airlines MH370 pada 8 Maret 2014, kini perburuan bangkai pesawat akan dilakukan kembali di Samudra Hindia. Sebuah perusahaan robotika kelautan Inggris telah meluncurkan apa yang kemungkinan akan menjadi pencarian terakhir untuk MH370.

Ocean Infinity telah mulai menjelajahi dasar laut dalam upaya untuk menemukan bangkai pesawat MH370, yang menghilang 11 tahun lalu setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Kapal pendukung pencarian di air dalam, Armada 7806 tiba di zona pencarian baru di Samudra Hindia 1.200 mil dari Perth, Australia, selama akhir pekan lalu.

Kendaraan bawah air otonom (AUV) dikerahkan dari kapal dalam beberapa jam setelah tiba di lokasi dan telah memulai pemindaian terperinci di dasar laut. AUV dan kendaraan jarak jauh yang akan membantu menemukan puing-puing jika ditemukan. AUIV dioperasikan melalui tautan satelit dari pusat kendali Ocean Infinity di Southampton.

MH370 seharusnya terbang ke utara menuju Beijing tetapi berbalik arah sebelum mencapai Vietnam dan berbelok ke barat daya melintasi semenanjung Melayu menuju Samudra Hindia, sebelum meninggalkan jangkauan radar.

Misi ini dilakukan setelah Malaysia mengindikasikan pada bulan Desember bahwa mereka siap untuk mendukung upaya baru untuk menemukan puing-puing jet tersebut, setelah dua upaya sebelumnya yang gagal.

Kuala Lumpur mengatakan pada saat itu bahwa mereka telah memberikan persetujuan garis besar untuk kesepakatan “tidak ditemukan, tidak ada biaya” di mana Ocean Infinity akan dibayar US$70 juta (£55 juta) hanya jika menemukan pesawat tersebut.

Namun, tidak ada kesepakatan akhir yang diumumkan. Diyakini bahwa Ocean Infinity telah memilih untuk melanjutkan rencananya sendiri, sebelum musim dingin tiba di belahan bumi selatan.

Armada 7806 diharapkan menjelajahi tiga atau empat yang disebut “titik panas” tempat para peneliti menduga sisa-sisa badan pesawat mungkin berada.

Kapal tersebut kemungkinan akan menghabiskan waktu hingga enam minggu untuk meneliti area tersebut, termasuk istirahat untuk mengambil perbekalan di Fremantle, Australia Barat, tempat upaya pencarian sebelumnya dilakukan. Karena pencarian kemungkinan akan menjadi yang terakhir dilakukan untuk MH370, upaya tersebut dapat berlangsung lebih lama, jika cuaca memungkinkan.

Muncul Teori Baru, Ini Sederet Teori Terpopuler Jatuhnya Boeing 777-200 Malaysia Airlines MH370

Oliver Plunkett, kepala eksekutif Ocean Infinity, sebelumnya mengatakan kepada keluarga korban MH370 bahwa menemukan pesawat tersebut adalah ambisinya. Perusahaan yang dikendalikan oleh Plunkett dan dua warga Inggris lainnya itu menghentikan upaya sebelumnya pada tahun 2018 tetapi tidak berhasil.

Armada 7806, yang dibangun pada tahun 2023 dan dianggap sebagai kapal paling canggih secara teknis dari jenisnya, akan memfokuskan pemindaian awal pada area yang menurut para peneliti independen kurang mendapat perhatian selama misi sebelumnya.

Perhitungan yang dilakukan oleh sekelompok orang termasuk mantan pilot Air France Patrick Blelly, konsisten dengan teori bahwa MH370 dikemudikan di luar jalur dan jatuh ke laut sebagai bagian dari rencana pembunuhan-bunuh diri yang rumit oleh kaptennya, Zaharie Ahmad Shah.

Area pencarian ketiga didasarkan pada ekstrapolasi posisi akhir jet yang diperoleh dari kemungkinan gangguannya terhadap transmisi dari operator radio amatir.

Para penghobi ini mengandalkan apa yang disebut pemancar WSPR, yang mengirimkan ribuan pulsa radio berdaya rendah ke seluruh dunia setiap dua menit.

Sinyal akan terganggu jika pesawat melintasinya. Richard Godfrey – seorang pensiunan insinyur kedirgantaraan yang pernah bekerja dengan NASA – mengatakan analisis mengungkap 130 gangguan tersebut pada sinyal yang melintasi Samudra Hindia pada malam hilangnya MH370, yang merupakan “jejak remah-remah” yang dapat menunjukkan lintasan akhirnya.

Titik panas keempat, yang diidentifikasi oleh Universitas Australia Barat, dapat diperiksa jika cuaca memungkinkan.

Godrey mengatakan ekspedisi tersebut akan menghadapi tantangan besar dan memperkirakan kemungkinan MH370 ditemukan “sekitar 50-50”. Orang-orang mengira dasar laut itu halus tetapi sebenarnya itu adalah tempat yang mengerikan. Dasar laut itu ditutupi ngarai dan tebing, gunung bawah laut dan gunung berapi, gelap gulita dengan tekanan dan suhu yang sangat tinggi.

Teori Baru Misteri MH370, Pesawat Diduga Jatuh Secara Disengaja di Broken Ridge

Persiapan Angkutan Lebaran, KAI Gandeng DJKA dan BTP Jakarta Lakukan Ramp Check di LRT Jabodebek

Dalam rangka mempersiapkan angkutan Lebaran 2025, KAI bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta untuk melaksanakan ramp check atau inspeksi kelengkapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di stasiun dan kereta LRT Jabodebek.

Ramp check ini bertujuan untuk memantau pemenuhan Standar Pelayanan Minimum untuk angkutan orang dengan kereta api, baik di stasiun maupun selama perjalanan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 63 Tahun 2019. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari persiapan KAI dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa angkutan Lebaran 2025.

Executive Vice President LRT Jabodebek Mochammad Purnomosidi menyampaikan sebagai bagian dari sistem transportasi publik, LRT Jabodebek mendukung penuh ramp check yang dilakukan oleh DJKA dan BTP. Kegiatan ini memastikan bahwa seluruh sarana dan fasilitas LRT Jabodebek telah memenuhi Standar Pelayanan Minimum yang ditetapkan, serta siap mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2025.

Selama periode angkutan Lebaran nanti, LRT Jabodebek akan melayani pengguna yang bermobilitas di area Jakarta dan sekitarnya, serta menjadi moda transportasi penghubung untuk berbagai jaringan transportasi lainnya. LRT Jabodebek dapat menjadi pilihan sebagai penghubung pengguna yang akan mengunakan Whoosh di Stasiun Halim, serta akses menuju Bandara Soekarno-Hatta melalui Commuter Line Basoetta di Stasiun Commuter Line BNI City yang terintegrasi dengan Stasiun Dukuh Atas BNI.

Selama ramp check berlangsung, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas stasiun di seluruh jaringan LRT Jabodebek. Beberapa fasilitas yang diperiksa antara lain ruang kesehatan, ruang tunggu, musala, eskalator, lift, toilet, dan sarana pendukung lainnya. Selain itu, pengecekan juga dilakukan pada sarana transportasi, seperti kereta dan infrastruktur pendukung lainnya, untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.

“Dengan ramp check yang telah dilaksanakan, LRT Jabodebek siap memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh pengguna, baik yang melakukan perjalanan di dalam kota maupun yang memanfaatkan LRT Jabodebek untuk menghubungkan perjalanan mereka dengan moda transportasi lainnya. Kami berharap, keberadaan LRT Jabodebek dapat semakin mendukung mobilitas masyarakat selama masa angkutan Lebaran, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pengguna,” tambah Purnomosidi.

“Flying Gang”, Rahasia LRT Jabodebek Bukukan OTP Tinggi Walau Terdapat Gangguan

15 Golongan Ini Gratis Naik Bus Transjakarta, MRT, dan LRT

Layanan transportasi gratis sudah dilaksanakan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bagi lansia dan disabilitas sejak tahun 2017 atau 2018 silam. Namun, layanan ini pun akan bertambah luas bukan hanya di bus Transjakarta tetapi MRT dan LTR.

Perluasan layana transportasi gratis ini merupakan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno. Disebutkan akan da 15 golongan yang bisa menerima manfaat layanan gratis tersebut termasuk di dalamnya adalah lansia dan penyandang disabilitas yang sebelumnya sudah mendapatkan layanan tersebut.

Menurut perwakilan tim transisi Pramono-Rano bidang kebijakan publik, Nirwono Joga, kebijakan ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas transportasi publik bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kami ingin memastikan akses transportasi publik yang lebih inklusif dan mendukung mobilitas masyarakat,” ujar Nirwono.

Saat ini, layanan transportasi gratis di Jakarta bisa diakses melalui dua jenis kartu, yaitu JakCard Combo dari Bank DKI dan TJ Card yang dikeluarkan oleh PT Transportasi Jakarta atau TransJakarta. Berikut daftar golongan penerima layanan ini seperti ditulis laman smartcity.jakarta.go.id:

Penerima Layanan Gratis dengan JakCard Combo:
1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta dan pensiunannya;
2. Tenaga kontrak yang bekerja di Pemprov DKI;
3. Pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP);
4. Karyawan swasta tertentu dengan gaji sesuai UMP yang memiliki rekening di Bank DKI;
5. Penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa);
6. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Penerima Layanan Gratis dengan TJ Card:
1. Lansia (usia 60 tahun ke atas);
2. Penyandang disabilitas;
3. Anggota Veteran Republik Indonesia;
4. Penerima Raskin (pemilik Kartu Keluarga Sejahtera);
5. Penduduk dengan KTP Kepulauan Seribu;
6. Pengurus tempat ibadah (marbot masjid, gereja, pura, dan lainnya);
7. Pendidik dan tenaga kependidikan PAUD;
8. Larva monitor;
9. Anggota TNI/Polri.

Pemerintah berencana memperluas cakupan penerima manfaat, termasuk penjaga tempat ibadah non-Muslim seperti gereja dan pura. “Kami mengusulkan agar tidak hanya marbot masjid, tetapi juga penjaga tempat ibadah lain mendapatkan fasilitas ini,” ujar Nirwono Joga.

TransJakarta Akan Hadirkan Petugas Khusus di Perlintasan Kereta Api

Bukan Bensin, Bukan Listrik, Kawasaki Meluncurkan “Ninja H2”, Sepeda Motor Next Generation dengan Mesin Hidrogen

Mesin listrik telah menjadi topik populer dalam industri otomotif selama dekade terakhir. Dengan inovasi dari perusahaan seperti Tesla, dan perusahaan mobil besar yang mengikuti jejaknya dengan model hibrida dan listrik mereka sendiri, mesin listrik secara konsisten ditulis sebagai masa depan teknologi mobil. Namun, mesin hidrogen berkembang pesat, dan menawarkan pelengkap yang menarik bagi mesin listrik.

Perusahaan mobil Jepang dan Korea Selatan terus menjadi pemimpin dan inovator dalam teknologi mobil hidrogen. Dengan perusahaan seperti Toyota dan Hyundai yang memimpin dengan teknologi sel bahan bakar hidrogen mereka, perusahaan-perusahaan ini mengisi celah khusus, serta terus menambah dan memajukan jajaran kendaraan listrik mereka sendiri.

Mesin hidrogen beroperasi dari teknologi sel bahan bakar. Mesin ini menghasilkan listrik melalui reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen. Mesin ini memiliki potensi luar biasa di dunia yang peduli terhadap perubahan iklim dan konsumen yang menginginkan solusi mesin alternatif yang lebih bersih.

Satu-satunya produk sampingan dari mesin hidrogen adalah air, membuatnya cocok untuk masa depan yang lebih hijau, dan Kawasaki dalam hal ini merilis sepeda motor bertenaga hidrogen

Perusahaan sepeda motor Jepang Kawasaki baru-baru ini meluncurkan prototipe sepeda motor bertenaga hidrogen. Prototipe tersebut diluncurkan pada bulan Juli tahun lalu setelah pengembangan dimulai pada bulan Maret 2023.

Sepeda motor yang diberi nama “Ninja H2” ini dilengkapi dengan mesin empat silinder segaris supercharged dengan kapasitas 998 cc. Sepeda motor tersebut masih dalam tahap pengembangan, dan baru akan tersedia untuk umum pada tahun 2030-an.

Sepeda motor tersebut merupakan sepeda motor bertenaga hidrogen pertama yang diproduksi oleh empat pengembang mobil besar Jepang. Honda, Yamaha, dan Suzuki semuanya berkolaborasi dengan Kawasaki untuk memproduksi prototipe Ninja H2.

Mengesampingkan persaingan, perusahaan-perusahaan besar ini menggabungkan keahlian dan ide untuk memastikan masa depan yang lebih hijau bagi dunia otomotif.

Kerja sama untuk solusi energi hijau merupakan komponen utama untuk mendorong masa depan yang berkelanjutan. Meskipun penting bagi perusahaan mobil untuk mempertahankan persaingan di antara mereka dalam ekonomi pasar bebas, pengumpulan sumber daya dan pengetahuan juga sama pentingnya untuk mencapai tujuan iklim yang penting.

Airbus dan Toshiba Berkolaborasi dalam Penelitian Superkonduktivitas Pesawat Bertenaga Hidrogen

Sengkarut Industri Galangan Kapal Lokal, Lebih Efisien Impor dari Luar?

Sektor transportasi laut baru-baru ini mendapat sorotan setelah Wakil Ketua Umum II Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Darmadi GO, menyebutkan bahwa biaya mengimpor kapal dari luar negeri itu lebih murah ketimbang merakit sendiri di Indonesia. Kendati terkesan memiliki tone ‘negatif’, namun Darmadi mengatakan ada 3 faktor utama yang melatarbelakangi statemennya tersebut.

Baca Juga: Momen Langka! Tiga Kapal Pesiar Internasional Sandar di Pelabuhan Benoa

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnbcindonesia.com, Darmadi mengatakan bahwa kapasitas, harga dan waktu perakitan menjadi 3 faktor utama mengapa galangan kapal lokal perlahan ditinggalkan. Ia juga mengatakan bahwa industri galangan kapal lokal kurang memiliki daya saing dengan industri serupa di luar negeri, dalam kasus ini Darmadi mengambil contoh Cina. Menurutnya, ada banyak hal yang harus dibenahi agar industri galangan kapal lokal memiliki standar baku internasional.

“Kita belajar dari China kenapa bisa cepat dan murah? Kenapa kita lambat kita harus bicara realita. Semua dari China iya lah, semua murah,” ujar Darmadi dalam acara Indonesia Maritime Talk 2025.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Antoni Arif Priadi mengatakan bahwa ada faktor tambahan terkait melemahnya industri galangan kapal di Indonesia, yaitu soal kepastian hukum. “Pengusaha kita lebih senang membangun kapal di luar negeri, dibandingkan di dalam negeri. Faktanya kepastian tidak jelas, dan biaya mahal,” kata Capt. Antoni di kesempatan yang sama.

Imbasnya, Capt. Antoni mengambil contoh ada 8 usaha galangan kapal di Batam yang gulung tikar akibat para pelaku usaha lebih memilih membeli kapal dari luar negeri.

Salah satu galangan kapal di Batam. Sumber: istimewa

Menurut Capt. Antoni, dibutuhkan dukungan regulasi yang jelas, kepastian hukum, hingga kemudahan usaha dalam upaya membangun sektor maritim. Dengan begitu, industri galangan kapal bisa lebih efisien saat membangun kapal di dalam negeri. Untuk itu, ia mengatakan bahwa pihaknya dan pemangku kepentingan terkait akan segera turun tangan mengatasi ancaman tersebut. Industri galangan kapal yang ada sekarang ini adalah aset sebagai upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Ikhsan Mahyudin seolah tidak bisa berdalih dan mengatakan bahwa industri galangan kapal tengah tertekan karena pengenaan PPN pada bahan baku. Hal ini yang menyebabkan tingginya biaya produksi.

“Kita beli barang pakai PPN, itu jadi cost, kemudian saya beli plat, itu ada cost masuknya.” pungkas Ikhsan di kesempatan yang sama.

Diketahui bahwa poros industri maritim dunia, terutama pembuatan kapal, kini telah bergeser ke Asia. Sebagai salah satu negara yang ada di dalamnya, Indonesia diharapkan bisa segera berbenah agar bisa industri maritimnya bisa disejajarkan dengan negara maju lain seperti China dan Korea Selatan. Pesatnya industri ini juga ditopang oleh posisi strategis Asia dalam perdagangan global. Diketahui, China, Korea Selatan, dan Jepang saat ini menguasai lebih dari 85% industri pembuatan kapal global.

Akibat Galangan Bangkrut, Kapal Pesiar Terbesar di Dunia “Global Dream II” Terpaksa di Scrap Sebelum Sempat Berlayar