OCTA Tanda Tangani Kontrak 40 Bus Berbahan Bakar Hidrogen dengan NFI

Kontrak 50 bus tanpa emisi baru saja diumumkan oleh NFI Group Inc (NFI) yang merupakan produsen bus dan gerbong independent terkemuka serta pemimpin dalam solusi mobilitas massal listrik tanpa emisi bersama Anak perusahaannya New Flyer of America Inc (New Flyer). Adapun kontrak ini bekerja sama dengan Otoritas Transportasi Orange County (OCTA).

Pesanan 50 bus tanpa emisi sendiri terbagi dua jenis yakni 40 bus listrik sel bahan bakar hydrogen Xcelsior CHARGE FC™ berukuran 40 kaki serta sepuluh bus listrik baterai Xcelsior CHARGE NG berukuran 40 kaki. Keseluruhan unit tersebut sudah ditambahkan dalam daftar pesanan NFI pada kuartal keempat tahun 2024 lalu.

Adanya hal ini juga didukung oleh kombinasi Federal Transit Administration (FTA) dan pendanaan lokal. Sebagai yang memiliki peran paling penting, OCTA menjaga agar Orange County tetap bergerak dan mengelila infrastruktur Utama untuk 3,2 juta penduduk di 34 kota.

Badan tersebut diketagui melayani lebih dari 33 juta perjalanan penumpang per tahunnya. Mereka juga menyediakan solusi angkutan yang aman, andal, dan inovatifdf di seluruh wilayah terbesar ketiga di California, Amerika Serikat.

OCTA pertama kali meluncurkan program percontohan sel bahan bakar hidrogen-listrik pada tahun 2020 dan percontohan baterai-listrik pada tahun 2022. Di mana keduanya ditenagai oleh bus-bus New Flyer.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, OCTA membangun stasiun pengisian bahan bakar hidrogen terbesar untuk bus transit di Amerika Serikat, yang menunjukkan komitmen kuat terhadap teknologi generasi mendatang.

“Investasi OCTA dalam transportasi canggih dan berkinerja tinggi merupakan kemenangan bagi Orange County dan manufaktur bus AS,” kata Chris Stoddart, Presiden, North American Bus and Coach, NFI.

“Kemitraan kami selama hampir 35 tahun mencerminkan kemampuan New Flyer untuk memberikan solusi angkutan yang andal, hemat biaya, dan bersih yang mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan efisiensi energi bagi masyarakat seperti Orange County,” tambahnya.

Teknologi New Flyer memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat yang menghargai investasi dan inovasi yang bertanggung jawab. NFI adalah pemimpin industri dalam transportasi bersih, dengan kendaraan tanpa emisi yang beroperasi (atau sesuai pesanan) di lebih dari 150 kota di enam negara. Dengan lebih dari 220 juta jarak tempuh kendaraan listrik yang telah diselesaikan.

ComfortDelGro Australia Operasikan Dua Bus Bertenaga Hidrogen di Geelong

Ancallia, Penyandang Titel Best Rebuilt Yacht yang Siap ‘Diobral’, Berani Beli?

Salah satu dari banyak cara untuk ‘menghilangkan’ sebuah moda yang sudah kuno dan ketinggalan jaman adalah dengan menjualnya, walaupun proses ini memakan banyak waktu dan harga jualnya pun akan sangat jauh di bawah harga produksi. Namun beruntung bagi Ancallia, sebuah kapal pesiar klasik yang alih-alih dijual dengan harga rendah, Ancallia malah ‘diremajakan’ dengan disematkan sejumlah teknologi modern.

Baca Juga: Siap-Siap! Maldives Akan Punya Kapal Feri Tenaga Surya Pertama Pada April Mendatang

Sebenarnya Ancallia masuk ke dalam kategori superyacht, di mana kapal ini dibangun pada tahun 1984 oleh perusahaan asal Belanda, First Export Association of Dutch Shipbuilders atau yang lebih dikenal dengan Feadship. Ancallia terkenal karena memiliki detail yang luar biasa serta kemewahan interior yang mempertegas kesan elegan. Bahkan, Ancallia sempat mendapatkan titel sebagai superyacht terindah di dunia.

Interior mewah di Superyacht Ancallia. Sumber: ancallia.com

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman autoevolution.com (24/02/2025), di tahun 2011 silam Ancallia sempat mendapatkan peremajaan secara menyeluruh. Saat itu proses pengerjaan dilakukan oleh firma desain asal Inggris, Colefax & Fowler, di mana mereka mengganti mesin Ancallia dengan mesin baru berspesifikasi tinggi, sistem onboard hingga interior yang tak kalah canggih. Salah satu tujuan dari proses ‘pembangunan kembali’ ini adalah untuk membawa Ancallia ke standar kontemporer tanpa mengorbankan fitur-fitur klasiknya.

Ancallia juga ditingkatkan sesuai dengan standar lingkungan modern. Beberapa fitur ‘hijau’-nya meliputi sistem pendingin dan pencahayaan baru dan canggih, konverter katalitik baru untuk knalpot, sistem pengumpul oli, dan sistem pengolahan canggih untuk air limbah. Selain itu, Ancallia yang telah diperbarui ini mampu melaju dengan kecepatan lebih tinggi dengan tingkat kebisingan dan getaran yang lebih rendah.

Setelah dilakukan pembaruan, Ancallia lalu mendapatkan penghargaan “Best Rebuilt Yacht” di World Superyacht Awards 2015. Kapal ini juga secara resmi menjadi kapal pesiar pertama yang dibangun kembali yang memperoleh klasifikasi dari RINA (Registro Italiano Navale) Green Plus Gold untuk fitur perlindungan lingkungannya.

Jacuzzi di Superyacht Ancallia. Sumber: ancallia.com

Di tahun-tahun belakangan ini, Ancallia telah berkeliling Mediterania Timur dengan biaya sewa US$ 150.000 per minggu. Dengan angka tersebut, Anda bisa turut membawa hingga 12 orang untuk menikmati petualangan luar biasa, lengkap dengan jacuzzi serta bioskop di dalamnya.

Kabar terakhir yang beredar, Ancallia hendak dilepas oleh pemilik lamanya dengan harga yang belum diketahui pasti – bisa jadi harganya di atas puluhan juta dollar. Apakah Anda berminat untuk menjadi pemilik selanjutnya dari Ancallia?

Ritz-Carlton Yacht Collection Resmikan “Ilma” – Superyacht Berstandar Kemewahan Hotel Kelas Super

18 Orang Tewas Akibat Bus Terguling di Thailand Timur

Sebanyak 18 orang tewas dan 31 lainnya luka-luka di Thailand Timur pada Rabu (26/2/2025) kemarin setelah sebuah bus pariwisata mengakami rem blong dan terguling ke dalam parit. Insiden ini terjadi pada pagi hari tepatnya di Provinsi Prachinburi.

Lokasii nsiden ini letaknya 155 km atau 96 mil di sebelah timur Ibukota Bangkok. Saat itu bus dikethui dalam perjalanan semalam dari Thailand utara ke Provinsi Rayong di pesisir untuk sebuah studi tur kota.

Departemen Transportasi Darat Thailand mengatakan akan berkoordinasi dengan polisi untuk menyelidiki kecelakaan yang baru terjadi ini. Mereka juga mengatakan akan mengintensifkan inspeksi terhadap semua kendaraan angkutan umum untuk memastikan mereka memenuhi standar keselamatan.

“Saat itu adalah jalan menurun dan rem blong, dan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan sebelum terguling,” kata Kolonel polisi Sophon Phramaneehe.

Baca juga: 56 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Bus di Guatemala, Pengemudi Ternyata Tak Punya Lisensi

Dia menyebutkan, ada 49 orang di dalam bus, semuanya orang Thailand termasuk pengemudi. Dalam unggahan di media social, memperlihatkan petugas penyelamat dan medis sudah tiba di lokasi kejadian di Prachinburi untuk membantu korban di dekat bus yang bagian bawahnya terbuka.

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran penggunaan kendaraan yang tidak memenuhi standar atau terlibat dalam penggunaan kendaraan yang sembrono, maka akan diambil tindakan hukum,” katanya dalam sebuah postingan di X.

“Pemeriksaan kendaraan harus aman dan lulus standar yang ditentukan sebelum digunakan untuk mencegah kecelakaan dan mengurangi kerugian seperti ini lagi,” katanya.

Kecelakaan dan kematian di jalan raya sering terjadi di Thailand karena lemahnya penegakan standar keselamatan kendaraan dan jalan yang tidak terawat dengan baik. Untuk diketahui, Thailand merupakan negara Asia Tenggara yang berada di peringkat kesembilan dari 175 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam hal kematian akibat kecelakaan lalu lintas, menurut laporan tahun 2023.

Tahun lalu, sebuah bus sekolah terbakar karena kebocoran tabung gas, menewaskan 23 orang, termasuk 16 siswa.

Thailand Perbanyak Layanan Bus dan Van Pada Libur Tahun Baru

Penerbangan Haji 2025 – Garuda Indonesia Siapkan 14 Pesawat Wide Body dari Tujuh Embarkasi

Garuda Indonesia bersama Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI (Ditjen PHU Kemenag RI) pada hari ini, Kamis (27/2) resmi melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengangkutan Udara Jemaah Haji Reguler 1446 H/2025 M bertempat di Gedung Kementerian Agama RI.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan dan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Hilman Latief, serta turut disaksikan oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama RI, Muhammad Zain.

Pada musim Haji tahun ini, Garuda Indonesia direncanakan akan mengangkut 90.933 calon jemaah yang akan terbagi ke dalam 246 kelompok terbang (kloter) dan diberangkatkan melalui 7 (tujuh) embarkasi, yakni Banda Aceh, Medan, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar, dan Lombok.

Untuk memaksimalkan kesiapan layanan penerbangan bagi para jemaah Haji, Garuda Indonesia di tahun ini mempersiapkan total 14 armada wide-body yang terdiri dari 6 armada Boeing 777-300ER, 6 armada Airbus A330-300, dan 2 armada Airbus A330-900neo.

Para calon jemaah haji selanjutnya akan diberangkatkan secara bertahap menuju Tanah Suci mulai 2 Mei hingga 31 Mei 2025, dengan keberangkatan menuju Madinah pada 2 – 16 Mei 2025 dan disusul keberangkatan menuju Jeddah pada 17 – 31 Mei 2025.

Selanjutnya, fase pemulangan jemaah akan dimulai pada tanggal 11 Juni sampai dengan 10 Juli 2025 dengan keberangkatan dari Jeddah pada 11 – 25 Juni 2025, dan keberangkatan dari Madinah pada 26 Juni – 10 Juli 2025.

Jelang Musim Haji 1444H, Garuda Indonesia Siapkan 14 Unit Pesawat Berbadan Lebar

Mengerikan dari Prindapan, Perempuan Diperkosa di Dalam Bus Kosong

Seorang pria dengan catatan kriminal berat diburu pihak kepolisian Pune, New Delhi, India. Ini dikarenakan pria tersebut melakukan pemerkosaan terhadap seorang Wanita berusia 26 tahun di dalam bus milik Maharashtra State Road Transport Corporation (MSRTC).

Menurut korban, dirinya tengah menunggu bus ke Paithan di salah satu jalur sekitar pukul 05.30 pagi Waktu setempat pada hari Selasa (25/2/2025) kemarin. Saat itu korban mengatakan, dia didekati oleh pelaku yang mengatakan bahwa bus sudah tiba di jalur lainnya.

Namun, bukan di bawa menuju bus yang akan ditumpangi, pelaku justru membawa korban ke sebuah bus kosong yang diparkir di area sepi di lokasi tersebut. Karena saat itu hari masih gelap, Wanita itu menaiki bus yang dikiranya masih sepi.

Sayangnya, pelaku juga ikut masuk ke dalam bus tersebut dan diduga memperkosa korban dan melarikan diri. Kejadian ini terekam CCTV dan polisi melakukan identifikasi pada pelaku.

Baca juga: Viral! Ngadu Diperkosa Penumpang, Pramugari American Airlines Malah Dipecat

Diketahui, polisi sudah mengidentifikasi pelaku dan mendapatkan nama Datta Gade. Selain memperkosa, dia juga memiliki kasus pencurian dan penjambretan sebelumnya.

“Pelaku diiidentifikasi sebagai Datta Gade yang juga memiliki kasus pencurian an penjambretan sebelumnya,” kata pihak kepolisian Swargate.

Pihak kepolisian juga mengatakan telah membentuk beberapa tim untuk melacaknya. Untuk diketahui Maharashtra State Road Transport Corporation disingkat (MSRTC atau ST) adalah layanan bus milik negara bagian Maharashtra, India yang melayani rute ke kota-kota di Maharashtra serta ke negara-negara bagian tetangganya.

Layanan ini juga menawarkan fasilitas pemesanan tiket online untuk semua bus. Baru-baru ini mulai 21 Mei 2020, Perusahaan ini memulai Transportasi Barang, Pembuatan Karoseri Bus Pribadi, dan Pembuatan Ulang Ban Kendaraan Pribadi. Di masa mendatang, Perusahaan ini berencana untuk memulai pompa bensin untuk kendaraan pribadi di seluruh Maharashtra.

Maharashtra State Road Transport Corporation didirikan oleh Pemerintah Negara Bagian Maharashtra sesuai ketentuan dalam Bagian 3 dari Undang-Undang RTC 1950. MSRTC mengoperasikan layanannya dengan skema transportasi jalan yang disetujui yang diterbitkan melalui Pemberitahuan MVA 3173/30303-XIIA tertanggal 29 November 1973 dalam lembaran negara. Area yang dicakup oleh skema tersebut adalah seluruh wilayah negara bagian Maharashtra.

Perusahaan tersebut mengoperasikan layanan kereta tahap dan kontrak di seluruh wilayah negara bagian Maharashtra kecuali perusahaan ST yang ditetapkan berdasarkan Bagian 68 A (b) dari Undang-Undang MV dan pengecualian lain yang diterbitkan dalam skema tersebut. Bus pertama dikibarkan dari Pune ke Ahmednagar pada tahun 1948.

Antisipasi Pelecehan Seksual, Pemerintah India Hadirkan Halte Khusus Wanita

Lebih Enak Mana, Naik Kereta Api Jalur Selatan atau Jalur Utara?

Jalur kereta api memang identik dengan kecepatan, kenyamanan, keindahan, dan ketepatan waktu. Namun kembali lagi kepada masyarakat sebagai pengguna setia kereta api. Biasanya jalur utara identik dengan persawahan , jalurnya yang kebanyakan lurus, kecepatan bisa mencapai lebih dari 80 km/jam dan lebih jarang kereta api yang berhentj di stasiun kecil.

Baca juga: Libur Lebaran ke Semarang? Yuk, Wisata Edukasi KA ke Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

Namun untuk jalur selatan, waktu tempuh sedikit lebih lama, karena harus melewati medan yang cukup berat, seperti: tanjakan, turunan, tikungan yang mencapai 90 derajat, serta masih terbatasnya kecepatan antara 50 – 80 km/jam.

Jalur utara saat ini sudah mencapai tahap jalur ganda dari Jakarta sampai dengan Surabaya. Pembangunan ini dinilai berhasil karena bisa menghasilkan kecepatan dan ketepatan waktu saat kereta api berjalan. Selain itu banyaknya stasiun yang dilewati tak melulu rangkaian kereta api untuk berhenti. Justru kereta api berhenti di stasiun – stasiun dengan volume penumpang yang tinggi.

Tak hanya kereta penumpang, jalur utara juga identik dengan banyak lalu lintas kereta api angkutan barang. Melewati jalur utara, estimasi waktu perjalanan KA angkutan barang pun sangat sangat dominan, hanya terhalang dengan kereta api penumpang yang mau tidak mau harus mengalah (disusul). KA angkutan barang yang melewati jalur utara mayoritas adalah KA Petikemas dari Surabaya (Kalimas) menuju Tanjung Priok pp.

Ilustrasi KA Kamandaka melintas kawasan Bumiayu, Jawa Tengah dengan rangkaian Kelas Ekonomi.
(FOTO: instagram/@raafiddhiyaulhaq )

Lain halnya dengan jalur selatan. Ini sangat di favoritkan bagi penumpang kereta api khususnya yang gemar dengan alam Indonesia. Meski kecepatan kereta api tak secepat di jalur utara, tapi pemandangan yang disuguhkan membuat mata tak mau berkedip. Hamparan sawah, gunung, sungai, dan jurang – jurang sudah menjadi andalan penumpang kereta api yang menikmati pemandangan di jalur selatan.

Baca juga: Mau Coba Naik Kereta Sultan Jelang Lebaran? Ini Syarat dan Harganya

Sebagai contoh, jalur Purwakarta hingga Tasikmalaya. Di jalur tersebut Anda merasa tidak akan bosan karena pemandangan paling keren di tanah Jawa Barat. Meski kecepatan kereta apinya dibatasi, tak menyulutkan kebosanan penumpang melihat keindahan yang dihasilkan alam Indonesia. Tak hanya itu ada beberapa stasiun kecil dan besar yang masih memiliki bangunan lama sebagai cagar budaya aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Nah, bagaimana pendapat Anda, lebih senang lewat jalur utara atau jalur selatan?

Stasiun Kroya, Jadi Pertemuan Kereta Jalur Utara dan Selatan Jawa, Ternyata Sibuknya Seperti Ini

Selain Stasiun Purwokerto, Daerah Operasi (Daop) V Purwokerto ternyata memiliki jalur yang cukup sibuk melayani perjalanan kereta api. Ya, Stasiun Kroya berada dilokasi jalur percabangan kereta api dari arah utara maupun selatan Pulau Jawa. Jalur kereta api yang dominan ini kebanyakan angkutan penumpang dari kelas eksekutif, bisnis, ekonomi premium, dan ekonomi. Bahkan dengan ditambah sibuknya jalur ini, kereta api barang juga melintas di Stasiun Kroya, yaitu angkutan semen dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Stasiun Kroya memiliki sembilan jalur kereta api. Awalnya jalur 2 merupakan sepur lurus arah Bandung atau Cilacap maupun arah Kutoarjo, di jalur 3 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Purwokerto, sedangkan jalur 1, 4, dan 5 digunakan sebagai jalur untuk persilangan dan penyusulan kereta api. Sementara jalur 6 dan 7 dipergunakan sebagai jalur untuk parkir KA barang dan KA ketel, serta jalur 8 dan 9 sebagai jalur yang menghubungkan ke Depo Lokomotif, bengkel KA, dan UPT Depo Mekanik.

Kereta Api Serayu memasuki jalur 2 Stasiun Kroya

Saat ini lintas jalur di stasiun Kroya menuju Cirebon dan Kutoarjo sudah berupa jalur ganda. Dengan adanya jalur ganda tersebut, rute Jakarta-Kroya melalui Purwokerto-Cirebon maupun sebaliknya bisa ditempuh dalam waktu 5,56 jam saja. Jalur ganda tersebut secara bertahap akan disambungkan hingga ke Surabaya via Kertosono-Mojokerto.

Ciri Khas Alunan Musik Stasiun Kroya
Setiap naik kereta api tentu kita mengenal bel kedatangan kereta api di stasiun yang sangat dominan. Namun bel kereta api di Stasiun Kroya memiliki ciri khas yang dimiliki wilayah Daop V Purwokerto ini. Dengan memperdengarkan lonceng atau lagu keroncong berjudul Di Tepinya Sungai Serayu karya Soetedja Poerwodibroto. Di mana lagu tersebut diperdengarkan setiap kali ada kereta api yang datang untuk melayani atau menginformasikan penumpang maupun persilangan dan penyusulan antarkereta api.

Selain menjadi jalur kereta api yang memiliki tingkat lalu lintas KA terpadat, stasiun Kroya juga memiliki depo lokomotif dan juga bengkel kereta api yang merupakan bengkel kereta api terbesar di Daop 5 Purwokerto. Fungsinya mirip dengan Balai Yasa, yakni sebagai tempat perbaikan kereta api. Bengkel ini juga dijadikan sebagai tempat untuk sarana kereta penolong milik Daop 5 Purwokerto.

Fyi, sejak jalur ganda tersebut dioperasikan, wujud stasiun ini terus berubah dibanding sebelumnya. Atap overcapping stasiun yang memayungi jalur 13 telah diganti dengan atap yang baru dan memiliki ukuran lebih besar, dan dapat menaungi jalur 16. Peron pada stasiun Kroya juga telah diperpanjang dan ditinggikan, sehingga dapat memuat rangkaian kereta api yang panjang dan memudahkan penumpang naik dan turun di peron stasiun.

Kereta api angkutan BBM melintas perlintasan Stasiun Kroya.

Sebagai salah satu stasiun besar, hampir semua perjalanan kereta api penumpang tujuan Jakarta, Bandung, dan Cilacap, Yogyakarta hingga Surabaya maupun sebaliknya berhenti di stasiun ini.

Tapi ada beberapa kereta api yang berjalam langsung (tidak berhenti) di Stasiun Kroya, yaitu KA Argo Lawu, Argo Dwipangga dan Taksaka (jadwal Gapeka 2025). Stasiun ini juga digunakan untuk putar arah lokomotif angkutan barang, kereta angkutan semen Solusi Bangun Indonesia dan KA BBM yang datang dari arah Cilacap atau lintas selatan menuju Cirebon atau lintas utara, begitu pula sebaliknya. Itulah alasan mengapa stasiun ini menjadi jalur pertemuan KA dari Utara dan Selatan yang menjadi salah satu stasiun dengan jalur tersibuk di Jawa Tengah.

Lebih Enak Mana, Naik Kereta Api Jalur Selatan atau Jalur Utara?

Bandara di Las Vegas Uji Coba Pemeriksaan Keamanan Menggunakan Teknologi Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai diadaptasi di lingkup kebandarudaraan. Salah satu yang terbilang baru dan tengan diuji coba adalah penggunaa kecerdasan buatan untuk pemeriksaan keamanan di bandara. Pada bulan Oktober 2024, teknologi penyaringan keamanan berbasis AI SeeTrue didemonstrasikan di Bandara Harry Reid di Las Vegas, Amerika Serikat.

Demonstrasi tersebut dilakukan oleh Transportation Security Laboratory of the Department of Homeland Security Science and Technology Directorate.

Seperti dikutip dari airport-technology.com, Leidos, penyedia solusi teknologi, telah bermitra dengan SeeTrue, perusahaan perangkat lunak AI, untuk meningkatkan efisiensi pemeriksaan keamanan melalui teknologi deteksi ancaman bertenaga AI.

Kemitraan ini berfokus pada pengintegrasian algoritme berkemampuan AI untuk mendeteksi barang terlarang dalam pemeriksaan keamanan bandara dan bea cukai dengan menggabungkan pendekatan AI Trusted Mission milik Leidos dengan teknologi canggih SeeTrue.

Dengan menggabungkan algoritme deteksi ancaman pihak ketiga, Leidos akan mempercepat pengembangan algoritme ini untuk melayani kebutuhan kliennya yang terus berubah dengan lebih baik. Bidang fokus utama meliputi algoritme untuk mendeteksi mata uang dan narkotika, yang akan diperkenalkan ke pasar melalui pemindai CT ClearScan Leidos.

Pemeriksa keamanan bagasi kabin ClearScan Leidos menggunakan teknologi CT dan algoritme canggih untuk meningkatkan kenyamanan penumpang, sehingga cairan dan barang elektronik dapat tetap berada di dalam bagasi kabin.

Solusi AI SeeTrue dirancang untuk terintegrasi dengan mudah dengan pemindai sinar-X dan CT di berbagai tempat, termasuk bandara, pelabuhan laut, pos pemeriksaan keamanan perkotaan, bea cukai, dan fasilitas pengiriman.

Layanan Imigrasi di Bandara Changi Sabet Peringkat Terbaik di Dunia

Cirahayu: Jalur Manuver Kereta Api Hingga Stasiun Paling Terpencil di Kabupaten Tasikmalaya

Bagi kalian yang pernah naik kereta api melintasi jalur Bandung-Tasikmalaya, pasti sudah tak asing lagi dengan stasiun terpencil yang satu ini. Sebuah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Kadipaten, Kadipaten, Tasikmalaya.

Inilah Stasiun Cirahayu yang merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling barat di Kabupaten Tasikmalaya. Stasiun yang terletak pada ketinggian 619 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi (Daop) II Bandung. Stasiun ini hanya memiliki 2 jalur raya dan 1 jalur badug (buntu). Stasiun Cirahayu terlayani masih menggunakan persinyalan mekanik, mulai dari sinyal lengan dan pengoperasian persambungan rel (wesel).

Bila dilihat dari kondisinya secara fisik, Stasiun Cirahayu telah layak untuk menyandang stasiun kelas III, namun begitu stasiun ini memiliki fasilitas toilet. Apalagi Stasiun Cirahayu ini sudah menjadi stasiun yang cukup ramai dengan beberapa kereta api yang berhenti di stasiun ini pada Gapeka 2025. Kebersihan di area stasiun pun sangat terjaga. Juga keamanan di stasiun ini telah menempatkan personil untuk mengamankan area stasiun.

KA Serayu rute Pasarsenen-Purwokerto berhenti di jalur 1 Stasiun Cirahayu.

Tak hanya itu, stasiun yang kecil ini juga jauh dari jalan raya. Jika melihat dari jalan raya yang menghubungkan Nagrek-Tasikmalaya, ada sebuah papan petunjuk arah menuju ke Stasiun Cirahayu yang berada dikawasan kecamatan Ciawi, Tasikmalaya. Memang papan petunjuk itu sudah cukup usang bahkan agak susah untuk melihatnya saat kendaraan sedang berjalan. Jarak dari jalan raya menuju Stasiun Cirahayu adalah 5 kilometer dengan jalan yang menanjak. Praktis stasiun ini dikatakan terpencil, meskipun di bagian depan arah timur stasiun terdapat beberapa rumah.

Meski jalurnya manuver cenderung menikung tajam, Stasiun Cirahayu dilewati kereta api dengan kecepatan 50 km/jam. Dengan tentu penumpang kereta api sangat menyukai jalur ini, terlebih saat berhenti di Stasiun Cirahayu.

Pemberhentian terlama di Stasiun Cirahayu ini dipegang oleh Kereta Api Serayu pagi rute Pasarsenen-Purwokerto. KA Serayu berhenti di Stasiun Cirahayu sekitar 30 menit lamanya. Karena harus mengalah dan menunggu persilangan dengan 2 kereta api, yaitu KA Malabar (Malang-Bandung) dan KA Argo Wilis (Surabaya Gubeng-Bandung). Dengan tentu penumpang KA Serayu senang, selain pemandangan di sekitar sangat indah, mereka juga mengabadikan momen kereta api melintas di Stasiun Cirahayu dengan ponselnya.

Nge-Trip KA Serayu – Tiketnya Murah, Pemandangannya Pun Indah

Sejarah Panjang Kapal Pencalang: Mulai dari Kapal Pengintai Hingga Modernisasi di Masa Kini

Tidak hanya kapal Pinisi atau kapal Kora-Kora, Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia tentu punya deretan kapal tradisional yang menarik untuk dibahas. Kapal tradisional yang akan dibahas pada kesempatan ini memiliki rentetan sejarah panjang, mulai dari memata-matai musuh di jaman dahulu hingga menjadi kapal untuk berdagang. Kapal yang berasal dari Riau dan Semenanjung Melayu ini juga ternyata sempat ditiru oleh daerah lain, lho! Ada yang bisa menebak kira-kira kapal apa yang akan dibahas?

Baca Juga: Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Kapal Pencalang, kapal yang menjadi pilihan populer untuk nakhoda Bali dan Sulawesi ini berasal dari kata calang atau mencalang dalam bahasa Melayu, yang berarti meninjau, mengintai atau mengintip. Oleh karena itu pencalang dapat diartikan sebagai “perahu yang digunakan untuk memata-matai” atau “perahu intai”. Menurut glosarium VOC, pencalang sendiri berasal dari kata dalam bahasa Melayu “pentjalang” berarti “perahu yang dikirim untuk mengintai” dari kata “tjalang” yang berarti intai. Dari sini saja, sudah terlihat jelas bahwa awal dirakitnya kapal ini adalah untuk mengintai musuh.

Melansir dari berbagai sumber, kapal Pencalang biasanya memiliki satu atau dua tiang layar, dengan geladak yang menutupi sepanjang lambung dan sebuah bilik di tengah yang berfungsi sebagai ruang muatan, ditutup dengan geladak tetap.

Di jaman dulu, tepatnya saat jaman penjajahan Belanda, VOC atau perusahaan dagang Belanda juga membuat kapal jenis ini untuk digunakan di perairan India. Meskipun pada awal abad ke-18 VOC memiliki selup dan pencalang, pada akhir abad itu hanya kapal pencalang yang masih dibangun. Dalam peperangan, kapal pencalang sering digunakan untuk memata-matai musuh dengan memakai sifat dagangnya itu. Karena kapal Pencalang memiliki kemampuan berlayar yang baik, kapal ini lalu digunakan oleh VOC dalam memerangi para bajak laut.

Lain dulu lain juga dengan sekarang. Diketahui bahwa di tahun 2023 kemarin, institusi pendidikan seperti Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) melakukan inovasi dengan memasangkan teknologi modern pada kapal Pencalang.

Kapal Pencalang. Sumber: istimewa

Mengutip dari laman resmi Kemendikbud, penggerak kapal Pencalang ini menggunakan motor dan layar. Sementara itu, badan kapal dibuat dari kayu Merbau, Jati, dan Camplong.

Kapal Pencalang ini juga dilengkapi alat automation identification system (AIS) hasil riset terapan dari dosen dan mahasiswa PPNS. AIS merupakan sistem pelacakan otomatis yang digunakan pada kapal. AIS ini mampu menampilkan keberadaan kapal lain di sekitarnya berada melalui layar display monitor Electronic Chart Display Information System (ECDIS) dan System Electronic Navigation Chat (SENC). Sebagai informasi tambahan, ECDIS berfungsi untuk meningkatkan keselamatan navigasi dengan menyediakan informasi navigasi yang komprehensif dan real-time. Sementara SENC merupakan database peta elektronik yang digunakan dalam sistem ECDIS.

Ternyata, luar biasa sekali bukan lika-liku perjalanan kapal Pencalang, mulai dari kapal pengintai, untuk memerangi bajak laut, hingga kini dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mampu ‘diberdayakan’ kembali.

Bukan Wahana Permainan, Ini Dia Sejarah Kora-Kora