Perdana Keluar dari Hanggar, Pesawat Terbesar di Dunia Lakukan Uji Coba Mesin

Flash back ke bulan Juni lalu, sebuah prototipe pesawat terbesar di dunia tidak hanya menampilkan batang hidungnya, tapi juga melewati putaran pertama pengujian mesin yang rencananya akan mengudara di tahun 2019 mendatang. Ya, sebuah usaha transportasi luar angkasa yang mengembangkan peluncuran satelit ke sistem orbit yang bermarkas di Seattle, Stratolaunch diketahui tengah menggarap sebuah pesawat yang bisa mengudara di ruang angkasa dengan biaya yang murah.

Baca Juga: World View Terbangkan Sandwich KFC ke Stratosfer

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (21/9/2017), pesawat tersebut menggunakan enam mesin turbofan Pratt & Whitney yang biasa digunakan oleh pesawat Boeing 747-400. Uji coba mesin ini sendiri terbagi menjadi tiga tahap. Pertama, mereka menggunakan power source tambahan yang mereka sebut sebagai dry motor. Kedua, mereka memasukkan bahan bakar ke mesin, dimana proses tersebut diberi nama wet motor. Lalu yang terakhir, tim Stratolaunch akan menguji masing-masing mesin secara terpisah, apakah mereka berjalan sesuai ketentuan apa tidak. Ternyata apa yang selama ini mereka ekspektasikan terealisasi.

Walaupun rencana awal pengujicobaan ini akan dilakukan pada tahun 2016 silam, namun Stratolaunch sudah kembali ke timeline mereka. Untuk memastikan perjalanan mereka di tahun 2019 mendatang berjalan dengan lancar, hingga kini Stratolaunch masih melakukan beberapa pembenahan. “Selama beberapa bulan ke depan, kami akan terus menguji mesin pesawat terbang pada tingkat daya yang lebih tinggi dan dengan berbagai konfigurasi,” ungkap CEO Stratolaunch, Jean Floyd.

Baca Juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial

Tidak bisa diragukan lagi, pesawat Stratolaunch ini merupakan rekayasa pesawat terbang yang hebat. Bagaimana tidak, pesawat dengan dua badan terpisah ini memiliki sayap yang terbentang sepanjang 117m. Tentu saja, uji coba mesin yang dilakukan Stratolaunch telah mengukir sebuah sejarah baru di dunia aviasi global.

Diketahui dari sumber terpisah, Stratolaunch mengumumkan kemitraannya dengan manufaktur kedirgantaraan dan pertahanan Amerika, Orbital ATK untuk mengantarkan roket Pegasus-XL-nya ke orbit pada tahun 2016 silam. Adapun tujuan dibalik kerja sama tersebut adalah untuk memberikan fleksibilitas bagi pelanggan yang ingin meluncurkan satelit kecil.

Inilah Deretan Aplikasi Cuaca Terbaik Untuk Smartphone Android dan iOS

Kesal rasanya jika Anda sudah merencanakan untuk pergi keluar, namun terpaksa gagal karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Ditambah dengan dampak pemanasan global yang membuat kondisi cuaca jadi semakin tidak menentu. Namun seiring perkembangan jaman, kini peran rubrik ramalan cuaca yang biasa ditonton di televisi tergantikan dengan hadirnya weather apps.

Dan dari sekian banyak aplikasi bergenre weather monitor yang kini bertebaran di Google Play dan iTunes App Store, berikut KabarPenumpang.com himpun beberapa aplikasi cuaca terbaik yang bisa dipasang di smartphone Anda versi laman pastemagazine.com.

Baca Juga: 8 Aplikasi Ini Bisa Maksimalkan Anda Selama Melancong di Negeri Orang

Best Truncated Design: Yahoo Weather (iOS, Android)
Tampilan yang  tidak terlalu rumit dan mudah dibaca menjadi kelebihan dari aplikasi ini, walaupun informasi yang diberikan tidak terlalu terperinci dan tidak “secerdas” aplikasi lainnya. Anda dapat melakukan konfigurasi terhadap aplikasi ini jika informasi yang ingin Anda ketahui hanyalah seputar suhu. Jika Anda juga ingin mengetahui tentang kecepatan angin atau informasi lainnya seputar cuaca, Anda bisa melakukan pengaturan untuk memunculkannya di layar. Latar belakang hitam dengan tampilan huruf berwarna putih akan semakin memudahkan Anda untuk menggunakan aplikasi cuaca ini.

Best Storm Manager: RainAware (iOS, Android)
Bepergian ke luar kota atau bahkan luar negeri terkadang memaksa kita untuk selalu siaga akan kondisi cuaca yang mungkin saja terjadi di lokasi tujuan. Dengan hadirnya RainAware, Anda bisa memprediksi untuk membawa payung  atau tidak jika hendak bepergian di kota orang. Jelas ini akan lebih bermanfaat ketimbang Anda harus selalu membawa payung selama bepergian.

Selain bisa memperkirakan kemungkinan turun hujan, aplikasi ini juga bisa memberikan perkiraan kasar tentang jalur badai dan melacak daerah mana saja yang berpotensi badai. Walaupun terbukti ampuh untuk menyiapkan diri Anda dari ancaman basah karena hujan, namun tampilan dari aplikasi ini bisa dibilang cukup kuno, dan tidak memungkinkan untuk penyedia aplikasi menampilkan informasi lain seputar cuaca.

Baca Juga: Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone

Best Interface: Weather Underground (iOS, Android)
Ini mungkin bukan aplikasi yang paling mudah digunakan, namun Weather Underground menyediakan akses ke banyak data dengan visual yang bermanfaat seperti diagram lingkaran dan grafik lainnya. Banyaknya informasi tentang cuaca lokal yang tersedia di aplikasi ini seakan membebaskan diri Anda untuk melakukan kostumisasi terhadap informasi mana saja yang hendak Anda tampilkan. Semua tergantung kebutuhan Anda!

Best Premium App: RadarScope (iOS, Android)
RadarScope menampilkan tornado, badai parah, dan peringatan banjir bandang yang dikeluarkan oleh National Weather Service. RadarScope memfasilitasi Anda untuk melihat radar cuaca NEXRAD pada smartphone Android atau tablet Anda.

Best Overall App: Dark Sky (iOS, Android)
Dark Sky merupakan aplikasi yang mencakup semua kebutuhan informasi Anda akan cuaca. Melalui aplikasi ini, Anda bisa meminta aplikasi ini untuk mengirimkan informasi mengenai cuaca secara berkala ke ponsel Anda, cukup menggunakan nomor telepon Anda.

Pajak Bandara di Beirut Naik, Masyarakat Lakukan Demonstrasi

Masyarakat Lebanon yang bepergian melalui bandara Beirut per Agustus 2017 mau tak mau harus membayar pajak lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan parlemen Lebanon mengeluarkan undang-undang kenaikan pajak baru dan Direktorat Penerbangan Sipil yang berbasis di bandara Beirut mengeluarkan surat edaran pajak keberangkatan resmi diberlakukan.

Baca juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

“Semua maskapai yang beroperasi di bandara Rafic Hariri diharuskan untuk mulai menambahkan pembiayaan pada tiket tanggal 22 Agustus 2017 atas dasar UU No. 45,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lebanon, Mohammed Shahabudin yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman stepfeed.com (28/8/2017).

Untuk kenaikan pajak tiket sendiri sekitar dua puluh persen dari sebelumnya dan ini yang harus dibayarkan masyarakat bila ingin bepergian menggunakan penerbangan dari bandara Beirut. Tiket untuk kelas ekonomi akan dikenakan $39,83 (60.000 L.L.) kelas bisnis akan membayar $73 (110.000 L.L.).

Untuk penumpang kelas satu harus membayar pajak sebesar $100 (150.000 L.L.) sebelum mereka menaiki penerbangan mereka, sementara yang bepergian dengan jet pribadi akan dikenai biaya sebesar $265 (400.000 L.L). Namun, pajak ini tidak akan dikenakan bila penumpang yang berangkat dari Beirut dengan tujuan Athena, Georgia, Armenia Erbil, Yordania, Suriah, Siprus, Mesir, Baghdad, Najaf, Basra dan Irak.

Salah seorang operator bandara Rafiq Hariri mengatakan, bahwa pelancong membutuhkan klarifikasi lebih lanjut tentang pajak baru yang ditetapkan dengan menghubungi maskapai penerbangan mereka. Operator penerbangan MEA mengatakan, perusahaan mereka belum menerapkan pajak baru pada pelayanan penerbangan dan akan mengumumkan kapan keputusan untuk hal tersebut akan dibuat.

Diketahui, saat undang-undang baru ini berlaku, jutaan masyarakat Lebanon mengungkapkan keprihatinannya tentang hal ini akan memengaruhi kehidupan sehari-hari dan ribuan orang turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.

“Saya datang ke Lebanon setidaknya dua kali setahun, bersama dengan ketiga anak dan suami saya. Selain semua tagihan yang harus kami bayar setiap kali kami tinggal di rumah kami di sini, sekarang kami harus membayar pajak saat melakukan perjalanan kembali ke Abu Dhabi. Ini sangat konyol dan sama sekali tidak terjangkau bagi begitu banyak keluarga, termasuk kita. Saya tidak mengerti bagaimana undang-undang ini berlalu, ” ujar seorang ekspatriat Lebanon di Abu Dhabi, Mireille.

Baca juga: “Duty Free” Pada Minuman Keras, Untung Yang Dihasilkan Sedikit

Tak hanya itu, George, seorang ekspat Lebanon yang telah tinggal di Arab Saudi selama lebih dari sepuluh tahun bersama dengan empat anak dan istrinya, mengatakan bahwa pajak keluar baru tidak dapat diterima. Hal ini dikarenakan dirinya beserta keluarga sedang berada di Lebanon dan akan kembali ke Arab Saudi, jika terhitung George harus membayar pajak untuk enam orang.

“Kami tinggal di luar negeri untuk menghemat uang dan mendapatkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak kami Tapi kami masih ingin kembali ke sini sesekali untuk bertemu dengan keluarga besar. Kami biasanya datang dua kali setiap tahun, saya tidak yakin itu akan terjadi jadilah pilihan untuk kita mulai sekarang, “tambahnya.

Lain lagi dengan Tania yang tinggan di Qatar, dirinya merasa prihatin dengan pajak keluar baru yang ditetapkan pemerintah Lebanon.

“Seseorang mengatakan kepada saya inno yalla itu hanya $40 atau $50, tapi ini adalah masalah sebenarnya Kami selalu menormalisasi pajak dan tagihan keterlaluan Kami membayar dua tagihan listrik dan menganggapnya normal, kami membayar tagihan air bersih dan menganggapnya normal. Bukan, tak satu pun dari tagihan yang kami bayar ini. Terlepas dari apakah seseorang mampu membayar pajak ini atau tidak, itu hanya konyol. Negara apa yang membayar pajaknya untuk bepergian ke luar negeri?” dia menambahkan.

Meskipun banyak orang Lebanon terkejut akan hal ini, negara-negara lain salah satunya Inggris juga memberlakukan pajak penumpang dan menjadi yang tertinggi di dunia. Menurut Airport-Technology, negara tersebut mengenakan pajak keberangkatan £13 ($17) untuk kelas keberangkatan ekonomi dan £26 ($33) untuk semua kelas lainnya.

Penumpang yang terbang lebih jauh dari 2.000 mil membayar £73 ($95) untuk kelas ekonomi dan sampai £146 ($189) untuk semua kelas lainnya. Negara lain yang mengenakan pajak serupa antara lain, Australia, Rusia, Republik Dominika, Bahama, Jerman, Norwegia, Qatar, Yunani, Italia, Jamaika, Spanyol, Belanda, Austria, Belgia, Fiji, Islandia dan Skotlandia.

(Lagi) Penumpang Mabuk Berhasil Paksa Pilot Untuk Mendarat Darurat

Penerbangan EasyJet dari Manchester, Inggris tujuan Marrakesh, Maroko terpaksa harus mendarat di Lisbon, Portugal akibat penumpang yang mabuk. Di Lisbon petugas kepolisian sudah menunggu untuk menjemput penumpang mabuk tersebut agar bisa langsung diamankan.

Baca juga: Kerap Dilecehkan, Awak Kabin Beberkan Kelakuan Penumpang Mabuk

KabarPenumpang.com melansir dari travelpulse.com (19/9/2017) mengabarkan, bahwa pada Sabtu (16/9/2017) seorang penumpang mabuk diduga berteriak tentang hal yang rasis kepada penumpang lainnya dan menyerang seorang awak kabin. Penerbangan tersebut diketahui membawa 200 penumpang dan terpaksa mereka harus menginap satu malam di hotel di ibu kota sebelum melanjutkan perjalanan.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini, penumpang yang mabuk tersebut tampak biasa saja saat masuk ke dalam kabin, dan kemudian dia diberi minum oleh penumpang lain yang mengonsumsi alkohol,” ujar salah seorang penumpang.

Saat pesawat mendarat di Lisbon, sebenarnya pesawat hanya tinggal satu perjalanan untuk tiba di Marrakesh. Saat mendarat, pilot memberitahukan alasan pendaratan tersebut karena terjadi sebuah insiden dimana seorang awak kabin dipegang lehernya dua kali oleh penumpang mabuk tersebut.

“Kami mendarat dan polisi naik ke pesawat dan kemudian kami diberitahu bahwa kami harus bermalam di sana. Sekitar 200 penumpang kemudian harus menginap di hotel yang jauhnya satu jam dari bandara. Ini pengelaman yang mengerikan,” ujar penumpang tersebut.

Seorang penumpang lainnya mengeposkan sebuah video ditempat kejadian dan mengkritik EasyJet karena membiarkan penumpang mabuk tersebut menaiki pesawat. “Prioritas kami adalah keselamatan dan kenyamanan penumpang, dan kami tidak akan mentolerir setiap perkakuan kasar yang mengancam keselamatan penumpang dan awak kabin selama penerbangan,” ujar juru bicara EasyJet

Baca juga: Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor

EasyJet juga meminta maaf dan berterima kasih kepada para penumpang, serta menambahkan bahwa EasyJet menyediakan akomodasi hotel dan voucher penyegaran selama masa penundaan penerbangan. Insiden tersebut juga mempengaruhi penerbangan kembali dari Marrakesh.

 

Rancang Ruang Bagasi Unik, Kelompok Mahasiswa Hong Kong Raih Penghargaan dari Airbus

Pernahkah Anda merasa kerepotan ketika hendak memasukkan barang bawaan ke dalam bagasi kabin? Apalagi jika terlambat dan terpaksa menyimpan hand carry di posisi yang cukup jauh  dari tempat duduk Anda, tentu ini merupakan hal yang sedikit banyaknya akan membuat Anda jengkel. Pengalaman itulah yang menjadi dasar sekelompok mahasiswa dari University of Hong Kong untuk membuat sebuah inovasi penyimpanan hand carry pribadi.

Baca Juga: University of Liege Sabet Gelar Juara Perhelatan Desain Kapal Ferry di New York

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (22/5/2017), sekelompok pelajar yang menamai diri mereka Tim DAELead ini berhasil menjuarai kompetisi Fly Your Ideas yang diselenggarakan oleh manufaktur aviasi multinasional, Airbus. Dalam perhelatan yang diadakan di Markas Airbus di Toulouse pada bulan Mei kemarin, Tim DAELead berhasil membawa  pulang hadiah sebesar $33.700 berkat ide inovatif mereka, yaitu menciptakan ruang penyimpanan hand carry pribadi  di bawah bangku penumpang yang ada di depannya, tanpa mengambil ruang penyimpanan kaki Anda.

Adapun cara kerja dari inovasi ini adalah menyimpan sebuah kotak di bawah permukaan lantai karpet setiap bangku penumpang. Ukuran kotak tersebut pun tidak lebih besar dari luas alas bangku penumpang. Kotak tersebut disambungkan dengan menggunakan engsel ke lantai kabin, membuatnya bisa dibuka-tutup kapan pun Anda mau (push to open). Dengan begitu, ruang penyimpanan kaki Anda tidak terganggu, walaupun Anda menyimpan hand carry Anda di bawahnya.

Para juri dalam kompetisi tersebut kagum dengan inovasi ini. Disampaikan langsung oleh Tim DAELead, nantinya inovasi ini akan dipasang di seluruh maskapai penerbangan setelah melewati serangkaian uji teknis, kelayakan, dan keamanan. “Para juri terkesan dengan gagasan inovatif yang dituangkan oleh Tim DAELead. Ini bisa jadi solusi sederhana namun efektif untuk perjalanan udara yang lebih baik,” tulis sebuah pernyataan di laman Fly Your Ideas.

Baca Juga: Gelar “Sayembara”, Hyperloop Akan Saring 10 Ide Jalur Terbaik

Tercatat, hampir 5.500 siswa terdaftar dari seluruh dunia yang terbagi ke dalam 356 tim berbeda untuk mengikuti kompetisi ini. Lima tim terpilih akan diundang ke acara puncak di Toulouse, Perancis untuk mengembangkan prototip mereka di hadapan para ahli dari Airbus. Diketahui, Runner Up dalam kompetisi ini, Aquarius dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), mengembangkan sebuah ide untuk mengubah pesawat militer A400M menjadi sebuah mesin pemadam kebakaran.

Sejak kompetisi Fly Your Ideas ini pertama kali dihelat pada tahun 2008 silam, dikalkulasikan ada lebih dari 20.000 siswa dari lebih dari 650 universitas di lebih dari 100 negara di seluruh dunia telah mengambil bagian dalam perhelatan ini.

Tahan Terpaan Bencana Alam, Jepang Perkenalkan Jembatan Darurat Multifungsi

Mengingat potensi bencana alam yang bisa datang kapan saja, dimana saja, dan dalam bentuk yang beragam, beberapa periset dari Hiroshima University merancang sebuah struktur jembatan darurat yang dipercaya dapat tahan dari terpaan bencana alam seperti badai, banjir, gempa bumi, hingga tsunami. Dapat dibayangkan jika salah satu pra-sarana transportasi ini lumpuh akibat bencana dan memutus akses evakuasi, tentunya bencana alam tersebut akan memakan lebih banyak korban.

Baca Juga: Cikubang, Jembatan Kereta Terpanjang di Indonesia

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman viatechnik.com, tidak hanya berperan sebagai jalur evakuasi ketika bencana datang, tapi jembatan juga dapat menjadi akses regu penyelamat untuk memasok kebutuhan medis para korban selamat. Selain itu, jembatan juga harus memiliki banyak jalur untuk memungkinkan kendaraan bantuan melintas. Maka dari itu, periset dari Hiroshima University membuat struktur jembatan darurat yang berbentuk seperti gunting untuk menguji keefektifannya terhadap lalu lintas kendaraan yang terpaksa melintasi sungai.

Jembatan yang diberi nama Mobile Bridge Version 4.0 ini memiliki desain yang bisa dilipat, diatur, dan di naik turunkan dengan cepat dan mudah. Dr. Ichiro Ario dari Institute of Engineering di Hiroshima University mengaku bahwa desain jembatan ini terinspirasi dari Origami, seni melipat kertas dari Jepang. “Dibutuhkan sekitar satu jam untuk merakit jembatan darurat ini hingga siap digunakan,” ungkap Dr. Ichiro.

Untuk mengangkut jembatan darurat ini pun tidak dibutuhkan sebuah kendaraan khusus, cukup mobil trailer sederhana. Dr. Ichiro mengatakan Mobile Bridge Version 4.0 ini merupakan jembatan yang kuat, ringan, dan mudah untuk dibongkar-pasang. Ketika ia bersama timnya menguji coba jembatan ini, hasil positif pun dituai. Kendaraan yang melintas di atasnya tidak mengalami masalah dan hanya membutuhkan sedikit orang untuk memasangnya.

Dr. Ichiro percaya bahwa Mobile Bridge Versin 4.0 merupakan salah satu opsi hemat biaya ketika terjadi bencana, pasalnya untuk memasang jembatan ini pun tidak membutuhkan pembangunan pondasi sebelumnya, penggunaan kendaraan berat untuk mengangkutnya, dan tenaga kerja yang banyak, seperti yang sudah dijabarkan di atas.

Baca Juga: Lintasi Tol JORR, Inilah “Special Bridge,” Jembatan Unik di Jalur MRT Fatmawati

“Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap Mobile Bridge Version 4.0 ini agar lebih kuat, lebih tahan lama, lebih ringan, dan mempersingkat waktu pemasangan di masa yang akan datang,” terang Dr. Ichiro. “Kehadiran jembatan ini juga dapat mendorong pengembangan teknologi konstruksi infrastruktur secara global,” imbuhnya.

Tidak hanya digunakan dalam kondisi darurat, jembatan ini juga bisa digunakan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di suatu daerah. “Bisa dijadikan sebagai rute alternatif,” tukas Dr. Ichiro. Diketahui, sejumlah perusahaan lain juga tengah mengembangkan inovasi yang hampir serupa, seperti Jembatan Mabey di South Wales, Jembatan Acrow di New Jersey, dan Unibridge di Sydney, Australia. Jika ditinjau dari segi penggunaan non-daruratnya, apakah bisa jembatan ini menjadi salah satu solusi kemacetan di Indonesia, khususnya Jakarta?

Bandara Internasional Tegel, Berlin: Terus Beroperasi Atau Berubah Jadi Pusat Bisnis

Selain dikenal sebagai bandara internasional utama di Berlin, Bandara Tegel yang juga menjadi saksi sejarah dari Perang Dunia II selain Bandara Tempelhof. Dengan kata lain, bandara yang terletak 8 km di sebelah barat laut pusat kota Berlin ini sudah cukup berumur untuk dijadikan bandara internasional utama di kota yang memiliki jumlah jembatan lebih banyak dari Venesia ini.

Namun, dalam waktu dekat, bandara tersibuk keempat di Jerman ini akan dipensiunkan dari tugasnya dan digantikan oleh Berlin Brandenburg Airport. Di Berlin sendiri, tercatat ada empat bandara, dimana dua diantaranya masih beroperasi, yaitu Tegel dan Schönefeld. Lalu ada Berlin Brandenburg Airport yang masih dalam pembangunan, dan Tempelhof yang sudah dinon-aktifkan sejak tahun 2008 silam.

Baca Juga: Bandara Tempelhof, Megastruktur NAZI Yang Kini Jadi Taman Kota Besar di Berlin

Perdebatan mulai muncul ketika rencana tersebut mencuat ke permukaan. Sebagian orang seolah tidak rela Bandara Tegel digantikan perannya oleh Berlin Brandenburg Airport, sedangkan yang lainnya bahkan mengutuk Tegel karena dinilai terlalu berisik dalam pengoperasiannya. Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman Bloomberg.com (19/9/2017), seorang politikus lokal, Sebastian Czaja dengan lantang menolak perpindahan gelar bandara internasional utama di Berlin yang semula dipegang oleh Bandara Tegel.

Sebagai bentuk penolakannya, ia membuat referendum tidak terikat dengan mengeluarkan sebuah petisi yang berisikan pengumpulan 250.000 tanda tangan untuk menolak rencana tersebut. Kelompok Free Democrat yang berdiri di belakang Sebastian mengangkat perdebatan mengenai Bandara Tegel sebagai isu utama kampanyenya di Berlin, dengan jargon “Tegel-saver” yang terpampang di seluruh papan reklame di kota tersebut. Langkah berani ini ditempuh untuk menujukkan perlawanan terhadap proyek infrastruktur besar yang tengah dijalankan, yakni proyek pembangunan Berlin Brandenburg Airport yang tak kunjung usai sejak tahun 2011 silam.

Sementara itu, Greens yang diketahui sebagai rival dari Kelompok Free Democrat juga tidak mau kalah. Mereka memasang banyak poster yang berisikan kecaman terhadap Bandara Tegel yang dinilai menjadi salah satu sumber polusi suara di Berlin. Terlepas dari konteks perdebatan yang terjadi diantara kedua kubu tersebut, Berlin Brandenburg Airport atau yang umumnya dikenal dengan BER memang sempat melewati fase molor. Tidak tanggung-tanggung, sudah enam tahun pembangunan bandara tersebut tak kunjung rampung.

Baca Juga: Yasser Arafat International Airport, Saksi Bisu Kekejaman Militer Israel

Pembangunan bandara ini pertama kali dilakukan ditahun 2006 dan dicanangkan selesai pada tahun 2011 kemarin. Namun, banyak masalah yang ditemui dalam pembangunan bandara tersebut membuat target yang sudah ditetapkan di awal meleset. Lebih parahnya lagi, keterlambatan tersebut berdampak pada penggandaan nominal dana yang harus ditebus untuk menyelesaikan proyek itu, menjadi sekitar US$6 miliar. Tersiar kabar bahwa BER akan dibuka pada tahun 2019 mendatang, dan Bandara Tegel akan dijadikan Tech Business Park, dimana dapat dipastikan akan tumbuh puluhan gedung perkantoran dan apartemen di sana.

Sementara itu, Kanselir Angela Merkel, yang mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat dalam pemilihan, mengatakan undang-undang yang berlaku saat ini mengharuskan Bandara Tegel ditutup sesaat setelah BER terbuka. “Itulah situasi hukum yang berlaku.” tukasnya dilansir dari laman yang sama.

Bandara Internasional Hong Kong Sabet Predikat “Bintang Lima” dari Skytrax

Bandara Internasional Hong Kong saat ini mendapatkan sertifikat penghargaan kualitas bintang lima dari Skytrax. Peringkat bintang lima menjadi level tertinggi bandara yang dilihat dari aspek layanan dan profesionalitas staf di berbagai kategori penilaian berbeda yang ada di lingkungan bandara.

Baca juga: 10 Bandara Ini Disebut Sebagai Yang Tersibuk

KabarPenumpang.com merangkum dari airlinequality.com (19/9/2017), bandara Hong Kong bisa mendapat peringkat bintang lima karena terus berinovasi untuk memberikan standar kualitas produk dan layanan yang sangat tinggi kepada para pelanggannya. Pencapaian bintang lima ini diberikan kepada bandara Hong Kong melalui efisiensi pengalaman pelanggan yang sangat baik, mulai dari saat kedatangan, keberangkatan ataupun pelayanan penumpang transit.

Tak hanya itu, bandara ini juga mendukung fasilitas perbelanjaan, makanan dan minuman yang tersebar di seluruh area terminal. Tahun 2017 para pelancong menyebutkan di World Airport Awards bahwa bandara Hong Kong merupakan bandara dengan tempat makan terbaik di dunia. Pasalnya, bandara Hong Kong menawarkan hampir 70 merek makanan dan minuman yang berbeda, bahkan terbagi beberapa pilihan baik lokal maupun internasional. Sebagai bandara yang juga menjadi tempat transit semua pelancong dunia, bandara Hong Kong juga menghadirkan restoran lokal ternama, yakni Michelin.

Sebagai bandara bintang lima, bandara Hong Kong memiliki transportasi umum yang terkoneksi ke sekitaran kota Hong Kong dan Cina Daratan dengan sangat baik dan menjadi bagian mendasar dari kesuksesannya. Dalam waktu dekat juga akan membuat koneksi jalan baru menuju Makau dan Delta Sungai Mutiara dari bandara untuk memudahkan akses bagi jutaan penumpang.

Dalam 12 bulan terakhir, bandara internasional Hong Kong telah memperkenalkan sistem informasi dengan fasilitas baru dan meningkatkan branding serta visibilitas untuk pilihan perbelanjaan dan tempat makan yang luas. Dari hasil audit rating, yang paling terlihat dan menjadi perhatian adalah standar kebersihan di sekitar bandara.

Baca juga: Adopsi Airport City, Tujuh Bandara Ini disebut Sebagai Ternyaman di Dunia

Bandara Hong Kong mempertahankan standarnya dengan maksimal sembari terus memperbaharui dekorasi dan interior untuk tetap menjadi bandara bintang lima dari tahun ke tahun. Skytrax menyelesaikan evaluasi auidt kualitas bandara internasional Hong Kong pada Juli 2017 kemarin dan memeriksa semua area produk dan layanan di seluruh fasilitas operasional terminal secara rinci.

Adapun penilaian yang dilakukan Skytrax pada bandara untuk memberikan peringkat lima yakni mencapai kinerja Kualitas keseluruhan tertinggi dan mengenali bandara-bandara yang menyediakan fasilitas terbaik untuk pelanggan, kemudian dikombinasikan dengan layanan staf bandara berkualitas tinggi. Rangkuman Kualitas Bandara mencakup area garis depan untuk keberangkatan, kedatangan dan transfer (transit), termasuk fasilitas bandara, layanan pelanggan, keamanan, imigrasi, gerai toko dan fasilitas makanan serta minuman.

World Airport Rating adalah program peringkat kualitas bandara global yang dioperasikan oleh Skytrax, organisasi pemeringkat udara internasional. Penilaian ditentukan melalui analisis kualitas standar langsung dan profesional, dan Rating Bintang Bandara diakui sebagai patokan global standar bandara. Skytrax World Airport Rating, diperkenalkan pada tahun 1999, adalah sistem penilaian Bandara internasional terkemuka yang mengklasifikasikan bandara dengan kualitas standar produk dan layanan terdepan. Airport Rating mulai dari bintang satu hingga ke bandara bintang lima bergengsi.

Sedangkan untuk peringkat Bandara Regional bintang lima diperkenalkan oleh Skytrax pada akhir tahun 2016, untuk memungkinkan pengakuan yang benar terhadap bandara yang lebih kecil, dan bandara-bandara yang fokus terutama pada operasi rute regional. Sementara bukan hub mega global, ini adalah bandara yang memberikan tingkat kualitas tertinggi kepada pelanggan mereka dan memenuhi persyaratan bintang yang ketat. Bandara Regional bintang lima pertama (Bandara Chubu Centrair Nagoya) diumumkan pada bulan Februari 2017.

Berikut ini beberapa bandara yang mendapatkan predikat bandara dengan bintang lima dari Skytrax
– Bandara Haikou Meilan (Regional 2017)
– Bandara Internasional Hamad
– Bandara Internasional Hong Kong
– Bandara Munich
– Bandara Nagoya Chubu Centrair (Regional 2017)
– Bandara Internasional Seoul Incheon
– Bandara Changi Singapura
– Bandara Internasional Haneda Tokyo

PO Kramat Djati, Ternyata Awalnya Perusahaan Angkutan dan Ternak

Nama Kramat Djati rasanya sudah lekat dalam benak ingatan pengguna transportasi bus antar kota antar provinsi. Berlogo siluet roda dengan cat dasar warna putih telah menjadi identitas kuat perusahaan bus yang usianya ternyata telah mencapai 49 tahun. Tapi tahukah Anda tentang sejarah Kramat Djati? Apakah ada kaitan dengan wilayah Kramat Jati di Jakarta Timur yang terkenal dengan Pasar Induknya.

Baca juga: Keluar dari Zona Nyaman, Apple Coba Peruntungan Rancang Bus Otonom

Dari hasil penelusuran, justru alamat kantor pusat perusahaan bus ini berada di Jalan Ambon, Bandung, Jawa Barat. Meski begitu, Kramat Djati memang memiliki pool armada bus di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati. Merujuk ke sejarahnya, Kramat Djati sebelumnya dikenal sebagai Sumber Djaja, yakni perusahaan transportasi yang bergerak dalam bidang angkutan dan ternak.

Kramat Dajti berdri pada tahun 1968 oleh Arief Budiman dengan membuka satu jurusan yaitu Bandung-Jakarta. Kemudian pada tahun 1970 menambah lagi jurusan baru yaitu jurusan Jakarta. Pada tahun 1975 membuka jurusan lagi yaitu jurusan Bandung – Merak. Tahun demi tahun perusahaan Kramat Djati semakin maju dan berkembang.

Pada tahun 1986 Kramat Djati membuka layanan baru yaitu dengan adanya busmalam cepat yang menjangkau 3 propinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Jurusan Bandung – Bali dibuka pada tahun 1990.

Akhirnya pada tahun 1995 Kramat Djati melakukan perubahan bentuk perusahaan menjadi perseroan terbatas dan menambah nama yaitu menjadi Kramat Djati Asri Sejati. Setelah itu Kramat Djati juga menembus pasar Sumatera dengan tujuan Lampung, Palembang, Pekanbaru dan Bengkulu pada tahun 1996, kemudian pada tahun 2000 memperluas pasar kesebelah timur dengan membuka jurusan Bandung – Mataram.

Baca juga: Bus Berkonsep Alam di Taipei Tuai Banyak Pujian dari Netizen

Dengan beberapa kali perubahan, Kramat Djati berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanannya, dimulai dari satu jurusan pada tahun 1968 sekarang telah memiliki lebih dari 70 jurusan yang menjangkau Bali, Jawa, dan Sumatera. Kini Kramat Djati tak sebatas sebagai PO (Perusahaan Otobus), masih tetap dalam bisnis yang terkait layanan bus, lewat Kramat Djati Group juga menaungi layanan bus pariwisata, layanan kargo, dan layanan sewa/charter bus dalam label anak perusahaan. Di bawah bendera Pakar Wisata, PO Kramat Djati sejak tahun 2015 menjadi mitra penyediaana layanan bus kampus di Universitas Indonesia.

Tak mau ketinggalan zaman, Kramat Djati juga telah melayani pemesanan tiket secara online, bahkan Kramat Djati sudah menghadirkan aplikasi pemesanan tiket di Google Play Store.

British Airways Canangkan Daur Ulang Limbah Rumah Tangga Untuk Bahan Bakar Pesawat

Maskapai kebanggaan Britania Raya yang bermarkas di Harmondsworth, British Airways berencana untuk menjadikan limbah rumah tangga menjadi bahan bakar untuk armada jetnya. Diketahui, British Airways tengah menjalin sebuah kerja sama dengan perusahaan bahan bakar terbarukan, Velocys. Rencana penggunaan bahan bakar terbarukan ini merupakan bagian dari program pengurangan emisi seluruh moda kendaraan pada tahun 2040 kelak.

Baca Juga: British Airways Flight 9, Guratan Kelam Dunia Aviasi Akibat Abu Vulkanik

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (19/9/2017), maskapai tersebut mengatakan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan oleh pabrik daur ulang limbah adalah mengumpulkan ratusan ton limbah rumah tangga setiap tahunnya. Pabrik daur ulang limbah tersebut harus bergerak cepat sebelum sampah-sampah rumah tangga dilebur di tempat pembuangan akhir. Adapun limbah-limbah tersebut mencakup popok bayi, wadah makanan plastik, hingga bungkus cokelat.

Menurut perhitungan, bahan bakar yang dihasilkan diharapkan dapat meminimalisir produksi gas rumah kaca hingga 60 persen jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil saat ini. Itu berarti, mereka berusaha untuk mengurangi emisi CO2 hingga 60.000 ton per tahunnya. Dalam sebuah rilis resmi, British Airways mengatakan pabrik daur ulang limbah tersebut direncanakan akan menghasilkan bahan bakar yang cukup untuk mengoperasikan semua penerbangan Boeing 787 Dreamliner dari London ke San Jose, California dan New Orleans, Louisiana selama periode satu tahun penuh. “Kami berencana untuk memasok lebih banyak pesawat jet berbahan bakar berbasis limbah pada dekade berikutnya.”

Baca juga: Atasi Masalah Polusi, Inggris Larang Mobil Diesel dan Bensin di Tahun 2040

Proyek ini tidak semata-mata dicetuskan oleh pihak British Airways. Pekan lalu, Departemen Transportasi Inggris menerbitkan sebuah perubahan peraturan pada Renewable Transport Fuels Obligation. Perubahan tersebut merujuk pada penggunaan bahan bakar pesawat jet berkelanjutan, dalam upaya untuk mempromosikan penerbangan yang lebih bersih.

Jika ditelaah lebih jauh, British Airways seolah menepati penyataannya yang pernah dilontarkan oleh Willie Walsh, chief executive perusahaan induk British Airways IAG di tahun 2014 silam. Pada kesempatan tersebut, pihak British Airways berencana untuk mengubah sebuah eks kilang minyak menjadi markas untuk proyek Green Sky yang akan dibuka pada tahun 2017 mendatang.