Barisan Menteri Ajak Warga Dukung PT Angkasa Pura II Untuk Penghargaan Internasional

Barisan para menteri meminta agar semua orang Indonesia bantu memilih Angkasa Pura II dalam penghargaan internasional. Para menteri ini yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Baca juga: PT Angkasa Pura II Bangun Command Center AMC di Terminal 3

Kedua Menteri ini, berharap agar PT Angkasa Pura II dipilih di Bandara Internasional Riview 2017. “Mari dukung AP II untuk memenangkan International Airport Review Award 2017 dimana ada tiga nominasi untuk tiga kategori diikuti,” kata Budi, yang juga mantan direktur utama PT Angkasa Pura II yang dikutip KabarPenumpang.com dari TheJakartaPost (7/8/2017).

Pengharagaan ini total terdiri dari sembilan kategori dan AP II sendiri masuk dalam kategori nominasi pengalaman penumpang, arus udara dan lalu lintas udarat (ATC)/ pergerakan lalu lintas udara (ATM). Budi menambahkan, pihaknya mendukung pengembangan pariwisata untuk mencapai target kedatangan tamu.

Cara memilih untuk penghargaan AP II melalui aplikasi Internasional Airports (KabarPenumpang.com)

Arief Yahya mengatakan, penghargaan tersebut bisa menjadi batu loncatan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. “Saya percaya bahwa jika kita bersatu untuk Merah Putih [bendera nasional Indonesia], tidak ada yang tidak bisa kita lakukan,” kata Arief. Proses pemungutan suara untuk penghargaan ini akan berlangsung dari 16 Juni kemaring hingga 31 Agustus 2017. Masyarakat bisa membantu memberikan suaranya melalui http://www.internationalairportreview.com.

Baca juga: Angkasa Pura II Beri Insentif Maskapai Untuk Extra Flight Domestik

Pada pemilihan ini, setiap satu alamat email dan satu IP hanya diperbolehkan memilih satu kali. Dalam memudahkan pemilihan ini, AP II sudah mengintegrasikan fitur pemungutan suara ke dalam aplikasi seluler Bandara Indonesia atau milik AP II yakni Indonesia Airports. Pada pemilihan ini, AP II bersaing dengan institusi lain yakni NATS, Brazil Civil Aviation Secretary (GOV),Imtradex, Leidos, Zurich Airport, Swiss Internasional Airlines, Bandara Zurich dan Airport Advisors.

Tampilan web untuk memilih AP II dalam penghargaan internasional (KabarPenumpang.com)

AP II Sebelumnya sudah mendapatkan penghargaan bandara 2017 yang paling baik dari Skytrax World Airport Survey dan empat penghargaan lain di ajang Stevie Awards Asia Pasifik 2017 pada Juli 2017 kemarin. “Penghargaan yang telah kami menangkan akan memperbaiki posisi kami di kancah internasional. Jika kita memenangkan ini, Indonesia, sebuah negara dengan 250 juta orang, akan diingat dalam skala global. Keyakinan dunia terhadap warga kita akan semakin kuat,” kata direktur utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Baca juga: PT Angkasa Pura II, Buat Transparasi Penanganan Bagasi

Pemenang akan diumumkan pada 1 November 2017 secara online dan pada ulang tahun ke 20 International Airport Review.

Bali Utara Kembangkan Pelabuhan Baru

Bulan September 2017, pelabuhan Benoa di Bali akan dikembangkan dengan penambahan dermaga untuk kapal pesiar. Nantinya di pelabuhan Benoa, fasilitas baru ini mampu menampung kapal dengan isi 5000 penumpang dengan kedalaman dermaga 11 meter.

Baca juga: Pelabuhan Benoa Berbeda dengan Tanjung Benoa di Bali

Dilansir KabarPenumpang.com dari seatrade-cruise.com (8/8/2017), selain pelabuhan Benoa, pemerintah Indonesia juga berencana mengembangkan fasilitas kapal pesiar di pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara. Dermaga pelayaran baru ini mampu menangani 2500 pengunjung sekaligus.

Proyek pengembangan ini akan ditangani oleh perusahaan pelabuhan milik negara yakni PT Pelindo III dan akan selesai pada akhir tahun 2018 mendatang. Untuk pengembangan di pelabuhan Celukan Bawang akan dimulai Desember 2017 dan selesai Maret 2018.

Nantinya akan menyediakan fasilitas dermaga yang bisa menangani tujuh kapal dengan masing-masing mengangkut 1000 penumpang per kapalnya. Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, bahwa 200 ribu penumpang kapal pesiar mengunjungi Indonesia tahun lalu dan berharap ada perkembangan signifikan dengan pelabuhan baru ini. Arief menargetkan, 500 ribu pengunjung dengan kapal pesiar yang bisa dicapai pada akhir tahun 2019 mendatang.

Baca juga: Garap Wisata Bahari, Pelni Canangkan Layanan Kapal Pesiar

Selain itu Arief menambahkan pemerintah juga berencana mengembangkan fasilitas pelayaran di pelabuhan Belawan (Sumatera Utara), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Jawa Timur) dan Soekarno-Hatta (Sulawesi). Dalam pembangunnan ini juga, pemerintah mengusulkan untuk mengurangi biaya pelabuhan sebesar 50 persen untuk kapal pesiar yang menggunakan dermaga pelabuhan Benoa yang baru di Bali.

Sebenarnya, pada Pelabuhan Benoa tak hanya dermaga untuk kapal pesiar yang ditambah melainkan untuk pengiriman logistik dan penumpang kapal biasa. Pengembangan pelabuhan Benoa ini juga dikarenakan, kunjungan wisatawan ke Bali dengan kapal pesiar kecil semakin banyak dan padat.

Baca juga: Pelabuhan Batam Center, Pintu Masuk Utama Pebisnis dan Wisatawan Asing

Pengembangan pelabuhan untuk kapal pesiar di Bali juga dikarenakan, banyaknya tempat wisata yang semakin lama semakin berkembang di pulau Bali sendiri. Selain itu, Pulau Bali dekat dengan beberapa kota wisata seperti Lombok dengan Gili nya yang terkenal dan Jawa Timur yang terkendal dengan pulau Menjangan baik menjangan besar atau kecil. Sehingga pengembangan ini dirasa perlu agar para wisatawan bisa menikmati Indonesia yang dimulai dari Pulau Bali.

Teh dan Kopi Panas Tak Baik Dipesan Dalam Penerbangan? Ini Alasannya!

Suatu hari ada kawan yang membisikan, bahwa sebaiknya tidak memesan teh atau kopi panas di dalam penerbangan. Bisikan tersebut sudah barang tentu mengundang pertanyaan, apakah ada yang salah? Bukankah sajian makanan dan minuman di pesawat udara terkenal dengan kebersihan yang ‘terjamin.’ Nah, belum lama ini terjawablah bisikan dari kawan tersebut.

Meski tak dapat di-generalisir, awak kabin yang bertugas pada umumnya tak pernah meminum teh atau kopi panas saat sedang bersantai di belakang atau di tempat mereka beristirahat. KabarPenumpang.com merangkum dari iflscience.com, ternyata air yang digunakan untuk membuat kopi dan teh mengandung berbagai bakteri yang membuat Anda bisa terkena diare atau disentri.

Baca juga: 6 Tips Ampuh Menahan BAB Saat Perjalanan Jauh

Salah seorang awak kabin mengatakan, petugas penerbangan tidak akan minum yang menggunakan air panas seperti teh dan kopi selama penerbangan. Environmental Protection Agency (EPA) menjawab terkait masalah ini dan mendapat hasil yang membuat jijik yakni menemukan banyaknya Coliform di air tersebut.

Biasanya air yang digunakan untuk minuman panas pada penerbangan langsung dari keran bukan dari botol berisi air. EPA melakukan penelitiannya pada tahun 2004 dan menemukan 12,6 persen sampel yang diambil mengandung Coliform. Coliform sendiri merupakan indikator banyaknya kotoran yang ada sehingga menentukan kualitas sanitasi makanan dan air.

“Baik total coliform dan E coli adalah indikator bahwa organisme penyebab penyakit lain (patogen) dapat hadir di air dan berpotensi mempengaruhi kesehatan masyarakat,” diambil dari catatan EPA.

Baca juga: Berakibat Buruk Saat Penerbangan,14 Poin Ini Kerap Dianggap Sepele

EPA juga menemukan dari 158 pesawat yang diuji, dua diantaranya positif E coli yang dapat menyebabkan diare dan kram perut. Tak hanya itu, satu dari delapan pesawat juga gagal memenuhi standar keamanan air yang mereka gunakan. Hal ini yang membuat para awak kabin tidak menyentuh air tersebut.

Tahun 2009, EPA kemudian mengubah standar yang mereka miliki dan memaksa maskapai-maskapai penerbangan menggunakan sumber air yang mengikuti panduan Food and Drug Administration (FDA). Maskapai-maksapai tersebut juga harus mendisinfeksi dan menguji air mereka setidaknya satu tahun sekali.

Sayangnya, aturan baru yang dibuat oleh EPA juga belum memberikan hasil yang diinginkan. Pada 2012 lalu, EPA melangsungkaan lebih banyak tes dan hasil yang didapat serupa dengan tahun 2004. Dimana hasilnya sekitar 12 persen hasil uji positif Coliform dan 0,5 persennya mengandung E coli.

International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2015 menemukan bahwa ada banyak bakteri di truk yang mengantar air dibandingkan dari sumber air aslinya. Jika hingga kini Anda berpikir dengan memanaskan air bisa membunuh kuman dan bakteri, baiknya pikirkan ulang. “Mungkin bisa membunuh beberapa organisme. Tapi itu tidak akan membunuh sebagian besar dari mereka,” ujar ilmuwan lingkungan Brenda Wiles. Ia menambahkan, baiknya pesan minuman seperti jus jeruk atau yang lainnya saat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.

Lumayan! Satu Lajur Kendaraan Dibuka di Area Stasiun MRT Lebak Bulus

Berita terkait pembangunan jalur MRT (Mass Rapid Transit) umumnya didominasi seputar info penutupan ruas jalan dan pengalihan arus. Alhasil banyak warga yang mengerutkan dahi, lantaran beban kemacetan yang kian parah di Jakarta. Tapi kali ini ada yang berbeda, PT MRT Jakarta selaku pengelola proyek MRT justru merilis kabar bahwa akan ada pembukaan lajur, yakni lajur di area Stasiun MRT Lebak Bulus.

Baca juga: Harap Sabar, MRT Jakarta Pasang Launching Gantry di Haji Nawi, Arus Lalin Dialihkan Sementara

KabarPenumpang.com mengutip sumber dari siaran pers (11/8/2017), mulai 14 Agustus 2017, satu lajur kendaraan yang sebelumya digunakan untuk area kerja konstruksi Stasiun MRT Lebak Bulus akan dibuka bagi para pengguna jalan yang melintas dari arah Pondok Indah – Lebak Bulus – Ciputat. Lajur kendaraan yang terletak di bawah konstruksi lantai concourse Stasiun MRT Lebak Bulus itu akan dapat dilewati kendaraan pada hari Senin mendatang.

Berikut rincian kondisi lajur kendaraan di area Stasiun MRT Lebak Bulus.
Kondisi semula (3 lajur):
• 2 lajur kendaraan pribadi + 1 lajur mix lane (lajur kendaraan pribadi dan Transjakarta dapat melewati lajur tersebut)
Kondisi per 14 Agustus 2017 (4 lajur):
• 3 lajur kendaraan pribadi + 1 lajur mix lane (lajur kendaraan pribadi dan Transjakarta dapat melewati lajur tersebut)

Dengan adanya penambahan satu lajur kendaraan ini diharapkan dapat meminimalisir kemacetan yang terjadi akibat dari pekerjaan konstruksi proyek MRT di area Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Waspada! Inilah Lokasi Favorit Bakteri di Dalam Kabin Pesawat

Sebagai moda transportasi umum, adalah wajar bila di kabin pesawat terdapat bakteri dan kuman. Kursi, meja lipat dan toilet menjadi area terduga banyaknya bakteri di pesawat. Tak salah memang, karena memang titik-titik tersebut menjadi yang paling banyak dijamah penumpang. Namun seberapa besar level atau kadar kuman di masing-masing titik tersebut? Apakah ada lokasi lain di kabin yang justru lebih banyak terdapat bakteri?

Menjawab pertanyaan diatas sudah pasti akan sangat kasuistis, karena banyak faktor yang mempengaruhi suatu penilaian. Namun KabarPenumpang.com mencoba merangkumnya dari paparan yang diulas oleh express.co.uk (7/8/2017), disebutkan ternyata ada beberapa tempat di dalam kabin pesawat yang banyak sekali terdapat bakteri dan kuman penyakit menempel.

Baca juga: Meski Terlihat Bersih, Kursi dan Meja Lipat di Kabin Pesawat Dipenuhi Bakteri

Mungkin Anda tidak sadar akan hal itu, sebab biasanya bakteri dan kuman penyakit tak bisa dilihat secara kasat mata melainkan dengan alat mikrobiologi. Kebanyakan dari Anda berpikir bahwa bakteri dan kuman penyakit tersebut menempel di tombol dalam toilet dan sabuk pengaman yang digunakan adalah sarang dari kuman dan bakteri. Tapi ternyata ada tempat-tempat lain yang pastinya sering dijamah dan memuat bakteri serta kuman penyakit lebih banyak dari tempat yang Anda pikirkan tadi.

Seorang ahli mikrobiologi mengumpulkan 26 sampel dari empat pesawat berbeda dan menemukan rata-rata 2155 CFU (colony-forming units) per inci persegi suatu tempat di pesawat terbang. Dari hasil yang didapat, pada tombol flush di toilet ada 256 CFU, sabuk pengaman terdapat 230 CFU dan ventilasi udara di atas 285 CFU. CFU ini merupakan unit yang digunakan untuk mengukur jumlah bakteri atau sel jamur dalam sampel. Untungnya dalam tes yang dilakukan tersebut tidak terdeteksi adanya koliform manusia termasuk E coli yang berbahaya.

Bakteri-bakteri tersebut berpotensi mematikan serta menyebabkan infeksi dengan gejala dari diare hingga muntah serta perut kram dan demam. Tetapi, jangan senang dulu, kuman lainnya bisa juga membuat Anda sakit apalagi bila Anda memakan makanan yang sudah jatuh ke meja lipat di depan Anda.

Baca juga: Berakibat Buruk Saat Penerbangan,14 Poin Ini Kerap Dianggap Sepele

Dalam hal menjaga kebersihan, para peneliti bakteri pesawat menyatakan, selalu sediakan sanitiser, tisu basah untuk mengelap meja atau pegangan tangan, selain itu juga untuk melap tangan Anda setelah dari toilet.

Survei ASQ, Buat Bandara Supadio dan Sultan Thaha Menjadi Percontohan

Airport Council International (ACI) selaku organisasi independen dengan beranggotakan sebanyak 592 perusahaan yang mengoperasikan 1.853 bandara di 173 negara melakukan survei untuk bandara-bandara tersebut. Survei Airport Service Quality (ASQ) adalah tolak ukur dalam industri bandara di tingkat global.

Baca juga: Angkasa Pura II: Skytrain Akan Jadi Hadiah di HUT RI Ke-72

Dalam survei ini yang dinilai adalah tingkat kepuasan penumpang pada 34 area pelayanan termasuk kategori utama seperti akses, check in, kemanan, fasilitas bandara, ketersediaan tenant makan dan minuman serta yang lainnya. Hasil survei ASQ periode April sampai Mei 2017 kemarin menyatakan Bandara Supadio di Pontianak menjadi bandara terbaik atau peringkat pertama dari 80 negara yang mengikuti ASQ Kuartal II/2017 untuk kategori bandara berkapasitas dua sampai lima juta penumpang.

Sedangkan bandara Sultan Thaha di Jambi menjadi yang terbaik untuk kategori bandara berkapasitas dibawah dua juta penumpang. Selain kedua bandara tersebut, bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, ikut mencatatkan pencapaian terbaik yakni peringkat kedua untuk kategori bandara berkapasitas dibawah dua juta penumpang.

“Pencapaian Bandara Supadio, Sultan Thaha, dan Raja Haji Fisabilillah merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim Angkasa Pura II untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang pesawat dan pelanggan Bandara pada umumnya. Airport Council International melalui survei ASQ ini mendorong agar Bandara-bandara di dunia dapat secara konsisten memberikan pelayanan terbaik, sehingga hal ini juga mendorong Angkasa Pura II untuk selalu memberikan pelayanan dengan standar global di seluruh Bandara-bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura II,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (9/8/2017).

Baca juga: Angkutan Lebaran 2017, PT Angkasa Pura II Prediksi 6,9 Juta Penumpang di 13 Bandara

Dia mengatakan, hasil survei ASQ menyebut Bandara Supadio dan Sultan Thaha adalah yang terbaik di seluruh dunia untuk bandara sekelasnya. Nantinya kedua bandara ini akan menjadi percontohan bagi bandara-bandara AP II lain khususnya terkait fasilitas dan pelayanan kepada penumpang pesawat.

Selain penghargaan dari ACI, PT Angkasa Pura II (Persero) pada tanggal 10-14 Juli 2017 juga meraih sejumlah penghargaan pada ajang Contact Center World Awards – Asia Pacific 2017 di Kota Kinabalu, Malaysia. Penghargaan yang diraih tersebut adalah Medali Gold untuk kategori Best Incentive Scheme dan Technology Innovation, Medali Silver untuk kategori Best Use Social Media, Self Service Technology, dan Direct Response Campaign, serta Medali Bronze untuk kategori Best Contact Center Design.

Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara AP II Ituk Herarindri mengatakan, “Penghargaan dari Contact Center World ini merupakan apresiasi bagi layanan Contact Center 138 serta layanan customer service AP II. Kami berharap seluruh petugas pelayanan dapat selalu memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang maupun masyarakat yang membutuhkan informasi secara cepat melalui telepon, media sosial, serta layanan tatap muka di 13 Bandara AP II.”

Baca juga: Angkasa Pura II Targetkan Runway Kedua Bandara Supadio Rampung di 2020

Adapun penghargaan dari Airport CounciI International (ACI) dan Contact Center World (CCW) ini membuat AP II semakin terpacu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat serta dapat menjadi operator bandara berkelas dunia yang dibanggakan Indonesia.

Tak Disangka! Snack Kacang Nyaris Mengundang Maut di Penerbangan Ini

Baru-baru ini, dunia aviasi kembali menjadi sorotan publik setelah orang tua dari balita di Melbourne mendesak semua pihak maskapai penerbangan untuk memberhentikan layanan kacang gratis selama perjalanan. Tuntutan ini dilayangkan setelah anak mereka mengalami reaksi alergi yang berpotensi fatal ketika mereka tengah mengudara.

Baca Juga: Mulai Alergi Kacang Hingga Abu Jenazah, Inilah Deretan Peraturan Unik di Maskapai

Chris dan Hong Daley tengah melakukan perjalanan pulang dari Thailand pada 12 Juli lalu meminta pihak maskapai Singapore Airlines untuk tidak menyajikan kacang kepada si buah hati, Marcus, karena ia mengidap anaphylaxis. Anaphylaxis adalah reaksi alergi yang menyerang lebih dari satu fungsi organ tubuh yang bisa menyebabkan kematian.

Layanan kacangpun diganti dengan makanan lain, namun keluarga kecil tersebut tidak menyangka bahwa penumpang lain tetap mendapatkan kacang sebagai camilan mereka. Secara mengejutkan, ratusan bungkus kacang seolah dibuka secara bersamaan dan mengakibatkan ruangan kabin dipenuhi oleh bau kacang. Chris, yang ternyata merupakan seorang dokter spesialis pernapasan kemudian mengatakan anaknya mulai merasakan sesuatu yang tidak beres tak lama berselang setelah ratusan bungkus kacang tersebut dibuka.

“Dia lalu mulai muntah, matanya mulai bengkak, dan ia tidak bisa berbicara dengan jelas,” kenangnya seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (17/7/2017). Untungnya, keluagra tersebut sudah membawa obat anti alergi dan empat buah pens of adrenaline yang mampu mengurangi efek dari alergi tersebut. Ini adalah kali pertama Marcus diberi obat semacam itu dengan cara menyuntikkannya di bagian kaki untuk mengobati alerginya tersebut.

Baca Juga: Kenali Jenis Makanan Khusus dalam Penerbangan

Melihat kejadian itu, orang-orang yang berada di dekat keluarga Daley mulai merasakan ketakutan yang sama mana kala Marcus mengalami kejang-kejang. “Bahkan keluarga di belakang kami tidak hentinya meminta maaf karena ia merasa bersalah sehingga alergi Marcus kambuh,” terang Hong. Kejadian tersebut berlangsung ketika pesawat baru mengudara sekitar satu jam, yang artinya masih menyisakan enam jam perjalanan lagi untuk tiba di Melbourne.

Namun, Chris mengatakan situasi sudah mulai terkendali dan menganggap perjalanan tersebut sudah aman untuk anaknya. Chris juga mengkhawatirkan kejadian ini menimpa penumpang lain di penerbangan lainnya, karena kondisi tersebut bisa saja berubah menjadi lebih buruk ketika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Kejadian hampir serupa juga pernah dialami oleh rekan sesama dokter Chris, dimana ia mengalami reaksi alergi terhadap kacang. Ia mengeluhkan kejadian tersebut di laman jejaring sosial Facebook Singapore Airlines untuk memberhentikan layanan kacang gratis tersebut. Memang, pihak maskapai bisa menghentikan layanan tersebut, namun mereka mengaku tidak bisa mengendalikan apa yang penumpang bawa.

Baca Juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!

Kembali ke kasus keluarga Daley, Hong lalu melayangkan gugatan resmi kepada pihak maskapai untuk memberhentikan layanan kacang gratis tersebut. “Yang harus mereka lakukan hanya menyudahi melayani kacang. Masih banyak makanan ringan lainnya yang bisa disajikan,” ungkap Hong. Menanggapi gugatan tersebut, pihak maskapai mengaku akan menindaklanjutinya. “Untuk memastikan tidak ada insiden lebih lanjut, kru kami akan menangguhkan pelayanan kacang di kabin kelas ekonomi untuk sisa penerbangan,” ujar juru bicara Singapore Airlines.

Ternyata! Biaya Taksi di Jakarta Tidak Semahal di Negeri Tetangga

Sebagai salah satu moda transportasi yang belakangan ini namanya mencuat kembali, terutama setelah menjadi pihak yang paling vokal mengutarakan rasa keberatan dengan adanya layanan transportasi berbasis online, taksi masih menjadi primadona bagi sebagian kalangan. Walaupun moda ini kerap kali menjadi salah satu alternatif kendaraan umum, namun tahukah Anda bahwa tarif taksi yang berlaku di Ibu Kota masuk ke dalam jajaran termurah di dunia?

Baca Juga: Lima Negara Ini Dianggap “Berbahaya” Bagi Pelancong Perempuan

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman indeks yang disusun oleh carspring.co.uk (19/7/2017), dealer mobil bekas online asal Inggris, Kairo di Mesir tercatat sebagai pemilik tarif taksi termurah di dunia. Perjalanan per 3 kilometer di sana hanya dihargai US$0,55 atau setara dengan Rp7.000 saja! Di wilayah Asia Pasifik, kota Mumbai di India menduduki urutan kedua tarif taksi termurah di dunia, dengan biaya yang dikenakan yaitu US$ 1,40 untuk perjalanan per 3 kilometer atau berkisar kurang lebih Rp18.000.

Berdasarkan info yang dilansir dari Carspring, Jakarta juga termasuk salah satu diantara 10 kota yang memiliki tarif taksi termurah di dunia. Dengan merogoh kocek US$1,47 atau setara dengan Rp19.000 saja, Anda bisa melakukan perjalanan sejauh 3 kilometer. Angka tersebut lebih murah ketimbang Bangkok dengan US$1,64 atau sekitar Rp21.000, Kuala Lumpur senilai US$1,89 atau setara dengan Rp25.000 dan Hanoi dengan US$2,09 yang jika di konversi ke Rupiah mencapai Rp27.000.

Baca Juga: Di Kanada Uber Jadi Transportasi Umum Dengan Trayek Khusus

Sementara bagaimana dengan Singapura? Negeri yang disebut-sebut paling makmur di Asia Tenggara ini faktanya justru mematok tarif taksi yang relatif mahal, harga yang dikenakan jika Anda menggunakan taksi di Singapura adalah US$4.01 atau setara dengan Rp53.000 per 3 kilometer. Tidak heran jika dengan nilai tersebut menempatkan Negeri Singa di posisi ke-20 dalam urutan tarif taksi termurah berdasarkan indeks Carspring.

Dari 80 kota yang diteliti oleh Carspring, Kairo tetap menduduki peringkat pertama dalam urusan tarif taksi, yang dikukur dari bandara menuju pusat kota. Tarif yang dikenakan yakni berkisar US$4,20 atau senilai Rp55.000. Sedangkan biaya perjalanan termahal dengan rute yang sama dipegang oleh Tokyo, dimana biayanya bisa mencapai US$190 atau senilai dengan Rp2,5 juta. Untuk biaya awal, Zurich di Swiss tercatat yang paling mahal dengan biaya hingga US$8,30 atau sekitar Rp109.000. Sementara kota Tunis di Tunisia menjadi yang termurah, dengan tarif US$0,19 atau berkisar Rp2.000.

Baca Juga: Kenaikan Tarif Taksi Online Tak Terlalu Banyak Terasa

Dalam menyusun indeks tersebut, Carspring menggunakan beberapa acuan, di antaranya biaya awal, tarif per kilometer, biaya waktu tunggu, hingga ongkos dari bandara ke pusat kota. Agar mudah menghitungnya, pihak Carspring lalu menyamaratakan semuanya dengan menjadikan 3 kilometer awal sebagai dasar penelitian. Dalam menyusun indeks tersebut, Carspring mengatakan bahwa pihaknya mengumpulkan data dari berbagai situs resmi di masing-masing kota, termasuk perincian seperti model mobil paling populer di kota yang disurvei. Indeks tersebut juga menemukan bahwa taksi berbasis aplikasi, khususnya Uber beroperasi di 63 dari 80 kota yang di survei.

Tempel Tusuk Gigi di Bangku Bus, Warga Paruh Baya Ini Siap Dipidana

Ada-ada saja memang ulah penumpang. Entah karena iseng atau memang memiliki niat jahat, seorang penumpang bus di Singapura terancam hukuman penjara maksimal dua tahun akibat menempelkan tusuk gigi di bangku bus. Walaupun belum terbukti bersalah, namun “keisengannya” tersebut dapat memaksanya mendekam dibalik dinginnya jeruji besi. Diketahui, warga tersebut berusia tidak lagi muda, yakni 60 tahun, barang tentu ia sudah terlalu tua untuk melakukan suatu tindakan jahil yang dapat merugikan orang lain.

Baca Juga: “The Real Iron-Man” Pukau Ratusan Pengunjung di Singapura

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (9/8/2017), Singapura memang terkenal memiliki undang-undang serta peraturan yang sangat ketat. Maka tidak heran jika negara yang terkenal dengan Patung Merlionnya tersebut memiliki tingkat kejahatan yang yang sangat rendah, bahkan masuk ke dalam jajaran negara dengan tindak kejahatan terendah di dunia. Jika Anda melakukan tindak kejahatan yang bisa dibilang ringan seperti perusakan, bersiaplah untuk dikenakan hukuman cambuk. Bahkan, impor dan penjualan permen karet di negara ini pun merupakan suatu pelanggaran, terkecuali untuk alasan medis.

Setelah mendapatkan laporan dari pihak operator bus pekan lalu, polisi segera melancarkan penyelidikan guna mengusut tuntas kasus ini. Adapun laporan tersebut menyatakan bahwa salah satu bangku penumpang di bus tersebut dilubangi dengan tusuk gigi. “Melalui penyelidikan yang intensif, serta bantuan dari kamera CCTV, petugas berhasil menetapkan identitas tersangka,” ujar salah satu pihak operator bus.

Baca Juga: Ini Dia! Beberapa Rambu Lalu Lintas Yang Aneh di Singapura

Kejadian ini lalu menjadi viral terlebih setelah salah seorang pengguna jejaring sosial Facebook mengunggah foto dari bangku yang dihiasi oleh tiga buah tusuk gigi yang mencuat. Alhasil, postingan tersebut ramai diperbincangkan dan dibagikan lebih dari 2.500 kali. “Ini terjadi pada saya pagi ini (Alhamdulillah saya cek sebelum saya duduk),” tulis pengguna wanita tersebut.

Jika terbukti bersalah dalam persidangan, tersangka yang identitasnya dirahasiakan tersebut akan mendapatkan sanksi yang setimpal, yaitu hukuman penjara hingga maksimal dua tahun, ataupun tersangka akan dikenakan denda. Namun tidak menutup kemungkinan ia akan menerima keduanya.

Baca Juga: Asal Usul ERP Singapura: Ketika Pembangunan Jalan Tak Setara Pertumbuhan Kendaraan

Karena terkenal dengan peraturannya yang ketat, Singapura sempat mendapat kritik dari sejumlah kelompok pembela Hak Asasi Manusia (HAM) akibat sanksi yang terkesan berlebihan dalam menindaklanjuti sebuah tindak kriminal ringan. Sedikit mundur ke belakang, tepatnya pada tahun 2015 dimana dua remaja asal Jerman dijatuhi hukuman sembilan bulan penjara dan tiga pukulan tongkat akibat ulahnya membuat mural di kereta Metro.

Bus Shalawat, Angkutan Gratis Istimewa Untuk Jamaah Haji Indonesia

Menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh dalam beberapa minggu ke depan, sejumlah Jemaah Haji sudah mulai bertolak ke tanah suci untuk menunaikan ibadah. Dalam menjalani aktifitasnya di sana, para Jemaah Haji asal Indonesia akan menggunakan bus yang diberi nama Bus Shalawat. Bus ini nantinya akan mengantarkan seluruh warga Indonesia di Kota Makkah secara cuma-cuma. Total, ada 394 bus yang siap melayani Jemaah Indonesia.

Baca Juga: “Jemput Bola,” Google Edukasi Warga Sheffield Dengan Bus Pintar

Namun, seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman Liputan6.com (8/8.2017), hingga hari Senin kemarin, baru 43 unit bus yang beroperasi. Hal ini didasari oleh belum banyaknya warga Indonesia yang ada di Mekah. Sehari berselang, jumlah bus yang dipersiapkan bertambah menjadi 60 unit. Diketahui, bus Shalawat akan melintasi 48 halte di 11 sektor yang ada di Makkah. Rata-rata setiap sektor memiliki tiga hingga empat halte, dimana setiap sektor akan ada penjagaan dari petugas Haji Indonesia.

Seluruh Bus Shalawat mulai dioperasikan sejak kedatangan jemaah Haji asal Indonesia terhitung sejak hari Minggu 6 Agustus kemarin. Bus itu sendiri akan beroperasi selama 24 jam. Kapasitas satu unit bus Shalawat sendiri mampu menampung hingga 70 penumpang, dengan jumlah tempat duduk minimal 45 kursi. Kualitas bus pun bisa dibilang cukup bagus karena kendaraan ini merupakan bus buatan Cina keluaran tahun 2016, bahkan ada beberapa bus keluaran tahun 2017.

Kasubdit Transportasi, Subhan Cholid mengatakan moda paling tua dalam rangkaian bus Shalawat produksi tahun 2009. “Itu merknya Mercy,” Ungkap Subhan. Lebih lanjut, Subhan juga mengatakan spesifikasi lain dari moda  tersebut. Bus antar kota perhajian juga harus dilengkapi dengan AC, toilet, lemari pendingin berikut air minumnya, dan pengeras suara. Bus tersebut juga harus dilengkapi dengan alat penunjang keselamataan selama berkendara, seperti alat pemadam kebakaran, alat pemecah kaca, dan Kotak P3K.

Baca Juga: Teknologi yang Terpasang di Bus ini Mampu Lacak Keberadaan Siswa, Lho!

Transportasi antar kota perhajian nantinya akan memberikan layanan pada enam rute berikut, Bandara Madinah ke pemondokan di Madinah, Madinah ke Makkah, Jeddah ke Makkah, Makkah ke Jeddah, Makkah ke Madinah, dan Madinah ke Bandara Madinah. “Untuk rute Madinah-Makkah, Makkah-Jeddah, Makkah-Madinah, dan Madinah-Bandara, dilaksanakan oleh perusahaan yang dikontrak dengan menggunakan armada sesuai spesifikasi yang disepakati dalam kontrak,” ungkap Subhan. Namun agar tidak salah menggunakan bus, jemaah Haji harus tetap memperhatikan nomor dan warna bus karena Bus Shalawat memiliki enam rute yang berbeda.