“The Real Iron-Man” Pukau Ratusan Pengunjung di Singapura

Sumber: channelnewsasia.com

Jika selama ini kita hanya bisa melihat salah satu superhero andalan Marvel, Iron-Man di layar kaca, dengan segala peralatan canggihnya, namun itu semua berubah ketika Richard Browning mendemonstrasikan pakaian terbangnya di hadapan orang banyak. Richard, yang dijuluki Iron-Man di kehidupan nyata ini terbang di depan tugu Stamford Raffles, Singapura pada Selasa (1/8/2017) dan mengundang decak kagum dari semua orang yang melihatnya.

Baca juga: The Robird Drone, Robot Penangkal Bird Strike di Bandara Edmonton

Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com, Richard yang merupakan seorang penemu berkebangsaan Inggris tersebut mengaku tidak ada hal yang melatarbelakanginya dalam menciptakan pakaian terbang ini selain untuk bersenang-senang. “Saya hanya bersenang-senangdalam melakukan sesuatu yang dianggap tidak mungkin oleh banyak orang,” ujarnya. Lebih lanjut, pria berusia 38 tahun ini mengatakan ide menciptakan pakaian terbang ini berawal pada tahun lalu, dengan menggabungkan pikiran manusia, tubuh manusia, serta beberapa teknologi yang elegan.

Berkat penemuannya tersebut, Richard mendapatkan banyak tawaran dari berbagai pihak yang tertarik dengan pakaian terbang miliknya, seperti agen penyelamat, pihak militer, serta produsen film Hollywood. Prototip awal dari pakaian terbang tersebut sudah dijual ke salah satu orang kaya dengan mahar setengah juta Dollar. “Secara teori, Anda bisa terbang beberapa mil dari tanah dan menghindari halangan yang biasanya Anda temui di jalanan,” terang Richard.

Sumber: channelnewsasia.com

Pakaian terbang ini sendiri terdiri dari enam buah mesin yang beratnya mencapai 45kg. Penggunaan enam mesin tersebut memungkinkan Anda untuk terbang setinggi mungkin dan secepat mungkin. Dua dari enam mesin tersebut mampu menghasilkan kecepatan hingga  1.000 horsepower. “Ini memungkinkan Anda untuk melaju lebih cepat daripada kecepatan suara,” tambahnya. Dalam laporan sebelumnya, Richard mengatakan bahwa pakaian terbang tersebut bisa menerbangkan seseorang hingga ketinggian ribuan kaki di atas permukaan tanah dan melaju hingga kecepatan 450km/jam.

Namun, dalam demonstrasi yang diadakan kemarin, Richard hanya terbang beberapa meter saja dari tanah, dengan alasan faktor keselamatan. Untuk mulai mengudara, Richard juga melengkapi kedua tangannya dengan mesin yang bisa memberikan dorongan vertikal. Ia juga menggunakan kedua tangannya untuk bermanuver. “Anda bisa mengendalikannya kemanapun Anda mau, jadi bisa dibilang ini merupakan perangkat untuk mengudara yang elegan,” pungkasnya.

Diketahui, kini ia tengah mengembangkan sayap-sayap yang berfungsi sebagai alat keselamatan jika suatu saat mesin-mesin tersebut mengalami kegagalan pengoperasian. Richard sadar, bahwa teknologi yang ia kembangkan ini bisa saja dijadikan salah satu alternatif transportasi di masa yang akan datang, namun ia mengaku demonstrasi ini merupakan tahap awal dari era perkembangan transportasi. “Masih banyak yang harus dibenahi. Jadi, Anda belum bisa menggunakannya dalam waktu dekat ini,” jelas Richard.

Baca Juga: Kiwano 01, Moda Beroda Tunggal yang Dilengkapi Teknologi Self-Balancing

Lagi pula, Richard sendiri mengaku bahwa pakaian terbang ini tidak efisien dalam penggunaan bahan bakar. “Ditambah lagi dengan suaranya yang bising dan akan menimbulkan banyak debu ketika mulai mengudara, karena mesinnya yang langsung menembak ke tanah.” Tutupnya.