Wujudkan Mimpi, Pemilik Resor di Australia Hadirkan Kereta Bertenaga Sel Surya

Dalam upayanya untuk menghemat energi listrik yang digunakan, perkeretaapian di Negara Bagian New South Wales, Australia, baru saja meluncurkan kereta api bertenaga sel surya pertamanya pada Sabtu (16/12/2017) kemarin. Tidak heran, kereta yang merupakan realisasi dari mimpi seorang pemilik resor Elements of Byron sekaligus pengembang dari proyek ini, Jeremy Holmes disambut antusias masyarakat. Penggunaan energi terbarukan pada kereta ini merupakan mimpi Jeremy sejak delapan tahun yang lalu.

Baca Juga: Tahun 2025, India Jamin 25 Persen Sumber Tenaga Kereta Berasal dari Energi Terbarukan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman traveller.com.au (15/12/2017), kereta bertenaga sel surya ini dikelola oleh sebuah entitas nirlaba terpisah, The Byron Bay Railroad. Nantinya, kereta ini akan membawa penumpang dari North Beach Station menuju pusat kota dari Byron Bay. Uniknya lagi, kereta akan beroperasi di atas rel yang  berusia 110 tahun, dimana layanan kereta regular yang melintasi jalur ini terakhir mengular pada tahun 2004 silam.

Untuk harga, penumpang akan ditagih ongkos sebesar Aus$3 untuk perjalanan tiga kilometer yang ditempuh dalam waktu hanya tujuh menit ini. Hadirnya layanan kereta ini bak memberi opsi lain bagi para tamu resor yang hendak naik kapal, namun enggan untuk melintasi kepadatan lalu lintas di kota Byron. Rangkaian kereta yang panjangnya tidak melebihi dari layanan konvensional ini mampu menampung penumpang hingga 100 orang, termasuk ruang untuk barang bawaan mereka, surfboards, dan juga ruang untuk penumpang berdiri.

“Kami telah mendesain kereta ini sejak lama, dan perkembangan jaman mampu menyusul proyek kami ini, sehingga kami pun merasa tertantang untuk mengubah desain kereta dengan menggunakan tenaga surya dan membuatnya layak untuk digunakan oleh khalayak ramai,” tukas Jeremy. Kereta seberat 70 ton ini menggunakan 6,5 kilowatt panel surya yang terletak di bagian atapnya untuk mengisi baterai lithium berukuran besar. Tidak hanya pada bagian atap kereta, panel surya berukuran 30 kilowatt juga terpasang North Beach Station.

“Kereta ini juga memiliki rem regeneratif, yang berarti kita bisa mengatur energi saat kita mengerem agar bisa mempercepat,” papar Jeremy. Tentu saja, Jeremy sudah memperhitungkan semuanya dengan matang jikalau kereta bertenaga panel surya tersebut mengalami kendala pada pasokan energinya. “Ada mesin diesel, yang akan berperan sebagai emergency back up jika terjadi gangguan listrik,” imbuhnya.

Tidak hanya di New South Wales, India telah terlebih dahulu mencuri start dengan menggunakan sel surya sebagai energi terbarukan di dunia transportasi. Senada dengan yang diterapkan oleh The Byron Bay Railroad, perkeretaapian India juga diketahui telah meluncurkan kereta bertenaga sel surya pada bulan Juli 2017 silam.

Baca Juga: India Luncurkan Kereta Bertenaga Panel Surya

Penggunaan sel surya ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meminimalisir penggunaan energi listrik di armada mereka, seperti contohnya untuk menghidupkan lampu, kipas angin, hingga layar penampil informasi.

Tidak sebatas sampai di situ, otoritas perkeretaapian India juga mengumumkan bahwa telah menjamin sebesar 25 persen pasokan sumber energinya juga dapat dipasok dari energi terbarukan pada tahun 2025 mendatang. Dengan mengurangi bahan bakar fosil pada sektor perkeretaapian ini, akan berdampak besar pada komitmen India terhadap energi terbarukan dan lingkungan.

Pilihan Awak Kabin, Inilah Posisi Tempat Duduk Favorit Selama Penerbangan

Anda sering naik pesawat? Apakah duduk di samping kaca merupakan tempat duduk favorit Anda? Tentu setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda ketika dihadapkan pada pertanyaan semacam ini. Tidak menutup kemungkinan juga ada sebagian orang yang lebih senang duduk di samping aisle. Itu dari sudut pandang seorang penumpang, lalu bagaimana jika seorang awak kabin dilontarkan pertanyaan serupa? Berikut KabarPenumpang.com beberkan beberapa jawaban awak kabin tersebut, disarikan dari laman mydomaine.com.

Baca Juga: Saat Take Off and Landing, Penutup Jendela Pesawat Wajib Dibuka, Inilah Sebabnya!

Sebagai catatan, nama yang dicantumkan dalam tulisan ini merupakan nama samara, untuk melindungi identitas yang bersangkutan.

“Saya akan memilih untuk duduk di samping jendela, baris kedua dari pintu keluar. Karena di sana anda bisa duduk meringkuk,” tutur Kelly.

“Dimana pun, selama itu di samping jendela. Karena saya bisa menyenderkan kepala ke jendela dan tidur. Tapi jika bisa memilih, saya akan memilih baris kedua dari pintu keluar, karena saya bisa menggunakan reclining seat tanpa mengganggu penumpang lain,” ujar Lee.

“Menurut saya bangku 1A merupakan yang terbaik, karena semua pelayanan di kabin akan dimulai dari sini, dan saya bisa tidur lebih awal daripada penumpang lain,” tukas Lauren.

“Saya lebih suka duduk di baris kedua dari pintu keluar, tepatnya di samping jendela. Jangan memilih untuk duduk di baris pertama karena Anda tidak bisa memanfaatkan reclining seat (karena mengganggu penumpang yang ada di belakang), dimana hal ini tidak akan nyaman jika Anda menempuh perjalanan jarak jauh,” ungkap Anne.

“Selama penerbangan jarak jauh, saya lebih condong untuk duduk di samping aisle (gangway), karena saya memiliki kandung kemih yang kecil sehingga harus sering ke toilet. Tapi untuk penerbangan jarak dekat, duduk di samping jendela merupakan sebuah keuntungan. Secara umum, duduk di bagian depan kabin merupakan yang terbaik dari semuanya, karena akan memudahkan Anda untuk turun ketika pesawat sudah landing,” kata Mark.

“Pilihan saya jatuh ke bangku samping gang, baris manapun yang dekat dengan pintu keluar. Ini akan memudahkan untuk proses deplaning (keluar dari pesawat), dan pelayanan selama penerbangan,” terang Paul.

“Dimana pun, selama itu di samping jendela. Saya bisa mulai mendengarkan lagu melalui headphone, dan bersandar ke jendela. Itu sangat membantu saya untuk ‘bersembunyi’ dari penumpang lain,” pungkas Amy.

Baca Juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara

Dari sekian testimoni yang disampaikan oleh awak kabin dari berbagai maskapai penerbangan, duduk di samping jendela mendominasi pemungutan suara tersebut. Jika diperhatikan, rata-rata para awak kabin tersebut lebih memilih di barisan depan, karena itu akan memudahkan mereka untuk proses keluar pesawat ketika pesawat sudah landing. Jadi, apakah Anda akan mencoba untuk mengikuti tempat duduk favorit para awak kabin tersebut?

Update Terbaru Aplikasi KAI Access, Tawarkan Fitur Check In Online dan Pesan Meals

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah merilis aplikasi KAI Access pada September 2014. Saat diluncurkan, aplikasi yang hadir di Android dan iOS ini menawarkan fitur Booking Ticket, Schedule, Booking Check, History, Profile, News, dan Map. Dan tiga tahun berselang, apa kabar dengan aplikasi yang di Google Play Store telah diunduh 1 juta kali ini? Nah, belum lama ini PT KAI merilis update terbaru untuk KAI Access, tentu saja ada fitur menarik baru yang ditawarkan.

Baca juga: “The Rail Saarthi,” Aplikasi Mirip KAI Accsess Untuk Penumpang Kereta di India

KAI Access versi terbaru dilengkapi dengan layanan check in online hingga pemesanan porter. Untuk proses check in online dengan menggunakan aplikasi KAI Access terbaru sudah bisa dilakukan dari dua jam sebelum keberangkatan. “Jadi, tidak perlu lagi melakukan check in dan cetak boarding pass di mesin check in counter di stasiun. Langsung saja menuju boarding gate untuk pemeriksaan identitas dengan menunjukkan e-boarding pass kepada petugas,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dalam siaran pers yang dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com (14/12/2017).

Pemesanan Meals KAI Access

Tak hanya memudahkan dalam check in online, dalam aplikasinya, KAI Access juga dilengkapi dengan menu Train untuk memesan tiket kemudian menu Meals untuk fitur layanan pesan menu makanan restorasi kereta api secara preorder. Untuk pemesanan makanan dan minuman ini bisa dilakukan dua hari sebelum keberangkatan penumpang. Pada aplikasi sudah ada fitur E-Moda dan Porter, tetapi belum keduanya bisa di akses untuk saat ini.

Chat with Loko

“Kedepan akan dilengkapai dengan E-Moda, ini fitur layanan tambahan preorder jasa antar ke stasiun, maupun jemput di stasiun menggunakan moda transportasi oleh mitra KAI. Juga Porter yaitu fitur layanan tambahan preorder jasa angkut barang atau bagasi oleh petugas porter stasiun,” kata Humas PT KAI Agus Komarudin. Memang tak banyak yang diperbaharui dan beberapa fitur lama masih dipertahankan, seperti fitur My Trips atau riwayat pemesanan tiket kereta. Fitur Deals yang berisi info promo menarik terkait kereta api.

Baca juga: Pyka, Aplikasi Unik Untuk Penumpang Yang Sering Ketiduran di Kereta

E-Magazine

Tak kalah penting, fitur Remind Me atau pengingat perjalanan ini bisa diatur waktu 10-60 menit sebelum keberangkatan kereta api. Fitur E-Magazine, merupakan majalah elektronik yang berisi berita seputar KA atau tempat wisata di Indonesia untuk menemani perjalanan penumpang agar tidak membosankan. KAI juga tak lupa menambahkan Location, fitur ini untuk mengetahui keberadaan atau lokasi terkini dari kereta yang akan dinaiki penumpang. Terakhir, Chat with Loko, ikon Loko hadir untuk membantu penumpang jika ingin bertanya. Chat with Loko ini hadir dengan dua pilihan chat melalui web milik KAI maupun Messenger Facebook.

Mudahkan Penumpang Agar Tak Tertinggal Pesawat, Traveloka Hadirkan Fitur Check In Online

Agen perjalanan online Traveloka baru-baru ini meluncurkan fitur check in online untuk memudahkan pelanggan. Fitur ini bisa digunakan pelanggan untuk check in penerbangan mereka sebelum tiba di bandara.

Baca juga: Mirip Sistem Transit Pesawat, Traveloka Kemas Tiket Kereta Dengan Model Lanjutan

KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa sumber, fitur terbaru ini tersedia setelah memperbaharui aplikasi traveloka di Android Anda menjadi versi 2.18 ke atas. Check in online bisa diakses pelanggan di Indonesia untuk penerbangan domestik dengan maskapai Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air dan Sriwijaya Air.

Proses check ini online bisa dilakukan melalui aplikasi 24 jam sebelum keberangkatan atau sesuai dengan kebijakan maskapai penerbangan. Para pelancong yang akan memanfaatkan layanan ini bisa masuk ke akun mereka di Traveloka yang terdaftar dan klik menu Pemesanan Saya atau Online Check in di bandara untuk mengakses tiket elektronik mereka.

Setelah berhasil melakukan check in, pelancong juga harus mengkonfirmasi rincian check in dan memilih tempat duduk sesuai keinginan. Selain itu juga pelancong akan mendapatkan boarding pass yang dapat diakses malalui tiket elektronik mereka.

Senior Vice President Business Development Traveloka, Caesar Indra mengatakan, layanan check in online menjadi komitmen Traveloka untuk menghadirkan layanan perjalanan yang semakin praktis kepada pelanggan. Sehingga pelanggan tak lagi harus terburu-buru ke bandara dan khawatir telat check in, sebab proses bisa langsung dari aplikasi.

“Penambahan fitur check in online diharapkan dapat menambah kenyamanan dan kemudahan perjalanan seluruh pelanggan kami. Kehadiran fitur terbaru ini diharapkan dapat mempermudah perjalanan serta meningkatkan produktivitas dalam melakukan proses check in bahkan sebelum tiba di bandara, hanya dengan menggunakan aplikasi Traveloka,” ujar Indra melalui siaran pers yang dikutip KabarPenumpang.com (14/12/2017).

Baca juga: “The Rail Saarthi,” Aplikasi Mirip KAI Accsess Untuk Penumpang Kereta di India

Indra menambahkan, adanya fitur baru ini juga semakin melengkapi kenyamanan pelanggan dengan menyediakan layanan pengaturan pemesanan langsung di aplikasi Traveloka dari check in, perubahan jadwal hingga permintaan refund atau uang kembali.

Ketika Penerbangan Jarak Jauh, Apa Saja Sih Yang Dilakukan Pilot?

Berada dalam sebuah penerbangan jarak jauh memang kerap kali mengundang kebosanan yang diperlukan beberapa trik khusus untuk mengatasinya. Tapi, sebagaian dari Anda mungkin lebih memilih untuk rileks, mendengarkan musik kesukaan Anda, dan beristirahat hingga pesawat mendarat di tujuan. Tapi, pernahkah terlintas di pikiran Anda tentang apa yang tengah terjadi di balik pintu kokpit? Sedang apakah sang pilot yang akan mengantarkan Anda ke destinasi tujuan dalam sebuah penerbangan jarak jauh?

Baca Juga: Smartsealz, Headset Berteknologi Augmented Reality, Sanggup Bantu Tugas Pilot!

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman cntraveler.com, seorang pilot mengemban tugas yang tidaklah mudah. Bagaimana tidak, mereka harus mengudara di atas medan yang mungkin tidak bersahabat dengan kecepatan 800 km per jam. “Suhu udara di luar bisa mencapai -60 derajat Celcius, dan kandungan oksigen di luar sana sangatlah tipis. Sehingga hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit untuk membunuh seseorang yang duduk di sayap pesawat ketika mengudara,” ungkap Nick Anderson, seorang kapten maskapai penerbangan internasional yang berbasis di London Inggris.

“Belum lagi pesawat akan melayang di atas populasi manusia yang sangat besar, dan beberapa penerbangan mengharuskan pesawat mengudara di atas samudera yang butuh waktu berjam-jam untuk menyeberanginya,” imbuh Nick. Ia juga mengatakan bahwa penerbangan jarak jauh memungkinkan para pilot bekerja ekstra keras karena harus menghadapi berbagai macam jenis cuaca. “Cuaca adalah masalah besar bagi kami dalam penerbangan yang panjang, dan kami di dalam ruang kokpit tidak bisa hanya duduk rileks dan bersantai mengandalkan fitur auto-pilot,” tutur Nick.

Sebagian besar pekerjaan yang dilakukan pilot sangat strategis dan complicated. Pesawat merupakan mesin yang rumit, dan ada banyak alat pengukur dan sistem yang tidak boleh luput dari pantauan, mulai dari tekanan oli engine sampai kandungan cairan hidrolik dan saluran pendingin udara. Semuanya saling terkorelasi dan tugas pilot dan kopilot di sini mencakup pemantauan dari keseluruhan sistem, tidak hanya mengemudikan pesawat tersebut.

Baca Juga: Peran Kopilot, Tak Sekedar Memperingan Kerja Pilot

Selain itu, pesawat juga tidak memungkinkan untuk membawa bahan bakar cadangan dalam jumlah yang banyak. Maka dari itu, pilot harus menghitung jumlah pengeluaran bahan bakar dan mengambil keputusan untuk menempuh rute mana yang sesuai dengan volume bahan bakar yang dibawa. Jadi, jangan berpikiran kalau pilot yang berada di balik ruang kokpit dapat bersantai ya!

TSMA 2017: PT ASDP Sabet Predikat I Untuk Jasa Angkutan Transportasi Laut dan Penyeberangan

BUMN PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hari Selasa ini (19/12/2017) meriah predikat penyelenggara pelayanan jasa angkutan Transportasi Laut dan Penyeberangan Terbaik I di ajang Penganugerahan Penghargaan Manajemen Keselamatan Penyelenggara Jasa Angkutan/Transportation Safety Management Award (TSMA) 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan.

Baca juga: “Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis

PT ASDP berhasil meraih peringkat I dengan nilai 94,32 yang diikuti posisi kedua oleh Dharma Lautan Utama dengan nilai 84,46 dan di posisi ketiga diraih oleh PT Pelni dengan nilai 83,49. “Memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa tentunya tidak lepas dari pengawasan aspek keamanan dan keselamatan. Keselamatan bagi kami bukan hanya kewajiban melainkan sebuah kebutuhan.Oleh karenanya, kami selalu berupaya meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan aspek keselamatan dan keamanan di lapangan lebih baik lagi sehingga dapat terwujud service excellent,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Faik Fahmi, dikutip dari siaran pers hari ini.

Arahan dari Kementerian Perhubungan selaku regulator terkait aspek keselamatan sangat ASDP perhatikan. Pemenuhan alat-alat keselamatan yang sesuai standar, peningkatan kompetensi dan awareness sumber daya manusia tentang aspek keselamatan dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan regulator, diterapkan dengan sebaik-baiknya, “Ini adalah komitmen kami,” tegas Faik Fahmi.

Ia nemambahkan, bahwa pencapaian ini merupakan kerja keras seluruh insan ASDP untuk memprioritaskan aspek keselamatan baik di sisi operasional maupun layanan kepada pengguna jasa. Bagi kami, keselamatan seluruh pengguna jasa adalah hal yang pertama dan utama.

Baca juga: Buffer Zone, Solusi PT ASDP Untuk Memecah Konsentrasi Pemudik

Kegiatan Transportation Safety Management Award (TSMA) digelar oleh Kementerian Perhubungan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat sebagai pengguna jasa sektor transportasi, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Penilaian dilakukan berpedoman kepada Pedoman Penilaian dan kriteria sebagai berikut :
a. Organisasi (15%)
b. Sarana (Pelaksanaan Program) (35%)
c. SDM (Pelaksanaan Program) (40%)
d. Pendukung Manajemen Keselamatan (10%)

Kegiatan penilaian/termasuk penilaian ke lapangan telah dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Nopember 2017, dilanjutkan proses penetapan pemenang lomba pada bulan Desember 2017.

Sempat Viral, Awak Kabin AirAsia X Ini Tirukan Gaya Britney Spears

Sebagai penumpang, yang ada di benak Anda seorang awak kabin hanya melakukan pekerjaannya di kabin baik melayani hingga menjaga keselamatan penumpangnya. Bayangkanlah jika seorang awak kabin menari sambil menyanyi di dalam kabin dan ada di depan mata Anda?

Baca juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

Maret 2017 ini, beredar sebuah video viral tentang seorang awak kabin AirAsia X yakni Assraf Nasir yang membawakan kembali lagu Toxic milik penyanyi terkenal Britney Spears dengan gayanya sendiri. KabarPenumpang.com yang merangkum dari laman bravotv.com (20/3/2017), terlihat gaya Nasir yang hampir mirip menirukan Britney.

Nasir diketahui seorang pramugara asal Malaysia yang menyenangkan, galak dan tak kenal takut serta hebat di AirAsia X. Dalam video berdurasi satu menit lebih tersebut diambil di dalam kabin Airbus A330 yang diawali dengan Nasir memulai duduk di kursi awak kabin dan mengangkat telpon sambil duduk mengangkat kaki.

Kemudian menari di lorong kabin, mendorong troli makanan menyusuri lorong dengan berjalan lenggak-lenggok bagaikan seorang model sambil memonyongkan bibirnya.

Terlihat gayanya yang luwes saat menirukan gaya Britney, apalagi saat Nasir bersandar ke pintu toilet pesawat dan bergoyang dengan seksinya. Memang tidak terlalu banyak kesamaan, namun video ini bisa menjadi hiburan tersendiri bagi penikmatnya.

Video ini kemudian viral, dikarenakan seorang teman yang memvideokannya kemudian memposting di media sosial dan 9GAG membagikannya. Di Youtube sendiri sudah sebanyak 555 ribu yang melihat dan lima ribu orang menyukainya serta meninggalkan 284 komentar dari penonton video tersebut.

Baca juga: Jurus Awak Kabin Emirates Taklukan Si Kecil di Penerbangan Jarak Jauh

Tak hanya itu bahkan CEO Air Asia, Tony Fernandes membagikan video tersebut di akun Instagramnya. Ini menyatakan menyukai video tersebut dan bangga terhadap awak kabinnya.

 

Stoos Bahn Tram, Didapuk Sebagai Jalur Kereta Kabel Tercuram di Dunia!

Selama ini, sebagian dari kita mungkin tidak menyadari bahwa kereta jarak jauh seperti rute Jakarta – Bandung tidaklah selalu menempuh jalur yang datar, sesekali menanjak dan me Namun tanjakkan tersebut masih tergolong normal karena kereta tidak perlu menggunakan rel gerigi untuk menempuh rute tersebut. Lalu, bayangkan jika kereta yang Anda tumpangi tidak lagi menggunakan rel gerigi untuk melewati suatu medan menanjak, melainkan ditarik dengan menggunakan sebuah kabel.

Baca Juga: Glacier Express, Antarkan Anda Nikmati Indahnya Pemandangan Swiss

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (18/12/2017), resor Alpine di Stoos, Swiss menjadi saksi bisu dari pembukaan layanan kereta yang ditarik dengan menggunakan kabel paling curam di dunia, setidaknya kereta tersebut harus mendaki gradient 110 persen. Tidak hanya medannya saja yang ekstrem, kereta yang digunakan pun memiliki bentuk yang tidak biasa, yaitu berupa gerbong silinder yang dialaskan pada sebuah benda menyerupai papan seluncur. Ini dimaksudkan agar penumpang tetap dalam kondisi duduk tegak.

Untuk jarak tanjaknya sendiri, kereta akan menanjak sejauh 110 meter, dengan 100 meter merupakan tanjakkan yang paling curam. Tidak bisa dipungkiri, inilah jalur menanjak kereta paling curam di dunia. Kereta ini sendiri menghubungkan kota Schwyz dan Stoos, desa bebas kendaraan di Alpine. Stoos Bahn selaku pengembang dari jalur ini mengaku membutuhkan waktu selama 14 tahun untuk menyelesaikan jalur ini, meleset dua tahun dari yang semula dijadwalkan.  Proyek ini sendiri menelan dana sekitar USD$53 juta atau setara dengan Rp719,7 miliar.

“Semua orang bahagia proyek ini telah selesai dan siap beroperasi,” tutur juru bicara Stoos Bahn, Ivan Steiner. Ia menambahkan bahwa kondisi pegunungan di Swiss memaksa anak-anak menggunakan cable cars untuk sampai di sekolah. Selain memudahkan mobilitas dari kedua destinasi, kereta ini juga menjadi daya tarik wisata baru bagi turis lokal maupun mancanegara.

Baca Juga: Rute Ekstrim Kereta Bergerigi di Swiss, Kemiringannya Hingga 48%

Diketahui dari laman sumber berbeda, kereta ini merupakan suksesor dari kereta sebelumnya yang sudah beroperasi sejak tahun 1933 silam.

Dapatkah Anda membayangkan pemandangan yang disajikan saat menaiki kereta ini? Hamparan pegunungan khas Swiss yang biasanya tertutup salju akan menggantikan rasa takut Anda ketika kereta ini menanjak menggunakan kabel. Jadi, jangan lupa untuk mampir jika Anda berkesempatan mengujungi Swiss!

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2018, Garuda Indonesia dan Citilink Siapkan 73.000 Kursi Tambahan

Garuda Indonesia Group yang terdiri dari maskapai Garuda Indonesia dan Citilink telah menyiapkan 73 ribu kursi tambahan, persisnya ada 73.158 ribu kursi tambahan (extra seat) untuk penerbangan domestik dan juga internasional sebagai upaya mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang selama periode hari libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, mulai tanggal 20 Desember 2017 hingga 6 Januari 2018.

Baca juga: Hadapi Penumpang Mendengkur di Pesawat, Inilah Saran dari Pihak Maskapai

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury dalam jumpa bersama media pada Senin sore (18/12/2017) mengatakan, kapasitas tambahan tersebut rencananya akan terdiri dari 22.758 kursi tambahan pada layanan penerbangan Garuda Indonesia dan 50.400 kursi tambahan pada layanan penerbangan Citilink. Adapun frekuensi penambahan kapasitas layanan penerbangan tambahan tersebut terdiri dari sedikitnya 108 frekuensi penerbangan Garuda Indonesia dan lebih dari 140 frekuensi penerbangan Citilink.

Melalui rencana penambahan kursi dari penerbangan ekstra dan pengoperasian pesawat berbadan lebar “wide body” tersebut, maka jumlah ketersediaan kursi (seat availability) tambahan pesawat Garuda Indonesia selama periode liburan akhir tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan hingga 20 persen dibandingkan kapasitas kursi tambahan Garuda Indonesia Group pada periode liburan Natal dan Tahun Baru tahun lalu.

Adapun kapasitas tambahan Garuda Indonesia sebagai Mainbrand pada periode liburan akhir tahun ini terdiri dari 14 ribu lebih kursi tambahan yang terbagi dalam 50 frekuensi penerbangan ekstra di rute-rute penerbangan domestik dan internasional, serta 8 ribu kursi tambahan yang dilayani melalui 58 frekuensi penerbangan yang menggunakan “bigger aircraft” pesawat berbadan lebar di sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional.

“Tentunya kami terus memonitor perkembangan demand pasar pada periode peak season akhir tahun ini sekiranya diperlukan penambahan kapasitas layanan penerbangan lebih lanjut”, pungkas Pahala. Pahala mengatakan, “Adapun penambahan kapasitas penerbangan Garuda Indonesia melalui penerbangan ekstra (extra flight)  akan dilaksanakan pada rute-rute penerbangan domestik dan internasional dengan trafik penumpang tinggi, di antaranya Jakarta – Denpasar pp, Jakarta – Medan pp, Surabaya – Denpasar pp, Medan- Gunung Sitoli pp, maupun Jakarta – Osaka pp.”

Baca juga: Lounge Bandara Ini Super Eksotis, Dilengkapi Kolam Renang Yang Menghadap Ke Apron

Sementara itu, pengoperasian “bigger aircraft” akan dilakukan pada 6 sektor penerbangan Garuda Indonesia yang terdiri dari rute penerbangan Jakarta – Denpasar pp, Jakarta – Medan pp, Jakarta – Labuan Bajo pp, Jakarta – Kuala Lumpur pp, Jakarta – Hong Kong pp, dan Jakarta- Bangkok pp.

Penggunaan bigger aircraft pada periode libur akhir tahun tersebut dilakukan melalui pengoperasian armada Boeing 777-300ER (kapasitas 314 dan 393 seat) Airbus A330-300 (kapasitas 251, 287, 360 seat ) dan Airbus A330-200 (kapasitas 222 seat) yang akan menggantikan armada reguler B737-800 NG di sejumlah sektor penerbangan.

Di 2018, Garuda Indonesia Canangkan Buka 30 Rute Penerbangan Baru

Menyongsong tahun 2018 yang tak lama lagi akan dijelang, maskapai flag carrier Garuda Indonesia telah pasang kuda-kuda dengan beragam strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dari sisi keuangan, Garuda Indonesia mencanangkan break even point dapat dicapai di semester kedua tahun 2018. Selain itu, Garuda Indonesia di bawah pimpinan Pahala N Mansury selaku Direktur Utama akan menyiapkan jurus-jurus untuk tetap eksis di sepanjang 2018, diantara dengan pembukaan 30 rute baru.

Baca juga: Pasar Terus Melonjak, Garuda Indonesia Lanjutkan Kemitraan dengan Tourism Australia

Dalam jumpa pers di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Senin sore (18/12/2017), Pahala menyebut akan membuka 30 rute penerbangan baru di sepanjang 2018, “Sepertiga adalah rute baru untuk penerbangan internasional, dan dua pertiga adalah rute baru untuk penerbangan domestik.” Meski sudah disebutkan jumlah rute baru, Ia menolak untuk memberi penjelasan tentang jalur rute baru yang akan dibuka. “Mohon maaf detailnya belum bisa kami sampaikan, karena sifatnya rahasia, nanti kurang baik bila diketahui oleh kompetitor,” ujar Pahala.

Namun Pahala mengatakan, bahwa untuk membuka 30 rute baru pihaknya tidak akan mendatangkan pesawat baru, justru yang ada Garuda Indonesia akan melakukan utilisasi pada armada pesawat yang ada, salah satunya adalah opsi re-route pada jalur-jalur yang saat ini dijalani. Untuk pasar internasional, Ia menyebut akan memberi porsi lebih kepada jalur baru di Cina. Seperti diketahui, setelah Australia, Cina menjadi pasar kedua terbesar Garuda Indonesia untuk penerbangan internasional.

Menutup kalender di tahun 2017, pada tanggal 20 Desember 2017 mendatang, Garuda Indonesia akan meresmikan layanan rute penerbangan Medan – Makassar. Dibukanya rute penerbangan tersebut diharapkan dapat mendukung potensi pengembangan pariwisata yang semakin terbuka lebar bagi kedua wilayah tersebut – khususnya melalui akses konektivitas penerbangan yang lebih singkat bagi masyarakat Indonesia di bagian barat – Medan ke wilayah Makassar maupun sebaliknya.

Baca juga: Garuda Indonesia Klaim ‘On Time Performance’ Embarkasi Haji 2017 Adalah Yang Terbaik

Selain itu, Garuda Indonesia juga meresmikan penerbangan  4 (empat) rute penerbangan intra Makassar yang terdiri dari:

– Rute Makassar-Kupang efektif 16 Desember 2017 dengan jadwal erbang 4 x seminggu pada Senin, Selasa, Kamis, Sabtu.
– Rute Makassar-Palopo, efektif 18 Desember 2017 dengan jadwal terbang 3 x seminggu pada hari Senin, Rabu, Jumat.
– Rute Luwuk-Palu, efektif 19 Desember 2017  dengan jadwal terbang 3 x seminggu setiap Selasa, Kamis, Sabtu.
– Rute Kendari – Wakatobi, pada akhir Desember 2017  dengan jadwal terbang 4 kali seminggu setiap Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu.

Rute-rute terbaru tersebut rencananya akan dilayani dengan menggunakan armada pesawat CRJ Bombardier 1000 Next Gen dan pesawat ATR72-600. Melalui penambahan rute tersebut diharapkan dapat semakin mendukung upaya percepatan pengembangan destinasi wisata di wilayah Timur, khususnya melalui akses layanan penerbangan dari dan menuju kota besar di wilayah regional intra Makassar