Books On a Bus, Perpustakaan Mobile yang Sambangi Daerah Berpenghasilan Minim

Nampaknya kalimat “Buku Adalah Jendela Dunia” tidak akan lekang oleh waktu, kendati perkembangan jaman sudah membawa banyak kemudahan bagi siapa saja yang hendak mencari informasi. Kuatnya jargon tersebut sampai-sampai mendorong sejumlah kreatif untuk memberdayakan moda transportasi sebagai perpustakaan berjalan. Semisal di Indonesia ada Kereta Pustaka, maka lain halnya dengan yang ada di Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Kereta Pustaka Indonesia – Cerdaskan Bangsa di Usianya yang Senja

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dnj.com (1/6/2018), sekolah bernama Murfreesboro City School meluncurkan bus yang dialihfungsikan menjadi sebuah perpustakaan berjalan bernama Books On a Bus (BOB) pada Kamis (31/5/2018) kemarin. Sebelumnya, bus dengan kapasitas 86 penumpang ini dioperasikan sebagai moda untuk mengangkut anak-anak sekolah pada tahun 2017 yang lalu.

Sumber: dnj.com

Bermodalkan dana sebesar US$40.000 atau yang setara dengan Rp565,6 juta, salah satu direksi dari Murfreesboro City School Linda Gilbert lalu mentransformasikan bus ini menjadi sebuah perpustakaan keliling dalam jangka waktu dua setengah bulan saja.

Mengusung visi untuk menjangkau para pembaca, BOB lalu tidak hanya diam saja di satu titik dan menunggu para peminat baca datang menghampirinya, melainkan bus ini terus melakukan mobilitas setiap harinya dan melakukan sejumlah pemberhentian. Diketahui bus perpustakaan ini melakukan pemberhentian 15 kali dalam seminggu di komplek-komplek dan apartemen di beberapa kota dengan penghasilan warganya yang bisa dibilang rendah.

Sekitar 1000 buku dipamerkan dalam bus ini, mulai dari buku untuk anak berusia dua tahun hingga kelas 6 SD dapat ditemukan di sini. Uniknya, para pengunjung tidak hanya dapat membacanya ditempat, melainkan dapat membawanya pulang.

Baca Juga: Nunggu Bus di Halte ini Bisa Bikin Tambah Pintar, Lho!

Pihak penyedia layanan mengatakan bahwa musim panas merupakan waktu yang krusial bagi para pelajar, terutama bagi mereka yang tidak mengambil program pendidikan semasa waktu liburan panjang tersebut. Sebuah studi menunjukkan bahwa libur musim panas merupakan celah bagi setiap pelajar untuk menurunkan kebiasaan ‘bersentuhan’ dengan dunia akademis, dan hal tersebutlah yang coba diberantas oleh bus perpustakaan BOB ini. Inspiratif ya!

Operator Kereta SJ Lakukan Uji Coba Augmented Reality di Stasiun Stockholm Central

Ketika teknologi dunia perkeretaapian semakin canggih, Swedia juga tak mau kalah untuk mengembangka fitur pada basis sistem transportasinya tersebut. Baru-baru ini, di Stockholm, Swedia, dihadirkan Augmented Reality (AR) untuk menavigasi penumpang saat berada di stasiun tersibuknya yakni Stockholm Central.

Baca juga: Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Gatwick Adopsi Augmented Reality

KabarPenumpang.com merangkum dari laman railway-technology.com (27/6/2018), bahwa inisiatif baru ini dihadirkan dalam bentuk JS Labs oleh operator kereta penumpang Statens Järnvägar (SJ) yang mana kereta apinya melayani Stockholm Central. Ini merupakan aplikasi interaktif yang menggunakan AR untuk membantu penumpang menavigasi menuju platform keberangkatan mereka.

Penumpang nantinya hanya mengunduh aplikasi dan memindai kode QR kemudian memasukkan tujuan platform yang diinginkan. Selanjutnya penumpang membuka kamera pada ponsel cerdas mereka dan melalui kamera tersebut akan menunjukkan sejumlah petunjuk digital untuk membimbing penumpang sampai tujuan serta tambahan kunci sepanjang jalan.

Fitur AR sendiri kini masih dalam tahap uji coba dan kemungkinan peluncurannya pada musim gugur ini. SJ sendiri berharap fitur AR mampu membuktikannya kepada penumpang dan pengembang bahwa teknologi ini bisa membantu.

Apalagi pada musim panas di Stockholm, akan ada pemeliharaan ekstensif di rute alternatif stasiun Stockholm Central. Direktur pengembangan bisnis dan transformasi digital aplikasi Claes Lidholtz mengatakan, teknologi AR ini merupakan strategi perusahaan untuk menarik umpan balik dari para penumpang untuk meningkatkan layanan utama.

“SJ Labs sendiri merupakan sebuah konsep dimana kami mencoba mengembangkan layanan baru untuk pelanggan kami, bersama dengan pelanggan kami, dan kami cenderung beralih dari ide untuk diluncurkan dalam waktu delapan minggu,” jelas Lindholtz.

Dia mengatakan, ini adalah bagian penting dari penilitian konstan pihaknya dalam menemukan cara dan inovatif untuk memudahkan pelanggan melakukan perjalanan dengan kereta api dan melibatkan dalam proses pengembangan. Lindholtz menambahkan pemilihan Stockholm Central dalam uji coba fitur AR ini sendiri dikarenakan sebagai tujuan wisata terbesar di Swedia dan stasiun kereta api tersibuk di seluruh Skandinavia yang menyambut 200 ribu penumpang setiap harinya.

Baca juga: Sukses Curi Hati Penyandang Disabilitas, Swiss Federal Railways Rajai Perkeretaapian di Eropa!

“Fitur tersebut nantinya akan diluncurkan secara permanen, jika pelanggan menganggap ini adalah layanan yang baik dan benar-benar membantu mereka serta hasil pengujian juga memutuskan hal tersebut. Sebab kami berada diantaranya dan pada musim gugur ini pelanggan akan tahu apakah akan diluncurkan atau tidaknya fitur AR dari SJ Labs,” jelasnya.

Sampai Mana Perkembangan Pembangunan MRT Jakarta? Ini Dia Jawabannya!

Sebagai bentuk tanggung jawab PT MRT Jakarta (PT MRTJ) kepada masyarakat DKI Jakarta, perusahaan yang dikepalai oleh William P Sabandar ini terus memberikan informasi perkembangan terkait pembangunan jaringan transportasi baru di Ibu Kota tersebut. Dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger yang diadakan di Wisma Nusantara, markas MRTJ, William menyampaikan perkembangan di sektor pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai skema awal.

Baca Juga: JR East Pasang Safety Guards, Apa Sih Bedanya Dengan Platform Screen Doors?

“Kami terus melakukan interaksi dengan masyarakat, supaya masyarkat tahu lebih banyak tentang (progress) MRT. Secara keseluruhan, progress fase 1 telah mencapai angka 94,62 persen,” terang William di hadapan sejumlah awak media, Rabu (28/6/2018). Ia juga menambahkan bahwa progress tersebut terbagi ke dalam dua cabang, pengerjaan depo dan elevated section dan underground section.

Untuk pengerjaan depo dan elevated section, lanjut William, sudah mencapai angka 92,4 persen. Sedangkan untuk underground section telah mencapai 96,87 persen pengerjaan. ‘Rupa’ dari beberapa stasiun yang membentang dari Lebak Bulus – Bunderan HI pun sudah semakin terlihat, baik yang elevated maupun yang underground. Bahkan beberapa di antaranya sudah ada yang dipasangi Platform Screen Doors.

Hampir mirip dengan stasiun-stasiun Commuter Line Jabodetabek, nantinya stasiun elevated section MRT Jakarta tidak akan menggunakan teknologi Air Conditioning (AC). “Untuk yang underground akan pakai AC, sedangkan untuk yang elevated tidak. Kami akan menggunakan sistem sirkulasi udara, karena konsepnya (elevated section) ramah lingkungan,” jelas William.

Selain itu, lulusan University of Canterbury, Selandia Baru ini telah menentukan sejumlah target yang harus dicapai oleh PT MRTJ sebelum pengoperasian penuh pada April 2019 mendatang. “Jadi kita akan gelar sejumlah uji coba, sepeti 23 Juli besok kita akan tes sistem persinyalan dijalur utama tanpa kereta,” ujar William.

Tidak hanya sistem persinyalan yang diuji coba, dua rolling stock yang sudah mejeng di Depo Lebak Bulus sejak beberapa waktu yang lalu pun akan diuji coba dalam waktu dekat. “10 September kita akan tes uji pergerakan kereta di jalur utama, dan uji coba kereta ke dua sampai ke 16 akan mulai bergulir sejak 8 Desember nanti,” ujarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors

Menyadari rencana tersebut sifatnya tentatif karena kemungkinan banyaknya hambatan faktor eksternal, maka William mengatakan bahwa dirinya dan jajaran lain di PT MRTJ akan mengupayakan momentum yang ada secara maksimal. “Kenyataannya di lapangan memang tidak semudah membacakan rencana tersebut, ada banyak tantangan,” tandas William.

Erupsi Gunung Agung, AirAsia Batalkan 22 Penerbangan Domestik dan Internasional

Gunung Agung yang kembali erupsi pada Kamis (26/6/2018) kemarin membuat Direktorat Navigasi Penerbangan mengeluarkan NOTAM (Notice to Airmen) penutupan bandara. Penutupan yang berlangsung pada hari ini, 29 April 2018 dilaksanakan selama 16 jam sejak pukul 03.00 WITA hingga 19.00 WITA.

Baca juga: Gunung Agung Erupsi, Citilink Batalkan Seluruh Penerbangan dari dan Menuju Denpasar

Bukan hanya Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali yang ditutup, semua maskapai yang memiliki rute penerbangan dari dan ke Pulau Dewata ini juga harus membatalkannya. Salah satu diantara maskapai yang membatalkan penerbangannya adalah AirAsia.

Dikabarkan maskapai berbiaya hemat (LCC) ini membatalkan 22 penerbangannya setelah erupsi Gunung Agung. Dilansir KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com, AirAsia mengatakan, karena letusan Gunung Agung baru-baru ini di Bali, beberapa penerbangan mereka yang dijadwalkan tiba dan berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar ikut terpengaruh.

Penerbangan yang terkena dampak termasuk salah satunya dari kota-kota populer di Indonesia dan negara tetangga seperti dari Kuala Lumpur, Malaysia. Dari Kuala Lumpur sendiri ada lima penerbangan yakni AK 370, AK 317, AK 378, AK 379, QZ 555.

Penerbangan Bali dan Singapura ada tiga dengan nomor QZ 507, QZ 508, QZ 509, penerbangan Bali dan Perth ada dua, yakni QZ 536, QZ 537. Sedangkan Bali dan Jakarta ada delapan penerbangan QZ 7533, QZ 7534, XT 7516, XT 7517, XT 7518, XT 7519, XT 7522, XT 7523, Penerbangan Bali dan Surabaya ada dua XT 7624, XT 7625 serta Bali dan Manila ada dua dengan nomor Z 2231 dan Z 2232.

Baca juga: Ini Dia Serba-Serbi NOTAM, Pemberitahuan Yang Terkesan “Menakutkan”

Sedangkan penerbangan FD 398 dan FD 399 antara Bali dan Bangkok, Thailand, serta penerbangan Perth ke Bali QZ 545 dan penerbangan Kuala Lumpur ke Bali QZ 557 telah ditunda. Maskapai AirAsia mengatakan, penumpang akan diberitahu tentang status penerbangan mereka melalui email dan pesan teks dan menyarankan para penumpang untuk memperbaharui semua rincian kontak di situs web AirAsia untuk memastikan mereka menerima pemberitahuan.

Dikarenakan adanya pembatalan, pihak maskapai juga memberitahukan kepada penumpang dan memberikan pilihan menjadwal ulang penerbangan, mengubah rute perjalanan atau menerima pengembalian uang atau kredit.

Diduga Serangan Jantung, Penumpang United Airlines Meninggal di Udara

Bukan United Airlines namanya jika tidak bertengger di puncak pemberitaan global. Selalu ada saja pemberitaan yang bisa diangkat dari salah satu maskapai kebanggaan Negeri Paman Sam ini. Tapi tunggu dulu, Anda jangan dulu naik pitam, karena kali ini bukan kejadian kekerasan seperti yang menimpa David Dao atau beragam kasus United yang sebelum-sebelumnya. Kali ini, salah satu penumpang dari maskapai yang kerap kali dianggap sebagai Flag Carrier Amerika ini meninggal ketika pesawat tengah mengudara.

Baca Juga: Hendak Mengudara? Jangan Konsumsi Obat-Obatan Jenis Ini, Berbahaya!

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan oleh KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, kejadian ini sendiri terjadi pada Selasa (26/6/2018) malam, ketika pesawat tengah bertolak dari bush Intercontinental Airport di Houston menuju Boston. Diduga, penumpang tersebut meninggal karena darurat medis.

Karena kejadian ini, si burung besi yang semula bertolak menuju Logan Airport di Boston, terpaksa dialihkan dan melakukan pendaratan darurat di Washington-Dulles, Virgina setelah pesawat mengudara kurang lebih sekitar dua jam lamanya.

Insiden ini berawal ketika seorang pramugari di penerbangan 1888 tersebut mendapati salah satu seorang penumpang prianya menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan, seperti kesakitan. Panik akan kondisi tersebut, sang pramugari langsung memberitakan apa yang ia lihat kepada kapten penerbangan dan akhirnya sang kapten memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat.

Pria yang disinyalir berusia 40 tahunan tersebut sempat membuat panik dan takut seluruh penumpang yang berada di dalam kabin. Selama menunggu pesawat mendarat, para penumpang lain pun mencoba untuk memberikan sejumlah pertolongan, namun semuanya sia-sia. Sesampainya pesawat di Bandara Washington-Dulles, Virgina, pria tersebut langsung mendapatkan penanganan medis. Sayangnya, nyawa pria malang tersebut tidak tertolong. Kuat dugaan, sang penumpang terkena serangan jantung ketika pesawat tengah mengudara.

Baca Juga: Pengemudi Grab Antar Penumpang Serangan Jantung ke Rumah Sakit, Keluarga Berterimakasih

Atas kejadian tersebut, pihak United Airlines melalui juru bicaranya menyampaikan rasa belasungkawa terhadap keluarga korban. “Kami turut berduka mengetahui salah satu penumpang kami meninggal dunia,” ujar sang Jubir. “Kami menyampaikan ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” tandasnya.

Sementara itu, para penumpang yang penerbangannya ikut tertunda akibat kejadian ini, dialihkan menuju penerbangan lainnya di hari yang sama.

Gunung Agung Erupsi, Citilink Batalkan Seluruh Penerbangan dari dan Menuju Denpasar

Pulau Bali yang menjadi salah satu tujuan wisata bagi pelancong domestik maupun internasional akses penerbangannya harus tutup sementara. Hal ini dikarenakan sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Agung sejak Kamis, (28/6/2018) siang.

Baca juga: Pesawat Boleh Tetap Mengudara di Tengah Kepulan Abu Vulkanik, Asalkan…

Salah satu maskapai dalam negeri yang membatalkan seluruh penerbangannya dari dan menuju Bali adalah Citilink. Maskapai berbiaya hemat atau LCC ini melakukan pembatalan setelah ditutupnya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sejak pukul 03.00 WITA.

Vice President Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia Ranty Astari Rachman mengatakan, seluruh penerbangan Citilink rute menuju ke Denpasar, Bali terpaksa dibatalkan.

“Seluruh penerbangan dari dan ke Denpasar, Bali terpaksa dibatalkan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com, Jumat, (29/6/2018).

Dengan adanya pembatalan penerbangan, Citilink menyediakan opsi reschedule dan full refund tanpa dikenakan biaya tambahan dan opsi reroute dengan biaya admin dan selisih harga jika ada calon penumpang yang penerbangannya terdampak dari pengehentian sementara ini. Untuk proses refundnya sendiri, penumpang Citilink bisa melakukannya di customers service Citilink di bandara atau melalui email refund@citilink.co.id.

Penerbangan tujuan Denpasar, Bali yang dibatalkan Citiink antara lain dari Jakarta baik Bandara Soekarno-Hatta maupun Halim Perdanakusuma, Bandung, Surabaya, Balikpapan dan Dili. Hingga kini, pihak Citilink pun masih terus memantau perkembangan di lapangan terkait Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca juga: Gunung Agung Siap Erupsi, Apa Kabar Aktivitas Wisatawan di Bali?

Dari siaran pers yang diterima, PT Angkasa Pura I memberitahukan penutupan sementara operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali selama 16 jam mulai pukul 03.00 WITA hingga pukul 19.00 WITA. Ini sehubungan dengan diterbitkannya NOTAM A2551/18 oleh Direktorat Navigasi Penerbangan berdasarkan evaluasi laporan pilot yang melaporkan adanya volcanic ash di ruang udara pada ketinggian 15 ribu-23 ribu kaki diatas permukaan laut.

Selain itu data RGB Citra Satelit cuaca Himawari pada pukul 01.00 WITA menunjukkan pergerakan arah angin dengan kecenderungan ke arah barat dan barat daya sehingga diprediksi volcanic ash akan memasuki ruang udara pada pagi hari.

Seniman Hollywood Sulap Kereta Kuno Jadi Restoran Mewah

Tren mentransformasikan sebuah moda transportasi yang sudah ‘pensiun’ menjadi sesuatu dan memiliki fungsi baru memang sudah lama berkembang di berbagai belahan dunia. Sebut saja seorang wanita asal Lanarkshire yang mengubah Air Atlantique Convair CV-440 Metropolitan menjadi sebuah salon mewah, atau Boeing 727 yang disulap menjadi sebuah penginapan super nyaman di Kosta Rika. Sudah bukan jadi hal baru lagi, namun inovasi yang uniklah yang lantas menambah nilai jual dari transformasi ini.

Baca Juga: Wanita Pirang Ini Sulap Convair CV-440 Jadi Sebuah Salon Mewah!

Kali ini ada seorang seniman kawakan yang kerap kali membantu setting dari film Hollywood yang menyulap sebuah kereta menjadi tempat makan mewah di Huntsville, Amerika Serikat. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman whnt.com (22/6/2018), adalah Melisa Coby, seorang seniman yang kini tengah fokus terhadap A.M. Booth’s Lumberyard, tempat makan mewah yang kini tengah ia kembangkan.

Di dalam A. M. Booth’s Lumberyard, Anda akan mendapati sebuah lokomotif tua yang tengah diupayakan untuk diubah menjadi sebuah tempat makan mewah nan unik. Melisa sendiri menargetkan tempat makan dengan menggunakan badan kereta api sebagai fondasi ruangannya akan rampung pada bulan Juli mendatang.

“Saya mendatangkan kereta dari film Fonzo yang dibintangi oleh Tom Hardy pada awal tahun 2018 kemarin,” ungkap Melisa. “Saya juga menambahkan patung berbahan dasar styrofoam di dalamnya,” tandasnya.

Konsep yang diterapkan oleh Melisa pun bisa dibilang unik, dengan memanfaatkan alat-alat yang tersedia, Melisa mencoba untuk membawa nuansa kuno nan mewah. Sebut saja para pekerja yang mengalihfungsikan sebuah pipa dari sebuah organ yang berusia kurang lebih 100 tahun menjadi sebuah meja bar. Unik bukan?

Baca Juga: Boeing 727 Ini Berubah Jadi Penginapan Mewah di Tepi Pantai

Tidak hanya tempat makan, Melisa pun menyediakan sebuah ruang hiburan yang dihosting oleh bar kelas atas dalam balutan nuansa bersejarah. Kepada media, Melisa membocorkan bahwa nantinya kereta ini tidak hanya untuk disewakan ke publik, namun juga dapat digunakan untuk keperluan sewa pribadi.

“Blue Bayou (nama kereta tersebut) siap menjamu para tamu dengan hidangan yang menggugah selera dalam balutan nuansa sejarah yang kental,” tutur Melisa.

Pria Hanya Bercelana Dalam Berlarian di Tarmak Bandara Atlanta

Kejadian seorang penumpang yang hampir telanjang ataupun hampir telanjang sering kali terjadi baik itu di dalam pesawat maupun di tarmak. Belum lama ini kejadian serupa kembali terjadi dimana seorang pria kulit hitam berlarian di tarmak hanya dengan celana dalamnya saja.

Baca juga: Telanjang dan Berlarian di Kabin, Pria Ini Akhirnya Diamankan di Dalam Toilet Pesawat

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nypost.com (26/6/2018), pria tersebut tiba-tiba berada di tarmak sesaat setelah pesawat baru mendarat dan tiba di taxiway Bandara Internasional Hartsfield-Jackson di Atlanta sekitar pukul 17.30 waktu setempat pada Selasa lalu. Pria yang teridentifikasi setelah diamankan pihak kepolisian bandara di Atlanta tersebut bernama Jhryin Jones.

Dalam video yang terekam oleh penumpang, Jones terlihat hanya menggunakan celana dalam dan membawa pakaiannya dan mencoba masuk ke pesawat. Dalam sebuah tweet yang dibuat oleh @ATLairport pada 26 Juni 2018, mengatakan dimana operasional bandara tidak berdampak atas insiden ini.

“Tidak jelas pada saat ini mengapa atau bagaimana pria itu bisa keluar dari pesawat,” ujar tweet bandara di Atlanta tersebut.

Diketahui saat Jones berada di tarmak, penumpang lainnya yang berada di dalam pesawat juga sempat merekam dimana dia mondar mandir disekitaran pesawat ketikat polisi berusaha mendekatinya. Sayangnya, pihak bandara belum bisa menjelaskan dugaan bagaimana Jones bisa melompati pagar bandara dan membuatnya sampai di pesawat.

“Baiklah para hadirin dari dalam penerbangan, saat ini kami melihat seorang pria yang mendekati pesawat dari luar dan mencoba masuk ke dalam pesawat. Itu adalah informasi yang kami miliki saat ini. Kami saat ini sedang dikelilingi oleh penegak hukum dan mereka rupanya telah menangkap pria tersebut sekarang,” ujar seorang pilot yang masuk melalui interkom dan mencoba menjelaskan hal yang terjadi.

Baca juga: Bertelanjang Dada, Penumpang di Tarmak Ini Sempat Pukul Petugas

Setelah penangkapan Jones, insiden ini kemudian diinvestigasi dan dia didakwa dengan pelanggaran pidana, obstruksi aparat penegak hukum dan ketidaksenonohan publik. Tak hanya Jones, pada Mei 2018 kemarin, seorang pria dalam pesawat Alaska Airlines menanggalkan semua pakaiannya dan berlarian di lorong kabin Boeing 737 dan kemudian setelah mendarat di Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage, pria muda tersebut diamankan pihak kepolisian.

Pipis di Kereta Komuter, Wanita Asal Selandia Baru Terpaksa Menahan Malu

Menahan hasrat untuk buang air kecil bukanlah hal mudah. Apalagi jika kendaraan yang ditumpangi tidak memiliki toilet dan harus berhenti cukup lama karena sebuah gangguan teknis. Jadi apa yang harus diperbuat?

Baca juga: Sering Kebelet Pipis Dalam Angkutan? Simak Tips Untuk Menahannya

Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman stuff.co.nz, beberapa waktu yang lalu, seorang wanita asal Wellington, Selandia Baru yang tak disebutkan namanya harus pipis di sebuah kantong plastik karena sudah tak tertahankan lagi. Hal ini disebabkan kereta komuter (Tranz Metro) yang ditumpangi dirinya dan penumpang lain harus terhenti karena gangguan listrik selama dua jam.

Dia sudah sangat putus asa karena kereta yang ditumpanginya tidak memiliki bilik toilet sama sekali dan penumpang tidak diperbolehkan turun dari kereta untuk keselamatan mereka sampai waktu tertentu. Sehingga pada saat hasrat pipis sudah tak tertahankan, wanita tersebut buang air kecil di kantong plastik dengan sembunyi-sembunyi di antara tempat duduk.

“Setelah beberapa saat, saya sampai pada titik dimana saya seperti ingin buang air kecil. Saya tidak peduli lagi dengan keadaan sekitar karena saya perlu buang air kecil. Kemudian setelah saya selelsai, saya hanya duduk dan mulai menangis, ini adalah hal paling memalukan dihidup saya,” ujar wanita tersebut.

Saat kereta kembali berjalan dan tiba ditujuan, wanita tersebut membawa kantong berisi air kencingnya di kereta dan turun paling terakhir untuk bersembunyi dari penumpang lain. Manajer Tranz Metro, Scott Brooks mengatakan, pihaknya tidak mengetahui kejadian tersebut karena tidak menerima keluhan apapun.

Sebab, kejadian seperti gangguan saluran listrik pada kereta sangat jarang terjadi. Sehingga pada saat ini terjadi semua penumpang harus ditahan di kereta sampai pihaknya yakin tidak ada risiko terhadap keselamatan mereka. Diketahui, wanita tersebut tidak ingin mengadukannya kepada pihak Tranz Metro, sebab dirinya tidak nyaman jika namanya masuk dalam berita.

“Saya tidak ingin mengirim email untuk pengaduan tersebut karena semakin banyak yang melihat nama saya, semakin tidak nyaman,” ujarnya.

Kemudian dia mengirimkan email ke Fran Wilde, ketua komite transportasi regional tetapi tidak ada respon. Wanita tak diketahui namanya tersebut frustasi dengan kurangnya prosedur untuk menangani situasi yang dihadapinya dan berharap ada bilik toilet yang bisa digunakan jika terjadi hal seperti tersebut untuk memudahkan penumpang lain.

Baca juga: Kebelet Pipis, Pengemudi Uber Terpaksa Buang Air Seni di Gelas

Sayangnya Manager operasi kereta api Council Regiuonal, Angus Gabara mengatakan, jika toilet dipasang hanya untuk keadaan darurat sangat mahal dan mengambil banyak ruang.

“Biaya pemasangan dan pemeliharaan serta jumlah tempat duduk yang akan hilang akan perlu dipertimbangkan dengan keadaan darurat yang terjadi di mana orang akan perlu menggunakan toilet. Jika kami memasang toilet di armada saat ini, kami akan kehilangan 498 kursi dan itu akan menelan biaya setidaknya US$16 juta atau sekitar Rp228 miliar,” jelas Gabara.

Jelang Asian Games 2018, PT MRT Jakarta Siap ‘Pulihkan’ Kondisi Sudirman-Thamrin

Kurang dari satu bulan ke depan, Ibu Kota Jakarta dan Palembang akan menjamu ribuan tamu dan atlet kehormatan dari berbagai negara di Asia dalam perhelatan Asian Games 2018. Sudah barang tentu sejumlah perusahaan akan saling bahu membahu untuk melancarkan ajang akbar olahraga se-Asia ini, tidak terkecuali PT MRT Jakarta (PT MRTJ).

Kendati belum bisa mengoperasikan armadanya ketika ajang ini berlangsung, namun PT MRTJ turut berbenah demi kelancaran acara yang rencananya akan dimulai pada tanggal 18 Agustus mendatang.

Baca Juga: MRT Jakarta: Mulai Lakukan Fase Pertama Pembangunan Interior Stasiun

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, di sepanjang ruas Jalan Sudirman-Thamrin hingga saat ini masih ‘dihiasi’ oleh dinding-dinding pembatas proyek MRT Jakarta. Bahkan, di beberapa titik, para pejalan kaki tidak bisa menikmati fasilitas trotoar yang sudah disediakan sebelumnya. Maka dari itu, PT MRTJ telah mendeklarasikan diri untuk turut serta melancarkan perhelatan Asian Games 2018. “Kami tengah mempercepat proses penataan jalan menjelang Asian Games 2018, kami upayakan agar nanti jalannya lurus, tidak belok-belok,” ujar Direktur Utama PT MRTJ, William P Sabandar kepada KabarPenumpang.com, Kamis (28/6/2018).

Penataan jalanan itu sendiri dimaksudkan agar nantinya ketika perhelatan Asian Games 2018 ini berlangsung, sudah tidak nampak lagi pekerjaan pembangunan di sepanjang ruas jalan Sudirman-Thamrin, dimana jalan tersebut diproyeksikan sebagai salah satu akses utama para atlet untuk sampai ke Istora Senayan. Tentunya dengan kehadiran proyek MRT di sepanjang ruas jalan tersebut dikhawatirkan akan menghambat lalu lintas dan menganggu pemandangan, bukan?

“MRT Jakarta bertanggung jawab atas penataan jalan di sekitaran stasiun, tapi pekerjaannya dibagi-bagi antara MRTJ, Wika, dan Bina Marga, jadi ada area yang menjadi tanggung jawab kami, ada yang jadi tanggung jawab Wika, Bina Marga, dan seterusnya,” tambah William. Secara keseluruhan, PT MRTJ akan bertanggung jawab atas 1,2km trotoar yang mesti diperelok.

“Pagar proyek akan rapi dan ditutupi batu alam yg diimpor dari luar dan Banner Asean Games 2018, permukaan jalan pun akan diaspal, kami akan buat senyaman mungkin,” lanjut William. “Rencananya, 21 Juli akan selesai penataan jalannya,” tandasnya. William juga mengatakan bahwa dengan adanya ‘polesan’ semacam ini, maka para pejalan kaki akan kembali mendapatkan haknya selama perhelatan Asian Games dan orang-orang yang melintas tidak akan mengetahui bahwa di balik itu semua, ada proyek MRT Jakarta yang sedang ‘disamarkan’.

Baca Juga: Tidak Hanya Rolling Stock, Filosofi MRT Jakarta Juga Mengacu Ke Negeri Sakura

William pun menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama saling menjaga kelestarian dari keseluruhan proyek ini, jangan sampai tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab merenggut keindahan yang tengah diupayakan oleh PT MRTJ ini. “Jadi kasus vandalisme (coret-coret) yang terjadi di salah satu tiang MRTJ itu bisa dihapus, tapi kalau di batu alam ini tidak bisa. Semisal bisa pun, biayanya akan sangat tinggi,” tukas William.