Boeing 727 Ini Berubah Jadi Penginapan Mewah di Tepi Pantai

Boeing 727 pada masanya tergolong pesawat komersial jarak sedang yang laris di pasaran, namun kini pesawat triple engine yang diluncurkan perdana tahun 1963 ini sudah jarang terlihat digunakan untuk angkut penumpang, hanya ada beberapa maskapai yang menggunakan Boeing 727 sebagai angkutan kargo. Namun bergeser ke kawasan Amerika Latin, tepatnya di Kosta Rika ada sosok Boeing 727 keluaran tahun 1965 yang disulap menjadi penginapan mewah.

Baca juga: Pensiun dari Kedinasan, Helikoper Ini Berubah Fungsi Jadi Cottage Mewah

KabarPenumpang.com merangkum dari inhabitat.com, penginapan mewah yang menggunakan pesawat ini teletak di tepian Taman Nasional Manuel Antonio, Costa Verde Resort. Merujuk ke silsilahnya, pesawat Boeing 727 ini dulunya sebelum menjadi sebuah penginapan mewah pernah mengangkut pemain Globetrotters dan dipakai oleh maskapai South Africa Air serta Avianca Airlines.

Penginapan mewah ini memiliki dua kamar tidur dan bertengger di tepi hutan hujan yang langsung menghadap ke pantai dan lautan lepas sebagai pemandangannya. Sebelum menjadi penginapan mewah, pesawat ini diangkut sepotong demi sepotong dari bandara San Jose ke tempat peristirahatan dengan ketinggian 50 kaki dari permukaan air laut tersebut.

Tak hanya dua kamar, penginapan ini juga dilengkapi dengan dapur, televisi layar datar, ruang makan dan teras yang langsung menghadap ke laut. Untuk melengkapi suasana alamnya, perabotan yang digunakan berbahan kayu jati ditambah dengan ukiran tangan dan dikirim melintasi samudera Pasifik dari Indonesia.

Selain di Kosta Rika, penginapan dengan menggunakan pesawat terbang bekas juga dibuat oleh seorang pengusaha asal Irlandia, David McGowan. Bangkai pesawat Boeing 767 bekas maskapai Rusia Transaero dijadikan glamours camping atau vila olehnya. Biaya sebesar 16 ribu Poundsterling atau Rp270 juta ini dihabiskan McGowan untuk membeli pesawat bekas tersebut.

Pesawat bekas tersebut dibawa hampir nyaris utuh hanya bagian sayap yang terpotong dengan menggunakan kapal tongkang melalui jalur laut. Pesawat Boeing 767 kemudian dibagi menjadi tujuh kamar dengan ukuruan perkamarnya 10 meter persegi dan satu kamar lainnya berukuran 11 meter persegi, resosrt ini diberi nama Quirky Glamping.

Ada satu lagi penginapan dengan menggunakan pesawat bekas dan berada di Swedia. Di negara ini, Anda akan menemukan Jumbo Hostel yang dibangun dari pesawat bekas dan terletak di Arlanda Airport dekat Stockholm di Swedia.

Di landasan pacu yang tidak terpakai, Anda akan menemukan pesawat Boeing 747-200 yang menjadi Jumbo hostel. Dari terminal utama, jumbo hostel bisa ditempuh selama 15 menit dengan berjalan kaki atau lima menit saat menggunakan shuttle bus. Diketahui, interior Jumbo Hostel ini didirikan tahun 2008.

Baca juga: Wow! Bekas Menara ATC ini Disulap Jadi Penthouse

Layaknya sebuah hotel pada umumnya, pesawat ini juga menyediakan beberapa kamar model dormitory berisi tempat tidur twin dan double. Ada pula kamar mandi yang dapat digunakan bergantian oleh para tamu. Terdapat pula ruangan VIP di bagian kokpit pesawat yang menghadap langsung ke bandar udara.

Ketika masuk ke dalam pesawat ini, Anda benar-benar tak akan melihat lagi interior pesawat terbang. Hal ini dikarenakan seluruh isi pesawat mulai dari tempat duduk dan lemari-lemari penyimpanan telah dilepas dan diganti dengan kamar yang dilengkapi televisi layar datar, di mana para tamu dapat melihat waktu keberangkatan setiap pesawat, di bandar udara tersebut.

Tamu di Jumbo Hostel sendiri merupakan tamu-tamu transit yang menunggu kedatangan pesawat berikutnya ataupun penumpang yang mengalami delay. Sehingga bisa dikatakan Jumbo Hostel menjadi fasilitas bandara paling praktis dibanding hotel bintang lima yang lebih jauh jaraknya dari bandara.