Harapan Masyarakat Tentang Rute Bandung–Ketapang Supaya Beroperasi, Ini yang Dilakukan KAI

Rute kereta api hingga Stasiun Ketapang, Banyuwangi memang sudah tersedia, namun rute tersebut baru hanya dilintasi dari arah Jakarta. Menggunakan Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres dari dan ke Stasiun Pasar Senen. Namun, hingga kini harapan masyarakat menggunakan KA hingga ke Stasiun Ketapang berawal dari Kota Bandung.

Ya, dari berbagai kabar di media bahwa KA dengan rute Bandung – Ketapang ternyata harapan masyarakat yang terutama berdomisili di Kota Bandung. Karena selama ini kereta api dari arah Bandung hingga perjalanan terjauh hanya sampai Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasar Turi. Sama sekali belum ada hingga rute ujung paling timur Pulau Jawa ini.

Nah, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menjajaki pembukaan rute kereta api baru Ketapang – Bandung pulang-pergi. Langkah ini merupakan ikhtiar membuka akses transportasi langsung antara dua kawasan wisata unggulan di Indonesia yakni Banyuwangi dan Bandung.

Penjajakan itu dilakukan dengan melakukan survei. Survei dilakukan agar layanan yang disiapkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Tentunya masukan dari masyarakat akan menjadi acuan penting dalam perencanaan. Tentunya KAI juga akan merencanakan rangkaian yang akan digunakan nantinya untuk rute tersebut.

Saat ini belum ada rute langsung Ketapang – Bandung, penumpang harus transit terlebih dahulu, terutama di Surabaya. Rute baru ini diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan segmen wisata baru dari ujung timur Jawa hingga pusat wisata dan budaya Jawa Barat.

Diketahui bahwa dari segi pariwisata sangat mumpuni antara Bandung dan Banyuwangi. Apalagi rute kereta api yang dilewati juga merupakan jalur strategis untuk destinasi wisata. Pastinya rute kereta api tersebut melewati beberapa kota di Pulau Jawa, seperti Kota Tasikmalaya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Mojolerto, Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, Jember, dan berakhir di Banyuwangi.

Menurut data yang informasikan dari KAI, terjadi pertumbuhan 18 persen (Daop 9 Jember) baik untuk penumpang berangkat maupun tiba. Peningkatan ini menegaskan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang dan KAI menjawab peluang tersebut melalui inovasi layanan.

Wisata di Banyuwangi memang dikenal dengan Kawah Ijen, Alas Purwo, wisata pantai, dan kekayaan budaya. Sementara Bandung dikenal sebagai sentra wisata alam, kuliner, pendidikan, dan fesyen kreatif.

Konektivitas langsung antara kedua destinasi ini dipandang mampu melahirkan segmen penumpang baru, terutama wisatawan domestik maupun mancanegara, komunitas traveling, dan keluarga penikmat perjalanan panoramic.

KAI terus mendorong pengembangan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, tersedia, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan mobilitas masa kini. Serta mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan konektivitas nasional melalui transportasi publik sebagai pilihan perjalanan yang lebih nyaman, ramah lingkungan, dan berkesan.

Stasiun Probolinggo Makin Ramai, Walikota Probolinggo Realisasikan Kereta Commuter

Muncul Dengung di Telinga? Jangan Panik, Atasi dengan Cara Tradisional

Saban naik pesawat, mungkin telinga Anda bakal berdengung karena ada perbedaan suhu antara di darat dan ketinggian di angkasa. Sebenarnya dengungan ini tidak membahayakan sistem pendengaran, meski harus diakui lumayan mengganggu kenyamanan.

Baca juga: Kuping Berdengung Saat Take Off? Jangan Panik dan Pahami Penyebabnya

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, telinga berdengung atau tinnitus merupakan masalah yang umum dialami seorang manusia. Sebenarnya, jika terjadi Anda tak perlu panik dan ada beberapa cara alami yang efektif untuk mengatasi dengungan di telinga salah satunya seperti menelan ludah atau mengunyah permen jika dengungan terasa saat berada di dalam kabin pesawat. Berikut ini cara alami lainnya jika telinga Anda berdengung.

1. Jauhi suara keras
Dengungan ini tidak disebabkan oleh suara dibawah 75 desibel. Tetapi bagi Anda yang tinggal dekat stasiun kereta api atau bekerja dengan mesin yang keras, baiknya gunakan earbud untuk menghindari dengungan.

2. Jangan gunakan cotton bud
Penggunaan cutton bud untuk membersihkan telinga sebenarnya tidak baik, karena earwax atau serumen didalam telinga bekerja untuk melindungi saluran telinga dari debu, kotoran dan serangga. Cotton bud juga tidak baik karena akan mendorong earwax semakin dekat dengan gendang telinga dan akan memperparah suara dengung. Jadi, jika Anda memiliki terlalu banyak kotoran di dalam telinga dan menyebabkan tidak nyaman, segera ke dokter THT untuk membersihkannya.

3. Pakai earphone dan dengarkan musik
Pasang earphone di telinga dan dengarkan musik yang Anda suka. Biasanya dengan suara musik dengungan di telinga bisa lebih cepat hilangnya. Cara ini juga baik untuk menyembuhkan efek samping dengungan seperti susah tidur dan tidak fokus pada pekerjaan.

4. Gingko biloba
Ramuan ini adalah obat alami terbaik mengusir dengungan karena dapat memperbaiki sirkulasi darah. Gunakan ekstrak gingko biloba 30-60 mg empat kali sehari selama enam minggu dapat membantu menyembuhkan telinga berdengung. Namun, Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat herbal ini.

Baca juga: Ingin Bawa Anak Naik Pesawat? Perhatikan Beberapa Poin Penting Ini

5. Periksa tekanan darah
Pada beberapa kasus, dengungan bisa disebabkan karena tekanan darah tinggi. Ini terjadi karena telinga mendapat banyak suplai pembuluh darah dan ketika darah mengalir deras atau tekanan tinggi akan menghasilkan suara menderu. Jadi, bila sering mengalami telinga berdengung dan mengganggu, segera konsultasikan ke dokter dan periksa tekanan darah Anda siapa tahu itu penyebabnya.

Mesir Luncurkan Kereta Cepat Terbesar di Afrika: “Suez Canal on Rails” Memasuki Fase Uji Coba

Pada 9 November 2025, Mesir secara resmi memulai fase operasional perdananya untuk proyek infrastruktur transportasi terbesar di Afrika, Jaringan Kereta Api Listrik Berkecepatan Tinggi (High-Speed Electric Rail). Peluncuran ini, yang bersamaan dengan pameran industri TransMEA 2025, menandai tonggak penting dalam proyek yang sering dijuluki “Suez Canal on Rails” tersebut.

Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, memberikan sinyal dimulainya uji coba operasional awal (pilot operation) untuk jalur pertama di dekat Kairo. Sementara itu, kereta cepat utama Velaro buatan Siemens diperkenalkan kepada publik Mesir sehari setelahnya.

Proyek ini bukan hanya satu jalur kereta, melainkan sebuah jaringan komprehensif yang dirancang untuk mengubah logistik dan mobilitas Mesir. Total panjang jaringan kereta cepat ini mencapai 2.000 km yang terbagi dalam tiga jalur utama.

Kecepatan operasi kereta cepat ini mencapai 230 km per jam untuk kereta penumpang ekspres. Sebagai kontaktor utama, mengusung konsorsium internasional yang dipimpin oleh Siemens Mobility (Jerman), yang bertanggung jawab atas suplai, instalasi persinyalan, dan perawatan. Melalui proyek ini, Siemens memasok kereta cepat Velaro (untuk layanan ekspres 230 km/jam), kereta regional Desiro HC (untuk layanan regional), dan lokomotif kargo Vectron.

Jaringan kereta cepat ini dirancang untuk menghubungkan seluruh wilayah Mesir, dari Laut Tengah hingga Laut Merah dan Lembah Sungai Nil. Jalur Hijau (Fase 1)Ain Sokhna – Kairo (NAC) – Marsa Matrouh, menghubungkan pelabuhan Laut Merah dan Mediterania, digunakan sebagai koridor vital untuk penumpang dan kargo.

Jalur Biru, menghubungkan Ibu Kota Mesir, Kairo dengan situs-situs bersejarah Mesir Selatan, mendongkrak pariwisata. Dan jalur merah,m Luxor – Hurghada/Safaga, menghubungkan Lembah Nil dengan resor-resor Laut Merah.

Uji coba perdana pada November 2025 dilakukan menggunakan kereta regional Desiro HC di Jalur Hijau, menegaskan bahwa Mesir telah berhasil menyelesaikan infrastruktur rel, elektrifikasi, dan persinyalan di segmen awal.

Meskipun fase uji coba telah dimulai, layanan komersial penuh untuk fase pertama (termasuk penggunaan kereta Velaro) diperkirakan baru akan dibuka secara bertahap, dengan target operasional penuh untuk seluruh jaringan pada akhir dekade 2020-an. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon Mesir dan mengalihkan 15% dari total volume angkutan kargo Mesir dari jalan raya yang padat.

Gandeng Siemens Mobility, Mesir Bangun Jaringan Kereta Cepat Terbesar Keenam di Dunia

Ditarik Hewan, Kisah Bersejarah Jalur Trem Sepanjang 27 Kilometer yang Bermula di Solo

Kota Solo memang banyak menampilkan sejarah yang kental dan juga budaya yang dipertahankan hingga sekarang. Tak hanya area yang bersejarah, dari segi transportasi kereta api pun kota yang terkenal akan batiknya ini pun masih cukup kental. Bahkan sejarah perkeretaapian di Solo menjadi legenda bagi yang gemar mengamati sejarah transportasi.

Ya, selain jalur kereta api yang terhubung dari Jakarta hingga Surabaya melewati Solo juga merupakan jalur yang bersejarah. Tapi tahukah kalian bahwa sejarah dari jalur trem di Kota Solo juga merupakan transportasi yang digemari masyarakat Solo pada jaman itu. Pasalnya trem di kawasan tersbeut terbilang unik.

Operasional moda transportasi trem bermula. Solosche Tramweg Maatschappij (SoTM), sang operator menjalankan jalur trem sepanjang 27 kilometer. Dua jalur yang dioperasikan perusahaan swasta tersebut meliputi Stasiun Purwosari menuju Stasiun Solo Jebres serta Stasiun Purwosari menuju Stasiun Boyolali.

Trem SOTM di atas jembatan Kali Pepe. (Foto: Dok. Istimewa)

Jalur antara Stasiun Purwosari menuju Stasiun Jebres melewati Jl.Slamet Riyadi sampai Bundaran Gladag kemudian berbelok ke utara melewati Beteng Vastenburg di Jl.Jendral Sudirman, menyeberangi jembatan Kali Pepe lalu melintasi Jl. Urip Sumoharjo, dan berakhir di Stasiun Jebres. Dari jalur tersebut, Beteng Vastenburg, Pasar Gede, dan Warung Pelem menjadi titik henti sementara.

Di dalam gerbong berisi empat bangku saling berhadapan, di mana tiap bangkunya dapat digunakan oleh empat orang. Beberapa tahun pasca beroperasi, trem milik SoTM tak lagi menggunakan hewan. Penemuan lokomotif uap, menggeser operasional trem yang ditarik kuda.

Hingga akhirnya, pada 1906 SoTM resmi menandatangani kontrak kerja sama operasional dengan NIS yang membuat SoTM mengerdil dan diakuisisi oleh NIS pada 1911. Dengan dibukanya Stasiun Solo Kota pada 1922, jalur Stasiun Purwosari diperpanjang hingga Baturetno.

Di bawah NIS, jalur antara Stasiun Purwosari hingga Stasiun Boyolali terus dioperasikan dan mengalami revitalisasi serta pembaharuan. Jalur ini kemudian digunakan untuk meningkatkan pelayanan angkutan dari Pabrik Gula Colomadu dan Pabrik Gula Gembongan, namun tetap melayani penumpang.

Stasiun Purwosari: Saksi Sejarah Pertemuan Jalur Trem Kuda Menuju Boyolali

Menurut kabar dari berbagai sunber, hingga tahun 2011 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pernah berwacana menghidupkan kembali trem sebagai moda transportasi massal. Namun, wacana yang digelontorkan pada saat Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Wali Kota tersebut tak terealisasi. Yosca Herman Sudrajad, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) mengatakan sejumlah kendala menghidupkan kembali trem.

Kendalanya adalah kondisi perkotaan saat ini dan perilaku masyarakat. Karena dulu trem bisa melintas bebas saat masyarakatnya tidak sebanyak sekarang, kendaraan juga masih sedikit. Kalau dipaksa jalan di tengah, malah justru khawatir menimbulkan keruwetan baru. Mempertimbangkan hal itu, wacana trem pun pupus.

Trem Kuda di Jakarta Riwayatmu “Doeloe”

Peringatan 118 Tahun: Cornu Helicopter, Penerbangan Vertikal Bersejarah Pertama di Dunia

Hari ini, 13 November 2025, menandai peringatan 118 tahun penerbangan perdana Cornu Helicopter yang dirancang oleh insinyur asal Perancis, Paul Cornu. Meskipun hanya berlangsung singkat, momen pada tahun 1907 ini dicatat sejarah sebagai penerbangan bebas (un-tethered) pertama yang dilakukan oleh mesin vertical-lift bertenaga, membawa manusia sejengkal lebih dekat ke impian terbang vertikal.

Pada awal abad ke-20, setelah Wright bersaudara berhasil membuktikan penerbangan pesawat sayap tetap (fixed-wing), para penemu Eropa berlomba-lomba untuk memecahkan misteri penerbangan vertikal. Paul Cornu, seorang insinyur mekanik dari Lisieux, Perancis, adalah salah satu yang paling gigih.

Cornu Helicopter tidak terlihat seperti helikopter modern. Ia menggunakan konfigurasi rotor tandem (dua rotor besar yang diletakkan di depan dan belakang sumbu pesawat) yang berputar berlawanan arah untuk meniadakan torsi.

Cornu Helicopter ditenagai oleh mesin Antoinette 24 tenaga kuda (hp) yang relatif ringan, yang digunakan untuk menggerakkan kedua rotor.

Paul Cornu

Tantangan terbesar pada saat itu adalah kontrol. Cornu mencoba mengatasi torsi dan menyediakan dorongan ke depan menggunakan baling-baling yang dapat dimiringkan (swiveling vanes) yang ditempatkan di jalur udara rotor. Ini adalah mekanisme yang sangat primitif dari apa yang kita kenal sekarang sebagai kontrol cyclic dan collective.

Pada 13 November 1907, di Coquainvilliers, Perancis, Cornu memutuskan untuk melakukan uji coba terbang. Meskipun laporan kontemporer sering kali melebih-lebihkan ketinggian, sejarah mencatat bahwa Paul Cornu berhasil menerbangkan helikopter buatannya setinggi sekitar 30 sentimeter (satu kaki) dari tanah, membawa dirinya sendiri sebagai pilot.

Yang menjadikan penerbangan ini bersejarah adalah helikopter tersebut tidak diikat dengan kabel (un-tethered) dan kenaikan vertikal sepenuhnya didorong oleh tenaga mesin, bukan otot atau daya dorong eksternal.

Meskipun Cornu hanya mampu mempertahankan posisi melayang (hover) selama kurang dari satu menit dan tidak ada mekanisme kontrol yang efektif, ia telah membuktikan prinsip dasar bahwa rotor bertenaga dapat mengangkat berat badan manusia dan mesin ke udara.

Sayangnya, helikopter Cornu tidak pernah dikembangkan lebih lanjut menjadi mesin yang praktis. Masalah utamanya adalah kurangnya sistem kontrol yang memadai. Paul Cornu kesulitan mempertahankan stabilitas dan arah terbang. Mesin tersebut hanya dapat melayang singkat dan tidak dapat dikendalikan dalam arti operasional.

Penerbangan helikopter praktis yang sesungguhnya harus menunggu penemuan sistem cyclic dan collective pitch control yang lebih baik, yang kemudian berhasil dikembangkan oleh penemu-penemu seperti Juan de la Cierva (dengan autogiro-nya) dan, yang paling signifikan, Igor Sikorsky pada tahun 1930-an dan 1940-an.

Meskipun demikian, Paul Cornu tetap diabadikan sebagai salah satu pionir penerbangan vertikal. Eksperimennya pada tahun 1907 membuktikan bahwa teori penerbangan vertikal bisa diwujudkan. Ia membuka jalan bagi generasi insinyur yang kemudian berhasil memecahkan tantangan rumit dalam menciptakan kontrol dan stabilitas yang menjadikan helikopter alat yang tak tergantikan di dunia modern.

Lockheed Martin Rayakan 100 Tahun Inovasi Sikorsky – Pionir Produksi Helikopter Modern

KA Blambangan Ekspres, Kereta Jakarta–Banyuwangi 16 Jam 30 Menit Tanpa Transit

Merasakan perjalanan kereta api (KA) dari Jakarta ke Banyuwangi ataupun sebaliknya hingga kini sudah tak perlu repot lagi untuk transit. Dengan waktu yang sangat fleksibel karena keberangkatan dan kedatangan yang cocok, menggunakan KA ini sudah terasa nyaman dengan fasilitas yang disediakan.

Ya, menggunakan KA Blambangan Ekspres sudah menjadi solusi terbaik dan satu-satunya kereta api melayani dari barat hingga ujung timur Pulau Jawa. Diketahui bahwa KA Blambangan Ekspres menjadi satu-satunya rute terpanjang. Kereta itu melaju selama 16 jam dan 30 menit.

Perjalanan dengan KA Blambangan Express dijanjikan nyaman untuk penumpang kendati dengan kereta api ekonomi. KAI menyebut KA Blambangan Express memiliki fasilitas standar kelas ekonomi, termasuk AC, reclining seat, dan toilet di dalam kereta.

Rute yang dilewati KA ini memiliki kecepatan diatas 90 km/jam, yaitu melewati sepanjang jalur utara. Tentu stasiun-stasiun yang disinggahi KA Blambangan Ekspres ini meliputi Stasiun Cirebon, Stasiun Tegal, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Lamongan, dan Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Setelah singgah di Stasiun Pasar Turi, KA Blambangan Ekspres pun berlanjut menuju Stasiun Surabaya Gubeng lalu melewati Stasiun Sidoarjo, Stasiun Bangil sampai berakhir di Stasiun Ketapang, Banyuwangi. Penumpang juga bisa menikmati layanan pembelian tiket online melalui aplikasi KAI Access atau loket stasiun, sehingga perjalanan menjadi lebih praktis dan efisien.

Harga tiket KA Blambangan Ekspress kelas ekonomi rute Jakarta-Banyuwangi adalah Rp505 ribu. Sedangkan untuk kelas eksekutif adalah Rp775 ribu. Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen adalah pukul 12.10 WIB dan tiba di Stasiun Ketapang pukul 04.04 WIB. Lalu keberangkatan dari Stasiun Ketapang pukul 15.45 WIB dan tiba di Stasiun Pasar Senen pukul 08.16 WIB.

Kereta api Blambangan Ekspres menyediakan rute pulang-pergi untuk Jakarta – Banyuwangi. Fasilitas yang ditawarkan KA ini pun cukup nyaman. Seperti pada kereta kelas ekonomi yang hingga kini menggunakan ekonomi new generation. Kelas ekonomi ini terdiri dari 19 baris dan 72 kursi dalam satu kereta.

Nah, kereta yang dimodifikasi itu memiliki leg room yang lebih luas, lalu tipe captain seat atau kursi terpisah, dan sandaran di kedua sisi, yang bisa diatur posisinya searah laju kereta atau berhadapan. Interior kereta juga dimodifikasi dengan warna yang lebih cerah, bagian bagasi didesain mirip dengan kereta eksekutif. Selain itu, toilet dibuat senyaman mungkin dan terdapat mushola di kereta restorasi.

Dengan harga yang wajar tapi memiliki fasilitas yang nyaman, pastinya penumpang bakal betah dengan rute perjalanan terjauh. KA Blambangan Ekspres tetap menjadi primadona yang menemani penumpang dari ujung barat sampai dengan ujung timur Pulau Jawa tanpa harus berpindah kereta api. Penumpang tinggal menikmati perjalanan dan fasilitas yang disediakan dengan baik.

Melihat Segitiga Pemutar Lokomotif yang Masih Bertahan di Ujung Timur Jawa

Meskipun Masih Gunakan Single Track, Headway Jalur Citayam–Nambo Bakal Ditingkatkan

Sebagai pengguna setia Kereta Rel Listrik (KRL) khususnya jalur selatan, kini patut lega. Ya, jalur yang biasa dikenal sebagai jalur sibuk ini ternyata bisa memiliki jarak yang lebih cepat dari biasanya. Karena baru-baru ini ada jalur KRL yang headway-nya makin ditingkatkan, yaitu pada jalur Citayam – Nambo.

Sebagaimana diketahui bahwa jalur yang biasa dilintasi KRL rute Cirayam – Nambo ini masih menggunakan jalur tunggal (single track). KRL yang melintas pun cukup banyak dengan rata – rata penumpang yang cukup ramai. Jalur Citayam – Nambo melewati 2 stasiun yaitu Stasiun Pondok Rajeg dan Stasiun Cibinong.

Dijuluki ‘Stasiun Rock Bottom’, Nambo Ternyata Memiliki Asal Usulnya Begini

Nah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tengah mempercepat penataan dan optimalisasi transportasi publik di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi. Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi jalur KRL lintas Nambo – Citayam, yang dinilai strategis untuk menambah kapasitas dan frekuensi perjalanan penumpang.

Mayoritas penumpang yang ramai gunakan KRL lintas tersebut terlihat di Stasiun Cibinong. Stasiun ini terlihat pada jam keberangkatan pagi hari dan kedatangan pada sore hingga malam hari. Volume kepadatan di Stasiun Cibinong sudah terbukti karena berada paling strategis dekat pemukiman, pasar, maupun jalan raya yang menghubungkan Bogor – Jakarta.

Jalur Citayam – Nambo Akan Beroperasi Satu Stasiun Baru, Apa Itu?

Saat ini pemerintah bersama jajaran direksi KAI tengah melakukan percepatan waktu perjalanan KRL di jalur tersebut. Diketahui bahwa lintas Citayam – Nambo memiliki headway satu jam lebih hanya untuk menunggu KRL tiba. Namun nantinya headway perjalanan KRL bisa mencapai setiap 15 menit.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, bahwa saat ini lintasan Nambo masih menggunakan jalur tunggal (single track) dengan frekuensi perjalanan sekitar satu jam sekali. Kondisi ini membatasi kapasitas angkut penumpang dari arah Bogor menuju Jakarta. Tapi kedepannya frekuensi bisa ditingkatkan menjadi setiap 15 menit.

Peningkatan ini juga diiringi dengan penyesuaian infrastruktur di sejumlah stasiun. Bobby menyebut saat ini panjang peron di beberapa stasiun di Bogor masih terbatas dengan panjang rangkaian 8 – 10 Stamformasi (SF), sehingga belum mampu menampung rangkaian KRL 12 kereta.

Jika menginginkan menjadi rangkaian KRL 12 SF pastinya akan ada perpanjangan peron agar memudahkan masyarakat untuk naik dan turun kereta. Langkah kolaboratif antara Pemda Provinsi Jawa Barat dan PT KAI ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi transportasi publik menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan di wilayah metropolitan Jawa Barat.

Mengintip Jenis Commuter Line di Luar Jakarta

Jembatan Hongqi di Sichuan Runtuh Akibat Longsor, Infrastruktur Baru Cina Jadi Sorotan

Sebuah insiden kegagalan infrastruktur besar mengguncang Cina bagian barat daya setelah Jembatan Hongqi yang baru saja dibuka di Provinsi Sichuan ambruk sebagian pada hari Selasa sore (kemarin). Runtuhnya jembatan sepanjang 758 meter ini dipicu oleh longsor yang disebabkan oleh kondisi geologis yang tidak stabil di wilayah pegunungan yang curam.

Jembatan Hongqi merupakan bagian penting dari Jalan Raya Nasional 317, yang menghubungkan Cina bagian tengah dengan Tibet. Proyek ini rampung dan dibuka untuk lalu lintas umum pada awal tahun 2025 (dengan konstruksi bentangan utama selesai pada Januari 2025). Jembatan ini dirancang untuk mempermudah akses dan memangkas waktu perjalanan di daerah yang sulit tersebut.

Menurut laporan dari pemerintah Kota Maerkang, runtuhnya jembatan disebabkan oleh ketidakstabilan lereng gunung yang berada di dekatnya. Kondisi geologis memburuk, menyebabkan retakan besar pada lereng bukit dan jalan pendekatan di sisi kanan jembatan.

Cina Resmikan Stasiun Chongqing Timur – Stasiun Kereta Terbesar di Dunia, Luasnya Setara 170 Lapangan Sepak Bola

Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Pihak berwenang setempat telah mendeteksi retakan dan pergeseran tanah pada hari Senin sore (sehari sebelum kejadian). Berkat pemantauan cepat ini, Jembatan Hongqi segera ditutup total untuk semua lalu lintas dan pejalan kaki.

Rekaman video dramatis yang beredar luas di media sosial menunjukkan detik-detik ketika longsor besar menghantam dasar jembatan dan jalan pendekatan. Dalam hitungan detik, sebagian besar struktur beton, tiang penyangga, dan jalan pendekatan ambruk ke sungai di bawahnya, meninggalkan kepulan debu yang masif.

Jembatan ini berlokasi di dekat Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Shuangjiangkou, di Kota Maerkang, sebuah area yang dikenal dengan medan pegunungan yang sulit dan kondisi geologis yang rentan terhadap pergerakan tanah.

Meskipun pejabat daerah menyatakan bahwa runtuhnya jembatan ini dipicu oleh faktor lingkungan (longsor), bukan cacat struktural pada jembatan itu sendiri, insiden ini telah memicu kembali kekhawatiran publik mengenai kualitas dan durabilitas proyek-proyek infrastruktur besar Cina, terutama yang dibangun di provinsi barat yang memiliki aktivitas geologis tinggi.

Runtuhnya Jembatan Hongqi terjadi hanya beberapa bulan setelah selesai dibangun, menambah daftar insiden infrastruktur baru-baru ini di Cina. Saat ini, tim investigasi dan insinyur telah dikirim ke lokasi untuk menstabilkan lereng yang tersisa dan melakukan pemeriksaan teknis mendalam guna memastikan apakah ada faktor desain atau konstruksi yang turut berkontribusi terhadap bencana alam ini.

Hanya 2 Menit! Jembatan Tertinggi di Dunia Resmi Dibuka di Cina, Pangkas Waktu Tempuh 2 Jam

Memecah Jarak: Kereta Cepat Sydney-Newcastle Akhirnya Diberi Lampu Hijau

Proyek kereta cepat yang telah lama dinantikan di Australia, yang menghubungkan dua kota terbesar di New South Wales, Sydney dan Newcastle, kini semakin mendekati kenyataan. Setelah evaluasi positif dari Infrastructure Australia, koridor ini, yang akan menjadi tahap pertama dari jaringan Kereta Cepat Nasional (HSR) di Pantai Timur, siap untuk mengubah dinamika kehidupan, pekerjaan, dan perjalanan regional di Australia.

Pemerintah Australia memprioritaskan jalur Sydney-Newcastle (sekitar 194 km) karena adanya masalah dan peluang kritis di koridor tersebut. Koridor ini diperkirakan akan menampung tambahan 9,2 juta orang pada tahun 2061.

Dengan biaya perumahan yang sangat tinggi di Sydney, kereta cepat diharapkan dapat membuka kawasan regional seperti Central Coast dan Newcastle sebagai lokasi perumahan yang layak, mengurangi tekanan perumahan di kota metropolitan.

Perjalanan kereta saat ini memakan waktu lebih dari 2,5 jam. Kereta cepat yang mampu melaju hingga 320 km/jam (dan 200 km/jam di terowongan perkotaan) akan memangkas waktu tempuh menjadi hanya 1 jam antara Newcastle dan Sydney Central. Tujuan utamanya adalah menciptakan hubungan yang efisien antara pusat-pusat regional dengan ibu kota, mengubah dinamika komuter dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah regional.

Australia, Jadi Satu-satunya Benua Tanpa Kereta Cepat!

Layanan kereta cepat ini diperkirakan akan memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang masif, seperti penciptaan perumahan (Land Unlock). Sekitar 58% dari manfaat yang diproyeksikan berasal dari potensi dibukanya lahan (unlocking land) di wilayah regional, yang dapat menciptakan hingga 150.000 rumah baru. Juga memungkinkan penduduk di Newcastle dan Central Coast untuk mengakses peluang kerja, pendidikan, dan layanan kesehatan di Sydney, tanpa harus pindah dari komunitas regional mereka.

Dengan kecepatan yang lebih kompetitif daripada mengemudi atau bahkan penerbangan pendek, kereta cepat diharapkan dapat mengurangi kemacetan jalan raya dan memindahkan penumpang dari moda transportasi yang kurang ramah lingkungan.

Meskipun potensi manfaatnya besar, proyek sebesar ini bukannya tanpa risiko dan tantangan, terutama dalam kaitannya dengan masyarakat regional, seperti risiko kenaikan harga properti. Kereta cepat akan menjadikan kawasan Central Coast dan Lake Macquarie sebagai kawasan komuter yang sangat menarik ke Sydney. Hal ini berpotensi menyebabkan kenaikan harga properti yang cepat di kota-kota kecil tersebut.

Jika Berkuasa, Partai Buruh Akan Buka Rute Kereta Berkecepatan Tinggi di Australia

Kenaikan harga ini dapat mengorbankan penduduk lokal yang sudah lama tinggal, di mana mereka mungkin tidak mampu lagi membeli atau menyewa di komunitas mereka sendiri karena masuknya komuter berkantong tebal dari Sydney.

Ada risiko bahwa kota-kota regional, seperti Central Coast, hanya akan berfungsi sebagai “kota tidur,” di mana penduduknya hanya pulang untuk tidur dan menghabiskan sebagian besar penghasilan dan waktu mereka di Sydney.

Kereta cepat hanya akan berhasil jika diikuti oleh investasi besar pada infrastruktur lokal (sekolah, layanan kesehatan, jalan lokal) untuk mendukung lonjakan populasi. Tanpa investasi ini, pertumbuhan regional dapat menyebabkan ketegangan sosial dan sistemik.

Jalur sepanjang 194 km ini memerlukan pembangunan yang kompleks, termasuk sekitar 115 km terowongan untuk melintasi pegunungan dan memasuki Sydney. Biaya konstruksi di area perkotaan padat akan sangat tinggi. Proyek HSR biasanya membutuhkan dukungan finansial dan politik yang masif dan berkelanjutan dari pemerintah federal. Keraguan atau perubahan pemerintahan di masa depan dapat menunda atau bahkan membatalkan proyek.

Saat ini, proyek Sydney-Newcastle berada dalam Fase Pengembangan, di mana Otoritas Kereta Cepat Tinggi akan menyelesaikan hingga 40% desain, mengamankan jalur koridor, dan memfinalisasi perkiraan biaya sebelum diserahkan untuk persetujuan konstruksi akhir oleh Pemerintah Federal.

Meski Diidamkan, Hadirnya Kereta Cepat di Australia Belum Dipandang Ideal

Hore! Stasiun Jakarta Kota Bakal Punya Monumen KRL, Ini Kata Dirut KCI

Stasiun Jakarta Kota kembali diramaikan dengan acara spesial yang kembali membuat para pecinta kereta api ini hadir. Serangkaian acara termasuk pelepasan/purnatugas rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang telah dipilih, yakni seri 8500, 203 dan 7000.

Direktur Utama PT KAI Commuter, Asdo Artriviyanto mengatakan pada hari tersebut, ketiga seri KRL tersebut resmi pensiun melayani penumpang KRL Jabodetabek pada Selasa (11/11).

Pecinta kereta api melambaikan tangan dan berteriak “arigatou” saat purnatugas di wilayah Jabodetabek.

Dalam acaranya sendiri, KRL Seri 8500 menjadi KRL tertua di Jabodetabek saat ini, di mana sejak beroperasi di Jepang hingga di Indonesia, usianya sudah mencapai setengah abad atau 50 tahun. Namun di Indonesia, usianya sudah hampir 20 tahun.

Penjelasan sejarah secara singkat mengatakan, KRL Seri 8500 sendiri diproduksi oleh Tokyu Car Corporation pada 1975, di mana saat ini namanya sudah berubah menjadi Japan Transport Engineering Company (J-Trec). Di Jepang, KRL ini dioperasikan oleh Tokyu Corporation.

Acara pelepasan diwarnai sorak-sorai dan tepuk tangan panjang saat ketiga KRL terakhir kali masuk peron Stasiun Jakarta Kota. Sejumlah penumpang bahkan membawa poster bertuliskan “Terima Kasih KRL Jepang” dan bunga sebagai bentuk penghormatan.

PT KAI Commuter memastikan pensiunnya tiga rangkaian lawas ini tidak akan mengganggu jadwal perjalanan. Sebagai gantinya, perusahaan telah menyiapkan armada baru seri KRL INKA 2024 buatan dalam negeri yang mulai dioperasikan secara bertahap di lintas utama Jabodetabek.

Disela-sela wawancara daat konferensi pers, Asdo menambahkan bahwa berencana akan membuat hal yang menggembirakan bahkan ini menjadi pertama dalam sejarah Stasiun Jakarta Kota. Hal tersebut dikatakan bahwa rangkaian KRL yang sudah pensiun terutama bagian kabin, akan dijadikan monumen dan diletakkan bagian utara luar stasiun.

Hal ini menjadi kabar menggembirakan bahwa akhirnya Stasiun Jakarta Kota akan memiliki monumen KRL tersendiri untuk mengenang masa kejayaan saat bertugas di Jabodetabek. Selain itu KRL yang akan dipurnatugaskan akan dikonservasi di Stasiun Pasirbungur, Subang, Jawa Barat.

Pensiunnya tiga KRL eks Jepang di Stasiun Jakarta Kota menandai berakhirnya satu bab penting dalam sejarah transportasi perkotaan Indonesia. Meski era baru dengan armada modern telah dimulai, kenangan dan jasa kereta-kereta lawas itu akan selalu hidup di hati para penumpang yang pernah merasakan perjalanan bersamanya.

“Bon Bon,” Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Pertama di Indonesia