AirNav Indonesia Adopsi Alibaba Cloud untuk Cloud Disaster Recovery Center (DRC)

Alibaba Cloud, penyedia teknologi digital dan kecerdasan dari Alibaba Group, mengumumkan kemitraan dengan AirNav Indonesia, penyedia layanan navigasi udara nasional. Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan digital AirNav Indonesia dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital perusahaan tersebut.

Sebagai langkah awal, AirNav Indonesia memanfaatkan layanan cloud unggulan dari Alibaba Cloud, seperti Disaster Recovery Center (DRC) dan layanan keamanan untuk memperkuat infrastruktur digital mereka.

Dengan mengimplementasikan Cloud Disaster Recovery Center (DRC), AirNav Indonesia kini dapat meminimalkan risiko gangguan operasional tanpa perlu membangun pusat data sekunder secara fisik. Model “pay-as-you-go” dari Alibaba Cloud juga menghadirkan efisiensi biaya dan kapasitas yang skalabel, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional organisasi. Sementara itu, Alibaba Cloud Security Service secara proaktif melindungi aplikasi web AirNav Indonesia dari berbagai serangan siber dan memastikan stabilitas sistem tetap terjaga.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari peta jalan transformasi digital jangka panjang AirNav Indonesia, di mana perusahaan tengah mengembangkan sejumlah proyek inovatif berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT), seperti Smart Aerial Runway Inspection, Automatic NOTAM Generation, dan Smart Process Engineering.

Zainal Arifin Harahap, Director of Engineering at AirNav Indonesia, menyatakan “Bermitra dengan Alibaba Cloud merupakan langkah strategis untuk mempercepat transformasi digital di AirNav Indonesia. Dengan solusi cloud yang aman dan canggih dari pemimpin teknologi yang terpercaya, kami dapat mengoptimalkan operasional dan meningkatkan ketahanan sistem dalam mendukung layanan navigasi udara demi memberikan nilai terbaik bagi pelanggan kami.”

Sean Yuan, General Manager Alibaba Cloud Indonesia, menambahkan “Solusi cloud Alibaba Cloud yang tangguh, andal, dan aman dirancang untuk memastikan kelangsungan layanan publik yang vital dengan tingkat keamanan, efisiensi, dan skalabilitas yang tinggi. Kami bangga dapat mendukung perjalanan transformasi digital AirNav Indonesia sejak awal, sekaligus memperkuat ketahanan layanan navigasi udara di seluruh Indonesia.”

Kemitraan ini juga menegaskan komitmen Alibaba Cloud dalam mendukung digitalisasi infrastruktur publik Indonesia, serta memperkuat peran teknologi cloud dalam menghadirkan layanan publik yang lebih aman, efisien, dan adaptif melalui kehadiran tiga pusat data lokal di Indonesia.

Cuma Bayar Segini, Tarif Promo Kereta Api Masih Bisa Dinikmati Hingga Akhir Agustus

Menikmati panorama perjalanan dengan kereta api tentu merasakan kesenangan tersendiri. Apalagi masyarakat masih bisa menikmati kereta api dengan membeli tiket kereta api dengan tarif promo. Ya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) ternyata masih memberlakukan tarif promo hingga akhir Agustus 2025.

KAI resmi memperpanjang masa diskon tiket kereta api dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI melalui program Promo Merdeka, di mana calon penumpang hanya cukup membayar 80% dari harga tiket.

Selain lebih hemat, perjalanan menggunakan kereta api tidak hanya mengusung kenyamanan tentunya juga momen menikmati keindahan alam. Tarif promo ini berlaku untuk berbagai perjalanan kereta api komersial di Pulau Jawa dan Sumatra, termasuk KA dari dan menuju wilayah destinasi tujuan.

Masyarakat masih bisa memilih tanggal dan kelas kereta api dengan memesan melalui aplikasi Access by KAI melalui ponsel, website booking.kai.id, dan seluruh kanal resmi penjualan tiket KAI tentunya dengan potongan diskon 20% pada kereta api yang berlaku. Namun, tarif promo tidak berlaku pada perjalanan kereta api dengan harga tiket subsidi.

Ilustrasi Loket Box di stasiun kereta. (Foto: Dok. Istimewa)

Berikut syarat & ketentuan perpanjangan Promo Merdeka selengkapnya:

1. Pembelian tiket promo dapat dilakukan di seluruh kanal penjualan KAI mulai tanggal 21 hingga 31 Agustus 2025.

2. Berlaku untuk keberangkatan khusus pada periode 21-31 Agustus 2025.

3. Promo berlaku untuk KA komersial di Pulau Jawa dan Sumatera.

4. Daftar dan jadwal keberangkatan kereta api dapat dicek melalui aplikasi Access by KAI.

5. Diskon tidak berlaku pada tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan diskon atau reduksi lainnya.

6. Tiket dengan tarif promo dapat dibatalkan atau diubah jadwal sesuai aturan yang berlaku.

Jika promo masih ada, maka di harga tiket akan tertera keterangan “Promo”. Meskipun peringatan HUT ke-80 RI telah berlalu, KAI ingin memastikan euforia tersebut terus berlangsung melalui perpanjangan promo ini.

Masyarakat pastinya dapat memanfaatkan adanya perpanjangan periode program ini untuk bepergian dalam bulan Agustus ini. Tiket Promo Merdeka ini juga terbatas, jadi jangan tunggu lama-lama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan, program promo maupun informasi perjalanan KA, masyarakat dapat mengontak contact center KAI121 atau semua kanal sosial media KAI121.

Mengacu Desain Shinkansen N700S, Taiwan Rilis Gambar Kereta Cepat Terbaru N700ST, Beroperasi di 2028

Bila kereta cepat di Indonesia mengacu pada teknologi Cina, maka lain halnya dengan Taiwan, di negara yang dianggap separatis oleh Beijing ini, teknologi kereta cepatnya mengacu pada Jepang. Dan belum lama ini, Taiwan High Speed Rail (THSR) telah meluncurkan gambar kereta N700ST terbarunya, dengan desain eksterior yang mirip dengan generasi kereta cepat pertama, 700T

Dua belas rangkaian kereta diperoleh pada Mei 2023 dari Hitachi Toshiba Supreme Consortium dengan nilai sekitar NT$28,5 miliar (US$940 juta). THSR menyatakan bahwa kereta baru ini akan memenuhi permintaan penumpang saat liburan dan mengurangi beban pemeliharaan dan penjadwalan.

Rangkaian kereta cepat pertama N700ST, kini sedang dibangun dan diperkirakan akan tiba di Taiwan Agustus mendatang untuk pengujian, dengan layanan dimulai pada paruh kedua tahun 2027. Semua kereta N700ST dijadwalkan beroperasi pada tahun 2028, meningkatkan kapasitas perjalanan puncak sebesar 25%.

N700ST mempertahankan skema warna oranye dan hitam dari 700T dengan sedikit penyesuaian pada bodi. Bagian depan kereta telah didesain ulang untuk mengoptimalkan proporsi dan kelengkungan demi stabilitas pada kecepatan hingga 300 kilometer per jam.
Kereta baru ini disebut serupa dengan JR Tokaido Shinkansen.

Generasi baru ini didasarkan pada Shinkansen N700S Jepang, dengan persiapan yang sedang berlangsung untuk fasilitas perawatan kedua di Zuoying dan pintu peron baru di Stasiun Utama Taipei. Peningkatan perangkat keras dan perangkat lunak tambahan juga akan diperkenalkan untuk mengakomodasi kereta.

Setiap kereta akan dilengkapi layar informasi LCD berwarna, indikator lampu kedatangan, rak bagasi dua tingkat, dan kursi lipat dengan port pengisian daya.

Pengurangan kebisingan dan getaran akan meningkatkan kenyamanan perjalanan, sementara ruang menyusui baru akan dilengkapi wastafel, gantungan mantel, dan kursi bayi. Area kursi roda akan ditambah dari empat menjadi enam, masing-masing dilengkapi dengan perangkat pengaman.

Insiden KA Jenggala Alami Rem Blong, Ini Penjelasan dari KAI

Terkait rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) yang mengalami insiden pada hari Selasa, 19 Agustus lalu menghebohkan jagat maya di media sosial. Rangkaian Kereta Api (KA) Komuter Jenggala dengan nomor KA 471A relasi Surabaya Pasar Turi – Sidoarjo tersebut mengalami gagal berhenti.

Peristiwa yang membuat panik seisi rangkaian kereta tersebut terlihat di akun media sosial Tiktok dengan nama @bobyapriann yang mengunggah beberapa video detik-detik kepanikan penumpang saat kereta masih berjalan.

Terlihat dibeberapa bagian video, KA Jenggala melaju dengan kecepatan cukup tinggi yang mengakibatkan salah seorang penumpang jatuh saat berjalan didalam kereta. Tak lama kemudian para penumpang mulai panik dan tak sedikit pula yang melindungi diri ke lantai kereta dengan cara menunduk.

Dengan kondisi didalam rangkaian yang tiba-tiba gelap gulita, tampak seorang berpakaian petugas kereta api segera menarik tuas rem darurat yang berada disamping pintu dan jendela.

Kondisi KA Jenggala setelah alami rem blong. (Foto: Dok. x.com/@keponakannnn)

Suasana semakin mencekam yang dialami penumpang KA Jenggala yang seharusnya berhenti di Stasiun Sidoarjo justru terus melaju hingga berhenti darurat di luar stasiun. Berdasarkan laporan dari Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Sidoarjo, KA 471A tidak dapat berhenti sesuai jadwal di Stasiun Sidoarjo.

Sesaat setelah menerima informasi melalui panggilan darurat, petugas segera melakukan koordinasi cepat dengan masinis, pengatur perjalanan di beberapa stasiun sekitar Tanggulangin, Porong untuk memastikan langkah pengamanan perjalanan kereta.

Akhirnya pada pukul 19.18 WIB, masinis melaporkan bahwa KA 471A telah berhenti dengan aman di kilometer 28+1 petak jalan Sidoarjo – Tanggulangin. Semua penumpang dikabarkan selamat.

Setelah kereta dalam keadaan berhenti total, petugas KAI pun membantu penumpang untuk keluar dari kereta. Warga di sekitar lokasi kereta itu berhenti menjadi saksi bagaimana ratusan orang penumpang itu kebingungan mencari arah ke tujuan mereka.

Penumpang yang telah dievakuasi semua dalam keadaan selamat, meskipun kepanikan masih terjadi. Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengungkapka permintaan maaf atas kejadian tersebut. Namun, dia belum mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Hingga saat ini, Pihak PT KAI tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui secara pasti penyebab insiden tersebut, termasuk dugaan rem blong. Hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Kenapa Kereta Tidak Bisa Menembus Rel Yang Tergenang Banjir? Ini Dia Jawabannya!

Si Kecil Sederhana Inilah Pelabuhan Laut Manipa

Di tengah luasnya bentangan laut Banda, berdiri sebuah pelabuhan kecil yang sederhana namun vital. Pelabuhan ini bernama Pelabuhan Manipa di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Meski tak sebesar pelabuhan di kota-kota besar, dermaga ini menjadi nadi kehidupan warga Pulau Manipa, tempat kapal perintis dan perahu nelayan bersandar setiap hari. Sejak masa kolonial, Pulau Manipa dikenal sebagai titik singgah kapal kayu dan perahu layar.

Memiliki dermaga sederhana dari kayu pernah menjadi pusat bongkar muat kopra, cengkeh, hingga ikan kering yang dikirim ke Ambon. Pada masa jayanya di tahun 1970–1990-an, suasana pelabuhan ramai dengan buruh yang mengangkut karung hasil bumi di pundak, sementara anak-anak kecil berlarian di sekitar dermaga.

Bayangkan sebuah dermaga kayu dengan cat yang mulai pudar menjorok ke laut jernih berwarna biru. Di sisi kiri dan kanan, berjejer perahu nelayan berwarna-warni, sebagian sedang menurunkan hasil tangkapan laut.

Di ujung dermaga, tampak kapal perintis berukuran sedang sedang bersandar, dengan penumpang membawa barang-barang dalam karung dan kardus. Di sekitar area pelabuhan, tampak pedagang kecil menjajakan gorengan dan minuman untuk para penumpang yang menunggu kapal.

Suasana sederhana itu justru menghadirkan kehangatan khas kampung pesisir. Hari ini, Pelabuhan Manipa tetap menjadi jalur utama penghubung Ambon–Seram–Manipa.

Kapal motor penumpang rutin datang, membawa bahan kebutuhan pokok sekaligus mengangkut hasil bumi warga. Meskipun fasilitas masih terbatas, keberadaan pelabuhan ini memberi kepastian akses bagi masyarakat pulau yang jauh dari pusat kota.

Selain peran ekonominya, pelabuhan ini juga memiliki pesona visual. Pemandangan laut biru dengan latar perahu nelayan dan aktivitas bongkar muat menjadi daya tarik tersendiri.

Banyak wisatawan lokal yang singgah untuk sekadar menikmati panorama sore di dermaga, menatap matahari terbenam di ufuk barat Laut Banda. Pelabuhan Manipa mungkin kecil dan sederhana, namun ia adalah simbol ketahanan masyarakat pesisir Maluku.

Dermaga ini menjadi saksi perjalanan panjang perdagangan rakyat, sekaligus jendela bagi pulau kecil untuk tetap terhubung dengan dunia luar.

Pelabuhan ‘Penawar Rindu’, Cermin Perasaan Perantau di Kala Pulang Kampung

Hard Landing Vs Soft Landing, Mana Lebih Baik?

Bagi Anda yang kerap bepergian menggunakan pesawat, di beberapa momen, mungkin pernah mengalami pendaratan agak kasar atau hard landing. Sebagai orang awam, pendaratan tersebut tentu buruk dan tidak lebih baik dibanding pendaratan halus atau soft landing. Namun, bila ditelusuri lebih lanjut, penilian tersebut tidak sepenuhnya benar.

Baca juga: Otoritas Rusia Terpaksa ‘Mutilasi’ A321 Ural Airlines yang Lakukan Hard Landing di Ladang Jagung

Dihimpun KabarPenumpang.com dari aviation.stackexchange.com, dalam kondisi normal, soft landing memang menjadi idaman bagi setiap pilot, bukan hanya penumpang. Bahkan, sudah menjadi sebuah keharusan dan keniscayaan untuk melakukan pendaratan halus dalam kondisi tersebut.

Sebaliknya, dalam kondisi tidak normal, seperti hujan deras, angin kencang, dingin, bersalju, atau sejenisnya, soft landing belum tentu menjadi sebuah keharusan, meskipun pilot tetap bertanggungjawab untuk mengejar pendaratan mulus.

Seumpama, dalam kondisi angin kencang, secara prinsip, pilot masih bisa melakukan soft landing. Semua persiapan pun sudah dilakukan dengan baik, seperti landing approach altitude dan landing approach angle yang sesuai, manuver pesawat yang masih masuk kategori stabilize approach, dan turun mengikuti glideslop yang kesemua itu, secara teknis sebetulnya sudah menuntun pada hasil akhir berupa pendaratan mulus.

Kemudian, ketika pesawat sudah hampir memasuki zona touchdown atau titik pendaratan pesawat dan sudah berada di ketinggian sekitar 50 kaki atau sekitar 15 meter, tiba-tiba angin kencang membuat landing approach angle meleset. Kacaunya lagi, tekanan angin di sekitar runway juga cukup tinggi, bisa karena cuaca terlalu terik dan menyebabkan udara banyak terkumpul di runway akibat pemuaian, sehingga membuat pesawat mengambang selama beberapa saat. Padahal, pesawat sudah harus melakukan landing di zona touchdown, bila tidak, pesawat terancam overrun atau keluar runway.

Dengan kegetingan tersebut, biasanya pilot tak memiliki jalan lain kecuali melakukan hard landing, dimulai dengan perubahan rate of descent atau perubahan ketinggian yang cukup signifikan, semata agar pesawat mendarat di zona touchdown atau sekalipun meleset, jaraknya tak terlampau jauh.

Dalam kondisi lain, seperti permukaan runway basah atau tergenang air akibat hujan lebat, bersalju, serta dipenuhi pasir (biasanya di wilayah padang pasir), hard landing bahkan menjadi salah satu teknik pendaratan yang dianjurkan. Hal itu guna menghindari hilangnya gesekan antara ban dengan permukaan runway. Sebab, bila gesekan antara keduanya hilang, maka pesawat akan mengalami hydroplanning atau selip ban dan menyebabkan proses pengereman menjadi sangat tidak maksimal. Singkatnya, dalam kondisi tersebut, hard landing berarti positive landing.

Namun, hard landing tidak serta merta dilakukan begitu saja. Perlu didukung beberapa faktor, seperti ban tidak boleh dalam keadaan terlalu keras atau overload dan sebaliknya, tidak boleh pula terlalu kempes atau under-inflated. Selain itu, tentu saja pilot harus berpengalaman untuk melakukan teknik pendaratan tersebut dalam berbagai kondisi. Bila tidak, suatu hal buruk mungkin akan terjadi.

Baca juga: Pasca Hard Landing, Muncul ‘Kerutan’ di Bodi Boeing 757-200 Delta Airlines

Pasalnya, secara teknis, hard landing mempunyai batasan tertentu. Biasanya mencapai 2.0G (bergantung pada jenis pesawat). Pada 21 Februari 2007, misalnya, sebuah pesawat Boeing 737-300 dengan nomor penerbangan PK-KKV milik maskapai Adam Air, melakukan hard landing dengan benturan mencapai 4.0G. Akibatnya, beberapa kerusakan pada struktur pesawat pun tak terhindarkan. Begitu juga dengan Airbus A320 yang mengalami hard landing di Berlin pada Agustus 2012 silam. Kala itu, Flight Data Recorder (FDR) mencatat berturan sebesar 4.1G dan mengakibatkan kerusakan pada struktur pesawat.

Jadi, baik soft landing ataupun hard landing, bila ditanya manakah yang lebih baik, tentu saja semua bergantung pada situasi dan kondisi. Tidak ada yang benar ataupun salah, yang ada hanyalah teknik yang tepat pada kondisi yang tepat. Bisa saja hard landing dibutuhkan pada cuaca yang sangat terik namun permukaan runway dipenuhi dengan partikel pasir, debu, atau sisa karet ban pesawat yang terkelupas, tertinggal di runway selama bertahun-tahun dan mengendap di sana hingga memungkinkan pesawat mengalami selip ban.

Inovasi Baru, Ternyata Ini Alasan KAI Membuat Kereta Petani dan Pedagang

Uji coba rangkaian baru hasil modifikasi Balai Yasa Surabaya Gubeng ini menarik perhatian jagat maya. Berawal dari informasi mengenai uji coba rangkaian kelas ekonomi dengan livery hijau sebanyak 4 unit kereta keluar dari balai yasa dan diuji coba dari Surabaya menuju Lamongan pulang pergi.

Rangkaian dalam uji coba dinamis yang terdiri dari 4 unit kereta tersebut merupakan hasil modifikasi dari rangkaian kereta kelas bisnis dan ekonomi, yaitu bernomor seri K2 0 78 15, K2 0 78 29, K2 0 80 18 dan K3 0 65 53. Rata-rata rangkaian kereta hasil modifikasi tersebut dari pembuatan tahun 1960-an keatas.

Selain livery berwarna hijau, kereta ini memiliki gambar padi warna putih dibagian ujung tiap kereta. Inilah yang diartikan sebagai kereta khusus petani dan pedagang. Dari inovasi tersebut, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyiapkan layanan kereta api khusus untuk petani dan pedagang guna memperkuat akses distribusi hasil bumi, memperlancar mobilitas perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Pengembangan Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) khusus petani-pedagang itu dirancang untuk membantu mobilitas para petani dan pedagang, sekaligus memudahkan pengangkutan hasil panen maupun barang dagangan secara lebih leluasa, aman dan efisien.

Ternyata gagasan kereta itu dibuat berawal dari pembahasan teknis sejak Mei 2024 yang kemudian diwujudkan melalui proses modifikasi sarana. Konsep desainnya mengedepankan kemudahan akses dan ruang angkut yang lebih luas.

Interior kereta petani dan pedagang dengan kursi yang diposisikan menyamping. (Foto: Dok. KAI)

Konsep desainnya mengedepankan kemudahan akses dan ruang angkut yang lebih luas. Tempat duduk dipasang sejajar di sisi kiri dan kanan kereta, sehingga ruang tengah lapang untuk menempatkan hasil pertanian atau barang dagangan.

Selain itu detail teknis lain juga dimodifikasi sesuai kebutuhan. Lebar pintu bordes diperbesar menjadi 900 milimeter, sekat partisi dihilangkan, dan kursi menjadi 73 dari 106 tempat duduk.

Pengujian tahap pertama ini dilakukan oleh jajaran KAI. Untuk tahap pengujian selanjutnya akan melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub hingga mendapatkan sertifikasi agar aspek keselamatan terpenuhi secara menyeluruh, sebelum kereta api tersebut bisa melayani masyarakat.

Program ini juga mendukung target RJPP KAI dalam menghadirkan transportasi ramah lingkungan, berdaya saing global, dan berorientasi pelanggan. Rencana peluncuran kereta ini sekaligus bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 KAI pada 28 September 2025.

 

Meski Sudah Banyak Dihapus, “Kereta Khusus Perokok” Masih Ada Secara Terbatas, Ini Ciri Khasnya!

Belum lama netizen dibuat heboh atas pernyataan dari anggota Komisi VI DPR RI (Partai PKB), Nasim Khan yang mengusulkan bahwa pada kereta jarak jauh, terdapat satu kereta makan (restorasi), paling tidak disediakan satu kereta untuk smoking area. Ia menyebut kereta khusus area merokok itu dahulu sempat ada, namun kini sudah dihilangkan.

Sejauh pengamatan Nasim, saat ini sudah hampir tidak ada kereta yang dilengkapi dengan area merokok. Bukan saja di dalam negeri, di manca negara juga telah diberlakukan hal yang sama. Namun, perihal kereta perokok menjadi isu yang menarik untuk dikupas lebih lanjut.

Secara umum, tidak ada lagi gerbong atau bagian kereta yang dirancang khusus untuk perokok, baik di Indonesia maupun di banyak negara lain di dunia.

Usul Sediakan Kereta Khusus Merokok, Ini Alasan Anggota DPR kepada KAI

Di Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara ketat melarang merokok di seluruh rangkaian kereta api, termasuk di dalam gerbong, toilet, dan di bordes (sambungan antar-gerbong). Larangan ini sudah berlaku sejak tahun 2012 dan didasarkan pada Undang-Undang Kesehatan. Penumpang yang kedapatan merokok, termasuk menggunakan rokok elektrik atau vape, akan langsung diturunkan di stasiun terdekat.

Di negara lain, sebagian besar operator kereta api di Eropa, Amerika Utara (seperti Amtrak di AS), dan Cina juga telah memberlakukan larangan merokok total di dalam kereta dan sering kali juga di stasiun.

Pada masa lalu, kereta api memang menyediakan area khusus untuk perokok. Gerbong ini dikenal sebagai “smoking car” atau “kereta khusus perokok.”

Gegara Puntung Rokok di Toilet, Satu Gerbong Kereta di India Terbakar

Gerbong ini biasanya diletakkan di bagian paling ujung rangkaian kereta untuk meminimalkan penyebaran asap ke gerbong lain. Lantainya sering kali tidak berkarpet, dan kursinya tidak berlapis kain untuk mencegah kerusakan akibat abu rokok. Awalnya, gerbong ini dirancang sebagai tempat bagi penumpang pria untuk bersantai, dan dianggap sebagai bagian dari norma sosial pada abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Banyak kereta api, terutama yang beroperasi di Amerika Utara dan Eropa pada abad ke-20, memiliki gerbong khusus perokok. Seperti di AS, hingga tahun 1993, Amtrak mengizinkan merokok di gerbong tertentu. Gerbong Superliner dan Amfleet II, yang merupakan jenis gerbong yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh, memiliki area merokok khusus di tingkat bawahnya.

Serba-Serbi Amtrak, Kereta Jarak Jauh Yang Sering Mejeng di Film Hollywood

Sementara di luar AS, pada era 1920-an, kereta-kereta mewah seperti Black Diamond Express dan layanan Chicago & Alton Railways memiliki fasilitas khusus seperti “Smoking Room and Cafe Car” atau “Men’s Smoking Room Observation Car.” Pada pertengahan abad ke-20, gerbong kelas satu di kereta api Inggris seringkali memiliki kompartemen khusus dengan tanda “SMOKING”.

Seiring berjalannya waktu, kesadaran akan bahaya rokok dan kebutuhan akan ruang publik yang bebas asap meningkat, sehingga fasilitas ini mulai dihilangkan di berbagai negara.

“Open-air viewing carriages” – Gerbong Pantau ‘Tanpa Jendela’ yang Bisa Diakses Gratis Semua Penumpang KiwiRail

Meskipun sebagian besar kereta api modern memberlakukan larangan merokok total, ada beberapa pengecualian langka, biasanya pada kereta api mewah. Di antara kereta mewah yang dimaksud adalah:

The Royal Scotsman (Skotlandia) – Kereta mewah ini memiliki gerbong observasi dan bar dengan area dek terbuka di bagian belakang, yang berfungsi sebagai tempat yang sempurna bagi penumpang untuk menikmati rokok atau cerutu.

Eastern & Oriental Express – Kereta mewah ini melarang merokok di seluruh area ber-AC, tetapi mengizinkan para tamu untuk merokok di area dek terbuka dari gerbong observasi.

Trans-Siberian Railway (Rusia/Cina) – Meskipun tidak ada gerbong khusus, merokok seringkali ditoleransi di area sambungan antar gerbong. Namun, aturan resmi melarang merokok di dalam kabin dan hanya mengizinkan di area peron selama pemberhentian panjang.

Orient Express, ‘Berjuta Cerita’ dari kereta Mewah Legendaris Eropa

Crown Iris, Kapal Pesiar Milik Israel Ternyata Punya Banyak Nama Sebelumnya

Kapal pesiar Crown Iris menjadi salah satu kapal yang memiliki sejarah panjang di dunia pelayaran modern. Tidak hanya menjadi simbol kemewahan di laut, tetapi juga saksi perkembangan industri kapal pesiar internasional selama lebih dari empat dekade.

Kapal ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1989 dengan nama Royal Princess, dibangun oleh galangan kapal Wärtsilä Marine, Finlandia. Pada masa itu, ia menjadi kapal pesiar modern dengan desain khas yang lebih ramping dibandingkan kapal sebelumnya. Keberadaannya menandai era baru bagi Princess Cruises, perusahaan yang saat itu tengah naik daun di industri wisata maritim.

Seiring berjalannya waktu, kapal ini berpindah tangan dan berganti nama beberapa kali, tahun 1989–2005 kapal ini bernama Royal Princess dan dioperasikan Princess Cruises. Kemudian tahun 2005-2011 Namanya berubah menjadi Artemis dan bergabung dengan P&O Cruises di Inggris.

Tahun 2011, memiliki nama Artania sebelum dijual. Hingga akhirnya tahun 2018 bernama Crown dan resmi menjadi Crown Iris dan dikelola oleh perusahaan Israel yakni Mano Maritime. Perjalanan panjang dengan berbagai nama ini menunjukkan bagaimana sebuah kapal pesiar bisa tetap relevan meskipun usianya terus bertambah.

Sejak berganti nama menjadi Crown Iris, kapal ini lebih banyak beroperasi di kawasan Mediterania Timur, membawa ribuan wisatawan dari Israel, Yunani, Italia, hingga Siprus. Dengan kapasitas lebih dari 1.800 penumpang, kapal ini menghadirkan berbagai fasilitas seperti restoran mewah, teater hiburan, kolam renang, serta area olahraga.

Menariknya, meski dibangun lebih dari 35 tahun lalu, Crown Iris tetap beroperasi aktif hingga kini. Sejumlah pengamat maritim menyebut kapal ini sebagai “kapal transisi” yang memperlihatkan peralihan desain kapal pesiar dari era 1980-an menuju abad ke-21.

Bagi Israel, Crown Iris bukan sekadar kapal, melainkan simbol kebanggaan nasional. Ia menjadi kapal pesiar terbesar yang pernah dimiliki perusahaan pelayaran Israel, serta menjadi penghubung wisata bahari negara tersebut dengan dunia luar.

Untuk diketahui, baru-baru ini kapal pesiar Crown Iris dicegat oleh warga Yunani yang pro dengan Palestina. Bahkan ratusan aktivis di Volos Yunani memprotes kedatangan kapal pesiar ini pada 13 Agustus lalu.

Mahakarya Greenline Yacht jadi Sorotan, Lebih Hijau dan Eksklusif!

Usul Sediakan Kereta Khusus Merokok, Ini Alasan Anggota DPR kepada KAI

Ramai diperbincangkan. Setelah Bos PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Bobby Rasyidin memperkenalkan diri dihadapan DPR, ternyata ada usulan yang cukup diluar dugaan hingga netizen ikut ambil komentar.

Ya, video yang beredar di media sosial tentang seorang Anggota Komisi VI DPR RI bernama Nasim Khan mengusulkan bahwa Kereta jarak jauh ada satu kereta makan (restorasi), paling tidak disediakan satu kereta untuk smoking area.

Ia menyebut kereta khusus area merokok itu dahulu sempat ada, namun kini sudah dihilangkan. Sejauh pengamatan dia, saat ini sudah hampir tidak ada kereta yang dilengkapi dengan area merokok.

Alasan DPR ingin disediakan kereta khusus untuk merokok adalah memberikan manfaat dan keuntungan bagi KAI. Politikus PKB ini yakin, dari rangkaian kereta yang cukup panjang, PT KAI bisa menyisihkan satu kereta khusus untuk area kafe dan merokok itu.

Ilustrasi area merokok di Stasiun Gambir. (Foto: Dok. Komunitas Kretek)

Dari usulan tentang disediakannya kereta khusus merokok ini, Nasim mengklaim usulan tersebut merupakan usulan dari masyarakat utamanya masyarakat Jawa Timur. Ia menilai bahwa aspirasi tersebut merupakan nilai kemanusiaan juga yang bisa diterima.

Diketahui hingga saat ini aturan larangan merokok di atas kereta api diberlakukan KAI sejak 2012. Aturan ini turunan dari peraturan bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok tahun 2011 dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

KAI mencatat pada 2023, terdapat 115 penumpang yang diturunkan karena kedapatan merokok di atas kereta api. Adapun hingga Maret 2024, KAI telah menurunkan 25 penumpang yang melanggar aturan merokok di atas kereta api.

KAI juga telah menyediakan smoking area di stasiun yang terletak di titik-titik yang agak jauh dari posisi penumpang umum. Dengan demikian, bagi mereka yang merokok akan diberi ruang khusus, tetapi mayoritas ruangan stasiun bebas dari asap rokok.

Mengenai hal ini, KAI belum memberikan tanggapan soal penyediaan rangkaian kereta khusus merokok ini. Ketersediaan area merokok saat ini sudah cukup memberi kemudahan bagi penumpang yang ingin merokok untuk berada di lokasi khusus merokok di stasiun-stasiun yang telah tersedia area khusus merokok.

Selain itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin dalam rapat yang sama, mengungkapkan pada semester I 2025, volume angkutan penumpang naik 9% menjadi 236 juta penumpang dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.