Transport of London Inginkan Perusahaan Taksi Berbagi Data Untuk Keselamatan Penumpang

Ilustrasi penumpang perempuan di dalam Uber (PCMag)

Badan transportasi di London atau Transport of London (TfL) baru-baru ini meninginkan perusahaan taksi berbagi data untuk memberikan keselamatan penumpang. Sehingga layanan taksi baik konvnsional maupun online harus memastikan keselamatan penumpang dan keamanan data jika ingin terus beroperasi di London.

Baca juga: Lewat Aplikasi, Uber Wajibkan Pengemudi Untuk Istirahat Setelah 12 Jam Beroperasi

KabarPenumpang.com melansir dari laman sea.pcmag.com (17/2/2018), bahwa TfL juga mengajukan aturan baru yakni mengharuskan perusahaan taksi menunjuk seorang staf yang akan bertanggung jawab atas keselamatan pengemudi dan penumpang. Selain itu, staf ini juga nantinya akan membantu polisi dalam penyelidikan kejahatan apapun yang terjadi.

Perusahaan juga harus mempermudah pelanggan untuk mengajukan keluhan dan membiarkan penumpang memilih layanan ride sharing sesuai kendaraan yang akan mereka gunakan. Selain itu juga, TfL mendesak Uber untuk menghadirkan taksi khusus wanita di ibu kota Inggris itu sebagai rencana kebijakan baru mereka.

“Ada peningkatan jumlah layanan yang muncul di London yang mencakup ride sharing yang berpotensi untuk mempengaruhi bagaimana orang bergerak di sekitar kota. Tren ini telah menciptakan tantangan bagi otoritas transportasi di seluruh dunia, termasuk bagaimana menerapkan undang-undang perizinan yang ada, mengelola dampak lebih banyak kendaraan yang bergerak di sekitar kota dan memastikan layanan yang aman dan nyaman untuk semua orang,” kata TfL.

Diketahui, pada September lalu, TfL menolak untuk memperbaharui lisensi Uber dan mengatakan perusahaan aplikasi taksi tersebut tidak layak. Sebab kurangnya tanggung jawab perusahaan dalam keselamatan publik.

“Kami ingin London berada di garis depan inovasi dan teknologi baru serta menjadi rumah alami bagi perusahaan baru yang menarik untuk membantu London dalam menyediakan layanan yang lebih baik da terjangkau,” ujar Walikota London Sadiq Khan setelah adanya keputusan dari TfL.

Khan menambahkan, semua perusahaan di London harus berjalan sesuai peraturan dan mampu memenuhi standar tinggi yang pihaknya berikan. Hal ini yang terpenting adalah menyangkut keamanan dan memberikan layanan inovatif sehingga tidak harus mengorbankan pelanggan.

Baca juga: Data Penumpangnya ‘Disandera,’ Uber Didesak Untuk Segera Usut Tuntas

Dengan adanya keputusan ini membuat Uber mengumumkan bahwa mereka telah menyiapkan hotline telepon yang bisa dihubungi setiap hari bagi penumpang yang ingin mengajukan keluhan setelah melakukan perjalanan dengan mengendarai taksi.