First Airlines, “Maskapai” Jepang dengan Penerbangan Virtual Reality Pertama

First Airline Virtual Flight. Sumber: TheJapanTimes

Walaupun dunia penerbangan kini dengan mudah dapat dijangkau oleh banyak kalangan, tapi masih ada saja masyarakat yang belum berani untuk bepergian dengan si burung besi ini. Ada beberapa hal yang mendasari penilaian tersebut, semisal ketakutan mereka untuk mengudara, hingga dana yang terkesan mencekik bagi sebagian kalangan. Nah, khusus untuk mengatasi ketakutan yang sudah disinggung di atas, Anda bisa mencicipi sensasi mengudara tanpa harus benar-benar mengudara lho!

Baca Juga: Emirates Hadirkan Aplikasi Augmented Reality di Udara, Bisa Diakses dari Smartphone Android dan iOS

Ya, tidak bisa dipungkiri memang bepergian dengan menggunakan pesawat terbang merupakan cara tercepat untuk sampai di tujuan. Pada hakikatnya, pesawat tetaplah berada di ranah transportasi umum, maka tidaklah heran jika Anda menemukan sejumlah gangguan di dalamnya. Mulai dari penumpang yang ‘mengganggu’, hingga jeritan si buah hati yang rewel seolah sudah menjadi pemandangan yang biasa di dunia penerbangan. Kendati demikian, para penyedia jasa penerbangan tetap tidak kehilangan segmen pasarnya.

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (23/2/2018), First Airlines dari Jepang menawarkan pengalaman mengudara ‘buatan’ melalui virtual reality airline. Cara kerjanya adalah penumpang penerbangan virtual ini akan memasuki ruangan dengan desain menyerupai kabin pesawat yang dilengkapi dengan beberapa buah layar.

Ketika semua calon penumpang sudah menempati tempat duduknya masing-masing, mereka akan dipersilakan untuk mengenakan kacamata Virtual Reality (VR) dan headset khusus guna menunjang penerbangan buatan tersebut. Nantinya penumpang akan mendengarkan semua suara yang biasa kita dengar di dalam kabin, mulai dari suara mesin, percakapan antar penumpang, instruksi keselamatan yang disampaikan oleh kepala awak kabin, hingga informasi terkait navigasi oleh kapten penerbangan.

Tidak berhenti sampai di situ, para penumpang ini juga akan menerima suguhan makanan dari awak kabin yang bertugas. Cukup menarik bukan? Jika sudah sampai di tujuan, penumpang akan turun tanpa harus berurusan dengan petugas imigrasi dan bea cukai. Karena ingatlah, ini hanya penerbangan virtual. Manajer First Airlines, Hirokai Ab menuturkan bahwa tawaran perjalanan virtual ini ditujukan untuk menarik pelanggan.

Baca Juga: Inilah Para Pengguna Augmented Reality di Industri Dirgantara

“Bagi saya, melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat bukanlah hal yang mudah, apalagi terkait dengan masalah pendanaan dan waktu,” ungkap Hirokai. “Untuk mengatasinya,saya pikir menyajikan layanan penerbangan virtual merupakan jalan keluar yang cukup keren,” imbuhnya.

Nah, berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi First Airlines, total perjalanan virtual ini akan memakan waktu sekitar 111 menit. Menyinggung soal dana, First Airlines memiliki beberapa paket penerbangan virtual, dimana rentang harga yang ditawarkan mulai dari 4980 yen atau yang setara dengan Rp636.230 hingga 5980 yen atau yang setara dengan Rp763.988. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencoba layanan penerbangan virtual ini?