Lewat Aplikasi, Uber Wajibkan Pengemudi Untuk Istirahat Setelah 12 Jam Beroperasi

Aplikasi Uber

Sebagai seorang pengemudi taksi online yang mengumpulkan pundi-pundinya dengan membawa penumpang terkadang tidak memikirkan waktu untuk istirahat. Bahkan seringkali terlalu asyik mengemudi hingga lupa sudah berapa jam dirinya mengemudi selama seharian penuh tersebut tanpa istirahat yang cukup. Padahal istirahat yang cukup bagi pengemudi adalah salah satu kunci keselamatan di jalan raya.

Baca juga: Uber Berbagi Hadiah dengan Pengguna dan Mitra di Bulan Kasih Sayang

KabarPenumpang.com melansir dari laman arstechnica.com (13/2/2018), kini Uber mengharuskan pengemudinya beristirahat selama enam jam setelah menyetir 12 jam dalam sehari. Dalam sebuah update terbaru pada aplikasinya yang di umumkan Senin (12/2/2018) kemarin, pengemudi Uber sekarang akan dipaksa untuk beristirahat selama enam jam.

Dalam waktu enam jam tersebut pengemudi nantinya tidak akan bisa mendapatkan penumpang dan harus beristirahat. Sebuah postingan di salah satu blog, pihak Uber mengatakan, mereka akan membantu para pengemudi tetap aman di jalan sambil membuat pengemudi nyaman.

Dalam postingan tersebut juga menambahkan bahwa ada 60 persen pengemudi berada di jalan untuk waktu sepuluh jam atau kurang per minggunya. Sebaliknya, dalam peraturan federal menetapkan pengemudi bus hanya bisa mengemudi selama sepuluh jam berturut-turut dengan tugas yang mereka miliki selama delapan jam.

Namun, waktu istirahat yang diberikan Uber ini justru membuat pengemudi beralih ke aplikasi Lyft. Biasanya memang para pengemudi ini memiliki dua aplikasi sehingga jika Uber menetapkan hal demikian, mereka akan tetap melanjutkan berkendara dengan Lyft agar bisa menghasilkan pundi-pundi kembali.

Lyft sendiri telah menetapkan waktu istirahat selama enam jam untuk pengemudi yang bekerja 14 jam sehari. Bahkan di beberapa negara bagian juga memiliki peraturan yang terpisah tergantung pertimbangan pihak aplikasi. Seperti di Virginia memberlakukan waktu maksimal 13 mengemudi dalam periode 24 jam.

“Saya tidak punya data untuk dibagikan hari ini. Tapi bahkan satu kecelakaan terlalu banyak, seperti laporan baru-baru ini. Ini adalah masalah bagi semua orang yang berbagi jalan. Kami ingin mendorong orang untuk menggunakan Uber secara bertanggung jawab,” tulis Susan Hendrick, juru bicara Uber, dalam sebuah email.

Baca juga: Video ‘Debat’ dengan Pengemudi Uber Viral, Travis Kalanick Sampaikan Permintaan Maaf

Diketahui, dari laporan National Sleep Foundation, menemukan hampir tujuh juta orang yang disurvei tahun 2016 mengaku tertidur di belakang kemudi dalam periode dua minggu yang sama. Sedangkan National Highway Traffic Safety Administrator mengatakan, saat mengemudi dan mengantuk adalah penyebab sekitar enam ribu kecelakaan fatal di Amerika Serikat setiap tahunnya.