Ternyata, Suara Bising dan Getaran dari Kereta Berdampak Pada Kesehatan!

Sumber: istimewa

Tidak bisa dipungkiri, kereta api merupakan salah satu moda transportasi darat yang paling banyak menghasilkan getaran dan suara yang bising. Sebuah klakson kereta api saja bisa terdengar hingga radius beberapa ratus meter dari sumber suara. Belum lagi getaran yang ditimbulkan ketika si ular besi ini tengah melaju kencang-kencangnya. Dengan getaran dan suara yang dihasilkan oleh kereta api tersebut, apakah memiliki dampak pada kesehatan seseorang.

Baca Juga: Sering Sakit Saat Turun Pesawat? Mungkin Ini Penyebabnya!

KabarPenumpang.com mengutip dari sejumlah jurnal, kebisingan yang terjadi akibat adanya perambatan vibrasi golombang suara yang berasal dari bagian bawah atau mesin hingga bagian-bagian lain yang ada di dalam gerbong. Paling umum, vibrasi gelombang suara tersebut dihasilkan oleh gesekan antara roda dan rel kereta api, vibrasi dari engine (untuk gerbong yang menggunakan motor bogie), vibrasi bogie kereta api, aerodynamic bogie, aerodynamic gerbong kereta api, hingga alat pengkondisi udara.

Tergantung dari durasi dan volume yang dihasilkan oleh gesekan komponen tadi, ternyata kebisingan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan fungsi tubuh si penumpang, lho! Sebut saja tekanan darah penumpang akan naik karena meningkatnya sensitivitas tubuh pada sistem kardiovaskuler (sistem peredaran darah dalam tubuh) dalam bentuk peningkatan tekanan darah dan peningkatan denyut jantung.

Karena kebisingan yang terjadi sangat erat kaitannya dengan indera pendengaran, maka tidak heran jika seseorang yang ‘dipaksa’ mendengar kebisingan dari pengoperasian kereta api akan merasakan fungsi pendengarannya berkurang atau bahkan terganggu sementara. Pada awalnya, si penderita biasanya tidak akan sadar bahwa sistem pendengarannya sudah berkurang, namun lama kelamaan, bukan tidak mungkin terjadi keluhan kurang pendengaran yang sangat mengganggu dan dirasakan sangat merugikan oleh si penderita. Biasanya, yang jadi imbas dari kebisingan kereta seperti penjabaran di atas adalah warga-warga yang tinggal di tepian rel.

Sementara itu, untuk masalah getaran yang ditimbulkan oleh kereta api, biasanya akan berdampak pada masyarakat yang tinggal di tepian rel. Tidak jarang warga yang bermukim di pinggiran rel merasakan gangguan pada organ tertentu, seperti dada, kepala, rahang, hingga persendian. Beberapa penelitian menemukan bahwa efek jangka panjang dari getaran yang ditimbulkan oleh kereta api adalah si penderita terserang osteoartritis tulang belakang, atau adanya penyempitan pada sela antar ruas tulang belakang.

Baca Juga: Duduk Lama Dengan Kaki Bersilang, Waspada Bisa Mengundang Masalah Pada Kesehatan

Jika dikaitkan, maka tidak heran jika pemerintah memberlakukan pelarangan pembangunan pemukiman di sekitaran rel kereta. Selain untuk meminimalisir jatuhnya korban semisal kereta mengalami kecelakaan, tapi pemerintah juga memikirkan tingkat kesehatan para warganya yang tinggal di sekitaran rel.