Kereta Api Langsam, Punya Sebutan ‘Distributor’ Pupuk Hingga Go Green

KA Langsam tujuan Rangkasbitung-Angke PP

Berbicara kereta ke Rangkasbitung dari Angke bukanlah hal baru, meski awalnya kereta tersebut melayani relasi Pasarsenen/Jakarta Kota-Rangkasbitung PP dan kemudian diperpendek menjadi Tanahabang-Rangkasbitung PP. Hingga akhirnya relasi kereta tersebut diperpendek menjadi Rangkasbitung-Angke PP.

Baca juga: “Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan Uapnya

Penasaran kereta apa? Ya, kereta ini bernama Langsam yang merupakan singkatan dari Langsung Sampai dan jika diartikan dari bahasa Belanda Langzaam menjadi pelan atau lambat. Pada masa beroperasinya kereta ini, banyak atapers yang naik dengan tidak membeli karcis dan duduk di atas kereta.

Tarif tiket kereta ini juga murah sekitar Rp2 ribu sekali jalan dan naik pada 1 April 2015 menjadi Rp5 ribu. Kereta ini saat masih beroperasi selalu ramai dan penuh. Sayang pada 1 April 2017 lalu, KA Langsam, Rangkas Jaya dan Kalimaya tak lagi beroperasi karena ada layanan baru KA Commuter line yang melayani Rangkasbitung-Tanahabang PP.

KabarPenumpang.com mendapatkan sesuatu yang unik, kereta ini disebut dengan KA Go Green pertama di Indonesia. Tapi penasaran tidak sih kenapa di sebut Go Green? Salah satunya karena kereta Langsam ini menggunakan sedikit air dibanding kereta lainnya. Sedikit air karena tidak ada toilet di dalam beberapa gerbong keretanya seperti K3 ex KRD MCW 301 dan 302. Sedangkan K3 biasa sudah menggunakan toilet. Jelas sekali kan irit airnya.

Padahal ada AC di dalam kereta Langsam. Selain irit air, kereta ini juga masih menggunakan kursi plastik. Jumlah kursi yang ada di kereta ini sekitar 190 dengan 106 menggunakan kursi kulit dan 80 lainnya kursi plastik.

Selain irit air, ternyata kereta ini hemat energi, karena sering sekali lampu yang menerangi gerbong KA Langsam mati dan sering menggunakan lilin pada perjalanan malam di gerbong penumpangnya. Ini yang membuat KA Langsam hemat energi dan ikut andil dalam mengurangi pemanasan global. KA langsam juga sering disebut sebagai ‘distributor’ pupuk berjalan.

Hal ini dikarenakan, lubang toilet di kereta Langsam masih bolong tak seperti sekarang. Ini membuat pengguna kereta yang ingin menggunakan toilet baik untuk buang air kecil atau air besar harus saat kereta bergerak. Sisa-sisa kotoran hasil buang hajat penumpang yang tersebar di rel inilah yang menjadikan KA Langsam disebut sebagai distributor pupuk.

Selain menjadi ‘distributor’ pupuk berjalan, KA LAngsam juga menjadi kebon berjalan. Pasti yang ada dipikiran kereta ini punya lahan tanaman. Padahal kereta ini mengangkut sayur mayur, jadi pas kan dengan konsep Go Green yang di sematkan pada KA Langsam.

Baca juga: Wow! Kereta di Indonesia Ini Tempuh Jarak Lebih Dari 900 KM!

KA Langsam berhenti di semua stasiun sepanjang perjalanan, kecuali Tanahabang, Jurangmangu, Rawabuntu, dan Cicayur. Berikut stasiun pemberhentian KA Langsam saat masih beroperasi.

Stasiun Rangkasbitung-Stasiun Citeras-Stasiun Maja-Stasiun Cikoya-Stasiun Tigaraksa-Stasiun Tenjo-Stasiun Daru-Stasiun Cilejit-Stasiun Parungpanjang-Stasiun Cisauk-Stasiun Serpong-Stasiun Sudimara-Stasiun Pondok Ranji-Stasiun Kebayoran-Stasiun Palmerah-Stasiun Duri-Stasiun Angke.