Tergerus Zaman, Tradisi Bawa Bekal dan Berbagi Makanan di Kereta India Mulai Hilang

Ilustrasi kereta India (NPR)

Perjalanan kereta jarak jauh biasanya memakan waktu yang cukup lama. Di Indonesia sendiri bisa memakan waktu 14 jam untuk sampai ke Malang berangkat dari Jakarta. Mungkin waktu 16 jam masih lebih cepat dibandingkan dengan di India yang melakukan perjalanan kereta hingga 36 jam lamanya, seperti dari New Delhi ke Chennai.

Baca juga: Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama

Pada perjalanan yang cukup memakan waktu lama ini, penumpang India lebih sering membawa makanan mereka dari rumah dibandingkan membeli saat berada di dalam gerbong. Hal ini dikarenakan makanan khas India yang dibuat dari rumah lebih beragam dibanding membeli di kereta.

KabarPenumpang.com merangkum dari npr.org, dimana penumpang yang berada di dalam gerbong kereta biasanya membawa berbagai macam. Ada makanan asin seperti kudapan atau gorengan yang dibuat dari tepung beras, keripik, kacang rebus yang dicampur dengan rempah-rempah serta makanan lainnya.

Para penumpang yang berasal dari berbagai kota ini, sering bertukar makanan dengan penumpang lainnya. Bahkan minuman pun biasanya mereka bawa sendiri seperti teh atau kopi. Tetapi jika menjual minuman berkarbonasi, beberapa dari antar penumpang juga ada yang membelinya untuk merasakan sensasi soda sembari menikmati perjalanan mereka.

Sebenarnya di kereta India sendiri terdapat kafe atau dapur, dimana penumpang bisa membeli makanan. Namun banyak yang berpikir hal itu terkadang tidaklah higienis dibandingkan membawanya dari rumah.

Biasanya selain kudapan atau makanan ringan, orang India juga membawa makan berat seperti nasi, kentang goreng, kari, bahkan daging untuk dimakan saat perjalanan. Tak jarang juga jika hendak melewati salah satu stasiun dimana ada saudara yang tinggal dan mereka tahu, akan dikirimkan makanan dari stasiun tersebut.

Namun, semakin berkembangnya dunia modern saat ini, budaya membawa dan berbagi makanan di dalam kereta mulai pudar. Seperti saat ini terlihat masyarakat kelas menengah di India yang beralih dengan memesan makanan di kereta. “Pada 20 tahun lalu, membawa makanan sendiri saat di kereta menuju suatu tempat dan berbaginya dengan penumpang lain adalah hal yang sangat lumrah. Tapi tidak untuk sekarang,” ujar seorang koki asal Mumbai, Kurush Dalal.

Baca juga: Delapan Jam Terjebak Salju, Penumpang Kereta di Kanada Kedinginanan dan Kekurangan Air!

Perubahan sosial ini sangat signifikan, karena hanya dalam satu generasi. Salah satu contoh makanan kereta yang paling di sukai penumpang adalah potongan daging ayam yang disajikan dalam Gitanjali Express dari Mumbai menuju Kolkata.

Meski banyak yang memesan, tetapi beberapa penumpang masih dalam tradisi lama dengan membawa makanan sendiri dari rumah. Selain lebih higienis juga lebih irit dibandingkan harus membeli di dalam gerbong kereta.