Terjebak di Kereta Karena Salju, Penumpang Southeastern Tarik Alarm Darurat dan Melompat Turun

Penumpang yang turun dari kereta, akibat jenuh terjebak salju (Daily Mail)

Antara kereta dengan salju nampaknya kini sedang kurang akrab, setelah kabar dari Kanada yang menyebutkan penumpang terjebak selama delapan jam di gerbong akibat longsoran salju. Kini kasus yang mirip juga terjadi di Inggris, dimana perjalanan kereta terganggu hingga berjam-jam dikarenakan salju yang menumpuk dan kereta yang tiba-tiba tak bisa berjalan.

Baca juga: Delapan Jam Terjebak Salju, Penumpang Kereta di Kanada Kedinginanan dan Kekurangan Air!

KabarPenumpang.com melansir dari laman dailymail.co.uk (2/3/2018), bahwa banyak penumpang yang turun akibat jenuh karena kereta yang ditumpangi terjebak salju. Sebenarnya turun dari kereta saat terjebak salju merupakan tindakan kriminal.

“Secara teknis melompat keluar dari kereta yang terjebak salju adalah pelanggaran. Tetapi kami tidak menangkap mereka. Namun, jika penyelidikan berkembang akan menjadi masalah baru para petugas investigasi,” ujar Kepolisian Transportasi Inggris.

Mereka mengatakan, telah melihat sejumlah insiden evakuasi diri dari kereta yang terjebak cuaca yang luar biasa. Sementara hal teraman saat cuaca ekstrem adalah tetap tinggal di dalam gerbong kereta.

“Mengevakuasi diri bukanlah ide yang bagus, karena bisa membuat penumpang mendapatkan resiko,” jelas pihak kepolisian.

Sebenarnya penundaan perjalanan kereta tersebut bisa lebih cepat jika para penumpang itu tidaklah mengevakuasi diri mereka keluar dari kereta. Pihak kepolisian mengatakan, salah seorang penumpang menarik alarm darurat kemudian saat pintu terbuka langsung melompat keluar dan diikuti penumpang lainnya.

Dari video yang tersebar, terlihat para penumpang tersebut berjalan dan berlari melintasi jalur kereta. Petugas pemadam kebakaran dan polisi dipanggil untuk memastikan apakah para penumpang yang keluar tersebut aman.

Padahal pihak Southeastern telah mengatakan, agar penumpang tetap di kereta, karena mereka akan secepatnya bergerak jika penumpang tidak mencoba melompat dari dalam kereta. Sebelum pukul 19.30 waktu setempat, Southeastern mengatakan jalur sudah dibersihkan dan kereta api kembali bergerak.

“Kami terjebak sekitar satu jam, kemudian seseorang menarik alarm darurat sehingga mereka bisa keluar. Padahal ada pengumuman yang memperingatkan kalau keluar dan melewati jalur kereta bisa tersengat listrik. Namun mereka tetap saja melakukan hal tersebut. Polisi yang mengamankan sudah banyak, tetapi orang yang keluar kereta lebih banyak lagi,” ujar Amy Walker salah seorang penumpang.

Saat terjebak sekitar empat jam kemudian seseorang kembali menarik alarm darurat dan banyak penumpang yang marah. Namun, setelah perjuangan yang cukup panjang Walker mengatakan kereta akhirnya kembali jalan dan lima jam kemudian tiba di Hither Green setelah terjebak.

Southeastern and Network Rail akan menunjuk seorang penyidik ​​independen untuk melakukan tinjauan penuh atas kejadian tersebut. Meskipun kejadian alam ini sangat jarang terjadi, pihaknya bertekad untuk mempelajari pelajaran yang dapat di terapkan di semua tingkat untuk mencegah dan mengurangi kejadian di masa depan.

Baca juga: Kereta Terperangkap Salju, 400 Penumpang JR East Terdampar dalam Suhu Estrem

“Kami juga telah menginformasikan kepada Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta independen dan mengundang mereka untuk melakukan penyelidikan mereka sendiri. Kami juga ingin mendengar dari penumpang yang berada di kereta yangkarena terdampar tadi malam, kami meminta mereka menghubungi kami dengan menghubungi layanan pelanggan kami. Kami akan memberikan kompensasi untuk orang-orang yang terkena dampak langsung pada kereta tersebut,” ujar seorang juru bicara Southeastern.