Tempatkan Tenaga Ahli di Kereta Nirawak, MRT Singapura Mampu Saingi Kinerja Sistem Metro Taipei

Sumber: Wikipedia

Ketika Ibu Kota tengah disibukkan dengan rencana pengadaan sistem metro pertamanya, yaitu MRT Jakarta, lain halnya dengan negara tetangga, Singapura yang sudah melangkah sangat jauh di sistem transportasi berbasis massalnya. Baru-baru ini, diketahui SMRT tengah mempersiapkan sejumlah tenaga kerja untuk ditempatkan di seluruh armada nirawaknya.

Baca Juga: Remajakan Armada, MRT Singapura Adopsi Kursi Lipat Guna Antisipasi Lonjakan Penumpang

Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman singaporego.com (5/3/2018), rencana penempatan sejumlah tenaga kerja ini akan direalisasikan di keseluruhan kereta nirawak di Circle Line dalam waktu dekat ini. Diketahui, penempatan masinis di armada yang beroperasi di Circle Line ini sudah bergulir sejak semester kedua tahun lalu.

Tidak hanya Circle Line saja yang memiliki jalur kereta nirawak, North East Line (NEL) yang dikelola oleh SBS Transit pun telah mengambil langkah yang sama beberapa waktu yang lalu. Tidak bisa dipungkiri, NEL yang dibuka pertama kali pada tahun 2003 silam menarik perhatian publik dunia karena telah mendeklarasikan dirinya sebagai sistem perkeretaapian nirawak pertama di dunia. Secara otomatis, NEL pun sukses mencatatkan dirinya dalam buku sejarah perkeretaapian dunia.

Pada awalnya, kereta yang beroperasi di NEL didampingi oleh seorang masinis di kala jam-jam sibuk guna meningkatkan keandalannya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Juru Bicara SBS Transit, Tammy Tan mengatkan bahwa telah merubah hal tersebut. “Sekarang, kami telah meninjau pengaturannya dan memutuskan untuk menaruh seorang tenaga ahli di dalam kereta sepanjang jam operasional,” tuturnya.

Tidak bisa dipungkiri, North East Line merupakan salah satu jalur yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Singapura. Selain itu, North East Line juga memiliki prestasi yang cukup membanggakan pada tahun lalu, yaitu mampu menempuh jarak hingga hampir mencapai angka satu juta kilometer hingga mereka menemukan kesalahan teknis dalam pengoperasiannya.

Dengan angka tersebut, menandakan bahwa capaian yang berhasil diraih North East Line ini setara dengan dua kali capaian dari Circle Line yang hanya mampu mengular sekitar 400.000 kilometer hingga kereta tersebut menemui kendala teknis di tahun yang sama.

Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan mengatakan bahwa dirinya menargetkan untuk semua jaringan mampu menempuh jarak hingga satu juta kilometer hingga armada terkait menemui kendala teknis pada tahun 2020 mendatang. Angka tersebut merupakan kelipatan dari standar Kementerian Transportasi Singapura.

Baca Juga: Versi Terbaru SMRConnect, Mampu Informasikan Kepadatan Penumpang di Jalur MRT Singapura

Sebagai perbandingan, sistem MRT yang ada di Hong Kong hanya mampu menempuh jarak sekitar 600.000 kilometer hingga armada mereka menemukan masalah teknis, dan Taiwan’s Taipei Metro berhasil mengungguli 200.000 kilometer lebih jauh ketimbang MRT Hong Kong.