Versi Terbaru SMRConnect, Mampu Informasikan Kepadatan Penumpang di Jalur MRT Singapura

SMRTConnect versi terbaru (www.todayonline.com)

Singapore Mass Rapid Transit (SMRT) belum lama ini memperbarui aplikasi mobile untuk smartphone dengan fitur yang bisa memperkirakan jumlah penumpang kereta sebelum calon penumpang masuk ke dalamnya. Aplikasi yang  disebut SMRTConnect versi terbaru ini resmi diluncurkan pada Senin (5/2/2018) dengan berbagai kode warna yang menggambarkan tingkat kepadatan berbeda-beda di stasiun-stasiun sepanjang jalur Utara-Selatan, Timur-Barat dan jalur Lingkaran.

Baca juga: Layanan MRT di Bandara Changi Ditutup! Apa Penyebabnya?

KabarPenumpang.com melansir dari todayonline.com (5/2/2018), bahwa ikon berwarna hijau menunjukkan layanan kereta normal, bila menunjukkan warna kuning penumpang harus menunggu dua kereta sebelum bisa naik. Jika indikator menunjukkan warna merah, mengindikasi ada empat atau lebih kereta api, sedangkan warna hitam yang ditandai dengan silang berarti sedang tidak ada layanan kereta.

Indikator ini sendiri didasarkan dari penilaian orang banyak yang dilakukan kru di stasiun selama jam sibuk dan setelahnya. Nantinya, pihak operator juga berencana memanfaatkan analisis data dan video untuk mengukur kerumuman penumpang di stasiun MRT, mengumpulkan informasi dari gerbang loket, serta akses WiFi untuk memberi pembaruan lebih cepat pada layanan kereta.

Adanya hal ini, merupakan tujuan pihak operator untuk melakukan perbaikan hingga akhir tahun ini. Tak hanya itu, operator SMRT juga mengatakan, pembaruan yang diluncurkan tahun 2012 lalu sudah membuat aplikasi tersebut diunduh sebanyak 500 ribu kali.

Pembaruan yang dilakukan saat itu dianggap sebagai umpan balik pengguna terkait kedatangan kereta yang tidak tepat waktu dan waktu tunggu yang tidak sesuai terutama jika ada penundaan. Sedangkan pada pembaruan yang terdapat pada aplikasi saat ini, penumpang juga akan dimudahkan untuk melihat waktu kedatangan kereta secara real time di stasiun maupun halte bus.

Dengan pembaruan tersebut, informasi yang sebelumnya hanya menunjukkan bus SMRT kini bertambah dengan SBS Transit, Transit Tower dan Go-Ahead Singapore. Terkait dengan pembaruan aplikasi ini, presiden SMRT Desmon Kuek mengaku bahwa operator tidak selalu mendapatkan hal yang benar.

“Orang-orang terganggu saat kami tidak memperingatkan mereka sebelumnya tentang layanan kereta yang lebih lambat karena pembatasan kecepatan yang harus kami berikan untuk alasan keamanan saat kami memperbaiki jalur tertentu,” ujarnya.

Kuek mengatakan, ketakutan terbesar diantara penumpang adalah ketika mereka tidak mendapatkan informasi yang akurat tentang kedatangan kereta dan waktu tunggu.

“Operator memahami frustasi para penumpang dan kita akan memperbaikinya,” jelas Kuek. Dia berharap, aplikasi yang baru saja ditingkatkan versinya bisa membantu menyelesaikannya dengan pembaruan layanan yang lebih tepat. Pembaruan aplikasi ini sudah tersedia baik di Android maupun iOS dengan tampilan 180 derajat stasiun MRT sehingga penumpang bisa mendapatkan yang terbaik.

Selain itu, operator SMRT baru-baru ini juga meluncurkan teknologi terbaru untuk stasiun termasuk panel empat sisi di dekat pintu masuk stasiun. Ini memungkinkan penumpang mendapat informasi terkait tiket hingga meminta petunjuk ke bangunan terdekat melalui display digital di Pusat Layanan Penumpang.

“Inisiatif ini dilakukan di Stasiun MRT Tanjong Pagar, Somerset dan Bugis. Rencana sedang dilakukan untuk meluncurkan display digital ke 15 stasiun lain dengan lalu lintas manusia yang tinggi di sepanjang garis Utara-Selatan dan Timur-Barat pada bulan April,” ujar Kuek.

Pada pertengahan tahun ini, operator juga akan memperkenalkan slip perjalanan elektronik di semua pemberhentian MRT untuk penumpang yang membutuhkan bukti perjalanan selama gangguan layanan kereta. Hal ini meniadakan kebutuhan untuk mengantri di stasiun untuk mendapatkan slip cetak.

Pada bulan November tahun lalu, Otoritas Transportasi Darat mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki bagaimana operator mengatur pengumuman tentang penundaan layanan, setelah orang-orang yang marah menyuarakan ketidaksenangan pada media sosial bahwa operator kereta api SMRT dan SBS Transit tidak segera atau konsisten dalam memperingatkan para penumpang untuk melakukan gangguan.

Baca juga: Sering ‘Ngaret,’ Minat Warga Singapura Gunakan MRT Terus Menurun

Operator kereta api diharuskan memberi tahu penumpang penundaan lebih dari 10 menit pada jam sibuk dan 15 menit selama periode off-peak melalui pengumuman reguler di stasiun dan kereta api. Jika penundaan memburuk, informasi harus disebarkan melalui media sosial dan media arus utama.