Sebagai penumpang kereta api, tentu menginginkan perjalanan yang praktis, cepat dan selamat. Hal ini sangat diandalkan bagi penumpang yang menikmati suasana di kereta api baik perjalanan siang maupun malam. Bahkan sangat diharapkan untuk tiba ditujuan dengan waktu yang sesuai dengan jadwal.
Pada Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 ada beberapa perjalanan kereta api yang melakukan penambahan tempat duduk dan perjalanan. Tak hanya itu, ada pula jadwal kereta api yang dipangkas lebih cepat dari sebelumnya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah meningkatkan kapasitas angkutan penumpang di Jawa dan Sumatra melalui pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 mulai 1 Desember 2026. Kebijakan ini menambah 8.466 kursi dan 39 perjalanan setiap hari untuk memperluas pilihan transportasi masyarakat.
Berdasarkan data KAI, kapasitas tempat duduk terprogram meningkat dari 168.316 menjadi 176.782 kursi per hari. Jumlah tersebut naik 5,03 persen dibandingkan dengan GAPEKA 2025. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas ditujukan untuk memperluas kesempatan masyarakat menggunakan transportasi kereta api.
Secara terperinci, kapasitas kereta antarkota di Jawa bertambah 5.166 kursi menjadi 137.846 kursi per hari, meningkat 3,89 persen. Sementara itu, Sumatra memperoleh tambahan 3.300 kursi sehingga kapasitasnya mencapai 38.936 kursi per hari, naik 9,26 persen. Jumlah perjalanan kereta penumpang terprogram juga bertambah dari 1.813 menjadi 1.852 perjalanan. Penyesuaian ini mencakup layanan KA Pandawa, KA Datuk Belambangan, KA Sri Lelawangsa, dan KA Brawijaya.
KA Pandawa relasi Semarang Tawang–Solo Balapan–Yogyakarta memperoleh empat perjalanan terprogram. Di Sumatra Utara, KA Datuk Belambangan mendapatkan tambahan satu perjalanan dan KA Sri Lelawangsa empat perjalanan, sedangkan KA Brawijaya relasi Malang–Gambir PP bertambah dua perjalanan. Pengaturan frekuensi perjalanan ini tentu mempertimbangkan kebutuhan konektivitas antardaerah dan pola mobilitas penumpang.
Selain kapasitas dan frekuensi, KAI menambahkan pemberhentian pada 84 perjalanan kereta antarkota. Salah satu layanan yang mengalami perubahan adalah KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang PP dengan enam stasiun tambahan pada setiap arah. Dari Bandung menuju Ketapang, kereta tersebut kini mendapat tambahan pemberhentian di Cibatu, Rajapolah, Kebumen, Tanggul, Kalisetail, dan Rogojampi. Untuk arah sebaliknya, pemberhentian tambahan meliputi Rogojampi, Kalisetail, Tanggul, Kebumen, Rajapolah, dan Klakah.
KA Sangkuriang melayani 330.186 penumpang sepanjang Mei hingga September 2026. Pada Juli hingga September 2026, rata-rata okupansi dinamis kereta tersebut mencapai 240,53 persen. Tambahan pemberhentian KA Sangkuriang membuka lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat di sepanjang lintas Bandung hingga Banyuwangi.
GAPEKA 2026 juga memperpendek waktu perjalanan 74 kereta antarkota dibandingkan jadwal sebelumnya. Pengurangan waktu tempuh terbesar terjadi pada KA Kahuripan relasi Blitar–Kiaracondong yang menjadi lebih cepat 92 menit.
KA Pasundan relasi Surabaya Gubeng–Kiaracondong mengalami pengurangan waktu 53 menit. Sementara itu, KA Airlangga relasi Surabaya Pasarturi–Pasar Senen lebih cepat 52 menit dan KA Batavia relasi Solo Balapan–Gambir lebih cepat 51 menit.
Anne menyebut penyusunan jadwal mempertimbangkan kondisi jalur, kesiapan sarana dan prasarana, serta pengaturan perjalanan dan pemberhentian. Penataan Gapeka dilakukan secara menyeluruh.
Tentunya ada perjalanan yang menjadi lebih cepat, ada yang waktu tempuhnya tetap, dan ada pula yang memerlukan penyesuaian karena tambahan pemberhentian. Setiap perubahan disusun agar penumpang memperoleh pilihan perjalanan yang jelas dan sesuai kebutuhan.
Peningkatan layanan tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan jumlah pengguna kereta api. KAI Group mencatat 442,5 juta penumpang sepanjang Januari–Oktober 2026, meningkat 6,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 414,1 juta penumpang.
Khusus layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dioperasikan KAI, jumlah penumpang mencapai 49,9 juta orang. Angka tersebut meningkat 8,99 persen dibandingkan Januari–Oktober 2025 yang mencatat 45,8 juta penumpang.
Yuk Kenali Nama Kereta Api yang Terinspirasi dari Kerajaan-kerajaan di Indonesia
