Siasati Puncak Musim Haji, Bandara Arab Saudi Adopsi Teknologi Gelang RFID

sumber: thenational.ae

Bagian imigrasi di bandara memang kerap kali memaksa penumpang untuk meluangkan waktu lebih untuk mengantre. Maka tidak heran jika banyak bandara yang mengupayakan agar bisa memangkas waktu tunggu penumpang tersebut. Beragam cara pun ditempuh oleh otoritas terkait guna merealisasikan tujuan tersebut, salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Baca Juga: Kombinasi Teknologi dan Pemanfaatan SDM Jadi Kunci Turunnya Antrean di Bandara

Ya, baru-baru ini otoritas berwenang Arab Saudi membeberkan rencananya untuk menggunakan gelang RFID untuk mempersingkat waktu tunggu para penumpang. Penggunaan teknologi manajemen data cerdas ini dipercaya mampu mengatasi kendala tersebut.

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman sg.news.yahoo.com (24/3/2018), otoritas bandara Arab Saudi mengatakan bahwa penggunaan gelang RFID ini akan mempercepat pemeriksaan identitas di terminal keberangkatan dan kedatangan. “Saat ini membutuhkan waktu berjam-jam untuk memangkas anteran di bagian Imigrasi dan Bea Cukai,” ungkap Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi Dr Abdulfattah Suliman Mashat. “Kami berharap dengan menggunakan gelang RFID ini akan memangkas waktu antrean menjadi hanya 10 menit saja,” tandasnya.

Dengan menggunakan gelang RFID, Dr. Abdulfattah mengatakan, para penumpang tidak lagi membutuhkan paspor. Gerbang elektonik yang tersedia di bandara akan membaca identitas secara otomatis ketika penumpang melewatinya. “Waktu tunggu yang lama sangat tidak berterima di kami,” ungkap Dr. Abdulfattah.

Tidak hanya penggunaan gelang RFID saja, otoritas berwenang di Arab Saudi juga rencananya akan memperkenalkan sistem penanganan bagasi baru, dimana para Jemaah Haji dan Umrah tidak perlu lagi menghabiskan waktu di conveyor belt untuk menunggu barang bawaan mereka yang disimpan di bagasi pesawat.

Baca Juga: Bandara Dubai Hadirkan Teknologi Baru Keimigrasian di Pekan Teknologi Gitex 2017

Sebuah teknologi tengah dikembangkan dimana barang bawaan penumpang akan diantar-jemput tanpa mereka harus membawanya sendiri menuju dan keluar dari bandara. Dr. Abdulfattah menambahkan bahwa hadirnya teknologi baru semacam ini mampu mengurai kepadatan yang terjadi di bandara, terutama ketika musim puncak Lebaran Haji. Ketika semua rencana di atas sudah terrealisasi, maka impresi penumpang terhadap bandara terkait juga secara otomatis akan bertambah.