Salah Duduk Usai dari Toilet, Penumpang Emirates Sampai Tak Makan Selama 8 Jam Penerbangan

David Ukesone

Seorang pria berusia 71 tahun asal Nigeria mengklaim dirinya ditinju, mulut ditutup dan diikat oleh awak pesawat Emirates Airlines. Hal itu dirasakannya selama delapan jam selama penerbangannya dari Dubai menuju Chicago. Saat itu, pria tersebut berangkat untuk bertemu dengan istri serta anak-anaknya yang sudah bermigrasi ke Ameriika Serikat empat bulan lalu.

Baca juga: Salah Paham, Penumpang IndiGo Airways Adu Jotos dengan Petugas di Apron

KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (1/2/2018), pemicu adanya masalah ini berawal dari David Ukesone menduduki kursi yang salah dan awak kabin memintanya untuk pindah. Diketahui, dalam penerbangan dengan Emirates, Ukesone awalnya duduk di kursi 35D. Selama penerbangan diduga Ukesone ke toilet tetapi saat kembali lupa dan duduk bukan kursi 35D.

Saat itulah seorag awak kabin mendekatinya dan meminta untuk pindah dan membuat Ukesone bingung. Dia mengatakan ini adalah tempat duduknya yang benar. Ukesone sendiri sebenarnya bisa berbicara dan mengerti bahasa Inggris, namun terkadang sulit memahami selain aksen orang Nigeria.

“Dia diminta untuk pindah dan dia ingin membawa tasnya ke kompartemen di atasnya. Mereka mengatakan kepadanya bahwa dia berada di kursi yang salah dan mereka menanganinya untuk memindahkan Ukesone tetapi disitu emosi sudah meningkat,” ujar pengacara Howard Schaffner.

Karena tidak ada tanggapan, pengacara mengklaim bahwa ada seorang awak kabin yang memukul kliennya tersebut dan meninggalkan luka di wajah. Schaffner juga mengatakan, kliennya tersebut tidak diberi makan selama delapan jam penerbangan, sebab mulutnya ditutup plester.

Akibat kejadian ini, Emirates Airlines kemudian mengonfirmasi dan mengatakan Ukesone tidak bisa diatur, sehingga awak kabin terpaksa menahannya. Emirates mengatakan melalui sebuah pernyataan, pihaknya bisa memastikan penumpang EK235 penerbangan dari Dubai ke Chicago pada 23 Januari harus diamankan oleh awak kabin karena perilaku penumpang yang tidak baik selama penerbangan. Penumpang itu kemudian diserahkan ke pihak berwenang saat tiba di Chicago.

“Keamanan penumpang dan kru kami sangat penting dan tidak akan terganggu. Kami ingin mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada penumpang lain dalam penerbangan untuk memahami mereka, khususnya individu-individu yang telah membantu awak kapal kami dalam penerbangan,” ujar pernyataan tersebut.

Setelah tiba di Bandara Internasional Chicago O’Hare, Ukesone kemudian dibawa pihak kepolisian Amerika Serikat dan perbatasan untuk diamankan. Kemudian dibawa ke rumah sakit untuk perawatan dari luka yang didapatnya di pesawat. Keluarga Ukesone yang menunggu di bandara tidak diberitahu hingga beberapa jam kemudian. Setelah mendapat informasi, mereka menemui pria 71 tahun itu dirawat dirumah sakit.

Baca juga: Selundupkan Emas di Toilet Pesawat, Warga Jepang Berusaha Hindari Pajak Barang Mewah

Schaffner menegaskan, saat terjadi insiden dalam pesawat, kliennya sama sekali tidak menggunakan obat apapun, tidak meminum alkohol dan tidak memiliki riwayat penyakit jiwa. Dia menambahkan, kliennya juga tidak menuntut atas perlakuan di dalam pesawat. “Tidak ada pernyataan kami akan mengajukan tuntutan hukum,” ujar Schaffner.