Selundupkan Emas di Toilet Pesawat, Warga Jepang Berusaha Hindari Pajak Barang Mewah

Tempat komplotan sembunyikan emas. Sumber: asahicom.jp

Walaupun sudah melewati berbagai sistem pengamanan yang cukup ketat, nampaknya ini tidak menjadi masalah bagi enam orang yang tergabung dalam satu komplotan penyelundupan emas untuk melakukan aksi mereka dalam sebuah perjalanan udara di Jepang. Keenam orang ini nekat melakukan tindakan penyelundupan emaskarena enggan melakukan pembayaran pajak barang mewah. Untungnya, kepolisian prefektur Aichi berhasil menghalau aksi mereka dan kompoltan ini harus siap menerima ganjaran yang sudah menantinya.

Baca Juga: Waspada! Sindikat Maling Koper Merajalela di Bandara Hong Kong

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman asahi.com (30/1/2018), pihak yang berwajib mengatakan bahwa pada tanggal 29 Januari 2018 kemarin telah menangkap enam tersangka yang dituduh telah melakukan praktek penyelundupan emas batangan ke dalam toilet pesawat agar terlepas dari biaya cukai. Sebagai landasan hukum, mereka semua dituduh telah melanggar Undang-Undang Bea dan Cukai tentang impor emas yang tidak diotorisasi.

Namun pihak kepolisian berasumsi bahwa komplotan ini bisa saja merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar, mengingat modus serupa pernah terungkap pada bulan Juli tahun lalu. Pemimpin kelompok ini diyakini adalah Muhammad Rafieque Muhammad Rezane (48 tahun), seorang warga negara Sri Lanka yang merupakan presiden sebuah dealer mobil bekas di Nagoya’s Minato Ward. Menurut laman sumber, pihak yang berwajib masih enggan berkomentar seoal keterkaitan komplotan ini dengan Muhammed Rafieque Muhammed Rezane.

Namun, polisi meyakini keenam tersangka ini telah mencoba untuk menyelundupkan luma batang emas seberat lima kilogram senilai US$209.000 atau yang setara dengan Rp 2,8 miliar. Sedangkan jika harus melewati petugas bea cukai, para tersangka ini diwajibkan untuk membayar sekitar 1,82 juta yen atau yang setara dengan Rp226 juta untuk lima batang emas tersebut.

Skema operasi komplotan ini bermula ketika salah satu tersangka membawa emas-emas tersebut masuk ke dalam penerbangan Japan Airlines di Taiwan yang menuju Bandara Chubu dekat Nagoya. “Selama penerbangan, dia menyembunyikan batangan emas tersebut di bawah panel sandaran toilet di pesawat,” kata pihak kepolisian.

Sumber: scmp.com

Setibanya di Bandara Chubu, maskapai tersebut dijadwalkan untuk melanjutkan penerbangan menuju Bandara Haneda yang ada di Tokyo. Tersangka lainnya lalu bertolak menuju Tokyo dengan menggunakan maskapai yang sama. Misi utama tersangka ini adalah untuk mengambil batangan emas tersebut dan menurunkannya di Bandara Haneda, sehingga mereka semua bisa terbebas dari belitan pajak.

Baca Juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

Namun, tersangka yang naik dari Bandara Chubu ini tidak menemukan emas yang sebelumnya sudah disembunyikan oleh rekannya tersebut. Diyakini, petugas maskapai yang ada di Bandara Chubu telah menemukan batangan emas ini tergeletak di lantai toilet dan mengamankannya. Berkat koordinasi yang dilakukan antara pihak maskapai, bandara, dan kepolisian, akhirnya komplotan ini berhasil diamankan setibanya mereka di Bandara Haneda. Petugas maskapi penerbangan domestik yang menemukan emas ini tidak ikut ditahan, melainkan hanya dijadikan saksi.

Sementara itu, salah seorang pejabat di Japan Airlines Co. enggan untuk mengungkapkan informasi tentang armada internasional mana yang digunakan untuk perjalanan domestik setelah mendarat di Bandara Chubu. Sumber lain dari industri aviasi ini mengatakan percobaan penyelundupan emas ini diperkirakan dapat berjalan akibat ketersedian informasi penerbangan yang dapat diakses sepenuhnya oleh masyarakat.