Matinya KA Krakatau, Tak Ada Lagi Jarak Terjauh Perjalanan Kereta di Pulau Jawa

KA Krakatau kini berganti nama menjadi KA Singasari

Tak terasa sudah hampir satu tahun kereta api Krakatau yang menghubungkan Merak-Blitar PP tak lagi beroperasi. Terbilang muda karena KA Krakatau Eskpres diresmikan pada 24 Juli 2013 di stasiun Merak saat musim mudik Lebaran dan harus berhenti beroperasi pada 17 Juli 2017 atau empat tahun setelah menemani penumpang.

Baca juga: Wow! Kereta di Indonesia Ini Tempuh Jarak Lebih Dari 900 KM!

Awalnya kereta yang dibuat oleh PT INKA tahun 2012 ini melayani relasi Merak-Madiun. Kemudian pada 1 April 2017 KA Krakatau relasinya diperpanjang yang semula hanya sampai Kediri menjadi ke Blitar. Dengan adanya perubahan ini juga, jadwal menaik turunkan penumpang juga berubah.

Saat masih beroperasi KA Krakatau memiliki jarak paling panjang yakni lebih dari 900 km dengan waktu tempuh hampir sekitar 16 jam dari Merak-Kediri. Nama Krakatau sendiri diambil dari gunung atau pulau yang terletak di selat Sunda yakni Gunung Anak Krakatau dan Pulau Anak Krakatau.

Kereta ini menjadi yang pertama menggunakan nama gunung dan kemudian di susul KA Pangrango yang melayani relasi Bogor-Sukabumi. Sayang, rute ini harus berhenti beroperasi dari Merak-Kediri atau sebaliknya.

Kemudian berganti nama menjadi Singasari yang melayani relasi menjadi Blitar-Pasarsenen PP. Sebelum menjadi KA Singasari, masih sempat digunakan nama Krakatau, namun ada sejumlah kelompok yang menolak perpendekan rute Krakatau dan KA tersebut tak pantas menggunakan Krakatau sehingga berubah menjadi nama yang sekarang.

Sebenarnya, adanya rute KA Blitar-Merak sendiri memudahkan pelancong yang ingin menyeberang ke pulau Sumatera melalui pelabuhan Merak ke Bakauheni lebih mudah. Salah satu masalah penyebab berhentinya rute ini adalah okupansi. VP Humas PT KAI Agus Komaruddin mengatakan, okupansi menjadi salah satu faktor utama perpendekan rute tersebut.

“Banyak penumpang yang naik dari Merak hanya turun di Tanah Abang di banding rute aslinya. Paling jauh hanya ke Pasar Senen,” ujar Agus yang dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (5//4/2018).

Agus menambahkan, bila hanya turun di Tanah Abang atau Pasar Senen, penumpang bisa menggunakan KA Lokal dan KRL. Sebab saat ini KRL sudah menjalar hingga Rangkasbitung dan dilanjutkan KA Lokal dari Rangkasbitung-Merak.

Baca juga: KA Ekonomi Matarmaja, Kondang Berkat Jadi Latar Film “5 Cm”

“Kita perpendek rutenya dari Pasar Senen ke Blitar saja. Nama juga kita ganti karena sudah tidak sampai ke Merak jadi dari Krakatau menjadi Singasari,” jelas Agus.

Dengan adanya pemendekan rute dan penggantian nama ini, tidak ada perubahan jadwal perjalanan maupun nomor pemberangkatan kereta Singasari. Kereta Singasari sendiri diresmikan pada 17 Juli 2017 saat perhentian KA Krakatau. Nama Singasari sendiri diambil dari Kerajaan Singasari yang didirikan Ken Arok pada abad ke 13.