Mundur Lagi dari Jadwal, Kereta Cepat Generasi Baru TGV-M Baru Bisa Dinaiki Penumpang Musim Gugur Ini

Operator kereta api nasional Perancis, SNCF Voyageurs, kembali memutuskan untuk menunda jadwal peluncuran komersial kereta cepat generasi terbarunya, TGV-M (Avelia Horizon). Kereta super cepat buatan manufaktur Alstom yang awalnya dijadwalkan mulai melayani jalur utama pada libur musim panas pertengahan tahun ini, kini jadwal pengoperasiaannya digeser ke musim gugur (September 2026).

Penundaan ini diambil demi mematangkan serta menyempurnakan detail-detail teknis dan perangkat lunak (software) kendaraan hingga ke tingkat paling presisi sebelum benar-benar diizinkan mengangkut penumpang secara reguler.

Meskipun otoritas regulator keselamatan perkeretaapian Uni Eropa (European Union Agency for Railways / ERA) telah menerbitkan izin edar dan otorisasi komersial resmi, manajemen SNCF memilih bersikap ekstra hati-hati. Pihak operator menolak terburu-buru mengoperasikan kereta cepat baru tersebut di tengah puncak musim liburan demi menghindari potensi gangguan teknis maupun mogok di jalur padat.

Sebagai gantinya, periode pra-komersial akan diperpanjang selama beberapa minggu dengan melibatkan ratusan personel untuk menguji keandalan sistem elektronik terintegrasi, fungsionalitas fasilitas di dalam kabin, hingga penyempurnaan simulasi operasional kru di lapangan.

Keputusan penundaan ini sekaligus mengubah skema komersialisasi awal yang disiapkan SNCF. Daripada meluncurkan hanya empat rangkaian (trainset) pada bulan Juli, penundaan hingga musim gugur memungkinkan SNCF mengoperasikan sekaligus enam rangkaian TGV-M yang sudah benar-benar matang dan siap tempur untuk memperkuat armada layanan TGV INOUI di rute padat seperti Paris-Lyon-Marseille. Jumlah armada TGV-M ini ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 13 rangkaian pada akhir tahun 2026 dari total 130 unit yang telah dipesan oleh grup SNCF.

Kereta TGV-M sendiri digadang-gadang sebagai armada masa depan perkeretaapian Perancis karena menawarkan peningkatan kapasitas penumpang hingga 740 kursi (naik 20% dibandingkan armada TGV generasi sebelumnya), efisiensi konsumsi energi hingga 20% lebih hemat, serta efisiensi biaya perawatan hingga 30%.

Meski publik dan penumpang reguler harus sedikit lebih bersabar hingga musim gugur tiba, langkah SNCF mematangkan detail teknis ini dipandang sangat krusial untuk menjaga standar keselamatan dan kenyamanan layanan kereta cepat Prancis di tengah makin ketatnya persaingan dengan operator kereta swasta di Eropa.

Lolos Uji Sertifikasi Eropa, Kereta Cepat Dua Tingkat TGV-M Siap Melesat 320 Km/Jam!

Langkah Tak Biasa, China Southern Lelang Seluruh Armada Boeing 787-8 Demi Pesawat Komersial Buatan Lokal

Langkah belum pernah terjadi sebelumnya (unprecedented) terjadi di industri penerbangan komersial Cina saat salah satu maskapai terbesar di negara tersebut, China Southern Airlines, secara resmi mengumumkan penjualan seluruh armada pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner milik mereka.

Penjualan masif ini dilakukan melalui lelang terbuka di Shanghai dengan nilai total penawaran mencapai US$550 juta (sekitar Rp8,5 triliun). Paket lelang bernilai fantastis ini mencakup seluruh 10 unit pesawat Boeing 787-8 beserta dua unit mesin cadangan.

Seluruh unit Boeing 787-8 Dreamliner yang dilepas ke pasar tersebut merupakan armada yang tergolong masih sangat produktif, dirakit dan dikirimkan oleh manufaktur Boeing pada rentang tahun 2014 hingga 2015. Keputusan radikal China Southern untuk menghentikan operasional tipe pesawat wide-body buatan Amerika Serikat ini menjadi sinyal kuat dimulainya fase pemangkasan dan penghapusan bertahap (phasing out) ketergantungan armada pesawat komersial buatan Barat di dalam ekosistem penerbangan domestik Cina.

Langkah pelepasan aset pesawat buatan Boeing ini sejalan dengan kebijakan strategis Beijing dalam mendorong kemandirian industri penerbangan nasional. Posisi pesawat-pesawat rakitan Amerika Serikat tersebut akan digantikan secara sistematis oleh jet-jet penumpang komersial buatan industri dalam negeri Cina, terutama yang diproduksi oleh Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC).

Penetrasi pesawat buatan lokal seperti COMAC C919 dan pengembangan tipe pesawat wide-body C929 kini menjadi prioritas utama bagi maskapai-maskapai BUMN Cina untuk melayani rute domestik maupun regional.

Keputusan melelang armada Boeing 787-8 secara sekaligus ini tidak hanya mencerminkan dinamika restrukturisasi armada maskapai, tetapi juga mempertegas pergeseran geopolitik dan peta persaingan industri manufaktur pesawat global. Dengan dominasi COMAC yang kian menguat di pasar domestik Cina yang sangat besar, posisi pabrikan raksasa Barat seperti Boeing dan Airbus kini mulai mendapat tekanan nyata di kawasan Asia-Pasifik.

Keluar dari SkyTeam, China Southern Airlines Selangkah Gabung Aliansi Maskapai Oneworld

Jaga Keselamatan Penerbangan, Garuda Indonesia dan BNN Gelar Tes Urine Mendadak untuk Ratusan Awak Pesawat

Isu penyalahgunaan narkotika di lingkungan awak penerbangan kembali menjadi sorotan publik menyusul kasus hukum yang melibatkan oknum pilot asing di Bandara Internasional Soekarno-Hatta baru-baru ini. Menanggapi potensi ancaman keselamatan udara tersebut, maskapai nasional Garuda Indonesia bergerak cepat memperketat pengawasan internal dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menggelar sosialisasi edukasi serta pemeriksaan urine acak (random check) terhadap lebih dari 100 personel operasional yang meliputi pilot, awak kabin, hingga petugas darat.

Langkah preventif yang berlangsung di Auditorium Gedung Manajemen Garuda Indonesia pada Rabu (9/9) ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan maskapai dalam memperkuat budaya keselamatan penerbangan nasional. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menegaskan bahwa integritas, kesehatan, dan kewaspadaan seluruh awak merupakan pilar absolut dalam menjaga kepercayaan serta keselamatan penumpang. Menurutnya, menjauhi narkoba bukan sekadar bentuk kepatuhan pada regulasi, melainkan tanggung jawab moral insan maskapai sebagai pengawal keselamatan penerbangan.

Dalam pemeriksaan yang mengedepankan prosedur uji acak berkala tersebut, BNN mengonfirmasi bahwa seluruh sampel urine dari 100 lebih pegawai Garuda Indonesia yang diperiksa menunjukkan hasil negatif atau bebas dari indikasi penyalahgunaan zat terlarang. Konsistensi pemeriksaan acak ini telah dijalankan maskapai secara berkala selama beberapa tahun terakhir guna memastikan lingkungan kerja kokpit dan pelayanan udara bersih dari potensi gangguan zat psikotropika.

Kepala BNN, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengapresiasi langkah proaktif Garuda Indonesia yang secara konsisten membentengi para pegawainya dari ancaman narkotika. Sebagai flag carrier yang menjadi wajah bangsa di udara, kesiapan dan ketajaman mental para awak pesawat sangat menentukan aspek keselamatan penerbangan.

Melalui sinergi sosialisasi yang diikuti jajaran manajemen hingga staf operasional ini, Garuda Indonesia menunjukkan respons tegas bahwa tidak ada ruang kompromi bagi penyalahgunaan narkoba di dalam industri penerbangan nasional.

Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor

Nuansa Baru, KRL Rute Tanjung Priok – Jakarta Kota Bikin Antusias Para ‘Anker’

Baru-baru ini dioperasikan untuk mengganti sarana Kereta Rel Listrik rute Tanjung Priok – Jakarta Kota sudah terlihat antusias. Bagaimana tidak, KRL yang semula menggunakan rangkaian dari Jepang, kini menggunakan rangkaian yang tak biasa. Ya, KAI Commuter mengoperasikan rangkaian KRL Bandara untuk rute tersebut.

PT KAI Commuter Indonesia (KCI) buka suara soal heboh soal KA Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) disiapkan untuk menjadi KRL pink line atau dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Tanjung Priok. VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI), Karina Amanda mengungkapkan secara singkat bahwa hal tersebut masih dalam pembahasan.

Sebelumnya muncul kabar yang menyebut KA Bandara Soetta disiapkan untuk melayani KRL jalur Priok-Kota. Dari sejumlah video yang beredar, terlihat sarana cadangan KA Bandara Soetta tengah melakukan pengecekan lintasan pada rute Jakarta Kota-Tanjung Priok.

Sementara itu, 2 rangkaian KRL Commuter Line seri Tokyo Metro yang biasa melayani Jakarta Kota-Tanjung Priok nantinya bakal dipindah ke rute Jakarta Kota-Bogor.

KCI memang tengah kekurangan armada di jalur Jakarta Kota-Bogor atau Red Line. Ini disebabkan karena ada 7 rangkaian KRL baru produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA yang tiba-tiba harus masuk bengkel untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Langkah ini dilakukan PT KAI Commuter Indonesia (KCI) bersama INKA terhadap KRL seri iE305.

Pemeriksaan tersebut dimulai sejak 7 September 2026, dan untuk sementara dijadwalkan berlangsung hingga akhir bulan ini. Imbasnya, KCI harus melakukan penyesuaian terhadap sejumlah perjalanan Commuter Line atau KRL, khususnya di lintas Bogor. pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan terhadap satu rangkaian. Sebanyak tujuh train set KRL iE305 dijadwalkan menjalani general check up secara bertahap.

Terkait KRL Bandara digunakan sebagai lintas operasional Commuter Lintas Tanjung Priok – Jakarta Kota, selama di perjalanan penumpang merasakan fasilitas yang cukup nyaman. Mulai dari penyejuk udara yang lebih dingin hingga posisi duduk yang berbeda dari KRL biasa. Perubahan yang dirasakan penumpang tentu ada perbedaan besar antara KRL Bandara dan KRL yang biasa ditumpangi mereka.

Dikabarkan sebelumnya, perjalanan KRL rute Tanjung Priok – Jakarta Kota mendapat operan kereta Bandara Soetta. Penumpang lintas Priok pun dapat merasakan fasilitas kereta kelas eksekutif yang biasanya bertarif Rp 10-70 ribu. Namun, pihak dari KCI memastikan layanan, tarif, dan jadwal tidak ada perubahan dan tetap diberlakukan seperti layanan saat menggunakan rangkaian KRL.

Sejumlah pengguna KRL lintas Tanjung Priok – Jakarta Kota (Pink Line) ramai membagikan pengalaman perjalanan menggunakan kereta Bandara Soetta. Di antara mereka ada yang senang karena fasilitas interior kereta, sebagian ada yang cerita soal sempitnya ruang pada interior kereta. Tak hanya itu, perjalanan Commuter Line Basoetta pun mengalami penyesuaian jadwal layanan sementara waktu karena rangkaian kereta Bandara ‘dioper’ ke Pink Line.

Jalur KRL Lintas Kemayoran – Ancol Hingga Kini Belum Digunakan, Ini Alasannya

Mengenang Peristiwa 9/11, Empat Pesawat Dibajak Teroris Al Qaeda dan Ditabrakkan ke-3 Target

Peristiwa 11 September tahun 2001 atau biasa juga disebut Tragedi 11 September terus dikenang setiap tahunnya. Peristiwa besar ini menjadi sejarah paling kelam dunia dirgantara internasional. Sebab, dalam peristiwa 9/11, empat pesawat dibajak dan dijadikan ‘rudal’ yang menyasar tiga target. Akibatnya, nyaris 3 ribu orang tewas dan lebih dari 6.000 orang lainnya luka-luka.

Baca juga: Lolos dari Maut dalam Peristiwa 9/11, Pramugara ini Dorong Troli Setara Jarak Jakarta-Pekalongan

Peristiwa atau serangan 11 September 2001 dimulai oleh pesawat Boeing 767-223ER American Airlines Flight 11. Pesawat ini semestinya terbang dengan aman dari Bandara Internasional Logan di Boston, Massachusetts, ke Bandara Internasional Los Angeles, di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS).

Namun nahas, lima teroris Al Qaeda membajak dan salah satu dari mereka yang juga disebut sebagai pilot mengambil alih pesawat. Pesawat akhirnya ditabrakkan ke Menara Utara World Trade Center pada pukul 08.46 waktu setempat.

Seluruh penumpang dan kru di pesawat yang berjumlah 92 orang, dan sekitar 1.600 orang (termasuk pelompat dan pekerja darurat) di Menara Utara World Trade Center tewas seketika.

Serangan kedua ke Menara World Trade Center pada peristiwa 11 September 2001 terjadi pada pukul 09.03 waktu setempat. Kali ini datang dari pesawat Boeing 767-222 United Airlines Flight 175. Pesawat dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Logan di Boston, Massachusetts, ke Bandara Internasional Los Angeles, di Los Angeles, California, AS.

Tetapi, lima teroris Al Qaeda mengambil alih pesawat dan menabrakkannya ke Menara Selatan World Trade Center. 65 orang di pesawat, yang salah satunya adalah WNI, Eric Samadikun Hartono, dan sekitar 900 orang di Menara Selatan World Trade Center tewas seketika. Korban tewas semakin bertambah saat Gedung World Trade Center runtuh, 56 menit usai tabrakan kedua.

Serangan pesawat ketiga dalam tragedi 11 September 2001 datang dari Boeing 757-223 American Airlines Flight 77. Pesawat semestinya mengarungi rute dari Bandara Internasional Washington Dulles di Fairfax dan Loudoun Counties, Virginia, dekat Washington, D.C. ke Bandara Internasional Los Angeles di Los Angeles, California.

Sayangnya, lima teroris Al Qaeda membajak pesawat tersebut dan menabrakkannya ke Pentagon, menewaskan 64 orang yang ada di dalam pesawat (termasuk awak pesawat, penumpang, dan teroris) serta 125 karyawan dan tamu di Pentagon.

Adapun serangan terakhir dalam peristiwa 11 September 2001 datang dari Boeing 757-222 United Airlines Flight 93.

Baca juga: Pasca Insiden 9/11, Temperatur Udara di Amerika Serikat Sempat Naik Dua Derajat 

Pesawat dijadwalkan melahap rute dari Bandara Internasional Newark (sekarang Bandara Internasional Liberty Newark) di Newark, New Jersey, ke Bandara Internasional San Francisco, lalu menuju Bandara Internasional Narita dekat Tokyo, Jepang, dengan menggunakan pesawat lain.

Namun pesawat dibajak saat menuju San Francisco. Para teroris yang membajak awalnya akan menabrakkan pesawati ke U.S. Capitol Building. Tetapi, karena penumpang dan kru melawan, pesawat akhirnya dijatuhkan ke sebuah lahan di Shanksville, Pennsylvania, sekitar 150 mil (240 km) barat daya Washington, D.C.

 

Bak Terbengkalai, Jalur KA di Kawasan Semarang Ini Ternyata Masih Aktif

Bukan sebagai jalur utama kereta api yang melintas antar kota. Bahkan jalur ini sebenarnya masih digunakan dan bisa dilintasi kereta api. Ya, berada di kota Semarang, Jawa Tengah masih terdapat jalur kereta api yang masih digunakan untuk melintasi khususnya lokomotif.

Sekilas memang seperti jalur non aktif pada umumnya yang hampir menyatu dengan jalan raya, namun jika dilihat secara detail jalur tersebut masih terhubung dengan jalur utama kereta api.

Menurut kabar dari berbagai sumber mengatakan bahwa jalur ini tepat berada di Jalan Hasanudin Semarang. Dan melintasi pemukiman warga di area tersebut. Tak jauh darii situ terdapat perlintasan sebidang yang memiliki empat jalur kereta api. Tiga di antaranya saling berdekatan yaitu dua jalur utama sebagai bagian jalur ganda, satu jalur untuk langsiran.

Nah, ada satu jalur KA lagi yang terpisah dari 3 jalur di perlintasan sebidang Jalan Hasanudin Semarang tadi, karena jalur ini seperti memasuki kawasan permukiman dan banyak yang menyangka non aktif.

Saat memasuki permukiman warga di Jalan Satria Abimanyu Semarang, terdapat jalur kereta api yang seperti sudah tidak terpakai. Bahkan kondisinya pub hampir menyatu dengan jalan raya. Tak banyak terlihat munculnya bantalan maupun taburan balas yang berada di sela-sela rel.

Jalur tersebut ternyata memiliki fungsi yang sangat penting dan tentunya masib aktif digunakan khusus untuk lokomotif yang melakukan gerakan langsir. Ya, terbilang jalur tersebut merupakan segitiga pemutar/pembalik bagi lokomotif yang memiliki satu kabin saja.

Jika melihat kendaraan jalan raya seperti mobil kalau berbalik arah, maka lokomotif juga bisa berbalik arah dengan menempatkan posisi kabin masinis di depan agar memudahkan masinis nyaman mengendarai lokomotif.

Berbagai lokomotif pastinya sebelum membawa rangkaian kereta, harus melintasi jalur tersebut terlebih dahulu untuk memutar kabin yang semula menghadap belakang jadi menghadap bagian depan.

Di jalur KA yang melintasi Jalan Satria Abimanyu Semarang itu, lokomotif melintas dengan kecepatan di bawah 5 km/jam atau semboyan 2c. Karena lokomotif yang melintas dengan posisi long hood (kabin masinis menghadap ke belakang) itu melintasi permukiman warga. Dan pastinya saat lokomotif melintas, masinis harus membunyikan klakson berulang kali (Semboyan 35) atau hanya membunyikan lonceng yang menggantung dibawah lokomotif.

Ketika sampai di percabangan jalur, petugas juru langsir akan turun memindahkan wesel bandul (pemindah jalur KA) untuk berbelok ke arah lain. Kemudian lokomotif yang semula berjalan dengan posisi long hood, berjalan dengan posisi short hood (kabin masinis menghadap ke depan).

Lokomotif terus berjalan sampai di percabangan jalur berikutnya, dan juru langsir turun memindahkan wesel bandul untuk mengarahkan ke jalur lurus dari jalur berbelok. Setelah itu posisi kabin masinis lokomotif telah menghadap ke depan, kemudian lokomotif melintas masuk melalui jalur langsir di sisi jalur ganda ke Depo Lokomotif Semarang Poncol.

Diketahui bahwa jalur KA yang digunakan untuk memutar haluan adalah jalur lurus ke arah pelabuhan Semarang milik Semarang Cheribon Stoomtrammascapaj (SCS). Kini, Depo Lokomotif Semarang Poncol sudah memiliki turn table atau meja pemutar haluan lokomotif di dekat depo. Meski begitu, jalur segitiga pemutar masih bisa digunakan jika sewaktu-waktu turn table mengalami gangguan.

“Tanggung,” Stasiun Kedua Tertua di Indonesia, Masih Beroperasi dan Jadi Cagar Budaya

Peminat KA Gunung Jati Makin Marak, Ternyata Ini yang Menjadi Daya Tarik Penumpang

Berbagai pilihan masyarakat pengguna kereta rute Jakarta – Semarang sudah tak perlu khawatir lagi. Hal tersebut membuat banyak masyarakat memilih perjalanan kereta api sesuai dengan pilihannya masing-masing. Namun, kereta api yang satu ini telah menjadi kegemaran para penumpang yang tentunya melintasi berbagai kota di jalur pantura.

Ya, Kereta Api (KA) Gunung Jati menjadi salah satu yang mulai marak digemari penumpang baik perjalanan dari Semarang, Cirebon maupun Jakarta. KA Gunung Jati dihadirkan sebagai bentuk komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk meningkatkan layanan transportasi dalam mendukung konektivitas antar wilayah kota yang dilalui seperti Semarang, Pekalongan, Tegal, Cirebon hingga Jakarta.

Tingginya minat pelanggan terhadap KA Gunungjati relasi Semarang-Cirebon-Jakarta, hal ini membuat PT KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat sebanyak 188.502 pelanggan menggunakan KA Gunungjati relasi Cirebon-Jakarta sepanjang Januari hingga Juli 2026. Angka tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, khususnya untuk perjalanan dari Cirebon menuju Jakarta.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kereta api masih memiliki daya tarik kuat di tengah beragam pilihan moda transportasi. Menurutnya, penumpang kini tidak hanya mempertimbangkan kecepatan perjalanan. Kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu, hingga pengalaman selama perjalanan juga menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan transportasi.

Salah satu daya tarik perjalanan menggunakan KA Gunung Jati adalah suasana perjalanan yang dapat dinikmati dari balik jendela kereta. KA Gunungjati melintasi jalur utara Pulau Jawa dengan karakter pemandangan yang cukup beragam. Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat melihat hamparan persawahan, kawasan pesisir, hingga lanskap perdesaan.
Bagi sebagian penumpang, pemandangan tersebut menjadi hiburan tersendiri selama perjalanan.

Tentunya, dengan kereta api memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kendaraan pribadi. Penumpang tidak perlu berkonsentrasi mengemudi sehingga memiliki lebih banyak kesempatan untuk beristirahat. Kondisi tersebut membuat perjalanan kereta api dapat menjadi kesempatan bagi pelanggan untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas. Bahkan, menikmati suasana perjalanan sambil melihat panorama dari balik jendela dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi penumpang.

Tingginya jumlah pelanggan menjadi dorongan bagi KAI Daop 3 Cirebon untuk terus menjaga kualitas pelayanan. KAI tidak hanya menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas, tetapi juga berupaya mempertahankan ketepatan waktu serta meningkatkan kenyamanan pelanggan selama berada di perjalanan.

Dari Stasiun Cirebon, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan KA Gunungjati untuk perjalanan menuju Jakarta maupun kota-kota yang berada dalam lintasan kereta tersebut. Tarif perjalanan KA Gunungjati dari Stasiun Cirebon tercatat mulai Rp25.000, dengan besaran tarif menyesuaikan kelas, relasi, dan ketentuan tarif yang berlaku.

Diketahui, nama Gunung Jati dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan budaya Cirebon. Selain itu mengangkat nama Sunan Gunung Jati yang telah berjasa menyebarkan islam di Cirebon. Kereta ini dirancang dengan fasilitas modern yang mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Layanan ini terdiri dari kelas eksekutif dan ekonomi, sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat.

Stasiun Jatibarang, Saksi Sejarah Tugu Presiden Soekarno

Perkuat Rute Regional, Maskapai India Borong 105 Unit Pesawat Turboprop Rusia Il-114-300

Peta industri penerbangan regional di Asia Selatan mencatatkan lompatan besar lewat kesepakatan bernilai strategis antara Rusia dan India. Dalam ajang pameran industri Innoprom yang berlangsung di India, konsorsium manufaktur penerbangan asal Rusia, United Aircraft Corporation (UAC), resmi menandatangani rangkaian perjanjian pasokan dengan sejumlah maskapai penerbangan India.

Kesepakatan ini mencakup komitmen pengadaan hingga 105 unit pesawat jet regional turboprop teranyar, Ilyushin Il-114-300, yang dirancang sepenuhnya bebas dari sanksi Barat (sanctions-proof).

Komitmen ekspansif ini dipimpin oleh maskapai penerbangan karter dan regional India, Pinnacle Air, yang memesan sebanyak 50 unit Il-114-300 untuk memperkuat jangkauan konektivitas antar-kota sekunder. Sementara itu, maskapai pendatang baru asal bagian selatan India, Air Kerala, menandatangani kesepakatan untuk memboyong hingga 20 unit pesawat sejenis guna mendukung rute-rute pendek di kawasan regional. Melengkapi barisan komitmen tersebut, UAC juga mengamankan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Sleek Aviation untuk alokasi 35 unit Il-114-300 tambahan.

Langkah memborong armada asal Rusia ini menjadi strategi krusial bagi operator penerbangan India dalam memanfaatkan program prioritas konektivitas udara regional pemerintah setempat, seperti skema UDAN (Ude Desh ka Aam Naagrik). Il-114-300 dinilai sangat ideal untuk melayani rute-rute pengumpan (feeder) yang menghubungkan bandara-bandara perintis dengan infrastruktur landasan terbilang pendek atau minim fasilitas.

Bagi Air Kerala dan Pinnacle Air, mengoperasikan pesawat turboprop modern berkapasitas sekitar 68 penumpang ini menawarkan efisiensi operasional biaya per kursi (cost-per-seat) yang sangat kompetitif di tengah tingginya permintaan mobilitas masyarakat.

Dari sudut pandang teknis penerbangan, penyerahan Il-114-300 ke pasar internasional menjadi pembuktian besar bagi industri kedirgantaraan Rusia. Pesawat yang ditenagai sepasang mesin turboprop Klimov TV7-117ST-01 ini telah mengalami overhaul total untuk menggantikan seluruh komponen impor Barat dengan avionik dan sistem pendorong buatan dalam negeri Rusia.

Keberhasilan mengamankan pasokan 105 unit pesawat ke India tidak hanya memastikan masa depan produksi massal Il-114-300 di pabrik UAC, tetapi juga memberikan alternatif armada regional yang tangguh bagi pasar penerbangan berkembang di luar dominasi manufaktur Eropa dan Amerika Serikat.

‘737 MAX’ Rusia Bakal Dapat Saingan, Il-114-300 Sukses Terbang Perdana

16 Pos Perlintasan Sebidang Dibangun Guna Keselamatan Perjalanan KA dan Warga, Ini Lokasinya

Keselamatan perjalanan kereta api tentu dilihat dari lokasi maupun wilayah yang patut di waspadai. Terutama di area perlintasan kereta api. Tentu hal ini sangat beresiko jika terjadi yang hal yang tidak diduga. Bahkan bisa menimbulkan kerugian satu sama lain dan bisa menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

Seperti halnya pada perlintasan di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Kini di walayah tersebut tengah dibangun pos perlintasan baru yang berada dikawasan ramai dengan aktivitas perjalanan kereta api maupun lalu lintas jalan raya. Tentunya hal ini berguna demi keselamatan dan keamanan antara lalu lintas jalan raya maupun perjalanan kereta api itu sendiri.

Hal ini membuat PT KAI Daop 1 tengah mempercepat pembangunan fasilitas keselamatan di 16 titik perlintasan sebidang guna menjamin keamanan perjalanan kereta api dan masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari program besar tahun 2026 yang menargetkan peningkatan infrastruktur di 33 perlintasan yang kerap dilalui kendaraan roda empat.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mendukung keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perlintasan. Menurutnya, Hingga akhir Agustus, 16 lokasi telah memasuki tahapan pekerjaan dengan progres yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan teknis masing-masing lokasi.

Setiap titik perlintasan memiliki penanganan teknis yang berbeda, seperti pemasangan bangunan modular hingga penyediaan fasilitas sanitasi bagi petugas. Pihak KAI juga memastikan bahwa setiap pembangunan telah melalui tahap inspeksi bersama untuk menyesuaikan kondisi aktual di lapangan.

Menurut Franoto, pembangunan tersebut tidak semata-mata mengejar kecepatan penyelesaian. Yang lebih penting adalah memastikan fasilitas tersebut dibangun sesuai kebutuhan lapangan dan nantinya dapat berfungsi optimal dalam mendukung keselamatan. Meski fasilitas keselamatan terus dipercanggih, kedisiplinan para pengguna jalan tetap menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di perlintasan.

Diketahui bahwa kereta api memiliki karakteristik khusus berupa bobot yang masif, sehingga membutuhkan jarak pengereman yang panjang dan tidak bisa berhenti mendadak. Hal ini membuat pihak KAI terus mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang. Kurangi kecepatan, patuhi rambu, berhenti dan pastikan kondisi aman dengan melihat kanan dan kiri sebelum melintas, serta jangan pernah memaksakan diri ketika kereta api akan lewat.

Perbaikan fasilitas ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Tentunya, keselamatan di perlintasan membutuhkan peran bersama. Infrastruktur yang semakin baik harus diiringi kepatuhan terhadap aturan dan budaya tertib seluruh pengguna jalan. Nah, berikut ini daftar lokasi 16 perlintasan kereta api yang tersebar di wilayah Daop 1 Jakarta:

1. Petak Lemah Abang–Kedunggede, JPL 124 KM 51+733, Kabupaten Bekasi

2. Petak Lemah Abang–Kedunggede, JPL 126 KM 52+830, Kabupaten Bekasi

3. Petak Tambun–Cibitung, JPL 98 KM 34+4/5, Kabupaten Bekasi

4. Petak Tigaraksa–Cikoya, JPL 156 KM 58+256, Kabupaten Tangerang

5. Petak Kalideres–Poris, KM 12+650, Jakarta Barat

6. Petak Bojong Gede–Cilebut, JPL 26C KM 43+272, Kabupaten Bogor

7. Petak Lemah Abang–Kedunggede, JPL 129 KM 55+390, Kabupaten Bekasi

8. Petak Pondokranji–Jurangmangu, KM 21+524, Kota Tangerang Selatan

9. Petak Sudimara–Rawa Buntu, KM 28+647, Kota Tangerang Selatan

10. Petak Cisauk–Cicayur, JPL 98 KM 34+050, Kota Tangerang Selatan

11. Petak Poris–Batuceper, JPL 23A KM 15+595, Kota Tangerang

12. Petak Klari–Kosambi, JPL 169 KM 72+103, Kabupaten Karawang

13. Petak Batuceper–Tanah Tinggi, KM 16+330, Kota Tangerang

14. Petak Pondokcina–Depok Baru, KM 29+103, Kota Depok

15. Petak Batuceper–Tanah Tinggi, KM 16+710, Kota Tangerang.

16. Petak Batuceper–Tanah Tinggi, KM 17+650, Kota Tangerang

KAI kembali mengingatkan bahwa kewajiban pengguna jalan untuk mendahulukan perjalanan kereta api telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ketentuan tersebut menegaskan bahwa pengguna jalan wajib memberikan prioritas kepada kereta api yang akan melintas di perlintasan sebidang.

Jalur Perlintasan KA, Masih Jadi Momok Menakutkan

Luncurkan Kursi Elektrik Pertama di Dunia, Emirates Naikkan Standar Kabin Premium Economy pada Airbus A350

Maskapai global asal Dubai, Emirates, kembali membuat gebrakan di industri penerbangan internasional dengan meluncurkan kursi Premium Economy bertenaga listrik pertama di dunia yang dilengkapi sekat privasi penuh. Inovasi kabin terdepan ini debut secara resmi pada armada pesawat Airbus A350 terbaru milik Emirates.

Mengusung konfigurasi 2-3-2 dengan total kapasitas 28 kursi, fasilitas anyar ini memberikan kontrol yang jauh lebih luas bagi penumpang untuk mengatur ruang pribadi mereka sepanjang penerbangan.

Keunggulan utama dari teknologi kursi baru ini terletak pada sekat privasi elektrik yang dapat ditarik hingga mencapai tinggi penuh kursi—fitur yang belum pernah ada di kabin Premium Economy maskapai manapun di dunia. Sekat ini dapat dinaikkan atau diturunkan secara mulus sesuai kebutuhan penumpang melalui tombol pada Passenger Control Unit terintegrasi.

Selain pengoperasian sekat, seluruh pengaturan posisi duduk seperti mode lounge dan mode makan juga dioperasikan secara elektrik, melengkapi kenyamanan dimensi kursi berlebar 20 inci serta seat pitch hingga 39 inci yang dapat direbahkan ke posisi cradle tanpa mengganggu penumpang di baris belakang.

Aspek kenyamanan dan fungsionalitas semakin dimaksimalkan lewat penyematan headrest U-Dream berbahan kulit rancangan Safran Seats yang dapat disesuaikan fleksibel untuk menopang leher. Untuk menunjang kebutuhan produktivitas dan konektivitas, Emirates menghadirkan fitur pengisian daya nirkabel (wireless charging) pertama di kelasnya, lengkap dengan port USB-C serta meja lipat berfitur dudukan ponsel.

Pengalaman hiburan di udara turut dimanjakan oleh layar sentuh 13,3 inci beresolusi 4K HDR yang menjalankan sistem hiburan ice, ditambah integrasi kamera luar pesawat berperspektif baru pada badan Airbus A350.

Pengalaman terbang mewah ala kelas bisnis ini disempurnakan dengan sajian kuliner gourmet bercita rasa regional yang dihidangkan di atas porselen Royal Doulton dan peralatan makan stainless steel Robert Welch. Penumpang juga disuguhi pilihan minuman alkohol premium kurasi khusus, termasuk sparkling wine Chandon Vintage Brut 2021 hingga jajaran wine bergengsi seperti Chablis Premier Cru Jean-Marc Brocard 2024 dan La Parde de Haut-Bailly 2014.

Bagi penerbangan jarak jauh, Emirates turut membagikan amenity kit ramah lingkungan hasil kolaborasi dengan United for Wildlife yang berisi produk perawatan kulit berbasis tumbuhan dari Aveda.

Inovasi pada kabin A350 ini makin mempertegas posisi Emirates yang telah melayani rute penerbangan ke Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Saat ini, Emirates mengoperasikan 14 penerbangan mingguan dari Jakarta dan dua penerbangan harian dari Denpasar menuju hub global mereka di Dubai.

Kehadiran standar baru pada kabin Premium Economy bertenaga listrik ini dipastikan bakal semakin memanjakan para traveler asal Indonesia yang menginginkan privasi dan kenyamanan ekstra saat melakukan perjalanan jarak jauh ke berbagai destinasi dunia.

Emirates Tingkatkan Kenyamanan Economy Class dengan U-Dream Headrest, Inovasi Sandaran Kepala Pertama di Dunia