Kereta Api Ekspress Gunung Jati “Jakarta-Cirebon” Hanya Bertahan 20 Tahun

Kota Cirebon pada 1 Februari 1973 mencatatkan hari yang bersejarah, di mana peresmian perjalanan pertama kereta api di kota tersebut dengan keberangkatan dari Jakarta. Pada perjalanan pertama tersebut, Waklikota Cirebon, Letkol Tatang Suwardi menyambut dengan gembira bersama masyarakat.

Baca juga: Stasiun Cirebon, Bernilai Strategis dan Menyandang Bangunan Cagar Budaya

Bahkan kehadiran perjalanan kereta api Cirebon–Jakarta menjadi hadiah tahun baru dan HUT Kota Cirebon ke 602. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kereta ini bernama Kereta Ekspress Gunung Jati. Di mana untuk perjalan Cirebon–Jakarta menghabiskan waktu dua jam 30 menit dengan kecepatan maksimal hingga seratus kilometer per jam.

Kecepatan maksimal tersebut bisa ditempuh seiring dengan peningkatan kualitas lintas Cirebon–Cikampek. Kereta Ekspress Gunung Jati menggunakan CW atau kereta kelas 3 dengan rem Westinghouse berlivery putih terang dengan lining biru di bagian bawah jendela.

Namun kemudian pada 29 November 1989 Cirebon Ekspres pertama kali beroperasi dan berjalan beriringan dengan KA Ekspress Gunung Jati. Sayangnya karena memiliki relasi yang sama, maka tahun 1993 KA Ekspress Gunung Jati berhenti beroperasi. KA Cirebon Ekspres melayani kelas bisnis dan beroperasi menggunakan aramada KRD seri MCW 302 (KD2) hingga 2019 kemarin.

Setelah beberapa tahun beroperasi, rangkaian kereta tersebut diganti dengan rangkaian kereta kelas bisnis serta ditarik lokomotif karena sering mengalami gangguan. Kemudian, dilakukan penambahan layanan kelas sehingga ia melayani kelas eksekutif.

Pada 2005, PT KAI lalu menambah layanan baru sebagai turunan dari kereta api Cirebon Ekspres, yaitu Cirebon Ekspres Utama yakni kereta api dengan layanan kelas eksekutif satwa yang hanya bertahan dua tahun karena layanan kereta api tersebut digantikan oleh kereta api Argo Jati sejak 12 April 2007.

Sejak 25 Juli 2007, lintas pelayanan pada salah satu perjalanan kereta api Cirebon Ekspres diperpanjang hingga Tegal. Layanan kereta api ini pada kemudian hari diberi nama Tegal Bahari serta jumlah perjalanan ditambah menjadi dua kali dalam sehari mulai tahun 2009.

Baca juga: KA Kaligung – Dulu Gunakan Rangkaian KRD, Kini Gunakan Kelas Ekonomi New Image

Mulai 18 Oktober 2016, kereta api Cirebon Ekspres melayani kelas ekonomi plus dan menggunakan rangkaian kereta buatan PT INKA keluaran 2016—dengan mengubah layanan kelas bisnis.

Jasa Kargo Jadi Kunci Maskapai Lanjutkan Penerbangan Penumpang

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) kemarin merilis statistik lalu lintas udara sepanjang bulan September. Hasilnya, sudah pasti, angkutan kargo jadi primadona sekalipun masih tak lebih besar dibanding bulan yang sama di tahun lalu.

Baca juga: Tujuh Penerbangan Ini Tak Lazim Akibat Corona, Nomor 6 Paling Aneh!

Namun, hal itu masih jauh lebih baik ketimbang statistik penerbangan penumpang. Karenanya, penerbangan kargo dinilai menjadi jembatan penghubung maskapai untuk bisa kembali meraup untung dari penerbangan penumpang pasca pandemi virus Corona berakhir. Selama pandem masih mengintai dan penerbangan penumpang masih anjlok, kargo menjadi satu-satunya andalan untuk bisa terus menyambung asa.

Dilansir Simple Flying, IATA merilis bahwa lalu lintas kargo September tahun ini masih berkisar 8 persen lebih sedikit dibanding 2019. Sebagaimana prediksi banyak pihak, angka tersebut jauh lebih baik dibanding penerbangan penumpang yang mencatat penurunan 73 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sejak Covid-19 mewabah pada akhir tahun lalu dan mulai berdampak buruk bagi industri penerbangan pada Maret tahun ini, sejumlah maskapai penerbangan sudah mulai menjajaki penerbangan khusus kargo. Bahkan, saking tingginya permintaan, kabin utama yang kosong ditinggal penumpang pun juga dimanfaatkan operator guna memaksimalkan muatan kargo di setiap penerbangan. Tak ayal, penerbangan kargo persentase penurunannya relatif stabil sejak Maret lalu.

“Pesawat kargo sangat sibuk. Kapasitas kargo naik 20 persen, rata-rata jam terbang hampir 11 jam, yang luar biasa. Meskipun volume lalu lintas turun hanya 8 persen, jumlah kapasitas yang tersedia masih turun 25 persen. Jelas load factor sangat tinggi mencapai 57 persen persentase dibanding tahun lalu,” ujar kepala ekonom IATA, Brian Pearce.

Dengan persentase yang lebih besar, tentu ini menjadi modal berharga maskapai untuk tetap terus menerbangkan pesawat sekalipun masih ditinggal penumpang dalam waktu lama. Paling tidak sampai tahun depan. Lagi pula, terlepas dari penerbangan kargo atau penumpang, pergerakan pesawat secara keseluruhan sudah mulai kembali menggeliat.

Bulan Juli lalu, misalnya, FlightrRadar24 mencatat ada sekitar 110.361 penerbangan di tanggal 20 Mei. Capaian tersebut merupakan pertama kalinya sejak 22 Maret lalu dimana penerbangan per hari mencapai lebih dari 100 ribu flight. Meski demikian, tetap saja, persentasenya masih 48 persen di bawah persentase penerbangan di tanggal yang sama tahun lalu.

Baca juga: Kargo di Kabin Penumpang Bikin Pramugari Beralih Fungsi Jadi ‘Petugas’ Pemadam Kebakaran

Tanggal 30 Juli tahun lalu, ada sekitar 18,269 pesawat yang beredar di udara. Masih 33 persen di atas jumlah peredaran pesawat tahun ini, yang hanya mencapai 12,086 pergerakan di tanggal 28 Juli lalu.

“Lalu lintas komersial mulai kembali perlahan. Kita berbicara tentang beberapa poin persentase di sana-sini. Tapi pertumbuhan sebenarnya adalah lalu lintas non-komersial di mana orang mengambil keuntungan dari kesempatan untuk kembali bepergian. Tapi mereka tidak bisa pergi kemana-mana,” kata Ian Petchenik, Direktur Komunikasi FlightRadar24.com.

Flight To Nowhere Ala Thai Airways, Terbang Sambil Ziarah ke 99 Tempat Suci Umat Buddha

Thai Airways tak henti-hentinya berinovasi. Setelah membuka bisnis kuliner, bisnis flight simulator, dan pelatihan bagi para calon pramugari, kini maskapai penerbangan nasional Thailand itu menawarkan penerbangan keliling negeri sambil ziarah bagi umat Buddha. Selain untuk mewadahi warga Thailand berziarah, langkah tersebut diambil juga untuk mendongkrak ekonomi melalui pergerakan wisatawan lokal.

Baca juga: Dear ‘FA Wannabe,’ Thai Airways Bantu Wujudkan Mimpi Jadi Pramugari dengan Mahar Rp1,3 Jutaan

Diketahui, terbang sambil berziarah ala Thai Airways nantinya akan menghampiri ke sekitar 99 tempat suci di 31 dari 76 provinsi di Negeri Gajah Putih Thailand. Di antara provinsi-provinsi yang akan dikunjungi ialah Chon Buri, Rayong, Surat Thani, Prachuap Khiri Khan, Nakhon Pathom, Suphan Buri, Ayutthaya, Phitsanulok, Sukhothai, Chaiyaphum, dan Nakhon Ratchasima.

“Penumpang akan menerima energi positif dari chanting (mantra-mantra atau bacaan khusus saat berziarah) saat berada di dalam pesawat,” kata Wiwat Piyawiroj, wakil presiden eksekutif di Thai Airways, seperti laporan The Bangkok Post yang dikutip Simple Flying.

Penerbangan sambil berziarah ke tempat-tempat suci umat Buddha terobosan Thai Airways akan dimulai perdana pada 30 November 2020 mendatang. Pendaftaran terakhir akan ditutup lima hari sebelum hari H. Sekalipun tempat-tempat suci yang dikunjungi tergolong banyak, namun, diperkirakan penerbangan sakral tersebut hanya akan menghabiskan waktu sekitar tiga jam, berangkat dan mendarat di tempat yang sama, yakni Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand.

Tarif penerbangan mirip-mirip flight to nowhere ala Thai Airways ini dibuka mulai US$193 atau sekitar Rp2,7 juta (kurs 14.368).

Sebagaimana ritual saat berziarah atau mengunjungi tempat-tempat suci di Thailand pada umumnya, para peserta penerbangan ini akan menerima gift berisi buku-buku mantra dan jimat keberuntungan. Untuk menambah kesakralan, penerbangan tersebut juga akan dihadiri oleh tokoh astrologi Thailand, Katha Chinbanchorn, untuk memimpin pembacaan mantra-mantra setiap kali pesawat tiba atau mendekati tempat-tempat suci.

Dari rencana penerbangan yang sudah dibuat, usai lepas landas, pesawat akan meluncur ke Provinsi Chonburi dan Rayong, di pesisir Teluk Thailand. Pesawat kemudian meluncur ke selatan melewati Teluk Thailand ke Surat Thani, tempat dimana kuil Buddha keramat, Wat Chedi, berada. Dari sana, penerbangan akan bergerak ke utara menuju Sukhothai sebelum akhirnya kembali ke Bangkok.

Di sela-sela dari satu tempat suci ke tempat suci lainnya, para peserta penerbangan ziarah bisa mencicipi sajian spesial dari Thai Airways. Tak disebutkan dengan jelas sajian yang dimaksud.

Baca juga: Dear Pilot, Usai Bangkrut Thai Airways Jajaki Bisnis Flight Simulator! Segini Harganya

Awal Juni lalu, Thai Airways tengah berjuang menghindari kebangkrutan melalui prosedur ‘anti bangkrut’ di Pengadilan Kepailitan Pusat Thailand. Sampai saat ini, prosesnya masih terus berjalan dan diperkirakan baru akan mendapat kepastian dari pengadilan pada Desember mendatang.

Sebetulnya, prosedur kebangkrutan lewat pengadilan di Thailand memungkinkan perusahaan terus beroperasi, di bawah pengawasan pengadilan atau orang yang ditugaskan pengadilan. Namun, perusahaan memilih untuk menunda operasi sampai seluruh proses selesai, sekalipun pada akhirnya memutuskan untuk terbang lewat program tersebut.

Pria 23 Tahun Jadi Pilot Boeing 777 Kulit Hitam Termuda di Dunia

Malik Sinegal tercatat sebagai pilot kulit hitam Boeing 777 berlisensi termuda di dunia. Pria keturunan Afrika-Amerika berusia 23 tahun itu bahkan tak tahu dirinya telah menyandang gelar tersebut sampai akhirnya perwakilan dari Boeing menghubunginya dan mengucapkan selamat atas capaiannya itu.

Baca juga: Pekerjakan Pilot Berkulit Hitam Pertama, Inilah Fakta Unik Seputar American Airlines

Selama ini, ia berpikiri bahwa kokpit pesawat twin jet terbesar di dunia itu hanya bisa diisi oleh pilot-pilot kawakan, berusia sekitar 40-50 tahun lebih. Sekalipun Boeing 777 memang menjadi pesawat idamannya sejak kecil, ia tak pernah berpikir bakal menjadi pilot kulit hitam berlisensi Boeing 777 termuda.

“The Triple 7 (Boeing 777) adalah salah satu pesawat yang biasanya tidak disentuh orang sampai mereka berusia sekitar empat puluhan atau lima puluhan atau mereka sudah lama berada di maskapai penerbangan,” jelasnya, sebagaimana dikutip dari Daily Mail.

Sejak kecil, tepatnya tahun 2004 lalu, pria yang bermukim di Biloxi, Mississippi, Amerika Serikat ini sudah bercita-cita ingin masuk ke dalam kokpit. Tentu saja sebagai pilot, bukan sekedar bertamasya masuk ke dalam kokpit.

Setelah menunggu lama, impian tersebut baru bisa terwujud pada tahun 2018 lalu. Saat itu, ia berhasil menerbangkan Boeing 777 lewat program Delta State University aviation sebagai duta Republic Airlines. Sinegal, yang mengambil jurusan junior commercial aviation di kampus tersebut, selama 16 hari keliling dunia, di antaranya Mesir, Dubai, Australia, dan Jepang.

Ia mengaku mendedikasikan kesempatan tersebut untuk mendiang neneknya yang meninggal sebelum cita-citanya keliling dunia terwujud.

“Saya telah cukup diberkati untuk melihat semua peluang luar biasa yang siap ditawarkan dunia ini kepada kita. Apa yang Anda lakukan hari ini akan membuat Anda berada di jalan yang benar selama sisa hidup Anda,” ungkapnya.

Meskipun saat ini Sinegal hanya menjadi instruktur penerbangan, bukan menjadi pilot komersial Boeing 777, namun, secara umur, ia sebetulnya jauh lebih muda dibanding Anny Divya, pilot wanita termuda yang terbangkan Boeing 777. Pilot wanita di maskapai Air India itu tercatat berusia 30 tahun, terpaut tujuh tahun dari Sinegal.

Baca juga: American Airlines Diskriminasi Orang Kulit Hitam, NAACP Turun Tangan

Prestasi Sinegal tentu amat krusial di tengah kondisi dimana pria kulit hitam di AS selaku minoritas mendapat perlakuan rasis. Belum lama ini slogan ‘Black Lives Matter’ juga menggaung di dunia sebagai bentuk perlawanan atas perilaku rasis terhadap George Floyd atau terhadap warga kulit hitam pada umumnya.

Selain itu, sebaran pilot kulit hitam di AS juga minim. Pada tahun 2019, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan bahwa hanya tiga persen dari semua pilot maskapai penerbangan komersial AS berkulit hitam.

Setelah Pilot, Seorang Pria Coba Ungkap Pramugari Misterius di Foto Jadul

Seorang pria di Ontario, Kanada, tak pernah berhenti untuk membunuh rasa penasarannya terhadap seorang pramugari misterius dalam sebuah foto. Sebab, pramugari yang mengenakan seragam maskapai Trans-Kanada, sampai saat ini, belum ada yang mengetahui identitasnya.

Baca juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan

Dilansir toronto.ctvnews.ca, Lorne Jordan awalnya tak sengaja menemukan foto hitam putih yang diambil antara tahun 1947 dan 1952 itu di internet. Sadar bahwa foto itu akan sangat bermakna, terlebih kualitasnya juga tajam, pecinta penerbangan ini pun menyimpan foto tersebut.

Tak sekedar menyimpan, ia pun penasaran terhadap pramugari tersebut. Namun, setelah mencoba beberapa lama, ia tak kunjung menemukan apa yang ia cari.

“Saya tahu kekuatan foto. Ini adalah momen yang tidak akan pernah mereka lupakan. Mereka akan melihatnya di sana untuk selamanya,” kata Jordan.

“Saya ingin sekali mengetahui siapa dia. Saya telah mencoba, tetapi saya tidak kunjung mendapatkannya. Saya berharap anggota keluarga atau seseorang akan melihat fotonya dan menghubungi kami,” tambahnya. Ia pun berharap kelak akan ada keluarga yang menghubunginya untuk memperlihatkan foto itu.

Alih-alih mendapat kejelasan terkait identitas pramugari misterius tersebut, secara tak sengaja, Jordan justru malah mendapat identitas pria berkumis di samping pramugari yang diketahui sebagai pilot junior. Cerita terungkapnya identitas pilot dalam foto jadul tersebut dimulai saat Jordan kedatangan seorang pilot Air Canada, Brian Jones.

Pilot dan pramugari misterius. Foto: toronto.ctvnews.ca

Saat itu, Jordan tak tahu kalau Jones rupanya pernah menjadi pilot juga di maskapai Trans-Kanada. Karena itu, kedatangan Jones memang tak diharapkan bisa membantunya mengungkap identitas pilot di foto tersebut.

Namun, tak lama setelah masuk ke rumah Jordan, Jones langsung terkejut akan sebuah foto jadul hitam putih yang menampilkan pramugari dan pilot muda di kokpit. Sebab, Jones kenal dengan pilot tersebut. Ia pun memulai kembali cerita pertemuannya dengan pilot yang diketahui bernama Don McLean itu.

Jones pertama kali bertemu McLean pada tahun 1972. Saat itu, Jones merupakan pilot muda dan McLean sudah menjadi pilot senior. Mereka pernah terbang bersama. Selain itu, ia juga mengaku kenal dengan anak McLean, Laurence dan bersedia membantu Jordan untuk mempertemukannya.

Sebelum dipertemukan, Jones memberikan nomor kontak Laurence yang berprofesi sebagai pilot Air Canada. Tak sabar, Jordan pun menelepon Laurence. Setelah diceritakan dan diperlihatkan, betapa terkejutnya Laurence dengan foto tersebut. Awalnya, Jordan nampak biasa saja, tak ikut terkejut.

Akan tetapi, setelah diceritakan bahwa Laurence belum sekalipun bertemu dan melihat wujud ayahnya -sekalipun di foto- barulah ia ikut terkejut dan sadar bahwa prediksinya (foto itu akan sangat bermakna) tepat. Laurence menyebut, ia ditinggal mendiang ayahnya saat masih dalam kandungan akibat sakit leukimia pada tahun 1996.

Baca juga: Lakukan Pendaratan Darurat, Penumpang Southwest Airlines Dibuat Bingung dengan Sosok Misterius di Sayap

“Saya seperti disambar petir. Saya bahkan tidak bisa bereaksi. Senang sekali bisa berbicara dengan (Laurence) di telepon dan mendengar emosi dari suaranya dan betapa bahagianya dia,” ujar Jordan

“Ini benar-benar jepretan ikonik. Saya mengatakan kepadanya, ‘Ya Tuhan, ayahmu adalah pria yang sangat tampan. Pertama kali saya melihat foto itu, saya pikir dia tampak seperti bintang film,'” pungkasnya.

Sepi Penumpang di Masa Pandemi, Bandara Kertajati Sewakan Area untuk Foto Prewedding

Bandara Kertajati di Majalengka bagaimana kabarnya di masa pandemi ini ya? Pertanyaan ini sepertinya patut untuk ditanyakan, karena bandara besar seperti Soekarno-Hatta pun masih terlihat sepi dan belum seramai sebelum pandemi.

Baca juga: Trayek Tak Tutup, Pengusaha Transportasi di Bandara Kertajati Hanya Merugi

Penasaran bagaimana keadaannya? Ternyata, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati ini super sepi penumpang dan karena hal ini, pengelola sampai melakukan penghematan. Salah satunya adalah mematikan pendingin udara dan lampu saat operasional penerbangan berhenti atau jam operasional berkurang.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ternyata dengan penghematan mematikan listrik dan pendingin udara, bisa menekan biaya hingga Rp700 juta. Nah, bukan hanya itu, Bandara Kertajati juga kini membuka fasilitas untuk siapa saja yang ingin melaksanakan foto prewedding, foto keluarga maupun lainnya.

Program komersial ini dilakukan karena selama pandemi Covid-19 tidak ada aktivitas di bandara yang letaknya di Majalengkan tersebut. Vice President Corporate Secretary Public Comunication PT BIJB, Handika Suryo Syaiful, mengatakan, pihaknya juga gencar pada bisnis lain selain penerbangan.

Dia mengaku sampai saat ini bandara tetap beroperasi dan jadwal penerbangan masih tersedia serta tiket keberangkatan dari Bandara Kertajati pun masih terjual. Menurut Handika, pihaknya gencar pada binsis lain karena beberapa tempat di bandara cukup Instagramable untuk foto ataupun video.

“Selama ini kan ada beberapa bandara suka dipakai tempat foto syuting film atau iklan. Nah kami sedang gencarkan lagi layanan komersialnya. Ini sudah berjalan sejak dulu di BIJB. Untuk spot foto berada di public area bandara sehingga tetap memperhatikan sisi safety dan security bandara serta sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Handika.

Dia menyebutkan layanan komersial ini sudah ada sejak 2018 dan untuk tarif yang dikenakan pada foto prewedding dan syuting mulai dari Rp500 ribu dan ini relatif murah. Handika menambahkan, pihaknya tak menutup kemungkinan sejumlah area komersial di Bandara Kertajati menjadi tempat syuting film.

“Tentu pengajuannya harus dari jauh hari agar kami siapkan alur spot pengambilan gambarnya sesuai permintaan. Kecuali di daerah keamanan terbatas seperti landasan pacu menara ATC itu tidak boleh,” ujar dia.

Handika menyebutkan, sejumlah spot unggulan yang bisa di jadikan tempat pengambilan foto dan video di BIJB Kertajati Majalengka, antara lain area sky net bangunan depan, pengguna bisa mengambil foto dengan latar tulisan Bandara Internasional Kertajati Majalengka. Spot lain yakni di dalam gedung bandara lantai 3. Terdapat dinding dengan latar batik mega mendung hingga ukiran daun jati.

“Spot lain juga bisa menara ATC tapi dari kejauhan dan hanya jadi latar karena menara berada di kawasan terbatas. Jadi terkait foto yang sempat ramai orang foto di salah satu bagian pesawat itu hanya latar saja dan memang bukan kawasan promosi,” katanya.

Tak hanya itu, pada libur panjang kemarin, Bandara Kertajati mengatakan belum banyak penumpang yang memilih ke Bandara padahal airline sudah membuka tiket. Bandara sendiri terus berupaya menjaga kinerja dengan berkoordinasi bersama para pelaku kargo, operator kargo dan travel umroh untuk menerbangkan kargo dan umroh.

Handika menyebutkan, mengenai investasi yang digelontorkan, sama seperti bandara lain pengembalian dana yang didapat dari APBD Jawa Barat dan APBN ini, tidak cepat karena dipengaruhi trafik pengunjung. Namun pihaknya tidak merinci besaran investasi tersebut. Sebagai informasi, Bandara Kertajati termasuk PSN (Program Strategis Nasional), sehingga dalam pembangunannya disokong oleh dana APBN dan APBD Provinsi Jawa Barat.

“Dalam kajian FS, Bandara Kertajati ini dengan catchment area dengan potensi 6,5 juta penumpang dengan catatan jika tol Cisumdawu sudah beroperasi, sehingga jarak dari Bandara kota di sekitar bandara bisa ditempuh dengan waktu dibawah 90 menit,” sambung dia.

Selama masa pandemi dan sampai akhir tahun ini, PT BIJB telah menetapkan Business Continuity Management (BCM) di antaranya dengan efisiensi biaya operasi di bandara dengan dalam status WFH secara bergiliran. Saat ini juga pihaknya juga sedang melakukan finalisasi review masterplan untuk menyeleksi mitra atas pengembangan bisnis di bandara.

Baca juga: Bandara Kertajati Memulai Penerbangan Internasional dengan Keberangkatan Umroh

“Karena BIJB ditugaskan untuk mengelola bandara dan juga kawasan aerocity Kertajati, sambil menunggu kebangkitan jumlah penumpang, BIJB fokus pada pengembangan bisnis aerocity yang akan menjadi penopang kawasan rebana metropolitan. Ini sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan menjadi pendongkrak bangkitnya Bandara Kertajati,” jelasnya Handika.

Analis Bloomberg: Maskapai Utama Pakistan “PIA” Kemungkinan Besar Bangkrut

Seorang analis Bloomberg menyebut maskapai Pakistan International Airlines (PIA) kemungkinan besar akan bangkrut imbas hantaman pandemi virus Corona. Hal itu berdasarkan analisi menggunakan metode Z-score yang dikembangkan oleh Edward Altman pada 1960-an untuk memprediksi kebangkrutan, dengan mengacu pada data finansial perusahaan.

Baca juga: Bos Emirates Prediksi Akan Ada Lebih Banyak Maskapai Bangkrut di Akhir Tahun

Dilansir theprint.in, metode Z-score menggunakan lima variabel yang mengukur likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, leverage, dan kinerja keuangan terkini. Dari variabel tersebut kemudian akan muncul skor. Skor di bawah 1,8 menunjukkan bahaya kebangkrutan dalam dua tahun, sementara angka yang mendekati 3 menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi yang kuat secara finansial.

Meskipun sudah muncul sejak lebih dari setengah abad yang lalu, model penghitungan tersebut memiliki tingkat akurasi antara 80 – 90 persen dalam memprediksi kebangkrutan sebuah perusahaan.

Hanya saja, sejauh ini tak disebutkan dengan jelas berapa skor maskapai nasional Pakistan itu sesudah dianalisis dengan menggunakan Z-score. Terlepas dari skor, umumnya, maskapai-maskapai di dunia yang bertahan dari ancaman kebangkrutan, imbas dari anjloknya penerbangan global akibat pandemi Corona, mendapat suntikan dana segar dari pemerintah.

Sejauh ini, Pakistan dinilai sebagai salah satu negara yang tak memililki kemampuan akan hal itu. Padahal, Airline Passenger Experience Association (APEX) sudah sejak Maret lalu menyerukan pemerintah global, termasuk Pakistan, untuk membantu upaya penyelamatan industri penerbangan di tengah wabah virus corona atau COVID-19. Menurut asosiasi yang berdiri sejak 1979 tersebut, upaya penyelamatan maskapai dapat dicapai lewat kucuran dana senilai Rp3.805 triliun (kurs Rp 15.133).

Bak gayung bersambung, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) juga ikut menyerukan ke pemerintah di seluruh dunia agar memberikan paket stimulus lanjutan ke maskapai penerbangan. Setidaknya, di paruh kedua 2020 ini, maskapai membutuhkan sekitar US$77 miliar atau sekitar Rp1.133 triliun (kurs 14.700) uang tunai untuk membiayai operasional.

Menanggapi kabar kebangkrutan berdasarkan metode ilmiah, juru bicara PIA pun buka suara. Menurutnya, data yang disajikan, dimana nilai hutang PIA termaktub mencapai empat kali lipat dari total asset disebut kabur.

Sebab, hutang-hutang PIA yang akan jatuh tempo sudah direstrukturisasi oleh para kreditur dalam waktu cukup lama. Dengan demikian, maskapai relatif aman-aman saja dari ancaman kebangkrutan, tak seperti yang dianalisis oleh ahli dari Bloomberg.

Baca juga: Gawat, 1 dari 3 Pilot di Pakistan Pakai Lisensi Palsu!

PIA sejauh ini disebut memuncaki daftar maskapai di dunia yang bakal bangkrut dalam waktu dekat. Di bawahnya, ada beberapa maskapai dari Afrika dan Amerika Latin, seperti Medview Airlines (maskapai asal Nigeria), Precision Air Services (maskapai asal Tanzania), Grupo Aeromexico SAB, grup yang membawahi maskapai Aeroméxico (asal Meksiko), dan Gol Transportes Aéreos (Gol Linhas Aéreas) Inteligentes S.A, maskapai LCC asal Brazil.

Tak lupa, dua maskapai asal Asia juga masuk dalam daftar maskapai yang bakal bangkrut, yakni Thai Airways dan AirAsia.

Singapura Hadirkan Tur Virtual Untuk Mudahkan Pelancong

Tur virtual menjadi salah satu pilihan di masa pandemi Covid-19. Selain menjadi hal baru bagi banyak orang, tur virtual juga bisa mengajak pelancong mendatangi banyak area wisata yang belum sempat dikunjungi. Bahkan harga tur virtual lebih murah dibandingkan dengan langsung menyusuri sendiri.

Baca juga: Jepang Hadirkan Perjalanan Bus Virtual, Penumpang Rasakan Sensasi dari Tempat yang Dituju

Tetapi perbedaannya hanya tidak bisa langsung menikmati tempat tersebut dan hanya bisa melihat dari jauh melalui sebuah video. Dirangkum KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (25/10/2020), Singapore Tourism Board (STB) ingin mempromosikan lebih banyak pengalaman lokal seperti itu di luar negeri dan mendorong penyedia tur lokal untuk melakukan tur mereka secara online.

Pada Kamis lalu (22/10/2020), STB dan Airbnb menandatangani nota kesepahaman dua tahun untuk mempromosikan tur dan pengalaman lokal di platform Airbnb. Tur yang sudah ada di platform online, seperti TourHQ dan Pengalaman Online Airbnb, mencakup elemen di tempat seperti walkabout yang disiarkan langsung atau demonstrasi memasak, sementara yang lain terdiri dari segmen yang direkam sebelumnya, dengan tuan rumah di rumah atau kantor mereka sendiri sambil melibatkan peserta.

P.S.Yeo salah satu dari beberapa di sini yang telah melakukan tur dan pengalaman mereka secara online, dalam upaya untuk terus menjadi tuan rumah para pelancong sementara global tetap menjadi tantangan karena pembatasan perbatasan yang timbul dari Covid-19. Yeo, yang memiliki dan mengoperasikan Everyday Tour Company, memulai tur online Explore Crazy And Rich Singapore pada bulan Juli, dan mengatakan bahwa mayoritas pesertanya berasal dari luar negeri.

Turnya, yang berpusat di sekitar film Crazy Rich Asians tahun 2018 yang menonjolkan Singapura, bertujuan untuk membandingkan pengalaman hidup orang Singapura dengan yang digambarkan dalam film tersebut, dan telah menarik penonton dari seluruh dunia.

“Film itu sangat populer di Amerika Serikat, begitu banyak peserta tur datang dari sana, tetapi saya juga menerima pendaftaran dari Hong Kong, Taiwan, Jepang, dan Cina. Tur itu selalu dirancang untuk pasar luar negeri. Saya pikir film itu cara yang baik bagi saya untuk memperkenalkan Singapura kepada penonton ini,” kata Yeo.

Dia menampung antara 20 dan 60 peserta per minggu, tergantung pada jadwalnya dan apakah dia menerima pemesanan grup. Seperti Yeo, operator tur dan tuan rumah lainnya sedang menyesuaikan tur dan pengalaman mereka agar sesuai dengan penonton di luar negeri untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada orang asing tentang kehidupan Singapura.

Dhruv Shanker, seorang ekspatriat dari India, mengatakan kelas memasak virtualnya telah cukup populer di kalangan orang asing sehingga dia menjalankannya setiap hari pada pukul 06.00 pagi untuk melayani peserta dari belahan bumi barat, sebelum dia mulai bekerja di pagi hari sebagai konsultan pemasaran. Shanker, yang telah tinggal di Singapur selama hampir tujuh tahun, mengatakan sementara kelasnya saat ini fokus pada makanan India, dia juga menunjukkan daftar makanan jajanan yang harus dimakan dan makanan lezat Singapura yang harus dicoba oleh peserta di sini.

“Saat kami memasak, kami tidak hanya berbicara tentang makanan dan banyak yang ingin tahu tentang kehidupan di Singapura. Mereka bertanya kepada saya tentang sistem pendidikan, hukum, dan ketertiban. Ini cara yang bagus untuk mengetahui lebih banyak tentang negara tersebut. Terkadang , mereka bahkan bertanya-tanya tentang pemandangan dari balkon saya,” katanya.

Mantan koki, yang menjalankan blog makanan The Mad Onion Slicer sejak 2006, rata-rata memiliki sekitar 50 siswa per minggu, dengan sekitar 90 persen dari mereka mengikuti kelas dari luar negeri. Ketika dia menjalankan kelas fisik di apartemennya yang sebagian besar pada akhir pekan sore sebelum pandemi virus corona, sekitar setengah pesertanya adalah turis dari luar negeri.

Untuk operator tur Monster Day Tours, tur virtual dua minggu sekali ke utara yang dijuluki “Lembah Silikon Singapura” dan sebagian besar dihadiri oleh penduduk setempat tetapi ada juga beberapa peserta asing. Pendirinya, Suen Tat Yam mengatakan bahwa sekitar 80 persen dari peserta tur adalah penduduk Singapura, sedangkan 20 persen sisanya sebagian besar berasal dari bagian lain Asia.

Dia mengaitkan ini dengan waktu tur, yang berlangsung pukul 10.30 pagi pada hari Sabtu. Perusahaan bermaksud untuk menambahkan lebih banyak lokasi tur virtual, dan menjadikan tur semacam itu sebagai perlengkapan permanen dalam penawarannya.

“Ada beberapa orang yang tidak memiliki hak istimewa untuk bepergian, tetapi masih ingin menjelajahi tempat-tempat baru. Kami ingin agar tur juga dapat diakses oleh mereka,” kata Suen.

Vandana Om Kumar, pendiri TourHQ, sebuah platform yang menghubungkan pemandu dan pelancong di seluruh dunia, mengatakan bahwa tur virtual mungkin akan tetap ada.

“Ini ramah anggaran, dan membuat lokasi di luar negeri jauh lebih mudah diakses. Anda hanya dapat mengambil liburan sebanyak itu dalam setahun, tetapi dengan perjalanan virtual, wisatawan dapat dengan mudah menikmati 10 lokasi berbeda dalam waktu singkat,” katanya.

Kumar mengatakan tur virtual juga akan tetap populer di kalangan lansia yang mungkin menghadapi tantangan mobilitas saat bepergian. Tetapi masih harus dilihat apakah tur virtual akan menjadi pengubah permainan secara finansial, kata Ng Boon Gee, direktur senior pengembangan bisnis di Gardens by the Bay.

Baca juga: National Railway Museum di Inggris Buka Studio Virtual

Namun, dia mencatat bahwa tur virtual memiliki keuntungan tersendiri. Gee mengatakan, tur virtual telah membantu mereja memperluas jangkauan ke audiens baru yang mungkin tidak pernah berpikir untuk mengunjungi taman atau tidak dapat melakukannya karena pembatasan perjalanan saat ini. Pemandu dan operator tur di sini mengatakan tur virtual tidak akan mengkanibal kunjungan fisik di masa depan ke negara itu.

Sambut Perayaan Satu Abad, Qantas Layak Bangga Jadi Maskapai Teraman di Dunia

Tak lama lagi, maskapai tertua ketiga di dunia setelah KLM (didirikan Oktober 1919) dan Avianca (didirikan Desember 1919), Queensland and Northern Territory Aerial Services (Qantas) akan merayakan satu abad berdirinya perusahaan pada 16 November mendatang. Selain menjadi salah satu maskapai tertua di dunia, perusahaan penerbangan yang berbasis di Sydney, Australia, itu tentu harus berbangga diri menyandang status sebagai maskapai teraman di dunia.

Baca juga: Sejarah Panjang, 50 Tahun Boeing 747 Bersama Qantas

Dilansir Simple Flying dan beberapa sumber lainnya, status tersebut disandang Qantas bukan tanpa alasan. Pun sebaliknya, kebanggan Qantas atas label itu juga tak tiba-tiba datang. Terbang pertama kali sejak tahun 1921, Qantas memang nyaris tidak pernah mengalami kecelakaan fatal. Setidaknya setelah tahun 1951 sampai sekarang.

Sebelum 1951, pesawat Qantas tercatat mengalami delapan kecelakaan fatal. Itupun empat di antaranya berkenaan dengan Perang Dunia II (Kedua). Saat itu Qantas mengoperasikan pesawat untuk membantu pihak sekutu. Satu pesawat Qantas ditembak jatuh saat itu.

Kecelakaan pertama terjadi pada 7 April 1949. Saat itu, pesawat Avro Lancastrian VH-EAS jatuh dan terbakar saat menggelar latihan pendaratan darurat. Beruntung tak sampai memakan korban jiwa.

Di tahun 1951, pesawat Qantas jatuh di perairan lepas pantai Papua Nugini. Pilot beserta enam penumpangnya tewas saat itu. Pesawat de Havilland Australia DHA-3 Drover tersebut jatuh akibat kegagalan mesin. Itulah kecelakaan terakhir yang dialami oleh Qantas. Itu pun sebelum era pesawat jet modern. Setelah era pesawat jet, Qantas tidak pernah jatuh lagi, hanya ada beberapa insiden kecil saja.

Hal itu tentu berlawanan dengan KLM dan Avianca. Keduanya boleh saja berbangga diri selaku maskapai tertua pertama dan kedua di dunia yang masih beroperasi. Namun, keduanya pernah beberapa kali terlibat kecelakaan fatal.

Kecelakaan fatal KLM fllight 4805 bahkan digadang jadi kecelakaan pesawat terburuk di dunia sepanjang masa, dengan memakan korban hingga 583 jiwa. Demikian juga dengan Avianca, maskapai yang kini telah dinyatakan bangkrut itu pernah terlibat beberapa kecelakaan fatal. Yang termasyhur mungkin Avianca Airlines flight 203. Kala itu, pesawat Boeing 737 Avianca meledak tak lama setelah lepas landas dan menewaskan 107 orang.

Sekalipun perayaan satu abad atau 100 tahun Qantas dikacaukan dengan pandemi Corona, namun, maskapai tak mau melewatkan momen berharga ini begitu saja. Karenanya, maskapai berniat akan menerbangkan pesawat selama 100 menit di atas langit Sydney untuk menandai 100 tahun perusahaan berdiri.

Qantas pertama kali didirikan pada 16 November 1920 oleh tiga orang pensiunan Perang Dunia I. Tak heran, pesawat pertamanya, Avro 504 berkapasitas tiga orang termasuk pilot, merupakan biplane bekas Perang Dunia I. Di masa-masa awal berdiri, maskapai nasional Australia ini lebih banyak fokus mengantar surat atau kargo ketimbang mengantar penumpang.

Baca juga: Penerbangan ‘Tanpa Tujuan’ Qantas Diserbu Traveller, 10 Menit Ludes Terjual

Penumpang pertama Qantas baru datang pada tahun 1922. Saat itu, penumpang berusia 84 tahun itu minta diantar (maklum belum ada rute penerbangan reguler) ke Longreach ke Cloncurry, Queensland Tengah, Australia.

Selama beberapa tahun, Qantas hanya keliling Queensland sebelum akhirnya berkembang dan menjadi maskapai bergengsi di dunia. Tak heran, sejarah Qantas di Queensland dijadikan sebagai cerita rakyat yang terus dipropagandakan ke anak-anak sebagai pengetahuan umum terkait sumbangsih wilayah mereka (Queensland) terhadap Australia.

Berselisih Karena Tak Kenakan Masker, Penumpang Kereta Terkena Semprotan Merica

Masker menjadi salah satu barang penting dan wajib digunakan di mana pun berada. Bahkan bila tidak menggunakan masker di Indonesia akan dikenakan denda sebesar Rp250 ribu atau sanksi sosial.

Baca juga: Tegur Penumpang yang Tak Pakai Masker dengan Benar, Pria Tua ini Justru Kena Gigitan di Dada

Masker wajib digunakan untuk membantu mencegah penularan Covid-19 yang kini menjadi pandemi di seluruh dunia. Namun ada pengecualian bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu, anak-anak dan lansia.

Nah, bagaimana bila seseorang tidak menggunakan masker dengan benar? Apakah salah bila menegur orang tersebut? Sepertinya tidak, dan menegur dengan sopan justru membantu orang tersebut agar tidak tertular virus corona baru ini.

Sayangnya pada 3 November kemarin, seorang penumpang kereta di Jepang matanya harus terluka karena menegur penumpang lain yang tidak menggunakan masker dengan benar. KabarPenumpang.com melansir dari laman tokyoreporter.com (4/11/2020), insiden ini terjadi di dalam kereta Tozai Line sekitar pukul 12:35 waktu setempat.

Di mana seorang pria menyemprotkan wajah penumpang kereta bawah tanah dengan semprotan merica. Awal insiden ini di mana penumpang yang menjadi korban tersebut melihat pelaku tidak menggunakan masker untuk menutup hidung dan mulutnya.

Ia berkata, “Pakai maskermu dengan benar”.

Kemudian, ketika keduanya turun dari kereta perselisihan terjadi. Keduanya menuju ke platform Hanzomon di Stasiun Kudanshinta Bangsal Chiyoda. Tiba-tiba pelaku menyemprotkan cairan tersebut ke wajah korban. Setelah pelaku melakukan hal itu, dia melarikan diri dari lokasi kejadian.

Polisi dari Kojimachi mengatakan, korban yang berusia 40-an tersebut dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan akibat luka ringan di matanya. Mereka mengatakan, pelaku berusia sekitar 30-an dan memiliki tinggi badan sekitar 165 cm.

Baca juga: Menolak Pakai Masker, Penumpang Kerera Cepat di Perancis Diusir dari Kereta

Mereka mengatakan, kasus ini diperlakukan sebagai penyebab cedera. Sebelumnya, di Belgia seorang pria paruh baya digigit oleh penumpang bus yang marah. Pria berusia 56 tahun tersebut digigit karena meminta penumpang lain di dalam bus tersebut untuk mengangkat masker dari dagu dan menggunakannya dengan benar.