Transportasi kereta api tentu sudah menjadi andalan masyarakat Indonesia untuk beraktivitas setiap waktu. Bahkan dengan menggunakan kereta api, masyarakat sudah merasa terbantu dan praktis untuk melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Indonesia khususnya Jawa dan Sumatera. Namun, kali ini pemerintah turut andil dalam melaksanakan perencanaan baru untuk beberapa wilayah yang nantinya akan dilintasi oleh kereta api.
PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyiapkan pengembangan jalur kereta baru di tiga wilayah, yakni Sumatra, Kalimantan, dan Bali. Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto kepada KAI. Menurut Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, perseroan tengah mengerjakan studi untuk pengembangan jalur kereta di Kalimantan. Sementara itu, penyusunan detailed engineering design (DED) untuk jalur kereta di Sumatra juga sedang berjalan.
Bobby mengatakan urutan pembangunan akan ditentukan berdasarkan sejumlah faktor, salah satunya proses pembebasan lahan. Karena itu, wilayah yang paling siap akan lebih dulu didorong pembangunannya. Untuk rencana Trans Kalimantan, Bobby mengatakan studi pengembangan jalur tersebut masih diselesaikan. Ia belum memastikan apakah pembangunan akan diprioritaskan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) atau wilayah lainnya.
Sementara untuk pendanaan, KAI belum membahas keterlibatan investor dalam proyek Trans Kalimantan maupun jalur kereta di Bali. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah telah menjajaki calon investor dari dalam dan luar negeri untuk pembangunan Trans Kalimantan, termasuk dari China dan Rusia.
Dudy juga mengatakan pemerintah juga telah berkoordinasi dengan KAI untuk menyiapkan roadmap pembangunan Trans Sumatra dan Trans Kalimantan. Untuk Trans Sumatra, sebagian jalur dinilai sudah tersedia sehingga pengembangannya dapat dilakukan dengan menghubungkan jalur-jalur yang ada. Hingga kini, pemerintah belum menetapkan nilai investasi untuk proyek tersebut. Dudy mengatakan perhitungan masih akan bergantung pada rencana bisnis dan minat investor.
Diketahui bahwa KAI sendiri merupakan bagian dari ekosistem BPI Danantara Indonesia. Dudy sebelumnya menyebut pengembangan jalur di Sumatra lebih berpotensi digarap KAI untuk kepentingan logistik, sementara proyek di Kalimantan dinilai menarik bagi investor China maupun Rusia.
Rencana pengembangan jaringan kereta tersebut sejalan dengan arahan Prabowo yang sebelumnya menyatakan ingin mengembangkan Trans-Sumatra dan Trans-Kalimantan. Menurut Prabowo, kereta api memiliki fungsi tidak hanya sebagai transportasi penumpang, tetapi juga sebagai sarana logistik yang dapat mendukung aktivitas ekonomi.
Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara
