KA Pandanwangi Kembali Beroperasi di Daop 9 Jember

Pandan wangi yang satu ini bukanlah daun yang biasa ditambahkan untuk menambah wangi sebuah masakan. Pandan wangi yang satu ini nama sebuah kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI. Awalnya kereta Pandanwangi Semarang melaju di relasi Semarang Tawang menuju Solo Balapan.

Baca juga: Mulai 1 Desember, KA Kalijaga Berhenti Beroperasi Setelah Penetapan Gapeka 2019

Kereta ini beroperasi di daerah operasional atau Daop 4 Semarang yang melayani perjalanan dua kali sehari berangkat dari Stasiun Solo Balapan ke arah utara melalui Gemolong, Gundih, Kedung Jati dan tiba di Semarang Tawang.

Kereta ini dioperasikan melalui tiga unit KRD milik Daop 4 Semarang untuk melayani tekanan transportasi jalan raya antara Solo dan Semarang. Perjalanan ini ditempuh sekitar 2,5 jam dan dimaksudkan untuk mempercepat antara dua kota ini.

Meski begitu relasi KA Pandanwangi Semarang ini masih dibatasi oleh kondisi rel di daerah antara Gundih dan Gemolong yang masih dibawah standar rata-rata rel kereta api di Jawa sehingga kereta harus berjalan lambat. Bahkan KRD yang sudah tua pun membuatnya terkadang bermasalah dengan mesih sehingga ditarik dengan lokomotif seri BB200.

KA Pandanwangi Semarang ini terakhir beroperasi pada 24 Oktober 2011 karena PT KAI mengalami kerugian dan setelah adanya jalan tol yang menghubungan Semarang dan Solo. Meski sempat berhenti beroperasi, pada 9 Agustus 2020 kemarin, KA Pandanwangi kembali beroperasi tanpa nama Semarang.

Ini karena KA Pandanwangi ini beroperasi di Daop 9 Jember dengan melayani relasi Ketapang menuju ke Jember PP. KA Pandanwangi menggunakan kereta api lokal kelas ekonomi yang menarik enam kereta penumpang dengan menempuh jarak 112 km dalam waktu sekitar tiga jam.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kembali beroperasinya KA Pandanwangi ini, penumpang tidak perlu menggunakan dokumen kesehatan atau keterangan rapid tes Covid-19 untuk menaiki kereta ini. Ini karena KA Pandanwangi adalah kereta api lokal, tetapi meski begitu penumpang tetap diharuskan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: KA Kaligung – Dulu Gunakan Rangkaian KRD, Kini Gunakan Kelas Ekonomi New Image

Adapun setelah beroperasi kembali, KA Pandanwangi hanya mengangkut 70 persen penumpang dan ada empat kereta yang akan beroperasi setiap harinya. Dengan kehadiran KA Pandanwangi ini, Daop 9 mengoperasikan lima kereta api dengan 12 perjalanan KA setiap hari.

Boneka Binatang Hilang, Maskapai dan Bandara Gerak Cepat Umumkan di Media Sosial

Libur musim dingin yang juga berbarengan dengan Natal serta Tahun baru, menjadi salah satu waktu tersibuk dalam setahun untuk semua perjalanan udara. Biasanya keluarga muda bersama dengan anak mereka menggunakan pesawat untuk mengunjungi keluarga yang tinggal di daerah atau negara lain.

Baca juga: Boneka Pikachu Raksasa Bikin Penumpang Antre di Lorong Kabin

Liburan ini membuat peningkatan pada jumlah anak-anak yang bepergian dengan membawa boneka binatang kesayangan mereka untuk menemani dalam penerbangan. Namun ternyata, boneka bisa menjadi prioritas maskapai di masa liburan musim dingin ini ketika hilang di bandara atau tertinggal di dalam kabin pesawat.

boneka binatang ditemukan maskapai dan bandara (simpleflying.com )

Karena menjadi salah satu prioritas, maskapai penerbangan dan beberapa bandara dunia mengembalikan boneka-boneka binatang itu dengan berbagai cara yakni salah satunya memposting di akun Twitter milik maskapai. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (3/1/2021), Virgin Australia salah satu maskapai yang ikut mempertemukan boneka binatang dengan pemiliknya.

Maskapai yang satu ini selama jeda akhir Desember antara Natal dan Tahun Baru menemukan sebuah dinosaurus hijau kecil di Bandara Brisbane ketika perjalanan udara masih diperbolehan saat itu. Maskapai tahu pemiliknya tidak mungkin datang untuk mengambilnya secara langsung. Karena hal ini, Virgin Australia kemudian memposting di Twitter untuk mencoba menemukan pemilik boneka dinosaurus tersebut.

Meski sering kali berakhir dengan sia-sia, tetapi yang satu ini menghasilkan akhir yang bahagia. Di mana Virgin Australia menunggu dengan sabar dan kurang dari 24 jam setelah tweet awal mereka menemukan pemiliki boneka dino tersebut. Setelah itu, maskapai itu langsung mencetak boarding pass untuk dinosaurus kecil dan membawanya pada penerbangan intra-Queensland berikutnya ke kota asalnya di Townsville.

Di sini, Mia dipertemukan kembali dengan Dino kesayangannya, yang menikmati perjalanan dari tempat duduk terbaik di rumah. Ternyata tak hanya Virgin Australia, Southwest Airlines yang berangkat dari Bandara Internasional Baltimore, Washington juga menghadapi situasi yang sama di Desember kemarin.

Maskapai berbiaya hemat yang satu ini menemukan boneka beruang di salah satu gerbangnya tepat sebelum Natal. Boneka ini kemudian difoto oleh staf dengan berbagai sudut pandang. Namun ketika dibagikan di media sosialnya, sampai saat ini Southwest belum mengumumkan pemiliknya telah ditemukan.

Tak hanya maskapai, bandara Atlanta Hartsfield – Jackson di negara bagian Georgia, AS, telah menjadi bandara tersibuk di dunia berdasarkan jumlah penumpang sejak tahun 1998. Tentu saja, data tahun 2020 tampaknya agak anomali, dan masih harus dilihat bagaimana virus corona telah memengaruhi peringkat ini.

Meskipun demikian, dengan begitu banyak penumpang yang lewat bahkan di masa-masa yang tidak pasti ini, boneka binatang yang hilang tidak bisa dihindari. Sayangnya, boneka beruang yang tampak ramah ini ditinggalkan di ATL menjelang Natal.

Baca juga: Atur Jarak Sosial, Pengemudi Taksi Dudukkan Manekin di Kursi Depan Penumpang

Setelah mengetahui keadaannya, pihak bandara menghubungi Twitter untuk mengembalikan beruang tersebut kepada pemiliknya selama periode perayaan. Bandara belum memperbarui cerita dengan berita tentang reuni, tapi di sini berharap bisa terjadi segera.

Cina Pusing COMAC Masuk Daftar Hitam, Proyek Pesawat Komersial “Made in China 2025” Mangkrak

Proyek “Made in China 2025” terkait pengembangan pesawat komersial pertama Negeri Tirai Bambu terancam mangkrak. Penyebabnya, apalagi kalau bukan perang dagang Amerika Serikat (AS)-Cina sejak beberapa tahun belakangan.

Baca juga: COMAC Serius Goyang Duopoli Airbus dan Boeing, Pesanan Nyaris 1.000 Unit Jadi Sinyal Kuat

Laporan NTD News, penasehat senior Center for Strategic and International Studies (CSIS), Scott Kennedy, mengatakan bahwa pesawat COMAC C919 hanya namanya saja Made in China. Sebab, nyaris seluruh komponen yang membuatnya terbang berasal dari rantai pasokan di Barat, khususnya Amerika Serikat (AS).

Mesin C919, misalnya, memakai produk CFM Internasional dan General Electric, perusahaan patungan AS-Perancis. Sistem avionik, landing gear, dan flight control diproduksi oleh Honeywell serta sistem komunikasi dan navigasi diproduksi oleh Rockwell Collins. Keduanya merupakan perusahaan asal AS. Secara keseluruhan, perusahaan AS memasok seperlima komponen pesawat COMAC C919.

Sedangkan perusahaan-perusahaan Eropa memasok sekitar sepertiga komponen ke pesawat itu; termasuk juga ke pesawat “Made in China” lainnya, COMAC ARJ21. Adapun sisanya dipasok oleh 14 perusahaan Cina, dengan tujuh di antaranya merupakan perusahaan patungan.

Dengan kondisi tersebut, akan sangat kacau bila rantai pasokan sampai dijegal AS dan sekutu. Celakanya, hal itu perlahan mulai jadi kenyataan.

Pada Desember lalu, Departemen Perdagangan AS merilis daftar entitas terlarang yang berafiliasi dengan militer. Tujuh daftar itu memang tidak termasuk COMAC. Namun, terdapat nama Aviation Industry Corporation of China (AVIC), perusahaan patungan antara General Electric dan BUMN Cina pada 2012 untuk pengembangan avionik C919, yang merupakan pemegang saham minoritas COMAC.

Sejauh ini, dikutip dari South China Morning Post, belum ada laporan bagaimana dampak kebijakan tersebut. Namun, besar kemungkinan, proyek Made in China 2025 di bidang dirgantara akan mangkrak, sekalipun pihak COMAC mengaku sertifikasi C919 terus dikebut dan ditargetkan bakal rampung pada akhir 2021.

Partai Komunis Cina yang tengah berambisi membawa Beijing ke posisi tertinggi di bidang teknologi memang sangat berambisi untuk menggoyang duopoli Airbus dan Boeing. Sejauh ini, Pemerintah Cina disinyalir telah mengucurkan dana antara US$49 miliar dan US$72,1 miliar untuk pengembangan C919. Pengembangan itu termasuk pembuatan mesin CJ-1000AX C919 oleh perusahaan BUMN Aero Engine Corporation of China, menggantikan mesin LEAP, perusahaan patungan General Electric-Safran.

Dengan dana sebesar itu yang sudah dikeluarkan, tentu akan sangat merugikan bila proyek pengembangan pesawat itu dihentikan. Pun demikian, bila dilanjutkan, investasinya akan sangat membengkak.

Tak hanya C919, proyek pesawat widebody Cina-Rusia, CR929 diprediksi juga akan mengalami nasib serupa lantaran blokade teknologi oleh beberapa negara maju.

Disebutkan, integrasi militer-sipil Cina juga disinyalir bakal membuat proyek pesawat CR929 Cina-Rusia tertunda kembali. Terlebih gesekan terkait wabah virus Corona dan buruknya politik luar negeri rezim komunis Cina juga membuat Barat-Jepang bersatu melawan.

Baca juga: Rusia-Cina Ribut, Proyek Pesawat CR929 Batal?

Perlahan tapi pasti, perlawanan Barat-Jepang terhadap ekspansi Cina untuk menjadi pemimpin baru global juga ditunjukkan dengan memblokade pertukaran teknologi secara massif. Mereka khawatir, teknologi darinya akan diterapkan untuk kebutuhan militer.

Belum lama ini, seperti diberitakan Epoch Times, Jepang menggandeng empat negara Barat, yakni Jerman, Belanda, Inggris, dan AS agar tak mentransfer empat teknologi utama ke Cina, meliputi artificial intelligence (AI), quantum computers, biotechnology, dan hypersonic speed. Blokade dua dari empat teknologi itu, AI dan komputer quantum, dinilai dapat memperlambat proyek tersebut.

Misteri Monolit Misterius di India Terungkap! Pelakunya Bukan Alien

Setelah menggemparkan Amerika Serikat (AS), kali ini sebuah monolit misterius kembali muncul dan membuat geger warga di India. Sebagaimana monolit di AS, logam berkilau (reflektif) tiga sisi dengan ukiran berupa angka-angka ini juga dinilai buah dari alien. Karenanya, itu patut diwaspadai.

Baca juga: Misteri Hilangnya Monolit di Utah, Dicuri Alien?

Akan tetapi, tak butuh waktu lama, monolit pertama di India yang dilaporkan berada di kota Ahmedabad, Gujarat, ini diketahui ulah dari oknum perusahaan swasta. Disebutkan, oknum ini besar kemungkinan sengaja meletakkan monolit di taman untuk menjaga alam dan melindungi satwa dari kerusakan akibat gesekan dengan manusia. Ukiran pada monolit itu dipercaya merupakan wujud dari pesan tersebut.

Struktur berbentuk prisma segitiga, setinggi sekitar tujuh kaki, menjadi hits di kalangan penduduk kota setelah terlihat di taman di SG Highway pada Kamis pagi.

Taman ini dikelola bersama oleh Ahmedabad Municipal Corporation dan Symphony Ltd. Terletak di dekat Gurudwara di daerah Thaltej, taman ini adalah salah satu atraksi yang diresmikan oleh Menteri Utama Vijay Rupani baru-baru ini.

“Monolit tersebut telah ditempatkan di sana oleh Symphony Ltd yang mengurus taman. Strukturnya telah dipasang oleh perusahaan untuk para pengunjung. Orang-orang dapat melihat pantulan mereka di permukaan bangunan yang mengkilap dan berfoto selfie juga,” ujar Director Departemen Taman AMC, Jignesh Patel, seperti dilaporkan Indian Express yang dikutip news18.com.

Sebelum muncul di India, monolit terlebih dahulu muncul di AS. Tak lama setelah muncul, monolit kemudian mendadak hilang. Misteri kehadiran dan hilangnya monolit secara mendadak pun jadi perbincangan hangat di masyarakat. Dalam sekejap, para ‘ahli’ temporer pun buka suara. Di antara mereka, teori yang paling masyhur, apalagi kalau tidak berkenaan dengan alien. Namun, tentu saja itu tidak empiris dan perlu diteliti secara mendalam.

Sebagian lainnya menduga monolit, yang secara teknis merupakan ciri geografis yang terbuat dari batu, sedangkan benda yang ditemukan ini tampaknya terbuat dari logam, dibuat oleh manusia dan strukturnya seperti sengaja ditanam, bukan jatuh dari langit dan tertancap di wilayah yang masuk ke dalam teritorial kota Moab, Utah, Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi, belum juga terungkap misteri kehadiran monolit, belum lama ini, monolit dilaporkan hilang secara tiba-tiba. Lagi-lagi, alien diduga menjadi dalang dibalik ini. Namun, kuat diduga, logam berdiri tegak di tanah merah yang ditemukan saat helikopter tengah memantau domba “bertanduk besar” di bagian tenggara Utah itu dicuri oleh manusia, bukan alien.

Baca juga: Wahana Antariksa Cina Bawa Pulang 2 Kg Tanah dan Bebatuan dari Bulan ke Bumi

Ketika ditemukan beberapa waktu lalu, benda aneh itu dijuluki ‘monolit’, meskipun berbentuk logam dan berlubang, sebagai penghormatan kepada ‘2001: A Space Odyssey’ Stanley Kubrick. Sementara teori yang lebih populer mengklaim bahwa benda tersebut adalah tipuan pemasaran, aksi publisitas, instalasi seni, atau lelucon.

Pasca kemunculan di India, saat ini, total sudah ada 30 monolit yang muncul secara misterius di seluruh dunia. Menarik di tunggu, apakah misteri kehadiran monolit secara tiba-tiba masih akan terjadi di sejumlah negara di seluruh dunia sepanjang tahun 2021 mendatang?

Bus Trans Jawa Siapkan Koridor Keenam dan Hadirkan Aplikasi “Si Anteng”

Sejak Juli 2017 lalu, provinsi Jawa Tengah sudah mengembangkan bus sistem transit atau BTS yang dinamai Trans Jateng dengan pola beli layanan atau buy the service. Pengelolaan bus Trans Jateng ini dilakukan oleh Balai Trans Jateng dibawah Dinas Perhubungan Jawa Tengah.

Baca juga: Trans Jogja, Bus Rapid Transit Tanpa Separator Asli Kota Gudeg

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Soetijowarno mengatakan, pada 2021 ini akan mengembangkan koridor keenam yakni trayek dari Semarang menuju Gubuk di Kabupaten Grobogan. Djoko menyebutkan untuk pengembangan koridor keenam ini masuk dalam anggaran APBD Jawa Tengah sebesar Rp96 miliar.

Tak hanya pengembangan koridor keenam, pengelola bus Trans Jateng juga mengembangkan inovasi smart transportation yakni melalui aplikasi Si Anteng yang bisa di unduh melalui Play Store. Aplikasi Si Anteng nantinya memberikan layanan lebih baik kepada pelanggan yang juga pengguna bus Trans Jateng.

“Bus Trans Jateng juga tengah mengembangkan sistem pembayaran non tunai atau cashless yang diharapkan terwujud tahun 2021 dari penyedia perbankan dan lembaga keuangan. Integrasi pembayaran seperti ini juga bisa dilakukan bus Trans Jateng rute Terminal Tirtonadi di kota Surakarta ke Terminal Sumber Lawang di Sragen dengan Batik Solo Trans dan KRL relasi Yogyakarta menuju Surakarta,” ujar Djoko yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Senin (4/1/2021).

Djoko menambahkan, saat ini pengembangan rute layanan transportasi umum Trans Jateng hingga akhir 2029 sudah mencapai lima koridor. Di mana koridor pertama dari Stasiun Tawang ke Terminal Bawen yang dibuka sejak 17 Juli 2017 dan koridor kedua dari Purwokerto menuju ke Purbalingga sejak Agustus 2018.

Koridor ketiga dibuka Oktober 2019 dengan trayek Terminal Bahurekso ke Terminal Mangkang. Koridor keempat pada September 2020 dengan dua relasi yang mendukung pengembangan KSPN Borobudur yakni Stasiun Kutoarjo-Purworejo- Terminal Borobudur.

Kemudian Terminal Tirtonadi ke Terminal Lawang yang mana kedua koridor ini sudah menggunakan bus dengan low entry sehingga tidak memerlukan halte tinggi lagi dan cukup dengan bus stop sebagai tempat perhentiannya.  Bus Trans Jateng sendiri beroperasi sejak pukul 05.00 hingga 21.00 dengan tarif yang dibebankan untuk buruh, pelajar dan mahasiswa Rp2 ribu dan untuk umum Rp4 ribu.

Baca juga: Medan Kini Punya Transmetro Deli, Gratiskan Tiket Penumpang Hingga Akhir 2020

Djoko menyebutkan, selama tiga tahun beroperasi penumpang sudah mencapai 8,8 juta orang. Target penumpang hingga pertengahan 2021 mencapai sepuluh juta orang.

Kembangkan Motor Listrik Internal, Volvo Ingin Jadi Manufaktur Mobil Listrik Premium

Ketika kendaraan yang menggunakan bahan bakar listrik semakin berkembang, motor penggeraknya pun tak lupa untuk dibuat. Salah satunya yang sudah mulai mengembangkan motor listrik untuk kendaraan berbahan bakar listrik adalah Volvo. Perusahaan asal Swedia ini akan merakit motor listriknya di pabrik powertrain mereka di Skövde, Swedia.

Baca juga: Demi Menjamin Keselamatan, Volvo Rela Jatuhkan Sepuluh Tipe Mobil dari Ketinggian 30 Meter

Volvo juga berencana untuk membuat produksi motor listrik in-house lengkap pada pertengahan dekade. Bahkan untuk ini, Volvo akan menginvestasikan 700 juta SEK di tahun-tahun mendatang. KabarPenumpang.com melansir laman automotiveworld.com (9/12/2020), dengan menginvestasikan sejumlah modal, Volvo juga berkomitmen untuk menjadi perusahaan mobil listrik premium.

Di mana mereka menargetkan penjualan globanya terdiri dari 50 persen full mobil listrik pada 2025 dan sisanya hibrida. Pada awal tahun ini, Volvo juga mengumumkan mereka berinvestasi secara signifikan dalam desain internal dan pengembangan motor listrik untuk mobil generasi berikutnya. Pasalnya Volvo mengatakan bahwa dengan investasi yang di rencanakan di Skövde menjadi langkah awal menuju perakitan dan manufaktur motor listrik internal.

Di tahap pertama Volvo membuat fasilitas Skövde untuk merakit motor listrik dan tahap selanjutnya membawa proses manufaktur penuh motor listrik in-house ke sana. Untuk diketahui, operasi Skövde telah menjadi bagian dari kisah Volvo Cars sejak perusahaan didirikan pada tahun 1927. Sehingga saat Volvo menambahkan produksi motor listrik ke aktivitas pabrik berarti tanah bersejarah di Skövde akan menjadi bagian dari masa depan perusahaan juga.

“Volvo pertama dari tahun 1927 didukung oleh mesin yang dibangun di SkövdeTim ini sangat terampil dan berkomitmen untuk memberikan standar kualitas tertinggi. Jadi sudah sepantasnya mereka akan menjadi bagian dari masa depan kita yang menarik,” kata Javier Varela, wakil presiden senior Operasi dan Kualitas Industri.

Mengambil alih peran mesin pembakaran internal dalam rekayasa mobil, motor listrik adalah blok bangunan fundamental mobil listrik, bersama dengan baterai dan elektronika daya. Interaksi antara ketiga area komponen ini sangat penting dalam mengembangkan mobil listrik premium.

Membawa pengembangan dan produksimotor listrik secara internal akan memungkinkan para insinyur Volvo Cars untuk lebih mengoptimalkan motor listrik dan seluruh driveline listrik di Volvo baru. Pendekatan ini akan memungkinkan para insinyur untuk mendapatkan keuntungan lebih lanjut dalam hal efisiensi energi dan kinerja keseluruhan.

Desain dan pengembangan motor listrik perusahaan berlangsung di Gothenburg, Swedia dan Shanghai, Cina. Awal tahun ini Volvo Cars membuka lab motor listrik baru di Shanghai, selain pengembangan motor listrik yang sedang berlangsung di Gothenburg, Swedia dan laboratorium baterai canggih di China dan Swedia.

Baca juga: Volvo Demonstrasikan Bus Otonom Bertenaga Listrik yang Bisa Keliling Depo!

Kegiatan yang tersisa di pabrik mesin Skövde, adalah berfokus pada produksi mesin pembakaran internal, akan dialihkan ke anak perusahaan terpisah dari Volvo Cars, bernama Powertrain Engineering Sweden (PES). PES dimaksudkan untuk digabungkan dengan operasi mesin pembakaran Geely, seperti yang diumumkan sebelumnya.

Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!

Mendengar kata Shinkansen yang ada dibenak pertama kali adalah kereta cepat di Negeri Sakura, Jepang. Tapi apa yang ada dipikiran jika kereta Shinkansen ada di dalam sebuah rumah makan di Indonesia?

Baca juga: Antisipasi Bencana Alam, Tiga Operator Shinkansen Gunakan Sistem Keselamatan Baru!

Dua rumah makan di Indonesia tepatnya satu di Karawang dan di Jakarta ini melayani pesanan pelanggan dengan menggunakan kereta Shinkansen. Jangan salah, kereta yang dimaksud di sini bukanlah dalam bentuk kereta asli melainkan nampan yang di bentuk seperti kereta Shinkansen.

KabarPenumpang.com mencoba menjabarkan dua restoran yang menggunakan nampan Shinkansen untuk mengantar makanan ke pelanggan. Dirangkum dari berbagai sumber, didapatkan informasi bahwa kedua resto ini menggunakan teknik yang sama dalam pemesanan, Shinkansen Cafe dan Resto serta Genki Sushi melakukan pemesanan menggunakan tablet yang terhubung dengan bagian dapur untuk memesan menu yang ditampilkan.

Untuk Shinkansen Cafe dan Resto, pelanggan bisa memesan empat menu untuk sekali pemesanan. Supervisor Shinkansen Cafe dan Resto, Dida M Qatrunada mengatakan, setelah mengkonfirmasi empat menu pilihan, makanan akan datang dari arah kiri atau kanan pelanggan tergantung posisi duduknya.

Restoran ini terasa keunikannya saat kereta meluncur ke sisi meja pengunjung. Tema nampan ini juga dibuat anime atau tokoh kartun Jepang seperti Astro Boy.

Menu makanan akan dibuat di dapur setelah list pesanan datang maka, terkadang pesanan akan datang satu persatu. Lain halnya dengan dessert atau makanan penutup yang sebagian besar adalah es krim akan hadir di meja Anda dalam waktu singkat karena bahan sudah siap sedia.

Untungnya makanan yang dipesan pun tak terlalu lama datang dari waktu pesan hanya sekitar satu hingga lima menit saja. Anda bisa mengambil pesanan dan nampan kereta Shinkansen akan kembali ke dapur.

Untuk menjalanakannya, nampan diletakkan diatas conveyor elektronik dan dilengkapi dengan sensor. Shinkansen Resto yang ada di Karawang ini sendiri sudah ada sejak pertengahan 2017 lalu.

Selain Shinkansen Resto dan Cafe, ada Genki Sushi yang juga menggunakan teknologi ini. Bedanya, Genki Sushi sudah ada di Jakarta sejak 28 April 2014 dan menjadi yang pertama menggunakan teknologi ini di restoran Jepang.

Baca juga: Armada Anyar Shinkansen Siap Mengular Pada 2020 Mendatang

Untuk cara pemesanan dan pengantaran di Genki Sushi ini pun sama dengan di Shinkansen Cafe dan Resto. Adapun yang berbeda yakni, saat mengembalikan nampan, pelanggan harus menekan tombol yang ada di bawah Kousuku Lane untuk mengembalikan nampan tersebut ke dapur.

Penasaran dengan kecanggihan Shinkansen di Restoran? Coba saja kedua resto ini.

Stasiun Mayong, Beralih Fungsi Menjadi Lobi Hotel di Magelang

Ketika berbicara stasiun yang beralih dari fungsi semestinya, ada stasiun Demak yang menjadi kafe, stasiun Bantul menjadi warung makan dan beberapa stasiun lainnya yang berubah fungsi. Kali ini ada yang berbeda yakni sebuah stasiun yang menjadi lobi hotel. Penasaran ada di mana dan bagaimana stasiun menjadi lobi hotel?

Baca juga: Jalur Mau Dihidupkan, Stasiun Demak Justru Sudah Menjadi Kafe

Jejak sejarah perkeretaapin di wilayah Jepara masih sangat terasa karena dulunya sempat dilintasi kereta api. Tapi di daerah ini transportasi kereta tinggallah kenangan. Salah satu yang membekas adalah stasiun Mayong.

Stasiun ini  menjadi salah satu stasiun tertua di Pulau Jawa. Berdiri tahun 1873 bangunan stasiun Mayong terbuat dari kayu jati pilihan dan memiliki bentuk yang berkarakter.

Lokasi stasiun Mayong sendiri dulunya di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Jepara atau tepatnya di depan SMPN 2 Mayong. Saat ini bekas daerah stasiun Mayong berdiri kios dan toko sedangkan bangunan aslinya sudah berpindah pada investor.

Bagian dalam stasiun Mayong

Stasiun Mayong tak lagi beroperasi sejak tahun 1980an dikarenakan penumpang yang turun drastis karena adanya pelebaran jalan dan semakin banyaknya kendaraan pribadi. Padahal dulunya stasiun ini menjadi salah satu titik berkumpulnya penumpang.

Namun sejak akhir tahun 1990an bangunan stasiun Mayong yang terbuat dari kayu jati ini dipindahkan oleh investor dan di tempatkan di daerah Grabag Magelang menjadi Losari Spa Retreat & Coffee Plantation. Kemudian pada tahun 2001, menjadi sebuah lobi hotel di daerah Magelang yakni hotel bergaya Jawa klassik MesaStila.

Bangunan stasiun Mayong di hotel ini menjadi lobi dan respsionis dengan bangunan berwarna krem serta masih bergaya kolonial Belanda. Untungnya bentuk luar bangunan stasiun ini masih dipertahankan oleh pemilik hotel dengan papan yang bertuliskan nama serta ketinggian stasiun menempel di bagian sisi bangunan.

Tak hanya itu, kotak surat, loket pembelian tiket, hingga ruang informasi dan ruang kepala stasiun juga masih terlihat jelas dengan papan namanya. Menurut pihak pengelola hotel stasiun ini diselamatkan untuk dilestarikan agar tidak punah.

Baca juga: Setelah Baso, Butuh, dan Tanggung, Kapas Juga Ternyata Nama Stasiun Kereta!

Selain itu juga karena hotel yang ada disana menggunakan rumah joglo yang sudah tidak digunakan lagi. Selain menikmati bangunan tua, pengunjung juga bisa menikmati perkebunan kopi di areal hotel ini.

Seletar Bus Depot, Pool Bus Berkapasitas Besar dengan Fasilitas Lengkap dan Mewah

Singapore Bus Service (SBS) Transit yang baru saja memperluas jaringan operasinya menggunakan pool bus baru dengan kelengkapan fasilitas yang mengundang decak kagum warganet. Perluasan jaringan yang dilakukan oleh SBS Transit ini merupakan bagian dari Seletar Bus Package, proses tender oleh pihak Land Transport Authority (LTA) yang pertama kali dipublikasi pada 6 Juni 2016. Alhasil, SBS Transit akan menambah 12 rute baru sehingga keseluruhan rute yang tersedia menjadi 26 layanan bus.

Baca Juga: Wales Bangun Terminal Bus Terpadu, Sinergikan Ritel dan Perkantoran

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (28/1/2018), pool bus yang akan menunjang pengoperasian SBS Transit diresmikan langsung oleh Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan pada Sabtu (27/1/2018) kemarin. Adapun pool yang terletak di perbatasan Yio Chu Kang Crescent ini berdiri di atas lahan seluas 96.000 meter persegi, dimana pool ini mampu menampung 530 bus sekaligus.

Dapat dibayangkan, kemegahan bangunan ini sudah langsung terpancar manakala melihat luas lahan yang diduduki oleh bangunan yang mencakup pool, kantor SBS Transit, dan maintain facilities ini. “Kami akan mempekerjakan 925 staf, termasuk 777 bus captain untuk menjalankan Seletar Bus Package,” ungkap Chief Executive SBS Transit, Gan Juay Kiat. “Kami berencana untuk melakukan perekrutan 150 pengemudi baru yang tentu saja memenuhi standar SBS Transit,” imbuhnnya.

Baca Juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan

Mengingat Seletar Bus Depot merupakan zona terintergrasi, maka kelengkapan dari pra-sarana transportasi anyar di Negeri Singa tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. Mulai dari akses WiFi, kantin sekelas café non-tunai (lengkap dengan pendingin udara), hingga pusat kebugaran semuanya ada di Seletar Bus Depot. Tidak berhenti sampai di situ, jika para pegawai mulai merasa lelah, mereka bisa menggunakan fasilitas kursi pijat yang juga tersedia di sana. Lengkap, bukan?

Karnaval yang diadakan oleh SBS Transit. Sumber: straitstimes.com

“Dengan tersedianya berbagai fasilitas pendukung ini, kami akan betah dan tidak cepat merasa bosan,” kata Chief Bus Captain SBS, Joseph Yap.

Diketahui, Seletar Bus Depot merupakan depo ketiga yang dibangun oleh LTA dan disewakan kepada pihak SBS Transit dengan sistem kontrak. Sementara dua depo pendahulunya, Bulim dan Loyang masing-masing dioperasikan oleh Tower Transit dan Go-Ahead dengan sistem yang serupa. Bertepatan dengan peresmiannya, publik diberi kesempatan untuk mengunjungi Seletar Bus Depot, sebagai bagian dari karnaval yang diselenggarakan oleh SBS Transit.

Bandara AP I Catat Trafik Tertinggi Selama Pandemi Covid-19 Saat Libur Nataru

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, menyebut tren pertumbuhan penumpang selama periode libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 berhasil mencapai trafik tertinggi selama pandemi Covid-19. Padahal itu terjadi di tengah pengetatan persyaratan bepergian melalui Surat Edaran Satgas Covid-19 No. 3/2020 dan SE Kemenhub No. 22/2020.

Baca juga: Bandara Radin Inten II, Peninggalan Jepang yang Pernah Didarati Pesawat Beechcraft Baron Garuda Indonesia

Trafik tertinggi selama pandemi Covid-19 itu berhasil dicatat pada 23-24 Desember 2020 yakni berkisar 123.000 penumpang per hari di 15 bandara AP I.

“Dari 18-29 Desember 2020, rata-rata penumpang di 15 bandara 102.541 per hari. Kalau dibandingkan dengan kondisi sebelum Nataru dari 1-15 Desember rata-rata 97.926 jadi ada peningkatan, periode Desember awal dan peak season Nataru, peningkatan tak signifikan hanya lima persen,” katanya, dalam Virtual Press Conference Angkasa Pura Airports, Rabu (30/12).

Faik menjelaskan, dari jumlah di atas, penumpang yang ada di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi yang paling tinggi. Kemudian disusul oleh Bandara Internasional Juanda yang membukukan jumlah penumpang 226.041 penumpang. Dan lalu di tempat ketiga adalah Bandara Internasional Ngurah Rai Bali yang membukukan jumlah penumpang 150.495.

“Pertama itu di ujung pandang karena periode 18-29 Desember ini membukukan penumpang sampai dengan 259.418 penumpang. Kemudian, Surabaya di posisi kedua sekitar 226.041. Nah yang ketiga adalah Denpasar 150.495,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, dalam kondisi normal AP I melayani rata-rata 223.000 penumpang per hari dan kondisi Nataru ini sudah 45 persen dari kondisi normal tersebut.

“Trafik ada tanda-tanda peningkatan walaupun persyaratan terbang diperketat, dari rapid antibodi menjadi antigen, di Bali bahkan harus PCR, sebelum periode 18 Desember ini masih meningkat. Harapan kami, ini bisa terus dilakukan baik, walaupun penumpang dilayani meningkat, protokol kesehatan tetap baik,” ujarnya.

Baca juga: Mengapa Slot Bandara Bisa Sangat Mahal? Inilah Jawabannya

Sebelumnya, PT Angkasa Pura I (Persero) mencatatkan tren kenaikan pergerakan wisatawan domestik menuju Pulau Bali pada libur Natal dan tahun baru 2021. Secara kumulatif, jumlah wisatawan masuk Bali melalui Bandara Ngurah Rai mencapai 46.979 orang sejak 18 sampai 24 Desember 2020.

Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Ngurah Rai Taufan Yudhistira menyebut, torehan itu mengindikasikan aturan swab PCR tak serta merta menurunkan tingkat kunjungan wisatawan ke Bali. Mengingat pergerakan penumpang tercatat lebih tinggi dibandingkan sebelum periode libur Nataru tiba.