Toyota Patenkan Mobil Tanpa Awak yang Bisa Pergi Ke Tempat Cuci Sendiri

Dalam pikiran Anda, mobil tanpa awak sudah jelas tidak dikemudikan oleh seseorang dan dijalankan dengan sistem kontrol. Namun apalagi yang Anda pikirkan dengan mobil tak berawak ini? Apakah Anda pernah berpikir bagaimana mobil tak berawak pergi ke tempat cuci mobil? Mungkin saja pikiran ini ada dan bagaimana mobil tak berawak harus pergi ke tempat cucian?

Baca juga: Mobil Otonom May Mobility Mengular dengan Proteksi Anti Covid-19

KabarPenumpang.com melansir dari laman insidehook.com (3/1/2021), belum lama ini, tepatnya pada malam Natal, Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serkat merilis paten yang diajukan oleh Toyota. Paten tersebut adalah memungkinkan mobil tanpa pengemudi yang kotor pergi ke tempat cucian tanpa campur tangan manusia.

Di Jalopnik, Elizabeth Blackstock menawarkan sebuah pandangan mendalam terkait pengajuan paten tersebut. Di mana pengajuan itu untuk sistem mobil tanpa pengemudi dan dapat menentukan kapan merasa kotor dan kemudian menuju ke tempat cuci mobil terdekat untuk membersihkan diri.

Bisa dikatakan, ini merupakan kendaraan tak berawak yang setara dengan menyadari bahwa ini waktunya untuk dibersihkan. Seperti yang dijelaskan Blackstock, sistem yang dijelaskan dalam pengertian paten saat mobil melaju di jalan kotor atau dalam cuaca buruk.

Kemudian menghubungi tempat cuci mobil, yang memberi tahu mobil kapan harus masuk untuk dibersihkan. Sistem ini juga memungkinkan pengemudi untuk memilih keluar dari pencucian tertentu, jika waktu sangat penting.

Ini adalah pandangan yang menarik tentang pemikiran di balik sistem ini dan sesuatu yang secara radikal dapat mengubah salah satu tugas utama yang terkait dengan kepemilikan mobil. Itu semua dilakukan dengan membuat mobil tanpa pengemudi sedikit lebih sadar diri dengan cara yang tidak terduga.

Berikut ini Toyota menjelaskan bahwa dalam sistem penilaian pencucian mobil, pengakuisisi memperoleh informasi perjalanan kendaraan. Unit penahan kondisi mempertahankan kondisi pencucian mobil tertentu. Unit penilai menentukan apakah informasi perjalanan yang diperoleh di pengakuisisi memenuhi kondisi pencucian mobil tertentu atau tidak.

Baca juga: Project Vektor, Mobil Otonom untuk Kota Pintar Buatan Jaguar Land Rover

“Unit penahan informasi jalan yang tidak beraspal menyimpan informasi jalan yang tidak beraspal yang menunjukkan adanya jalan yang tidak beraspal. Kondisi pencucian mobil tertentu termasuk bepergian di jalan beraspal dengan kendaraan. Ketika kendaraan yang telah mengirimkan informasi perjalanan adalah kendaraan penggerak otomatis yang mampu melakukan pengemudian otomatis dan ketika informasi perjalanan dari kendaraan penggerak otomatis memenuhi kondisi pencucian mobil, unit instruksi pencucian mobil mengirimkan sinyal instruksi untuk memindahkan kendaraan penggerak otomatis ke stasiun pencucian mobil,“ kata Toyota menjelaskan.

Kedua Kalinya Thailand Larang Makanan dan Minuman di Penerbangan Domestik

Berbagai macam cara dilakukan oleh maskapai untuk mencegah penyebaran virus corona di dalam penerbangan mereka. Salah satunya adalah menghilangkan makanan dan berbagai hiburan seperti majalah di dalam kabin.

Baca juga: Maskapai Dunia Hilangkan Makanan Ringan dan Majalah dalam Penerbangan

Salah satu negara yang melakukan pelarangan makanan, minuman dan hiburan di dalam penerbangan adalah Thailand. Negeri Gajah Putih ini kembali melarang adanya makanan, minuman, koran dan majalah dalam penerbangan domestik mereka kecuali kartu informasi keselamatan. Bahkan penumpang yang membawa makanan ringan dan minuman untuk dikonsumsi dalam pesawat tidak diperbolkehkan.

Hal ini dikarenakan, masker harus selalu digunakan oleh penumpang dalam penerbangan domestik mereka. Dilansir KabarPenumpang.com dari lonelyplanet.com (5/1/2020), meski begitu untuk masalah darurat, awak kabin tetap menyediakan air minum untuk penumpang yang membutuhkannya dan itu harus diminum jauh dari penumpang lainnya.

Pelarangan seperti ini pertama kali dilakukan Thailand pada 26 April 2020 lalu dan mencabut larangan tersebut pada 31 Agustus 2020. Dalam pelarangan yang diberlakukan tersebut, semua maskapai harus mengikuti peraturan atau mereka akan menghadapi kemungkinan hukuman dari regulator yakni Otoritas Penerbangan Sipil Thailand.

“Waktu pembersihan setelah setiap perhentian penerbangan domestik sangat singkat, karena operator cenderung melakukan perputaran secepat mungkin dan saya pikir operator tidak mungkin dapat membersihkan semua barang ini secara menyeluruh. Oleh karena itu, memiliki bahan bacaan yang tidak penting pada on-board akan membuat lebih banyak risiko terpapar virus,” kata Chula Sukmanop, direktur jenderal Penerbangan Sipil Otoritas Thailand (CAAT).

Meski penumpang dilarang membawa makanan dan minuman, tetapi pemerintah Thailand mengizinkan penumpang untuk membawa materi cetakan mereka sendiri ke dalam pesawat. Tetapi kemungkinan besar mereka akan diminta untuk membawa barang-barang tersebut saat turun pesawat.

Baca juga: Cegah Covid-19, Inilah Solusi Agar Penumpang Tak Berhimpitan Saat Masuk ke Dalam Kabin Pesawat

Untuk diketahui, perjalan udara domestik di Thailand saat ini sekitar 40 persen dari kapasitas biasanya. Keputusan untuk pelarangan adanya makanan, minuman, koran dan majalah berlaku mulai 31 Desember 2020.

Dirut MRT Jakarta Bocorkan Rencana Pembangunan Jalur Fatmawati-TMII Jadi Fase 4

Direktur Utama PT MRT Jakarta kemarin, Selasa (5/1/2021) mengumumkan rencana rute dari Fatmawati menuju ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Rencana ini dikerjakan menjadi fase 4 pada proyek dari jalur selatan yang konstruksinya akan mulai pada 2022 dan diperkirakan selesai 2027 mendatang.

Baca juga: Masih Masa Pandemi, MRT Jakarta Targetkan 65 Ribu Penumpang Per Hari

William mengatakan, proyek ini akan berbeda dari proyek MRT Jakarta lainnya karena akan menggunakan skema public private partnership atau kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Jalur Fatmawati menuju TMII dikatakan William akan sepanjang 12 km.

“Tahun ini kita akan melakukan market sounding dan pencarian pendanaan dari investor untuk pembangunan proyek MRT rute tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan dana publik obligasi pemerintah yang kita siapkan karena pekerjaan ini sudah kita lakukan,” ujar William dalam forum jurnalis virtual, Selasa (5/1/2021).

Adanya rute ini pada fase 4, William menjelaskan bahwa awalnya ada tiga opsi yang ditawarkan oleh konsultan yakni jalur pertama di utara dari Bandara-Ancol, jalur kedua ditengah dari Joglo-TMII dan terakhir jalur selatan Fatmawati-TMII. Dia membocorkan bahwa ternyata rute dari Fatmawati menuju TMII inilah yang paling efektif untuk dibangun sebagai rute lanjutan kereta cepat di ibukota Jakarta.

Rute ini sendiri dikatakan William dianggap strategis karena belum ada transportasi berbasis rel ataupun kereta, sedangkan pengembangan terus dilakukan meski secara masif di kawasan tersebut. Bahkan dari studi tersebut, rute ini dapat menjadi titik temu untuk integrasi layanan darat baik bus maupun kereta milik LRT Jakarta.

“Itu bisa jadi poin integrasi dengan Terminal Kampung Rambutan dan disitu akan ada stasiun LRT jadi seperti itu. Rute untuk fase 4 memang disiapkan agar pengerjaan proyek-proyek MRT Jakarta dapat dikerjakan secara paralel sehingga tidak lagi linier atau per fase,” ujar William.

Dia menambahkan, nanti fase 2 dibangun kemudian fase 3 masuk tahap desain serta fase 4 juga mulai didorong untuk kelanjutannya dengan rute Fatmawati ke TMII. William kemudian menyebutkan biaya yang akan dikeluarkan untuk fase 4 ini adalah sebesar Rp25 triliun hingga Rp28 triliun.

Baca juga: Catatkan 27 Ribu Penumpang Per Hari, MRT Jakarta di Masa Pandemi Masih Untung di Bisnis Non Farebox

“Tahun ini kita akan lakukan studi kelayakan atau feasibility study merancang desain pembangunan MRT rute Fatmawati menuju TMII. Kita harapkan konstruksinya akan tuntas pada tahun 2027 mendatang,” jelas William.

Awas! Ratusan Juta Sampah Antariksa Siap Menghujam Indonesia, Setiap Pekan ada Dua

Publik dihebohkan dengan temuan puing roket milik Badan Antariksa Nasional Cina (CNSA), Senin (4/1), di Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Sebelumnya, pada 18 Juli 2018, roket tingkat 3 CZ-3A juga milik Cina, pernah jatuh di Maninjau, Sumatera Barat, melengkapi temuan roket Cina lainnya, CZ-3A, pada 14 Oktober 2003 di Bengkulu.

Baca juga: Inilah CNSA, NASA-nya Cina Pemilik Puing Roket di Kalteng! Sudah Tiga Roket Cina Jatuh di Indonesia

Sejak dekade 80an, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) setidaknya mencatat sudah ada enam benda antariksa yang pernah jatuh ke Indonesia, termasuk roket Cina yang ditemukan di Kalteng beberapa hari lalu.

Selain itu, masih menurut LAPAN, ratusan juta sampah antariksa saat ini bertebaran di luar angkasa. Sejak 1957 hingga Februari 2020 silam, jumlah benda yang ukurannya antara 1 hingga 10 cm diperkirakan sebanyak 900.000. Adapun benda berukuran antara 1 mm hingga 1 cm diperkirakan sebanyak 128 juta.

Kecil memang, namun, sampah antariksa bergerak dengan kecepatan hingga 40.000 km per jam. Tabrakan pecahan sebesar biji kopi dengan kecepatan setinggi itu dengan sebuah satelit, memiliki kekuatan impact setara sebuah granat dan sudah pasti bakal merusaknya. Lantas muncul pertanyaan, kapan semua itu akan sampai ke bumi dan menghujam negara-negara yang berada di garis khatulistiwa?

Puing yang merupakan bagian roket milik Badan Antariksa Nasional Cina. Foto: Polres Kotawaringin Barat

Dikutip dari DW, Heiner Klinkrad, Ketua Bagian Sampah Antariksa di Organisasi Antariksa Eropa, ESA, mengungkapkan sampah antariksa jarang jatuh ke bumi. Namun menurut perhitunganya, setiap pekannya ada kemungkinan dua obyek berukuran satu meter jatuh ke dalam ruang atmosfer bumi. Dari segitu luasnya bumi, Indonesia menjadi salah satu negara paling berpotensi kejatuhan sampah antariksa.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, setiap satelit atau sampah antariksa yang berada di ketinggian 600 km berpotensi jatuh dan orbitnya pasti melewati garis khatulistiwa (ekuator). Karenanya, peluang jatuh di daerah ekuator sangat besar dibandingkan dengan di wilayah lintang tinggi. Celakanya, ada beberapa wilayah Indonesia berada di ekuator dan beberapa wilayah lainnya berada tak jauh dari ekuator. Atas kondisi inilah, ia menyebut bahwa kemungkinan sampah antariksa jatuh di Indonesia sangat besar.

Meski demikian, Djamaluddin menerangkan, luasnya wilayah Indonesia membuat kemungkinan sampah antariksa itu jatuh ke pemukiman penduduk dan mencelakakan manusia cukup rendah. Tetapi, tetap saja, tak ada ilmuan yang bisa memprediksi kapan sampah antariksa yang jatuh ke Indonesia mendarat di pemukiman penduduk. Itu berarti, ancaman sampah antariksa dalam mencelakakan masyarakat nyata adanya.

Sebagai informasi, sebetulnya, sejak puluhan tahun lalu, sampah antariksa, yang terdiri atas satelit yang tidak berfungsi lagi hingga fragmentasi ledakan, debu, atau partikel kecil lainnya, memang jadi kajian menarik para ilmuan di Barat.

Baca juga: 2021 Bakal Ada Balapan Mobil Remote Control di Bulan, Aktornya Anak SMP

Ide untuk membersihkan sampah antariksa pun sudah sampai pada level implementasi dengan lahirnya gagasan-gagasan brilian, mulai dari tukang sampah robot gagasan Eropa, menggunakan meriam laser untuk menghancurkan sampah antariksa ala Jerman, penggunaan jaring dan lasso elektrik untuk menangkap asteroid solusi dari AS-NASA, hingga tambang elektrodinamik yang menjadi ide dari Jepang.

Namun, proyek luar angkasa besar-besaran berbagai negara membuat upaya membersihkan luar angkasa dari sampah antariksa menjadi tak efektif.

Inilah CNSA, NASA-nya Cina Pemilik Puing Roket di Kalteng! Sudah Tiga Roket Cina Jatuh di Indonesia

Teka-teki puing logam yang sebelumnya diduga badan pesawat berakhir sudah. Puing logam yang ditemukan pada Senin (4/1) sore oleh seorang warga bernama M Yusuf itu dikonfirmasi merupakan serpihan roket milik CNSA atau China National Space Administration.

Baca juga: Wahana Antariksa Cina Bawa Pulang 2 Kg Tanah dan Bebatuan dari Bulan ke Bumi

Sebelumnya, pada 18 Juli 2018, roket tingkat 3 CZ-3A milik Cina juga pernah menimpa Indonesia, tepatnya di Maninjau, Sumatera Barat, melengkapi temuan roket Cina lainnya, CZ-3A, yang juga pernah jatuh di Indonesia pada 14 Oktober 2003 di Bengkulu.

“Diperkirakan bahwa serpihan benda yang menyerupai badan pesawat tersebut merupakan bagian dari badan roket milik China yang meledak di angkasa dan jatuh di perairan Laut Jawa dan terbawa ombak terdampar di Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar,” kata Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah kepada wartawan, Rabu (6/1).

Lebih lanjut, polisi mengungkapkan bahwa puing yang tertulis CNSA itu bagian dari badan roket yang meledak April silam. Kala itu, CNSA meluncurkan roket Long March-5B yang membawa versi uji coba dari pesawat luar angkasa berawak generasi baru Cina, untuk memulai misi pembangunan stasiun antariksa Cina.

CNSA atau Badan Antariksa Nasional Cina saat ini memang belum mempunyai stasiun antariksa atau stasiun luar angkasa internasional. Sejauh ini, stasiun antariksa masih dimonopoli oleh teknologi dan investasi gabungan NASA (AS), Rusia, dan Eropa.

Meski demikian, sepak terjang Badan Antariksa Cina tak bisa dipandang remeh. Selain sudah memulai proyek prestisius, menjelajah Mars serta membangun stasiun luar angkasa internasional dengan teknologi dan biaya sendiri, tak seperti stasiun antariksa milik NASA, Rusia, dan Eropa, belum lama ini Cina untuk pertama kalinya berhasil terbang dan lepas landas dari bulan.

Dilansir The New York Times, wahana antariksa Cina, Chang’e 5, dikabarkan berhasil lepas landas dari bulan untuk memulai misi kembali ke bumi dengan membawa pulang bebatuan dan tanah seberat 2kg. Sampel tersebut nantinya akan diteliti lebih jauh untuk mengungkap berbagai fakta, termasuk awal mula terbentuknya bulan, kepercayaan bahwa bulan pernah terbelah, hingga asal mula penciptaan tata surya.

Bila tak ada aral melintang, ini merupakan pengembalian sampel pertama sejak 40 tahun terakhir, dimana pesawat ruang angkasa Soviet melakukannya pada 1970-an. Sebelumnya, astronaut Apollo AS membawa kembali ratusan pon batuan bulan di tahun 1960-an.

Wahan antariksa Cina Chang’e 5 jelas telah menghidupkan kembali wacana tentang Cina suatu hari akan mengirim astronaut ke Bulan, menjadi negara ketiga yang berhasil mengirim astronot ke bulan, dan mungkin membangun pangkalan ilmiah di sana. Meskipun tidak ada jadwal yang jelas terkait proyek itu. Cina sudah meluncurkan laboratorium pengorbit sementara pertamanya pada 2011 dan yang kedua pada 2016.

Badan Antariksa Nasional Cina sendiri didirikan pada 22 April 1993, jauh dibanding NASA yang sudah berdiri sejak 1 Oktober 1958. Setelah lama berproses, 10 tahun kemudian, CNSA akhirnya berhasil menyelesaikan misi antariksa berawak pertama mereka bersama roket Shenzhou 5 yang diluncurkan pada 15 Oktober 2003. Pesawat antariksa Shenzhou tersebut diluncurkan dari wahana peluncuran Long March 2F.

Baca juga: Selain Biak, Wilayah Ini Juga Potensial untuk Luncurkan Roket SpaceX di Indonesia

Ke depan, dengan perkembangan teknologi di Negeri Panda itu, misi penjelajahan Mars CNSA bukan tak mungkin akan melampaui NASA.

Sebagai informasi, terkait temuan serpihan logam roket CNSA di Kalteng, sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi pada 2016 lalu. Kala itu, empat Bagian Roket Falcon 9 milik SpaceX dengan nomer seri 41730, jatuh dan ditemukan di Kecamatan Gili Raja dan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur.

4 Januari 2011, Ford Motor Tutup Divisi Mobil Mewah Mercury

Pada 4 Januari 2011, Ford Motor Company menutup divisi mobil mewahnya Mecury. Penutupan terjadi karena persaingan yang kian ketat dengan kecenderungan pasar yang lebih menyukai jenis SUV dan seperti memaksa produsen mobil Amerika Serikat ini menutup divisi yang kian hari kian tak menguntungkan tersebut.

Baca juga: 107 Tahun Lalu, Ford Mulai Rakit Mobil Model T Secara Massal dengan Moving Assembly Line

Ini terlihat dari penjualan Mercury terus mengalami penurunan yang puncaknya terjadi pada 1970an. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, awal kehadiran Mercury karena Ford Motor Company mendirikan sebuah divisi baru.

Divisi ini dibuat pada 1935 silam oleh Edsel Ford putra dari Hendry Ford dan nama Mercury diambil dari nama dewa kurir Romawi yang memiliki armada. Saat itu, kehadiran Mercury sendiri untuk menjembatani antara merek Ford lain dengan merek mewah Lincoln.

Bahkan sepuluh tahun setelah kehadirannya yakni pada 1945, Mercury berjaya dan membentuk jaringan penjualan gabungan yang berbeda dari Ford. Namun, produksinya sempat terganggu ketika Perang Dunia II, tapi kemudian bangkit tahun 1949, ketika model Merkurius pertama pasca perang berhasil dipamerkan.

Bahkan tahun 1950an, Mercury pernah disandingkan sebagai tunggangan ikon anak muda kala itu. Selain itu pada akhir tahun 1990an, Mercury memiliki produk terlarisnya yakni Grand Marquis dengan konsumen dari kalangan yang lebih tua.

Karena juga akan menarik pembeli yang lebih muda, sehinga pada dekade berikutnya perusahaan memperkenalkan kendaraan untuk pangsa tersebut. Maka saat itu hadir Cougar dari jenis sport couple yang menciptakan Marauder dan menawarkan sedan ukuran penuh serta menengah yang mulai memproduksi minivan dan SUV.

Dari 2003 hingga 2005, Lincoln-Mercury mengembangkan merek ‘M’ dengan Monterey, Montego, Milan dan Mariner. Sayangnya, Ford memutuskan untuk meningkatkan kemewahan mobil-mobil besutan Mercury, yang membuat identitas Mercury yang sudah ambigu semakin terpotong.

Pada 2010, setelah 20 tahun spekulasi pasar, Ford secara resmi mengumumkan penutupan Mercury. Satu Grand Marquis putih 2011 yang terakhir diluncurkan pada 4 Januari 2011 menandai berakhirnya divisi mewah Ford. Yang mana kemudian Ford memfokuskan sumber daya mereka pada divisi inti serta Lincoln.

Baca juga: Bus Antar Jemput Ford E-Series ‘Disulap’ Jadi Rumah Mewah

Meski saat itu ditutup, Ford tetap menjamin pengguna Mercury dengan memberikan support mereka di dealer Ford maupun Lincoln. Selain itu, para pemilik Mercury akan diberikan informasi ditel mengenai transisi perawatan mobil dari dealer Mercury ke Ford atau Lincoln, seperti penggantian suku cadang atau service kendaraan.

Empat Alasan Mengapa Sebuah Kota Miliki Lebih dari Satu Bandara

Banyak kota-kota besar di seluruh dunia memiliki lebih dari satu bandara. Meski terkadang membuat traveler dihadapkan dengan pilihan sulit, keberadaan lebih dari satu bandara di sebuah kota diyakini memiliki sejumlah keuntungan. Keuntungan-keuntungan tersebutlah yang pada akhirnya menjadi dasar kehadiran satu kota memiliki lebih dari satu bandara.

Baca juga: Trump Ingin Ganti Nama Bandara Ini Jadi Bandara Internasional Donald J. Trump

Kentungan terbesar yakni mengurangi kepadatan lalu lintas udara, di samping berbagai kendala teknis semisal keterbatasan lahan. Agar lebih lengkapnya, dikutip dari Simple Flying, berikut empat alasan atau keuntungan mengapa satu kota memiliki lebih dari satu bandara.

1. Membagi Lalu Lintas Udara

Beberapa kota-kota besar di dunia, seperti London, Paris, New York, Chicago, Washington DC, Tokyo, Shanghai, Beijing, Istanbul, dan Moskow, memiliki lebih dari satu bandara. Ambil contoh Washington DC. Di sini, ada dua bandara yang aktif melayani penerbangan, Bandara Washington-Dulles (IAD) dan Bandara Washington-National (DCA).

Sebelum IAD dibangun, Washington-National terlebih dahulu eksis. Seiring berjalannya waktu, kepadatan lalu lintas meningkat dan bandara perlu diperluas. Sayangnya, keterbatasan lahan menghalangi keinginan itu. Sehingga Bandara Washington-Dulles pun didirikan untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Agar tak membingungkan, keduanya berbagi tugas, IAD melayani penerbangan internasional dan DCA untuk penerbangan domestik.

2. Mengurai Kemacetan

Bandara di kota-kota besar yang jadi tujuan favorit, seperti London, Paris, dan New York, dan Tokyo, hampir selalu dipenuhi penumpang di musim-musim libur panjang. Jika wisatawan internasional saja sudah cukup membludak dan membuat macet area di sekitar bandara, apalagi ditambah penumpang domestik.

Oleh karenanya, arus penumpang di bandara perlu dipecah agar tak terkonsentrasi ke satu titik. Dengan begitu, volume kendaraan di sekitar bandara akan tetap terkontrol dan macet pun terhindar.

3. Banyak Bandara Bagus untuk Bisnis

Membiarkan sebuah maskapai memonopoli slot keluar-masuk di jam-jam sibuk salah satu bandara tentu tidak baik untuk bisnis. Karenanya, diperlukan kehadiran bandara lain untuk membuatnya tetap kompetitif.

Baca juga: Mengapa Slot Bandara Bisa Sangat Mahal? Inilah Jawabannya

Di Houston, AS, misalnya, United Airlines hampir memonopoli slot keberangkatan dari Bush Intercontinental (IAH) yang lebih besar, sedangkan Southwest Airlines juga berlaku demikian di Houston-Hobby (HOU) yang lebih kecil. Bila satu bandara sudah hampir pasti dimonopoli, maskapai masih bisa bersaing di bandara lain, dan tetap memberikan penumpang pilihan penerbangan.

4. Banyak Bandara Bagus untuk Penumpang

Banyak bandara dipercaya memberikan banyak manfaat bagi penumpang. Pertama dan terpenting, memiliki banyak bandara berarti lebih banyak ruang bagi maskapai untuk mengoperasikan lebih banyak penerbangan. Itu berarti akan lebih banyak penerbangan, lebih banyak persaingan, dan lebih banyak opsi untuk menemukan tarif yang lebih rendah guna menyesuaikan kebutuhan penumpang.

Jepang Gelontorkan Rp135 Triliun Bangun Terowongan Bawah Laut Sepanjang 31Km, Bisa Dilewati Kereta hingga Truk

Jepang dikabarkan akan segera membangun terowongan bawah laut sepanjang 31km, yang menghubungkan Honshu dengan Hokkaido. Berbeda dengan salah satu terowongan bawah laut terpanjang dan terdalam di dunia (53,85 km), Terowongan Seikan, yang hanya bisa dilalui kereta cepat Shinkansen itu, terowongan baru dengan investasi senilai US$ 9,7 miliar atau sekitar Rp135 triliun (kurs 14.041) ini nantinya juga bisa dilalui berbagai jenis kendaraan, seperti truk, mobil pribadi, dan mobil otonom.

Baca juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Ide pembuatan terowongan kedua di bawah Selat Tsugaru yang membelah Honshu dan Hokkaido ini muncul di pertengahan tahun 2020 silam. Sejak saat itu, publik pun terbelah. Bagi kelompok pro, terowongan dengan konsep baru tersebut dinilai akan mendongkrak ekonomi, dimana pengiriman hasil pertanian di Hokkaido akan naik 600.000 ton atau setara dengan 34 miliar yen.

Dari segi pariwisata, pergerakan wisatawan antara kedua pulau itu juga semakin tinggi dan menghasilkan 53,8 miliar yen.

Bagi kelompok yang kontra, nilai investasi yang cukup fantastis disebut akan menyulitkan pemerintah. Di samping itu, proyek yang pembangunannya diperkirakan memakan waktu selama 15 tahun, mulai dari proses survei sampai penyelesaian akhir ini, juga tergolong lama untuk bisa balik modal dan mencetak keuntungan. Jika tak ada aral melintang, modal sebesar itu baru bisa kembali setelah 32 tahun, dengan asumsi tingkat bunga 1,16 persen atas pinjaman untuk proyek tersebut, menggunakan skema Private Fund Investment (PFI) atau Pembiayaaan Investasi Swasta.

Asumsi balik modal setelah 32 tahun juga berdasarkan perhitungan tarif tol Terowongan Seikan kedua, dimana kendaraan besar atau truk diusulkan seharga 18.000 yen atau sekitar US$175 dan 9.000 yen untuk mobil, dengan asumsi lalu lintas harian sebanyak 3.600 truk dan 1.650 mobil.

Selain itu, konsep Terowongan Seikan kedua ini juga dinilai buang-buang tenaga karena terlalu rumit dan membutuhkan biasa besar; di samping kurangnya tenaga kerja untuk proyek tersebut.

Dilansir Nikkei Asia, ibu kota Hokkaido, Sapporo, berjarak sekitar 1.150 km dari Tokyo, hampir sama dengan jarak antara Tokyo dan kota Fukuoka di barat daya Jepang. Kendati demikian, lalu lintas Hokkaido-Honshu lebih padat dan 34 persen lebih mahal ketimbang lalu lintas Tokyo-Fukuoka, sebesar 210.500 yen per 10 ton.

Terowongan Tsugaru atau Seikan Kedua ini dijalankan oleh Japan Project-Industry Council (JAPIC). Berbeda dengan Terowongan Seikan pertama yang hanya memiliki jalur kereta api, Terowongan Tsugaru atau Seikan Kedua ini didesain dapat dilintasi kendaraan bermotor dan kereta api. Terowongan nantinya akan memiliki diameter 15 meter dengan jalan raya dua jalur dengan satu lajur di bagian atas dan satu jalur kereta api serta dua jalur kendaraan darurat di bagian bawah.

Baca juga: Shinkansen Pacu Kecepatan Antara Tokyo ke Sapporo, Namun ‘Terhalang’ Terowongan Seikan

Jalur kereta api di Terowongan Seikan Kedua ini rencananya dikhususkan untuk KA angkutan barang saja. Sehingga nantinya Terowongan Seikan Pertama dapat dikhususkan untuk perjalanan Hokkaido Shinkansen saja. Meski dibangun hanya satu jalur, namun tidak ada jalur persilangan di sepanjang terowongan.

Terowongan Seikan Kedua rencananya akan memiliki panjang 31 km yang menghubungkan Minmaya, Prefektur Aomori di Pulau Honshu dengan Fukushima di Pulau Hokkaido. Lebih pendek dari Terowongan Seikan Pertama yang memiliki panjang 53,85 km.

Masih Masa Pandemi, MRT Jakarta Targetkan 65 Ribu Penumpang Per Hari

Pandemi saat ini masih berlangsung dan membuat penurunan penumpang yang tajam pada Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta tahun 2020 kemarin, ternyata tak menyurutkan semangat moda transportasi baru di ibukota. Hal ini terlihat dari MRT Jakarta yang menargetkan penumpang sebanyak 65 ribu orang per harinya.

Baca juga: Catatkan 27 Ribu Penumpang Per Hari, MRT Jakarta di Masa Pandemi Masih Untung di Bisnis Non Farebox

Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, meski di masa krisis seperti ini pihaknya tidak mau berada terus di zona nyaman. Sebab saat ini adalah waktunya untuk melakukan trobosan dan inovasi.

“Krisis akan tetap ada, kalau tidak lakukan inovasi dan terobosan baru kita akan tergulung krisis. Makanya meski ridership atau penumpang tetap rendah tapi kami punya target 65 ribu penumpang per hari bukan tanpa konsekuen,” jelas William di Forum Jurnalis virtual, Selasa (5/1/2021).

Dia menyebutkan bila MRT Jakarta hanya main aman di target 20 ribu penumpang per hari, ini akan tercapai. Tetapi William mengaku, bila bermain aman bukanlah pilihan dan semua harus bergerak yang mana operasional dengan cara internasional.

“Kami akan berubah dari perusahaan transportasi menjadi perusahaan transformasi yang mengajak semua baik stakeholder maupun yang lainnya untuk bicarakan pengembangan,” jelasnya.

Bahkan meski di masa krisis seperti saat ini, William menyebutkan pihaknya akan berintegrasi dengan moda transportasi lain baik untuk layanan maupun sistem ticketingnya. Dia menjelaskan bahwa mekanisme untuk ticketing menggunakan JakLingko.

Di mana konsepnya diperkenalkan oleh Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN. Sistem ticketing ini dikatakan William, akan diintegrasikan secara keseluruhan di wilayah Jabodetabek.

“Kita akan integrasi tiket dan tarif. Untuk sistem ticketing ada dua yakni gunakan tiket dan QR code dari mobile aplikasi. Pertama QR code dengan aplikasi bernama JakLingko yang terintegrasi dengan semua transportasi. Kita juga kembangkan kartu,” jelasnya.

Sedangkan untuk dompet elektronik atau e-wallet, saat ini MRT Jakarta belum menentukan akan menggunakan apa. William menyebutkan, bahwa mekanismenya disiapkan oleh empat perusahaan konsorsium.

Baca juga: Jepang Hadirkan Coworking Space di Stasiun, MRT Jakarta Pernah Wacanakan

“Kita akan siapkan beauty contest atau tendernya. Dalam satu atau dua Minggu kedepan kita umumkan hal ini. Sebab sejak Desember kemarin sudah ada 83 perusahaan dari seluruh penjuru dunia yang mau ikut andil beauty contes untuk e-wallet. Diharapkan Februari ini sudah ditentukan pemenang inisiatifnya dan Agustus atau September sudah mulai integrasi,” jelas William.

Diskriminasi Kebijakan Antara Pramugari Singapore Airlines dan Maskapai Asing, Menteri Transportasi Singapura ‘Diserang’

Singapura belakangan mulai mewajibkan kru maskapai asing untuk tetap di rumah atau hotel selama layover. Sayangnya, peringatan kebijakan serupa tak berlaku untuk pramugari atau kru maskapai Singapore Airlines Group (maskapai dalam negeri). Perbedaan sikap dari Pemerintah Singapura pun ramai diperbincangkan berujung kecaman. Salah satunya datang dari parlemen.

Baca juga: Dengan Dalih Risiko Tertular Covid-19! Qatar Airways Hapuskan Hak Layover Pramugari di Penerbangan Jarak Jauh

Anggota parlemen Negeri Singa, Jamus Lim, mempertanyakan alasan Menteri Transportasi, Ong Ye Kung, melakukan hal itu. Selagi Menteri Ong belum memberikan keterangan resmi, ia juga secara pribadi mengecam tindakan tersebut.

Akan tetapi, sebelum berbagai spekulasi miring atas diskriminasi kebijakan tersebut meluas dengan cepat, Menteri Ong akhirnya buka suara. Melalui sepucuk surat, ia menegaskan bahwa tindakannya tersebut bukanlah diskriminasi, melainkan suatu hal lumrah.

Ia berdalih bahwa kru maskapai dalam negeri tak diingatkan untuk tetap di rumah saja karena mereka sudah patuh akan protokol kesehatan, layaknya dokter dan petugas medis yang tak perlu diingatkan kewajiban di rumah saja dan menjalankan protokol kesehatan.

“Perlakuan ini sebetulnya sejalan dengan pekerja garis depan seperti dokter dan perawat, yang tidak harus diingatkan kewajiban untuk tetap di rumah setelah menjalankan tugas mereka mengingat tindakan pencegahan yang diambil untuk melindungi mereka saat mereka bertugas,” tegas Mr Ong.

“Jika maskapai penerbangan asing dapat mematuhi langkah-langkah pencegahan ini, pramugari dan pramugaranya akan tunduk pada aturan yang sama. Jika tidak, mereka harus melayani SHN (stay-home notice) selama mereka tinggal di Singapura, terlepas dari negara mana mereka terbang,” lanjutnya, dikutip dari channelnewsasia.com.

Selain mewajibkan seluruh kru pesawat stay di rumah setelah bertugas, Singapura juga mewajibkan mereka untuk tes PCR jika terbang dari negara atau wilayah yang berisiko tinggi dan melakukan isolasi mandiri sekalipun hasil tesnya negatif. Tentu, dilengkapi dengan berbagai aturan turunan lainnya, seperti menjaga jarak, tidak banyak berinteraksi dengan penumpang, serta memakai masker dan face shield.

Bagi kru pesawat maskapai dalam negeri, mereka mendapat kewajiban tambahan, berupa wajib mengaktifkan GPS atau location dan menggunakan mobil jemputan khusus, baik saat ke hotel maupun ke bandara.

Baca juga: Pertama Kalinya, Singapore Airlines Buka Fasilitas Pelatihan untuk Umum! Satu Jam Tiket Ludes Terjual

Sederet aturan ketat bagi kru pesawat oleh Singapura bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Singapura mengkonfirmasi dua kru pesawat, yakni pilot dan pramugara Singapore Airlines, positif tertular virus Corona.

Keduanya diketahui pernah bertugas ke Inggris pada 19 hingga 22 Desember lalu. Sebetulnya, mereka sudah mendapat hasil negatif tes PCR pada tes pertama. Kendati demikian, keduanya diyakini terpapar Covid-19 dan dilakukan tes lanjutan. Hasilnya, mereka positif terpapar virus Corona meski tanpa gejala atau OTG.