Tenda Kubus Carsule Berikan Sensasi Berkemah di Mobil

Mobil van banyak sekali yang sudah dimodifkasi dengan perlengkapan kemah. Sehingga memudahkan pemiliknya untuk menikmati alam ketika mereka berlibur ke pinggir pantai atau di kaki gunung untuk menikmati kesejukan yang alami untuk melepaskan penat di kota.

Baca juga: Kantung Laundry Mudahkan Pengendara Mobil Meletakkan Masker Kotor

Namun bagaimana dengan mobil biasa yang juga ingin berkemah dan tidak memiliki tenda atau tidak mumpuni? Belum lama ini hadir kabin Pop-Up Carsule untuk mobil yang tidak bisa diubah untuk berkemah. Pop-Up Carsule ini membantu pemilik mobil menikmati rasa petualangan di alam.

Kabin ini bukan hanya sekedar tenda untuk tidur, tetapi bisa untuk bersantai dan menikmati pemandangan alam disekitar. Ini seperti tenda namun berbentuk kubus dan cukup mudah untuk dipasangkan ke mobil.

KabarPenumpang.com melansir laman newatlas.com (24/11/2020), agar bisa berdiri kokoh, tenda ini bisa dipasang pada bagian belakang mobil dan tidak perlu orang banyak karena hanya membutuhkan lima menit serta satu orang yang mendirikannya. Desainnya pun cukup simpel dengan segel adaptif.

Carsule dapat dipasangkan ke berbagai model mobil. Tenda ini dibuat dengan bahan kain yang tahan air, tahan ultra violet, memungkinkan ruang terkena sinar matahari langsung, hujan maupun angin. Tinggi tenda kubus ini sekitar 6,5 ​​kaki atau 1,9 meter dengan area lantai yang nyaman.

Bahkan bagian lantainya pun terlindungi dengan baik dan juga dilapisi karpet tebal. Hal ini akan membuat penggunanya merasa nyaman di mana pun tenda didirikan untuk menikmati alam tersebut.

Meski berbentuk kubus, tenda ini dilengkapi dengan jendela layar multiguna dua lapis, tali penegang langit-langit, kelambu terintegrasi, dan batang perakitan ringan. Dengan menggunakan tenda kubus tersebut, Anda seperti membuat tenda pribadi dengan apa pun aktivitas yang bisa dilakukan selama di ruangan tersebut.

Membutuhkan perubahan pemandangan dari tampilan karantina biasa Anda? Kabin Pop-Up Carsule untuk Mobil Anda dapat membantu Anda mencapai rasa petualangan, meskipun itu hanya di jalan masuk Anda.

Baca juga: Mobil Otonom May Mobility Mengular dengan Proteksi Anti Covid-19

Kabin Pop-Up Carsule untuk Mobil Anda menawarkan perlindungan terbaik yang Anda butuhkan saat bepergian. Harga untuk tenda kubus ini mendekati $400 atau sekitar Rp5,6 juta. Mulailah mengerjakan pekerjaan Anda saat bepergian, atau rencanakan petualangan Anda berikutnya bersama keluarga dekat dengan kabin yang nyaman dan portabel ini.

Sabuk Keselamatan Tiga Titik Jadi Standar dan Lebih Aman untuk Penumpang Bus

Sabuk keselamatan atau seat belt di Indonesia untuk standar keamanan bus adalah dua titik dan ini diatur dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) angkutan penumpang. Tetapi nyatanya dengan sabuk pengaman dengan model tiga titik justru memberikan keamanan yang lebih lagi.

Baca juga: Sabuk Pengaman Model “V,” Lambang Supremasi Teknologi Volvo

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan mengatakan, posisi paling depan atau belakang harus menggunakan sabuk pengaman tiga titik. Dia menjelaskan, bahwa posisi depan dan belakang tersebut memungkinkan penumpang terlempar saat bus berhenti mendadak sehingga di kursi bagian depan harus menggunakan sabuk pengaman tiga titik.

Di Indonesia sendiri ternyata Karoseri Laksana pernah membuat sabuk pengaman tiga titik namun untuk diekspor ke Fiji bukan untuk domestik. Karoseri Laksana membuat sabuk pengaman tiga titik hanya di bagian depan dan kursi lainnya menggunakan dua titik.

Meski begitu, KabarPenumpang.com yang merangkum dari berbagai laman sumber mendapatkan bahwa Volvo menyebutkan sabuk pengaman tiga titik merupakan persyaratan mutlak di semua mobil, truk dan sebagaian lagi di bus. Manajer Keselamatan Peter Danielsson di Volvo Buses mengatakan, dalam uji roll over penuh dengan crash dummies tanpa sabuk, sabuk pengaman dua titik dan tiga titik, hasilnya adalah pengguna sabuk pengaman tiga titik mengalami cedera yang lebih sedikit.

Dikutip dari volvobuses.com, Peter menambahkan, bahwa pentingnya sabuk pengaman tiga titik harus jelas terutama dalam hal perjalanan antarkota dan jarak jauh di mana kendaraan melaju dengan kecepatan lebih tinggi. Dia menyebutkan, bus Volvo  terus mengadvokasi penumpang hingga menjadi fitur standar.

Dikatakan Peter, saat ini di Eropa, lebih dari 60 persen bus Volvo dijual dengan sabuk pengaman tiga titik dan Skandinavia 100 persen.

“Bus Volvo baru-baru ini melakukan survei ke tujuh negara di Eropa dengan total 6000 penumpang. Satu pertanyaan berkaitan dengan penggunaan sabuk pengaman di dalam bus. Dari penumpang Swedia delapan diantara sepuluh menjawab bahwa mereka menggunakan sabuk pengaman secara teratur. Di Italia angka yang sama di mana tiga dari sepuluh. Ada kebutuhan penting untuk meningkatkan penggunaan sabuk hingga 100 persen. Karena kebanyakan orang selalu menggunakan sabuk pengaman di mobil penumpang, mengapa kami tidak menggunakannya di bus?” kata Peter.

Baca juga: Sabuk Pengaman Ternyata Sudah Ada Sejak 1800-an

Tak hanya itu, bus sekolah di California pun menghadirkan sabuk pengaman tiga titik. Di mana ada pernyataan yang mengesahkan undang-undang yang mengharuskan bus sekolah baru dilengkapi dengan sabuk pengaman tiga titik. Persyaratan California mulai berlaku pada Juli 2004 untuk bus sekolah kecil dan pada Juli 2005 untuk bus sekolah besar.

Avions Mauboussin Luncurkan Pesawat STOL Hibrida-Hidrogen Pertama di Dunia

Produsen pesawat legendaris asal Perancis, Avions Mauboussin, dilaporkan bakal reborn sekaligus rebrand. Belum lama ini, pabrikan yang pernah eksis memproduksi lima jenis pesawat mulai 1935 hingga 1948 tersebut meluncurkan rancangan pesawat STOL (short take-off and landing) hibrida-hidrogen (hybrid-hydrogen) pertama di dunia.

Baca juga: ATR 42-600S – Jawara Terbang di Atas Pegunungan dengan Kemampuan STOL

Dari keterangan resmi perusahaan, dewasa ini, pesawat atau wahana udara dengan kemampuan VTOL (vertical take-off and landing) memang jadi salah satu yang merajai jagat pemberitaan dunia (terkait inovasi teknologi transportasi). VTOL memungkinkan taksi udara untuk melakukan pendaratan ataupun lepas landas di tempat-tempat dengan landasan sempit, seperti di atap gedung dan lain sebagainya, layaknya helikopter.

Setelah mencapai di ketinggian jelajah, sumber tenaga (rotor) taksi udara berpindah mode dari vertikal menjadi horizontal untuk memungkinkan penerbangan jadi lebih cepat dan efisien.

Hanya saja, diakui atau tidak, VTOL menuntut taksi udara untuk menghasilkan daya dorong ke bawah yang kuat agar membuatnya bisa naik atau mempertahankan ketinggian. Di situlah STOL mengambil celah untuk tetap mendapat tempat di pasaran.

Meskipun tak bisa terbang ke atas dan ke bawah secara vertikal, pesawat STOL menjadi menarik karena hanya butuh landasan pacu pendek. Itu berarti, pesawat STOL mampu beroperasi di bandara-bandara terpencil atau bandara perintis di pusat kota sekalipun selama memiliki landasan pacu yang memungkinkan.

Avions Mauboussin saat ini sedang mengerjakan dua pesawat dengan kemampuan STOL. Pertama adalah Alérion M1h, pesawat dua seat yang digarap bersama dengan tim dari Université de Technologie de Belfort-Montbéliard, bersama tim dari perusahaan lainnya.

Alérion M1h dirancang menggunakan motor listrik untuk lepas landas dan mendarat (menjaga agar tak terlalu bising di bandara-bandara kecil di pusat kota), dan beralih ke mesin internal combustion engine berbahan bakar hidrogen saat mulai menjelajah.

Powertrain ini (suatu sistem yang meneruskan tenaga atau power dari engine sampai ke penggerak akhir atau final drive), dengan didukung rangka pesawat dari bahan serat komposit yang ringan, diproyeksi mampu menjangkau beberapa ratus kilometer di kecepatan jelajah pada kisaran 250 km per jam.

Kedua adalah Alcyon M3c, pesawat berkapasitas lima penumpang, memiliki jangkauan 1.500 km dan kecepatan jelajah 370 km per jam. Sebagaimana M1h, M3c akan lepas landas dengan powertrain hibrida dan kemudian beralih ke tenaga hidrogen.

Baca juga: Mobil Terbang KleinVision dengan Desain Sayap Gawang Sukses Terbang Perdana

Baik M3c ataupun M1h, keduanya akan dilengkapi dengan lima baling-baling; baling-baling ganda di kanan dan kiri sayap serta satu di depan. Baling-baling ganda di ujung kedua sayap dimaksudkan untuk memulihkan energi yang hilang di pusaran ujung sayap (wingtip vortex).

Alérion M1h versi hibrida ditargetkan bakal melakukan penerbangan perdana (first flight) pada 2022 mendatang, diikuti penerbangan perdana versi hidrogen dua tahun setelahnya. Adapun Alcyon M3c baru akan menyusul dan melakukan penerbangan perdana pada 2026 mendatang.

Inilah Metode Jaga Jalur Kereta Tetap Aman Meski di Masa Pandemi

Sebanyak lebih dari 26 sistem pengukuran geometri track otonom ENSCO Rail di seluruh dunia menjaga kelangsungan operasi inspeksi jalur selama Covid-19, membantu perkeretaapian mengidentifikasi kerusakan lebih awal dan meningkatkan keamanan dan efisiensi jaringan rel. Meski begitu perekeretaapian menghadapi dua tantangan utama dalam hal keberhasilan mengidentifikasi risiko penggelinciran, perkeretaapian menghadapi dua tantangan utama.

Baca juga: Rail Bicycle, Mudahkan Petugas Kereta Api Lakukan Inspeksi Pada Jalur Rel

Di mana yang pertama adalah menjadwalkan aktivitas jalur penting dalam waktu jalur terbatas tanpa memengaruhi layanan pendapatan dan yang kedua yakni menyelesaikannya sesuai anggaran. Perkeretaapian terus menerus ditugaskan untuk menemukan cara-cara kreatif untuk mengidentifikasi risiko tergelincir dan pemeliharaan yang diperlukan tanpa menyita waktu dari gerbong-gerbong pendapatan.

Hal ini bisa dilakukan karena integrasi teknologi canggih seperti inspeksi otonom, kecerdasan buatan dan analitik data besar. Ini menawarkan peluang yang belum pernah ada sebelumnya untuk efisiensi perencanaan dan penghematan biaya pemeliharaan yang signifikan dengan mengintegrasikan teknologi ini di seluruh rangkaian pemantauan aset dan perencanaan pemeliharaan mulai dari inspeksi trek dan pengumpulan data hingga tren kondisi dan pemeliharaan preskriptif berbasis data serta teknisi pemeliharaan kereta api mencapai peningkatan keselamatan dan lebih sedikit gangguan layanan pendapatan.

Saat ini, sistem inspeksi otonom menyediakan inspeksi yang andal dan sepenuhnya otonom yang dipasang pada gerbong penumpang dan barang yang beroperasi dalam layanan pendapatan. Salah satu keuntungan paling signifikan dari teknologi inspeksi otonom adalah bahwa setiap pergerakan kereta induk menawarkan peluang untuk mengevaluasi jalur, memungkinkan inspeksi yang lebih sering tanpa menghabiskan waktu trek oleh kendaraan inspeksi khusus.

Penggunaan teknologi inspeksi otonom dapat menghasilkan deteksi kerusakan jalur lebih awal, memungkinkan praktik pemeliharaan bersifat preventif daripada reaktif. Hal ini pada akhirnya mengurangi risiko keluarnya jalur terkait trek dan menurunkan biaya per inspeksi.

KabarPenumpang.com mengutip railway-news.com (24/11/2020), ENSCO Rail, pelopor dalam penelitian, pengembangan, dan pengiriman teknologi pengukuran dan inspeksi lintasan, telah mengembangkan Autonomous Track Geometry Measurement System (ATGMS). ATGMS menggunakan teknologi pengukuran non-kontak digital penuh terbaru yang digunakan oleh ENSCO Rail di semua sistem geometri track berawak tradisionalnya.

Pengukuran dilakukan setiap 250 mm, hingga kecepatan maksimum kendaraan, dan dapat dilakukan di kedua arah. ATGMS menyediakan transmisi data pengukuran meter demi meter secara real-time, serta pemrosesan pengecualian sesuai dengan kelas trek yang ditentukan secara otomatis.

Satu tantangan inheren yang dihadapi oleh sistem pengukuran lintasan otonom tradisional adalah bahwa kondisi atau fitur lintasan tertentu dapat meniru kerusakan, padahal kondisi lintasan normal. Untuk mengatasinya, ENSCO Rail mengembangkan algoritme kecerdasan buatan canggih.

Dengan mengambil pendekatan proaktif untuk pemeliharaan dan perencanaan aset dapat menghasilkan penghematan yang signifikan dengan mengurangi analisis data kondisi manual dan pengeluaran pemeliharaan yang tidak perlu. Teknologi kondisi aset baru yang mengandalkan kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan analisis data menawarkan potensi pengurangan biaya pemeliharaan yang signifikan setiap tahun sambil meningkatkan kapasitas operasional melalui penerapan tugas pemeliharaan yang akurat.

ENSCO Rail Automated Maintenance Advisor (AMA) secara otomatis mengidentifikasi area dengan kinerja track yang buruk, menentukan tren penurunan kondisi track dan menerjemahkan data tersebut ke dalam tugas perawatan preskriptif, menghasilkan perencanaan pemeliharaan track yang proaktif dan berdasarkan data serta keputusan pemeliharaan yang baik dan efisien.

Baca juga: Petugas Keamanan Sita Lokomotif yang Tewaskan Dua Ekor Gajah di India

Seiring dengan berkembangnya kemampuan deteksi kerusakan lintasan dan analisis perangkat lunak generasi berikutnya, teknologi ini akan mengoptimalkan pemeliharaan kereta api dan perencanaan pembaruan, mengurangi risiko melalui identifikasi kerusakan lintasan lebih awal, dan meningkatkan keamanan jaringan rel.

Lindungi Diri dari Virus Corona, Penumpang di London Punya Cara Unik

Banyak foto yang terpampang di media sosial, bagaimana orang-orang menghalau virus corona baru. Bahkan masker atau pakaian yang dipakai pun beragam demi melindungi diri mereka dari Covid-19. Seperti beberapa yang terlihat di mana penumpang transportasi umum di London, Inggris menggunakan kantong plastik, kotak dan masker gas.

Baca juga: Tak Perlu Beli, Yuk Bikin Face Shield Sendiri

Foto ini terlihat saat awal masyarakat London yang panik dengan virus baru tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (4/3/2020), terlihat seorang penumpang yang menggunakan masker gas di Stasiun Milton Keynes.

Selain itu seorang penumpang menggunakan wadah penyimpanan yang terbuat dari plastik di atas kepalanya saat dirinya naik bus yang melintas di ibukota. Sedangkan yang lainnya memiliki hal kreatif lain untuk melindungi dirinya dengan menggunakan tas Tesco di atas kepala mereka hingga menutupi wajah.

Para penumpang lainnya digambarkan membolak-balik koran pagi sambil mengenakan sarung tangan karet. Bahkan, karena terburu-buru untuk melindungi diri mereka sendiri ketika virus pertama kali menyerang, pembeli membuka masker wajah di supermarket dan apotek.

Tetapi para ahli sebelumnya mengatakan bahwa masker wajah tidak banyak membantu perlindungan, terutama jika tidak dipakai dengan benar. Kepala kesehatan Profesor Chris Whitty juga memperingatkan komuter dan pembeli yang memakai masker wajah akan ‘sedikit berpengaruh’ dalam menghentikan penyebaran virus.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyarankan orang sehat hanya boleh memakai masker jika mereka merawat seseorang yang dicurigai mengidap virus. Sedangkan orang yang telah didiagnosis dengan virus corona atau yang sakit setelah kembali dari daerah yang terkena dampak disarankan untuk tidak berada di tempat umum dengan atau tanpa masker.

Itu terjadi ketika kepanikan virus corona terus mencengkeram Inggris dengan kasus meledak menjadi 85 dalam peningkatan 24 jam terbesar dalam virus hingga saat itu. Tiga dari kasus baru melibatkan pasien yang tertular penyakit di Inggris karena para ahli kesehatan memperingatkan ‘pandemi yang signifikan’ bisa jadi hanya beberapa minggu lagi.

“29 pasien didiagnosis yang baru-baru ini melakukan perjalanan dari negara-negara yang diakui atau dari kelompok-kelompok yang dikenal yang sedang diselidiki. Tiga pasien tambahan tertular virus di Inggris dan belum jelas apakah mereka tertular secara langsung atau tidak langsung dari seseorang yang baru saja kembali dari luar negeri. Ini sedang diselidiki dan pelacakan kontak telah dimulai,” kata Chris Whitty.

Baca juga: Pakai Kostum Hazmat di Bandara, Naomi Campbell Lagi-lagi Viral di Instagram

Sebelumnya, Chris Whitty memperingatkan Inggris akan mengalami sejumlah kematian saat wabah mulai menyebar. Coronavirus menyebar dengan cepat secara global setelah wabah di ground zero Wuhan di Provinsi Hubei, Cina.

Sambutlah LAPERU, Maskapai LCC pertama Sekaligus Maskapai Satu-satunya Milik Peru

Peru dikabarkan tengah menempuh berbagai langkah untuk mendirikan maskapai berbiaya hemat (LCC) bernama Línea Aérea de Bandera del Perú atau LAPERU. Bila impian itu terwujud, maskapai tersebut akan menjadi maskapai LCC pertama yang dikelola negara sekaligus maskapai satu-satunya milik negara di pesisir Amerika Selatan bagian barat itu.

Baca juga: Mengenal Flynas, Maskapai LCC Pertama dan Satu-satunya di Negeri Raja Salman

Guna merealisasikan LAPERU, pemerintah mengaku membutuhkan investasi sekitar US$75 juta atau sekitar Rp1 triliun lebih (kurs Rp14.100). Pemerintah akan menguasai 35 persen saham dan sisanya dimiliki oleh swasta yang mau mengucurkan dana sebesar itu.

Dahulu, tepatnya pada dua dan satu tahun lalu, Peru sebetulnya pernah punya maskapai sendiri; LC Peru dan Peruvian Airlines. Namun, karena kesulitan keuangan, dua maskapai itu akhirnya harus tumbang dan negara itu tak mempunyai satupun maskapai.

Tak cukup sampai di situ, maskapai-maskapai yang beroperasi di Peru, seperti Viva Air Peru, Sky Airline, LATAM Peru, dan Avianca Peru, satupun tak ada yang membuka kantor cabang di negara yang dilaporkan sebagai penghasil daun koka -bahan pembuat kokain- terbesar di dunia itu. Bisa dibilang, Peru sama sekali tak mempunyai kedaulatan udara karena masih sangat bergantung pada maskapai penerbangan dari negara lain.

JetSMART sebetulnya sempat berencana untuk membuka kantor cabang di Peru. Namun, sampai saat ini, rencana itu bak angin lalu. Viva Air diketahui berbasis di Kolombia, Avianca di Panama (meskipun asal Kolombia), LATAM di Chili dan Brasil, serta JetSMART di Chili.

“Dalam dua dekade terakhir, maskapai penerbangan yang menggunakan rute udara internasional Peru, dengan pendapatan dan penjualan miliaran dolar, tidak berinvestasi di Peru (membuka kantor cabang). Mereka bekerja sebagai cabang maskapai penerbangan yang berasal dari negara lain tempat mereka mengirimkan semua pendapatan finansial mereka,” bunyi laporan dalam sebuah dokumen, sebagaimana dilansir Simple Flying.

Lebih parah lagi, beberapa maskapai yang beroperasi di sini, seperti Avianca Peru, juga tak mendaftarkan pesawat di negara yang berbatasan dengan Ekuador dan Kolombia di utara, Brasil di timur, Bolivia di timur, tenggara, dan selatan, Chili di selatan, dan Samudra Pasifik di barat ini.

Kehadiran maskapai LCC milik negara dipandang penting untuk menyediakan jasa transportasi udara yang murah dan berkualitas. Selain itu, maskapai juga bisa menjadi wadah untuk mendongkrak pariwisata Peru dengan penerbangan codeshare dengan maskapai lain.

Baca juga: Tidak Dibantu Jin, Ini Dia LCC Asal Korea Selatan, Jin Air!

Meski demikian, nampaknya impian pemerintah Peru untuk memiliki maskapai LCC yang dikelola negara tak akan mudah dilakoni. Sebab, Asosiasi Perusahaan Transportasi Udara Internasional (AETAI) tegas menolak rencana itu.

“Apakah tujuan menciptakan lebih banyak kompetensi? Pasar Peru memiliki lima maskapai penerbangan yang berpartisipasi secara aktif dan sudah memiliki dua maskapai penerbangan bertarif rendah (LCC) yang baru-baru ini berkembang. Saya tidak melihat ada gunanya meluncurkan maskapai penerbangan.”

Kereta Mewah “36+3” Meluncur, Lintasi Lima Rute di Kyushu

Japan Railways baru saja meluncurkan kereta mewah terbaru mereka untuk menelusuri lintasan di pulau utama paling selatan Jepang. Kereta mewah ini bernama “36+3” dan belum lama ini bergabung dengan kereta tidur Seven Star di Kyushu dan memiliki lima rute. Kereta mewah tersebut diluncurkan JR Kyushu pada Oktober kemarin dan merupakan kereta listrik seri 787 yang memiliki warna hitam legam.

Baca juga: Java Nacht Express, Layani Jakarta – Surabaya, Inilah Kereta Mewah Pertama di Indonesia

Interiornya pun telah direnovasi sepenuhnya dan dikerjakan oleh desainer yang sama dengan kereta tidur Seven Star di Kyushu. Sebagai kereta mewah, Seven Star hanya memiliki 14 suite dan secara teratur terjual habus beberapa bulan sebelumnya. Kereta mewah 36 + 3 sendiri menawarkan perjalanan sehari semalam dengan lima rute pemandangan berbeda di seluruh Kyushu di mana terkenal dengan mata air panas, bunga azalea di musim semi dan gunung berapi aktif terbesar di Jepang yaitu Gunung Aso.

interior dan destinasi yang dilintasi kereta mewah 36 + 3 di Kyushu (afar.com)

KabarPenumpang.com melansir afar.com (6/11/2020), arti nama kereta ini sendiri yaitu angka “36” berasal dari Kyushu yang merupakan pulau terbesar ke-36 di dunia. Sedangkan “+3” mewakili kereta api, penduduk Kyushu dan pelanggan. JR Kyushu mengatakan, interior kereta 36+3 mirip dengan Seven Star yang mana memiliki enam gerbong dan memadukan gaya klasik Jepang serta Barat modern.

Interior kereta dilengkapi pintu kasa shoji dan jenis kisi khusus yang disebut okawa kumiko berasal dari Prefektur Fukuoka di pulau tersebut. Kereta mewah 36+3 memiliki kapasitas total untuk 105 penumpang. Pada gerbong pertama dan kedua, pelancong akan mendapatkan 13 kompartemen pribadi yang dilengkapi dengan sofa serta meja bergaya barat dan masing-masing bisa memuat hingga enam orang.

Gerbong ketiga merupakan bar tempat minuman dan makanan ringan seperti sake serta masakan lokal Kyushu seperti makanan laut dan wagyu. Pada gerbong keempat merupakan ruang tunggu yang memiliki langit-langit dengan beberapa tempat makan kecil. Di gerbong kelima dan enam menawarkan tempat duduk biasa yang memiliki lantai tikar tatami.

Ini merupakan lantai tikar pertama untuk JR Kyushu yang dibuat dengan rumput ilalang dari Prefektur Kumamoto. Nantinya dengan etiket Jepang, tamu yang duduk di gerbong dengan beralaskan tikar tatami harus melepaskan alas kaki mereka sebelum masuk. Penasaran dengan lima rute yang dilalui kereta mewah ini? kereta beroperasi dari Hakata di utara ke pantai barat pulau di Prefektur Kumamoto yang menawarkan pemandangan spektakuler Laut Cina Timur di sepanjang jalan.

Kemudian kereta melintas selatan pulau dari Kagoshima-Chuo ke Bandara Miyazaki dan berhenti makan siang di Stasiun Osumi Okawara, di mana Anda dapat menikmati pemandangan Teluk Kinko dan gunung berapi Sakurajima. Jalur ini membentang di sepanjang pantai timur Kyushu hingga Beppu, dengan pemberhentian di Kota Saiki sehingga para tamu dapat membeli makanan khas setempat seperti teh hitam yang ditanam di pegunungan dan selai kastanye Jepang.

Setelah meninggalkan Beppu, kereta berangkat melintasi garis pantai utara menantikan pemandangan Teluk Beppu di satu sisi kereta dan pegunungan Prefektur Oita di sisi lain. Terakhir, rute hari Senin membawa wisatawan dari Stasiun Hakata ke kota Nagasaki dengan berhenti di kota bersejarah yang terkenal dengan pabrik sake-nya.

Baca juga: Jepang Tawarkan Paket Wisata dengan Kereta Mewah Yang Ramah Dompet

Untuk menikmati kereta mewah 36+3, tarifnya pun bergantung rute, dan ini sudah temasuk dengan paket makan orang dewasa berkisar 12 ribu yen atau Rp1,6 juta hingga 30 ribu yen atau Rp4 juta.

Belajar dari Ebola, Maskapai Afrika Ini Lebih Siap Hadapi Covid-19

Industri penerbangan kalang kabut menghadapi serangan virus Corona. Bukan hanya pendapatan, dari segi penanganan atau menyikapi wabah tersebut, maskapai penerbangan juga dibuat kalap. Alhasil, tak sedikit maskapai di seluruh dunia yang cenderung telat dalam melakukan pencegahan.

Baca juga: Emirates Jadi Maskapai Pertama Lakukan Rapid Test Corona ke Seluruh Penumpang

Sederhananya, kalau maskapai penerbangan -termasuk bandara- berhasil melakukan langkah-langkah terkait protokol kesehatan dengan cepat dan tepat, bukan tak mungkin sebaran virus Corona di dunia tak sampai separah seperti sekarang ini.

Meski demikian, terdapat beberapa maskapai yang bisa dibilang tanggap dalam menghadapi virus Corona; salah satunya Africa World Airlines (AWA).

Dilansir Simple Flying, AWA memang tak salah bila disebut sebagai salah satu maskapai yang siap dalam menangani Covid-19. Disebutkan, jauh sebelum virus yang diduga berasal dari Wuhan, Cina, itu menjangkiti dunia, maskapai itu sudah melakukan simulasi menghadapi wabah.

Terlebih, simulasi itu bukan dilakukan dengan mata tertutup, melainkan atas dasar pengalaman maskapai asal Ghana itu dalam menghadapi wabah Ebola yang pernah menyebar luas di Afrika Barat sekitar enam tahun lalu.

“Persiapan AWA untuk pandemi sudah ada sejak jauh sebelum Covid-19. Pelajaran dipetik dari wabah Ebola Afrika Barat pada 2014-15 dan memang, Ghana Airports Company Limited melakukan latihan simulasi respons pandemi skala penuh pada Desember 2018 sebagai bagian dari kesiapsiagaan rutin, dimana AWA mengerahkan pesawat dan awak,” kata mantan COO AWA, Sean Mendis.

“Risiko pandemi, apakah Covid atau yang lainnya, adalah kenyataan yang konstan tidak hanya untuk AWA tetapi untuk semua operator di wilayah tersebut. Saya telah mengatakan berkali-kali bahwa maskapai penerbangan Afrika mana pun yang tidak memiliki semacam rencana kesiapsiagaan pandemi sebelum Covid mungkin berhak keluar dari bisnis (bangkrut) karena kelalaian semata,” tambahnya.

Latihan kesiapsiagaan AWA terhadap wabah pun diuji tatkala virus Corona menyebar dengan cepat di penghujung 2019. Tanpa menunggu lebih jauh arahan WHO dan IATA, Africa World Airlines mengaku sudah mulai melakukan pra-screening atau program penyaringan, dengan mengidentifikasi jejak perjalanan penumpang apakah pernah berada di hotspot virus Corona (seperti di Italia dan Cina) atau tidak, pada Januari 2020. Itu AWA lakukan saat maskapai lain tengah pusing mencari cara terbaik menangani virus Corona.

Selain itu, maskapai tersebut juga sudah mulai mendatangkan APD lengkap, seperti hazmat, sarung tangan, disinfektan, masker, dan hand sanitizer. Upaya AWA juga didukung penuh oleh otoritas kesehatan setempat, dengan melakukan kontak tracing dan serta memasang thermal screening di bandara pada gate kedatangan internasional.

Baca juga: Meski Didera Badai Covid-19, Inilah Empat Maskapai Anti Bangkrut! Semuanya dari Asia

Di bulan Februari, AWA sudah mulai mewajibkan seluruh penumpang menggunakan hand sanitizer saat boarding. Memasuki bulan Maret, AWA mewajibkan penumpang menggunakan masker.

Meskipun sempat stop operasi sementara di bulan April, menginjak bulan Mei, maskapai kembali terbang tanpa melayani penerbangan internasional. Sambil menunggu momen itu datang (memulai kembali penerbangan internasional) pada bulan September lalu, AWA terus mengkampanyekan penerbangan aman dari virus, dengan tagline “Fly Safe, Fly Confident!” yang menampilkan contoh-contoh penerapan protokol kesehatan oleh garda terdepan perusahaan, sambil terus melayani penerbangan domestik dan kargo.

JR East Beri ‘Poin Rewards’ Bagi Penumpang yang Naik Sebelum dan Sesudah Jam Sibuk

Membagi alias memecah kepadatan penumpang, selalu menjadi tantangan bagi operator kereta komuter di kota-kota besar. Ditambah pada musim pandemi, keharusan menjaga jarak harus dikedepankan, meski dalam prakteknya sulit dilakukan pada jam sibuk. Dengan mulai masuknya karyawan ke kantor, tantangan membangi kepadatan penumpang bukan soal yang mudah.

Baca juga: Jumlah Penumpang Turun, JR East Kirim Produk Hasil Laut dari Miyagi ke Tokyo dengan Kereta Shinkansen

Karena hal di atas, operator kereta api East Japan Railway Company atau JR East, akan menjalankan poin hadiah (point rewards) selama satu tahun. Poin ini akan mulai diberlakukan sejak musim semi mendatang untuk mempromosikan perjalanan yang saat ini tengah menurun.

JR East akan memberikan poin kepada penumpang yang menggunakan tiket komuter yang tersimpan di kartu uang elektronik Suica. Nantinya poin itu bisa didapatkan penumpang yang menggunakan kereta komuter di luar jam sibuk pada pagi hari kerja.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (12/11/2020), poin bisa didapatkan penumpang dari semua jalur kereta JR East di wilayah metropolitan Tokyo kecuali Shinkansen. Sebelum bisa mendapatkan poin ini, para penumpang harus mendaftarkan kartu uang elektronik Suica mereka dengan layanan JRE Point.

Nantinya poin-poin yang didapat akan dikreditkan saat pengguna melewati gerbang tiket untuk naik kereta sebelum dan setelah jam sibuk pagi hari. Poin ini bisa digunakan untuk membayar perjalanan kereta serta pembelian di toko ritel dalam gedung stasiun serta toko online JR East. Waktu spesifik hari ketika program akan diterapkan akan berbeda dari baris ke baris.

“Kami ingin mencegah jumlah penumpang selama jam sibuk meningkat tajam setelah orang kembali,” kata Presiden JR East Yuji Fukasawa.

Mengenai rencana perusahaan setelah program satu tahun berakhir, Fukasawa mengatakan bahwa JR East ingin mengambil keputusan berdasarkan seberapa banyak program tersebut digunakan. Perusahaan juga akan meluncurkan program yang bermanfaat bagi masyarakat yang tidak menggunakan tiket komuter.

Baca juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Mulai Maret mendatang, pemegang kartu Suica tanpa tiket komuter yang melakukan perjalanan dengan tarif yang sama sebanyak sepuluh kali dalam sebulan akan menerima poin yang setara dengan tarif perjalanan tunggal untuk bagian yang sama. Program noncommuter pass akan tersedia untuk semua jalur JR East yang menerima kartu Suica tidak termasuk shinkansen.

Tandai 2 Tahun Menuju Piala Dunia 2022, Pesawat Qatar Airways Gunakan Livery Spesial

Qatar Airways resmi meluncurkan livery khusus gelaran FIFA World Cup 2022 atau Piala Dunia 2022 pada 21 November silam. Livery yang melekat di pesawat Boeing 777-300ER itu menjadi pertanda genap 2 tahun mendatang pesta olahraga sepak bola terbesar sejagat itu akan dimulai, dimana Qatar menjadi tuan rumah dan Qatar Airways sebagai offcial partner sekaligus official airline FIFA.

Baca juga: Sejak Februari 2020, 99,9 Persen Penumpang Qatar Airways Bebas Covid-19

Dari rilis resmi Qatar Airways yang diterima KabarPenumpang.com, saat ini baru ada satu pesawat saja, dengan nomor registrasi A7-BEB, yang menggunakan livery FIFA World Cup 2022. Ke depan, seluruh armada Qatar Airways akan menggunakan livery serupa.

Sebagai satu-satunya pesawat yang menggenakan livery Piala Dunia 2022 di barisan armada Qatar Aiways, pesawat yang berusia enam tahun lebih itu nantinya akan beroperasi secara khusus dengan nomor penerbangan QR095 dan QR096, antara Doha (Qatar) dan Zurich (Swiss), yang notabene menjadi markas besar FIFA.

CEO Qatar Airways Group, Akbar Al Baker, mengatakan, “Kami sangat senang merayakan kemitraan kami dengan FIFA dan status Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA Qatar 2022 dengan memperkenalkan pesawat unik ini ke armada kami sebagai Official Partner dan Official Airline FIFA, kita bisa merasakan kegembiraan yang terbangun dalam dua tahun lagi hingga kita akan menyambut dunia di negara kita yang indah.”

“Kesiapan Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA Qatar 2022 sangat jelas terlihat. Di Qatar Airways, jaringan kami baru-baru ini diperluas ke 100 tujuan, dan selanjutnya akan berkembang menjadi lebih dari 125 tujuan pada Maret 2021, dengan peningkatan frekuensi yang memungkinkan penumpang untuk bepergian kapan pun mereka mau keliling dunia, dengan aman dan nyaman,” jelasnya.

Baca juga: Qatar Airways Luncurkan Pesawat Ke-100 dengan Super WiFi, Tawarkan Satu Jam Gratis Akses

“Di Bandara Internasional Hamad, Official Airport Partner Piala Dunia FIFA Qatar 2022, persiapan akan peningkatan traffic luar biasa masih dilakukan. Proyek perluasan bandara akan meningkatkan kapasitas menjadi lebih dari 58 juta penumpang setiap tahun pada tahun 2022,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Piala Dunia FIFA Qatar 2022, Hassan Al Thawadi, berharap, “Livery ini (FIFA World Cup 2022) membantu membuat penggemar bersemangat akan prospek terbang ke sini dengan salah satu pesawat ini hanya dalam waktu dua tahun untuk Piala Dunia FIFA pertama di Timur Tengah dan Dunia Arab dan kami menantikan untuk menyambut semua orang yang tiba di Qatar,” ujarnya.