Maskapai Ramai-ramai Berlakukan Bagasi Tangan Berbayar Saat Penerbangan Sepi, Untung atau Buntung?

Di masa lalu, saat penerbangan sedang menggeliat, perlahan tapi pasti, maskapai global, dalam hal ini maskapai berbiaya hemat (LCC), mulai menerapkan bagasi berbayar; tak terkecuali maskapai LCC Indonesia, seperti Lion Air dan Citilink.

Baca juga: Hanya dari Biaya Bagasi, Maskapai Global Raup Untung Hingga Ratusan Triliun Rupiah

Kebijakan tersebut pun menimbulkan polemik dan citra negatif, seolah transportasi udara tak lagi ramah kantong. Alhasil, sempat terjadi penurunan jumlah penumpang sekalipun tak terlalu signifikan, di samping memang sudah memasuki low season.

Senada dengan itu, belum lama ini, easyJet mengumumkan bakal memberlakukan bagasi tangan (hand luggage) berbayar atau lebih tepatnya pengurangan dimensi bagasi tangan (hand baggage cuts), menyusul dua maskapai Eropa lainnya, Ryanair dan Wizz Air. Bedanya, bila bagasi berbayar menerapkan itu saat traffic penumpang tinggi, easyJet dan dua maskapai di lain justru menerapkan itu di tengah sepinya penerbangan penumpang.

Meski demikian, easyJet tetap kukuh pada pendiriannya. Disebutkan, peraturan bagasi tangan berbayar maskapai LCC asal Inggris itu mulai diterapkan pada 10 Februari 2021 mendatang.

“Untuk semua perjalanan mulai 10 Februari 2021, kursi yang Anda pesan akan menentukan tas apa yang dapat Anda bawa ke pesawat,” tulis easyJet dalam laman resminya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Saat peraturan bagasi tangan berbayar sudah diterapkan, penumpang dibatasi hanya boleh membawa satu tas kecil (ukuran maksimum 45 x 36 x 20 cm, termasuk handle dan roda). Tergolong kecil memang, namun seharusnya cukup untuk perjalanan singkat.

Andai kata penumpang menginginkan lebih, mereka bisa mendaftar keanggotaan maskapai atau membeli tiket dengan harga sedikit lebih mahal, untuk bisa meletakkan barang bawaan di kompartemen bagasi di atas kursi penumpang. Bila tidak atau tetap memilih hand luggage gratis, maka tak ada pilihan lain kecuali meletakkan tas yang sudah sesuai ketentuan di bawah kursi.

“Itu seharusnya cukup untuk membawa semua hal penting untuk perjalanan Anda atau untuk perjalanan singkat. Tidak ada batasan berat, tetapi kami meminta Anda untuk dapat mengangkat dan membawa sendiri tas Anda,” kata maskapai yang berbasis di Bandara London Luton itu.

Terlepas dari faktor ekonomi, dimana maskapai sangat mungkin mendapat uang lebih dari penumpang, pihak easyJet berkilah bahwa kebijakan itu diambil untuk mengatur sporadisitas penumpang dalam membawa bagasi tangan. Terlebih, sebagai maskapai LCC, penumpang kerap membludak (di masa normal dan new normal di momen tertentu) dan membuat stok kompartemen bagasi jadi menipis.

Tak jarang, hal itu sampai membuat kompartemen kabin kehabisan ruang sebelum seluruh tas bawaan penumpang diletakkan. Alhasil, awak kabin harus turun tangan untuk memaksimalkan tata letak bagasi sebelum pesawat lepas landas.

Baca juga: Agar Penerbangan Nyaman, Inilah Tips Bawa Koper ke Dalam Bagasi Kabin

Hal itu pulalah yang membuat maskapai memutuskan penerapan kebijakan itu. Dengan mengurangi bawaan penumpang di dalam kabin, antrean penumpang di dalam kabin jadi berkurang dan persiapan sebelum lepas landas akan semakin cepat selesai.

“Kami membuat beberapa perubahan pada kebijakan tas kabin kami untuk membantu meningkatkan boarding dan ketepatan waktu serta memberikan kepastian kepada pelanggan tentang apa yang boleh mereka bawa ke pesawat,” tulis maskapai yang berbasis di Bandara London Luton itu.

Bandara Changi Geger, Petugas Kebersihan di Terminal 3 Positif Covid-19

Seorang petugas kebersihan di area transit Terminal 3 Bandara Changi Singapura dinyatakan positif Covid-19. Petugas kebersihan berusia 66 tahun tersebut dinyatakan positif pada Senin 30 November kemarin dan tidak menunjukkan gejala apapun ketika mengikuti tes rutin rostered atau rostered routine testing (RRT) yang dilakukan dua mingguan dari departemen kesehatan pada pekerja lini depan.

Baca juga: Singapura Ubah Changi Exhibition Centre Jadi RS Darurat Corona dengan Segudang Fasilitas Top

Dilansir KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (1/12/2020), petugas kebersihan di bawa ke rumah sakit dan di tes kembali dengan hasil positf meski hasil tes serologinya negatif. Kementerian kesehatan mengatakan bahwa dia selalu menggunakan alat pelindung diri di tempat kerja termasuk masker wajah, pelindung wajah dan sarung tangan.

Saat ini, investigasi epidemiologi sedang berlangsung dan semua kontak dekatnya yang teridentifikasi, termasuk anggota keluarga dan rekan kerja, telah diisolasi dan ditempatkan di karantina serta sedang diuji pada awal dan akhir periode karantina mereka. Kasus lain yang ditularkan secara lokal berasal dari asrama pekerja asing, kasus pertama setelah 20 hari berturut-turut tanpa satu pun gejala. Pasien terdeteksi melalui pengawasan proaktif dan semua kontak dekatnya di asrama serta tempat kerjanya telah ditempatkan di karantina.

Secara keseluruhan, ada sepuluh kasus virus korona baru yang dilaporkan pada hari Selasa, menjadikan total Singapura menjadi 58.228. Delapan kasus sisanya diimpor di mana mereka terdiri dari lima pemegang izin kerja yang berasal dari Indonesia dan Myanmar, satu pemegang izin kerja berasal dari Jepang, satu pemegang izin kerja khusus dari Indonesia dan seorang anak berusia satu tahun yang berasal dari Rusia dengan izin kunjungan jangka panjang.

Baca juga: Qantas Wajibkan Penumpang Divaksin Covid-19 Sebelum Terbang

Kementerian Kesehatan memberikan daftar lokasi yang dikunjungi pasien infeksi Covid-19 selama setidaknya 30 menit dan waktu mereka mengunjunginya untuk meminta orang-orang yang berada di tempat-tempat itu pada waktu yang sama untuk memantau kesehatan mereka dengan cermat selama dua minggu sejak tanggal mereka dirawat. Kontak dekat dari pasien sudah diberitahu dan tidak perlu menghindari tempat-tempat ini, karena mereka akan dibersihkan jika perlu.

Pramugari Jajakan Diri dan Berikan Layanan Seksual, British Airways Lakukan Investigasi

Seorang pramugari British Airways yang tinggal di Heathrow dilaporkan menjual layanan seksual. Untuk menarik pelanggannya, pramugari ini mengambil foto tak senonoh atau cabul dirinya dengan menggunakan seragam British Airways ketika tengah melakukan pekerjaannya dalam penerbangan.

Baca juga: Beragam Kasus Seksis yang Sempat Warnai Dunia Pramugari

KabarPenumpang.com melansir dari travelweekly.com.au (2/12/2020), foto yang terlihat di mana pramugari ini menarik roknya ketika di dapur dan lainnya menunjukkan dirinya tengah berada di toilet kabin dan hanya menggunakan stoking di bawah seragam British Airways dengan caption “tidak ada celana dalam pada hari Minggu”. Karena hal ini, pejabat British Airways melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pramugari tersebut.

Pramugari itu mengatakan, bahwa dia menjual pakaian dalamnya seharga US$45 dan juga bisa membayar biaya jaminan US$90 untuk memenuhi dan dapat memberikan layanan seksual selama penerbangan.

“Jika Anda ingin hiburan dewasa di udara, yang harus Anda lakukan adalah memberi saya sejumlah uang dan Anda akan saya suguhi pengalaman yang sangat berbeda sesuai pilihan,” katanya.

The Sun bahkan mengklaim telah melihat foto pramugari itu di tempat tidur hotel di Edinburgh memegang segelas anggur di antara jari-jari kakinya dengan tulisan “Tidak ada yang lebih baik daripada mabuk dengan pilot, sehingga dia dapat melakukan apa pun yang dia inginkan. Bersulang”.

Tindakan pramugari tersebut mendapat kecaman dan diskriminasi anti pekerja seks dari pramugari lainnya.

“Dia mengenakan seragam maskapai dan tidak diragukan lagi dia seorang pramugari. Ini sangat melalaikan tugas dan bukan citra yang diinginkan BA dari awak kabinnya,” kata seorang pramugari.

Beberapa akun media sosialnya dihapus setelah laporan iklannya pertama kali muncul. British Airways sejak itu melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pramugari yang dimaksud.

Baca juga: Isu Seksis, Eksekutif British Airways Larang Pramugari Gunakan Bra yang ‘Menantang”

“Kami mengharapkan standar perilaku tertinggi dari semua kolega setiap saat, dan kami sedang menyelidiki klaim tersebut,” kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan.

2021 Bakal Ada Balapan Mobil Remote Control di Bulan, Aktornya Anak SMP

Sebuah proyek prestisius cenderung aneh belum lama ini ramai diperbincangkan. Betapa tidak, saat negara-negara di dunia fokus mengirim manusia ke bulan, ide untuk mengadakan balapan mobil remote control tiba-tiba menyeruak. Anehnya lagi, salah satu pihak yang terlibat dalam proyek tersebut datang dari bangku sekolah kelas menengah (SMP).

Baca juga: Lihat Banyak Tempat Indah dari Luar Angkasa, Astronot Juga Butuh Liburan

Bila tak ada aral melintang, mobil balap remote control Moon Mark ini nantinya akan diangkut oleh pesawat luar angkasa Nova-C buatan Intuitive Machines, yang disematkan di atas roket SpaceX Falcon 9, pada Oktober 2021 mendatang.

Dilansir New Atlas, proyek balapan mobil remote control di bulan tersebut dimaksudkan untuk memberi hiburan sains dan teknologi kepada anak-anak sekolah; khususnya anak SMP. Pada pelaksanannya, enam siswa-siswi terbaik di setiap sekolah di seantero Amerika Serikat (AS), akan diikut sertakan untuk bersaing dalam kompetisi Moon Mark’s Mission.

Kategori dalam perlombaan itu mencakup mengoperasikan drone, balap kendaraan otomatis, e-gaming, hingga kontes kewirausahaan komersialisasi ruang angkasa. Setelah itu, dua tim teratas didapuk menjadi pemenang kontes tersebut dan berkesempatan untuk turut berkontribusi membuat dan merasakan keseruan balapan mobil remote control di bulan sekali seumur hidup.

Mengendalikan mobil lewat remote control yang berjarak cukup jauh tentu bukan perkara mudah. Secara umum, cara kerja remote pengendali dengan receiver yang tersemat di mobil, keduanya akan terhubung dengan lunar outpost serta lander melalui WiFi, dan lander akan mengirim dan menerima telemetri, perintah, dan kontrol ke dan dari Bumi untuk mendukung kesuksesan balapan mobil di bulan.

Dikarenakan jarak yang terlalu jauh, setidaknya akan terjadi delay, baik di layar yang terhubung dengan mobil remote control maupun pada mobil remote control itu sendiri, masing-masing sekitar 1,3 detik dan 2,6 detik. Pada bagian ini, tentu sang pembalap akan mengalami kesulitan untuk membelokkan atau memacu mobil remote control seberat 10 kg, dengan kecepatan kurang dari 1 km per jam itu saat balapan dua mobil ini dihelat.

Layaknya balapan mobil di darat, balapan mobil remote control di bulan juga akan terjadi di atas lintasan. Mula-mula, calon area yang akan dibangun sirkuit dipindai untuk memudahkan desainer sirkuit balapan mobil di bulan, Hermann Tilke. Setelah itu, desainer yang juga sudah malang-melintang merancang sirkuit Formula 1 di seluruh dunia ini nantinya akan mengembangkan sirkuit yang mulus dan nyaman untuk balapan, sekalipun permukaan di bulan cenderung kasar.

Baca juga: Rusia Bakal ‘Hidupkan Kembali’ Buran, Pesawat Ulang-Alik yang Jadi Kebanggaan di Era Perang Dingin

Setelah semua itu berhasil, games balapan mobil di bulan ini akan dijual di seluruh dunia, dengan tarif yang belum disebutkan secara detail.

“Moon Mark adalah perusahaan hiburan dan pendidikan, yang akan membuat dan mendistribusikan konten secara global. Kami akan menangkap dan berbagi petualangan generasi berikutnya, saat mereka bersaing untuk menjadi siswa pertama yang karyanya mendarat di Bulan. Setelah balapan itu sendiri, kendaraan akan pindah ke misi ilmiah mereka, tetap berada di permukaan bulan tanpa batas waktu,” kata Mary Hagy, CEO Moon Mark.

Misteri Hilangnya Monolit di Utah, Dicuri Alien?

Otoritas Keamanan Utah pada 18 November lalu sempat dipusingkan dengan kehadiran monolit, sebuah logam berkilau (reflektif), di sebuah kawasan ‘Planet Mars’ di Bumi. Bagaimana tidak pusing, monolit itu tidak diketahui secara persis siapa pemiliknya dan apa tujuannya.

Baca juga: Sisa Tsunami Jepang 2011, Muncul Misteri Penumpang Hantu di Taksi

Misteri kehadiran monolit secara mendadak pun jadi perbincangan hangat di masyarakat. Dalam sekejap, para ‘ahli’ temporer pun buka suara. Di antara mereka, teori yang paling masyhur, apalagi kalau tidak berkenaan dengan alien. Namun, tentu saja itu tidak empiris dan perlu diteliti secara mendalam.

Sebagian lainnya menduga monolit, yang secara teknis merupakan ciri geografis yang terbuat dari batu, sedangkan benda yang ditemukan ini tampaknya terbuat dari logam, dibuat oleh manusia dan strukturnya seperti sengaja ditanam, bukan jatuh dari langit dan tertancap di wilayah yang masuk ke dalam teritorial kota Moab, Utah, Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi, belum juga terungkap misteri kehadiran monolit, belum lama ini, monolit dilaporkan hilang secara tiba-tiba. Lagi-lagi, alien diduga menjadi dalang dibalik ini. Namun, kuat diduga, logam berdiri tegak di tanah merah yang ditemukan saat helikopter tengah memantau domba “bertanduk besar” di bagian tenggara Utah itu dicuri oleh manusia, bukan alien.

Dilansir MSN, Biro Pengelolaan Lahan (BLM) di Utah mengatakan bahwa monolit tersebut diambil oleh orang atau kelompok yang tidak dikenal pada Jumat malam.

BLM tidak mengambil monolit yang diduga milik pribadi itu. Para pejabat mengatakan mereka tidak tahu siapa yang meletakkan monolit tersebut dan masih bingung siapa yang memasangnya di sana. Tempat yang sebelumnya terdapat monolit, saat ini diisi oleh tumpukan bebatuan.

Ketika ditemukan beberapa waktu lalu, benda aneh itu dijuluki ‘monolit’, meskipun berbentuk logam dan berlubang, sebagai penghormatan kepada ‘2001: A Space Odyssey’ Stanley Kubrick. Sementara teori yang lebih populer mengklaim bahwa benda tersebut adalah tipuan pemasaran, aksi publisitas, instalasi seni, atau lelucon.

Tetapi para backpacker dan pemburu sensasi yang berbondong-bondong ke daerah itu percaya bahwa benda tersebut dicuri dan bukan diambil oleh pemiliknya yang sah.

Baca juga: Misteri Kecelakaan Air India Tahun 1966 yang Tewaskan Tokoh Penting Mulai Terkuak, Ada Campur Tangan CIA

Bahkan, Riccardo Marino dan Sierra Van Meter, sepasang pejalan kaki yang mengaku sebagai orang pertama yang tiba di tempat kejadian, mengatakan bahwa yang tersisa di lokasi penemuan benda itu hanyalah pesan yang berbunyi “bye b*tch”.

Terlepas dari perdebatan monolit misterius di Utah itu buatan manusia atau alien, pun demikian, hilang dicuri manusia atau alien, kota Moab, yang dipenuhi dengan formasi batuan merah yang unik, mirip sebuah wilayah kuno, seperti Namanya (Moab) yang memang diambil dari sebuah kerjaan kuno yang saat ini terletak di Yordania, jadi makin ramai dikunjungi para traveler lokal maupun internasional.

Apa yang Terjadi Bila Pesawat Melesat di Kecepatan Supersonik?

Sejak pesawat supersonik Concorde pensiun pada 2003 silam, saat ini, belum ada satupun pesawat komersial yang didesain untuk beroperasi dalam kecepatan supersonik. Sekalipun menawarkan jarak tempuh yang lebih cepat, produsen pesawat pada umumnya belum menemukan titik terang bahwa pesawat supersonik nyaman untuk melayani penumpang.

Meski demikian, gong perlombaan pabrikan di dunia untuk menghidupkan kembali pesawat supersonik telah dipukul. Tercatat, perusahaan-perusahaan seperti NASA, Tesla, Virgin Galactic, serta Aerion sudah mulai memamerkan desain pesawat supersonik mereka yang diproyeksi bakal beraksi beberapa tahun mendatang.

Baca juga: Lolos Tes Terowongan Angin, Pesawat Supersonik Ramah Lingkungan Aerion Kian Nyata

Terlepas dari perlombaan itu, sebetulnya, apa yang akan terjadi bila sebuah pesawat melesat dalam kecepatan supersonik?

Dilansir Simple Flying, sebuah pesawat dikatakan sebagai supersonik saat melesat kencang melebihi kecepatan suara (Mach 1) atau sekitar 1.236 km per jam. Pesawat supersonik Concorde rata-rata melesat sampai Mach 2,04 atau sekitar 2.180 km per jam; jauh lebih cepat dari kecepatan suara. Oleh karenanya, tak heran bila saat beroperasi Concorde dan pesawat supersonik lainnya menciptakan efek sonic boom.

Di antara berbagai masalah yang timbul saat pesawat supersonik mengudara, sonic boom menjadi yang terbesar. Sonic boom atau ledakan sonik di beberapa negara bahkan diatur ketat, sehingga sulit melihat (bila tak ingin disebut mustahil) sebuah pesawat -sekalipun mampu melesat melebihi suara- terbang di kecepatan supersonik.

Aturan terkait sonic boom diperkenalkan oleh Regulator Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) untuk pertama kali pada tahun 1970-an, tak lama setelah Concorde mengudara. Sebagai bagian dari The Aircraft Noise Abatement Act, Concorde dilarang terbang dengan kecepatan melebihi Mach 1 di atas daratan AS atau dalam jarak tertentu di lepas pantai.

Akan tetapi, pada Maret tahun ini, FAA mulai mengendurkan kebijakan itu dengan meninjau kembali proposal pesawat supersonik. Langkah tersebut disinyalir sebagai sebuah sinyal kuat FAA akan mengizinkan pesawat supersonik melesat di langit AS ataupun paling tidak kembali mengudara beberapa tahun mendatang.

Kendatipun ditentang banyak pihak, seperti aktivis lingkungan dan The International Council on Clean Transportation, dimana pesawat supersonik diklaim menggunakan bahan bakar enam kali lebih banyak dari pesawat komersial konvensional, FAA sepertinya tetap akan terus maju. Gencarnya proses pengembangan pesawat supersonik dari berbagai pihak, termasuk lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah (NASA), menjadi dasar kuat akan hal itu.

Baca juga: Keren, Tesla Akan Buat Pesawat Supersonik Pengganti Concorde Bertenaga Listrik

Dewasa ini, berbagai pihak memang tengah berlomba memproduksi pesawat supersonik. Belum lama ini, pesawat dari pabrikan asal Amerika Serikat (AS) itu dikabarkan berhasil melewati uji terowongan angin atau wind tunnel testing. Dengan begitu, desain pesawat futuristik dengan bahan bakar ramah lingkungan ini dinyatakan aman dan bisa melanjutkan ke tahap pembuatan komponen pada 2022 dan proses perakitan pada 2023 untuk membuatnya jadi nyata.

Sebelumnya, Virgin Galactic dikabarkan bakal memproduksi pesawat supersonic. Perusahaan milik Sir Richard Branson, konglomerat asal Inggris yang juga pemililk maskapai Virgin Atlantic dan Virgin Australia itu, telah mendapat dukungan teknologi dari Rolls Royce (berkenaan dengan mesin) dan NASA (berkaitan dengan desain pesawat supersonik).

107 Tahun Lalu, Ford Mulai Rakit Mobil Model T Secara Massal dengan Moving Assembly Line

Pabrikan otomotif Amerika Serikat, Ford memperkenalkan perakitan mobil pertama mereka untuk di produksi massal seluruh mobilnya pada 1 Desember 1913 yang bernama “moving assembly line”. Adanya inovasi perakitan ini memberikan efisiensi waktu untuk membuat sebuah mobil.

Baca juga: Tenda Kubus Carsule Berikan Sensasi Berkemah di Mobil

Henry Ford yang merupakan pemilik Ford mengatakan, pada awalnya sebelum ada inovasi baru, merakit sebuah mobil membutuhkan waktu 12 jam. Sehingga kehadiran sistem perakitan baru ini akan mampu memangkas waktu menjadi dua jam 30 menit untuk merakit sebuah mobil.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, sebelum abad ke-20, pembuatan mobil dan kendaraan lain merupakan proses yang rumit karena tiap unit dibuat secara manual. Sebab mobil di masa itu tetap menjadi sesuatu yang eksklusif karena tak semua orang bisa memilikinya.

Bahkan harga menjadi sesuatu yang dipertimbangkan dalam membeli mobil. Mobil T menjadi mobil pertama Ford Motor Company yang diperkenalkan ke publik tahun 1908 yang juga disebut dengan Tin Lizzie. Mobil model ini hanya tersedia untuk orang kaya Amerika Serikat mengingat biaya produksi yang tinggi.

Di masa itu harga mobil sekitar $850 ada sebuah keinginan untuk memperbanyak produksi mobil dari Henry Ford. Salah satunya adalah menurunkan harga mobil dengan cara membuatnya lebih cepat dan efisien. Model-T segera menjadi mobil dengan permintaan yang luar biasa dari berbagai segmen masyarakat.

Dalam tiga tahun, harga biaya model T turun drastis menjadi sekitar $300 pada 1926 dan permintaan menjadi sangat banyak. Antara 1913 dan 1927, lebih dari 15 juta mobil model T diproduksi. Jalur perakitan bergerak menandai titik balik dalam pertumbuhan era industri, baik di AS dan tempat lain di dunia.

“Satu-satunya sejarah yang sangat berharga adalah sejarah yang kita buat hari ini,” kata Henry.

Hampir setengah dari semua mobil di Amerika pada tahun 1918 adalah Model T karena mudah dikendarai dan perawatannya murah. Sukese dengan Model T, Ford dan putranya, Edsel, memperkenalkan Model A, yang membuat Ford Motor Company tumbuh menjadi raksasa industri.

Baca juga: “Nose Team,” Hadir Sebagai Spesialis Pengendus ‘Bau’ di Mobil Baru

Ford juga terkenal karena visinya yang revolusioner terhadap pekerjanya, pembuatan mobil murah yang dibuat oleh pekerja terampil yang bekerja selama lima hari seminggu dan mendapat upah tetap, dengan 40 jam kerja seminggu.

Robot Katering Mudahakan Pelayanan Udara KLM

Makanan atau in flight meals, menjadi salah satu layanan yang ada dalam sebuah penerbangan jarak jauh. Namun, bagaimana pembuatan makanan tersebut selama masa pandemi Covid-19? Ternyata salah satu maskapai Belanda yakni KLM kini menggunakan teknologi robot untuk membuat makanan yang disajikan di pesawat.

Baca juga: Gandeng Hyundai Robotics, Restoran KFC Gunakan Robot untuk Goreng Ayam

Bahkan belum lama ini robot produksi makanan ICA M-class (Economy Class) di KLM Catering Service (KCS) tersebut baru saja dibuka dan diresmikan oleh CEO KLM Pieter Elbers. Di mana teknologi robot ini akan memproduksi makanan untuk penumpang di kelas ekonomi.

KabarPenumpang.com melansir dari laman futuretravelexperience.com (29/9/2020), kehadiran teknologi robot baru tersebut dengan latar belakang pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Elber menyebutkan, KCS akan menyediakan layanan katering untuk KLM ROyal Dutch Airlines.

Tak hanya itu, dirinya mengaku bahwa pihak KLM tidak pernah bisa membayangkan kesulitan tersebut pada saat keputusan diambil beberapa tahun lalu. Elber menjelaskan, dengan robot ini, maka produksinya juga dua kali lipat dibanding sistem sebelumnya, yakni 30 ribu unit.

“Ini mewujudkan inovasi dan investasi hebat di masa depan. Kami sekarang hanya menggunakan sebagian kecil dari kapasitas 30 ribu makan sehari. Meskipun demikian, saya senang kami telah mengambil langkah ini. Bagaimanapun, kita harus terus berinovasi dan melihat ke masa depan terutama sekarang!” ujar Elbers.

Sistem robotik baru mengurangi biaya penanganan dan mempermudah proses penyesuaian pada baki makanan. Hal ini tidak hanya membuat produksi lebih murah, tetapi juga lebih fleksibel dan berorientasi pelanggan karena lebih banyak jenis produk dapat ditutup pada berbagai jenis baki.

Bahkan robot juga memungkinkan untuk memenuhi berbagai permintaan khusus secara efisien. Maarten Stienen, Managing Director, KCS mengatakan, hal tersebut penting untuk berinovasi dan berintegrasi pada masa-masa sulit ini.

Baca juga: Hindari Tatap Muka, Bandara Incheon Korsel Kerahkan Robot Canggih Pengukur Suhu dengan Sederet Kemampuan

Stienen menambahkan, bahwa hal tersebut berfungsi untuk meningkatkan kualitas produk mereka.

“Saya sangat bangga bahwa KCS adalah satu-satunya perusahaan katering di dunia yang menerapkan mekanisasi seperti itu,” ujar Stienen.

TransJakarta Lengkapi Seluruh Halte di 13 Koridornya dengan WiFi Tanpa Bayar dan Batas Kuota

PT Transportasi Jakarta atau TransJakarta sebelumnya sudah menyediakan WiFi tanpa bayar disepanjang Koridor 1. Kemudian TransJakarta memperluasnya dan hari ini, pada Selasa (1/12/2020) TransJakarta menghadirkan WiFi bekercepatan tinggi tanpa bayarnya di seluruh halte pada 13 koridor TransJakarta. Selain tanpa bayar, WiFi ini juga bisa digunakan oleh penumpang tanpa batas kuota.

Baca juga: Ini Dia Empat Fitur Baru di Aplikasi “Tijeku” TransJakarta

Direktur Utama TransJakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, WiFi ini didukung dengan kapasitas sebesar lima GigaByte Bandwith secara total di tahun 2020. Dia menyebutkan, dengan kapasitas sebesar ini, fasilitas WiFi tersebut memiliki kecepatan atau speed yang sangat tinggi mencapai 20 Mbps

Menurutnya, fasilitas WiFi berkecepatan tinggi tanpa bayar dan tanpa batas kuota dapat digunakan secara instan tanpa harus melakukan registrasi karena aksesnya terbuka. Untuk menggunakan ini, pelanggan TransJakarta hanya perlu mengaktifkan WiFi di ponsel pintar masing-masing yang kemudian menghubungkan pada TIJE High Speed WiFi.

Lalu, pelanggan langsung dapat menikmati internet kecepatan tinggi tanpa bayar dan tanpa batas kuota di seluruh halte TransJakarta. Jhony menyebutkan, adanya fasilitas WiFi tanpa bayar dan tanpa batas kuota tersebut akan aktif selama masa jam layanan halte.

Sehingga memastikan seluruh pelanggan selama jam-jam layanan operasional Transjakarta dapat menikmati akses konektifitas internet bekecepatan tinggi tanpa bayar dan tanpa batas kuota. Ia menambahkan TransJakarta berencana meningkatkan kapasitas bandwidth akan dinaikan menjadi 10 GBps di 2021 untuk mendukung performa layanan WiFi di seluruh halte Transjakarta.

“Peningkatan akan terus dilakukan seiring bertumbuhnya jumlah pelanggan sehingga kualitas layanan kecepatan internet bagi pelanggan Transjakarta tetap stabil dan terjaga. Selain itu, fasilitas WIFI berkecepatan tinggi tanpa bayar dan tanpa batas kuota akan memudahkan pelanggan Transjakarta untuk mengunduh aplikasi Tije. Serta membeli Tiket QR pun menjadi lebih mudah di semua lokasi halte Transjakarta,” ujar Jhony.

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengharapkan agar hanya penumpang yang bisa menggunakan WiFi tersebut. Dia menyebutkan, inovasi ini luar biasa dan peningkatan akan dilakukan TransJakarta dilakukan seiring bertumbuhnya jumlah pelanggan.

Baca juga: LinkAja Resmi Jadi Pembayaran Non Tunai Pertama di TransJakarta

Direktur Eksekutif Transformasi Digital Tekonologi Informasi Transjakarta Gidionton Saritua menambahkan, WiFi hanya bisa digunakan di dalam halte saja. Bahkan jaringan akan lebih kuat bila di dalam halte dan kalaupun hingga keluar beberapa meter dari halte, jaringannya akan menurun dan berselancar menggunakan internet tidak akan efektif.

“Dalam penggunaan WiFi tanpa bayar dan tanpa batas kuota, tidak ada batasan banyaknya gadget yang digunakan dalam mengakses jaringan tersebut,” ujar Gidi melalui zoom meeting persemian WiFi di Halte Harmoni, Selasa, (1/12/2020).

Ada Patung Ekor Paus, Kereta Metro Belanda Tersangkut dan Masinis Selamat dari Maut

Sebuah kereta metro Belanda selamat dari kecelakaan setelah menabrak penghalang. Untungnya kereta ini tidak jatuh ke air yang jaraknya sepuluh meter dari lokasi kejadian, tetapi berhenti dan tertahan di patung ekor ikan paus.

Baca juga: Berselisih Karena Tak Kenakan Masker, Penumpang Kereta Terkena Semprotan Merica

Dilansir KabarPenumpang.com dari france24.com (2/11/2020), untungnya pada waktu kejadian hanya ada masinis tanpa penumpang di dalamnya. Masinis tersebut tidak terluka dan insiden terjadi tepat setelah tengah malam di Spijkenisse dekat kota Pelabuhan Rotterdam.

“Ini adalah skenario yang aneh. Metro keluar dari rel dan mendarat di sebuah monumen bernama Diselamatkan oleh Ekor Paus. Jadi itu benar-benar terjadi. Karena ekor ikan paus, pengemudi benar-benar diselamatkan, sungguh luar biasa,” kata Carly Gorter dari otoritas keamanan regional Rijnmond.

Karena hal ini, masinis dibawa pihak kepolisian untuk diinterogasi dan ini adalah prosedur yang normal. Sedangkan penyebab kecelakaan tersebut masih terus diselidik oleh pihak kepolisian. Patung ini dibangun sekitar 20 tahun yang lalu di sebuah taman di bawah metro yang ditinggikan, namanya permainan yang disengaja karena merupakan “jalur ekor” di ujung jalur.

Ini menampilkan dua ekor paus besar yang menyembul dari air, salah satunya menyelamatkan kereta. Bahkan insiden ini membuat arsitek yang merancangnya yakni Maarten Struijs, terkesan karena bisa menahan beban kereta dan bahwa pengemudi beruntung dia tidak bertabrakan dengan paus lain yang lebih tinggi.

“Jika ekor ini tidak terlalu kuat, tidak terlalu rendah, maka pengemudi kereta metro akan melompat sepuluh meter ke bawah dan kemudian menurut saya dia tidak akan selamat,” kata Struijs.

Struijs mengatakan patung itu tidak dirancang sebagai fitur keselamatan.

“Itu tidak dibuat untuk menyelamatkan metro, karena ini lebih untuk lingkungan dan orang-orang ingin memiliki sesuatu untuk diri mereka sendiri. Jadi kami membuat dua ekor ikan paus ini untuk mereka, sebagai monumen,” jelasnya.

Penduduk setempat yang terpana ternyata memaksa untuk melihat pemandangan aneh itu sedemikian rupa sehingga pihak berwenang setempat mendesak mereka untuk menjauh dan mengamati langkah-langkah jarak sosial virus corona. Sebuah tim layanan darurat dan ahli, termasuk arsitek, sekarang berada di lokasi untuk mencari cara bagaimana cara melepas kereta dengan aman.

“Masalahnya ada air di sekitarnya, jadi crane tidak bisa ke sana. Berapa lama waktu yang dibutuhkan, kami sebenarnya belum begitu tahu saat ini. Saya tidak menebak-nebak hari ini jadi mungkin masih ada besok. Kami memiliki banyak angin saat ini dan itu salah satu masalah yang kami hadapi, itu risiko dan kekhawatiran,” kata Gorter.

Baca juga: Hari ini, 52 Tahun Lalu, Kecelakaan Kereta di Ratu Jaya Depok Tewaskan 116 Penumpang

Sementara itu, Struijs mengatakan kereta metro yang ditangguhkan di udara adalah semacam karya seni itu sendiri.

“Saya tidak pernah membayangkannya seperti itu,” katanya.