Selain kenyamanan, yang paling dibutuhkan bagi penumpang dalam melakoni perjalanan udara adalah keamanan. Di musim pandemi Covid-19 yang juga belum mereda, risiko penularan di moda transportasi masih menjadi isu tersendiri. Meski protokol kesehatan telah diberlakukan ketat dalam penerbangan, termasuk adopsi fitur HEPA (High Efficiency Particulate Air) di kabin, tetap saja rasa tidak tenang masih menghantui penumpang.
Guna mengurangi rasa tidak tenang penumpang, beragam jurus dikemukakan pihak maskapai. Salah satu yang jadi andalan adalah asuransi yang memberikan pertanggungan dari ancaman Covid-19. Dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (17/12/2020), Cathay Pacific yang menggandeng AXA General Insurance Hong Kong Limited memberikan pertanggungan Covid-19 gratis kepada seluruh penumpang.
Pelanggan yang terbang dengan Cathay Pacific mulai hari ini hingga 28 Februari 2021 akan ditanggung untuk biaya medis terkait diagnosis Covid-19 yang timbul saat berada di luar negeri. Asuransi Covid-19 gratis diberlakukan otomatis bagi para pemegang tiket. Adapun pertanggungan yang diberikan meliputi:
Medis dan rawat inap
Cathay Pacif menanggung tes PCR Covid-19 dan rawat inap pelanggan jika diperlukan. Cakupan biaya pertanggungan terkait pengobatan Covid-19 sampai dengan US$200.000.
Biaya karantina
Penumpang akan menerima tunjangan sebesar US$100 per hari per penumpang hingga 14 hari akibat Covid-19 untuk membantu mereka selama masa karantina yang tidak terduga dan diwajibkan.
Evakuasi dan repatriasi
Cathay Pacific memastikan bahwa penumpang, termasuk teman perjalanan, atau anak-anak mereka yang terkena dampak dapat pulang dengan selamat. Pelanggan ditanggung untuk jangka waktu 30 hari mulai dari tanggal keberangkatan mereka, atau sampai mereka kembali ke rumah mereka, mana saja yang lebih dahulu.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali resmi mewajibkan tes PCR dan rapid antigen ke para pengunjung atau wisatawan sebagai syarat masuk ke Pulau Dewata. Aturan itu berlaku pada 18 Desember 2020 – 4 Januari 2021. Dirasa memberatkan, calon pengunjung yang telah membeli paket wisata ke Bali pun ramai-ramai melakukan pembatalan tiket (refund).
Dalam sebuah webinar Rabu lalu, Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut, pembatalan tiket perjalanan ke Bali oleh calon pengunjung jumlahnya mencapai 133 ribu tiket atau setara Rp317 miliar.
Meski gelombang pembatalan tiket pengunjung ke Bali masih mungkin terus terjadi dan pastinya akan merugikan banyak pihak, Gubernur Bali, I Wayan Koster, kepada wartawan, mengaku aturan tes swab atau rapid test antigen -terkadang disebut juga dengan swab antigen- dan tes PCR untuk wisawatan tak bisa ditawar.
Akan tetapi, anehnya, kebijakan serupa di Thailand tak berdampak apapun. Justru sebaliknya, dinilai bakal diserbu wisatawan. Dilansir travelweekly-asia.com, Thailand, yang selama ini tertutup dari wisatawan asing akibat pandemi Covid-19, belum lama ini mulai membuka diri dari dunia luar meski dengan berbagai syarat. Syarat tersebut mencakup tes PCR dan atau rapid antigen serta karantina mandiri 14 hari untuk wisatawan.
Dalam paket perjalanan wisata asal Inggris, Chic Locations, bekerjasama denganTourism Authority of Thailand (TAT) London dan Thai Airways International, setelah melalui karantina mandiri selama 14 hari dan tentu saja dengan hasil rapid antigen dan atau tes PCR negatif, wisatawan dapat menghabiskan waktu di Negeri Gajah Putih itu maksimal selama 60 malam atau dua bulan, di bawah aturan visa khusus wisatawan.
Kebijakan tersebut tentu tak berlaku untuk wisatawan atau turis yang memiliki waktu berlibur sempit. Sebaliknya, bagi wisatawan dengan waktu berlibur panjang, kebijakan itu dinilai masih belum ada apa-apanya dibanding menikmati musim dingin menusuk tulang selama beberapa pekan di Eropa Utara, Amerika Utara, AS, atau wilayah-wilayah lainnya yang memiliki suhu dingin ekstrem.
Direktur Chic Locations David Kevan mengungkapkan, “Jelas ide tersebut mungkin tidak menarik bagi semua orang mengingat lamanya tinggal tetapi setidaknya itu menunjukkan bahwa Thailand terbuka, meskipun dengan cara yang terbatas. Dan saya pikir kami mungkin akan terkejut betapa banyak klien yang ingin melarikan diri dari musim dingin yang keras di Eropa Utara dan melakukan penguncian abu-abu untuk hibernasi sinar matahari.”
Ia menambahkan, Thailand menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara untuk menikmati matahari tropis, bersaing dengan Karibia dan Maladewa. Dengan adanya visa khusus turis di masa pandemi virus Corona seperti sekarang ini, diharapkan negara itu bisa menjadi pilihan berlibur wisatawan untuk merayakan natal dan pergantian tahun. Disebutkan, ada lebih dari 400 paket perjalanan ke Thailand dengan visa itu, mencakup mulai dari kedatangan sampai kepulangan.
The Rutan Model 76 Voyager berhasil mencetak sejarah sebagai pesawat pertama di dunia yang berhasil terbang keliling dunia non-stop selama sembilan hari tanpa mendarat. Kepastian itu didapat setelah Voyager mendarat dengan selamat di Edwards Air Force Base (Edwards AFB) -tempat yang sama untuk pesawat lepas landas tanggal 14 Desember 1986- pada 23 Desember 1986.
Mendengar pesawat terbang sembilan hari keliling dunia tanpa mendarat, tentu akan ada banyak insan yang heran dibuatnya. Pertanyaan yang paling mungkin adalah, bagaimana pilot dan co-pilot buang air kecil atau besar? Bagaimana minum dan makannya? Bagaimana tidurnya? Bagaimana dengan oksigennya? Serta sederet pertanyaan lainnya, baik menyangkut pilot dan co-pilot atau pesawat itu sendiri.
Dilansir historynet.com, penerbangan keliling dunia selama sembilan hari non-stop tanpa mendarat pertama di dunia itu sejak awal sudah nyaris gagal. Penyebabnya, desain pesawat yang terlalu lebar dan berat (karena memuat bahan bakar seberat 3 ton lebih di dalam 17 tangki) membuat proses lepas landas sangat berisiko. Singkatnya, pesawat berhasil lepas landas persis 243 meter sebelum ujung runway.
The Rutan Model 76 Voyager jadi pesawat pertama di dunia yang berhasil terbang keliling dunia tanpa mengisi bahan bakar. Pesawat buatan Rutan Aircraft Factory itu total melahap penerbangan selama 9 hari, 3 menit, dan 44 detik sejauh 42.212 km. Foto: National Air and Space Museum – Smithsonian Institution
Satu jam setelah lepas landas, di atas Pasifik, Jeana, yang memiliki ratusan jam terbang melihat keluar jendela dan mengatakan bahwa sayapnya yang panjang itu seperti hendak mengepak alias patah.
Disebutkan, selama tiga hari di pesawat, pilot mulai merasa kesehatannya berkurang. Dick mengaku sakit di sekujur badan. Sedangkan Jeana lehernya kaku. Di sini, tak disebutkan dengan jelas bagaimana mereka buang air besar atau kecil. Yang jelas, untuk mengatasi kurang tidur dan menjaga pesawat aman selama penerbangan, Dick lebih sering tidur siang dan Jeana tidur malam.
Usai melewati Hawaii, Dick dan Jeana diingatkan oleh ahli meteorologi di Mojave, California, AS, soal adanya badai besar di depan mereka. Sebagai informasi, keduanya memang terhubung dengan pusat control (mission control) di Mojave, dimana para ahli di bidang meteorologi, komunikasi, dan instrumentation and control engineering, standby selama penerbangan berlangsung. Singkatnya, pesawat berhasil melewati badai tersebut.
Seiring The Voyager terbang dari Pasifik menuju Afrika, para ahli mengaku khawatir akan kebocoran tangki bahan bakar dan kerusakan pada wingtip. Hal itu diperburuk dengan kesehatan kedua pilot, dimana dick merasa perutnya sangat sakit dan ia hanya bisa menangis. Di momen ini, sempat ada opsi untuk mendarat darurat sekalipun akhirnya urung dilakukan.
The Rutan Model 76 Voyager kemudian mulai memasuki Somalia dan Kenya bagian barat untuk terbang naik turun melewati gunung dan awan cumulonimbus. Di sini, misi terancam gagal.
Dick dan Jeana mengaku hampir mau mati karena dehidrasi dan hipoksia. Sudah begitu, keduanya lama tak mengirup oksigen 100 persen. Dick mulai berhalusinasi. Kepalanya migrain, jantungnya berdebar, perut sakit, mual, dan akhirnya muntah. Jeana masih bisa mengontrol dirinya dan mengambil alih pesawat. Dick tidur dengan lutut menempel di dada, digelapnya malam tanpa bintang di Afrika.
Akan tetapi, Jeana lupa membangunkan Dick saat di Kamerun dan pesawat nyaris menabrak gunung. Sempat terjadi cekcok antar keduanya di dalam kokpit yang sempit. Tetapi, keduanya kemudian saling berpelukan dan menangis haru usai Voyager melewati Afrika. Selangkah lagi untuk sampai ke Amerika Serikat (AS), dalam hal ini California.
Voyager kemudian melewati Atlantik Selatan, pesisir Brazil, utara Venezuela, Panama, dan memasuki Kosta Rika, Nikaragua, Guatemala, Meksiko, dan AS, menuju California. Selama penerbangan itu, pesawat berkali-kali menghadapi badai, tepatnya di Panama, Brazil, dan Kosta Rika. Pesawat mulai lebih enteng. Bahan bakar terus menipis. Pesawat akhirnya mendarat dengan hanya menyisakan sedikit sekali bahan bakar.
Tinta emas sejarah pun mencatat akan pesawat pertama keliling dunia non stop tanpa mendarat, diikuti oleh setidaknya delapan penghargaan kepada pilot dan co-pilot.
Bandara menjadi salah satu komponen terpenting dalam rantai industri penerbangan global. Maskapai boleh jadi memiliki citra baik, dengan pesawat dan pilot serta pramugari terbaik. Namun, itu akan jadi tak bernilai bila tanpa bandara. Atas posisi penting itulah, bandara menjadi mahal dan sangat mahal dari segi bisnis. Saking pentingnya, tak jarang maskapai rela membayar mahal slot sebuah bandara untuk bisa lepas landas dan mendarat.
Dilansir Simple Flying, bandara tersibuk di dunia tak selalu mematok slot paling mahal untuk maskapai. Sebab, sangat mahal, mahal, atau tidaknya slot di bandara tidak hanya bergantung pada traffic, melainkan posisi serta lingkungan atau wilayah tempat bandara berada; termasuk jam mendarat dimana jam sibuk di pagi dan menjelang malam pasti akan sangat mahal.
Pada tahun 2016, misalnya, Oman Air dan Bandara Heathrow memecahkan rekor harga dunia untuk sepasang slot (lepas landas dan mendarat). Oman Air membayar US$75 juta untuk hak mendarat di Heathrow, termasuk mendapatkan slot kedatangan di pagi hari yang diperebutkan.
Sebaliknya, Air New Zealand hanya meraup US$27 juta untuk pasangan slotnya ketika keluar dari Heathrow tahun lalu. Namun, pasangan slot Air New Zealand mengizinkan kedatangan pagi menjelang siang dan keberangkatan sore hari – di luar jam sibuk di Heathrow.
Menurut konsultan penerbangan, IBA Aviation, enam kriteria menentukan nilai pasangan slot di bandara mana pun. Keenam itu adalah seberapa sibuk bandara, atau tingkat kendala, seperti apa lingkungan ekonomi secara umum, jam berapa maskapai ingin tiba dan berangkat, seberapa sering maskapai ingin menggunakan slot, seberapa cepat dapat memutar pesawat, dan perbedaan musim yang signifikan di bandara tertentu.
Pada intinya, bila maskapai menginginkan lebih, baik itu dari segi slot parkir, jam tiba dan berangkat, serta lamanya maskapai menggunakan fasilitas bandara, semua itu akan menjadi kolaborasi unik untuk menjadikannya mahal.
Perlu diingat pula, setiap bandara memiliki musim kepadatan traffic -yang mempengaruhi harga slot- berbeda-beda. London Heathrow memiliki slot paling mahal -dari segi musim- saat musim panas. Bandara-bandara di sekitar resor ski tentu di musim dingin, seperti bandara-bandara di Amerika Utara.
Akan tetapi, di musim traffic padat seperti kasus di atas, bagi maskapai-maskapai prestige seiring pemakaian bandara secara rutin, tentu akan mendapatkan harga khusus yang membedakan dengan maskapai lain yang hanya seminggu tiga kali atau bahkan seminggu sekali mendarat dan lepas landas di bandara.
Sering naik bus dan suka duduk di paling depan? Sadarkah Anda ada sekat yang memisahkan antara kursi paling depan tersebut? Sebenarnya apakah ada artinya sekat tersebut di kursi bagian depan? Ternyata sekat ini memiliki fungsi yang cukup penting bagi penumpang yang duduk di kursi depan atau hot seat.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sekat bus di kursi depan memiliki dua fungsi yakni sebagai pengaman dan pegangan penumpang. Deddy Hermawan, Design Development karoseri New Armada mengatakan, fungsi pertama untuk pengamanan penumpang dan pengemudi.
Di mana jika terjadi rem mendadak, penumpang depan tidak akan jatuh ke arah pengemudi. Apalagi saat ini regulasi penumpang bus harus menggunakan sabuk pengaman selama perjalanan menjadiakan keamanan penumpang berlipat. Untuk fungsi kedua, Deddy menjelaskan ini akan berguna sebagai pegangan.
Sehingga bagi penumpang yang akan naik maupun turun dari bus bisa menjadikan sekat ini pegangan. Sekat ini sendiri cukup aman untuk pegangan penumpang karena dibaut ke lantai dan modelnya berbagai macam yakni dilapisi dengan plastik ABS dan ada juga yang dicetak dari polyurethane dengan frame besi di bagian dalamnya.
Deddy mengatakan, model ini biasanya disebut sebagai material integral skin. Selain ada di bagian depan, Anda sebagai penumpang juga bisa menemukannya di dekat tangga belakang ataupun tangga bagian tengah bus bila ada pintu bagian tengah.
Fungsi sekat ini pun sama dengan yang berada di bagian depan untuk melindungi penumpang agar tidak jatuh dari tangga dan menjadi pegangan. Ternyata sekat ini cukup penting, namun banyak penumpang yang menjadikan sekat ini sebagai sandaran kaki.
Meski dibuat dengan kokoh, menempatkan kaki di sekat tidaklah sopan untuk dilakukan di dalam bus. Walaupun kuat, ada kemungkinan tertendang, sekat jatuh mengenai pengemudi yang berada di depan. Sehingga, bila Anda duduk di depan, berlakulah sopan santun dan taat tata krama dengan tidak menaikkan kaki ke atas sekat tersebut.
Untuk diketahui, terkadang sekat di kursi depan juga dilengkapi dengan tempat gelas atau cup holder. Terkadang ini juga bisa meletakkan ponsel atau barang kecil seperti tisu yang sering digunakan penumpang.
Boeing dikabarkan mulai menjual furniture yang terbuat dari suku cadang asli berbagai pesawat, mulai dari Boeing 747, jet tempur F-4 Phantom, sampai pembom strategis B-52. Semua furniture tersebut dijual terbatas di platform penjualan digital Boeing dan bisa dimiliki avgeek di seluruh dunia. Sekalipun, suku cadang itu dari pesawat bekas, tetapi harganya cukup lumayan, loh.
Dilansir thedrive.com, dalam katalog Boeing, di antara berbagai furniture dari suku cadang bekas pesawat yang tersedia, kursi lontar atau kursi pilot F-4 Phantom jadi salah satu yang menarik. Betapa tidak, alih-alih memvermak kursi tersebut menjadi lebih layak untuk menghiasi rumah, Boeing justru menjual apa adanya, layaknya kursi lontar pada umumnya. Lengkap dengan seat belt dan berbagai item lainnya sehingga terlihat kumuh atau tidak eye catching.
Ada lagi kursi setengah lingkaran yang terbuat dari mesin pesawat. Furniture yang tertulis sebagai JT8D Engine Cowling Chair ini terlihat unik dengan perpaduan penutup mesin JT8D berwarna putih dan jok hitam setengah lingkaran. Furniture ini dijual seharga US$8.500 atau sekitar Rp120 juta lebih (kurs 14.121).
Selain kursi lontar dan bangku panjang setengah lingkaran, Boeing juga menjual meja berukuran sedang yang terbuat dari mixer knalpot mesin jet. Meja ini nyaris berbentuk utuh seperi sediakala dan hanya ditambah kaca yang menutupinya. Meski demikian, meja tersebut nampak gagah dengan kolaborasi sederhana itu.
Begitu juga dengan kursi kabin penumpang yang diberi roda di bagian bawah serta meja kecil (Aircraft Sculpture 6) untuk ditempatkan di balkon sambil menikmati matahari sore serta ditemani secangkir teh atau kopi. Keduanya juga terlihat elegan dan mewah dengan caranya masing-masing.
Rata-rata dari berbagai furniture tersebut, seluruhnya dijual seharga US$10 ribu atau sekitar Rp141 juta (kurs 14.121). Adapun yang tertinggi, kursi lontar jet tempur, dijual sebesar US$20 ribu atau Rp283 juta (kurs 14.121).
Selain menjadi wadah untuk memuaskan hasrat avgeek di seluruh dunia akan pesawat-pesawat favorit mereka, atau paling tidak akan barang-barang bekas pesawat secara keseluruhan, langkah Boeing tentu baik untuk lingkungan dan tentu saja menjadikan bisnis daur ulang pesawat bekas menjadi lebih kompetitif.
Belakangan, bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.
Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.
Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua. Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.
Di Palestina seorang ibu melanggar norma dan tradisi di Jalur Gaza dengan menjadi seorang pengemudi taksi. Dia merupakan pengemudi taksi wanita pertama di daerah konflik tersebut. Naela Abu Jubba menjadi pengemudi taksi sejak satu setengah bulan lalu karena pandemi membutanya tidak dapat bertahan di pekerjaannya sebagai pekerja sosial.
Naela mengambil profesi yang telah lama dibatasi hanya untuk pria saja. Bahkan dia bercita-cita membuka kantor layanan taksi pribadinya hanya untuk pelanggan wanita. Dalam masyarakat yang didominasi laki-laki yang jarang menerima perempuan dalam banyak profesi, dia mendapat banyak kritik.
“Saya pertama kali berpikir untuk menjadi sopir taksi karena penderitaan yang dihadapi perempuan saat menggunakan jasa taksi dengan supir laki-laki, terutama ketika mereka meninggalkan salon tata rambut dan tata rias. Sebagian besar wanita di sini memakai kerudung dan tidak keluar dengan riasan, jadi mereka terpaksa memakai abaya atau niqab untuk menutupi wajah mereka saat pulang ke rumah,” ujar Naela yang dikutip KabarPenumpang.com dari al-monitor.com (8/12/2020).
Dia menambahkan, ini tidak berakhir di sini, karena beberapa wanita bahkan tidak diizinkan berbicara di taksi yang dikemudikan oleh pria, juga tidak merasa nyaman dan aman.
“Saya memutuskan bekerja sebagai sopir taksi khusus perempuan. Saya tidak menawarkan layanan saya kepada seorang wanita yang ditemani oleh seorang pria,” ujarnya.
Ketika dirinya mendiskusikan gagasan itu dengan beberapa teman, mereka memperingatkan Naela bahwa masyarakat Gaza tidak akan toleran. Namun ibu lima anak ini yakin, pekerjaan yang dilakukannya tidak melanggar etika atau moral publik dan dirinya percaya bisa melakukannya.
“Masyarakat patriarkal takut akan kesuksesan wanita mana pun. Saya terkejut dengan pandangan negatif masyarakat dan kritik keras dari beberapa sesama pengemudi taksi laki-laki. Setelah saya ditampilkan di media lokal, saya diserang di media sosial dan dilecehkan di jalan,” kata Naela.
Naela menambahakan, keluarganya saat ini tinggal di rumah dan berhenti dari pekerjaannya. Ini karena mereka tidak tahan lagi dengan gosip tetangga yang terus mendesak untuk mengamankan kebutuhan finansial dan hidupnya. Dia mengaku seolah-olah perempuan dalam masyarakat ini bekerja hanya untuk mencari uang.
Mereka tidak mengerti bahwa pekerjaan datang dengan status sosial dan memberikan otonomi dan kemandirian. Dia menegaskan bahwa dirinya bukanlah ancaman bagi pengemudi taksi pria yang berpesiar di jalanan untuk menjemput penumpang, karena dia hanya menerima permintaan online melalui teleponnya.
“Saya heran mengapa mereka menyerang saya. Saya mengharapkan kritik, tetapi tidak dengan cara yang memalukan ini. Kritik ini adalah salah satu tantangan terbesar saya,” katanya.
Wanita di Gaza tidak diperbolehkan bekerja sebagai pengemudi taksi dan mengemudikan kendaraan angkutan umum. Tetapi karena Naela menerima permintaan layanan secara online dan tidak bekerja melalui kantor taksi pribadi, dia dapat berkeliling menggunakan lisensi mobil pribadinya.
“Layanan saya sangat populer di kalangan wanita. Saya yakin saya akan dapat mengembangkan pekerjaan saya. Rata-rata, saya mendapat 20 hingga 30 permintaan seminggu. Untuk saat ini, saya hanya bekerja di Kota Gaza karena saya belum menerima permintaan dari gubernur selatan dan utara,” kata Naela.
Naela mendorong wanita lain yang bisa mengemudi dan memiliki mobil sendiri untuk mengikutinya, menekankan bahwa dia akan terus bekerja meskipun mendapat kritik negatif. Alaa Salama menyambut baik gagasan tentang pengemudi taksi wanita, dengan mengatakan bahwa itu adalah layanan yang sangat dibutuhkan dan sudah lama tertunda.
“Sampai hari ini masyarakat kami menolak gagasan tentang seorang wanita yang bekerja sebagai pengemudi taksi, tetapi di masa depan pasti akan berubah. Wajar jika sebuah ide baru memicu kontroversi, dan butuh waktu bagi masyarakat untuk menerimanya terutama dalam masyarakat konservatif seperti Gaza di mana kebanyakan hal dilarang bagi perempuan,” ujar Salama.
Covid-19 masih menjadi pandemi di dunia dan maskapai tetap harus memberikan rasa aman ketika penumpang bepergian dengan mereka. Salah satunya adalah maskapai menawarkan asuransi yang menjadi bagian dalam tiket penerbangan. Asuransi ini ditawarkan secara gratis yang akan mencakup biaya pengobatan, karantina dan lainnya. Nah, maskapai mana saja di dunia yang sudah menawarkan asuransi Covid-19 untuk penumpang mereka?
Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (14/12/2020), ternyata ada lebih dari lima maskapai dunia yang sudah memasukkan asuransi Covid-19 dalam tiket penerbangan mereka. Emirates adalah maskapai yang menjadi pelopor asuransi penerbangan Covid-19 di Asia.
Maskapai ini mengumumkan skema tersebut pada akhir Juli dengan menawarkan €150 ribu atau Rp2,5 miliar untuk biaya medis dan €100 atau Rp1,7 juta per hari untuk biaya karantina hingga 14 hari untuk penumpang yang terinfeksi. Emirates menyebutkan, polis ini akan berlaku selama 31 hari setelah keberangkatan dan berlaku hingga 31 Desember dan bisa diperpanjang.
Maskapai Asia lainnya ada Etihad yang menawarkan asuransi Covid-19 bagi penumpang yang bepergian dengan armada mereka hingga 31 Maret 2020 dan memiliki manfaat yang sama dengan Emirates. Bahkan Japan Airlines atau JAL menawarkan asuransi Covid-19 gratis bagi penumpang mereka yang terbang dari 23 Desember 2020 hingga 30 Juni 2021.
Adapun manfaat yang didapat oleh semua penumpang JAL yakni untuk perlindungan medis sebanyak $182 ribu atau Rp2,5 miliar dan $121 atau Rp1,7 juta per hari selama 14 hari karantina. Bahkan ada $1820 untuk biaya repatriasi. Cathay Pacific yang berbasis di Hong Kong juga ikut menawarkan polis asuransi Covid-19 untuk semua penumpang yang terbang hingga 28 April 2021 mendatang,
Cathay akan menanggung hingga $200 ribu untuk biaya medis jika penumpang mereka tertular virus corona dan $100 per hari selama karantina 14 hari. Tak hanya itu, maskapai ini juga akan menanggung biaya dua tes RT-PCR dalam kasus tertentu jika diperlukan secara medis.
Meski di Asia sudah cukup banyak maskapai yang menawarkan asuransi Covid-19, di Eropa belum banyak dan hanya ada sedikit yakni seperti Virgin Atlantic yang sudah mulai menawarkan polis asuransinya pada akhir Agustus kemarin. Virgin menawarkan £550 ribu untuk biaya pengobatan dan bagi siapa pun yang ditolak naik dan harus dikarantina selama perjalanan, maskapai menawarkan £3000.
Bila dilihat dari segi moneter, Virgin Atlantic menawarkan keuntungan besar bagi penumpangnya yang tetular virus corona. Di Eropa, selain Virgin, ada juga Lufthansa yang menawarkan perlindungan Covid-19.
Namun maskapai ini memberikan perlindungan terbatas bagi penumpang yang terbang dengan salah satu dari banyak armada miliknya. Kebijakan Lufthansa ini bersifat opsional dan memerlukan peningkatan untuk menutupi biaya medis (paket dasar hanya mencakup biaya karantina).
Finnair juga menawarkan asuransi Covid-19, meskipun dengan perlindungan finansial yang lebih rendah. Maskapai ini akan menanggung biaya medis hingga €50ribu dan €100 untuk biaya karantina selama 14 hari. Tes juga dapat dilakukan jika hasilnya positif.
Maskapai penerbangan di Amerika Utara belum begitu tertarik untuk menawarkan asuransi Covid-19 seperti rekan mereka di dunia. Tidak ada maskapai penerbangan AS yang menawarkan asuransi otomatis, tetapi Air Canada dan WestJet melakukannya.
Kebijakan WestJet mencakup perjalanan ke banyak tujuannya (tidak termasuk AS) dan menawarkan C$10 ribu dalam pertanggungan medis, biaya karantina sebesar C$150 per hari hingga 14 hari, perlindungan evakuasi udara darurat atau ambulans sebesar C$100 ribu, dan jaminan repatriasi sebesar C$5.000.
Meskipun perlindungan Covid-19 maskapai dapat memberikan ketenangan pikiran kepada penumpang saat bepergian, membeli asuransi pribadi masih sangat penting. Bagi maskapai penerbangan, kebijakan tersebut adalah harga yang relatif kecil yang harus dibayar untuk merangsang permintaan perjalanan dan membuat orang terbang kembali.
Perusahaan eksedisi ekspres terbesar di dunia, FedEx Express belum lama ini mengumumkan kedatangan ATR 72-600F, ATR khusus kargo pertama. Meskipun sempat diragukan, anak perusahaan FedEx Corp ini memastikan ATR khusus kargo pertama ini akan sangat membantu perusahaan dalam mengembangkan sayap bisnisnya.
Pesawat tersebut merupakan ATR-72600F pertama FedEx dari 30 pesanan, ditambah 20 pesanan tambahan jika dibutuhkan. ATR mengirim pesawat tersebut ke Bandara Shannon di Irlandia, untuk kemudian dioperasikan oleh ASL Airlines Ireland sebagai bagian dari FedEX Express Feeder Fleet.
Dilansir Simple Flying, ATR dan FedEx diketahui menandatangani perjanjian pembelian 30 pesawat ATR khusus kargo pada November 2017. Karena satu dan lain hal, ATR baru bisa mengirimkan pesawat baru-baru ini.
Setelah pengiriman pertama, pesawat akan dikirim sebanyak enam unit per tahun selama lima tahun ke depan.
Sebetulnya, ATR bukanlah pesawat baru dibarisan armada FedEx. Disebutkan, perusahaan memiliki 44 pesawat buatan Italia itu. Selain itu, perusahaan kargo ini juga memiliki 66 A300, 10 Boeing 737, 119 Boeing 757, 95 Boeing 767, 45 Boeing 777, 18 McDonnell Douglas DC-10, dan 59 McDonnell Douglas MD-11.
Hanya saja, kesemua ATR tersebut tidak dioperasikan sendiri oleh perusahaan, melainkan disewakan ke maskapai lain atau dioperasikan oleh pihak ketiga, dalam hal ini sebagai pengumpan atau hub kargo FedEx.
Saat ini FedEx menyebar sekitar 364 pesawat pengumpan yang beroperasi di 56 negara. Sebagian besar armada pengumpan atau feeder fleet dimiliki oleh FedEx, tetapi menyewakannya kepada maskapai pihak ketiga yang terbang di bawah sertifikat operasi mereka sendiri. Itulah mengapa ASL Airlines Ireland akan menggunakan ATR 72-600F.
ATR 72-600F atau ATR pertama khusus kargo ini memiliki berat lepas landas maksimum di bawah 60 ribu pound, memungkinkan perusahaan mengoperasikan pesawat di wilayah-wilayah terpencil untuk mendukung perpindahan barang dengan cepat ke seluruh dunia.
“Freighters (pesawat kargo) memainkan peran besar dalam menyediakan konektivitas penting antara ekonomi di seluruh dunia, dan aspek unik dari kargo modern kami yang dibuat khusus berarti hal itu akan memberikan manfaat operasional bagi perusahaan yang mengintegrasikannya ke dalam armada mereka,” kata CEO ATR, Stefano Bortoli.
Sementara itu, Scot Struminger, CEO Aviation FedEx Express, mengungkapkan, “ATR 72-600F dibuat dengan masukan dari teknisi FedEx di setiap langkahnya, jadi kami bangga dan bersemangat akhirnya memiliki pesawat yang mengesankan ini.”
Sebagai pesawat khusus kargo pertama, ATR-72-600F dibekali dengan kapasitas sebesar 75m3. Itu berarti, pesawat dapat membawa hingga sembilan ton muatan, baik dalam kargo eceran atau menggunakan hingga tujuh kontainer LD3.
Generasi terbaru pesawat pertama di dunia yang ditenagai oleh sel bahan bakar hidrogen, Hy4, dengan kapasitas empat penumpang, sukses meluncur di Stuttgart, Jerman. Meski berhasil mencatat prestasi membanggakan, pesawat ini merupakan awal dari grand design untuk menciptakan pesawat sejenis berkapasitas 40 penumpang dengan jangkauan terbang sampai 2.000 km 10 tahun mendatang.
Sejak berhasil menerbangankan pesawat hidrogen Hy4 Pipistrel pada 2016 lalu, para insinyur di University of Ulm dan German Aerospace Center (DLR) terus mendorong pengembangan sistem penggerak baru sampai akhirnya generasi keenam Hy4, pesawat sel bahan bakar hidrogen pertama di dunia berhasil terbang mulus.
Secara sederhana, pesawat sebetulnya ditenagai oleh listrik melalui alat elektrokimia sejenis baterai yang diproduksi dari bahan bakar hidrogen dan oksigen dari luar. Tenaga listrik itu kemudian disalurkan ke satu baling-baling yang berada di tengah. Bisa dibilang, Hy4 merupakan pesawat listrik yang didukung sel bahan bakar hidrogen.
“Sistem ini mencakup konsep redundansi untuk tangki hidrogen, sel bahan bakar, distribusi energi, dan penggerak listrik,” kata Profesor Josef Kallo, Direktur Institute for Energy Conversion and Storage University of Ulm, Jerman, seperti dikutip dari electrive.com.
https://www.youtube.com/watch?v=_7B9w-eto6Y
Sebelum sukses terbang perdana, proyek garapan bersama berbagai lembaga dan perusahaan seluruh dunia ini, seperti Airbus, Siemens, Pipistrel, Universitas Ulm, DLR, H2FLY GmbH, Diehl Aerospace, institutions Politecnica, TU Delft, University of Maribor, dan Cummins Canada, diuji di masing-masing laboratorium.
Komponen motor listrik dan unit distribusi energi pesawat sel bahan bakar Hy4, misalnya, dikembangkan dan diuji di laboratorium Institute for Energy Conversion and Storage University of Ulm. Disebutkan, motor listrik itu memiliki output 120 kW dan memungkinkan Hy4 melesat sampai 200 km per jam.
Desain keseluruhan sistem yang terdiri dari tangki hidrogen, sel bahan bakar, dan penggerak listrik, serta integrasinya di dalam pesawat, diuji dan menjadi tanggung jawab H2FLY GmbH. Begitu juga dengan data communications and control hardware, avionik, AI, pendanaan, kelistrikan, flight control, kokpit, landing gear, dan berbagai komponen lainnya, menjadi tanggung jawab berbagai lembaga dan perusahaan di atas.
Hingga kini, proyek pesawat bebas emisi atau bebas karbon dioksida yang didanai oleh NOW GmbH, Kementerian Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Energi, serta Kementerian Transportasi dan Infrastruktur Digital; termasuk kucuran dana dari DLR, Bandara Stuttgart, dan Komisi Eropa ini telah melakukan 30 kali lepas landas untuk mencetak penerbangan selama 2 jam menggunakan sistem propulsi baru.
Meski demikian, sampai sekarang, belum ada kepastian kapan pesawat sel bahan bakar hidrogen dengan panjang 14,97 m ini bisa memenuhi target produksi sebanyak 19 unit. Yang pasti, pesawat nol emisi ini nantinya didapuk untuk tataran regional saja, bukan untuk jarak jauh.
Teknologi energi sel bahan bakar (fuel cell) berbahan bakar hidrogen atau sel bahan bakar hidrogen belakangan jadi salah satu alternatif energi terbarukan di transportasi udara. Hanya saja, berbagai kendala seperti teknologi di tangki bahan bakar dan sistem propulsi menjadi tantangan tersendiri untuk menjadikannya massif digunakan oleh pesawat komersial di seluruh dunia.