Ternyata! Pemanasan Global Berpotensi Merugikan Dunia Penerbangan

Tidak bisa dipungkiri, pemanasan global kini menjadi topik perbincangan hangat dari berbagai kalangan, salah satunya adalah dunia aviasi. Mengapa moda transportasi udara ini bisa terkena imbas dari pemanasan global juga? Ternyata pihak maskapai penerbangan terpaksa mengurangi kapasitas penumpang, kargo, dan bahan bakarnya agar mereka bisa lepas landas dengan selamat.

Baca Juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman indiatoday.in (13/7/2017),seperti data yang tertera pada laman sumber, peningkatan suhu dan gelombang panas ternyata mempengaruhi kemampuan sayap pesawat untuk menghasilkan daya angkat. Sebuah penelitian menunjukkan, beberapa bandara di New York dan Dubai kemungkinan akan terkena imbas dari peningkatan suhu dalam beberapa dekade ke depan. Dengan begitu, pihak maskapai terpaksa mengurangi sejumlah beban di dalam penerbangannya.

Sebuah riset lain menunjukkan, suhu rata-rata di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat sekitar 5,5 derajat Fahrenheit atau setara dengan 3 derajat celcius pada tahun 2100 kelak. Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Climate Change menunjukkan gelombang panas yang meningkat belakangan ini menimbulkan sebuah ancaman besar bagi industri penerbangan. Sementara itu pada 2080 yang akan datang, para peneliti menemukan suhu harian maksimum tahunan di bandara bisa naik 7 hingga 14 derajat Fahrenheit, atau setara dengan 4 hingga 8 derajat celcius.

Dengan adanya riset tersebut, para peneliti menyimpulkan kemungkinan pihak maskapai akan merugi akibat pembatalan penerbangan. Tidak hanya itu, mereka pun menambahkan sekitar 10 hingga 30 persen pesawat dengan kapasitas maksimal terpaksa harus “membongkar muatan” sebelum mengudara. Sudah barang tentu, fenomena seperti ini bisa memaksa industri penerbangan untuk menerima margin keuntungan yang lebih tipis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Pesawat Dihimbau Tak Mengudara Saat Turun Kabut

Sebagai contoh, sebuah pesawat yang mampu menampung 160 penumpang dalam sekali perjalanan harus “mengorbankan” 13 kursinya kosong dalam upaya mencapai berat ideal untuk mengudara. Walaupun hanya 13 kursi, namun hal seperti ini sangat mempengaruhi neraca keuntungan pihak maskapai.

Seorang peneliti dari Columbia University di New York City, Ethan Coffel mengatakan bahwa penelitian mengenai pengaruh kenaikan suhu global terhadap dunia penerbangan merupakan suatu hal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pembatasan berat (payload) merupakan hal yang tidak sepele dan perlu dipikirkan jalan keluarnya sesegera mungkin,” ujar pria yang juga menjadi penulis dalam studi ini.

Adapun bandara-bandara yang mungkin paling terpengaruh akibat peningkatan suhu global ini adalah New York LaGuardia karena landas pacunya yang pendek, dan Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab karena suhunya yang terkenal sangat terik. Sedangkan bandara-bandara yang dinilai tidak terlalu merasakan dampak dari kenaikan suhu ini adalah Bandara Internasional John F. Kennedy di New York, Bandara Heathrow di London, dan Bandara Charles de Gaulle di Paris.

Baca Juga: Bicara Kompensasi Saat Terjadi Delay Ada di Peraturan Menteri Perhubungan

Sebagai contoh kasus nyata, pada bulan lalu, beberapa maskapai kenamaan terpaksa membatalkan sejumlah keberangkatan dari Bandara Las Vegas dan Phoenix akibat terpaan gelombang panas yang membahayakan penerbangan. Para peneliti juga mengatakan kenaikan suhu dapat meningkatkan turbulensi selama penerbangan.

Eropa Punya Berbagai Kereta Malam Romantis, Salah Satunya Bisa Angkut Mobil

Rasanya menggunakan kereta api adalah hal yang paling cocok untuk menikmati keindahan alam sembari mengunjungi beberapa destinasi wisata. Bahkan kereta api bisa dikatakan menjadi salah satu transportasi yang paling romantis. Karena keromantisannya ini, membuat kereta malam menjadi lebih populer di Eropa.

Baca juga: Setelah Vakum Tiga Tahun, Kereta Malam Paris-Nice Kembali Dibuka

Sehingga membuat pelancong bisa mengunjungi beberapa negara di benua yang satu ini menggunakan kereta api. KabarPenumpang.com melansir dailysabah.com (7/6/2021), sebagai seorang pelancong yang baru menggunakan kereta untuk berkeliling negara di Eropa, Anda bisa menggunakan kereta malam klasik.

Kereta ini lebih klasik dibandingkan Nightjet kereta api Austria yang menawarkan gerbong tidur dan gerbong sofa di berbagai jalur di sebagian Eropa Barat. Di mana contohnya Anda tertidur ketika berangkat dari Berlin dan bangun saat tiba di Wina atau di Munich. Yang mana kemudian melakukan perjalanan melalui Pengunungan Alpen menuju Roma dan Milan menuju Venesia.

Bisa dikatakan, jaringan rute Nightjet diperkirakan akan tumbuh pada tahun-tahun mendatang dan meluas lebih jauh ke barat. Salah satu kereta malam lainnya yakni kereta api federal Austria atau OBB yang bekerja sama dengan kereta lain. Sehingga memungkinkan untuk menawarkan kereta EuroNight dalam situs web milik mereka.

oBB sendiri bahkan membantu para pelancong yang ingin mengunjungi negara-negara di sebelah timur Austria seperti Polandia, Hongaria atau Kroasia. Sebenarnya dengan kereta api meski perjalanan menjadi lebih lama dibandingkan dengan pesawat, pelancong bisa mengenal suatu negara lebih baik.

Seperti Alpen-Sylt Nachtexpress yang dikelola secara pribadi, memungkinkan penumpang benar-benar mengenal Jerman. Itu dimulai dari Laut Utara dan lurus ke tengah ke Pegunungan Alpen di selatan, dengan persinggahan di Salzburg Austria. Selain itu, kereta malam juga bisa membuat Anda lebih bahagia lagi.

Pasalnya, Anda bisa membawa kendaraan selama perjalanan, di mana beberapa jalur kereta api seperti Train4you memungkinkannya. Hal tersebut menghemat jarak tempuh dan memberikan kebebasan pada pelancong begitu tiba di tujuan. Train4you ini juga melintasi kota besar termasuk Hamburg, Basel, Wina dan Verona.

Harga tiket keretanya pun berdasarkan pilihan penumpang dan dimulai dari sekitar $120. Untuk menikmati malam di Skandinavia, Snalltaget meluncur melalui Jerman Utara, Denmark dan Swedia yang bepergian hingga ke Stockholm.

Menurut situs web Snalltaget, ada keberangkatan yang dijadwalkan setiap hari antara 28 Juni dan 5 September, dan keberangkatan tambahan akan sesuai jadwal sepanjang Oktober. Di Prancis dan Italia yakni dari la belle vie hingga la dolce vita, Anda dapat menikmati semua yang ditawarkan di dua kota tersebut dengan kereta malam yang dijalankan oleh Thello.

Dimulai di Paris dan berakhir di Venesia, kereta berhenti di pusat-pusat terkenal seperti Dijon, Milan, Brescia dan Padua, antara lain. Jika Anda lebih suka memilih negara dan mematuhinya, banyak perkeretaapian nasional menawarkan kereta malam di dalam perbatasan mereka sendiri.

Baca juga: Layanan Kereta Malam di Eropa – Mantan Primadona yang Tidak Pernah Kehilangan Penggemar

Di Finlandia, kereta VR milik pemerintah, beroperasi dalam semalam. Salah satu koneksi paling populer adalah hingga Rovaniemi di Lapland. Di mana Lapland mbila menurut legenda adalah lokasi rumah Santa Claus sehingga memiliki jalur Santa Claus Express.

Empat Tahun Beroperasi, Kereta Tanpa Rel di Cina Kini Dibekali Fitur Anti Tabrakan

Setelah empat tahun beroperasi, bagaimana kabar Autonomous Rail Rapid Transit (ART) yang diluncurkan di Zhuzhou, Cina Tengah? Setelah mengular sejak 2017, pada awalnya ART hanya memiliki tiga gerbong dengan total penumpang yang bisa diangkut 300 orang.

Baca juga: Gunakan Rel Virtual, Autonomous Rail Rapid Transit Siap Mengular di Zhuzhou

Kini, ART tersebut memiliki pilihan lain yakni hadir dengan lima gerbong yang mana setiap gerbong berisi 100 penumpang. Dilansir KabarPenumpang.com dari lenguladbible.com (19/6/2021), dalam pengoperasiannya, sebuah sistem sensor membantu pengemudi untuk menjaga kendaraan tetap pada jalurnya.

Namun jika ada penyimpangan jalur atau bermasalah pada perjalanan, akan ada peringatan otomatis yang diberikan sistem. Bahkan ART juga dilengkapi dengan sistem peringatan tabrakan yang berarti pengemudi menjaga jarak aman dari kendaraan lain tetapi jika terlalu dekat maka peringatan akan berbunyi.

Selain itu, bila pengemudi ingin mengubah rute perjalanannya, perangkat navigasi akan melihat lalu lintas di rute alternatif sebelum merekomendasikan jalan memutar untuk menghindari kemacetan selayaknya Google Maps. Kehadiran ART bahkan memiliki banyak manfaat yakni menghindari kemacetan atau pekerjaan fisik sebagaimana pemasangan rel konvensional.

Ini juga menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien. Tak hanya itu, ART yang melintas di jalanan juga memiliki izin prioritasi di traffic light yang mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum. ART juga merupakan sistem transportasi yang terbilang murah untuk dirawat karena tidak adanya trek dan saluran udara.

Sehingga polusi berkurang karena menggunakan baterai lithium yang bisa diisi ulang. Dalam pengisian daya 30 detik bisa digunakan untuk perjalanan yang memakan waktu sejauh 2-3 mil atau 3,2-4,8 km, sedangkan perjalanan sejauh 25,7 km akan memakan waktu selama sepuluh menit pengisian daya.

Kehadiran ART di Cina juga meneruskan sistem ini ke beberapa negara dan baru-baru ini Doha, Qatar emndapatkan lampu hijau untuk bus kereta cepat yang akan diuji coba dan digunakan pada Piala Dunia 2022. Diharapkan bahwa sistem Bus Rapid Transit (BRT) akan memungkinkan kota untuk menjadi tuan rumah pertandingan dengan berkelanjutan, dengan para ahli mengatakan bahwa ‘rekam jejak BRT memberikan kasus yang menarik bagi lebih banyak kota untuk mempertimbangkannya sebagai prioritas transit’.

Untuk diketahui, ART Cina merupakan bus yang mengambil bentuk kereta api dan trem. Uniknya pun tidak menggunakan rel ketika berjalan melainkan dengan ban karet yang mampu melaju hingga 70 km per jam serta menggunakan tenaga listrik.

Baca juga: Cina Luncurkan ART, Kereta Otonom Tanpa Rel Untuk Kota Kecil

Saat mengangkut penumpang dengan kondisi gerbong penuh, ART mampu melaju sejauh 40 km. Dengan panjang sekitar 30 meter, ia memiliki sensor yang membaca dimensi jalan dan dapat merencanakan rutenya sendiri pada apa yang pada dasarnya adalah rel virtual.

Yakinkan Penumpang, Pengemudi Taksi Thailand Tampilkan Tulisan “Sudah Divaksin” di Lampu Atas Mobil

Pandemi membuat banyak orang kesulitan mendapatkan penghasilan di sektor pariwisata dan transportasi. Hal ini pun dirasakan oleh pengemudi taksi di Bangkok Thailand yang memiliki pendapatan menurun ketika Covid-19 menginfeksi banyak orang.

Baca juga: Liburan di Bangkok? Ini Tips dari Tourism Authority of Thailand Biar Tak Salah Arah!

Untungnya vaksin sudah mulai dibagikan kepada seluruh masyarakat dan pengemudi taksi di Thailannasid pun sedikit mulai mendapat kepercayaan penumpang. Bahkan agar penumpang tidak meragukan apakah vaksi sudah diterima oleh pengemudi taksi, mereka sampai rela memasang papan nama elektrik yang menyatakan sudah di vaksin.

KabarPenumpang.com melansir laman hindustantimes.com (7/6/2021), seorang pengemudi taksi di Thailand Sombat Subin mengatakan, dirinya memasang papan nama elektrik di atas taksinya untuk mengkonfirmasi kepada penumpang bahwa pengemudi telah divaksin lengkap.

“Dengan adanya ini jadi, penumpang tidak takut,” kata Subin.

Dalam papan nama elektrik itu, ada tiga bahasa yang menyebutkan Subin telah divaksinasi Covid-19.

“Saya pikir tanda yang menyala menciptakan kepercayaan diri bagi penumpang dan saya merasa itu juga membantu meningkatkan pendapatan saya,” kata pria yang berasal dari Nonthaburi, sebuah provinsi di utara Bangkok.

Pengemudi taksi berusia 43 tahun itu mengatakan, tanda yang bertuliskan “Vaksin” dan kemudian “COVID” dengan tanda centang di sebelahnya dan muncul dalam bahasa Thailand, Inggris dan Mandarin, adalah bagian percakapan di taksinya.

“Ini untuk konfirmasi kepada mereka bahwa pengemudi sudah divaksinasi lengkap. Jadi, penumpang tidak takut,” ungkap Subin.

Subin mengatakan dia menjadi pengemudi taksi tiga tahun lalu setelah merasa bekerja di kantor menyesakkan. Sebelum pandemi, ia memperoleh sekitar 60 ribu baht atau sekitar Rp27,4 juta per bulan, tetapi ini telah merosot menjadi 10 ribu baht atau Rp4,5 juta selama gelombang infeksi terbaru.

Untuk diketahui, Thailand telah berhasil menahan sebagian besar kasus virus hampir sepanjang tahun lalu, tetapi sejak April telah berjuang untuk memadamkan wabah paling serius sejauh ini yang mencakup varian yang lebih menular. Hal ini telah meningkatkan tekanan pada pihak berwenang untuk mempercepat vaksinasi dengan peluncuran negara tertinggal banyak tetangga.

Hanya 2,7 juta orang Thailand yang menerima dosis vaksin pertama dan pemerintah berusaha keras untuk mendapatkan lebih banyak. Pihak berwenang telah mencoba memprioritaskan pekerja garis depan termasuk pengemudi taksi dan staf angkutan umum.

Baca juga: Taguig City Hadirkan Bus Vaksin AstraZeneca untuk Jangkau Masyarakat

“Saya merasa lebih percaya diri ketika pengemudi divaksinasi lengkap dan merasa aman menggunakan transportasi umum,” ujar seorang penumpang Kanokwan Sattawong yang dibawa Subin.

Industri Dirgantara dan Pemerintah Perancis Bersatu dalam Riset Bahan Bakar untuk Pesawat Komersial

Betapa indahnya bila kelompok usaha dirgantara bersatu dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah dalam mengembangkan suatu proyek. Di Perancis, nama-nama besar dalam industri dirgantara seperti Airbus, Safran, Dassault Aviation, ONERA dan Kementerian Transportasi, bekolaborasi dalam pembuatan studi tentang analisis dan kompatibilitas bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang tidak dicampur (unblended sustainable aviation fuel) pada pesawat narrow body dan helikopter.

Baca juga: Minyak Jelantah Bekas Goreng Kentang Sekarang Jadi Bahan Bakar Pesawat

Dikutip dari siaran pers Airbus.com yang diterima KabarPenumpang.com (10/6/2021), disebutkan studi atau riset tentang bahan bakar berkelanjutan akan dimulai pada akhir 2021. Studi ini terbilang serius, pasalnya juga telah mendapat dukungan dari “Plan de relance aéronautique” (rencana pemulihan penerbangan pemerintah Perancis) yang dikelola oleh Jean Baptiste Djebbari, Menteri Transportasi Perancis.

Riset bahan bakar yang terbarukan dikenal juga sebagai proyek VOLCAN (VOL avec Carburants Alternatifs Nouveaux), proyek ini adalah pertama kalinya emisi dalam penerbangan akan diukur menggunakan 100 persen bahan bakar terbarukan yang tidak dicampur di pesawat lorong tunggal (narrow body).

Dalam riset VOLCAN, Airbus bertanggung jawab untuk mengkarakterisasi dan menganalisis dampak bahan bakar terbarukan di darat dan emisi dalam penerbangan menggunakan pesawat uji A320Neo yang ditenagai dua mesin CFM LEAP-1A. Sementara, Safran akan fokus pada studi kompatibilitas yang berkaitan dengan sistem bahan bakar dan adaptasi mesin untuk pesawat komersial dan helikopter serta optimasinya untuk berbagai jenis bahan bakar.

Kemudian ONERA akan mendukung Airbus dan Safran dalam menganalisis kompatibilitas bahan bakar dengan sistem pesawat dan akan bertugas menyiapkan, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil pengujian untuk dampak bahan bakar terhadap emisi dan pembentukan contrail. Dan Dassault Aviation akan berkontribusi pada studi kompatibilitas material dan peralatan dan memverifikasi kerentanan biokontaminasi pada bahan bakar terbarukan. Untuk perangkat dalam riset, akan didukung oleh TotalEnergies.

Baca juga: Mengenal Dua Jenis Bahan Bakar Pesawat: Avgas Vs Avtur, Apa Bedanya?

Studi ini akan mendukung upaya yang kini sedang dilakukan di Airbus dan Safran untuk memastikan sektor penerbangan siap untuk penyebaran skala besar dan penggunaan bahan bakar terbarukan sebagai bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk menghilangkan emisi karbon di industri penerbangan.

Roma Bakal Terima 100 Bus Listrik Hibrida Citaro dari Mercedes-Benz

Perusahaan transportasi asal Roma, Atac, akan menerima 100 bus unit hybrid Mercedes-Benz Citaro. Bus kota akan dikirim dalam tiga bagian antara Juni dan musim gugur tahun ini. Bus ini adalah bagian dari program investasi ambisius untuk memodernisasi armada bus perusahaan transportasi di ibu kota Italia.

Baca juga: Inilah Citaro, Primadona Bus Listrik Besotan Mercedes Benz

Salah satu tujuan penggunaan bus hybrid adalah mengurangi emisi polutan secara signifikan. Pesanan besar saat ini menandakan kembalinya EvoBus Italia ke ibu kota. Saat ini perusahaan telah memasok bus ke Atac tipe 450 Citaro antara tahun 2001 dan 2005.

KabarPenumpang.com mengutip greencarcongress.com (9/6/2021), bus hibrida Citaro mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi hingga 8,5 persen jika dibandingkan dengan bus kota konvensional dengan bahan bakar minyak. Modul hybrid kompak membantu mesin diesel rendah emisi. Motor listrik mengubah energi menjadi listrik saat kendaraan meluncur atau mengerem yang disimpan dalam supercaps berkinerja tinggi.

Motor listrik membantu mesin pembakaran saat bus menjauh. Hibrida Citaro juga dilengkapi dengan intelligent eco-steering, sistem kemudi elektrohidraulik. Ini beroperasi dengan cara yang dioptimalkan untuk kebutuhan dan juga membantu mengurangi konsumsi bahan bakar dalam transportasi kota setempat.

Kendaraan baru dicat merah dan memiliki tulisan di papan elektrik yang membentang di sekitar bagian atas bus bertuliskan “+ Bus x Rom + Bus x Rom” yang berarti “lebih banyak bus untuk Roma”. Bus solo untuk Atac dilengkapi dengan dua pintu penumpang dan sepenuhnya ber-AC.

Kaca pelindung pintu kabin pengemudi mencegah kontak dekat antara penumpang dan pengemudi yang melindungi pengemudi dari infeksi. Sistem pendingin udara dan rumah pendingin udara dilengkapi dengan filter aktif anti-virus. Sistem CCTV menyediakan keamanan di dalam pesawat dan sistem penghitungan mencatat jumlah penumpang.

Kendaraan ini juga dilengkapi dengan pengawasan GPS dan sistem telematika yang membantu manajemen armada. Atac berencana untuk memodernisasi sepuluh persen armada bus kotanya setiap tahun. Emisi dari 100 bus hibrida Citaro lebih rendah dari yang diizinkan oleh standar emisi Euro VI yang ketat saat ini.

Bus tersebut menggantikan kendaraan Euro-III yang telah beroperasi selama lebih dari sepuluh tahun. Atac (Azienda per i Trasporti Autoferrotranviari del comune di Roma) adalah perusahaan transportasi kota nomor satu Italia dan salah satu perusahaan terbesar dari jenisnya di Eropa.

Baca juga: Penglaris, Hamburger Hochbahn Kedatangan Mercedes-Benz eCitaro Perdana!

Selain jaringan bus yang luas di Roma, Atac mengoperasikan trem, tiga jalur kereta bawah tanah, dan rute kereta api di pinggiran kota. Kendaraan berangkat dari 320 pemberhentian bus terakhir dan stasiun dan mencakup sekitar 8500 pemberhentian. Perusahaan juga mengoperasikan parkir mobil dengan ruang untuk sekitar 70 ribu kendaraan.

Mengaku Bangsawan, Penumpang Bus Diamankan Polisi Setelah Menghina Penumpang Lain Sebagai Pengemis

Setiap penumpang di transportasi umum memiliki hak yang sama untuk duduk dan ada pengecualian untuk lansia, ibu hamil serta penyandang disabilitas. Namun seorang wanita di Beijing mengaku sebagai bangsawan Manchuria dan melecehkan penumpang lain dengan menyebutnya pengemis.

Baca juga: Dapat Tindakan Diskriminasi, Penumpang AS Keturunan India Laporkan Aeroflot

Karena ini masuk dalam bahasa diskriminasi, penumpang berusia 63 tahun tersebut diamankan pihak kepolisian. Dilansir KabarPenumpang.com dari scmp.com (10/6/2021), wanita bermarga Wen itu duduk di dalam bus sambil berteriak dan memanggil penumpang wanita lebih muda sebagai pengemis.

Kejadian itu direkam oleh penumpang bus lainnya dan setelah diunggah ke Weibo membuat warganet marah. Awal penghinaan tersebut di mana Wen marah ketika wanita muda tidak cekatan memberikan kursi untuk dirinya.

“Kalian orang-orang kotor dari luar Beijing. Anda datang ke sini untuk meminta makanan. Apa yang kamu sombongkan? Saya memandang rendah orang-orang dari luar Beijing. Anda memiliki kualitas peradaban yang rendah. Anda bahkan tidak berinisiatif menawarkan kursi untuk orang tua, lemah, sakit atau cacat,” ujar Wen dalam rekaman tersebut.

Seorang penumpang bus yang menjadi saksi mengatakan Wen berteriak, “Tawarkan tempat duduk untuk saya saat naik bus.“ Namun saksi menyebutkan, Wen tidak tampak cacat. Untuk diketahui, Wen ditahan secara administratif karena menggunakan bahasa diskriminatif oleh polisi transportasi umum Beijing.

Pihak kepolisian mengatakan, Wen mengucapkan bahasa diskriminatif beberapa kali pada penumpang lainnya di dalam bus. Penahanan administratif China berlaku untuk pelanggaran ringan yang dianggap melanggar aturan manajemen sosial negara itu. Tidak jelas berapa lama Wen akan ditahan.

Rekaman yang diunggah ke media sosial tersebut menuai beragam komentar dari warganet. “Saya adalah penduduk asli Beijing. Anda mempermalukan kami orang Beijing. Seluruh bangsa memperhatikan Anda dan mereka tidak bisa tidak berpikir ‘apakah semua penduduk asli Beijing seperti ini?’” tulis satu orang.

“Saya merasa lega ketika melihat berita bahwa dia ditahan. Saya pikir pihak berwenang hanya akan mengkritiknya. Bravo, Polisi Transportasi Umum Beijing, ”kata komentator kedua.

Namun ada pula warganet yang tidak setuju dengan keputusan pihak kepolisian.

Baca juga: Diskriminasi Penumpang Israel, El Al Tolak Turunkan Dana Kompensasi

“Jadi alasan penahanannya adalah dampak sosial yang buruk? Kata-katanya terlalu berlebihan? Atau karena diunggah ke internet? “Pada kenyataannya, ada lebih banyak orang yang melecehkan orang lain dengan kata-kata yang lebih kejam daripada dia. Haruskah kita mengambil videonya, meletakkannya secara online untuk memaksa polisi menahan mereka di masa depan?” kata orang ketiga.

Mengenal Boeing C-32, Varian Air Force Two dari Boeing 757

Pesawat Boeing C-32 mungkin tak banyak yang mengenal. Namun, bagaimana dengan Boeing 757? Mungkin cukup familiar dibanding C-32, sekalipun masih kalah populer dibanding Boeing 737, 747, Boeing 777, dan pesawat Boeing lainnya. Padahal, keduanya adalah satu pesawat yang sama namun berbeda versi, satu persi penumpang dan satu lainnya versi militer.

Baca juga: Ada Masalah Teknis, Air Force One Wapres Kamala Harris Terpaksa ‘Return to Base’

Boeing C-32 beberapa hari lalu pernah menjadi sorotan lantaran mengancam jiwa Wakil Presiden AS, Kamala Harris. Wanita keturunan India tersebut hendak mengunjungi Meksiko dan Guatemala untuk memberesi masalah imigran.

Namun, pesawat kepresidenan dengan call sign Air Force Two tersebut mengalami masalah teknis dan terpaksa return to base ke Pangkalan Angkatan Udara Andrews di pinggiran Kota Washington. Beruntung, pesawat berhasil mendarat mulus tanpa adanya insiden apapun.

Dihimpun dari berbagai sumber, Angkatan Udara Amerika Serikat sejauh ini sudah memiliki empat pesawat angkut penumpang militer itu.

Pesawat-pesawat tersebut pada umumnya tak dikhususkan untuk wakil presiden saja, melainkan juga untuk menerbangankan berbagai pejabat penting, seperti Ibu Negara AS, Sekretaris Negara (Setneg), anggota kabinet AS, sampai pemimpin Kongres.

Boeing C-32A Air Force Two. Foto: Bloomberg


Perbedaannya hanya pada call sign saja. Saat ditumpangi oleh wakil presiden, Boeing C-32 disebut sebagai Air Force Two. Adapun saat ditumpangi pejabat lainnya, call sign berubah sesuai yang sudah ditentukan.

Pesawat ini bahkan bisa saja menggunakan call sign atau tanda panggil Air Force One saat menerbangkan presiden AS.

Biasanya, kondisi ini disebabkan sulitnya akses pendaratan pesawat reguler Air Force One, VC-25A, yang berbasis Boeing 747, saat presiden mengunjungi wilayah-wilayah terpencil di AS.

Pesawat Boeing 757-200 versi militer tersebut sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mendukung aktivitas presiden, wakil presiden, dan pejabat negara lainnya; termasuk interior mewah dengan kapasitas 45 kursi, fasilitas lengkap seperti ruang makan, ruang rapat, toilet mewah, ruang istirahat, avionik militer, serta kapasitas tangki bahan bakar yang lebih besar untuk jangkauan lebih jauh hingga 11.000 km.

Tanpa modifikasi sekalipun, pesawat ini memang sudah dikenal sebagai pesawat tertangguh di dunia. Pesawat mampu terbang atau mendarat di bandara-bandara kering, tinggi, dan dengan landasan pacu yang pendek.

Baca juga: Airbus A380 Pernah Ingin Dijadikan Air Force One, Batal Gegara Hal Ini

Selain Boeing C-32A sebagai Air Force Two, Boeing juga membuat varian Boeing C-32B. Berbeda dengan varian Boeing C-32A, Boeing C-32B bertugas untuk memberikan support udara bagi Tim Dukungan Darurat Luar Negeri Departemen Luar Negeri dan Pusat Kegiatan Khusus CIA. Pesawat ini berfungsi sebagai transportasi global on-call dengan kemampuan komunikasi canggih jarak jauh.

Sepanjang sejarah, satu-satunya pesawat Boeing C-32B ini hanya sekali berfungsi sebagaimana Air Force Two, mengangkut penumpang VVIP AS. Sisanya, pesawat berfungsi seperti tujuan awal pesawat dibangun.

Ini Perbedaan Bus Single Glass dan Double Glass yang Digunakan Karoseri di Indonesia

Bus menjadi salah satu pilihan moda transportasi darat selain kereta api untuk bepergian. Namun pernahkah Anda sadari kaca depan setiap bus berbeda bentuknya? Di mana bus besar menggunakan kaca tunggal atau single glass dan kaca double atau double glass.

Baca juga: PO ANS – Pernah Layani Trayek AKAP Terjauh, Banda Aceh – Denpasar

Nah apa perbedaan dari dua model kaca bus ini? KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber bahwa bus saat ini sudah banyak karoseri yang menggunakan kembali single glass. Pasalnya dengan kaca tunggal, pandangan penumpang tidak terhalang saat melihat jalanan di depan.

Bus tingkat AKAP PO Nusantara. (Foto: Tribunsolo)

Bahkan pembuatan single glass sendiri lebih murah karena tidak ada rangka dan pelat di tengah-tengah kaca depan. Tak hanya itu, pembuatannya pun tidak lebih rumit namun single glass juga memiliki kelemahan yakni jika pecah, perbaikan relatif lebih mahal karena ukuran kaca yang besar.

Saat ini ada beberapa karoseri yang menggunakan single glass pada bus besar mereka yakni Morodadi Prima pada bus milik PO ANS. Selain itu ada Karoseri Tentrem yang merilis dua varian bus besar dengan single glass yakni Avante H7X dan H8X.

Walaupun menghadirkan bus dengan single glass, tapi karoseri Morodadi Prima dan Tentrem memiliki bus dengan double glass. Namun meski begitu hingga saat ini, penggunakan double glass juga masih menjadi primadona tersendiri oleh beberapa karoseri.

Bus dengan kaca double hadir di Indonesia sejak 2015 dan dimulai oleh karoseri Adiputro. Setahun kemudian dan hingga saat ini, tren double glass semakin berkembang karena hampir semua karoseri menggunakan bodi dengan kaca depan ganda berpenyekat horizontal.

Baca juga: Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Karoseri Adiputro menggunakan double glass pada tiga varian busnya yakni Jetbus 3+ SHD, Jetbus 3+ HDD dan Jetbus 3+ MD. Karoseri Laksana juga menghadirkan penggunaan double glas pada tiga varian busnya seperti New Discovery egacy SR2 HD Prime dan Legacy SR2 XHD Prime. Kemudian karoseri New Armada yang memiliki du bus high decker dengan konsep double glass yakni Skylander HDD dan Evolander SHD.

Terekam CCTV, Bus Listrik di Cina Mengeluarkan Asap dan Meledak

Beberapa tahun belakangan, kehadiran bus listrik semakin nyata dan mulai digunakan untuk mengangkut penumpang. Bahkan beberapa negara yang regulasinya sudah ada membuat bus listrik mulai dioperasikan secara komersial seperti salah satunya di Cina.

Baca juga: Yutong dan WeRide Kembangkan Bus Tanpa Pengemudi

Namun baru-baru ini sebuah bus listrik di Cina tiba-tiba mengeluarkan asap dan meledak hingga mengeluarkan api. Ledakan yang menghasilkan api tersebut menyambar tiga bus lainnya yang berada di sebelah bus itu. Bahkan tempat sampah yang letaknya tak jauh pun ikut terbakar.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman carscoops.com (8/6/2021), insiden terbakarnya bus listrik ini terjadi disalah satu universitas di daerah otonomi Guangxi Zhuang, Cina Selatan. Kebakaran bus itu terekam CCTV atau kamera pengawas universitas.

Dari kamera pengawas, awalnya bus yang terparkir berjajar itu tampak baik-baik saja. Namun setelah beberapa detik asap terlihat mengepul pada salah satu bus dan seketika meledak mengeluarkan bola api serta membakar tempat sampah.

Bahkan bus kedua disebelahnya ikut terbakar, kemudian api menyambar bus ketiga dan tak lama api juga melalap bus keempat. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah api mulai menyala dan dengan cepat memadamkan api.

Sayangnya empat dari lima bus yang terparkir hangus dan hancur total karena kebarakaran itu. Untungnya satu bus terselamatkan tanpa kerusakan serius. Dalam insiden terbakarnya bus listrik tersebut tidak ada korban jiwa.

Baca juga: Operasikan 400.000 Unit, Populasi Bus Listrik Terbesar Masih di Cina

Penyebab kebakaran pun masih diselidiki. Untuk diketahui, ternyata kebakaran bus listrik di universitan di Guangxi Zhuang yang terkam secara dramatis bukan yang pertama kali. Sebab pada September tahun lalu, sebuah video diunggah ke media sosial yang menunjukkan BAIC EX360 meledak dan mengeluarkan bola api setelah petugas pemadam kebakaran menyemprot air dingin ketika mengisi daya.