Tuesday, August 18, 2026
HomeHot NewsStasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan Layani Kebutuhan Air Sebanyak 240 Ribu Liter,...

Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan Layani Kebutuhan Air Sebanyak 240 Ribu Liter, Ini Penjelasan Humas KAI

Kebutuhan para penumpang kereta api dalam hal fasilitas yang praktis dan nyaman membuat PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menjadi salah satu prioritas utama. Bagi KAI segala fasilitas penunjang untuk penumpang kereta api baik di area stasiun maupun selama perjalanan di kereta api harus terpenuhi. Hal ini terlihat pada berbagsi macam fasilitas yang membutuhkan air.

Seperti halnya pada wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon yang memiliki lebih banyak penumpang maupun perjalanan kereta api baik dari Jakarta maupun Jawa Tengah dan Jawa Timur. Diketahui bahwa wilayah tersebut merupakan paling sering dilewati kereta api saat memasuki stasiun besar yaitu Stasiun Cirebon dan Cirebon Prujakan.

Dari data yang diperoleh bahwa KAI wilayah Daop 3 Cirebon memenuhi kebutuhan sekitar 240 ribu liter air setiap hari untuk mendukung layanan kereta api (KA), terutama memastikan fasilitas toilet tetap berfungsi selama perjalanan pelanggan. Hal ini dikatakan oleh Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin bahwa kebutuhan air tersebut digunakan untuk melayani seluruh rangkaian kereta yang beroperasi melalui wilayah Daop 3 Cirebon.

Lebih lanjut ia menjelaskan air yang digunakan telah melalui proses penyaringan sehingga memenuhi standar kebersihan dan kesehatan, sebelum dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional KA. Setiap hari kebutuhan air sekitar 240 ribu liter air untuk memenuhi seluruh rangkaian kereta yang dilayani, terdiri atas sekitar 176 ribu liter di Stasiun Cirebon dan 64 ribu liter di Stasiun Cirebon Prujakan.

Pengisian tangki air menjadi bagian dari standar pelayanan yang dilakukan secara rutin di stasiun awal keberangkatan maupun stasiun antara yang telah ditetapkan sebagai lokasi pengisian. Fasilitas pengisian air tersedia di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan yang setiap hari melayani 88 perjalanan KA di Stasiun Cirebon serta 32 perjalanan di Stasiun Cirebon Prujakan.

Untuk mendukung layanan tersebut, pihaknya menyiagakan 30 petugas di Stasiun Cirebon dan 24 petugas di Stasiun Cirebon Prujakan yang bekerja bergantian dalam tiga shift selama 24 jam. Proses pengisian air dilakukan segera setelah kereta berhenti, dengan memanfaatkan waktu henti sehingga tidak mengganggu jadwal perjalanan kereta.

Selain itu, petugas yang melayani juga diwajibkan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) serta menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, seperti rompi keselamatan, helm, sepatu keselamatan, full body harness, dan sistem pengaman jatuh (lifeline).

Tentu piihaknya pun mengajak seluruh pelanggan menggunakan air secara bijak selama perjalanan, seperti menutup keran setelah digunakan, sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus mendukung layanan transportasi yang ramah lingkungan.

Meski pekerjaan ini memiliki risiko, seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian dan disiplin terhadap prosedur keselamatan sehingga kenyamanan pelanggan selama perjalanan tetap terjaga. Dan tentunya bisa melayani kebutuhan penumpang kereta api di setiap harinya dengan tulus.

Stasiun Jatibarang, Saksi Sejarah Tugu Presiden Soekarno

RELATED ARTICLES

Yang Terbaru