Beberapa tahun belakangan, kehadiran bus listrik semakin nyata dan mulai digunakan untuk mengangkut penumpang. Bahkan beberapa negara yang regulasinya sudah ada membuat bus listrik mulai dioperasikan secara komersial seperti salah satunya di Cina.
Namun baru-baru ini sebuah bus listrik di Cina tiba-tiba mengeluarkan asap dan meledak hingga mengeluarkan api. Ledakan yang menghasilkan api tersebut menyambar tiga bus lainnya yang berada di sebelah bus itu. Bahkan tempat sampah yang letaknya tak jauh pun ikut terbakar.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman carscoops.com (8/6/2021), insiden terbakarnya bus listrik ini terjadi disalah satu universitas di daerah otonomi Guangxi Zhuang, Cina Selatan. Kebakaran bus itu terekam CCTV atau kamera pengawas universitas.
Dari kamera pengawas, awalnya bus yang terparkir berjajar itu tampak baik-baik saja. Namun setelah beberapa detik asap terlihat mengepul pada salah satu bus dan seketika meledak mengeluarkan bola api serta membakar tempat sampah.
Bahkan bus kedua disebelahnya ikut terbakar, kemudian api menyambar bus ketiga dan tak lama api juga melalap bus keempat. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah api mulai menyala dan dengan cepat memadamkan api.
Sayangnya empat dari lima bus yang terparkir hangus dan hancur total karena kebarakaran itu. Untungnya satu bus terselamatkan tanpa kerusakan serius. Dalam insiden terbakarnya bus listrik tersebut tidak ada korban jiwa.
Penyebab kebakaran pun masih diselidiki. Untuk diketahui, ternyata kebakaran bus listrik di universitan di Guangxi Zhuang yang terkam secara dramatis bukan yang pertama kali. Sebab pada September tahun lalu, sebuah video diunggah ke media sosial yang menunjukkan BAIC EX360 meledak dan mengeluarkan bola api setelah petugas pemadam kebakaran menyemprot air dingin ketika mengisi daya.
Di tengah pemberitaan seputar merosotnya kinerja keungan, rupanya tak menyurutkan Garuda Indonesia untuk melakokan kolaborasi dengan mitranya, persisnya Garuda Indonesia dan Bluebird Group meluncurkan fitur baru pada aplikasi “Fly Garuda” yang menghadirkan kemudahan layanan transportasi terintegrasi khususnya bagi masyarakat yang memerlukan layanan transportasi dari dan menuju bandara. Melalui fitur baru tersebut, pelanggan Garuda Indonesia dapat melakukan pemesanan taksi Bluebird dan Silverbird pada aplikasi “Fly Garuda”.
Saat ini, fitur baru pada aplikasi “Fly Garuda” tersebut dapat diakses para pengguna jasa yang berada di wilayah jangkauan operasional Bluebird Group dan akan diimplementasikan secara bertahap di kota-kota lainnya.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa pengembangan layanan ini merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk terus bergerak adaptif dengan berinovasi memaksimalkan layanan penerbangan yang aman dan nyaman, baik melalui pengembangan transformasi digital berkelanjutan hingga kerja sama dengan para mitra strategis.
“Sejalan dengan peningkatan potensi pasar digital, Garuda Indonesia terus mengoptimalkan layanan digital melalui platform “Fly Garuda” untuk meningkatkan pengalaman terbang bagi pengguna jasa kami – khususnya di masa new normal saat ini. Sejak diperkenalkan kembali pada bulan Maret lalu, aplikasi Fly Garuda terus mengembangkan fitur-fitur yang dapat mendukung kemudahan perjalanan bagi para penumpang.”, tambah Irfan.
“Pengembangan fitur-fitur baru merupakan upaya kami untuk memberikan nilai tambah bagi penumpang, khususnya dalam menghadirkan kemudahan dalam merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi Garuda Indonesia dan memberikan pilihan layanan transportasi secara terintegrasi, di mana para pengguna jasa Garuda Indonesia dapat leluasa mengatur sarana transportasi lanjutan setelah melaksanakan penerbangan maupun melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan, dengan menggunakan salah satu transportasi darat terbaik di Indonesia.”, jelas Irfan.
Untuk menikmati fitur baru tersebut, pengguna jasa dapat menggunakan layanan tersebut melalui aplikasi Fly Garuda pada kategori produk “taxi” dengan mengisi informasi pemesanan secara lengkap seperti data diri (nama, nomor telepon, dan jadwal penjemputan), lokasi penjemputan, dan alamat tujuan. Adapun estimasi harga akan secara otomatis muncul ketika informasi pemesanan telah diisi secara lengkap. Selain itu, layanan ini dapat dipesan paling lambat 15 menit sebelum jadwal penjemputan.
Aksesibilitas layanan Bluebird Group di aplikasi Fly Garuda adalah langkah awal dari kerja sama dan nantinya para penumpang Bluebird juga akan dapat memesan tiket Garuda Indonesia melalui aplikasi MyBluebird. Ke depannya Garuda Indonesia dan Bluebird akan terus mengembangkan kerja samanya hingga lini bisnis lainnya khususnya kargo melalui anak usaha Garuda Indonesia – Aero Jasa Cargo – sebagai salah satu strategi menangkap opportunity bisnis logistik yang sedang tumbuh pesat di Indonesia saat ini.
Selain itu, dari Garuda Indonesia dan Bluebird Group juga bekerja sama secara korporasi untuk pembelian tiket dengan benefit fleksibilitas serta diskon hingga 20% (untuk rute internasional) yang dapat dipergunakan bagi seluruh karyawan Bluebird Group.
Siapa yang tak kenal dengan Jembatan Suramadu? Sepertinya rakyat Indonesia apalagi yang menetap di Jawa Timur pasti kenal jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura ini. Apalagi belum lama ini tepatnya pada Minggu (6/6/2021) dilakukan penyekatan di Jembatan Suramadu yang berlangsung selama 12 hari ke depan.
Hal ini membuat warga dari Madura yang akan ke Surabaya harus melalui tes swab antigen. Penyekatan sendiri dilakukan untuk mencegah penularan virus corona yang dibawa dari Madura ke Surabaya, karena di Bangkalan ada lonjakan kasus positif Covid-19.
Nah, tahukah Anda sejarah Jembatan Suramadu? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Jembatan Nasional Suramadu merupakan jembatan yang melintasi Selat Madura. Di mana jembatan menghubungkan Pulau Jawa di Surabaya dengan Pulau Madura di Bangkalan tepatnya timur Kamal.
Jembatan Suramadu memiliki tiga bagian yakni jjalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge) dan jembatan utama (main bridge). dengan total panjang keseluruhan 5.438 meter dan lebar 30 meter. Bahkan Jembatan Suramadu disebut sebagai jembatan terpanjang di Indonesia saat ini.
Peletakan batu pertama pembanguan Jembatan Suramadu dilakukan oleh Presiden Megawati pada 20 Agustus 2003 dan dibangun serta diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunannya ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura seperti bidang infrastruktur dan ekonomi.
Perkiraan biaya untuk pembangunan Jembatan Suramadu sekitar Rp4,5 triliun. Uniknya pembangunan Jembatan Suramadu dlakukan dari tiga sisi yani dari Bangkalan dan Surabaya serta pembangunan bentang tengah yang terdiri dari jembatan penghubung dan jembatan utama.
Setelah berperasi jembatan ini memiliki empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter. Jembatan ini juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor di setiap sisi luar jembatan.
Selain untuk kendaraan bermotor, Jembatan Suramadu juga mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura dengan memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut. Pada bagian inilah yang menyebabkan pembangunannya menjadi sulit dan terhambat, dan juga menyebabkan biaya pembangunannya membengkak.
Adanya pembangunan jembatan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan pemerataan pendapatan dan pembangunan di wilayah Surabaya ke wilayah Madura, begitu pula dengan kependudukan, mengingat wilayah Surabaya yang semakin padat dengan penduduk yang melakukan urbanisasi yang sebagian besar berasal dari wilayah Madura, pemerintah berharap dengan adanya pemerataan ekonomi ini dapat menekan laju urbanisasi tersebut.
Berhentinya bus TransJakarta di rel kereta Halimun yang tengah diselidiki menghadirkan kabar baru lainnya. Di mana TransJakarta menggunakan ban vulkanisir pada setiap unitnya. Kabar ini tersebar setelah adanya bus TransJakarta rute PGC-Harmoni (5C) mengalami kerusakan beberapa hari lalu.
Baca juga:Bus TransJakarta Mogok di Tengah Perlintasan Kereta, Ini Kemungkinan Penyebabnya
Insiden bus TransJakarta mengalami gangguan juga diunggah oleh Instagram TMC Polda Metro Jaya, @tmcpoldametro. Yang mana dalam unggahan tersebut, bus TransJakarta mengalami gangguan ban di Harmoni, Jakarta Pusat.
“Bus TransJakarta alami gangguan ban (vulkanisirnya lepas) di samping Pos Lantas Harmoni, Jakarta Pusat, dan sudah dalam penanganan montir,” tulis TMC Polda Metro Jaya dilihat, Kamis (3/6/2021).
Karena adanya dua insiden ini, PT Transportasi Jakarta atau TransJakarta angkat bicara dan menjelaskan keseluruhannya. Direktur utama PT TransJakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo menjelaskan dalam dialog bersama dengan Gerakan Indonesia Muda.
Jhony mengucapkan terimakasih dan mengapresiai Gerakan Indonesia Muda yang peduli terhadap perusahaan yang dipimpinnya tersebut. Dia mengatakan, terkait kedua insiden yang terjadi tidak berselang lama tersebut, TransJakarta sama sekali tidak pernah menggunakan ban vulkanisir.
“Untuk itu guna menghindari pemberitaan yang melenceng, kami persilahkan pihak-pihak yang meragukan hal ini untuk melakukan audit secara langsung,“ ujar Jhony yang dikutip dari siaran pers, Rabu (9/6/2021).
Bahkan Jhony menambahkan, saat ini pihaknya terus berfokus dalam memberikan pelayanan terbaik bagi fasilitas yang aman dan nyaman digunakan oleh pelanggan di masa pandemi saat ini. Untuk diketahui, bus dengan ban rusak terjadi sekitar pukul 07.30 WIB pada Kamis (3/6/2021).
Saat itu bus tengah melintas di traffic light Harmoni dari Juanda menuju ke Harmoni. Kemudian bus mengalami pecah ban depan bagian kanan bus dan ban yang digunakan bus TransJakarta tersebut diproduksi tahun 2016. Selain itu bus itu terakhir kali dilakukan uji KIR pada 9 Februari 2021 dan lulus untuk melayani seluruh masyarakat.
Sehingga ketika ban pecah terlihat seperti vulkanisir lepas. Bahkan saat kondisi ban pecah, bus TransJakarta diarahkan tetap melaju hingga Halte Harmoni sehingga kondisi ban mengalami sobek di sekelilingnya.
Mengendarai sepeda sungguh mengasyikkan bagi para goweser atau pesepeda. Dengan catatan, goweser mengetahui arah jalan. Bila tidak, aktivitas gowes bukan tak mungkin akan berubah menjadi mimpi buruk atau bahkan petaka.
Di era digital seperti sekarang ini, bepergian memang lebih mudah. Tanpa mengindahkan petunjuk jalan yang ada, cukup berpatukan pada aplikasi Google Maps, goweser atau penggunanya besar kemungkinan bisa sampai di lokasi.
Hanya saja, bagi pesepeda ataupun sepeda motor, prosesnya sering kali menyulitkan, seperti harus berkali-kali melihat ponsel. Bagi mereka yang menghindari hal itu, ponsel biasanya diletakkan di stang sepeda.
Untuk menghindari hujan, itu bisa menggunakan holder waterproof agar tak merusak ponsel. Cara tersebut memang berhasil menghindari goweser berkali-kali berhenti untuk mengecek Maps, tetapi tak menghindarinya dari bahaya lain, seperti penjambretan, penodongan, pencurian, dan kejahatan lainnya saat di jalan terhadap ponsel yang bertengger di stang; kecuali goweser sekalian menggunakan Velo 2 Beeline.
Velo 2 Beeline sendiri merupakan kompas digital yang didesain se-simpel mungkin, baik dari segi bentuk, ukuran, peletakkannya, fitur, tampilan, dan lain sebagainya, untuk menavigasi arah di jalan-jalan bagi para pesepeda.
Dilansir New Atlas, dalam penelitian internal perusahaan, tampilan Google Maps terkadang justru membuat bingung pengguna. Terlebih, dalam konteks bersepeda, tampilan semacam itu tak efektif untuk dioperasikan di hardware kecil dan mungkin yang bisa ditempel di sepeda.
Velo 2 Beeline diklaim menjadi jawaban goweser untuk menavigasi mereka. Cara pengoperasiannya pun mudah. Pertama-tama, pengguna harus menghubungkan ponsel dan Velo 2 Beeline dengan mengunduh aplikasi khusus.
Usai keduanya terhubung, pengguna harus menentukan tujuan dan klik tombol go. Setelah itu, Velo 2 Beeline akan menampilkan arah tujuan anda berserta jaraknya, seperti pada gambar di atas.
Sebelum memulai gowes, pengguna dapat memilih tiga mode yang tersedia; rute cepat (rute tercepat dengan melahap jalan besar, jalan tikus, bahkan jalan yang super sibuk sekalipun), rute seimbang (rute dengan pilihan jalan yang lengang dan agak cepat), serta rute santai atau tenang (rute yang menghindari jalan macet walau harus memutar, melewati pedesaan, rimbun dan asri, dan lain sebagainya).
Sesudah memulai gowes, ponsel dan Velo 2 Beeline tak lagi membutuhkan akses internet. Tanpa itu, Velo 2 Beeline tetap bisa menavigasi pengguna.
Bila di tengah jalan, pengguna ingin mengubah rute di antara tiga itu, mereka cukup menekan tombol plus atau minus pada layar Velo 2 Beeline.
Selain itu, pengguna juga dapat melihat kecepatan yang ditempuh saat sedang gowes, jarak yang ditempuh, dan perkiraaan waktu tiba di tujuan, dengan hanya mengklik dua kli tombol plus pada layar Velo 2 Beeline. Kompas digital ini, dalam sekali pengisian daya, bisa on sampai 20 jam.
Soal harga, pengembang alat tersebut, Kickstarter, membanderolnya seharga US$79. Adapun harga ecerannya diperkirakan mencapai US$109 atau sekitar Rp1,5 juta (kurs 14.283). Terjangkau, bukan?
Belum lama ini seorang penumpang KRL Commuter Jabodetabek melaporkan dugaan tindakan pelecahan yang terjadi pada temannya kepada akun Twitter resmi milik PT KAI Commuter @commuterline. Namun balasan yang didapat adalah kalimat tidak sopan dari admin @commuterline.
“BTW kejadiannya dialami sama teman mba kan? Bukan sama mba kan? Kenapa gak langsung lapor polisi saja mba nya? Dan kalau lapor polisi si mba nya pun harus ada bukti,” tulis admin @commuterline.
Setelah menjadi viral, tweet tersebut kemudian dihapus dari akun @commuterline dan manajemen KAI Commuter secara resemi telah meminta maaf kepada pelapor dan korban pelecehan yang terjadi di KRL. Bahkan VP Corsec KAI Commuter Anne Purba mengatakan, pihaknya telah menghubungi secara langsung korban pelecehan di KRL 1452 tujuan Cikarang yang terjadi pada Jumat (4/6/2021).
Ternyata Kejadian seperti ini bukanlah hal yang baru lagi, bahkan kerap kali terjadi dan tahun lalu seorang pemilik akun Facebook meminta bantuan ke anggota grup KRL Mania untuk melaporkan pemilik akun Instagram @wanitacd. Di mana akun tersebut menintip, mengambil gambar dan merekam secara sembunyi celana dalam perempuan pengguna KRL di Jabodetabek dan ruang publik lainnya.
Perilaku ini dikatakan Komnas Perempuan, tindakan yang dilakukan pemilik akun tersebut adalah kekerasan seksual terhadap perempuan di ranah publik. Namun nyatanya pelecehan seksual juga terjadi di transportasi lainnya seperti di dalam bus TransJakarta dan bukan hanya dilakukan oleh penumpang tetapi pengemudi kepada rekan kerjanya.
Beberapa tahun lalu seorang petugas on board bus TransJakarta mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengemudi bus. Petugas wanita tersebut di colek kemaluannya oleh pelaku saat berada di dalam bus sekitar pukul 21.40 WIB.
Berkaca pada banyaknya tindakan pelecehan seksual yang dirasakan penumpang wanita, Koalisi Ruang Publik Aman atau KRPA melakukan survei tahun 2019. Di mana hasilnya nyaris 50 persen penumpang wanita mengalami pelecehan seksual di transportasi publik.
Baca juga:Lakukan Pelecehan Seksual, Pengemudi Grab Dipenjara dan Dikeluarkan dari Platform
KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, survei tersebut melibatkan 38.766 responden perempuan dari 34 provinsi dengan latar belakang usia maupun tingkat pendidikan yang beragam. Dalam survei KRPA, pelecehan seksual paling banyak terjadi di bus, yaitu 35,45 persen. Di peringkat berikutnya adalah angkot 30 persen dan KRL 17,79 persen.
Di masa kendaraan listrik, taksi konvensional pun tak mau ketinggalan untuk ikut mengurangi polusi yang menyebabkan pemanasan global. Seperti BlueBird yang mulai mengganti beberapa armada berbahan bakar minyaknya menjadi berbahan bakar listrik.
Taksi Bluebird di Jakarta sendiri beberapa di antaranya sudah dilayani dengan mobil listrik BYD buatan Negeri Tirai Bambu. Mobil tersebut berseri E6 dan kehadirannya ini membuat perusahaan taksi yang didirikan oleh Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono tersebut menghadirkan model lain yang juga diproduksi oleh BYD.
KabarPenumpang.com mengutip dari vivanes.com (16/5/2021), BlueBird kemudian menghadirkan seri lainnya dari pabrikan mobil listrik asal Cina tersebut yakni T3. Bentuk mobil T3 sendiri berbeda dengan E6 yang mengusung bentuk hatchback. Di mana BYD M3 dirancang dengan konsep multi purpose vehicle atau MVP dengan pintu geser.
Sebelumnya armada dengan desain pintu geser juga sudah dipakain yakni Nissan Serena untuk layanan khusus. Armada BYD T3 ini akan digunakan untuk melayani pelanggan yang ada di Pulau Dewata, Bali.
Hal ini karena, mobil tersebut dipilih karena Bali menjadi proyek percontohan kendaraan listrik oleh pemerintah. Selain itu juga sebai wujud dukungan BlueBird pada upaya pemerintah mengurangi emisi karbon dan mempopulerkan kendaraan ramah lingkungan.
“Nikmati E-BlueBird Zero Emission yang akan menjadikan perjalanan transportasi kamu lebih ramah lingkungan dan pastinya,” tulis @bluebirdbali pada postingannya di Instagram.
Untuk diketahui, T3 awalnya diperkenalkan oleh BYD dalam bentuk blind van saja, sementara bagi yang membutuhkan angkutan penumpang bisa memilih M3 yang dibekali mesin hybrid. BlueBird merupakan perusahaan penyedia layanan taksi paling besar saat ini di Indonesia.
BlueBird sendiri hadir sejak 1972 dan menggunakan mobil Holden Torana buatan Australia sebagai mobil pertama mereka. Tak berhenti disitu saja, BlueBird kemudian mengembangkan lini bisnis dengan menawarkan layanan eksklusif yang diberi nama SilverBird.
Ini adalah armada yang menggunakan mobil mewah bekas acara KTT Asean pada 1992. Mereka kemudian meremajakan SilverBird dengan produk Mercedes-Benz, dan beberapa tahun lalu hadir mobil listrik Tesla Model X.
United Airlines belum lama ini meluncurkan iklan penerbangan supersonik. Maskapai Amerika Serikat itu nantinya akan menghubungkan rute-rute trans-atlantik dalam waktu sangat singkat, seperti London-New York 3,5 jam, New York-Frankfurt 4 jam, San Francisco-Tokyo 6 jam, dan berbagai tujuan lainnya.
Tak hanya itu, penerbangan super cepat menggunakan pesawat dari Boom Supersonic tersebut juga 100 persen menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.
Berbicara mengenai pesawat supersonik tentu tak terlepas dari Concorde. Sebagai ikon pesawat supersonik, Concorde memang begitu dikenang oleh avgeek di seluruh dunia. Tetapi, mungkin tak banyak yang lupa bahwa sebetulnya Concorde datang lebih akhir ketimbang pesawat supersonik Uni Soviet (Rusia), Tupolev Tu-144.
Pesawat tersebut diketahui terbang perdana pada 31 Desember 1968 sedangkan Concorde baru berhasil terbang perdana pada 2 Maret 1969. Dari segi kecepatan, pesawat supersonik Uni Soviet juga lebih unggul. Tu-144 diketahui mampu melesat hingga 2.300 km per jam. Sedangkan Concorde hanya 2.158 km per jam.
Bisa dibilang, dalam persaingan di bidang pesawat supersonik, Uni Soviet adalah pemenangnya, sekalipun pada akhirnya Barat jelas memenangkan persaingan dengan kiprah Concorde selama puluhan tahun.
Selain pesawat supersonik, era Perang Dingin juga menonjolkan persaingan lainnya antara Soviet-Barat. Salah satunya ialah di pasar pesawat quadjet antara Vickers VC10 dengan Ilyushin Il-62.
Sama halnya dengan Tu-144 dan Concorde, antara Vickers VC10 dengan Ilyushin Il-62 juga memiliki desain yang identik. Kendati demikian, Vickers VC10 berhasil terbang perdana lebih dahulu dibanding pesaing Uni Soviet-nya.
Dikutip dari aerocorner.com, Vickers VC10 terbang perdana pada 29 Juni 1962, lebih dulu enam bulan dari pesawat jet Kim Jong Un tersebut, yang baru melakoni penerbangan perdana pada 3 Januari 1963. Meski didukung empat mesin Rolls-Royce Conway, jet yang sempat menduduki posisi sebagai pesawat paling populer di dunia ini merupakan pesawat narrowbody.
Tak hanya itu, meski menggunakan empat mesin, Vickers VC10 juga mampu lepas landas dan terbang di landasan pacu pendek, tak seperti quadjet lainnya di dunia.
Pemegang rekor 41 tahun penerbangan Atlantik tercepat oleh pesawat jet subsonik ini diketahui memiliki panjang 48,66 meter dan bentang sayap 45 meter. Vickers VC10 mampu terbang sejauh 9,408 kilometer di ketinggian 43 ribu kaki pada kecepatan maksimum 930 km per jam.
Vickers VC10 mampu mengangkut sebanyak 135 penumpang dalam tiga kelas. Dalam konfigurasi dua kelas, kapasitas penumpang meningkat menjadi 151 pax.
Selama tahun 1962–1970, sebanyak 54 unit Vickers VC10 berhasil diproduksi. Itu terbagi menjadi tiga varian, yakni VC10 tipe 1101, Super VC10 tipe 1151, dan VC10 C.1 tipe 1106.
Selain digunakan oleh maskapai penerbangan Inggris, seperti British Overseas Airways Corporation (BOAC) dan British United Airways, Vickers VC10 juga pernah digunakan oleh Ghana Airways, Nigeria Airways, Gulf Air, serta maskapai lainnya di beberapa negara di dunia seperti Argentina, Cekoslowakia, Lebanon, Meksiko, Rumania, dan Thailand.
Tak hanya dioperasikan sebagai pesawat komersial, pesawat tersebut juga digunakan oleh Royal Air Force (RAF) sebagai pesawat tanker untuk pengisian udara-ke-udara.
Pesepak bola modern memang bergelimang harta. Gaji ratusan miliar rupiah per bulan tentu menjadi buktinya. Itu baru gaji, belum pendapatan lainnya dari iklan, bonus, sponsor, dan lain sebagainya.
Baca juga: Intip Deretan Koleksi Jet Pribadi Bill Gates yang Picu Kontroversi
Tak ayal, tak sedikit dari pesepak bola kenamaan dunia yang membeli jet pribadi atau private jet untuk mendukung aktivitas mereka. Seiring berkembangnya industri sepak bola dunia, semakin banyak pesepak bola yang memiliki private jet. Tetapi, hanya segelintir dari mereka yang mampu membeli private jet mewah dan termahal di dunia. Siapa saja?
Agar lebih jelas, dikutip dari menkoraviation.com, berikut daftar enam private jet termahal milik bintang sepak bola dunia.
6. Private Jet Gareth BalePrivate jet Gareth Bale. Foto: Twitter @GarethBale11 / Cessna
Gelandang sayap atau penyerang sayap Real Madrid yang tengah dipinjamkan ke Tottenham ini mendapat gaji 600 ribu poundsterling atau sekitar Rp12,2 miliar per pekan, menjadikannya sebagai pesepak bola dengan gaji termahal seantero dunia.
Dengan nominal tersebut, pemain asal Wales itu wajar saja bila membeli private jet Cessna Citation XLS + seharga US$8 juta atau sekitar Rp114 miliar (kurs 14.316). Jet pribadinya itu disebut mampu mengangkut 12 penumpang, melaju di kecepatan 815 km per jam, dan jangkauan 3.890 km.
5. Private Jet Paul PogbaPrivate jet Paul Pogba. Foto: Paul Pogba / Gulfstream
Pemain termahal di dunia hingga Agustus 2017 itu mendapat gaji sebesar 300 ribu poundsterling atau sekitar Rp6 miliar (kurs 14.316) per pekan di Manchester United. Kendati gajinya lebih kecil dari Gareth Bale, pesepak bola muslim asal Perancis itu mampu membeli jet privadi yang lebih mahal.
Disebutkan, Paul Pogba memiliki private jet Gulfstream G280 seharga US$20 juta atau sekitar Rp285 miliar (kurs 14.316). Pesawat jet pribadi ini mampu mengangkut 10 penumpang dalam sekali terbang, dengan kecepatan 850 km per jam, serta jangkauan 6.700 km.
4. Private Jet NeymarPrivate jet Neymar. Foto: Neymar / Cessna Textron
Pemain termahal di dunia dalam bursa transfer ini mendapat gaji sebesar 500 ribu pounsterling atau sekitar Rp9,87 miliar per pekan.
Dengan gaji tersebut, pemain internasional Brasil ini pun membeli private jet mewah Cessna Citation Sovereign (680) seharga US$22 juta atau sekitar Rp314 miliar (kurs 14.316). Jet pribadi itu mampu menampung 12 penumpang dengan kecepatan 890 km per jam sejauh 5.275 km.
3. Private Jet Zlatan IbrahimovićPrivate jet Ibrahimovic. Foto: Instagram Ignazio Abate / Cessna Textron
Penyerang gaek andalan AC Milan tersebut memiliki bayaran sebesar 225 ribu poundsterling atau setara Rp4,3 miliar per pekan.
Kendati demikian, pemain internasional Swedia itu sanggup membeli pesawat jet pribadi lebih mahal dari deretan pemain termahal di dunia. Disebutkan, ia membeli private jet Cessna Citation Longitude seharga US$26 juta atau sekitar Rp371 miliar (kurs 14.316). Pesawat mewah ini mampu mengangkut 12 penumpang dan jangkauan 6.482 km, lengkap denga fasilitas ruang makan dan tempat tidur.
2. Private Jet Lionel MessiPrivate jet Liones Messi. Foto: Lionel Messi / Gulfstream
Dalam satu musim, penyerang andalan Barcelona itu meraup Rp2,3 triliun. Jika dirinci, dia akan mendapatkan sekitar Rp 191 miliar per bulan.
Dengan gaji segitu, pemain internasional Argentina itu membeli jet pribadi mewah Gulfstream V seharga US$45 juta atau sekitar Rp642 miliar (kurs 14.316). Pesawat itu mampu mengangkut 16 orang dengan jangkauan 11 ribu km. Pesawat ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas mewah seperti ruang makan, hiburan, toilet mewah, ranjang super empuk, dan lain sebagainya.
1. Private Jet Cristiano RonaldoPrivate jet Cristiano Ronaldo. Foto: Cristiano Ronaldo / Gulfstream Aerospace
Pesepak bola yang familiar di Indonesia karena mengangkat Martunis Ronaldo -yatim piatu korban Tsunami Aceh 2004- sebagai anak tersebut, mendapatkan gaji sebesar 31 juta euro atau sekitar Rp538,95 miliar dalam setahun di Juventus. Ia bahkan mendapat bayaran lebih tinggi dari sponsor dan lain sebagainya.
Baca juga: Bernilai Sejarah, Keberadaan Lockheed JetStar Peninggalan Elvis Presley Masih Misterius
Tak ayal, ia sanggup membeli pesawat jet pribadi Gulfstream G650 seharga US$65 juta atau sekitar Rp 927 miliar (kurs 14.316), menjadikannya sebagai pesepak bola dunia pemilik private jet termahal dan termewah di dunia.
Jet pribadi mewah ini memiliki kapasitas kursi sebanyak 18 penumpang dan jangkauan 12.960 km, lengkap dengan berbagai fasilitas mewah. Hanya saja, usut punya usut, pemain internasional Portugal itu hanya menyewa jet itu seharga 6.000 euro per jam. Maka dari itu, gelar pesepak bola yang memiliki private jet termahal dan termewah di dunia jatuh ke tangan Lionel Messi.
Boeing 737 MAX 8 American Airlines belum lama ini dilaporkan mengalami bird strike atau serangan burung sesaat sebelum meninggalkan runway Bandara Internasional Argyle, Saint Vincent and Grenadines, Kepulauan Karibia.
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, seekor burung tampak menghantam mesin pesawat dan hancur seketika. Saat itu, sebetulnya pesawat sudah mencapai kecepatan mininum untuk terbang. Beruntung, pilot cepat merespon dan langsung melakukan engine brake atau reverse engine dibantu flap and slat untuk memaksimalkan pengereman sebelum mencapai ujung runway.
Laporan The Aviation Herald, akibat insiden bird strike tersebut, pesawat mengalami kerusakan berat pada bagian mesin sebelah kiri dan tak bisa terbang sebelum menjalani inspeksi. Sebagai gantinya, salah satu dari tiga maskapai terbesar di Amerika Serikat (AS) itu mengirim pesawat baru untuk mengantar penumpang pulang ke Miami, AS, sekitar 28 jam kemudian.
“Pada 5 Juni, American Airlines penerbangan 1427 dengan layanan dari Saint Vincent dan Grenadines (SVD) ke MIA (Bandara Internasional Miami) dengan selamat kembali ke gate sebelum lepas landas karena masalah mekanis,” kata juru bicara American Airlines.
“Tidak ada cedera yang dilaporkan dan semua penumpang diberikan makanan dan akomodasi hotel. Sebuah pesawat pengganti diterbangkan untuk menyelesaikan penerbangan dari SVD ke MIA. Kami menghargai kesabaran penumpang kami dan meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” tambahnya.
Asi se vivió ese despegue abortado desde adentro de la cabina de pasajeros. (créditos al autor del video).
Burung besi (pesawat terbang) meskipun berukuran jauh lebih besar dan jauh lebih berat, kurang lebih berbobot 40.000 kg, kerap dibuat repot dengan kawanan burung berbobot hanya 2 kg. Salah satu pelopor penerbangan, Cal Rodgers, merupakan orang pertama yang meninggal karena bird strike.
Pada tahun 1912, pesawatnya bertabrakan dengan burung camar di Long Beach, California, AS, yang menyebabkan masalah besar pada pesawatnya. Pesawat Rodgers jatuh dan ia pun tenggelam. Dalam catatan International Bird Strike Committee, sekitar US$1,2 miliar setiap tahun digelontorkan maskapai untuk memperbaiki pesawat akibat bird strike.
Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas. Begitu juga menjelang landing. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter.
Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.
Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.
Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden bird strike di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan fatal.