Sejarah Ibadah Haji Sejak 1.400 Tahun Lalu: Pernah 20 Tahun Ditiadakan Gegara Hajar Aswad Dicuri!

Pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 masehi atau 1442H resmi ditiadakan. Arab Saudi hanya mengizinkan pelaksanaan ibadah haji oleh para ekspatriat dan warga yang bermukim di sana.

Baca juga: Kisah SS Voorwaarts, Kapal Uap Italia Bekas Pengangkut Jamaah Haji dan Orang Jawa ke Suriname

Kendati sulit diterima, namun sebetulnya itu masih lebih baik ketimbang di masa lalu, dimana ibadah haji benar-benar ditiadakan sama sekali, baik oleh umat Islam di Indonesia dan dunia serta umat Islam di Arab Saudi bahkan penduduk Mekkah-Madinah sekalipun.

Sejarah ibadah haji sejak 1400 tahun lalu atau pasca hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke dari Mekkah ke Madinah mencatat, pelaksanaannya pernah beberapa kali terganggu bahkan sampai benar-benar ditiadakan sampai lebih dari 20 tahun lamanya. Setidaknya, seperti dilansir Smithsonian Magazine, ada tiga penyebab umum yang melatarbelakangi hal itu.

1. Konflik bersenjata

Sejak berdirinya Kerajaan Saudi pada tahun 1932, beberapa kali wabah pernah mengganggu pelaksaan ibadah haji. Namun tidak sampai ditiadakan, sebagaimana tahun 930. Ketika itu, sekte Ismailiyah, sebuah komunitas minoritas Syiah yang dikenal sebagai Qarmatians, menyerbu Mekkah lantaran percaya bahwa ibadah haji merupakan ritual pagan.

Orang-orang Qarmatian kemudian membunuh jamaah haji dan membawa kabur hajar aswad, yang diyakini batu dari surga, untuk kemudian disimpan di benteng mereka di Bahrain.

Sejak saat itu, pelaksaan ibadah haji ditiadakan sampai 20 tahun lebih, sampai akhirnya Dinasti Abbasiyah, yang berkuasa sejak tahun 750-1258, membayar sejumlah uang tebusan untuk membawa pulang hajar aswad kembali ke Mekkah.

2. Gesekan politik

Perbedaan politik berujung konflik sering membuat pelaksanaan ibadah haji terganggu. Namun memang tak separah ketika hajar aswad dicuri. Pada tahun 983, para penguasa Fatimiyah Mesir mengaku sebagai pemimpin Islam sejati dan menentang kekuasaan dinasti Abbasiyah di Irak dan Suriah.

Alhasil, gesekan politik ini membuat jamaah haji di Mekkah-Madinah tak bisa melaksanakan ibadah haji selama delapan tahun sampai tahun 991.

Baca juga: Tak Hanya Kasus ABK WNI, Larung Jenazah Sudah Dilakukan Sejak Perjalanan Haji di Masa Lalu

Pernah juga ketika serbuan militer Napoleon yang bergesekan dengan Inggris, membuat jamaah haji dari seluruh dunia tertahan pada tahun 1798 dan 1801.

3. Virus, wabah, dan penyakit

Penyakit dan bencana alam pernah mewabah di seluruh dunia di masa lalu sebagaimana virus Corona dan menyebabkan ibadah haji batal pada tahun 967, beberapa tahun sepanjang abad ke-19 dan awal abad ke-20, wabah kolera pada tahun 1858, wabah pes di India pada tahun 1831, kekeringan dan kelaparan di bawah Dinasti Fathimiyah pada  tahun 1048, MERS pada 2012-2013, isu HAM antara Qatar-Arab pada 2017 dan 2018 serta lain sebagainya.

Unik, Bangunan Beton Diapit Jalan Layang dan Pintu Stasiun ini Ternyata Toilet

Sebuah bangunan beton berada di antara jalan layang dan pintu masuk stasiun kereta mungkin akan membuat bingung pelancong. Namun ternyata Suppose Design office sengaja membuat bangunan yang bila terlihat dari jauh seperti mengambang itu. Bangunan beton ini adalah sebuah toilet yang letaknya disebelah Stasiun Sendagaya dekat Stadion Olimpiade Tokyo.

Baca juga: Mules Saat Kereta Terakhir, Siswa di Jepang Terkunci di Toilet Stasiun

Studio mengatakan, pihaknya membangun toilet seperti terjepit tersebut karena memikirkan cara membuat dampak dengan arsitektur sederhana dan beberapa cara. Dilansir KabarPenumpang.com dari dezeen.com (2/3/2021), mereka mengatakan, membuat toilet dengan menggunakan ketinggian.

“Kami ingin menciptakan rasa tidak nyaman di kota dengan membuat gumpalan beton, yang biasanya berat, terlihat seperti mengambang sehingga menjadi seni tersendiri.
Blok toilet setinggi 7,5 meter tingginya dua kali lebih tinggi dari pintu masuk stasiun, yang dikombinasikan dengan fasad beton monolitik menjadikannya struktur yang mengesankan,” kata studio.

Dinding beton tersebut seperti digantung, karena beton yang menyangga bangunan berada di tengah blok toilet dengan celah 500 milimeter yang tersisa di sekitar dasar bangunan untuk memungkinkan cahaya dan udara masuk ke dalam struktur. Menurut mereka, berat beton yang dikombinasikan dengan efek mengambang dirancang untuk menyampaikan rasa kontradiksi.

“Membangun ruang dengan hati-hati menumpuk hubungan yang dimanifestasikan oleh kontradiksi, seperti ‘rasa mengambang karena berat’ dan ‘hadirnya cahaya karena kegelapan’, kami berusaha untuk menghilangkan batas antara kota dan arsitektur dan untuk menciptakan batas yang menarik di mana alam dan arsitektur beresonansi satu sama lain,” jelas mereka.

Blok seluas 75 meter persegi diakses dengan satu pintu yang dipotong ke fasad beton yang menghadap ke stasiun. Ini mengarah ke area tengah dengan wastafel dan toilet yang dapat diakses dengan toilet pria dan wanita yang diatur di kedua sisinya.

Untuk menciptakan “tampilan seperti hotel” di dalam blok, studio melapisi bilik di panel kayu Akoya dan menggunakan papan nama kuningan di seluruh area. Sebuah skylight panjang yang membentang sepanjang blok meneranginya dari atas.

“Sepenuhnya tertutup setinggi mata, secara simbolis membiarkan cahaya masuk dari atas, dan memastikan ventilasi melalui celah di kaki bangunan, kami bertujuan untuk menciptakan arsitektur yang memungkinkan orang untuk merasakan ruang lebih dari sekadar toilet umum, sebagai perangkat untuk membuat lingkungan sekitar terlihat jelas,” kata studio.

Suppose blok toilet Design Office adalah yang terbaru dari serangkaian fasilitas umum yang dirancang arsitek yang baru-baru ini dibangun di Tokyo. Studio percaya bahwa ini adalah bagian dari upaya seluruh kota untuk meningkatkan Tokyo menjelang Olimpiade dengan berfokus pada intervensi arsitektur kecil.

“Kami pikir ini adalah hasil dari upaya sadar untuk merevitalisasi kota untuk Olimpiade. Toilet umum adalah bangunan kecil, tetapi ukurannya yang kecil memberi mereka skala yang akrab,” katanya.

“Di sisi lain, mereka cenderung memiliki citra yang tidak disukai dari sudut pandang kebersihan, jadi kami pikir mereka berpikir untuk berkontribusi pada peningkatan tingkat budaya dengan mempertahankan arsitektur pada skala yang sudah dikenal sambil memperbarui citra buruk itu,” tambah mereka.

Baca juga: Tokyo Metro Hadirkan Aplikasi untuk Mudahkan Penumpang Temukan Toilet Kosong di Stasiun

Di tempat lain di kota, Toilet Tokyo Nippon Foundation telah melihat tujuh toilet yang dibangun oleh beberapa arsitek paling terkenal di dunia, termasuk tiga pemenang Hadiah Pritzer. Sebagai bagian dari proyek, Shigeru Ban mendesain sepasang balok transparan yang menyala di malam hari, sementara Tadao Ando membuat toilet melingkar dan Fumihiko Maki di atasnya dengan “atap ceria”.

Perjalanan Haji Tahun 1600-an, Setahun di Laut dan Belasan Kali Gonta-Ganti Kapal!

Ibadah ke Tanah Suci Mekkah memang bukan perkara mudah. Perlu kekuatan harta dan tenaga agar dapat sampai ke sana. Sebelum era pesawat terbang datang, jamaah haji tempo dulu berangkat menggunakan kapal laut.

Baca juga: Perjalanan Haji Tahun 1888, 20 Hari Keliling Pulau Jawa Sebelum Menuju Mekkah!

Di beberapa literatur dan cerita turun-temurun, durasi jamaah haji tempo dulu mulai dari berangkat sampai pulang kembali ke rumah cukup bervariasi, mulai dari sebulan, empat bulan, enam bulan, hingga total 10 bulan. Luar biasa, bukan? Bahkan, di banyak kasus, keluarga sama sekali tidak mengetahui dimana jenazah anggota keluarganya.

Sebab, baik saat perjalanan ataupun pulang, jamaah haji yang meninggal memang dilarung ke laut, tidak menunggu sampai ke daratan. Itulah mengapa, calon jamaah haji tempo doeloe (dulu), sebelum berangkat, rata-rata sudah memberikan wasiat ke keluarga seolah mereka tak akan pernah kembali pulang. Di sini, proses pengajian (ratiban, prosesi melepas jamaah haji) biasanya sangat sakral dan berlinang air mata.

Selain lama perjalanan dan jenazah jamaah haji tempo dulu yang dilarung ke laut, kekompakan serta semangat nenek moyang kita menyambut panggilan haji di tahun-tahun awal Belanda mulai menjajah Indonesia, yaitu pada abad ke-15 (tepatnya 20 Maret tahun 1602), menarik untuk dibahas.

Pasalnya, ketika itu, pemerintahan Hindia Belanda belum mengatur pelaksanaan ibadah haji, baik secara aturan maupun akomodasinya. Sudah begitu, tak ada pihak swasta yang berinsiatif melayani pelaksaan ibadah haji. Parahnya lagi, di tahun 1600-an, kapal mesin atau kapal uap belum ada dan pada umumnya menggunakan kapal layar. Jadi, perjalanan haji menjadi sangat lama.

Dalam buku Kumpulan Karangan Snouck Hurgronje Jilid VIII karya Soedarso Soekarno, mobilisasi jamaah haji tempo dulu di Nusantara berpusat di Aceh. Ini pula yang menurut banyak pendapat menjadikan Aceh disebut Bumi Serambi Mekkah.

Sayangnya, tak disebutkan dengan rinci bagaimana mobilisasi jamaah haji dari Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, tanpa dikoordinir pemerintah Hindia Belanda maupun swasta serta tanpa adanya teknologi komunikasi dan informasi yang cepat dan instan seperti sekarang ini, berkumpul dan berangkat bersama-sama menuju Aceh. Sungguh ajaib.

Tetapi, menurut Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Oman Fathurahman, dalam teks asal abad ke-16 dan ke-17, seperti Sajarah Banten dan Babad Kraton, jamaah haji berangkat dengan berjalan kaki dari Jawa, berkuda, jalan darat, melewati sungai, gunung, hutan belantara, sampai menumpangi kapal laut saudagar Asia Tenggara-Arab.

Balik lagi ke buku Soedarso Soekarno, disebutkan, dari Aceh, jamaah haji pun berpindah-pindah kapal atau bisa dibilang nebeng atau menumpang kapal pedagang menuju India. Tak ada rute khusus kapal berlayar menuju Mekkah, bahkan di musim haji sekalipun.

Dalam perjalanan Aceh menuju India belum tentu ditempuh dalam sekali keberangkatan. Sebab, kendala di perjalanan senantiasa menghadang, seperti karam, sakit, serta dirampok perompak, dan mengharuskan mereka terdampar di pulau sebelum pindah ke kapal lainnya.

Dari India, perjalanan haji tempo dulu tahun 1600-an berlanjut ke Yaman. Namun, tak selalu ke sini. Bisa saja ke negara-negara di sekitarnya, seperti Oman, Pakistan, atau bahkan Iran. Sekali lagi, semua tergantung kapal layar pedagang berlabuh.

Baca juga: Sejarah Pulau Onrust, Tempat Karantina Jemaah Haji hingga Bendung Semangat Nasionalisme

Dengan cara ini serta segunung masalah yang menimpa selama perjalanan, tak ada yang memastikan berapa lama perjalanan ibadah haji tempo dulu ditempuh. Namun, diperkirakan bisa sampai enam bulan sekali berangkat atau satu tahun perjalanan pulang pergi (bahkan bertahun-tahun), termasuk pelaksanaan ibadah haji di Mekkah-Madinah.

Menariknya, di banyak literatur, jamaah haji yang berangkat dengan yang pulang justru lebih banyak pulang dan membuat Hindia Belanda geram. Pada umumnya, mereka bukan hanya membawa pengalaman tetapi juga ilmu agama untuk didakwahkan ke masyarakat sampai akhirnya semangat perlawanan pun muncul.

Bye-bye Toilet Sempit, AirGo Tawarkan Toilet Lega di Pesawat

Sudah bukan rahasia kalau toilet atau lavatory di pesawat umumnya sangat sempit. Parahnya lagi, data menunjukkan, seiring tingginya jumlah penumpang, rata-rata dari maskapai makin memperbanyak kapasitas kursi dan mengorbankan kenyamanan, dalam hal ini mempersempit toilet sampai 10 inchi dalam 10 tahun terakhir.

Baca juga: Penumpang Masak Steak di Toilet Pesawat dan Unggah Video ke TikTok

Pada pesawat widebody, toilet termasuk berjalan di lorong menuju toilet, mungkin bukan perkara sulit mengingat luasnya kabin. Tetapi, pada pesawat narrowbody, seperti Airbus A321LR dan Boeing 737 MAX, ceritanya akan sangat berbeda.

Karenanya, tak sedikit dari penumpang yang sengaja swafoto atau selfie di toilet sebagai satire, saking sempitnya, seperti unggahan di bawah ini. Tetapi, seiring berjalannya waktu, inovasi demi inovasi pun hadir untuk menjawab kebutuhan toilet luas di pesawat, salah satunya datang dari AirGo.

Konsep toilet SPACE oleh firma desain asal Kanada tersebut, tahun ini, bahkan berhasil menembus babak final dalam ajang prestisius desain interior pesawat di dunia, Crystal Cabin Awards. Ajang tersebut diketahui selalu menghadirkan solusi interior saat ini dengan berbagai konsep desain yang menawan. Sudah pasti, mencapai babak final bukan perkara mudah apalagi sampai menjuarainya.

Konsep toilet super luas SPACE memilih menggunakan bentuk segitiga alih-allih berbentuk kotak atau kubus. Ini dinilai menyuguhkan aksesibilitas lebih baik dari dan menuju toilet.

Sadar tak mungkin maksimal hanya dengan konsep toiletnya, AirGo juga menawarkan desain kabin Galaxy sebagai satu kesatuan utuh dan membuatnya makin kompatibel. Konfigurasi kabin Galaxy AirGo tetap memaksimalkan kapasitas kursi sambil menawarkan dua toilet luas di belakang.

Menariknya lagi, konsep toilet luas di pesawat oleh AirGo juga memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Selama ini, pesawat narrowbody kerap tak memperhatikan itu, melengkapi perampingan toilet sekitar 10 inchi selama 10 tahun terakhir, seperti dilaporkan Washington Post.

Baca juga: Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang

Maka dari itu, sejak 2016 lalu, regulator di AS mengharuskan toilet pesawat berkapasitas 125 penumpang harus ramah kursi roda. Tak hanya itu, di tahun-tahun berikutnya, peraturannya diperketat mencakup assist handle, tombol bantuan, sampai pengunci pintu, sabun, dan hal lain yang mudah diakses.

Poinnya adalah para penyandang disabilitas bisa menggunakan toilet dengan mudah tanpa bantuan satupun pramugari. Kendati demikian, tetap harus disediakan fitur-fitur bantuan saat keadaan emergency atau penumpang tersebut mengalami kesulitan dalam mengakses toilet.

Teka-teki Konglomerat Jakarta yang Beli Jet Mewah Bombardier Global 7500 Pertama

Pesawat jet dengan jangkauan terjauh dan termewah di dunia, Bombardier Global 7500 sukses dikirim pembeli anonim alias misterius di Jakarta, menjadikannya sebagai yang pertama di Indonesia. Bagaimana tidak mewah, pesawat ini didesain memang untuk menunjang berbagai hal selama perjalanan, seperti kenyamanan, kesehatan, kemudahan, jangkauan, dan lain sebagainya.

Baca juga: Crazy Rich Asal Malang Punya Jet Pribadi dan Bus Mewah, Ini Dia Armadanya

Dengan segala kemewahannya, tentu saja pembeli Bombardier Global 7500 pertama di Indonesia bukan orang sembarangan. Terlebih, harganya yang mencapai US$100 juta atau Rp1,4 triliun (kurs 14.400) juga tidak mungkin dijangkau oleh sembarang orang. Siapakah pembelinya? Sayang beribu sayang, Bombardier menyembunyikan identitas sang pembeli.

Terlepas dari siapa sang pembeli, sebetulnya, terkait kemewahan, itu sangat fleksibel. Konglomerat di seluruh dunia tentu bisa saja merombak private jet biasa-biasa saja menjadi yang termewah. Karenanya, dalam konteks Bombardier Global 7500 sebagai private jet termewah ialah versi standar yang asli bawaan pabrik, tanpa ada permintaan untuk memodifikasi ulang jet bisnis sampai jadi yang termewah.

Meja lipat dan Foto: Bombardier

Dilansir laman resmi perusahaan, kabin Bombardier Global 7500 tiga meter serta tinggi dua meter lebih ini mampu menampung sebanyak 19 penumpang. Secara umum, jet pribadi ini terbagi menjadi enam zona.

Zona pertama ialah pintu masuk. Di sini, ada dapur besar, lengkap dengan double microwave, wastafel, mesin kopi/espresso, dan kulkas. Ada juga toilet dengan jendela besar serta pencahayaan alami, dilengkapi dengan meja rias, wastafel, dan keran. Tak lupa, di sini zona ini ada Crew Suite serta kompartemen bagasi penumpang dan kru.

Beranjak ke zona Club Suite, penumpang akan dimanjakan dengan suguhan empat kursi Nuage eksekutif nan ergonomis, dua concealable side-tables, enam jendela ultra besar, dan TV besar high definition di dinding.

Tempat tidur nyaman di Bombardier Global 7500. Foto: Bombardier

Di zona Conference Suite, tersedia ruang makan dan ruang meeting berkapasitas enam orang, meja makan with removable leaf and concealable side-table, TV besar high definition di dinding, dan enam jendela ultra besar.

Masuk lebih dalam ke zona Entertainment Suite, penumpang private jet Bombardier Global 7500 dimanjakan dengan tiga berthable divan atau sejenis sofa bed, large entertainment cabinet with media storage, TV berukuran besar high definition di dinding, audio system, dan enam jendela ultra besar.

Lanjut ke zona Private Suite, tersedia fasilitas sebagaimana di zona sebelumnya, seperti tiga berthable divan, kursi Nuage eksekutif, concealable side-table, TV berukuran besar high definition di dinding, dan enam jendela ultra besar. Tak lupa, di zona ini ada juga tombol bantuan khusus untuk memanggil kru kabin dengan sekali sentuhan.

Fitur khusus untuk meminta bantuan pramugari/kru kabin tanpa perlu bersuara. Foto: Bombardier

Terakhir di zona En Suite, penumpang bisa mengakses toilet pribadi dengan segala perlengkapannya, lemari besar, serta kompartemen bagasi.

Baca juga: Asli Sultan! Private Jet Bos Chelsea Dilengkapi Anti Rudal Setara Pesawat Kepresidenan AS

Semua kenyamana tersebut dilengakapi dengan filter udara HEPA serta performa pesawat yang menawan.

Private jet Bombardier Global 7500 diketahui sanggup terbang sejauh 14.260 km, memungkinkan perjalanan New York-Hong Kong dan Singapore-San Francisco non-stop tanpa perlu isi bahan bakar. Selain itu, mesin GE Passport Engines mampu membawa pesawat melaju sampai Mach 0.925. Selain itu, desain sayap serta avionik serta sistem fly-by-wire generasi terbaru juga membuat penerbangan dijamin mulus.

JR East Punya Kereta Komuter Baru untuk Daerah Omiya dan Yokohama

Meski dunia masih mengalami masa pandemi, tetapi perkembangan dunia transportasi tidaklah tidur. Ini terlihat dari East Japan Railway Company atau yang dikenal dengan JR East baru saja mengumumkan pengadaan kereta komuter baru seri E131 untuk area Omiya dan Yokohama.

Baca juga: JR East Hadirkan Stasiun dengan Pertanian dalam Ruangan

Di mana kereta ini akan melaju di jalur Utsunomiya dan Nikko serta jalur Sagami. Dikutip KabarPenumpang.com dari kaorinusantara.or.id JR East, kereta ini akan beroperasi dengan stamformasi tiga kereta (2M1T) untuk jalur Utsunomiya (Utsunomiya-Kuroiso) dan Nikko (Utsunomiya-Nikko), dan empat kereta (2M2T) untuk jalur Sagami (Chigasaki-Hashimoto).

Spesifikasi kereta baru JR East (Kaori Nusantara)

Kereta-kereta tersebut akan menggunakan kontrol interverter variable voltage variable frequency (VVVF) dengan perangkat Silicon Carbide (SiC). Yang mana sistem ini sama dengan yang ada di kereta rel listrik E131 yang saat ini telah beroperasi di jalur Sotobo, Uchibo, dan Kashima.

Sebelum hadirnya kereta baru ini, jalur Utsunomiya dan Nikko dilayani oleh KRL seri 205 batch 600. Ini adalah kereta hasil refurbish tahun 2012-2013 dari batch 0 yang berasal dari jalur Keiyo dan Saikyo. Sedangkan jalur Sagami dilayani oleh KRL seri 205 batch 500 yang dibuat pada tahun 1991 untuk jalur Sagami dengan bentuk muka yang berbeda dengan batch 0.

Spesifikasi kereta baru JR East (Kaori Nusantara)

Pada bagian luarnya, jalur Utsunomiya dan Nikko akan menggunakan livery dengan warna kuning dan coklat yang terinspirasi dari Kaen Daiko yang dipreservasi di Kota Utsunomiya. Warna tersebut melambangkan atmosfir kuil Nikko yang menjadi warisan dunia UNESCO.

Untuk Jalur Sagami akan menggunakan warna biru untuk livery-nya. KRL ini akan dilengkapi oleh CCTV yang ada di tiap samping keretanya. Hal ini bertujuan agar nantinya kondektur dapat memantau penumpang tanpa harus melihat keluar kereta. Selain itu, pemasangan CCTV ini juga memungkinkan pengoperasian KRL hanya dengan satu masinis.

Bahkan di KRL ini, penunjuk perjalananannya sudah menggunakan LED Full Color. Di bawahnya juga sudah terpasang perangkat pemeriksa jalur KA dan kereta (INTEROS) yang nantinya akan memeriksa kondisi jalur kereta yang dilewati serta memantau performa kereta secara real-time.

Untuk interior, kursi yang ada di seri E131 ini memiliki lebar 460 mm. Hal ini tentunya lebih lebar dari seri 205 yang hanya selebar 435 mm. Selain itu, interiornya pun sudah dilengkapi layar LED sebesar 17 inci yang nantinya akan menampilkan informasi kepada penumpang.

Tentunya ruang bebas untuk pengguna kursi roda dan ibu dengan kereta bayi pun tersedia di ujung kereta. Di dalamnya juga terdapat toilet ramah disabilitas yang tersedia untuk jalur Utsunomiya dan Nikko. Rencananya, KRL Seri E131 ini akan mulai beroperasi pada tahun 2022 untuk menggantikan Seri 205.

Baca juga: JR East Undang Media untuk ‘Test Run’ Kereta Otonom di Jalur Joban

Untuk jalur Utsunomiya dan Nikko akan diproduksi sebanyak 15 trainset dengan 3 kereta per rangkaiannya. Sementara untuk jalur Sagami akan diproduksi sebanyak 12 trainset dengan 4 kereta per rangkaiannya.

Mau Jadi ‘Airport of The Future,’ PT Angkasa Pura II Hadirkan Berbagai Teknologi

Banyak negara yang mulai mengubah konsep bandara mereka dan menghadirkan berbagai hal seperti teknologi tinggi dan lainnya. Hal ini juga dilakukan di Indonesia di mana PT Angkasa Pura II atau AP II menjadikan bandara-bandaranya untuk menjadi Airport of The Future.

Baca juga: PT Angkasa Pura II Mudahkan Parkir Inap dengan Aplikasi “Parkir Inap Angkasa Pura II”

Di mana AP II mulai melakukan sejumlah persiapan salah satunya dengan pemilihan konsep yang dianggap tepat karena bandara dapat menciptakan efisiensi dan meningkatkan standar pelayanan. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, bahwa pihaknya telah menjalankan sejumlah inisiatif untuk mengadopsi Airport of The Future.

“Pembangunan Airport Operation Control Center (AOCC) dan penerapan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai wadah kolaborasi seluruh stakeholder,” ujar Awaluddin.

Dia menambahkan, AP II mempertajam penetrasi Airport of The Future pada aspek pelayanan dengan mempersiapkan aplikasi mobile travelin milik perseroan yang sudah bisa diunduh di App Store dari iOS dan Play Store dari Android. Awaluddin menambahkan aplikasi ini untuk menjadi super app di sektor kebandarudaraan dan pariwisata.

“Pengembangan layanan di bandara AP II sudah memasuki area digital dan saat ini perseroan tengah mempertajam penetrasi di aspek ini menjadikan aplikasi travelin menjadi super app, dan ini menjadi solusi bagi penumpang pesawat untuk mendapatkan berbagai pelayanan dan kebutuhan di bandara AP II. Super app travelin akan menjadi suatu State of The Art Technology bagi AP II di bidang pelayanan bandara,” jelasnya.

Dia mengatakan, ini menjadi suatu single platform dengan multi-content dan multi-application yang digunakan oleh multi-user. Super app travelin menjadi solusi bagi penumpang pesawat untuk mendapatkan berbagai pelayanan dan kebutuhan di bandara AP II. Super app travelin menjadi game changer untuk aspek pelayanan kebandarudaraan termasuk di tengah pandemi Covid-19 ini, untuk mewujudkan seamless journey experience, dan sangat kami harapkan dapat berkontribusi maksimal pada pertumbuhan sektor penerbangan dan pariwisata.

Dijelaskan oleh Awaluddin bahwa super app travelin beserta fitur-fiturnya berjalan di smartphone atau gadget dengan didukung Airport ID atau Customer Data Management Platform AP II sebagai Enterprise Big Data, yang mengkolaborasikan ekosistem Travel, Tourism, Transportation [3T], guna menganalisis profil dari setiap pengguna sehingga kebutuhan dan keperluan dapat diketahui dengan cepat.

Baca juga: Hadapi Pertumbuhan Penumpang, Angkasa Pura II Akan Bangun Bandara “Greenfield” di Jakarta

“Melalui Airport ID sebagai Enterprise Big Data, AP II dapat mewujudkan prinsip Know Your Customer (KYC) dan mewujudkan Seamless Journey Experience. AP II juga bisa beroperasi dengan lebih ringkas karena adanya big data dapat mengoptimalkan sumber daya,” jelasnya.

Usai 56 Tahun, BN2 Islander Tetap Diproduksi! Pernah Ikut Operasi Seroja di Timor-Timur

Pabrikan biasanya akan menghentikan produksi sebuah pesawat setelah belasan atau bahkan puluhan tahun lantaran tak sesuai dengan kebutuhan zaman. Tetapi, tidak demikian dengan Britten-Norman BN2 Islander. Setelah diproduksi dan first flight setahun berikutnya pada 13 Juni 1965 lalu, pesawat regional yang pernah dioperasikan TNI AD dalam Operasi Seroja di Timor Timur masih tetap diproduksi sampai saat ini.

Baca juga: Pesawat Ilyushin Il-14 Avia, Sejarah TNI AU yang Nyaris Terlupakan! Pernah Jadi Pesawat Kepresidenan

Sebagaimana namanya, pabrikan pesawat Britten-Norman didirikan oleh dua orang tokoh aviasi global, John Britten dan Nigel Desmond Norman. Cikal bakal perusahaan berdiri berawal dari adanya orderan untuk memodifikasi pesawat de Havilland Tiger Moths.

Setelah berhasil melakoni tugas itu, seperti dikutip dari Simple Flying, keduanya berpikir untuk membuat pesawat sendiri dan jadilah BN1 Finibee, pesawat satu kursi yang hanya satu unit diproduksi.

Tak ingin berhenti di situ, keduanya tetap berambisi untuk memproduksi pesawat lainnya. Sebab, penerbangan, dalam hal ini penerbangan komuter, dalam pengamatannya terus meningkat dan kebutuhan pesawat itu sangat besar. Berdasarkan analisa internal, keduanya pun memutuskan membuat pesawat yang berfokus pada muatan, bukan kecepatan atau jangkauan.

Singkat cerita, pesawat komuter atau regional BN2 Islander pun lahir dan berhasil terbang perdana empat hari sebelum dibawa ke ajang pameran aviasi terbesar, Paris Air Show. Pamor pesawat itu pun makin meningkat.

Karenanya, Britten-Norman pun menggandeng Intreprinderea de Reparatii Material Aeronautic (IRMA) di Rumania untuk memproduksi pesawatnya, mengingat fasilitas produksi British Hovercraft di Isle of Wight, Inggris, tak lagi sanggup memenuhi permintaan. Selain dua itu, ada juga pabrikan di Belgia usai Britten-Norman dibeli Fairey Aviation.

Secara umum, BN2 Islander dioperasikan oleh satu kru dan mampu mengangkut sembilan penumpang. Pesawat komuter sipil dan militer itu didukung dua mesin piston Rolls -Royce / Continental IO-360B dan mesin turbuproop Allison 250-B17C.

Pesawat mampu melaju di kecepatan 272 km per jam, service ceiling setinggi 4.450 m dengan jangkauan sejauh 1.400 km.

Sebagaimana disebutkan di awal, pesawat dengan panjang 11 meter, tinggi 4 meter, dan bentang sayap 15 meter ini berfokus pada payload atau muatan besar mencapai 1.6 ton dan MTOW mencapai tiga ton.

Kendati Britten-Norman memproduksi BN2 varian militer (defender, bersama varian lain, yaitu trislander dengan tiga mesin), namun, BN2 Islander tak jarang juga dimodifikasi untuk kebutuhan militer di berbagai dunia. Salah satunya Indonesia.

Dalam buku “Operasi Udara di Timor-Timur” karya Hendro Subroto yang dikutip Indomiliter.com, pada tahun 1977 Puspenerbad mengirimkan pesawat BN-2A Islander -yang seharusnya adalah pesawat angkut sipil ringan- dengan nomer A-10021 bernama “Batu Gade” ke Timor Timur sebagai pesawat angkut dan pengintaian taktis.

Baca juga: Pengungsi Serbu Bandara Palu, Pesawat Hercules TNI AU Tak Bisa Mendarat dan Lepas Landas Sampai Kondusif

Tidak menyandang peran sebagai pesawat yang dipersenjatai, kelincahan BN-2A dan kemampuan short take off landing (STOL) dari landasan perintis (non aspal) menjadikan pesawat yang akrab dalam penerbangan perintis di Papua ini dipercaya sebagai wahana transport G-1/Intelijen Hankam.

Menurut catatan, BN-2A Islander resmi digunakan TNI AD pada Desember 1975. Meski kini diduga sudah tak lagi beroperasi, pesawat yang berpangkalan di Bandara Pondok Cabe ini masih terlihat di Oktober 2006.

Intip Mewahnya Private Jet Cristiano Ronaldo, Pesawat Pribadi Pesepak Bola Termahal

Nama Cristiano Ronaldo terus menerus menghiasi jagat media sosial dalam maupun luar negeri. Bukan hanya karena gerak-geriknya di atas lapangan, melainkan juga di luar lapangan. Teranyar, tentu aksinya menggeser dua botol Coca-Cola saat konferensi pers dan membuat saham perusahaan soda asal AS itu anjlok berbuntut kerugian mencapai Rp57 triliun.

Baca juga: Enam Private Jet Termahal Milik Pesepak Bola Dunia, Nomor Satu Lekat dengan Aceh-Indonesia!

Magis pria 300 juta followers di Instagram, terbesar di dunia (secara perorangan, karena masih di bawah followers Instagram yang berada di posisi pertama), itu memang begitu kuat. Di lapangan, sudah tak terhitung berapa trofi dan penghargaan yang didapat.

Di luar lapangan, tak terhitung berapa brand besar dunia yang menggunakan jasanya sebagai bintang iklan ataupun brand ambassador.

Dengan segala aktivitas padatnya, dalam dan luar lapangan, tentu saja Cristiano Ronaldo tak bisa mengandalkan penerbangan berjadwal dan sebaliknya membutuhkan private jet yang bisa membawanya kemanapun dan kapanpun.

Pesepak bola yang familiar di Indonesia karena mengangkat Martunis Ronaldo -yatim piatu korban Tsunami Aceh 2004- sebagai anak tersebut, dilansir Simple Flying, setidaknya pernah memiliki (menyewa) dua private jet.



Pertama adalah Gulfstream G200 dengan kode registrasi EC-KBC. Private jet ini yang disewa seharga Rp361 juta itu diketahui mampu memuat 10 penumpang dengan lebar 2,19 m dan panjang 7,44 m. Pesawat ini bisa melaju sampai kecepatan maksimum 900 km per jam sejauh 6.300 km.

Untuk kenyamanan, private jet Ronaldo dilengkapi dengan microwave, tiga kursi dipan, tiga tempat tidur, toilet, oven listrik, lemari es, telepon satelit, sistem hiburan, sampai mesin faksimili. Dengan begitu, pacarnya, Georgina Rodriguez, dan keempat anaknya, bisa bersantai sambil menikmati penerbangan.



Jet pribadi kedua yang pernah dimiliki Ronaldo selama beberapa saat ialah Gulfstream G650. Jet bisnis seharga US$65 juta atau sekitar Rp 927 miliar (kurs 14.316) pernah disewa Ronaldo ketika musim semi 2019 silam.

Jet pribadi mewah ini memiliki kapasitas kursi sebanyak 18 penumpang dan jangkauan 12.960 km di kecepatan jelajah mencapai 956 km per jam, lengkap dengan berbagai fasilitas mewah.

Baca juga: Serba-serbi Private Jet Pangeran Al Waleed bin Talal: Singgasana Emas dengan 11 Pramugari

Bagi Ronaldo, perkara menyewa pesawat senilai ratusan juta dolar tidak menjadi masalah besar. Sebab, pria 36 tahun itu diketahui memiliki kekayaan bersih mencapai Rp7,2 triliun. Itu bisa terus bertambah mengingat saat ini gajinya di Juventus mencapai 31 juta euro atau sekitar Rp538,95 miliar dalam setahun.

Kendati demikian, belum ada sumber yang mengungkap persis alasan mengapa Ronaldo hanya menyewa private jet, bukan membelinya, sebagaimana bintang pesepak bola lainnya, semisal Gareth Bale, Paul Pogba, Lionel Messi, Neymar, dan Ibrahimovic.

Cina Sukses Kirim Astronot ke Stasiun Luar Angkasa, AS Panik

Cina sukses mengirim tiga astronotnya ke luar angkasa melalui pesawat Shenzhou-12. Pesawat itu diluncurkan menggunakan roket Long March 2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi, Kamis lalu.

Baca juga: Hari ini, 17 Tahun Lalu, Wahana Roket Cina Shenzhou 5 Berhasil Terbangkan Astronot Pertama

Diharapkan, ini akan menjadi langkah baru Negeri Tirai Bambu dalam mewujudkan ambisinya, menjadi satu-satunya negara di dunia yang membangun dan menjalani stasiun luar angkasanya sendiri.

Kita tahu, saat ini satu-satunya stasiun luar angkasa Internasional (ISS), dibangun secara kolektif oleh 15 negara , di antaranya, Amerika Serikat, Rusia, Eropa, Kanada dan Jepang. Cina sebetulnya pernah mencoba bergabung dengan ISS, namun ditolak AS. Sejak saat itu, keinginan untuk mendirikan dan menjalankan stasiun luar angkasa sendiri semakin realistis dan menjadi-jadi.

Lagi pula, ISS bakal memasuki masa pensiun pada tahun 2028 mendatang. Sudah begitu, Rusia, yang tak dipungkiri sebagai salah satu negara berandil besar dibalik pembangunan ISS, berikrar ingin keluar dan membangun stasiun luar angkasa sendiri sebagaimana Cina. Tentu saja berbagai kondisi itu membuat AS panik.

Karenanya, akan sangat menguntungkan bila Cina berhasil membangun ISS dan menjalaninya sendiri, kendati negara itu tak menutup kemungkinan untuk bermitra dengan negara lain.

Kembali ke misi Shenzhou-12, ketiga astronaut yang meluncur ke stasiun luar angkasa Cina, yaitu Nie Haisheng yang berusia 56 tahun, Liu Boming berusia 54, dan Tang Hongbo yang berusia 45 tahun, disebut bakal menuju Tianhe, modul awal stasiun ruang angkasa Tiangong (Istana Surgawi) Cina yang sudah diluncurkan sejak 29 April 2021. Di sana, mereka akan melakukan berbagai misi selama tiga bulan ke depan.

“Misi ini akan menjadi penerbangan berawak pertama sebagai bagian dari pembangunan stasiun luar angkasa China. Saya sangat beruntung untuk memulai tahap pertama pembangunan stasiun luar angkasa dan saya memiliki banyak harapan,” katanya kepada wartawan di pusat peluncuran Jiuquan, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Ke depan, setidaknya akan ada beberapa peluncuran roket lainnya menjadi total 11 roket dalm tempo dua tahun.

Nantinya, stasiun luar angkasa Cina akan memiliki tiga modul pada 2023 mendatang. Modul utama akan menjadi area tinggal astronaut dan dua modul lainnya dirancang untuk menampung eksperimen dari seluruh dunia, mulai dari soal teknologi luar angkasa hingga biologi di gravitasi nol.

Stasiun luar angkasa Cina berbobot 66 ton ini direncanakan mengudara selama 10 tahun sebelum akhirnya keluar dari orbit.

Baca juga: Inilah CNSA, NASA-nya Cina Pemilik Puing Roket di Kalteng! Sudah Tiga Roket Cina Jatuh di Indonesia

Selain stasiun luar angkasa pesaing International Space Station, China juga sedang merencanakan peluncuran teleskop baru bernama Xuntian. Teleskop ini akan memiliki ukuran cermin yang sama seperti Hubble Space Telescope, tapi akan memiliki bidang pandang yang lebih lebar.

Teleskop ini akan menghuni orbit yang sama dengan stasiun luar angkasa tersebut, di ketinggian sekitar 340-450 km. Sehingga teleskop tersebut bisa singgah dan menempel di stasiun luar angkasa untuk proses perbaikan dan upgrade.