Geely Ungkap Konsep Homtruck dan Rencana Produksi di 2024

Geely telah mengungkapkan konsep semi truk yang disebut dengan Homtruck. Raksasa otomotif Cina ini merencanakan Homtruck tersebut akan diproduksi pada awal 2024 dan menawarkan powertrain yang dapat berjalan dengan baterai swappable, range extender atau sebagai hibdrida metanol.

Baca juga: Hidup di Jalan, Pasangan Muda Rombak Bus Tua Jadi Rumah

Pada tahap pengembangan ini, tidak ada informasi yang tersedia tentang spesifikasi kinerja utama dari saingan Tesla Semi. Tetapi Farizon Auto dari Geely telah menawarkan beberapa detail tentang jenis pengalaman yang mungkin diharapkan pengemudi dari semi truk masa depan yang tampak apik.

https://youtu.be/P0AgskJEdrI

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (11/11/2021), nantinya Homtruck akan dijadikan sebagai rumah bagi orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di truk mereka. Bahkan para perancang telah menyertakan lemari es di kabin, fasilitas membuat minuman panas antara pengemudi dan penumpang serta kamar mandi basah dengan pancuran.

Homtruck ini juga dilengkapi toilet dan tempat untuk tidur semalaman. Kaca depan dibentuk membentang ke atap panorama, dan konsep ini memanfaatkan kain sentuhan lembut, plastik berkelanjutan dan bambu untuk palet material kabin. Ada dasbor digital luas yang membungkus bidang pandang pengemudi yang mencakup umpan dari kamera 360 derajat dan tampilan head-up.

Roda kemudi memiliki pusat layar sentuh sendiri yang menunjukkan informasi kendaraan, dan digunakan untuk mengaktifkan mode mengemudi otonom. Di mana sistem otonom L4 memanfaatkan LiDAR, radar, dan kamera yang tersebar di sekitar kendaraan. Dan tampaknya ada sudut pengisian nirkabel untuk gadget seluler.

Farizon Auto bahkan telah menyertakan blok dapur luar ruangan yang dapat diakses melalui panel pengangkat ke sisi truk dengan wastafel dan kompor induksi, ditambah ruang untuk peralatan, piring dan mangkuk dan mesin cuci kecil di sisi lain untuk menjaga pakaian perusahaan tetap segar.

Geely mengatakan bahwa arsitektur powertain modular truk dapat dipilih dengan hal-hal seperti sistem listrik atau metanol hibrida, perluasan jangkauan yang tidak ditentukan (mungkin sel bahan bakar hidrogen) atau listrik baterai murni yang menggunakan opsi swap sesuai dengan standar pemerintah yang baru dirilis.

Konsep ini juga tampaknya menggunakan panel surya di atap trailer untuk membantu menambah jangkauan listrik saat mengemudi di jalan raya. Para insinyur yang membuat Homtruck dilaporkan telah menghabiskan waktu mempelajari kebutuhan pengemudi dan operator armada untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan melalui implementasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta kemampuan 5G dan V2X.

Baca juga: Kapal Ferry Jadi Rumah Tinggal Mewah? Cek Disini Biar Tak Penasaran

“Otak” Homtruck dirancang untuk menganalisis data lalu lintas menggunakan rangkaian sensor kendaraan untuk mengukur rute yang optimal, dapat terhubung “ke platform data besar jaringan logistik untuk membantu pengemudi mendapatkan pesanan paling optimal secara real time, menganalisis dan melacak pengiriman, dan menghitung biaya operasi di sepanjang rute,” dan juga dapat melacak penggunaan energi, memberi tahu pengemudi rute terbaik untuk pengisian bahan bakar atau pengisian ulang, dan sebagainya. Homtruck saat ini tampaknya hanya ada sebagai render yang apik dan video yang lebih apik meskipun produksi dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2024.






















20 Maskapai Dunia Tandatangani Komitmen Gunakan Teknologi Baru Tekan Emisi Karbon

20 maskapai global menandatangani komitmen bersama untuk memanfaatkan teknologi baru, seperti pesawat listrik, hidrogen, dan hibrida, untuk mengatasi tantangan perubahan iklim alias menekan emisi karbon dan mewujudkan bebas emisi karbon di masa mendatang. Menariknya, tidak ada nama-nama besar seperti Emirates, Qatar Airways, Lufthansa, SIA, dan lainnya.

Baca juga: AS Akhirnya Umumkan Target Sektor Penerbangan Bebas Emisi Karbon Tahun 2050

Pengembangan dan pengiriman teknologi propulsi baru -yang didukung oleh sumber energi berkelanjutan- disorot sebagai kunci untuk membantu industri penerbangan meminimalisir kerusakan llingkungan.

“Penerapan teknologi ini ke dalam armada global -baik melalui desain pesawat baru atau memaksimalkan pesawat konvensional- dapat membantu mengurangi dampak iklim dari operasi kami sambil mempertahankan manfaat ekonomi dan sosial yang sangat besar yang dibawa oleh penerbangan ke dunia”, kata 20 maskapai yang juga anggota dari World Economic Forum’s Target True Zero initiative tersebut.

20 maskapai yang menandatangani komitmen bersama untuk memanfaatkan teknologi tersebut ialah Aero, Air New Zealand, Air Nostrum, Alaska Airlines, Amelia, ASL Aviation Holdings, Braathens Regional Airlines, easyJet, Finistair, Icelandair, Iskwew Air, Loganair, dan Mokulele.

Kemudian Ravn Alaska, SoundsAir, Southern Airways Express, Surf Air Mobility, Viva Aerobus, Waltzing Matilda Aviation, dan Xwing. Ke-20 maskapai itu mengoperasikan lebih dari 800 pesawat dan menerbangkan lebih dari 177 juta penumpang dalam 1,8 juta penerbangan per tahun dan berharap dapat mempengaruhi pasar untuk menghadirkan pesawat baru.

Dikutip dari weforum-org, komitmen untuk menekan emisi karbon dan memperkecil dampak kerusakan lingkungan oleh 20 maskapai tersebut fokus pada empat langkah utama.

Pertama-tama, ini dimulai dari penerbangan jarak pendek terlebih dahulu. Penerbangan jarak pendek diakui sebagai langkah yang paling mungkin untuk mengadopsi sistem propulsi baru di pesawat anyar yang lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Tekan Emisi Karbon, Airbus Luncurkan Pesawat Demonstrator dengan Sayap Canggih

Langkah selanjutnya ialah penerbangan jarak jauh, bermitra dengan manufaktur pesawat global semisal Boeing dan Airbus untuk memprioritaskan teknologi agar tercapainya tujuan ini (bebas emisi karbon di sektor penerbangan), dan membangun kerjasama dengan perusahaan BUMN-swasta, termasuk mendesak pemerintah agar mendukung transisi ke penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

“The Target True Zero initiative akan membahas peran teknologi propulsi baru seperti penerbangan listrik dan hidrogen yang dapat dimainkan dalam transisi ke sistem penerbangan dengan dampak iklim nol yang sebenarnya. Ini akan membahas masalah di bidang teknologi, dinamika industri, infrastruktur dan rantai pasokan, regulasi, dan penerimaan publik,” kata Timothy Reuter, Head of Aerospace and Drones, of the World Economic Forum.

Mopet, Sepeda Listrik yang Dilengkapi Tempat Anjing di Bawah Sadel

Banyak orang yang memiliki hewan peliharaan dan mengajak mereka jalan-jalan keluar rumah untuk menikmati hari. Biasanya para pemilik anak bulu ini membawa hewan peliharaan mereka berjalan santai atau berkeliling menggunakan kendaraan.

Baca juga: Skuter Listrik Tiup Poimo Kini Hadir dalam Versi Custom-Fit, Skuter Bisa Menyesuaikan Badan

Namun, kendaraan tersebut bukanlah khusus yang digunakan oleh Anda dan anak bulu. Karena hal ini, kehadiran mopet yang adalah sebuah skuter listrik bisa memberi Anda kesempatan untuk berkendara dengan aman bersama anak bulu.

KabarPenumpang.com melansir designboom.com, skuter listrik merekkan Jepang ini menyarankan alternatif untuk membawa anjing Anda pulang pergi. Di mana biasanya keranjang ada di depan, tetapi mopet menghadirkan seperti kandang anjing kecil di bawah tempat duduk atau sadel pemilik.

Sepeda listrik ini dilengkapi dengan lubang kecil di ujung depan agar kepala anak bulu Anda juga bisa keluar dan bebas melihat-lihat sekeliling. Mopet ini didesain cocok untuk digunakan jalan-jalan di hari yang cerah.

Bahkan pemilik juga dapat bolak-balik membawa hewan peliharaan mereka dan membiarkannha beristirahat di dalam kotak, setelah hari yang melelahkan di taman. Tak hanya perjalanan dekat, skuter listrik mopet juga cocok untuk perjalanan jauh.

Ini karena mopet dilengkapi dengan baterai berkapasitas besar yang mampu menempuh jarak hingga 60 km. Berat sepeda listrik lipat ini sekitar 25 kg dan dapat dengan mudah disimpan di bagasi mobil.

Skuter ini juga dilengkapi dengan bagian keselamatan, sehingga dapat dikendarai di jalan umum. Selain itu juga memiliki kecerahan dengan lampu LED yang mencapai visibilitas tinggi dalam gelap.

Baca juga: Sasar Pasar Last-Mile Transport, Hyundai Kembangkan Skuter Listrik yang Bisa Dilipat

Ketika tidak membawa anak bulu, Anda bisa menggunakannya sehari-hari dan meletakkan tas belanja. Untuk diketahui, skuter listrik mopet sendiri cocok untuk anjing yang lebih tua, anjing dengan kaki lemah, atau hanya yang malas.






















Virgin Australia Luncurkan Konsep Kabin Baru, Ini Sederet Keunggulannya

Virgin Australia meluncurkan prototipe desain interior baru yang akan diuji coba pada armada Boeing 737-800-nya. Berbagai fitur baru ini adalah hasil survei panjang terhadap kepuasan penumpang dan karyawan.

Baca juga: Dijamin Betah di Pesawat, Begini Wajah Kabin Baru Airbus Lewat Airspace Program

Dilansir Simple Flying, perubahan mencolok terjadi pada bagian kursi, baik kursi kelas ekonomi maupun bisnis atau first class. Pada kursi kelas ekonomi, perubahan pertama terdapat pada desain kursi itu sendiri. Desain kursi horizontal barunya diklaim memiliki kakhasan tersendiri dan membuat penumpang lebih nyaman.

Saat duduk, penumpang akan mendapati perubahan kedua dalam konsep kabin baru Virgin Australia. Fitur baru ini meliputi seatback device holder, yang memudahkan penumpang menyimpan smartphone kecil hingga tablet.

Fitur baru dalam konsep kabin baru di kelas ekonomi terdapat pada penyimpanan seatback kedua. Dengan begitu, penumpang tidak berbagi penyimpanan di seatback dengan safety card dan menu. Selama ini, penumpang seringkali menyimpan barang bawaan di seatback meski harus berbagi ruang dengan safety card dan menu.

“Kami sangat senang memperkenalkan prototipe interior baru kami, yang akan kami uji coba selama beberapa bulan ke depan,” kata Paul Jones, Chief Customer and Digital Officer Virgin Australia.

Konsep kabin baru di kelas ekonomi. Foto: Virgin Australia

“Virgin Australia berkomitmen untuk menjadi bisnis yang dipimpin oleh pelanggan, jadi setelah kami menerima umpan balik dari tamu dan kru kami, kami akan mempertimbangkan untuk menerapkan elemen desain baru seiring pertumbuhan armada kami,” tambahnya.

“Kami benar-benar fokus untuk menciptakan pengalaman yang luar biasa bagi para tamu kami, dan desainnya telah dipertimbangkan dengan cermat untuk menerapkan fitur-fitur bijaksana yang kami tahu akan membuat perjalanan dengan Virgin Australia menjadi lebih menyenangkan,” lanjutnya.

Berbeda dengan kursi kelas ekonomi, konsep kabin baru Virgin Australia pada kursi kelas bisnis jauh lebih nyaman dan detail.

Disebutkan, penumpang bakal dimanjakan dengan sandaran tangan ekstra tujuh inci atau 40 persen lebih besar dari kursi yang ada saat ini. Ini dianggap bisa membuat kursi kelas bisnis Virgin Australia bersaing dengan kursi kelas bisnis Boeing 737 Qantas di rute domestik, seperti Melbourne – Darwin dan Cairns – Adelaide.

Baca juga: Kabar Baik! Inilah Invisibel AirShield, Inovasi Terbaru Cegah Corona di Kabin Pesawat

Perubahan desain lainnya di seluruh kursi kelas bisnis termasuk memasang meja koktail non-slip, movable tray tables with in-built device holders, USB charging port berdaya tinggi, dan ruang penyimpanan tambahan di kursi untuk barang-barang pribadi.

Dalam waktu dekat, dua armada Boeing 737 pesawat, VH-IWQ dan VH-IJQ, akan menjadi objek uji coba konsep kabin baru maskapai. Bila ini berhasil, bukan tak mungkin fitur kenyamanan lainnya akan dihadirkan maskapai, salah satunya WiFi on Board yang sudah dihadirkan kompetitor semisal Qantas, Regional Express dan lainnya.

Cerdas, Pramugari Southwest Airlines Manfaatkan Gravitasi untuk Bagikan Snack ke Penumpang

Pramugari Southwest Airlines baru-baru ini viral di TikTok lantaran aksi cerdasnya dalam membagikan snack ke penumpang. Alih-alih membagikannya dengan berjalan sambil mendorong troli dari ujung belakang ke ujung depan atau sebaliknya, mereka justru memanfaatkan gravitasi pada pesawat dan snack pun sampai ke setiap penumpang dengan lebih praktis.

Baca juga: Pramugari Hibur Penumpang dengan Cara Unik Di Tengah Penerbangan yang Nyaris Kosong

Dalam unggahan akun TikTok @ToxxicTinkerbell, pramugari Southwest Airlines berkata, “Di sini di Southwest kami percaya bekerja lebih cerdas bukan lebih keras”.

Usai mengatakan itu dan sebelum pesawat lepas landas, pramugari Southwest Airlines mulai meletakkan berbagai snack untuk penumpang di lantai kabin.

Ketika roda pesawat mulai meninggalkan runway dan bagian moncong pesawat berada pada posisi lebih tinggi dibanding ekor pesawat, perlahan snack tersebut meluncur ke belakang dan masing-masing penumpang tinggal mengambilnya di lantai.

Penumpang yang menyaksikan ini sebagian besar merasa terhibur. Itu dianggap sebagai aksi yang jenius sekaligus lucu.

Meski begitu, tak sedikit dari netizen yang mengomentari miring. Menurutnya, makanan atau snack yang dibagikan dengan cara dibiarkan meluncur di lantai memanfaatkan kemiring pesawat saat lepas landas, tidak sehat dan kalau mereka jadi penumpang mereka tak mau memakannya.

Aksi pramugari Southwest Airlines membagikan snack atau makanan dalam penerbangan dengan cara seperti bisa dibilang langka. Tetapi, tontonan seperti itu oleh pramugari maskapai tersebut bukan kali pertama.

Pada pertengahan Maret 2020 lalu, saat pandemi virus Corona sedang tinggi-tingginya dan membuat penerbangan sepi penumpang, pramugari Southwest Airlines melakukan hal mirip seperti itu semata untuk menghibur penumpang.

Saat itu, tepat jelang beberapa detik sebelum pesawat lepas landas, pramugari tersebut meletakkan sesuatu di lantai, tepat di tengah tempat duduk yang diisi penumpang. Awalnya penumpang tak mengerti maksud dan tujuan pramugari tersebut.

Usai meletakkan plastik berwarna merah seukuran kantong celana itu, pramugari yang tak disebutkan namanya tersebut meninggalkannya dengan sengaja dan berjalan ke bagian belakang pesawat. Tentu saja pramugari tersebut ingin duduk di kursi awak kabin mengingat pesawat akan segera take off.

Baca juga: Wow.. Pramugari Lakukan Akrobatik Tutup Pintu Bagasi Kabin Gunakan Sepatu Hak Tinggi

Ketika roda pesawat mulai meninggalkan runway dan bagian moncong pesawat berada pada posisi lebih tinggi dibanding ekor pesawat, perlahan plastik berwarna merah tesebut meluncur ke belakang, menuju lokasi pramugari tersebut berada.

Dari situlah penumpang yang berada dalam penerbangan Southwest Airlines dari Dallas menuju Orlando tersebut mengerti. Pramugari tersebut rupanya hendak menghibur para pelanggannya dengan cara sesimpel itu.

https://www.tiktok.com/@toxxictinkerbell/video/6983206248325860613?is_copy_url=1&is_from_webapp=v1&q=%40ToxxicTinkerbell&t=1636689341456

Lagu “Visit Taiwan in 2035” dengan Perjalanan Kereta Cepat Beijing-Taipei, Bikin Heboh Netizen Taiwan

Meski bakal menghadapi konflik bersenjata dan kemungkinan pecah perang besar-besaran, Pemerintah Cina punya bertekad mengembalikan wilayah Taiwan ke pangkuannya. Selain melancarkan provokasi militer, yaitu kerap melintasnya pesawat tempur Cina ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan, rupanya ada bentuk provokasi lain yang dilakukan oleh Beijing.

Baca juga: Berawal dari Ketidaksengajaan, Kereta Komuter Ini Putarkan Alunan Lagu Klasik Selama Perjalanan!

Kali ini bukan dengan kampanye atau provokasi militer, di Taiwan kini tengah viral sebuah lagu yang bait-baitnya menyebutkan perjalanan ke Taiwan dengan menggunakan kereta berkecepatan tinggi dari Cina . Lagu berjudul “Visit Taiwan in 2035” menyinggung perjalanan kereta berkecepatan tinggi dari Beijing menuju ke Taipei yang disebutkan dalam Rencana Lima Tahun ke-13.

Dalam videonya memperlihatkan tempat-tempat indah yang ikonik dan hidangan lokal dari kedua tempat tersebut. Lagu ini ditulis dan dinyanyikan oleh Meng Xudong dan dirilis pada bulan September lalu.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman chinadaily.com.cn (12/11/2021), dengan viralnya lagu tersebut, saat ini jalur kereta api bagian Cina daratan telah selesai meskipun bentangan dari provinsi Fujian ke Taipei yang melintasi Selat Taiwan masih harus dibangun. Kereta api, ketika jalurnya dibangun akan menghubungkan dua wilayah yang saat ini menjadi pusaran konflik di Indo Pasifik.

Dalam persespsi Beijing, kehadiran jalur ini nantinya akan memungkinkan penduduk Cina daratan untuk mengunjungi Taiwan dan menikmati apel lilin di sana sementara penduduk Taiwan dapat berkunjung ke Cina daratan untuk menikmati makanan lezat. Selain itu, hubungan yang lebih dekat melintasi Selat Taiwan, tidak hanya akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat di kedua sisi, tetapi juga untuk meningkatkan ekonomi.

Secara khusus, arus besar pelancong ke Taiwan akan mendatangkan pendapatan dan peningkatan pasokan barang serta jasa ke Cina daratan.

Baca juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

Untuk diketahui, penerbangan reguler dan layanan ferry beroperasi dengan kapasitas penuh hingga Partai Progresif Demokratik mengambil alih kekuasaan di pulau itu pada tahun 2016. Sejak itu penolakan DPP “pro-kemerdekaan” untuk menerima prinsip “satu-Cina” telah secara drastis mengurangi pertukaran ekonomi dan budaya.






















Heroik, Pramugari Selamatkan Anjing Pakai Oksigen di Kabin Pesawat

Seekor anjing yang turut dalam sebuah penerbangan berhasil selamat berkat aksi heroik pramugari. Sebelum penerbangan, anjing berjenis bulldog itu sangat sehat. Sesaat setelah pesawat lepas landas, anjing tersebut mengalami masalah pernapasan. Tanpa pikir panjang, pramugari Diane Asher dan pramugara Renaud Spencer memperikan pertolongan pertama dengan oksigen di kabin yang biasa digunakan dalam keadaan darurat.

Baca juga: Boji, Anjing Kesayangan Warga Istanbul yang Suka Berkeliling dengan Transportasi Umum

Dilansir timesnownews-com, insiden seekor anjing mengalami masalah pernapasan saat dalam penerbangan dan mendapat pertolongan pertama menggunakan oksigen di kabin sebetulnya sudah lama. Disebutkan, itu terjadi pada tahun 2018 lalu. Namun, sang pemilik baru memposting kejadian itu dan viral di Facebook.

Setiap pramugara atau pramugari sudah pasti mendapat pelatihan pertolongan pertama untuk mengantisipasi andai terjadi kondisi darurat, dalam hal ini mengarahkan penumpang untuk mengenakan masker oksigen saat pesawat kehilangan tekanan.

Perlu dicatat, pelatihan itu umumnya terhadap manusia. Adapun terhadap hewan, umumnya kru kabin jarang mendapatkannya.

Meski begitu, ketika hewan dalam penerbangan membutuhkan penanganan medis atau pertolongan pertama dari kru, mereka harus bisa dan itu dibuktikan pada insiden tersebut.

Pada tahun 2018 lalu, Michele Burt naik pesawat JetBlue ke Massachusettes bersama suami dan anjingnya. Ia dan suami sudah menjalani protokol wajib menjaga hewan peliharaan agar tetap di kadang dan diletakkan di bawah kursi. Namun, entah apa yang terjadi, anjing bulldog Perancis itu tiba-tiba mengalami masalah penapasan.

Ketika anjing dikeluarkan dari kandang, Burt melihat lidahnya membiru pertanda kalau sang anjing kekurangan oksigen. Spontan, Burt dan suaminya langsung mendekap sang anjing dengan tujuan mendapat kehangatan. Sayangnya itu tak membantu. Di sinilah aksi heroik dari kru kabin terjadi.

Mengetahui hal itu, pramugari Diane Asher dan pramugara Renaud Spencer langsung datang dan memeriksa kondisi kesehatan anjing. Pertama-tama, keduanya meletakkan kantong es di punggungnya. Namun, itu tidak berhasil.

Tak menyerah, Renaud kemudian mengambil masker oksigen dan mengenakannya ke anjing. Beberapa saat kemudian anjing tersebut tampak lebih baik dan pernapasannya kembali normal dan itu disambut baik semua pihak, termasuk Michele Burt dan suaminya.

Baca juga: Intip Gaya Anjing Ini Nikmati Kursi Kelas Bisnis Singapore Airlines dari Sydney-Italia

Atas aksi heroik pramugari dan pramugara JetBlue dalam menyelamatkan nyawa anjingnya itu, Burt pun mengunggahnya di Facebook.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih Jetblue dan terima kasih kepada Renaud dan Diane untuk melakukan pekerjaan mereka dan juga menjadi manusia yang hebat. Suami saya sering bepergian dan kami berterima kasih untuk JetBlue dan kemudahan dan kenyamanan ekstra -ruang kaki, layanan tv dan umum kesopanan di antara staf yang kami amati selama bertahun-tahun tetapi sekarang kami memiliki alasan lain untuk bersyukur. Terima kasih,” tulisnya.

Cina Luncurkan Kapal Ferry Pesiar Terbesar dan Hemat Energi untuk Italia

Galangan rasksasa dari Cina, Guangzhou Shipyard Internasional (GSI) baru saja meluncurkan salah satu kapal ferry pesiar terbesar di dunia. Ini juga akan menjadi yang terbesar yang akan beroperasi di laut Mediterania. Tidak itu saja, ferry pesiar tersebut menjadi salah satu yang paling hemat energi yang pernah dibuat.

Baca juga: Stena Hollandica, Inilah Kapal Ferry Terbesar dengan Fasilitas ala Kapal Pesiar

Bernama Moby Fantasy, kapal ferry baru ini adalah yang pertama dari dua ferry terbesar yang sedang dibuat untuk menggantikan empat kapal tua yang beroperasi di Italia dan Pulau Sardinia oleh Moby Lines milik Onorato Armatori. KabarPenumpang.com merangkum maritime-executive.com (8/11/2021), peluncuran Moby Fantasy berlangsung pada 6 November 2021.

Berbagai foto dengan sudut pandang memberikan tampilan pertama pada profil unik dan ruang lambung yang dibuat untuk meningkatkan efisiensi kapal saat beroperasi. Desain, yang dikembangkan oleh OSK ShipTech, berusaha untuk mewujudkan dan memaksimalkan skala ekonomi sekaligus mengurangi jejak lingkungan untuk kapal.

Dipesan pada tahun 2019, masing-masing kapal ferry akan memiliki berat sekitar 69.500 gross ton yang menjadikannya seukuran kapal pesiar berukuran sedang. Satu-satunya ferry yang lebih besar saat ini beroperasi berjalan di Laut Baltik untuk Color Line. Ferry baru Moby masing-masing punya panjang 236 meter dan lebar 36 meter.

Setiap kapal diketahui bisa menampung hingga 2.500 penumpang di 550 kamar yang tersedia di kabin. Mereka juga akan memiliki kapasitas hingga 1.300 mobil atau 300 truk. Moby mempromosikan ferry sebagai yang paling hijau yang pernah dibuat. Terlepas dari ukurannya, mereka akan menggunakan energi hingga 30 persen lebih sedikit daripada kapal ferrry besar saat ini.

Setiap kapal akan dilengkapi dengan mesin diesel Wartsila dan scrubber gas buang hybrid. Menurut Moby, jika diperlukan di kemudian hari, kapal ini juga dilengkapi dengan kemungkinan beralih dari bahan bakar tradisional ke LNG. Moby Fantasy punya kecepatan jelajah 23,5 knot dan kecepatan puncak 25 knot. Selain ukurannya, Moby Fantasy dilengkapi dengan fasilitas yang serupa dengan kapal pesiar modern.

“Ini mewakili konsep revolusioner untuk kapal feri seperti yang kita kenal sekarang. Perabotan, peralatan onboard, dan kabin lebih mirip dengan yang ada di kapal pesiar daripada ferry,” tulis Moby.

Baca juga: Star Ferry Hong Kong Disulap Jadi Kapal Pesiar Mewah Oleh Penggemar Berat

Setiap detail telah dirancang untuk memastikan kualitas maksimal, termasuk di kabin dan area publik. Bagian dari area penumpang juga dirancang untuk ditutup selama musim sepi turis di rute tersebut. Moby Fantasy akan beroperasi mulai 2023 yang diikuti kemudian oleh Moby Legacy.






















Airbus Sukses Jalani Penerbangan Formasi Transatlantik, Hemat 6 Ton Emisi Karbon

Airbus sukses melakukan demonstrasi penerbangan formasi ‘fello’fly’ jarak jauh atau transatlantik pertama, dari Toulouse, Perancis, ke Montreal, Kanada, mendarat di Bandara Internasional Montreal-Trudeau. Hasilnya, terbukti bahwa penerbangan formasi menghemat 6 ton emisi karbon atau menghemat lebih dari 5 persen per penerbangan pada penerbangan jarak jauh.

Baca juga: Airbus Tiru Formasi Angsa dalam Uji Coba “Fello’Fly” untuk Menghemat Bahan Bakar

Demonstrasi penerbangan formasi ‘fello’fly’ yang berlangsung pada 9 November 2021 ini melibatkan dua pesawat uji Airbus A350, MSN1 sebagai pemimpin dan MSN59 sebagai pengekor.

Laporan aviation24.be, selama menjalankan fello’ fly, antar mereka dibatasi jarak masksimal 3km (1.5nm) dan pesawat yang berada di belakang memposisikan 304 meter (1.000 kaki) di bawah leader (pesawat yang ada di depan).

Hal ini (menjaga jarak 3 km dan 304 meter di bawah leader) dimungkinkan dengan dukungan teknologi sistem kontrol penerbangan mutakhir Airbus, sehingga jarak antar pesawat tetap stabil. Selama perjalanan menuju bandara tujuan, leader memimpin komunikasi dengan ATC.

Pesawat yang berada di belakang menikmati updraft atau hentakan ke atas (biasa juga disebut vertical draft) efek dari wingtip vortex yang dihasilkan pesawat yang berada di depan.

Dengan begitu, pesawat yang berada di belakang tak perlu mengeluarkan tenaga ekstra dan pada akhirnya membuat penerbangan jadi jauh lebih hemat bahan bakar. Ini tentu sejalan dengan semangat dekarbonisasi atau bebas emisi karbon di sektor penerbagan pada 2050 mendatang.

Selain teknologi, penerbangan ini dimungkinkan berkat kerjasama dari mitra manajemen lalu lintas udara dan penyedia layanan navigasi, seperti DSNA, NATS, NAV CANADA, Eurocontrol, IAA, dan DGAC.

“Penerbangan demonstrasi ini adalah contoh nyata dari komitmen kami untuk membuat peta jalan dekarbonisasi kami menjadi kenyataan. Ini juga berbicara tentang bagaimana kolaborasi di seluruh industri akan menjadi kunci untuk mewujudkannya,” kata Sabine Klauke, Chief Technical Officer Airbus.

“Kami telah menerima tingkat dukungan yang kuat untuk proyek ini dari maskapai penerbangan dan mitra lalu lintas udara kami, ditambah regulator. Peluang untuk menyebarkan ini untuk pesawat penumpang sekitar pertengahan dekade ini sangat menjanjikan. Bayangkan potensinya jika fello’fly diterapkan di seluruh industri!,” lanjutnya.

Dalam demonstrasi penerbangan formasi ‘fello’fly’ transatlantik tersebut, pilot dari mitra maskapai Airbus, SAS Scandinavian Airlines dan Frenchbee, turut hadir dan mengamati jalannya program dan menikmati langsung sensasi terbang formasi “V” seperti angsa saat bermigrasi.

Baca juga: Airbus Dorong Penerbangan “Fello’Fly” Guna Capai Efisiensi Bahan Bakar Hingga 15 Persen

Setelah keberhasilan uji coba penerbangan formasi atau fello’fly pada 2016, 2019, 2020, dan 9 November 2021 lalu, Airbus dan mitranya lanjut mencari dukungan dari lebih banyak pihak sebelum menjalani sertifikasi. Andai lolos, bukan tidak mungkin ini akan diterapkan secara global.

Diluncurkan pada tahun 2019, fello’fly adalah proyek demonstrasi penerbangan yang diselenggarakan oleh Airbus UpNext, anak perusahaan Airbus yang fokus pada inovasi, menggunakan biomimikri (desain dan produksi bahan, struktur, dan sistem yang terinspirasi oleh alam).

Keren, Tiket Penumpang MRT Bangkok Terhubung dengan Peta 3D

Advanced Info Service (AIS) telah bermitra dengan Google dan MRT Bangkok, Thailand untuk menawarkan peta kereta bawah tanah tiga dimensi yang informatif dan mudah digunakan. Inovasi tersebut menandai pertama kalinya penumpang di Thailand dapat memindai tiket MRT edisi terbatas dan rute kereta api akan muncul dalam format 3D.

Baca juga: Jaringan 5G Dipercaya Mampu Mengubah Wajah Pariwisata

Pengalaman digital baru ini menggunakan jaringan AIS 5G dan merupakan bagian dari upaya untuk menawarkan penumpang cara yang mendalam menjelajahi Bangkok dan menyambut mereka kembali bekerja saat Thailand sudah membuka diri dari pembatasan. Penumpang juga bisa melihat promosi dari toko yang berpartisipasi di Metro Mall yang ada di peta.

KabarPenumpang.com melansir bangkokpost.com (3/11/2021), pengguna AIS juga dapat mengklaim tiket MRT edisi terbatas gratis di loket tiket yang terletak di empat lokasi stasiun MRT yakni stasiun Sukhumvit, stasiun Chatuchak Park, stasiun Phetchaburi dan stasiun Rama 9. Pratthana Leelapanang, chief consumer business officer AIS, mengatakan kolaborasi antara AIS, Google dan MRT memperkuat tujuannya untuk menyediakan teknologi dan inovasi mutakhir kepada publik melalui jaringan AIS 5G.

“AIS telah membawa potensi teknologi jaringan untuk memajukan pengembangan AIS 5G, yang berkontribusi secara dominan dalam menghubungkan pengalaman gaya hidup digital pelanggan di berbagai dimensi,” katanya.

Pratthana menambahkan bahwa pengalaman baru ini memberikan suasana selamat datang kembali yang menyenangkan bagi para komuter, karena banyak yang kini telah kembali bekerja di kantor. Mahir Sahin, direktur Google untuk kemitraan platform & ekosistem di Asia Tenggara, mengatakan bahwa menyediakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat Thailand selalu menjadi bagian dari tujuan Google.

“Google Lens adalah teknologi yang akan membantu menghasilkan pengalaman rekreasi dan luar biasa di smartphone. Untuk pertama kalinya di Thailand, Google bekerja sama dengan AIS dan MRT meluncurkan 3D Routing kereta MRT pada tiket MRT. Pelanggan AIS dapat mengunduh aplikasi Google Lens dan menggunakannya untuk memindai tiket MRT edisi terbatas, lalu rute MRT. akan ditampilkan dalam format 3D,” kata Mahir.

Perusahaan induk MRT Bangkok Metro Networks Limited (BMN) memiliki 38 stasiun MRT Blue Line dan 54 kereta MRT. Dari 38 stasiun tersebut, ada sembilan stasiun yang memiliki Metro Mall bawah tanah. Witsuwat Amkaphet, Managing Director di Bangkok Metro Networks (BMN), mengatakan kemitraan dengan AIS dan Google akan membantu menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi pengendara.

Baca juga: Adopsi Teknologi 5G dari Huawei, Hungaria Bakal Jadi Pusat Kereta Api Cerdas di Eropa

“Penumpang tidak hanya akan mendapatkan pengalaman perjalanan yang imersif dengan MRT, tetapi juga dapat membantu mereka merencanakan perjalanan ke tujuan mereka dengan lebih mudah dengan peta 3D dan pelaporan waktu nyata,” kata Witsuwat.