BSD City Bakal Punya Solusi Smart Mobility dari Kerja sama Antara Sinar Mas Land dengan Mitabana

Bumi Serpong Damai (BSD) City di Tangerang Selatan, Banten belum lama ini mandapatkan solusi kemudahan mobilitas cerdas melalui angkutan umum terintegrasi berkelanjutan dan sangat mudah diakses warganya. Solusi ini diluncurkan atas kemitraan Mitabana yang adalah perusahaan patungan Mitsubishi Corporation Jepang dan Surbana Jurong Singapura dengan Sinar Mas Land.

Baca juga: Cukup Sekali Pengisian, Mobil Listrik Volvo Bisa Menjelajah Hingga 999 Km

Dimana ini ditujukan untuk diimplementasikan pada awal tahun depan dengan solusi mobilitas pintar berkelanjutan yang akan meningkatkan akses ke fasilitas umum. Selain itu juga akan meningkatkan jumlah penumpang, konektivitas ke pusat kota Jakarta dan mengurani emisi karbon dari pembangunan kota mandiri yang direncanakan.

Solusi mobilitas yang baru diumumkan akan menguntungkan para penumpang yang saat ini menggunakan layanan bus dan kereta api di hub transit Intermoda di BSD City, di mana pengembangan berorientasi transit (TOD) baru sedang berlangsung oleh kemitraan baru Sinar Mas Land-Mitbana, bernama PT Sinar Mitbana Mas. TOD seluas enam hektar ini terletak di sebelah stasiun kereta Commuter Line Cisauk, yang menghubungkan Sudirman Central Business District Jakarta dan juga menjadi tempat pertukaran bus yang melayani area BSD yang lebih luas.

“TOD memainkan peran penting dalam mengurangi tekanan populasi urbanisasi yang cepat dan mempromosikan pilihan transportasi umum yang diperlukan untuk masa depan yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Model transit responsif permintaan yang mengurangi kepadatan dan menyediakan perjalanan yang lebih aman akan benar-benar menjadi pengubah permainan, karena meletakkan dasar untuk infrastruktur transportasi umum yang cerdas dan berkelanjutan di BSD City,” kata Gareth Wong, CEO Mitbana dan Presiden Direktur Sinar Mitbana Mas yang dikutip KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com (9/11/2021).

CEO Sinar Mas Land Residential BSD City dan Wakil Presiden Direktur Sinar Mitbana Mas Theodore Thenoch mengatakan, Sinar Mas Land bertujuan untuk menciptakan kota mandiri yang siap masa depan dengan solusi mobilitas yang efektif dan komprehensif. Transportasi umum adalah rencana jangka panjang untuk perjalanan yang lebih baik antara BSD City dan Jakarta untuk meningkatkan kualitas hidup warga BSD City.

Dia menambahkan bahwa kemitraan baru ini mengambil pendekatan yang berani dalam meningkatkan konektivitas transportasi di kotapraja yang direncanakan. Bagian penting dari rencana tersebut adalah pengenalan layanan tanggap permintaan untuk menghubungkan transfer dari kereta api ke jaringan bus BSD Link, yang dioperasikan oleh Sinar Mas Land. Untuk mewujudkan hal tersebut, Sinar Mitbana Mas berencana untuk mengimplementasikan solusi mobilitas baru yang menggunakan algoritma pintar untuk menyesuaikan rute bus secara dinamis dalam menanggapi perubahan kondisi jalan dan lalu lintas serta pola permintaan. Untuk memberikan kemudahan penggunaan bagi seluruh komuter, layanan baru ini akan terintegrasi dengan aplikasi OneSmile Sinar Mas Land untuk komunitas BSD City.

Solusi mobilitas pintar akan disinkronkan dengan jadwal kereta api untuk memungkinkan para komuter merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik sambil membantu mengurangi kepadatan layanan transit ke dan dari Jakarta Pusat. Sebuah studi perencanaan mobilitas enam bulan yang komprehensif sedang dilakukan oleh SWAT Mobility, sebuah perusahaan solusi mobilitas pintar yang berbasis di Singapura, untuk menilai konektivitas BSD Link.

Baca juga: Project Vektor, Mobil Otonom untuk Kota Pintar Buatan Jaguar Land Rover

Kolaborasi ini difasilitasi oleh Enterprise Singapore (ESG), sebuah lembaga pemerintah di bawah Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura. ESG telah menghubungkan Mitbana dengan pemain mobilitas perkotaan di negara pulau yang memiliki keahlian yang relevan, termasuk SWAT Mobility, untuk memastikan keberhasilannya.

Jalur Minato Punya Kereta Bertema Ubi Jalar Kering yang Menggambarkan Kerajaan Hoshiimo

Saat di kereta dan tak mendapatkan duduk, penumpang bisanya akan berdiri dan memegang pegangan yang disiakan ditiang dalam kereta. Biasanya pengangan itu berbentuk bulat, kotak atau segitiga dan ada kotak kecil untuk iklan yang dipasang.

Baca juga: Jumlah Penumpang Menurun, Operator Kereta Jepang Jajakan Cemilan Unik nan Nyeleneh!

Namun bagaimana jika bukan kotak iklan melainkan replika ubi jalar kering terpasang di pegangan tangan kereta? Mungkin Anda akan berpikir itu asli, padahal itu hanya sebuah replika ubi jalar yang ditempelkan tepat di atas tali pegangan tangan penumpang untuk menjaga keseimbangan sebagai bagian dari promosi khusus untuk meningkatkan profil ubi jalar kering “hoshi-imo” kota ini.

Setiap tali tangan dihiasi dengan model realistis dari ubi jalar kering. Foto: Shun Hayashi

KabarPenumpang.com melansir asahi.com (8/11/2021), model ubi jalar tersebut seukuran aslinya dan ditemukan pada tali di seluruh kereta dengan bentuk sangat detail. Selain itu ada tambahan bubuk putih yang menggambarkan gula kristal serta kerutan yang dibuat di permukaannya.

Tali pegangan hanyalah salah satu elemen dari kereta bertema ubi jalar khusus yang dijalankan oleh Hitachinaka Seaside Railway Company. Sehingga bukan hanya tali pegangan, tetapi bodi kereta ini juga dihiasi dengan warna dan karakter ubi jalar yang terinspirasi oleh spesialisasi lokal kota.

Kereta ini beroperasi di antara Stasiun Katsuta dan Ajigaura di Jalur Minato. Yang mana kota itu disebut sebagai “tempat perlindungan” ubi jalar kering dan daerah di sepanjang jalur itu sebagai “Kerajaan Hoshiimo.” Bodi kereta yang dicat berwarna kuning untuk menggambarkan hoshi-imo dan kereta tersebut mulai beroperasi sejak 16 Oktober dan akan digunakan sebagai layanan reguler hingga Februari 2022.

Sejumlah ilustrasi yang menunjukkan berbagai langkah pengolahan makanan ringan ubi jalar menghiasi interior dan eksterior kereta, serta yang menunjukkan karakter yang mewakili keluarga kerajaan Kerajaan Hoshiimo, termasuk Raja Hoshiimo sendiri. Mereka adalah hasil karya Hikari, 20, seorang siswa sekolah kejuruan desainer di Mito.

“Saya ingat untuk menggunakan warna-warna cerah dan menyegarkan. Saya senang karena saya belum pernah membuat desain di atas kanvas sebesar ini sebelumnya. Saya berharap orang-orang menjadi tertarik pada hoshi-imo dan kereta api setelah mereka melihat keretanya,” kata Hikari.

Operator kereta api meminta ide desain untuk kereta bertema Kerajaan Hoshiimo dari seluruh Jepang dan memilih konsep yang diajukan oleh Hikari, yang mengajukan idenya setelah didorong oleh instruktur untuk mencobanya.

“Kami berharap (kereta) ini menjadi basis pengembangan pariwisata di daerah-daerah di sepanjang jalur tersebut,” tambah Presiden Hitachinaka Seaside Railway Chiaki Yoshida.

Baca juga: Minyak Jelantah Bekas Goreng Kentang Sekarang Jadi Bahan Bakar Pesawat

Prefektur Ibaraki menyumbang sekitar 90 persen dari produksi hoshi-imo Jepang, dengan sebagian besar ubi jalar ditanam di Hitachinaka, menurut survei yang disusun oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan.






















Penumpang Bingung, Koper di Conveyor Belt Bandara Heathrow Berubah Jadi Box Ikan Beku

Penumpang pesawat British Airways di Bandara Heathrow, London, dibuat bingung saat ingin mengambil koper di conveyor belt atau ban berjalan. Pasalnya, saat hendak mengambil koper, bukan koper yang muncul malah ratusan box ikan beku berwarna biru dan terus bolak-balik di hadapan mereka tanpa ada kejelasan kemana koper mereka pergi.

Baca juga: Mau Bawaan Anda Tiba Lebih Cepat di Ban Berjalan? Ini Kata Petugas Penanganan Bagasi

Laporan BBC Internasional, insiden itu terjadi di Terminal 5. Menurut pengakuan salah satu penumpang, Becca Braunholtz, pesawat yang ditumpanginya mendarat pada pukul 22.00 waktu setempat. Betapa terkejutnya ia ketika koper yang ditunggu-tunggu berubah menjadi lusinan box ikan beku berwarna biru.

Segera setelah itu, lanjut wanita yang terbang bersama suami dan dua anaknya, kru British Airways, dalam kondisi setengah bingung, langsung bertindak setelah menyadari semua keanehan tersebut. Mereka berjanji akan mengembalikan koper penumpang sesegera mungkin.

Akan tetapi, situasinya tak semudah yang dibayangkan. Di antara penumpang ada yang sedang terburu-buru dan mereka sangat marah dengan semua kekacauan tersebut.

“Kami mengira barang bawaan (koper) kami ada di pengiriman gelombang kedua tapi ternyata hanya kotak demi kotak ikan,” lanjutnya.

“Semua orang bersikap seperti orang Inggris tenang dan sopan tentang hal itu, tetapi ketika semakin banyak kotak mulai berputar, kami semua mulai curiga ada yang tidak beres,” kata Braunholtz.

Dalam kesaksiannya, ratusan box ikan beku berwarna biru di conveyor belt itu terdapat stiker bertuliskan Bandara JFK, AS. Sangat jelas itu tidak seharusnya muncul di Bandara Heathrow dan anehnya insiden ini tetap terjadi. Jelas ini sebuah kekeliruan yang disebabkan oleh sistem yang tidak berjalan baik.

“Kami tidak dapat memahami mengapa, pada titik tertentu, salah satu orang yang memuat kotak ikan ini tidak berpikir ‘ini tidak tepat untuk Terminal 5’… ini membingungkan,” tambahnya.

Karena sudah terlalu lama dan koper milik penumpang tidak diketahui berada dimana, mereka akhirnya diminta untuk pulang. Sebelumnya para penumpang diminta untuk mengisi formulir klaim koper untuk ditunjukkan nanti saat koper sudah ditemukan.

Baca juga: Cepat Temukan dan Cegah Pencurian Bagasi, Universitas di India Hadirkan Solusi di Ban Berjalan

Selang sehari, koper yang ditunggu-tunggu akhirnya ditemukan dan maskapai langsung mengirimnya ke rumah masing-masing penumpang.

“Kami telah meminta maaf kepada pelanggan kami dan kami telah menyatukan kembali mereka dengan barang bawaan mereka setelah menyadari bahwa sesuatu yang mencurigakan sedang terjadi,” kata British Airways dalam sebuah pernyataan.

Siap-siap, Tiket Pesawat Bakal Naik Gegara Harga Avtur Melonjak 70 Persen

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengatakan harga bahan bakar jet (Avtur) terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir sebesar 70 persen sejak awal 2021. Ini tentu semakin mempersulit airlines dalam upaya memperbaiki kinerja keuangan usai dihantam pandemi Corona. Bila tak ada perubahan, bukan tak mungkin harga tiket pesawat akan melonjak mengikuti harga Avtur.

Baca juga: Mengenal Dua Jenis Bahan Bakar Pesawat: Avgas Vs Avtur, Apa Bedanya?

Harga Avtur, lanjut IATA, terus naik lantaran perekonomian global mulai pulih. Di saat yang bersamaan pasokan minyak global tetap stagnan karena kegagalan OPEC meningkatkan produksi.

Pada awal November, paparan dari asosiasi yang menaungi 290 maskapai internasional ini dalam gelaran Airlines Financial Monitor, harga Avtur sudah menginjak 70 persen lebih tinggi dibanding awal tahun.

“Harga bahan bakar jet bulanan dan harga minyak mentah Brent terus naik lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir, dan saat ini jauh di atas level sebelum krisis 2019,” jelasnya.

“Pada awal November, harga bahan bakar jet per barel berada di US$96,1,+70% year-to-date. Kenaikan harga telah didorong oleh pulihnya permintaan dengan cepat karena pasar dibuka kembali di seluruh dunia dan aktivitas ekonomi dimulai kembali. Sementara itu, pasokan tetap ketat karena peningkatan produksi OPEC+ berjalan lambat,” tambahnya.

“Banyak maskapai penerbangan telah menyuarakan keprihatinan tentang dampak kenaikan biaya bahan bakar -item biaya operasi terbesar maskapai- pada pemulihan keuangan mereka. Q4 cenderung menjadi kuartal yang lebih lemah secara musiman untuk pendapatan penumpang maskapai sehingga kenaikan harga bahan bakar merupakan tantangan yang tidak diinginkan,” terangnya, seperti dikutip dari Punch.

Kenaikan harga Avtur tentu sangat disayangkan. Sebab, maskapai global di kuartal III 2021 ini rata-rata sedang tumbuh dibanding kuartal II. Dari 27 sampel maskapai, margin EBIT atau margin pendapatan sebelum bunga dan pajak di seluruh industri meningkat menjadi -2 persen dari pendapatan di kuartal III.

Menurut IATA, pendapatan penumpang telah menurun sebesar 34 persen pada Q3 2021 dibandingkan dengan sebelum krisis Q3 2019, sementara pendapatan kargo telah meningkat sebesar 65 persen selama periode yang sama di tengah meningkatnya permintaan kargo.

Kenaikan Avtur terhadap kenaikan harga tiket memang berbanding lurus. Eks Ketua Indonesia Nasional Air Carrier Asociation (INACA) Ari Askhara, pernah buka-bukaan soal ini.

Baca juga: Campur Biofuel dan Avtur, United Airlines Sukses Layani Penerbangan Trans-Atlantik Terlama!

“Biaya pengeluaran sebuah maskapai didominasi untuk pembelian bahan bakar. Komposisinya itu untuk fuel itu 40 sampai 45 persen di biaya operasional kita (airlines),” ujarnya pada (15/1/2019).

Air yang eks Direktur Utama Garuda Indonesia itu menambahkan, selain avtur komposisi terbesarnya adalah biaya leasing pesawat. Setelah itu, ada biaya perawatan pesawat dan gaji pegawai. “Struktur cost, itu banyak variabel, itu tergantung volatilitas kondisi market internasional karena pembayaran dalam bentuk dolar AS,” katanya.

Pengendara Sepeda Tertabrak Bus SMRT dan Pengemudi Diskors

Seorang pengendara pengiriman dibawa ke rumah sakit setelah sepeda yang digunakannya bertabrakan dengan bus tingkat SMRT. Pengendara tersebut terlempar dua hingga tiga meter dari lokasi tabrakan itu dan sepeda yang digunakannya rusak terlindas ban bus.

Baca juga: Sopir Bus SMRT Singapura Keder, Penumpang Pun Berperan Sebagai Navigator

Dilansirk KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (10/11/2021), kecelakaan itu terjadi di persimpangan Marsiling Drive dan Admiralty Road pada 9 November, sekitar pukul 23.35 malam. Polisi mengatakan, pengendara berusia 43 tahun itu dalam keadaan sadar saat dibawa ke Rumah Sakit Khoo Teck Puat.

Seorang saksi mata bernama Lianhe Wanbao menceritakan bahwa dirinya tengah berada di bus lain saat kejadian dan mendengar ledakan keras. Kemudian dia melihat seorang pengendara sepeda yang membawa kotak makanan telah ditabrak bus.

“Pria itu terlempar sekitar dua hingga tiga meter dari bus ke jalan dan tampak sangat kesakitan. Pengemudi bus segera turun dan membantu pengendara sepeda serta polisi dan para medis kemudian dipanggil ke tempat kejadian,” ujar Wanbao.

Dari yang terlihat, Wanbao mengatakan, bus SMRT itu berbelok ke kanan ke Jalan Admiralty dari Marsiling Drive, sedangkan pengendara sepeda sedang menyeberang di persimpangan penyeberangan pejalan kaki. Namun dia mengaku, tidak jelas bagaimana kecelakaan terjadi.

Saksi mata menambahkan bahwa sementara ada sepuluh atau lebih penumpang di dalam bus pada saat kejadian, tidak ada yang terluka. Foto-foto setelah kecelakaan menunjukkan bus berhenti di tengah jalan, ketika personel SMRT bekerja untuk mengeluarkan sepeda yang terperangkap dari bawah roda depan bus layanan 903.

Tak hanya itu, pihak kepolisian mengatakan tengah melakukan investigasi. Direktur operasional bus SMRT Lee Yong Heng mengatakan, bahwa pengemudi bus telah diskors dari tugasnya dan dukungan diberikan kepada keluarga pengendara sepeda.

Baca juga: Video Dua Penumpang SMRT Berkelahi Viral. Warganet: Keduanya Bersalah

“Tim perawatan kami telah menghubungi keluarga pengendara sepeda untuk memberikan dukungan dan bantuan. Kami bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan. Sementara itu, kapten bus telah diskors dari tugas mengemudi. Keselamatan adalah prioritas utama kami,” ujar Lee Yong Heng.

AS Akhirnya Umumkan Target Sektor Penerbangan Bebas Emisi Karbon Tahun 2050

Setelah lama dinanti, Amerika Serikat (AS) akhirnya mengumumkan target bebas emisi karbon di sektor penerbangan pada 2050 mendatang. Hal itu disampaikan Menteri Transportasi AS, Pete Buttigieg, disela-sela gelaran Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 (COP26).

Baca juga: Boeing Tak Yakin Konsep Pesawat Bertenaga Hidrogen, Sindir Airbus?

Komitmen bebas emisi karbon atau CO2 AS di sektor dirgantara memang lama dinanti. Negara-negara lain seperti Selandia Baru, Uni Eropa, Qatar, sudah mengumumkan itu lebih dahulu dan kurang lengkap tanpa AS, mengingat pengaruhnya secara global.

Laporan Reuters, dalam merealisasikan target bebas emisi karbon 2050 di sektor penerbangan, Gedung Putih mengatakan emisi karbon mula-mula akan turun 20 persen lebih rendah pada tahun 2030. Ini dicapai dengan memasifkan penggunaan bahan bakar berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF).

“Rencana ini menunjukkan bahwa kita dapat memerangi perubahan iklim sambil menumbuhkan ekonomi dan menciptakan pekerjaan Amerika dengan gaji yang baik,” kata Buttigieg.

Pada event climate talks di Glasgow, Buttigieg akan mewakili Amerika Serikat sebagai koalisi negara-negara yang dipimpin oleh Inggris diharapkan mengumumkan “Deklarasi Ambisi Iklim Penerbangan Internasional”.

Deklarasi itu, menurut draf yang beredar, akan mengakui bahwa Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah forum yang tepat untuk menangani emisi dari penerbangan internasional dan mencakup komitmen untuk mendorong ICAO mengadopsi “cita-cita jangka panjang yang ambisius” dan mendukung pengembangan SAF.

Target AS mewujudkan bebas emisi karbon di sektor penerbangan tahun 2050 didukung penuh oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA).

Menurut FAA, selain fokus pada SAF, AS dan dunia juga harus fokus pada teknologi pesawat baru yang lebih efisien atau irit bahan bakar dan efektivitas operasi bandara. “Dekarbonisasi sektor penerbangan sangat menantang,” kata FAA.

FAA berpandangan, dengan investasi dari pemerintah dan industri penerbangan AS, pesawat narrowbody baru yang sesuai dengan syarat dekarbonisasi baru bisa hadir di pasaran pada 2030 mendatang. Sedangkan untuk pesawat widebody baru bisa hadir 10 tahun setelahnya pada 2040.

Saat ini, industri penerbangan AS dan lembaga terkait sedang berupaya mengembangkan teknologi terbaru yang lebih ramah lingkungan.

Boeing, meski terlibat psywar dengan Airbus terkait bahan bakar hidrogen sebagai solusi wujudkan bebas emisi di sektor penerbangan, berkomitmen untuk membuat pesawat komersial 100 persen menggunakan berbahan bakar ramah lingkungan pada 2030 mendatang.

Hanya saja, tak disebutkan dengan jelas, apa bahan bakar ramah lingkuangan yang dimaksud. Apakah itu listrik atau bahan bakar ramah lingkungan lainnya, Boeing tak menjelaskan secara detail.

Baca juga: Teknologi Terbaru NASA Sanggup Kurangi Emisi Karbon-Menghemat Bahan Bakar Pesawat

Sementara itu, NASA, terus mengembangkan teknologi terbaru di sektor dirgantara. Terbaru, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengaku sudah empat tahun belakangan ini menguji coba teknologi terbarunya, ATD2.

Bersama Adminstrasi Penerbangan Federal AS (FAA), National Air Traffic Controllers Association (NATCA), dan dua maskapai AS, American Airlines dan Southwest Airlines, teknologi yang diklaim mampu mengurangi emisi karbon dioksida sekaligus menghemat bahan bakar ini diuji coba di Bandara Internasional Charlotte Douglas dan Bandara Internasional Dallas Fort Worth, AS.

Japan Rail Fair Mengajak Ikut Menikmati Perjalanan Kereta Virtual

Japan Rail Fair tahun ini dimulai pada 16 Oktober kemarin. Di mana dalam fair tersebut ada banyak program langsung gratis dan tiket yang ditawarkan serta memungkinkan Anda menikmati makanan, minuman hingga budaya Jepang dari rumah sendiri.

Baca juga: Jepang Hadirkan Perjalanan Bus Virtual, Penumpang Rasakan Sensasi dari Tempat yang Dituju

Mungkin Anda bertanya–tanya mengapa dari rumah sendiri? KabarPenumpang.com melansir dari laman channelnewsasia.com (14/10/2021), Japan Fair bisa dihadiri dalam pameran perjalanan virtual yang berlangsung selama dua akhir pekan yakni 16–17 Oktober dan 23 Oktober di laman Facebook Japan Rail Cafe.

Jelajahi Akita Utara dengan memetik hasil bumi bersama anjing Akita Inu dalam pesta bertema Musim Gugur. Foto: Japan Rail Cafe

Dalam pameran virtual tersebut, menampilkan kombinasi program gratis dan tiket. Di mana acara itu akan menawarkan kepada pemirsa pengalaman mendalam berbagai hal tentang Jepang.

Di pameran virtual ini, Anda akan menikmati area seperti Akita, Kagishima, Tokyo dan Fukushima. Bahkan penduduk setempat akan memandu Anda untuk menikmati pemandangan dan pengalaman terbaik meski melalui laman Facebook milik Japan Rail Cafe.

Pada permulaan perjalanan, Anda akan diajak untuk menjelajahi pedesaan Jepang yang indah melalui mata kondektur dan pengemudi kereta Hachinohe. Kemudian Anda akan diajak untuk melihat mereka menikmati barbekyu seafood lengkap dengan sebotol sake “Hassen”.

Jajaran ekiben (kotak bento kereta api) khusus Japan Rail Cafe. Foto: Japan Rail Cafe

Selain itu Anda juga akan, nikmati pemandangan pedesaan Fukushima dari kursi pengemudi kereta JR East. Program livestream akan memungkinkan untuk berinteraksi dengan awak kereta, dan dilengkapi dengan goody bag yang akan dikirimkan langsung ke depan pintu Anda.

Baca juga: Anda Rindu Disneyland? Ikuti Perjalanan Virtual Melalui “It’s a Small World”

Bahkan jika Anda bukan penggemar kereta api, pameran ini mencakup sejumlah kegiatan yang melayani berbagai minat mulai dari tur shochu hingga memetik hasil bumi musim gugur dengan anjing Akita Inu. Terlebih lagi, Japan Rail Cafe akan merayakannya dengan deretan ekiben (kotak bento kereta api) khusus untuk menemani pengalaman virtual Anda di atas kapal.

iPhone Milik Pilot Jatuh dari Pesawat, Ditemukan Masih Utuh Tanpa Goresan!

Kasus iPhone jatuh dari pesawat kembali terjadi. Teranyar, seoarang pilot di Orlando, Amerika Serikat (AS) tanpa sengaja menjatuhkan ponsel iPhonenya saat pesawat tengah lepas landas di kecepatan nyaris 100 km per jam di Bandara Orlando Executive Airport, Florida, AS. Ajaibnya, ponsel yang disebut-disebut sebagai iPhone 13 atau 12 itu ditemukan utuh tanpa ada kerusakan ataupun goresan.

Baca juga: Awas, Kelamaan Dicas dan Terselip di Kursi Pesawat, Ponsel iPhone Meledak dan Terbakar!

Dilansir appleinsider.com, tak dijelaskan secara detail bagaimana iPhone tersebut bisa jatuh dari pesawat. Apalagi saat lepas landas, mengingat pada proses ini biasanya pilot sibuk menerbangkan pesawat. Tetapi, besar kemungkinan ponsel diletakkan di dekat jendela pesawat ringan twin engine yang terbuka.

Disebutkan, insiden iPhone jatuh dari pesawat ini terungkap saat pilot melapor ke aircraft controller untuk mengkoordinasikan hal ini ke ATC. Dari data satelit, ponsel iPhone sang pilot diketahui berada di landasan tepat di sebelah kanan center line.

Petugas pun dengan cepat menindaklanjuti laporan tersebut dan beberapa waktu kemudian iPhone tersebut ditemukan. Ketika ditemukan, petugas ATC menanyakan bagaimana keadaan layar dari ponsel itu.

Dilirik dari kronologinya, dimana ponsel jatuh saat pesawat melesat di kecepatan 100 km per jam, besar kemungkinan ponsel hancur, setidaknya terdapat kerusakan pada layar dan lainnya. Akan tetapi, petugas di darat mengkonfirmasi bahwa iPhone dalam keadaan baik tanpa ada goresan sedikitpun apalagi rusak.

Insiden ponsel iPhone jatuh dari pesawat bukan pertama kali terjadi. Pada tahun 2020 lalu, iPhone 6s jatuh dari pesawat di ketinggian 2.000 kaki atau 600 meter. Ketika itu, sutradara asal Brasil, Ernesto Galiotto awalnya berniat untuk merekam video pemandangan saat dirinya terbang dengan pesawat kecil di atas pantai yang di Cabo Frio, Rio de Janeiro, Brasil.

Akibat angin yang cukup kencang, tiba-tiba ponsel iPhone 6s miliknya terlepas dari genggaman dan terhempas ke luar pesawat, namun masih dalam keadaan tetap merekam video. Galiotto mengira bahwa ia bakal kehilangan ponsel pribadinya itu untuk selamanya. Namun ia tidak menyerah begitu saja. Galiotto mencoba untuk melacak keberadaan ponsel miliknya menggunakan aplikasi Find My.

Secara tidak terduga, iPhone 6s tersebut masih dalam kondisi menyala dan mendarat di tengah-tengah pantai berpasir. Tanpa membuang-buang waktu, Galiotto beserta pesawat yang ditumpanginya bergegas melesat ke lokasi yang telah ditentukan. Beruntung, ponsel tersebut ditemukan dalam kondisi sedikit tergores dan masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca juga: (Video) Pilot Buka Jendela Kokpit Saat Pesawat di Udara! Seketika, Ini yang Terjadi

Galiotto mengaku tidak menggunakan pelindung khusus apa pun, hanya case berbahan silikon biasa serta screen protector.

“Ini merupakan kejadian yang apabila diceritakan ke orang lain, mereka tidak akan pernah mempercayainya,” katanya.

Odakyu Kenakan Tarif Pada Anak-anak dengan Diskon Hingga 90 Persen

Mulai musim semi 2022 mendatang, Odakyu Electric Railway Company berencana menetapkan tarif kereta untuk anak-anak yang diumumkan pada 8 November kemarin. Tarif anak-anak akan ditetapkan pada 50 yen atau sekitar Rp6300 untuk semua jalur.

Baca juga: Maskapai Cebu Pacific Jual Tiket Promo ke Dubai Rp3 Ribu! Cuma Sampai 14 Oktober

Pengenaan tarif kepada anak-anak oleh Odakyu Electric Railway Company itu menandai untuk pertama kalinya sebuah perusahaan kereta api menetapkan tarif anak reguler di bawah setengah harga tarif dewasa. Seorang pejabat Odakyu mengatakan, tarif ini akan berlaku pada anak-anak usia enam hingga 12 tahun dan siswa sekolah dasar.

“Kami berharap anak-anak menggunakan kereta api kami dan memiliki perasaan ramah terhadap mereka, dan ingin mereka hidup lebih lama di sepanjang jalur kami di masa depan,” kata pejabat itu yang dikutip KabarPenumpang.com dari mainichi.jp (8/11/2021).

Sedangkan ketika seorang anak naik kereta di jalur terpanjang antara Stasiun Shinjuku hingga ke Stasiun Odawara, mereka akan membutuhkan biaya 445 yen atau sekitar Rp56 ribu dan ini mendapat diskon hingga sekitar 90 persen. Selain diskon permanen, Odakyu bermaksud untuk lebih meningkatkan dukungannya untuk keluarga yang bersama anak-anak dengan mengambil langkah-langkah seperti pengenalan skala penuh layanan berbagi kereta dorong ke dan dari stasiun.

Di mana tumpangan tak terbatas untuk anak-anak sekolah dasar di semua rute seharga 100 yen atau sekitar Rp12.600 per hari dan acara di fasilitas komersial yang dioperasikan oleh perusahaan grup Odakyu. Mereka juga berencana merevisi harga tiket komuter anak-anak dan tiket unlimited khusus untuk kereta Odakyu dan layanan transportasi lainnya.

Baca juga: Moha 510, Kereta Retro di Stasiun Miyazaki yang Berubah Jadi Coworking Space

Karena populasi di sepanjang jalur Odakyu diperkirakan akan menurun di masa depan, operator kereta api bermaksud untuk memajukan inisiatif untuk meningkatkan jumlah penduduk di sepanjang jalur layanannya dengan mempromosikan mereka sebagai lingkungan yang ramah anak.






















Emirates Jual Bar Mewah Bekas Pesawat Airbus A380 Pertama, Berminat?

Emirates memastikan akan membongkar pesawat Airbus A380 pertamanya, A6-EDA. Pesawat berusia 14 tahun ini akan didaur ulang dan berbagai komponennya akan dijual, salah satunya bar mewahnya. Hasil penjualan akan disumbangkan ke yayasan amal Emirates Airline Foundation.

Baca juga: Keren, 43 Unit Airbus A380 Emirates Pakai Livery Dubai Expo 2020, Tiga di Antaranya Warna-warni

Di masa lalu, pesawat purna tugas biasanya dibiarkan mangkrak dan jadi rongsokan di gurun pasir atau kuburan pesawat. Tetapi, saat ini, trennya berbeda. Maskapai mulai mendaur ulang suku cadang dan komponen pesawat di dalam negeri, baik dengan tenaga SDM sendiri maupun pihak ketiga, untuk dijual kembali.

Bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.

Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.

Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua. Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.

Selain Valliere Aviation, Falcon Aircraft Recycling juga dikenal sebagai salah satu perusahaan daur ulang pesawat terkenal. Mereka pula yang ditugaskan untuk membongkar dan mendaur ulang sekitar 190 ton material Airbus A380 pertama Emirates.

Dilansir Simple Flying, Falcon Aircraft Recycling bertanggung jawab untuk mendaur ulang bagian-bagian badan pesawat dan material kabin menjadi suku cadang dan furnitur yang dapat dikoleksi. Tetapi, secara khusus, Emirates meminta agar bar A380 maskapai tidak dibongkar menjadi bagian per bagian melainkan dijual dalam satu kesatuan menjadi sebuah furnitur yang dapat diletakkan di rumah.

Sampai saat ini, rincian item yang dijual belum dirilis Emirates dan Falcon Aircraft Recycling. Demikian juga dengan harganya. Namun, satu hal yang sudah pasti, berapapun hasil penjualannya semua akan disumbangkan ke yayasan amal Emirates Airline Foundation.

“Melalui inisiatif ini, pelanggan dan penggemar kami dapat membawa pulang sepotong sejarah penerbangan sambil menyimpan bahan berharga dari tempat pembuangan sampah dan berkontribusi untuk tujuan amal melalui Emirates Airline Foundation. Ini adalah solusi pensiun yang elegan dan pas untuk pesawat ikonik ini dan andalan kami,” kata CEO Emirates, Tim Clark.

Menurut data ch-aviation.com, A6-EDA menyelesaikan 49.632 jam (5,66 tahun) penerbangan, dan memiliki nilai jual di pasar saat ini sebesar US$30,94 juta atau Rp441 miliar (kurs 14.253). Emirates mengungkapkan bahwa jet tersebut telah melakukan 6.319 penerbangan dan mengunjungi 62 bandara di seluruh dunia, dimulai dari Dubai ke New York sebagai penerbangan komersial pertamanya pada Agustus 2008.

Baca juga: Singapore Airlines Bongkar Dua Airbus A380, Suku Cadangnya Didaur Ulang

Penerbangan komersial A380 A6-EDA Emirates terjadi pada 8 Maret 2020, membawa penumpang dari Singapura ke Dubai. Setelah penerbangan ini, maskapai mengirim pesawat ke Emirates Engineering Centre di Dubai World Central Airport.

Di sini, bagian-bagian pesawat yang dapat digunakan kembali, seperti mesin, roda pendarat, dan komponen kokpit, diambil untuk digunakan di pesawat A380 lainnya yang membutuhkan.