Hi Fly Sukses Daratkan Pesawat Airbus A340 Pertama di Benua Antartika, Bawa Misi Sekali Seumur Hidup

Spesialis wet lease asal Portugal, Hi Fly, sukses mendaratkan pesawat Airbus A340 pertama di Benua Antartika. Ini dilakukan untuk mempersiapkan pengalaman tinggal di benua beku tersebut sekali seumur hidup selama musim dingin setiap tahun antara November sampai Januari.

Baca juga: Tak Ingin Ratapi Nasib, Hi Fly Ubah Airbus A380 Jadi ‘Varian’ Kargo Pertama di Dunia

Pesawat Airbus A340 Hi Fly dengan nomor registrasi 9H-SOL diketahui bertolak dari Cape Town ke Wolf’s Fang Runway, Antartika dan kembali ke bandara yang sama pada 2 November lalu, atas kerjasama dengan operator tur spesialis Antartika, White Dessert, untuk membawa 23 penumpang dan sejumlah kargo.

Biasanya, White Desert menggunakan pesawat Gulfstream 550 untuk membawa sejumlah perlengkapan dan peralatan camp musim dingin di Antartika. Tetapi, tahun ini mereka menginginkan pengalaman yang lebih luas dan membutuhkan banyak tambahan perlengkapan. Otomatis, mereka juga butuh pesawat yang lebih besar untuk efisiensi.

Perjalanan pesawat A340-300 berusia 19 tahun -yang sudah bergabung dengan Hi Fly sejak tahun 2018 silam- dari Cape Town ke Antartika ditempuh selama 5 jam 10 menit saat berangkat dan 5 jam 20 menit saat kembali.

Mengingat tidak adanya stasiun pengisian bahan bakar, Hi Fly sudah membekali pesawat tersebut dengan 77 ton Avtur saat keberangkatan untuk penerbangan pulang.

“9H-SOL adalah A340-313HGW (Berat Kotor Tinggi) dengan berat lepas landas maksimum 275 ton. Ini adalah pesawat yang memberikan, setiap saat. Kuat, nyaman dan aman, berkinerja baik di lingkungan ini. 4 mesin redundansi dan jangkauan yang sangat jauh, menjadikannya pesawat yang ideal untuk jenis misi ini,” kata Kapten Carlos Mirpuri, wakil presiden Hi Fly, seperti dikutip dari Simple Flying.

Mirpuri, yang juga kapten pilot dalam misi pendaratan Airbus A340 pertama di Antartika itu, menjelaskan upaya pendaratan di atas lapisan es biru benua paling Selatan tersebut bukan perkara mudah.

Baca juga: Teka-Teki Pesawat Dilarang Terbang di Atas Antartika, Ternyata Gegara Hal Ini

Menjelang landing di Bandara Antartika, lanjutnya, sebuah mobil survei terlebih dahulu mengecek kondisi runway semata untuk memberi informasi kondisi tentang apapun yang dibutuhkan pilot untuk mensukseskan pendaratan. Berkat kerja keras tim, Hi Fly akhirnya sukses mendaratkan pesawat Airbus A340 pertama di Benua Antartika.

Pasca kesuksesan ini, Hi Fly bisa dibilang kebanjiran order. Ke depan, pesawat A340 maskapai akan mengantar lebih banyak orang untuk penerbangan wisata, transportasi ilmuan atau tim peneliti, dan mengirim kargo penting dalam jumlah besar ke Antartika.

Tunnel Boring Machine Pertama untuk Jalur MRT Jakarta Fase 2A Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok

Jalur MRT Jakarta fase 2A yang semuanya berada di bawah tanah kini sudah bisa mulai pengeboran untuk menyambungkan tiap bagian kostruksinya dari Bundaran HI hingga ke kota. Pasalnya mesin bor terowongan atau Tunnel Boring Machine (TBM) pertama sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Minggu (21/11/2021).

Baca juga: Bangun Fase 2, MRT Jakarta Buat Rekayasa Lalu Lintas dari Thamrin sampai Monas

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Rendi Alhial mengatakan, tibanya TBM 1 ini setelah difabrikasi di salah satu pabrik milik perusahaan multi nasional asal Jepang yakni Kawasaki Heavy Industries, Ltd di Hangzhou dan Wuhu, Cina. Pemilihan mesin bor, karena sudah sesuai dengan pedoman Japan International Cooperation Agency (JICA) Guideline dan TBM juga dibuat dengan kualitas serta pengawasan produksi sesuai standar Jepang.

Rendi mengatakan, TBM 1 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok setelah menempuh perjalanan laut sekitar tiga minggu dari Cina. TBM 1 itu disebutkan Rendi datang dalam 48 bagian yang akan dirakit di lokasi pengeboran. Setelah dirakit, MRT Jakarta akan melakukan launcing dan penggalian terowongan yang rencananya akan dimulai Januari 2022.

“TBM 1 akan diangkut ke Stasiun Bundaran HI pada akhir November 2021 untuk membuat terowongan dari Stasiun Bundaran HI menuju ke Stasiun Harmoni. TBM 1 ini menggunakan tipe earth pressure balance dengan diameter mesin 680 mm dengan shiel length 8.500 mm dan segment diameter 6.650 outer dan 6.050 mm inner,” jelas Rendi yang dikutip dari siaran pers, Senin (22/11/2021).

Untuk diketahui, penggunaan tipe ini berdasarkan hasil kajian terhadap kondisi tanah di sepanjang jalur fase 2A yang didominasi oleh alluvial clay dengan beberapa lapisan diluvial clay dan diluvial sand. Pembangunan terowongan pada fase 2A akan menggunakan dua unit TBM yang akan didatangkan secara bertahap.

TBM 1 akan memulai pengeboran dari Stasiun Bundaran HI menuju ke Stasiun Thamrin lalu melakukan U-turn di dalam stasiun untuk melakukan pengeboran dari Stasiun Thamrin ke Stasiun Bundaran HI. Kemudian, TBM 1 akan diangkut ke Stasiun Monas dan melakukan pengeboran ke arah Stasiun Harmoni.

Sedangkan untuk TBM 2 akan mulai melakukan pengeboran dari Stasiun Monas menuju Stasiun Thamrin lalu melakukan U-turn untuk pengeboran dari Stasiun Thamrin menuju Stasiun Monas dan melanjutkan pengeboran dari Stasiun Monas ke arah Stasiun Harmoni. Selain penggalian terowongan, secara bersamaan akan dilakukan juga pemasangan
ring segmen dengan produktifitas rata-rata sekitar lima ring per hari. Dalam satu ring terowongan, tersusun dari enam segmen dengan lebar 1.5 meter, sehingga TBM akan melakukan pengeboran sejauh 7.5 meter per hari. Segmen beton terowongan (tunnel segment lining) tersebut diproduksi di pabrik WIKA KOBE, Karawang.

Baca juga: PPKM Level 3, Jumlah Penumpang Naik, MRT Jakarta Fase 2 CP203 Mulai Rekayasa Lalu Lintas

Tanah hasil penggalian akan dicampur dengan polymer dan dipompa menggunakan soil pump dari chamber TBM ke muck pit di permukaan tanah (ground level) lalu diangkut dengan truk ke tempat pembuangan tanah yang telah ditentukan. Pembuangan tanah hasil galian akan dimanfaatkan untuk lahan pemakaman yang berlokasi di TPU Rorotan, Jakarta Utara dan TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. Pekerjaan pengeboran akan membutuhkan waktu selama ±17 bulan untuk kedua TBM tersebut.






















Badai Pasir Gurun Gobi, Bikin Kereta Cepat di Cina Tak Berkutik

Selain banjir, badai pasir nyatanya dapat mempengaruhi operasional kereta api berkecepatan tinggi. Ini didapat dari sebuah studi baru yang dilakukan oleh para ilmuwan Cina setelah para pelancong dalam beberapa tahun terakhir mempertanyakan kredensial kereta peluru di jalur Xinjiang menuju ke Lanzhou.

Baca juga: Pesawat Delay Karena Badai Pasir, Pilot Belikan Pizza untuk Semua Penumpang

KabarPenumpang.com merangkum yahoo.com (17/11/2021), dalam perjalananya, angin kencang yang membawa pasir dalam jumlah besar dapat meningkatkan hambatan pada kereta peluru hampir sepertiganya. Sedangkan erosi serius pada badan bada kereta, kaca depan dan roda ditemukan oleh profesor teknik mesin Jin Afang di Universitas Xinjiang.

Kecepatan tertinggi kereta peluru di jalur ini dibatasi pada 250 kpj setelah layanan diluncurkan pada tahun 2014. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kecepatan di banyak bagian telah dikurangi menjadi 200 kpj atau lebih rendah. Adanya penurunan ini memicu keluhan dari para pelancong bahwa kereta api yang dibangun dengan biaya 143,5 miliar yuan (US$22,5 miliar) tidak sesuai dengan namanya.

Sementara data operasional di jalur Xinjiang-Lanzhou tidak tersedia untuk umum, pemodelan komputer oleh Jin dan rekan-rekannya di Universitas Xinjiang menunjukkan bahwa, pada kecepatan tertinggi 200 kpj saat ini, butiran pasir besar khas Gurun Gobi dapat menyebabkan komponen eksternal kereta kehilangan sepersepuluh dari cat mereka setelah badai sedang.

“Memilih bahan pelapis elastis yang dapat mengurangi erosi dan keausan partikel pada permukaan tumbukan sangat penting untuk operasi yang aman,” kata tim Jin.

Kereta api berkecepatan tinggi Urumqi-Lanzhou adalah proyek infrastruktur strategis yang menghubungkan wilayah otonomi Xinjiang Uygur di bagian barat jauh ke seluruh Cina. Diharapkan dapat mendorong pembangunan regional dan memainkan peran penting dalam Belt and Road Initiative, dengan memperkuat hubungan ekonomi antara China barat dan negara-negara di benua Eurasia.

Dibangun hanya dalam lima tahun, ini adalah rel berkecepatan tinggi pertama di dunia yang melintasi gurun. Jalur ini juga membentang melalui pegunungan Qilian yang tinggi, dan kereta harus melewati lima zona angin kencang di sepanjang jalan. Xinjiang yang kaya sumber daya adalah divisi tingkat provinsi terbesar di Cina berdasarkan wilayah.

Dengan penduduknya yang jarang dan kota-kota yang terpisah jarak yang sangat jauh serta transportasi darat yang tidak nyaman telah lama mempengaruhi pemerintahan. Bahkan lingkungan alam yang tidak bersahabat membuat konstruksi rel kecepatan tinggi di Xinjiang menjadi sangat sulit. Apalagi untuk kereta api berkecepatan rendah di wilayah tersebut, angin bisa menjadi faktor risiko yang signifikan.

“Dalam beberapa tahun terakhir, angin kencang telah menggelincirkan 13 kereta [kecepatan reguler], dengan 79 gerbong terbalik, menyebabkan dampak besar pada keselamatan penumpang dan kegiatan ekonomi,” kata para peneliti.

Simulasi komputer mereka berdasarkan lanskap Gobi menemukan bahwa badai pasir tidak hanya mempengaruhi bagian depan kereta berkecepatan tinggi yang berjalan melawan angin, tetapi bahkan dapat menghasilkan turbulensi yang kuat yang dapat mengganggu kestabilan bagian belakang. Semakin besar kecepatannya, semakin sulit untuk menjaga kereta tetap di relnya selama badai, menurut Jin dan timnya.

Baca juga: Usai Diterjang Badai Pasir Berkecepatan 120 Km Per Jam, Bandara di Kepulauan Canary Kembali Dibuka

Meski begitu semua kereta berkecepatan tinggi tetap berada di jalurnya bahkan selama angin kencang seperti itu. Ini karena banyaknya sistem alarm yang ditanam di sepanjang rel, yang mampu memaksa kereta berhenti jika kecepatan angin melebihi ambang batas keselamatan. Ratusan kilometer tembok juga didirikan di kedua sisi jalur rel untuk mengurangi dampak langsung angin dan pasir di kereta api. Di daerah yang paling berangin, terowongan besar dari baja dan beton dibangun untuk menciptakan lingkungan yang lebih terlindungi bagi kereta api untuk melewatinya.






















Leonardo AW609 Muncul di Dubai, Selangkah Menuju Sertifikasi

Pesawat tiltrotor sipil pertama di dunia, Leonardo AW609, mencuri perhatian pengunjung di gelaran Dubai Airshow 2021. Pesawat ini dikabarkan tengah melakukan beberapa penerbangan uji sebelum menjalani uji sertifikasi dalam waktu dekat setelah penerbangan perdana hampir dua dekade silam.

Baca juga: Sejarah ATR, Produsen Pesawat Regional Terbesar Dunia Besutan Perancis-Italia

Dilansir New Atlas, terbang perdana pada tahun 2003, AW609 mengalami pasang-surut selama masa pengembangan. Mulai dari gonta-ganti konsorsium sampai desainnya. Hal ini pun mempengaruhi nama pesawat itu sendiri yang juga beberapa kali mengalami perubahan.

Di awal, pesawat ini bernama Bell/Agusta BA609, kemudian menjadi AgustaWestland AW609, dan sekarang Leonardo AW609.

Kemunculan Leonardo AW609 di Dubai merupakan yang pertama kalinya. Sebelum ini, pesawat itu hanya muncul di Amerika Serikat dan Eropa.

Dubai memang bukan tempat yang asing buat pabrikan pesawat asal Italia itu. Disebutkan, Leonardo telah menjual lebih dari 100 produk ke Uni Emirat Arab, mulai dari helikopter, teknologi angkatan laut canggih, secure communications, teknologi luar angkasa, dan pesawat latih.

Saat ini, empat prototipe Leonardo AW609 telah dibuat. Pada bulan Oktober tahun ini, CEO Leonardo Alessandro Profumo mengatakan kepada Reuters bahwa pesawat tiltrotor sipil pertama di dunia tersebut diharapkan bisa disertifikasi oleh FAA pada tahun 2022 mendatang.

Leonardo AW609 disebut mirip dengan Bell Boeing V-22 Osprey. Keduanya sama-sama bisa terbang vertikal layaknya helikopter ataupun terbang horizontal seperti pesawat terbang lain agar bisa memacu kecepatan lebih. Bedanya, pesawat memiliki dimensi yang lebih kecil dan merambah pasar sipil bukan militer.

Pesawat tiltrotor sipil pertama di dunia itu diklaim mampu mengangkut sembilan penumpang dan satu pilot atau single pilot atau single cockpit. Ini didukung dua mesin turboshaft Pratt & Whitney Canada PT6C-67A menggerakkan proprotor bilah tiga dan memberikan kecepatan maksimum 509 km per jam dan jangkauan sejauh 1.389 km (863 mil) atau lebih dari 2.000 km (1.200 mil) dengan tangki tambahan.

Baca juga: Inilah Ling-Temco-Vought (LTV) XC-142, Pesawat dengan Kemampuan Terbang Transisi Pertama di Dunia

Dalam mode helikopter, proprotor diposisikan antara sudut 75-95 derajat dan sudut 87 derajat untuk melayang secara vertikal. Dalam mode pesawat, proprotor diputar ke depan dan terkunci pada posisi sudut nol derajat, berputar pada RPM 84 persen.

Perangkat lunak kontrol penerbangan digunakan untuk menangani banyak kompleksitas transisi antara mode helikopter dan pesawat. Tersedia sistem otomatis untuk membimbing pilot dengan sudut kemiringan yang benar dan pengaturan kecepatan terbang diudara. AW609 juga dilengkapi sistem kontrol penerbangan triple-redundant digital fly-by-wire, head-up display, dan full authority digital engine controls (FADEC).

Sedih! Sudah 6 Airbus A380 Dibongkar, Begini Kisahnya

Lebih dari 14 tahun sudah sejak Airbus A380 pertama memasuki layanan komersial pertama bersama Singapore Airlines. Namun, sebagaimana kata pengamat aviasi global, pesawat superjumbo ini lahir di era yang tidak tepat. Ditambah lagi pandemi Covid-19 yang menghancurkan dunia dirgantara internasional. Tak heran bila saat ini enam Airbus A380 telah dibongkar atu dihancurkan.

Baca juga: Emirates Jual Bar Mewah Bekas Pesawat Airbus A380 Pertama, Berminat?

Laporan ch-aviation.com, enam dari total 254 Airbus A380 yang telah pensiun dan dibongkar itu ialah MSN 003, 005, 010, 021, 040, dan 011. Masing-masing pesawat mempunyai sejarah tersendiri bersama maskapai.

Disebutkan, MSN 003 dahulu terbang bersama maskapai nasional Singapura, Singapore Airlines. Pesawat memasuki layanan pertama bersama maskapai pada bulan Mei 2006 dan terdaftar sebagai 9V-SKA.

Nomor registrasi itu terus digunakan sampai setidaknya bulan Juni 2017 saat ditarik dari penggunaan oleh pemiliknya, Dr. Peters Group. Ini kemudian diregistrasi ulang sebagai 2-DRPA. Dua tahun berikutnya, berhubung tidak ada yang membeli, Airbus A380 MSN 003 dibongkar pada November 2019.

Serupa tapi tak sama, MSN 005 juga memilki sepak terjang yang mirip-mirip dengan MSN 003. Disebutkan, pesawat ini masuk ke tahun layanan bersama Singapore Airlines pada Juli 2006 dan terdaftar sebagai 9V-SKB.

Pada tahun 2017, pesawat ditarik oleh sang pemilik, Dr. Peters Group, dan disimpan di Tarbes, Perancis. Meski disewa secara wet lease oleh Hi Fly, namun pesawat akhirnya dibongkar permanen lantaran tak dimanfaatkan secara maksimal.

MSN 10 juga demikian. Dioperasikan oleh maskapai Singapore Airlines, pesawat yang teregistrasi sebagai 9V-SKE pertama kali melayani penerbangan komersial pada Desember 2007. Pada April 2018, pesawat kembali ke tangan pemilik, Dr. Peters Group. Pada Mei 2001 lalu, pesawat resmi dibongkar atau dihancurkan.

Lanjut ke MSN 021, pesawat ini terdaftar sebagai 9V-SKH dan melakukan penerbangan komersial perdana bersama Singapore Airlines pada 10 Desember 2008. Setelah belasan tahun, pesawat ini akhirnya dihancurkan pada Oktober 2021 kemarin.

Selain Singapore Airlines, ada lagi Airbus A380 bekas Air France yang masuk dalam daftar enam Airbus A380 yang sudah dihancurkan. MSN 040 Air France pertama kali terbang perdana pada tahun 2009 dengan nomor registrasi F-HPJB.

Baca juga: Singapore Airlines Bongkar Dua Airbus A380, Suku Cadangnya Didaur Ulang

Pada Desember 2019, maskapai memutuskan mempensiunkan pesawat itu. Setelahnya, pesawat digrounded di Dresden, Jerman selama dua tahun dan dihancurkan atau dibongkar pada Februari 2021 silam.

Terakhir, MSN 011 jadi Airbus A380 keenam yang dibongkar untuk diambil suku candangnya yang bagus untuk digunakan kembali sebagai suku cadang pesawat A380 lain yang masih beroperasi. Pesawat ini dahulu diregistrasi sebagia A6-EDA. Setelah beberapa lama beroperasi bersama Emirates, di bulan November ini, pesawat akhirnya dibongkar di Dubai World Central dan jadi pesawat A380 pertama yang dibongkar di Uni Emirat Arab.

Tips – Cara Agar Koper Anda Lebih Cepat Keluar di Baggage Carousel

Saat tiba di bandara tujuan, setiap penumpang berharap dapat segera mengambil koper atau barang bawaan lainnya yang ditempatkan di bagasi pesawat. Namun, harapan itu belum tentu bisa terealisasi, boleh jadi malah koper Anda justru yang muncul terakhir di baggage carousel (conveyor belt). Kesal karena kehilangan waktu untuk menanti, boleh jadi menjadi momok tersendiri bagi para pelancong.

Baca juga: Penumpang Bingung, Koper di Conveyor Belt Bandara Heathrow Berubah Jadi Box Ikan Beku 

Untuk itu ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi di atas. Meski belum tentu sukses diterapkan, namun cara-cara di bawah ini punya potensi untuk sukses dicoba.

1. Check-in terakhir
Teknik check-in di waktu terakhir bisa menjadi peluang yang layak dicoba. Seorang petugas jalur dan penjaga pintu masuk di bandara regional di AS, menganggap bahwa cara tersebut akan membuat koper Anda dimasukkan ke dalam pesawat paling akhir. Semua orang tahu bahwa yang terakhir masuk berarti akan keluar pertama.

2. Menggunakan stiker Rapuh (Fragile)
Menggunakan stiker “Fragile” yang disediakan secara gratis oleh staf bandara dan menempelkannya pada koper Anda, berpotensi dapat mempercepat waktu tunggu Anda. Hal ini dikarenakan, muatan dengan status fragile akan ditempatkan pada tumpukan bagian atas. Seringkali barang bawaan yang rapuh masuk ke pesawat paling akhir dan sebagai hasilnya barang tersebut akan masuk ke lajur lebih dahulu.

3. Beli Tiket Kelas Satu/Bisnis
Ada beberapa maskapai yang memberikan pelayanan khusus pada penanganan bagasi. Bila Anda sebagai penumpang kelas satu atau bisnis, bisa jadi mendapat fasilitas papan atas yang lebih baik dan lebih nyaman, termasuk dalam hal penanganan bagasi ikut menjadi prioritas utama dan koper Anda bisa langsung sampai pada Anda tanpa harus menunggu lama di ban berjalan. Dalam hal ini, sebaiknya dapat ditanyakan terlebih dahulu ke petugas di counter check-in.

Baca juga: Bosan Antri Lama di Bandara, Begini Cara Cepat Ambil Barang di Klaim Bagasi

Pada dasarnya, setiap maskapai memiliki cara tersendiri untuk melakukan proses bongkar muat barang-barang dari ruang kargo untuk sampai pada baggage carousel di area klaim bagasi. Sehingga kadang dibutuhkan kesabaran penumpang untuk menunggu tas dan barang Anda. Beberapa ground crew memuat tas-tas besar untuk menyeimbangkan bobot pada bagian body pesawat dan yang lainnya diletakkan di sektor bawaan individu.






















Hari ini, 86 Tahun Lalu, Pesawat Angkut Kargo Terbang Perdana Lintasi Samudera Pasifik

Hari ini, 86 tahun lalu, rupanya menjadi tanggal yang bersejarah dalam jagad dirgantara Amerika Serikat, dimana pada 22 November 1935, telah ditorehkan penerbangan perdana lintas samudera oleh pesawat pembawa surat dan kargo, China Clipper yang dioperasikan oleh Pan American Airways untuk US Airmail.

Baca juga: Hari Ini, 90 Tahun Lalu, Penerbangan Non-Stop Trans-Pasifik Pertama di Dunia Terjadi

Pesawat amfibi dengan empat mesin propeller ini terbang melintasi Samudera Pasifik, yaitu take-off dari Alameda, California dan landing beberapa hari kemudian di Manila, Filipina.

Meski namanya kalah populer dibandingkan PBY-5A Catalina yang masif dioperasikan militer, namun China Clipper didapuk sebagai salah satu pesawat terbesar yang berhasil dibuat pada zaman itu. Diproduksi oleh Glenn L. Martin Company, China Clipper tidak melakoni penerbagan langsung menuju Manila, melainkan harus beberapa kali transit.

Lepas landas dari Alameda, California pada 22 November 1935, China Clipper dengan kargo pos udara pertama melintasi Samudra Pasifik. Membawa 110.000 surat, baru pada 29 November 2021, pesawat mencapai tujuannya di Manila. Sebelum tiba di Manila, pesawat ini melakukan transit di Honolulu, Pulau Midway, Pulau Wake, Sumay dan Guam. Pesawat ini diterbangi oleh Edwin C. Musick sebagai pilot dan Fred Noonan sebagai navigator.

Peresmian layanan pos udara laut dan penerbangan udara komersial melintasi Pasifik merupakan peristiwa penting bagi California dan dunia. Guna mengabadikan peristiwa bersejarah tersebut, US Airmail menerbitkan prangko khusus dengan teman pemerbangan lintas Samudera Pasifik itu.

Baca juga: Hari Ini, 94 Tahun Lalu, Pan Am Jadi Maskapai Pertama Layani Penerbangan Internasional

China Clipper digunakan Pan Am sampai 8 Januari 1945, ketika itu pesawat ini hancur dalam kecelakaan di Port of Spain, Trinidad dan Tobago. Penerbangan 161 telah dimulai di Miami menuju Leopoldville di Kongo Belgia, membuat pemberhentian pertama untuk mengisi bahan bakar di Puerto Rico sebelum terbang ke Port-of-Spain. Dua puluh tiga penumpang dan awak tewas, ada tujuh orang yang selamat termasuk Kapten C.A. Goyette, pilot in command dan Kapten L.W. Cramer selaku first officer.

Mulai 1 Desember 2021, Penumpang Kapal Ferry Wajib Gunakan e-Ticket yang Dilengkapi Data STNK

Penyeberangan dari Jawa ke Bali dan Jawa ke Sumatera mulai 1 Desember 2021 mendatang ada kebijakanan pengetatan dalam persyaratan penyeberangan. Di mana setiap pengguna jasa atau penumpang penyeberangan ferry wajib menggunakan tiket elektronik (e-ticket) Ferizy yang diisi lengkap sesuai dengan kartu identitas. Selain itu bagi mereka yang membawa kendaraan wajib menyertakan data Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Baca juga: “Ferizy,” Mudahkan Penumpang Beli Tiket Kapal Ferry Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk

“Pengguna jasa ferry harus mengisi data penumpang dan kendaraan dengan benar sesuai kartu identitas dan STNK saat melakukan reservasi tiket online melalui Ferizy,” ujar Corporate secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin.

Dia menyebutkan, ketentuan ini berlaku bagi pengguna jasa di Merak, Banten dan Bakauheni, Lampung serta Ketapang, Jawa Timur dan Gilimanuk, Bali. Shelvy mengatakan, untuk proses check in, pengguna jasa diminta untuk menyiapkan dokumen e-ticket berisi data lengkap sesuai kartu identitas setiap penumpang yang nantinya akan dilakukan verifikasi data oleh petugas di pelabuhan.

“Sesuai aturan, penumpang yang berhak atas santunan asuransi adalah penumpang yang terdata sesuai tanda identitas yang sah juga,” kata Shelvy.

Dia juga mengimbau agar pengguna jasa membeli tiket merek secara mandiri melalui www ferizy.com atau aplikasi Ferizy dan agen penjualan resmi lainnya. Shelvy mengingatkan, agar dipastikan seluruh jumlah penumpang dalam kendaraan terdata di dalam tiket.

Hal itu guna memastikan calon penumpang terdata dengan baik dan benar di dalam data manifest kapal. Shelvy mengatakan, jika pengguna jasa hanya melampirkan QR code tanpa data perjalanan, serta e-ticket tidak mencantumkan identitas diri, jumlah penumpang, golongan kendaraan, dan nomor polisi kendaraan sesuai dengan kartu identitas dan STNK, maka tidak akan dilayani di loket.

Sementara itu, selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa – Bali hingga 29 November 2021, ASDP tetap mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan, khususnya di Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk, agar melakukan reservasi tiket online secara mandiri via Ferizy. Mereka juga dihimbau mematuhi syarat perjalanan yang ditetapkan termasuk menunjukkan data vaksin dan antigen/PCR di Aplikasi PeduliLindungi.

Pelaku perjalanan penyeberangan juga wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan hasil negatif Rapid Test PCR yang berlaku 3×24 jam atau Antigen yang berlaku 1×24 jam. Di masa PPKM saat ini, pengecualian diberikan kepada pengguna jasa 12 tahun ke bawah yang dibebaskan menunjukkan kartu vaksin.

Juga, pengguna jasa dengan kondisi kesehatan khusus ataupun komorbid dengan melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah. Sesuai dengan surat edaran (SE) Menteri Perhubungan No. 94, SE Satgas Covid No 22, dan Imendagri No 57, bagi pengemudi kendaraan logistik juga diberikan pengecualian, jika sudah vaksin dua kali maka syarat hasil negatif antigen berlaku 14×24 jam sebelum masuk pelabuhan.

Baca juga: Tuntas di 2020, PT ASDP Targetkan Digitalisasi di Semua Pelabuhan

Sedangkan, jika sudah vaksin satu kali maka hasil negatif antigen berlaku 7×24 jam sebelum masuk pelabuhan.






















Inilah Alasan Perkeretaapian Jepang Lebih Menggunakan Easy Japanese Ketimbang Bahasa Inggris

Anda pernah mengunjungi Negeri Sakura, Jepang? Bagi yang sudah, mungkin Anda pernah merasakan fase kesulitan komunikasi dengan warga asli sana yang disinyalir tidak banyak yang mahir berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Ya, kendati maju di segala aspek, terutama sektor perkeretaapiannya, namun jargon Jepang sebagai “negara sombong” dilatarbelakangi oleh faktor sejarah.

Baca juga: Bandara Dubai Gunakan Bahasa ‘Jawa Halus’ Untuk Pemeberitahuan Penerbangan

Ternyata, keterbatasan warga Jepang dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris terjadi sejak masa isolasi dari dunia luar yang diberlakukan pada periode Edo (tahun 1868). Pada kala itu, orang Jepang dilarang bepergian ke luar negeri, pun dengan orang asing yang juga dilarang untuk masuk ke Jepang. Akhirnya aturan isolasi tersebut dihapuskan saat restorasi Meiji atau yang diketahui sebagai titik tolak modernisasi di Jepang.

Nah, dilandaskan pada kasus tersebut, perkeretaapian Jepang menelurkan sebuah kebijakan yang disebut “Easy Japanese”. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mainichi.jp (4/6/2018), penggunaan Bahasa Jepang versi mudah ini ditujukan agar operator kereta dapat menyampaikan informasi seputar perjalanan kepada warga asing yang kebetulan menggunakan jasa kereta api di sana.

Karena kebanyakan orang Jepang sendiri sulit untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, maka mereka menciptakan sebuah rangkaian kosakata dalam bentuk sederhana dan ‘memaksa’ orang asing yang mendengarrnya untuk paham apa yang dimaksud. Tentu saja, apa yang disampaikan dalam pengumuman menggunakan Easy Japanese merupakan informasi dasar tentang perjalanan kereta, seperti “Stasiun selanjutnya adalah stasiun …”, “Pintu yang akan terbuka berada di sebelah kiri arah kereta,”, dan lain sebagainya.

Namun, diantara semua informasi yang disampaikan menggunakan Easy Japanese, satu yang agak sulit dimengerti adalah pengumuman soal insiden. Secara mengejutkan, sebuah survei menyebutkan bahwa hal yang paling ingin didengar oleh wisatawan mancanegara adalah tentang penyebab keterlambatan pemberangkatan kereta, entah itu karena bencana alam atau sebuah kecelakaan.

Dalam sebuah contoh yang dicantumkan di laman sumber, terdapat sebuah pengumuman yang cukup panjang yang didengar oleh tiga wisatawan mancanegara. “Telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan penumpang mengalami cidera di Stasiun A. Jalur Keihin Tohoku telah kembali beroperasi setelah pemeriksaan keamanan, namun pengoperasian masih tertunda,”

Ketiganya mengetahui bahwa ada kecelakaan yang mengakibatkan salah seorang penumpang mengalami cidera, namun hanya dua diantara mereka yang dapat menangkap bahwa pengoperasian keretanya masih mengalami penundaan. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa walaupun pengumuman diserukan dalam bahasa Jepang, namun Anda sebagai pendatang tidak perlu takut akan buta informasi. Selain penggunaan Easy Japanese, kecanggihan informasi dapat memudahkan segalanya.

Baca Juga: Operator Taksi Jepang Buka Lowongan Jadi Pengemudi Asing, Tertarik?

Diketahui, konsep Easy Japanese ini dirancang oleh sekelompok peneliti dari Hirosaki University yang dipimpin oleh Kazuyuki Sato. Adapun kesulitan menyampaikan informasi evakuasi kepada wisatawan mancanegara ketika Gempa Bumi Besar Hanshin Awaji di tahun 1995 yang menjadi latar belakang Kazuyuki Sato menciptakan Easy Japanese.

Bagi Anda yang penasaran dengan pengumuman menggunakan Easy Japanese, Anda bisa mendengarkannya di layanan Metro Jepang, salah satunya adalah layanan Kereta Peluru Shinkansen.






















Dekatkan Telinga Ke Rel, Remaja Pakistan Tewas dengan Luka Bakar!

Berita mengejutkan datang dari Tanah Britania dimana seorang remaja meninggal di tengah rel kereta. Bukan tertabrak oleh rangkaian atau salah satu upaya untuk bunuh diri, melainkan remaja 17 tahun yang diketahui bernama Kanwal Butt asal Pakistan meninggal setelah mencoba mencari tahu posisi kereta dengan cara mendekatkan telinga ke rel – sama seperti apa yang ia sering lakukan di kampung halamannya.

Baca Juga: Ketika Mobil Mogok di Atas Rel Kereta, Inilah Solusi Mengatasinya

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk, Kanwal pada 2014 silam menderita luka bakar parah setelah menempelkan telinganya di rel kereta listrik. Diketahui, remaja yang bekerja di salah satu restoran ternama di Godstone, Inggris ini hendak melakukan perjalanan menyambangi keluarganya di Aldershot, Hampshire. Mungkin karena tidak sabar ingin bertemu dengan keluarganya, maka Kanwal mengambil inisiatif untuk mencari tahu posisi kereta dengan cara tersebut. Nahas, aksinya tersebut malah mengirimkannya kepangkuan Sang Pencipta.

Sontak, berita kematian Kanwal langsung diinfokan kepada pihak keluarga. Amjad Butt, Ayah Kanwal mengatakan bahwa putranya tersebut, “tidak pernah bepergian naik kereta sendirian,”. “Ketika di Pakistan, semua kereta masih bertenaga diesel dan batu bara. Saya berpikir mungkin Kanwal tidak tahu bahwa relnya penuh dengan aliran listrik,” tandas Sang Ayah.

Berangkat dari sini, pihak keluarga yang didampingi oleh seorang anggota dewan lokal Pakistan memaksa operator perkeretaapian Inggris untuk lebih memaksimalkan pembagian informasi kepada para penumpangnya. Tuntutan tersebut dilandaskan pada tidak semua penumpang layanan kereta mengetahui tentang apa saja yang boleh dan tidak untuk dilakukan, contohnya seperti Kanwal yang meninggal secara mengenaskan karena minimnya papan informasi.

Baca Juga: Lebar Bentang Rel Menjadi Ciri Khas Jalur KRL Jabodetabek

Selain ancaman tersengat aliran listrik seperti yang dialami Kanwal, turun ke rel pun dinilai sangat berbahaya karena sewaktu-waktu kereta bisa saja lewat dan menyambar Anda dengan kecepatan yang cukup untuk menghilangkan nyawa seseorang. Maka dari itu, di Indonesia sendiri, terdapat himbauan yang isinya, “Mintalah tolong kepada petugas jika barang Anda jatuh ke rel,”.

Himbauan atau larangan seperti itulah yang dituntut oleh keluarga Kanwal kepada operator kereta Inggris. “Perlu ada sistem untuk memberi tahu publik bahwa itu berbahaya,” tutur salah seorang keluarga. “Peringatan harus ada di platform, di depan Anda.” Tandasnya.