Go!Mama Hadirkan Pod Laktasi di Sentosa Singapura

Sebagai seorang ibu menyusui dan tengah melakukan perjalanan, ruang laktasi sangatlah dibutuhkan. Hal ini karena untuk memudahkan ibu menyusui atau memeras susu mereka tanpa gangguan dari orang disekitar. Seperti di Pulau Sentosa, Singapura ada lima pod laktasi yang didirikan untuk ibu menyusui. Kelima pod tersebut diuji cobakan selama enam bulan mulai (8 Desember 2021).

Baca juga: Sulit Pompa ASI, Senator Tammy Duckworth Prakarsai Ruang Laktasi di Bandara Amerika Serikat

Ruang laktasi tersebut dirancang oleh perusahaan rintisan lokal Go!Mama. CEO dan salah satu pendiri Go!Mama yakni Vivian Lee mengatakan, hadirnya pod laktasi ini memberikan ibu menyusui atau memeras susu dengan lingkungan yang bersih, pribadi serta aman.

Interior dan aplikasi untuk menggunakan pod laktasi. Foto: Go!Mama

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (8/12/2021), ada dua pod uji coba di Sentosa Express (Resorts World Station). Kemudian ada satu pod masing-masing di halte bus Stasiun Pantai, Pantai Siloso dan Pantai Palawan.

Cara penggunaan pod laktasi ini cukup mudah yakni pengguna mengunduh aplikasi Go!Mama yang memungkinkan mereka untuk memeriksa pod mana yang tersedia dan di mana lokasinya. Aplikasi tersebut juga menyediakan daftar ruang laktasi di seluruh Singapura.

Setelah mengunduh dan mulai menggunakan aplikasi, pengguna juga akan mendapatkan PIN untuk mengakses pod setelah profil diverifikasi melalui SingPass. Pod telah dirancang untuk memudahkan pembersihan dan disinfeksi. Proses desinfeksi UV dipicu setelah setiap penggunaan.

Selama uji coba, petugas kebersihan akan melakukan “pembersihan rutin” pada pod. Pod dapat dipindahkan ke lokasi yang berbeda, hanya membutuhkan power point untuk listrik.

“Ini sangat cocok untuk operator yang tidak mampu membangun ruang laktasi di dalam lokasi,” kata Go!Mama.

Pod tersebut dikembangkan oleh Ms Lee dan Eunice Lim, yang “berjuang dalam perjalanan menyusui mereka”.

“Mereka mengkaji tantangan yang mereka hadapi, serta mewawancarai beberapa ibu menyusui untuk merancang dan mengembangkan pod laktasi Go!Mama,” tambah mereka.

“Menyusui adalah cara alami dan luar biasa bagi ibu untuk memelihara, mengimunisasi, dan menjalin ikatan dengan bayi mereka. Kami bertujuan untuk memberikan dukungan lingkungan praktis untuk ibu menyusui, untuk membuat menyusui tidak terlalu membuat stres dan lebih mudah dikelola,” kata Lee.

Dia menambahkan bahwa perusahaan berencana untuk menguji lebih banyak polong laktasi di lokasi lain tahun depan.

Baca juga: Tujuh Bandara Ini Jadi Yang Terbaik Untuk Fasilitas Nursery Room

“Ke depan, kami akan mengeksplorasi fitur-fitur baru di pod laktasi kami, termasuk AC untuk kenyamanan pengguna yang lebih baik, serta menggabungkan panel surya sehingga mereka dapat menjadi unit yang benar-benar berdiri sendiri, menggunakan energi berkelanjutan,” kata Lee.

Tiga Kapal Penumpang Milik PT Pelni Kembali Beroperasi di Pelabuhan Agast Asmat Papua

Pandemi yang berjalan hampir dua tahun ini, membuat banyak perusahaan transportasi menutup berbagai rute perjalanannya demi pencegahan penularan Covid-19. Kini, ketika pandemi mulai berangsur membaik, perusahaan transportasi membuka diri kembali.

Baca juga: Hari ini, 9 Tahun Lalu, Kapal MV Rabaul Queen Tenggelam di Papua Nugini, Ratusan Penumpang Tewas

PT Pelni yang baru saja mengoperasikan kembali kapal penumpangnya dari Pelabuhan Agats, Kabupaten Asmat, Papua. Kepala PT Pelni Cabang Timika Edwin Kurniansyah di Timika mengatakan, pelayaran perdana kapal penumpang Pelni sandar di Pelabuhan Agats Asmat akan dilakukan pada tanggal 5 atau 6 Januari 2022.

“KM Tatamialau akan kembali melakukan pelayanan pelayaran ke Pelabuhan Agats Asmat dari Timika tanggal 5 Januari. Dengan waktu tempuh pelayaran selama 12 jam, kapal itu diperikirakan baru akan sandar di Pelabuhan Agats sekitar tanggal 6 Januari,” jelas Edwin yang dikutip KabarPenumpang.com dari republika.co.id.

Dia juga mengatakan, dua kapal penumpang lainnya juga akan singgah di Pelabuhan Agats Asmat yakni KM Sirimau sekitar tanggal 11 Januari dan KM Leuser pada tanggal 15 Januari. Nantinya ketiga kapal tersebut akan melanjutkan pelayarannya ke tujuan akhir di Merauke sebelum memulai ke rute yang sama.

Untuk diketahui, ketiga kapal penumpang milik Pelni ini terakhir melakukan pelayarannya ke Pelabuhan Agast Asmat pada Maret 2020 lalu sebelum pandemi melanda daerah tersebut. Tidak adanya pengoperasian tiga kapal penumpang ke sana, karena ada surat dari Pemkab Asmat.

Kemudian setelah kasus Covid-19 mulai mereda di Asmat pada Oktober 2021 lalu, Bupati Asmat Elisa Kambu menyurati pimpinan PT Pelni untuk meminta pengoperasian kembali kapal penumpang ke wilayahnya.

“Kami menerima surat dari Bupati Asmat pada bulan Oktober 2021. Beliau meminta KM Tatamailau untuk singgah di Pelabuhan Agats. Selanjutnya pada bulan Desember 2021 lalu Bupati Asmat kembali mengirim surat meminta agar tiga kapal penumpang Pelni sudah bisa beroperasi kembali ke Pelabuhan Agats mulai awal Januari ini,” tutur Edwin.

PT Pelni menjamin bahwa semua pelaku perjalanan menggunakan kapal penumpangnya harus mematuhi protokol kesehatan, antara lain dibuktikan dengan surat keterangan sudah divaksin dan negatif hasil pemeriksaan antigen. Dengan akan segera beroperasinya kembali kapal penumpang PT Pelni ke Pelabuhan Agats, Asmat, menurut Edwin, warga memiliki cukup banyak pilihan untuk bisa bepergian baik menggunakan pesawat terbang, kapal penumpang dan kapal perintis yang dioperasikan PT Pelni, kapal ferry yang dioperasikan oleh PT ASDP maupun angkutan komersial lainnya terutama perahu motor.

Baca juga: Ikuti Lion Air, PT Pelni Terapkan Sistem Bagasi Berbayar, Cek Ketentuannya di Sini!

Waktu dan jarak tempuh yang cukup singkat dari Pelabuhan Pomako Timika ke Pelabuhan Agats membuat arus penumpang antarkedua kabupaten bertetangga itu selama ini sangat tinggi, terutama melalui jalur laut, mengingat sebagian besar barang kebutuhan pokok untuk masyarakat di Kabupaten Asmat disuplai dari Timika. Edwin menyebut untuk tiket penumpang dari Pelabuhan Pomako ke Pelabuhan Agats ditetapkan sebesar Rp103 ribu untuk orang dewasa dan bayi Rp16 ribu.

Bak Bidadari, Ini Rahasia Kecantikan Pramugari Singapore Airlines

Kecantikan seolah harga mati bagi pramugari. Tetapi, cantik itu relatif dan bagi beberapa penumpang, tidak semua pramugari cantik. Karenanya, pramugari melakukan satu dan lain hal untuk bisa terlihat cantik sempurna bak bidadari tanpa terkecuali, seperti yang dilakukan pramugari Singapore Airlines.

Baca juga: Diskriminasi Kebijakan Antara Pramugari Singapore Airlines dan Maskapai Asing, Menteri Transportasi Singapura ‘Diserang’

Pramugari maskapai nasional Singapura tersebut diketahui memiliki sederet rahasia kecantikan sehingga seluruhnya rata terlihat cantik. Apa saja rahasia kecantikan dari pramugari Singapore Airlines? Dilansir dari berbagai laman sumber, berikut ulasannya.

1. Kulit terhidrasi dengan baik

Udara di kabin pesawat biasanya kering dan didukung sistem humidity untuk menjaga kelembaban. Tetapi, tetap saja itu tak cukup. Karenanya, pramugari selalu memperhatikan kelembaban pada kulitnya agar tidak kering dan terlihat pucat saat dipandang.

2. Skincare sesuai cuaca

Produk skincare yang dibutuhkan selama musim dingin di Eropa bisa sangat berbeda dengan saat musim liburan di Maladewa. Karenanya, pramugari memiliki kiat khusus untuk memilih skincare yang sesuai dengan cuaca tempat dimana mereka berada.

3. Pakar kecantikan

Menyambung rahasia kecantikan pramugari Singapore Airlines dalam memilih skincare sesuai cuaca, mereka biasanya diarahkan oleh pakar kecantikan, bukan secara individu memutuskan skincare apa yang ingin dipakai. Semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh pakar kecantikan dan jangan heran kalau pramugari selalu tampil oke saat dihadapan penumpang.

4. Makeup berbahan skincare

Pramugari akan memilih makeup seramah mungkin pada kulit bahkan punya kandungan yang seperti skincare dan kebanyakan produk water-based.

Sedangkan untuk lipstik mereka lebih suka menggunakan produk dengan kandungan baik seperti argan oil untuk menambah kelembapan bibir. Mereka juga memilih menggunakan lip balm sebagai foundation sebelum lipstik dipoles pada bibir untuk memberikan kelembapan.

5. Memilih makanan yang tepat

Tidak banyak studi tentang makanan dapat mempengaruhi kulit, tetapi diperkirakan beberapa makanan seperti cabai, coklat atau yang berminyak tidaklah terlalu baik untuk kulit wajah. Sedangkan untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi kulit, pramugari Singapore Airlines merawat kulit dengan minuman mengandung kolagen serta makanan dengan antioksidan tinggi.

6. Menghapus makeup di tengah perjalanan

Sebagian pramugari menghapus riasan mereka untuk memungkinkan kulit bernafas selama masa istirahat. Selain itu, mereka juga memanjakan kulit dengan pelembab. Perawatan ini berguna untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.

Baca juga: Bak Tanpa Riasan Penuh, Inilah Rahasia Cantik ala Pramugari Singapore Airlines

7. Perawatan kulit

Begitu banyak paparan udara kering di kabin, kulit cenderung membentuk lapisan yang bisa menyebabkan tiga masalah, yakni pori-pori tersumbat, permukaan kasar, dan skincare tak menyerap sebagaimana mestinya.

Exfoliate kulit atau merawat kulit setidaknya seminggu sekali untuk mengangat sel kulit mati jadi satu perawatan yang tak bisa ditawar. Anda bisa menggunakan scrub atau produk dengan kandungan AHA maupun BHA.

Mau Miniatur Bus Murah? Papercraft Bisa Jadi Solusi

Penggemar bus memiliki berbagai cara untuk memperlihatkan kecintaan mereka pada bus. Bukan hanya touring naik bus, hunting foto, ikut komunitas saja, tetapi mereka juga mengoleksi miniatur bus kesukaan. Uniknya miniatur bus ternyata juga banyak macamnya.

Baca juga: Bagi Penggemar Bus, Sebutan Mudik adalah Touring

Bahkan miniatur tersebut bahan pembuatannya pun berbagai macam yakni dari kayu, resin bahkan kertas tebal. Untuk miniatur yang terbuat dari kertas biasa disebut dengan papercraft. Bahkan dalam proses pembuatannya pun terbilang cukup cepat dan mudah.

Selain itu dari sisi harga pun lebih murah ketimbang yang terbuat dari resin atau kayu. Inilah kemudian yang membuat papercraft bus lebih laris manis di pasaran. Pembelinya beragam dan bukan hanya dari kalangan penggemar bus saja.

Tak haya itu, ternyata perusahaan otobus (PO) juga biasanya memesan papercraft dari para pengrajin untuk dijadikan hiasan di armada bus mereka. Biasanya miniatur tersebut diletakkan di dashboard dan terkadang untuk suvenir kolega pemilik PO.

Tim KabarPenumpang.com berkesempatan melakukan wawancara dengan salah satu pengrajin papercraft yang juga merupakan seorang penggemar bus. Pamungkas Budhi Hermawan adalah seorang penggemar bus yang juga seorang pengrajin papercraft bus.

Berasal dari Jogja, Pamungkas memiliki usaha papercraft bus dengan akun Instagram @pamungkaspaperbus. Usaha ini sudah ditekuninya sejak tahun 2015 tahun dan mulai berani menjual karyanya akhir tahun 2015. Pamungkas mengatakan kesukaannya terhadap bus lah yang membawa dirinya menjadi seorang pengrajin papercraft bus. Dirinya melihat peluang bisnis dari apa yang menjadi hobinya.

“Awalnya saya kan memang ikut komunitas penggemar bus, lalu ada teman yang buat papercraft bus, dari situ saya mulai ikut buat juga,” ungkap Pamungkas.

“Kalo pembelinya sebelum pandemi ada dari penggemar bus, owner perusahaan otobus, biro wisata. Kalau untuk sekarang, pembelinya lebih banyak dari suporter klub bola Liga Indonesia,” tambahnya.

Baca juga: Rela Ndlosor, Inilah Hunting Foto Ala Busmania

Pamungkas menjelaskan bahwa kerajinan papercraftnya bisa dipesan secara pre-order, dirinya juga menyediakan papercraft yang ready stock. Kerajinan papercraft karya Pamungkas ini dihargai mulai dari Rp65 ribu. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)






















TransJakarta Sesuaikan Jam Operasional Pada PPKM Level 2

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 kini kembali ditetapkan untuk DKI Jakarta dan sekitarnya. Hal ini kemudian membuat PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyesuaikan jam operasionalnya. Di mana TransJakarta akan mulai mengoperasikan armadanya untuk mengangkut masyarakat mulai pukul 05.00 – 21.30 WIB dan layanan angkutan malam hari mulai pukul 21.31 – 22.30 WIB.

Baca juga: PPKM Level 2, TransJakarta Mulai Berlakukan Kapasitas Angkut Penumpang 100 persen

Kebijakan ini menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta No.3/2022 Tentang Petunjuk Teknis Pengaturan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi di PPKM Level 2 Covid–19. Penyesuaian jam operasional tersebut mulai efektif berlaku Jumat (7/1/2022).

“Untuk hari ini masih beroperasi normal yakni mulai pukul 05.00 – 22.00 WIB dan layanan angkutan malam hari beroperasi mulai pukul 22.01 – 00.00 wib serta layanan Non BRT dan Mikrotrans pukul 05.00 – 20.00 wib,” ujar Plt. Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta, Angelina Betris di Jakarta, Kamis (6/1/22) yang dikutip dari siaran pers.

Betris mengatakan untuk hari ini dalam rangka sosialisasi, perusahaan melalui petugas di lapangan akan menginformasikan secara langsung kepada pelanggan serta pemberitahuan melalui media sosial resmi milik TransJakarta maupun media massa. Harapannya, agar masyarakat yang biasa menggunakan layanan TransJakarta dalam aktivitasnya bisa terinfo secara menyeluruh dan menyesuaikan perjalanan sebagaimana mestinya.

“Perubahan lainnya akan terus kami update secara berkala agar masyarakat bisa mengetahui info terkini mengenai layanan Transjakarta,” katanya.

Selain jam operasional lanjut Betris, kapasitas angkut Transjakarta sejauh ini tidak mengalami perubahan dan siap melayani pelanggan 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Baca juga: PPKM Level 3, Jumlah Penumpang Naik, MRT Jakarta Fase 2 CP203 Mulai Rekayasa Lalu Lintas

“Kami tetap berupaya melayani dengan maksimal. Kami menghimbau masyarakat untuk bisa mematuhi semua peraturan yang berlaku sehingga bisa beraktivitas bersama Transjakarta dengan aman dan nyaman tentunya,” tuturnya.






















Ridwan Kamil Naik Kereta Inspeksi Tinjau Stasiun Garut

Rangkaian Kereta Inspeksi 4 berada di Stasiun Garut, Kamis (6/1) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kereta inspeksi tersebut diberangkatkan dari Depo Lokomotif Tanah Abang pada Rabu siang menuju Stasiun Bandung. Sesaat tiba di Stasiun Bandung, rangkaian Kereta Inspeksi 4 ini lakukan pengecekan lebih dulu di Depo Lokomotif Bandung karena keesokan paginya akan digunakan inspeksi ke Stasiun Garut.

Baca juga: Empat Dekade Tak Beroperasi, Stasiun Garut Akhirnya Direaktivasi

Tak hanya kereta inspeksi yang datang ke Kota Kembang ini, rangkaian Rail Clinic yang didatangkan dari Kota Solo pun turut hadir melengkapi. Rangkaian Rail Clinic ini juga dilalukan pengecekan di Depo Lokomotif Bandung.

Perjalanan Bandung – Garut
Tepat dipagi hari rangkaian Kereta Inspeksi 4 dikeluarkan dari Depo Lokomotif Bandung memasuki peron Stasiun Bandung. Kereta inspeksi ini diberangkatkam dari Stasiun Bandung pada pukul 08.25 WIB membawa rombongan pejabat kereta api, perhubungan dan tak ketinggalan dengan pria yang biasa disapa Kang Emil ini.

Kereta Inspeksi 4 dari Jakarta ke Bandung bakalan kunjungan kerja ke Garut, Jawa Barat

Saat diperjalanan, Kang Emil sempat kagum dengan pemandangan yang disuguhkan. Pemandangan indah yang dilihat membuat bangga dirinya secara langsung. Saat melewati petak Cibatu – Garut, Kang Emil juga mengatakan bahwa kereta inspeksinya beberapa kali berhenti di Staisun Pasir Jengkol dan Wanaraja. “Stasiunnya bagus, keren, saya bangga sekali. Insya Allah Pelayanannya Modern Sekali,” katanya.

Kereta Inspeksi 4 yang melakukan perjalanan dari Bandung ke Garut ini merupakan kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat dan DJKA (Direktorat Jendral Kereta Api). Tak hanya Kereta Inspeksi 4, rangkaian Rail Clinic juga turut hadir dalam kunjungan kerja ini sampai Stasiun Garut.

Alasan Kang Emil Stasiun Garut Belum Bisa Diresmikan
Menurut pantauan di Stasiun Garut, Kang Emil juga sempat ngobrol dengan warga yang berdomisili di Garut. Bahwa warga yang berdomisili di Garut dan sekitarnya berharap betul agar stasiun ini untuk segera dibuka dan diaktifkan. Namun, Kang Emil masih meninjau beberapa tempat di area Stasiun Garut, bahwa masih belum optimal pengoperasiannya karena masih menunggu penyelesaian secara finalisasi dari pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dan juga harus dilakukan pengecekan terutama kondisi rel dibeberapa titik yang harus diremajakan.

Kang Emil menambahkan, belum diresmikannya Stasiun Garut karena terkendala administrasi dan permasalahan investasi yang sedang Kemenhub hitung. Terutama jalur petak Cibatu – Garut, biaya operasional yang dikeluarkan nantinya juga untuk perawatan rel dan juga beberapa titik stasiun yang harus dilengkapi fasilitasnya untuk masyarakat pengguna kereta api.

Baca juga: Stasiun Payakabung Jadi Tempat Unboxing Kereta Ukur Terbaru

Jika selesai dan rampung 100 persen digunakan oleh masyarakat, Kang Emil akan menyampaikan berita baik di 2022 ini dan dilakukan peresmian Stasiun Garut dalam waktu dekat. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















Daftar Maskapai yang Melarang Penumpang Minum-minuman Beralkohol dalam Penerbangan

Maskapai penerbangan sejatinya harus melayani penumpang, apapun latar belakangnya. Namun, bagi sebagian maskapai, itu dikecualikan untuk alkohol. Bersandar pada hukum negara mereka, maskapai-maskapai tersebut melarang secara halus ataupun terang-terangan penumpang domestik ataupun internasional minum-minuman beralkohol.

Baca juga: Daftar Maskapai Terdepan yang Gunakan Bahan Bakar Berkelanjutan, Tak Satupun dari Asia

Bagi sebagian orang, mungkin tidak minum-minuman beralkohol dalam penerbangan tidak jadi masalah. Tapi, bagi sebagian lainnya, itu akan menjadi masalah dan bukan tidak mungkin menjadi alasan untuk memilih maskapai lain.

Belum lama ini, beberapa maskapai di Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai melarang penumpang minum-minuman beralkohol atau minuman keras dalam penerbangan. Pemicunya adalah keonaran demi keonaran dari penumpang yang mengonsumsi minuman keras.

Ini tentu menjadi masalah tersendiri bagi maskapai dan penumpang di negara tersebut mengingat minum-minuman beralkohol sudah menjadi tradisi atau dengan kata lain bak minum air putih atau air mineral.

Dalam penerbangan domestik di bawah tiga jam, tidak mengonsumsi minuman beralkohol mungkin masih bisa ditolelir, tetapi pada penerbangan internasional, beberapa penumpang sangat merasa kesulitan sekalipun dalam beberapa riset menunjukkan mengonsumsi alkohol dalam penerbangan membuat tubuh dehidrasi dan jetlag.

Akan tetapi, prinsip tetaplah prinsip. Itu di atas segalanya, bahkan terhadap penumpang sekalipun yang dalam sebuah pepatah dianggap sebagai ‘raja’. Umumnya, maskapai yang melarang penumpang minum-minuman keras dalam penerbangan datang dari maskapai-maskapai di negara Islam.

Sebut saja Afriqiyah Airways, Air Arabia, Ariana Afghan, Biman Bangladesh, Iran Air, Jazeera Airways, Kuwait Airways, Mahan Air, Pakistan International Airlines, Saudi Arabian Airlines, dan Tunisair.

Kesemuanya melarang penumpang minum-minuman beralkohol dalam penerbangan, baik membawa sendiri ataupun beli di pesawat, baik dalam penerbangan domestik maupun penerbangan internasional.

Namun, ada juga maskapai dari negara Islam lainnya yang lebih moderat. Tengok saja Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways. Tiga maskapai terbesar di Timur Tengah itu sudah kondang dikenal sebagai maskapai dengan jaringan internasional terbesar dan terus membakar uang untuk mencapai layanan terbaik.

Tak ayal, tiga maskapai tersebut membarenginya dengan memperbolehkan penumpang minum-minuman beralkohol dalam penerbangan internasional. Tetapi tidak dengan penerbangan domestik, tidak spesifik pada lama penerbangannya. Intinya penerbangan domestik. Begitu juga dengan Turkish Airlines, yang dicap negatif di dalam negeri akibat mengizinkan penumpang minum-minuman keras.

Lain cerita dengan Malaysia Airlines. Maskapai nasional Malaysia, yang notabene sebagai berpenduduk mayoritas Islam, tersebut melarang penumpang mengonsumsi minuman beralkohol dalam penerbangan di bawah tiga jam untuk setiap keberangkatan dari Kuala Lumpur.

Baca juga: Emirates Hilangkan Pajangan Botol Sampanye Mewah di Bar Pesawat Kelas Satu

Beberapa maskapai lainnya dari negara Islam, seperti Royal Brunei Airlines dan Egyptair punya kebijakan tersendiri terkait minuman beralkohol bagi penumpang. Disebutkan, maskapai tersebut mengizinkan penumpang minum-minuman beralkohol dalam penerbangan dari yang mereka bawa sendiri atau bring your own (BYO).

Jadi maskapai tidak menyediakan minuman keras dan tidak melarang mereka minum, baik dalam penerbangan domestik maupun internasional. Tetapi, sebagaimana dikutip dari Simple Flying, mereka bisa membawanya sendiri dan meminumnya dalam penerbangan.

KRL Rusak Dilangsir oleh ‘Sang Penolong’

Ada pemamdangan tak biasa di area luar Depo KRL Depok. Biasanya banyak KRL yang hilir mudik masuk dan keluar untuk melalukan perjalanan reguler mengantar penumpang hingga ke tujuan. Tapi langsiran kali ini sangat berbeda dari biasanya. Beruntung ada beberapa Railfans yang tidak sengaja mengambil momen tersebut dari atas jembatan penyebrangan. Karena uniknya langsiran ini, mereka pun tak mau menyia-nyiakan momen itu.

Baca juga: Railfans Harus Tahu, Ini Jawaban Mengapa Jalur 1 atau 2 di Stasiun KRL Terkadang Berlawanan Arah

Kedatangan Kereta Penolong ke Depo KRL Depok
Berawal dari kedatangan ‘Sang Penolong’ alias Kereta Rescue (NR), Senin (3/1) yang merupakan rangkaian kereta penolong warna kuning ini berjalan dari Depo KRL Bukit Duri menuju Depo KRL Depok dengan membawa satu gerbong mengangkut mesin dan peralatan lainnya untuk KRL. Layaknya jasa antar paket, NR ini mengirim peralatan pada siang hari.

Berpikir bahwa NR tersebut akan kembali lagi ke Depo KRL Bukit Duri, ada Railfans yang menunggu di beberapa lokasi spot untuk mengabadikan NR yang akan lewat. Menunggu hingga sore menjelang, NR ini tidak kunjung lewat untuk kembali. Merasa sudah terlalu lama akhirnya mereka pun meninggalkan lokasi, karena momen yang mereka tunggu tidak datang – datang.

Sudah Ada Titik Terang Untuk Dibuang
Keesokan harinya saat siang menjelang ada beberapa Railfans yang mencoba iseng untung melongok Depo KRL Depok, tentu saja dari atas jembatan penyebrangan. Iseng – iseng mengambil gambar, ternyata apa yang mereka dapatkan membuahkan hasil. KRD NR yang mereka kira akan kembali ke Depo KRL Bukit Duri, saat itu sedang lakukan gerakan langsir. Gerakan langsir ini tak sendirian, melainkan membawa rangkaian KRL tak lain dan tak bukan yaitu KRL yang akan dikonservasi (ke tempat pembuangan). Sontak Railfans pun tak mau ketinggalan momen luar biasa ini.

Gerakan langsir KRD NR membawa rangkaian KRL ‘rongsok’ ini dimaksudkan untuk menyusun rangkaian dengan KRL lainnya yang ikut dibawa untuk konservasi. Berpindah dari jalur satu ke jalur lainnya, itulah yang dilakukan KRD NR ini. Ternyata ada maksud kedatangan KRD NR ini mampir ke Depo KRL Depok. Karena selain membawa peralatan untuk KRL, NR ini juga melakukan langsiran KRL yang akan dikonservasi.

Baca juga: Tradisi Penumpang KRL Jika di Stasiun Manggarai

Banyak langsiran KRL yang diabadikan oleh Railfans beberqla diantaranya adalah seri 8500 dan seri 1000. Sudah ada titik terang KRL – KRL dilangsir, karena tak lama lagi akan diproses perjalanan menuju ‘persitirahatan terakhir’ menuju Stasiun Pasirbungur yang ada di wilayah Daop 3 Cirebon. Kira–kira kapan berangkat ke Stasiun Pasirbungur, tunggu artikel berikutnya, ya. (PRAS – Cinta Kereta Api)






















AirAsia Group Bakal Ganti Nama Jadi Capital A, Begini Alasannya

AirAsia Group Bhd, holding maskapai AirAsia, akan berganti nama menjadi Capital A Bhd. Direksi dan komisaris saat ini sudah meminta persetujuan para pemegang saham dan akan disahkan dalam rapat umum luar biasa (RUPSLB) pada 27 Januari mendatang.

Baca juga: Sebelum ‘All-Airbus,’ Ternyata AirAsia Pernah Operasikan ‘All-Boeing,’ Termasuk Boeing 747 

Sejak AirAsia berdiri pada tahun 1993, perusahaan telah bertransformasi menjadi lebih dari sekedar maskapai penerbangan. Saat ini, group AirAsia melihat jalan cerah di depan dan optimis akan terus berkembang sebagai perusahaan atau penyedia jasa ride hailing dan super app dengan tetap memperkuat bisnis utama sebagai airline.

Hal itulah yang mendasari digantinya nama AirAsia Group Bhd menjadi Capital A Bhd. Semua demi masa depan perusahaan yang lebih cerah dengan semangat dan nama baru.

“Perubahan struktural ini akan membantu memfasilitasi proyeksi pertumbuhan yang kuat dalam portofolio bisnis kami,” kata AirAsia Group dalam sebuah surat ke bursa saham Malaysia dan para pemegang saham, seperti dilaporkan media lokal Free Malaysia Today.

“Kami percaya bahwa nama perusahaan baru akan semakin meningkatkan dan sejalan dengan tujuan kami untuk menghubungkan orang dan mengubah kehidupan” tambahnya.

“Ini juga akan mengatur nada untuk grup saat berkembang ke cakrawala baru dan menghilangkan kekhawatiran menjadi grup yang secara intrinsik merupakan maskapai penerbangan,” lanjutnya.

RUPSLB sendiri akan dilaksanakan secara virtual pada 27 Januari pukul 15.00, mengingat kasus aktif virus Corona kembali meningkat seiring munculnya varian Omicron.

Agenda utamanya adalah mendengarkan masukan dari para pemegang saham terkait rencana perubahan nama perusahaan dari AirAsia Group Bhd menjadi Capital A Bhd. Selain itu, para pemegang saham juga akan melakukan voting yang difasilitasi oleh Tricor Investor & Issuing House Services Sdn Bhd melalui situs web TIIH.

“Usulan tersebut, jika disetujui oleh pemegang saham, mulai berlaku sejak tanggal diterbitkannya Surat Pemberitahuan Pendaftaran Nama Baru oleh CCM kepada perseroan,” jelasnya.

Meski berusia tak lebih tua dibanding maskapai penerbangan nasional Malaysia, Malaysia Airlines, AirAsia adalah maskapai terbesar di Malaysia dari segi jumlah armada dan tujuan. AirAsia Group diketahui mengoperasikan penerbangan domestik dan internasional terjadwal ke lebih dari 165 tujuan di 25 negara.

Baca juga: AirAsia Klaim Jadi Operator Airbus Pertama yang Gunakan TaxiBot, Benarkah?

Tak hanya di Malaysia, AirAsia Group juga mempunyai entitas bisnis di negara lain, seperti Thai AirAsia (berbasis di Bandara Internasional Don Mueang), Indonesia AirAsia (berbasis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta), Filipina AirAsia (berbasis di Bandara Internasional Ninoy Aquino), dan AirAsia India (berbasis di Bandara Internasional Kempegowda Bengaluru).

AirAsia Group juga memiliki maskapai penerbangan jarak jauh berbiaya rendah bernama AirAsia X yang terbang ke 29 tujuan global dengan armada 18 pesawat Airbus A330-300.

Setahun Beroperasi, Bandara Berlin Brandenburg Laporkan 50 Bird Strike Gegara Bangunan Kaca

Setahun beroperasi secara komrsial, Bandara Berlin Brandenburg melaporkan telah terjadi 50 kali bird strike di sekitar bandara. Namun, perlu dicatat, ini tidak melulu melibatkan pesawat, melainkan bird strike tunggal alias burung yang menabrakkan diri ke bangunan kaca gedung Terminal 1 bandara.

Baca juga: Cegah Bird Strike, Bandara Schiphol Belanda Kerahkan Puluhan Babi

Akan tetapi, jumlah 50 burung yang ditemukan mati di sekitar Terminal 1 bandara bisa saja lebih banyak, mengingat burung yang tertabrak bangunan jumlahnya lebih banyak. Namun, banyak dari mereka yang sanggup bangkit dan terbang kembali.

Fenomena bird strike ke bangunan kaca memang bukan hanya terjadi di Bandara Berlin Brandenburg. Laporan Bandara Berlin Brandenburg yang dikutip Simple Flying, sedikitnya 1.000 bird strike atau burung mati ditemukan di sekitar “Mainz Football Arena” Stuttgart dalam kurun waktu satu tahun.

Sementara itu, petugas Bavarian State Office for the Environment menemukan sekitar 200 burung di sekitar kantornya.

Menurut penelitian NGO Royal Society for the Protection of Birds yang berbasis di Inggris, Wales, dan Skotlandia, fenomena burung menabrak bangunan kaca di Jerman disebabkan karena pantulan pepohonan dan langit tanpa bisa disadari. Hal ini menyebabkan sang burung gegar otak dan mengalami luka dalam parah.

Bandara Berlin Brandenburg sendiri percaya beberapa faktor berkontribusi terhadap jumlah bird strike yang lebih rendah daripada rata-rata. Ini termasuk kurangnya area hijau di balik kaca, posisi terminal yang berlawanan dengan arah migrasi burung, dan lingkungan bandara.

Walau mencatat rata-rata bird strike lebih rendah dari bangunan kaca lain di Jerman, namun, tetap saja, 50 bird strike masih terlalu banyak untuk ukuran bandara. Mungkin saat ini tidak membahayakan penerbangan, tetapi, ke depan bukan tak mungkin bird strike melibatkan pesawat dan membahayakan penerbangan.

Sekalipun tidak fatal, tetap saja, biaya kerugian yang ditanggung maskapai akibat bird strike tidak bisa dianggap remeh.

Saat ini, otoritas bandara sedang melakukan langkah-langkah pencegahan dengan menempatkan foil di dinding kaca.

Pada tahun 1912, pesawatnya bertabrakan dengan burung camar di Long Beach, California yang menyebabkan masalah besar pada pesawatnya. Pesawat Rodgers jatuh dan ia pun tenggelam. Dalam catatan International Bird Strike Committee, sekitar US$1,2 miliar setiap tahun digelontorkan maskapai untuk memperbaiki pesawat akibat bird strike.

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas.

Begitu juga menjelang landing. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter. Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Baca juga: Cara Jitu Cegah Bird Strike di Sekitar Bandara, Kerahkan Robot Pemotong Rumput

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden tabrakan dengan burung di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan.