Singapore Airlines dan Emirates Lanjutkan Penerbangan Airbus A380 ke Sydney

1 Desember 2021 menjadi hari berbahagia bagi avgeeks seluruh dunia, utamanya penggemar pesawat Airbus A380 di Australia. Pesawat superjumbo Singapore Airlines dan Emirates sudah mulai aktif terbang ke Sydney, menjadikannya sebagai maskapai pertama yang mengoperasikan kembali rute ke ibu kota negara bagian New South Wales (NSW) tersebut.

Baca juga: Emirates-Qantas Jalin Kemitraan, Dua A380 Terbang Formasi Rendah di Atas Sydney Harbour

Sebelum Singapore Airlines dan Emirates, sebetulnya Qantas sudah lebih dahulu menerbangkan A380 ke Sydney. Namun, itu hanya penerbangan uji coba setelah menjalani perawatan. Bukan penerbangan berjadwal.

Baru pada Rabu kemarin, penerbangan berjadwal A380 pertama ke Sydney berhasil dijalankan Singapore Airlines.

Pantauan di RadarBox.com, Airbus A380 Singapore Airlines dengan registrasi 9V-SKS mengudara dengan nomor penerbangan SQ231. Disebutkan, keberangkatan itu terlambat satu jam dari yang sudah dijadwalkan. Pesawat kemudian mendarat di Sydney satu jam lebih lambat dari jadwal semula pukul 11.55 waktu setempat.

Capaian itu seperti mengulang momen 14 tahun lalu dimana Singapore Airlines menjadi maskapai pertama yang terbangkan A380 ke Sydney.

Tak lama setelah Singapore Airlines, Emirates juga sukses mengoperasikan penerbangan A380 ke Sydney. Disebutkan, A380 Emirates dengan nomor penerbangan EK414 berangkat dari Dubai pada pukul 02.28 siang, terlambat 28 menit dari jadwal semula.

Pesawat dengan livery Dubai Expo 2020 itu kemudian menempuh perjalanan selama 13 jam atau sejauh 12 ribu kilometer dan dilaporkan tiba di Sydney pada puku 22.28, terlambat 40 menit dari jadwal.

Tak mau kalah dengan maskapai kompetitor, sebagai flag carrier nasional Australia, tentu Qantas juga ingin segera mengaktifkan penerbangan A380 dari dan ke Sydney.

Setelah bulan lalu menerbangkan Airbus A380 ke Sydney dalam rangka uji coba usai maintenance, Qantas berjanji akan memulai penerbangan A380 ke negaranya dalam waktu dekat. Namun, tak disebutkan kapan waktunya.

Baca juga: Sedih! Sudah 6 Airbus A380 Dibongkar, Begini Kisahnya

Akan tetapi, pada Agustus lalu, usai menarik lima A380 dari kuburan pesawat atau fasilitas penyimpanan jangka panjang, di Boneyard, Gurun Mojave, Southern California, Amerika Serikat (AS), CEO Qantas, Alan Joyce, A380 melayani penerbangan komersial berjadwal paling lambat pada Juli tahun 2022.

Adapun rute internasionalnya difokuskan ke negara-negara dengan tingkat vaksinasi tinggi, seperti sebagian negara Asia semisal Singapura, Amerika Utara, dan Inggris. Traveler disebut akan lebih nyaman bepergian ke sana dibanding negara lain dengan tingkat vaksinasi rendah.

Ditinju Penumpang, Malangnya Nasib Pramugari Spirit Airlines

Polisi menangkap seorang wanita berusia 42 tahun setelah dia diduga menyerang dua pramugari saat mabuk dalam penerbangan Spirit Airlines pada hari Sabtu (25/11/2021). Seorang juru bicara Administrasi Penerbangan Federal mengatakan bahwa agensi tersebut sedang menyelidiki insiden tersebut.

Baca juga: Gara-Gara Vodka, Penumpang Mabuk Hina Awak Kabin dengan Sebutan “Pedofil”

“Awak Airbus A320 Spirit Airlines dengan nomer penerbangan 222 melaporkan gangguan penumpang dan mendarat di Bandara Internasional Nashville pada Sabtu pukul 19.30 waktu setempat. Penerbangan itu datang dari Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood ketika insiden itu terjadi,” kata juru bicara tersebut yang dikutip KabarPenumpang.com dari newsweek.com (28/11/2021).

Wanita itu meninju seorang pramugari dan menjambak rambut orang lain. Setelah serangan itu, seorang penumpang lainnya mengikat kakinya dengan ritsleting untuk menahannya, menurut surat kabar itu. Polisi menangkap wanita itu setelah penerbangan mendarat di Bandara Internasional Nashville.

Dia diduga mengatakan kepada polisi untuk “tembak saya bajingan *****” dan “Saya tidak melakukan kesalahan apa pun”. Wanita itu juga menolak masuk ke mobil polisi dengan mengencangkan kakinya untuk mencegah petugas menutup pintu. Wanita itu menghadapi tuduhan keracunan publik, tetapi awak pesawat menolak untuk mengajukan tuntutan lebih lanjut.

Untuk diketahui, penumpang itu dimasukkan ke tahanan pada pukul 20.40. Nicole Aguiar, juru bicara Spirit Airlines, mengatakan bahwa maskapai itu “tidak menoleransi perilaku agresif dalam bentuk apa pun, dan penumpang ini tidak lagi diterima di penerbangan kami mana pun.”

“Terima kasih kepada tamu kami yang membantu kru kami dan penegak hukum setempat atas bantuan mereka. Kami akan bekerja dengan otoritas terkait untuk memastikan individu ini dituntut sesuai hukum sepenuhnya,” kata Aguiar.

Juru bicara Administrasi Keamanan Transportasi menggambarkan perilaku itu sebagai tidak dapat diterima. Insiden itu mengingatkan kejadian serupa awal tahun ini ketika pramugari di pesawat Frontier Airlines menempelkan lakban seorang penumpang yang dituduh menyerang kursinya. Penumpang diduga menyentuh dua payudara pramugari, berteriak bahwa orang tuanya bernilai $2 juta dan meninju pramugari lainnya.

Dia menghadapi tiga tuduhan penyerangan. Karena perjalanan udara meningkat dalam beberapa bulan terakhir, ada banyak insiden yang melibatkan penumpang yang nakal seringkali terkait dengan protokol keselamatan Covid-19 dan terkadang dipicu oleh alkohol. Pekan lalu, Administrasi Penerbangan Federal mengumumkan bahwa mereka mengeluarkan denda lebih dari $161 ribu kepada delapan penumpang terkait insiden dengan alkohol meskipun tidak ada penumpang yang diidentifikasi.

Baca juga: Gara-Gara Penumpang Mabuk, Pesawat Scoot TR7 Mendarat Darurat di Sydney

Pada tahun lalu, lebih dari $1,45 juta denda telah dikeluarkan. Pada 23 November, lebih dari 5.338 insiden penumpang nakal dilaporkan ke FAA, menurut situs badan tersebut. Dari jumlah tersebut, 3.856 terkait dengan masker wajah. Badan tersebut meluncurkan 1.012 investigasi terhadap penumpang yang nakal sejauh ini pada tahun 2021, memecahkan rekor tahunan sebelumnya 310 pada tahun 2004.






















Pria Mengamuk di Pesawat Ancam Buka Pintu Tapi Berhasil Ditahan Petugas

Perilaku penumpang pesawat begitu banyak dan terkadang tidak masuk akal. Seperti seorang penumpang di pesawar Ryanair yang tiba-tiba mengamuk dan mencoba membuka salah satu pintu di tengah penerbangan. Hal ini membuat para penumpang lain ngeri melihatnya.

Baca juga: Penumpang Maskapai Ryanair ‘Ngamuk’ Gegara Pesawat Dipenuhi Kotoran Warna Kuning, Jijik

Insiden ini jugalah yang membuat penumpang tersebut diikat di kursinya oleh seorang penjaga keamanan yang saat itu sedang tidak bertugas dan ada dalam perjalanan pesawat pertamanya. Dilansir KabarPenumpang.com dari mirror.co.uk (30/11/2021), pria itu diduga harus ditahan setelah adanya pertengkaran di dalam penerbangan Ryanair dari Seville di Spanyol menuju ke Budapest.

Saksi yang melihat insiden itu mengatakan, pria itu menjadi sangat agresif di tengah-tengah penerbangan. Dia terlihat mulai menendang kursi, mengancam penumpang lain dengan pena dan meneriaki sejumlah wanita yang duduk di dekatnya.

Karena awak kabin kesulitan menangani pria itu, seorang penjaga keamanan yang ada dalam penerbangan tersebut menawarkan bantuan kepada awak kabin. Awalnya bantuan penjaga keamanan dan temannya tersebut ditolak oleh awak kabin.

Namun beberapa menit kemudian, awak kabin akhirnya meminta bantuan karena pria mengamuk tersebut mengancam akan membuka pintu di tengah penerbangan itu. Penjaga keamanan berhasil mengendalikan penumpang yang marah, yang berguling ke tanah sebelum diamankan di kursi dengan sabuk pengaman.

Bahkan pilot penerbangan Ryanair pada satu tahap harus meninggalkan kabin untuk membantu mengatasi keributan yang dikatakan telah menyebabkan kepanikan di dalam pesawat. Setelah mendarat polisi menunggu di bandara Budapest-Ferenc Liszt di mana pria itu ditangkap.

Penjaga keamanan yang membantu menahan penumpang mengatakan itu adalah penerbangan pertamanya. Insiden itu terjadi pada 11 November tetapi detail lengkapnya baru saja muncul, bersama dengan video yang diposting di YouTube.

Baca juga: Tolak Pakai Masker dan Serang Pramugari, Penumpang Pesawat Dibayangi Denda Nyaris Rp1 Milyar

Tampak sejumlah penumpang yang mengenakan masker berdiri di lorong saat keributan terjadi di sekitar mereka. Teriakan bisa terdengar, bersama dengan awak kabin yang menyerukan ketenangan.






















Heboh Jadi Episenter Omicron, Afrika Selatan Ternyata Punya Hotel Unik dari Boeing 737

Afrika Selatan tengah jadi sorotan global lantaran menjadi awal mula kemunculan strain baru virus Corona varian Omicron (B.1.1.529). Lepas dari itu, ternyata negari di ujung Selatan Benua Afrika itu punya hotel unik berkonsep pesawat Boeing 737 bekas; Aerotel.

Baca juga: Profil Bandara Johannesburg, Gerbang Keluar-Masuk Afrika Selatan yang Dikenal Gegara Varian Omicron

Bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.

Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.

Salah satu kamar Aerotel. Foto: Aerotel

Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua.

Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik. Semua itu untuk dijual kembali di pasar suku cadang internasional.

Selain mendaur ulang atau membangkitkan kembali pesawat dengan cara didaur ulang, ada juga ide dari para pengusaha dunia untuk menjadikan pesawat purna tugas yang mangkrak menjadi sesuatu yang menarik, seperti Martin dan Tracy den Dunnen, pengusaha, pilot, sekaligus pengembang properti di Afrika Selatan.

Ia diketahui menyulap pesawat Boeing 737-200 bekas menjadi Aerotel, hotel unik dan mewah yang terletak di kawasan Hoedspruit, Afrika Selatan.

Dikutip Simple Flying, Aerotel resmi beroperasi secara komrsial sejak Oktober 2020, setahun setelah proyek dimulai. Dengan bantuan berbagai tim kreatif dari warga lokal, keduanya berhasil mengubah pesawat berusia 39 tahun bekas Gryphon Airlines itu menjadi hotel unik yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Private pool Aerotel. Foto: Aerotel

Berjarak enam jam dari Johannesburg, Aerotel menawarkan sensasi menginap ala pesawat sambil menyatu dengan alam karena terletak di kawasan Taman Nasional Kruger dan berbagai pusat rehabilitasi hewan. Pengunjung ditawarkan berbagai aktivitas safari lengkap serta pemandangan pegunungan Drakensberg utara dan padang semak belukar khas Afrika.

Meski terletak di alam, namun pengembang tak melupakan fasilitas. Disebutkan, Aerotel bekas pesawat Boeing 737 ini dilengkapi dengan tempat tidur queen, lemari es, AC, brankas, private bathroom and shower, kopi & teh, dan Wi-Fi gratis. Ini terbagi dalam beberapa kelas kamar, seperti double luxury room, suite VIP, dan lainnya.

Baca juga: Boeing 727 ini Berubah Jadi Penginapan Mewah di Tepi Pantai

Harga yang ditawarkan untuk menginap semalam di sini cukup murah berkisar ratusan sampai ribuan dolar.

Selain Boeing 737, Aerotel juga baru saja kedatangan pesawat bekas Boeing 727 bekas jet VIP Angkatan Udara Djibouti, yang juga bakal disulap jadi hotel mewah dan unik.

40 Ribu Penumpang, Jadi Target MRT Jakarta Tahun 2022

Setelah dua tahun pandemi, moda transportasi baru Jakarta yakni MRT  mengalami penurunan penumpang yang cukup tajam. Bahkan pendapatan farebox atau tiket lebih sedikit dibandingkan pendapatan non farebox atau yang diluar tiket.

Baca juga: Kembangkan Pendapatan Non Farebox, MRT Jakarta Berkolaborasi dengan Startup

Meski begitu, penumpang MRT Jakarta saat ini perlahan mulai membaik dibandingkan di masa awal pandemi dan pada PPKM Level 4 beberapa waktu lalu. William Sabandar direktur utama PT MRT Jakarta mengatakan, di PPKM Level 1 saat ini, penumpang rata-rata sekitar 30.101.

Nah bagaimana dengan target tahun 2022? Dikatakan William, MRT Jakarta punya target penumpang 40 ribu per harinya. Ini juga akan dilihat lagi kedepannya hingga Desember 2022. William mengatakan target MRT Jakarta 40 ribu memiliki alasan tersendiri yakni tahun depan diperkirakan konsidi belum kembali normal dan masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Hitungan itu kami lakukan relatif moderat. Karena tahun depan kami prediksi masih akan ada penerapan protokol kesehatan ketat dan jaga jarak,” kata kata William dalam diskusi Forum Jurnalis MRT Jakarta secara virtual, Selasa (30/11/2021).

William mencatat rata-rata penumpang harian MRT Jakarta tahun 2021 hanya sekitar 20 ribu orang. Angka tersebut masih jauh dari target yang mencapai 65 ribu penumpang per hari. Adapun penurunan jumlah penumpang terjadi karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat pada Juni 2021.

“Kami tentu mempelajari kondisi yang ada dan berkembang saat ini dan kami tentu cukup realistis melihat situasi perkembangan Pandemi saat ini,” kat William.

Penurunan jumlah penumpang ini diperkirakan akan kembali terjadi sampai akhir tahun 2021. Hal itu seiring dengan kebijakan pemerintah yang akan menerapkan PPKM Level 3 untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru 2022. Pada Desember 2021 dan Januari tahun depan jumlah penumpang akan turun dibanding November 2021, yakni dari 36.105 orang menjadi sekitar 20 ribu penumpang per hari.

Baca juga: Tunnel Boring Machine Pertama untuk Jalur MRT Jakarta Fase 2A Tiba di Pelabuhan Tanjung Priok

William menambahkan, MRT Jakarta telah siap mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada momen Natal dan Tahun Baru 2022. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan jaga jarak serta melakukan pembatasan penumpang dan operasional kereta.






















Lokasi Jatuhnya Pesawat MH370 Ditemukan! Hanya 28 Km dari Lokasi Pencarian Terakhir

Insinyur penerbangan asal Inggris, Richard Godfrey, mengklaim telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH370 yang hilang kontak sejak 8 Maret 2014 silam. Pesawat nahas itu berada di 1.993 km sebelah barat Perth, 28 km dari lokasi pencarian terakhir oleh kapal AS pada tahun 2018 dan terletak 4.000 meter  di dasar laut.

Baca juga: Tak Seperti MH370, Sudah 18 Tahun Boeing 727 Maskapai Ini Hilang Tapi Tak Serius Dicari

Richard, yang juga salah satu anggota Kelompok Ilmuwan Independen bersama Victor Iannello, Bobby Ulich, dan Andrew Banks, menggunakan terknologi terbaru untuk melacak pergerakan pesawat.

Teknologi itu didasari pada data pencarian jejak pesawat secara global dengan menggunakan sinyal radio lemah yang ada di seluruh bumi, dikenal dengan istilah WSPR, yang dikembangkan oleh Pemenang Nobel Fisika, Prof. Joe Taylor pada tahun 2008 lalu.

Richard Godfrey, seperti dikutip dari Daily Mail, mengembangkan software khusus yang disebut GDTAAA (Deteksi Global dan Melacak Pesawat di Mana Saja dan Kapan Saja) untuk membaca data dari WSPR.

Lebih lanjut, Richard mengatakan, pesawat apapun – baik itu komersial, militer atau pribadi – akan mengaktifkan apa yang disebut ‘gelombang elektronik perjalanan’ ketika pesawat itu melintas gelombang tersebut. Data dari gelombang tersebut kemudian bisa digunakan untuk melacak keberadaan pesawat.

Lokasi yang diklaim Richard Godfrey sebagai tempat pesawat MH370 berada, tepatnya di terletak di dasar laut di daerah di dasar dataran tinggi bawah laut Broken Ridge. Foto: Richard Godfrey

Menurut Richard, pesawat apapun – baik itu komersial, militer atau pribadi – akan mengaktifkan apa yang disebut ‘gelombang elektronik perjalanan’ ketika pesawat itu melintas gelombang tersebut. Data dari gelombang tersebut kemudian bisa digunakan untuk melacak keberadaan pesawat.

Selain menggunakan data WSPR, Richard Godfrey juga menggunakan data satelit dan analisis serpihan MH370 sebagai pembanding. Pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH370 diketahui memiliki sistem komunikasi satelit menggunakan satelit British Inmarsat yang melacak lokasi pesawat setiap jam.

Menariknya, ketiganya (data WSPR, analisis serpihan MH370, dan data satelit) itu menunjukkan data yang saling mendukung dan ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Walau sudah menghabiskan US$200 juta, pencarian pesawat MH370 memang sama sekali belum membuahkan hasil. Itu karena, proses pencarian bawah air selama ini oleh banyak pihak, seperti Fugro dan Ocean Infinity tidak didasarkan asumsi dan analisis data yang tepat, seperti yang dilakukan Godfrey.

Baca juga: Terbaru, MH370 Diklaim Jatuh di Samudera Hindia pada Koordinat Ini! Peneliti Berani Taruhan

Klaim Richard Godfrey telah menemukan pesawat MH370 juga didukung oleh temuan ahli lainnya, yaitu kepala oseanografi University of Western Australia Profesor Charitha Pattiaratchi, meskipun menggunakan metode pencarian yang berbeda.

Setelah mengklaim telah menemukan peawat MH370, Richard mengaku sudah meneruskan ini ke pihak terkait dan berharap tahun depan pencarian bisa dimulai kembali.

[Video] Ngeri, Pesawat Ryanair Berlumuran Darah Gegara Bird Strike

Insiden bird strike kembali terjadi. Kali ini menimpa maskapai LCC asal Britania Raya, Ryanair. Pesawat Boeing 737 maskapai dilaporkan menabrak sekawanan burung bangau saat approach landing di Bandara Bologna, Italia, beberapa waktu lalu. Akibatnya, mesin pesawat mengeluarkan api dan kaca kokpit retak serta berlumuran darah hingga membatasi visual kru.

Baca juga: Cegah Bird Strike, Bandara Schiphol Belanda Kerahkan Puluhan Babi

Dikutip dari media lokal Italiavola, pesawat diketahui berangkat dari Bandara London Stansted pada pagi hari. Pukul 11.30 waktu setempat, saat mendekati Bandara Guglielmo Marconi Bologna, Italia, airways pesawat tiba-tiba dilintasi kawanan burung bangau. Insiden bird strike pun tak terhindarkan.

Hewan berkaki panjang itu banyak di antaranya tersedot ke dalam mesin sebelah kanan pesawat dan menyebabkan percikan api. Lainnya tertabrak oleh kaca pesawat dan menyebabkan kaca berlumuran darah dan retak serta menyulitkan pilot dan kopilot melakukan pendaratan. Ada juga burung bangau yang tersangkut di flap and slat pesawat dan membuat proses pendaratan tidak maksimal.

Beruntung, pesawat masih bisa melanjutkan penerbangan dan kru berhasil mendaratkan pesawat dengan mulus serta selamat.

Insiden bird strike ini adalah yang kedua kali sejak Oktober lalu. Ketika itu, penerbangan Ryanair dari Bandara Manchester ke Lanzarote di Kepulauan Canary terpaksa melakukan pendaratan darurat di Liverpool setelah mengalami bird strike dimana seekor burung menabrak mesin.

“Pesawat mendarat dengan selamat dan penumpang dipindahkan ke pesawat pengganti yang berangkat ke Lanzarote setelah delay sekitar satu jam,” kata juru bicara maskapai saat itu.

Burung besi (pesawat terbang) meskipun berukuran jauh lebih besar dan jauh lebih berat, kurang lebih berbobot 40.000 kg, kerap dibuat repot dengan kawanan burung berbobot hanya 2 kg. Salah satu pelopor penerbangan, Cal Rodgers, adalah orang pertama yang mati karena bird strike.

Pada tahun 1912, pesawatnya bertabrakan dengan burung camar di Long Beach, California yang menyebabkan masalah besar pada pesawatnya. Pesawat Rodgers jatuh dan ia pun tenggelam. Dalam catatan International Bird Strike Committee, sekitar US$1,2 miliar setiap tahun digelontorkan maskapai untuk memperbaiki pesawat akibat bird strike.

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas.

Begitu juga menjelang landing. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter. Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Baca juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden tabrakan dengan burung di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan.

Kembangkan Pendapatan Non Farebox, MRT Jakarta Berkolaborasi dengan Startup

MRT Jakarta di masa pandemi saat ini, bukan hanya mementingkan perjalanan penumpang. Tetapi juga menjalankan bisnis diluar tranportasi untuk mendapatkan keuntungan lainnya. Hal ini terlihat dari MRT Jakarta yang mulai masuk ke bisnis digital, di mana mereka memanfaatkan situasi pandemi untuk melakukan transformasi.

Baca juga: Coworking Space di Stasiun MRT Bundaran HI Resmi Dibuka dan Gratis Hingga 31 Desember

Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya mendorong transformasi digital dengan berkolaborasi antara MRT Jakarta dengan startup untuk ciptakan inovasi berbasis digital. Selain itu ada beberapa inisiatif lainnya seperti pengembangan bisnis level yang menjadi inovasi untuk memastikan pendapatan non farebox.

“Beberapa inisiatif menjadi inovasi untuk pendapatan non farebox bisa tetap baik karena situasi farebox (tiket) penumpang tahun ini cukup tergerus. Sehingga harus diimbangi dengan pendapatan non fare box,” jelas William dalam forum jurnalis, Selasa (30/11/2021).

Dia menambahkan, untuk pengembangan bisnis non farebox ini juga, MRT Jakarta melakukan pengembangan dan pemanfaatan area di stasiun MRT. William menyebutkan ada beberapa pendapatan non farebox yang masih dikembangkan yakni park and ride yang akan kolaborasi dengan Soul Parking dan Cari Parkir.

Kemudian, dikatakan William, pihaknya juga mengembangkan area MRT melalui MRT Ruko. Ini adalah tempat yang akan digunakan berkumpulnya startup yang bekerja sama dengan MRT Jakarta.

“Secepatnya bulan depan kita akan mulai bangun simpang temu Lebak Bulus yang letaknya dekat Poins Square. Ada lahan dua ribu meter persegi di mana akan dibangun jalur pedestrian layang, transit plaza, park and ride dan pemberhentian TJ serta transport daring,” jelas William.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan groundbreaking pada 7 Desember mendatang dan simpang temu tersebut ditargetkan selesai pada Juni 2022. William menjelaskan ini semua adalah konsep pengembangan TOD yang sedang berjalan di sepanjang kawasan jalur MRT fase 1.

Untuk diketahui, rata-rata jumlah penumpang MRT Jakarta hingga November 2021 mengalami kenaikan hingga 31,8 persen dari bulan Oktober. Di mana jumlah penumpang per hari adalah sekitar 30101 dan jika dibandingkan dari bulan Juli kenaikan penumpang MRT Jakarta sebesar 596 persen.

Baca juga: MRT Jakarta Uji Coba Bike Trolley Non Lipat di Stasiun Bundaran HI

“Kenaikan jumlah penumpang ini sesuatu yang menggembirakan untuk operasi kegiatan transport publik di Jakarta dan sekitarnya. Meski begitu MRT Jakarta di PPKM level 1 tetap konsisten dengan safety security dan disiplin prokes,” tambah William.






















Leopard EV Otonom Hadir dengan Konsep Fisik Sebagai Pengantar Barang

Kendaraan otonom atau tanpa pengemudi dewasa ini semakin banyak digunakan. Bahkan pengembangan drone otonom untuk pengiriman melalui udara di daerah perkotaan sudah mulai dilakukan, tetapi belum jelas apakah akan langsung digunakan atau tidak.

Baca juga: Tidak Antar Penumpang, Moda Otonom Ini Ditugaskan Untuk Kirim Barang!

Namun, kemungkinan besar yang akan digunakan lebih dulu adalah kendaraan otonom darat. Untuk diketahui, kendaraan darat otonom yang digunakan untuk pengiriman barang beberapa di antaranya sudah mulai digunakan sejak tahun 2018 lalu.

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (16/11/2021), belum lama ini Leopard electric vehicle atau kendaraan listrik dari REE Automotive diluncurkan sebagai kendaraan konsep fisik. Penggerak roda belakang Leopard didasarkan pada platform modular REE yang ada.

Di mana bodi khusus tujuan yang berbeda dapat ditukar dan dimatikan dari sasis tipe skateboard datar. Sasis tersebut berisi baterai bersama dengan uni REEcorne yang ada satu di setiap roda dan menggabungkan semua komponen kemudi, suspensi, motor, gearbox serta pengereman.

Karena tidak ada hubungan mekanis langsung antara bodi dan unit-unit tersebut, mereka malah dikontrol secara elektronik dari bodi melalui teknologi drive-by-wire. Ini dirancang untuk pengiriman jarak jauh, di mana barang diangkut dari hub pusat seperti gudang ke rumah pelanggan.

Baca juga: Nuro, Mobil Otonom Pengantar Pizza Hadir Akhir Tahun di Houston

Kendaraan menemukan jalan di sekitar jalan-jalan kota melalui GPS dan sensor onboard termasuk modul LiDAR. Tidak ada kabar tentang kisaran baterainya. Jika Anda tertarik untuk melihat sendiri REE Leopard, ia akan dipamerkan di CES 2022 pada bulan Januari.






















Pria Sakit Jiwa Dorong Penumpang Wanita dari Peron Hingga Jatuh ke Rel

Seorang pria yang tampak secara acak mendorong seorang penumpang wanita dari peron stasiun kereta light rail Tai Huang di Tuen Mun diamankan polisi Hong Kong. Wanita itu jatuh mundur dari peron ke rel yang jaraknya sekitar satu meter di bawah.

Baca juga: PKD di Stasiun India Berhasil Selamatkan Nyawa Penumpang Tua yang Jatuh ke Celah Peron

Insiden ini membuat wanita berusia 47 tahun tersebut menderita luka dibahunya dan memar di bagian tangan yang kemudian langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Insiden itu terekam dalam CCTV, di mana terlihat wanita itu sedang berjalan melintas peron stasiun.

Kemudian ketika dirinya melewati pria berpakaian hitam, pria itu mendorongnya dari peron dan membuat wanita tersebut terjatuh ke rel dan berhasil bangkit sendiri. Sayangnya ketika polisi tiba di sana, pria tersebut sudah melarikan diri dari tempat kejadian.

KabarPenumpang.com melansir thestandard.com.hk (28/11/2021), insiden ini membuat pihak kepolisian melakukan pengejaran pada pelaku yang berusia 33 tahun itu. Seorang sumber dari kepolisian mengatakan, pria itu dianggap berbahaya.

Tak hanya itu, operator kereta api MTR Corporation juga diminta bantuan mencari pelaku melalui CCTV di peron stasiun dan di dalam kereta. Pukul 19.00 waktu setempat, staf Stasiun Ping Shan menemukan pria itu menaiki kereta No.615 menuju Dermaga Ferry Tuen Mun.

Kemudian polisi menangkapnya di Stasiun Ching Chun dan melakukan penyelidikan pada pria pelaku yang mendorong wanita dari peron ke rel tersebut. Sumber polisi tersebut mengatakan pria itu diduga mengalami gangguan jiwa dan tidak mengenal korban. Motif di balik serangan itu belum ditetapkan.

Kepala Inspektur Lee Ying-chi dari distrik Tuen Mun mengatakan bahwa para penyelidik akan menyelidiki kasus ini dari berbagai perspektif. Ini termasuk kesehatan mental dan kondisi fisik tersangka, rutinitas sehari-harinya, dan apakah dia memiliki argumen sebelumnya dengan korban atau suaminya, yang termasuk di antara penelepon polisi yang melaporkan kejadian tersebut.

Baca juga: Demi Ambil Barang Jatuh, Wanita Ini Nekat Turun ke Rel Lewat Celah Antara Kereta dan Peron

Tim investigasi distrik Tuen Mun sedang menyelidiki insiden tersebut. Pria itu ditahan untuk diinterogasi pada Minggu malam. Seorang juru bicara MTR Corp menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut.